Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Disampaikan pada : TOT Asesor Sekolah/Madrasah Bandung, September –Oktober 2013 “Akreditasi Bermutu untuk Pendidikan Bermutu”

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Disampaikan pada : TOT Asesor Sekolah/Madrasah Bandung, September –Oktober 2013 “Akreditasi Bermutu untuk Pendidikan Bermutu”"— Transcript presentasi:

1 Disampaikan pada : TOT Asesor Sekolah/Madrasah Bandung, September –Oktober 2013 “Akreditasi Bermutu untuk Pendidikan Bermutu”

2 PROFESI Profesi Suatu pekerjaan yang pelaksanaan tugasnya memerlukan keahlian, menggunakan teknik ilmiah, serta menuntut dedikasi yang tinggi. Keahlian Diperoleh dengan menempuh kurikulum yang dapat dipertanggungjawabkan. Profesiona l Seseorang yang menekuni suatu profesi. Profesional adalah sebutan mengenai pelaku yang menyandang suatu profesi dan sebutan tentang penampilan seseorang dalam mewujudkan unjuk kerja sesuai dengan profesinya. Asesor Profesional Asessor akreditasi dalam diri dan interaksinya berunjuk kerja sesuai profesinya, yang diatur menggunakan etika profesi.

3 KODE ETIK Adalah sistem norma, nilai, dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional Diperlukan untuk melindungi suatu profesi Melalui kode etik diukur perbuatan apa yang benar dan yang salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan harus dihindari. Melalui kode etik agar profesional memberikan jasa kepada pihak yang dilayani

4 FUNGSI KODE ETIK Fungsi  Memberi pedoman bagi profesi  Sarana kontrol bagi masyarakat tentang profesi yang bersangkutan  Mencegah pihak luar untuk campur tangan  Memberi pedoman bagi profesi  Sarana kontrol bagi masyarakat tentang profesi yang bersangkutan  Mencegah pihak luar untuk campur tangan Etik Mengatur  Asesor Akreditasi sebagai diri  Asesor Akreditasi dalam interaksinya dengan stake holder  Asesor Akreditasi sebagai diri  Asesor Akreditasi dalam interaksinya dengan stake holder Stakeholder Sesama asesor akreditasi, dan kelembagaan lain yang dilayani

5 KODE ETIK ASESOR BAN-S/M Asesor adalah insan terpilih yang terdidik, terlatih, dan terkondisikan untuk senantiasa: 1.menjunjung tinggi kejujuran dan obyektifitas, baik dalam niat, ucapan, maupun perbuatan; 2.merahasiakan informasi tentang sekolah/madrasah yang diakreditasi; 3.bersikap dan bertindak adil yang berarti tidak membedakan antara sekolah atau madrasah, negeri atau swasta, jauh dan dekat, dan status awal akreditasi; 4.menjaga kehormatan diri, rendah hati, dan lugas dalam berkata, bersikap, dan bertindak; 5.mematuhi aturan yang berlaku bagi asesor, dan bersedia menerima konsekwensi atas pelanggaran yang dilakukan;

6 6.menciptakan suasana kondusif dan tidak menekan dalam melakukan kegiatan visitasi; 7.menghindari kesepakatan atau bargaining dalam arti negatif, dengan tidak menerima pemberian uang, barang, dan jasa di luar hak-nya sebagai asesor; 8.bersahabat dan membantu secara profesional; 9.menghormati budaya setempat; 10.membangun kerjasama tim asesor; 11.tidak menggurui responden; 12.tidak mendebat argumentasi yang disampaikan oleh responden; dan 13.tidak menanyakan atau meminta hal-hal di luar akreditasi.

7 SANKSI Keputusan sanksi yang diberikan ditentukan melalui Sidang Pleno BAP-S/M. 1) Teguran Lisan 2) Teguran Tertulis 3) Pembebasan Tugas 4) Pemberhentian

8 ASESOR DILARANG: 1.Melakukan intimidasi secara terang-terangan maupun tersirat kepada sekolah/ madrasah. Hal ini penting untuk mencegah sekolah/madrasah dari keinginan untuk memberikan sesuatu dalam bentuk apa pun yang diduga akan berpengaruh kepada objektivitas hasil visitasi. 2.Membuat perjanjian dan/atau kesepakatan sepihak atau bersama-sama dengan sekolah/madrasah yang divisitasi yang dapat mengakibatkan tidak objektifnya hasil visitasi. 3.Menerima apa pun dari sekolah/madrasah yang akan mempengaruhi hasil akreditasi. 4.Membuka kerahasiaan data dan informasi yang diperoleh, serta hasil pelaksanaan visitasi kepada pihak lain dengan berbagai alasan apa pun.

9 SEKOLAH/MADRASAH DILARANG: 1.Melakukan berbagai kegiatan yang dapat menghambat proses visitasi dengan berbagai alasan apa pun. 2.Memanipulasi data dan informasi serta memberikan keterangan yang tidak sesuai atau bertentangan dengan kondisi nyata sekolah/madrasah yang menyebabkan tidak objektifnya hasil akreditasi. 3.Memberikan sesuatu dalam bentuk apa pun kepada asesor maupun anggota BAP-S/M secara individual atau tim yang akan berdampak pada objektivitas hasil akreditasi.

10 TERIMA KASIH


Download ppt "Disampaikan pada : TOT Asesor Sekolah/Madrasah Bandung, September –Oktober 2013 “Akreditasi Bermutu untuk Pendidikan Bermutu”"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google