Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERTEMUAN 7 ANGGARAN PERSEDIAAN. Pengertian Persediaan Persediaan (inventory): Barang yang diperoleh dan tersedia dengan maksud untuk dijual atau dipakai.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERTEMUAN 7 ANGGARAN PERSEDIAAN. Pengertian Persediaan Persediaan (inventory): Barang yang diperoleh dan tersedia dengan maksud untuk dijual atau dipakai."— Transcript presentasi:

1 PERTEMUAN 7 ANGGARAN PERSEDIAAN

2 Pengertian Persediaan Persediaan (inventory): Barang yang diperoleh dan tersedia dengan maksud untuk dijual atau dipakai dalam produksi, atau dipakai untuk keperluan non produksi dalam siklus kegiatan yang normal.

3 PERSEDIAAN PRODUK Sediaan produk = hasil produksi (sediaan produk jadi dan sediaan dalam proses). Sediaan produk jadi = sediaan hasil produksi siap untuk dijual. Sediaan produk dalam proses = sediaan produk yang belum selesai diproduksi sehingga memerlukan proses lebih lanjut

4 ANGGARAN PERSEDIAAN Anggaran persediaan : adalah anggaran yang dibuat untuk persediaan. Pabrik : Persediaan : produk jadi, sediaan produk dalam proses, bahan baku, bahan pembantu, sediaan pernik (suiplies).

5 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEDIAAN 1.Sediaan produk jadi.  Jika jadwal mudah disesuaikan dengan pesanan artinya tidak perlu memiliki persediaan yang besar.  Namun jika perusahaan bersaing dalam pelayanan yang cepat maka diperlukan persediaan dalam jumlah yang besar.  Biaya penyimpanan digudang.

6 Faktor yang mempengaruhi persediaan 2. Sediaan Barang Dagangan dipengaruhi oleh: Sifat persaingan dagang Hubungan antara biaya penyimpanan digudang dengan biaya kehabisan sediaan. Ketersediaan barang dipenyalur (produsen)

7 Faktor yang mempengaruhi persediaan 3. Sediaan Bahan Baku Dipengaruhi oleh:  Anggaran produk  Harga beli bahan baku  Biaya penyimpanan bahan baku digudang (Carrying Cost) dalam hubungannya dengan biaya ekstra yang dikeluarkan jika kehabisan persediaan.  Ketepatan penjual bahan baku menyerahkan bahan baku yang dipesan dan jumlah bahan baku tiap kali pesan.

8 KUANTITAS PESANAN EKONOMIS (KPE) Kuantitas pesanan Ekonomis (Economical order quantity) : kuantitas barang yang dapat diperoleh dengan biaya yang minimal atau jumlah belian yang optimal. Rumus KPE: 2xKStxS HSt x I

9 Keterangan KSt = Kuantitas standar bahan baku dipakai selama periode tertentu S= Biaya pemesanan setiap kali pesan (ordering cost) HSt= Harga standar bahan baku per unit I= Biaya penyimpanan bahan digudang yang dinyatakan dalam persentase dari nilai sediaan rata-rata dalam satuan mata uang yang disebut dengan Carrying Cost HSt x I = Biaya penyimpanan perunit (BP)

10 Biaya penyimpanan (Carrying Cost) disebut juga storage cost atau holding cost meliputi biaya penyimpanan, biaya pemeliharaan bahan, biaya kemungkinan bahan rusak dan hilang, biaya asuransi, biaya modal diinvestasikan, biaya pajak, biaya menghitung dan menimbang bahan dan lain-lain. Biaya Pemesanan (Procuremen cost) disebut juga ordering cost atau setup cost meliputi: biaya persiapan pemesanan bahan, biaya pengiriman untuk memesan bahan, biaya penerimaan bahan yang dipesan, biaya pembayaran bahan yang dipesan.

11 Ilustrasi Misalkan : kuantitas standar bahan baku berupa kedelai untuk pembuatan kecap selama tahun 2016 sebanyak 364 ons (KSt). Harga standar bahan baku berupa kedelai per ons RP 160 (HSt). Biaya Pesan setiap kali pesan Rp 728 (S). Biaya penyimpanan bahan baku digudang 40% (I) Maka perhitungan kuantitas pesanan ekonomisnya adalah 2 x 364 x 728 KPE== 8,281 = 91 ons 160 x 0,40 Berarti pembelian paling ekonomis setiap kali pesan sebesar 91 ons kedelai.

12 Penjelasan: Bila dalam setahun diperlukan kedelai sebanyak 364 ons, maka dalam setahun dilakukan 4 kali pesain (364:91) dan pemesanan dilakukan setiap 3 bulan sekali. Kebutuhan kedelai 364 ons dapat dilakukan dengan cara: a.2 kali pesan dan setiap kali = 182 ons b.4 kali pesan dan setiap kali = 91 ons c.7 kali pesan dan setiap kali = 52 ons

13 SAAT KEMBALI PESAN  Saat kembali pesan (reorder point) saat harus memesan kembali bahan yang diperlukan. Sehingga kedatangan bahan yang dipesan tepat waktu diatas sediaan keamanan sama dengan nol.  Sediaan Keamanan (Safety Stock) Sediaan inti dari bahan yang harus dipertahankan untuk menjamin kelangsungan usaha, artinya sediaan yang tidak boleh dipakai kecuali dalam keadaan darurat.

14 Ilustrasi:  Keperluan bahan baku setahun 364 ons.  Keperluan bahan baku tiap minggu 7 ons.  Setahun 52 minggu.  Waktu tenggang (Lead time) waktu yang digunakan dari memesan sampai bahan diterima adalah 4 minggu.  Harga bahan baku kedelai per ons Rp 160.  Biaya pemesanan setiap kali pesan Rp 728.  Sediaan Bahan Baku yang ada 40 ons.  Biaya penyimpanan bahan baku digudang 40%.  Sediaan keamanan ditetapkan 50% dari penggunaan selama (waktu tenggang) lead time.

15 Perhitungan saat kembali pesan dan sediaan bahan baku dianggarkan adalah:  Terpakai selama tenggang waktu = 4 7 ons= 28 ons  Sediaan keamanan = 50% x 28 ons = 14 ons  Saat kembali pesan = 28 ons +14 ons = 42 ons 2 x 364 x 728 KPE== 8,281 = 91 ons 160 x 0,40 Artinya : Pemesanan sebanyak 91 ons dilakukan pada saat sediaan tersisa 42 ons.

16 Lanjutan.. Sediaan maksimum : = sediaan keamanan + KPE = 14 ons +91 Ons = 105 ons Sediaan Rata-rata termasuk sediaan keamanan: = (KPE : 2) + sediaan keamanan = (91: 2) + 14 ons = 59, 5 ons Sediaan rata-rata yang merupakan aset lancar: =59,5 ons – 14 ons = 45,5 ons Bila sediaan yang ada sebesar 40 ons, berarti sediaan bahan baku awal yang merupakan aset lancar = 40 ons – 14 ons = 26 ons. Sediaan bahan baku akhir: KPE-sediaan awal = 91 ons -26 ons = 65 ons.

17 PENYUSUNAN ANGGARAN PERSEDIAAN Penyusunan anggaran persediaan khususnya dalam perusahaan manufaktur terdapat persediaan produk jadi, persediaan produk dalam proses dan persediaan bahan baku. Anggaran persediaan produk jadi dan produk dalam proses ditetapkan dengan dua cara yaitu: 1.Menetapkan tingkat putaran persediaan 2.Membuat anggaran produk

18 ANGGARAN PERSEDIAAN PRODUK JADI AKHIR Ilustrasi : PT Tibung mempunyai data sebagai berikut: Anggaran penjualan tahun 2015: Januari 1.000 unit Februari2.000 unit Maret3.000 unit Jumlah6.000 unit Produk jadi awal Januari 2015100 unit. Perusahaan mengutamakan stabilitas produk dalam menyusun anggaran. Produk jadi yang dihasilkan selama 3 bulan = 6.060 unit. Diminta: Hitunglah sediaan produk jadi dianggarkan akhir maret 2015

19 Perhitungan  Sediaan Produk jadi dianggarkan tahun 2013: Produk jadi6.060 unit Sediaan produk jadi awal100 unit Produk siap dijual6.160 unit Jualan 3 bulan6.000 unit Sediaan produk jadi akhir 160 unit  Dengan mengutamakan stabilitas produk setiap bulan diproduksi : 6.060 unit : 3 bulan = 2.020 unit.

20 ANGGARAN PRODUK JADI TIAP AKHIR BULAN NYA ADALAH: KeteranganJanuariFebruariMaretTriwulan I Jualan1.0002.0003.0006.000 Sediaan Produk jadi akhir 1.1201.140160 Produk siap dijual2.1203.1403.1606.160 Sediaan Produk jadi awal 1001.1201.140100 Produk jadi2020 6.060 PT Tibung *** Anggaran Produk Triwulan I tahun 2015 (dalam unit) Dalam tabel diatas :produk jadi akhir Januari sebanyak 1.120 unit, Februari 1.140 unit, dan Maret 160 unit.

21 ANGGARAN PRODUK DALAM RUPIAH Dapat dibuat bila diketahui harga pokok perunit Produk jadi. Misalkan : Harga pokok produk jadi variabelRp 10/unit Harga jual produk jadi Rp 12 / unit Beban Usaha variabelRp 1 / unit Beban tetap perbulanRp 2.000

22 Maka anggaran laba rugi metode penghargapokokan variabel bentuk panjang adalah: Berdasarkan tabel sebelumnya dapat di hitung : Anggaran triwulan I 2015 Januari1.000 unit x Rp 12 = 1.200 unit Februari2.000 unit x Rp 12 = 24.000 unit Maret3.000 unit x Rp 12 = 36.000 unit Triwulan I6.000 unit x Rp 12 = 72.000 unit Sediaan produk jadi awal Januari 2015 = 100 x 10 = Rp 1000. Harga pokok produk jadi perbulan =2.020 x Rp 10 = 20.200

23 ANGGARAN LABA RUGI PT Tibung Anggaran Laba Rugi Triwulan I tahun 2015 (dalam Rp) KeteranganJanuariFebruariMaretTriwulan I Jualan12.00024.00036.00072.000 H Pokok Produk Jadi20.200 60.600 Sediaan Produk jadi awal1.00011.20011.4001.000 Produk siap dijual21.20031.40031.60061.600 Sediaan Produk jadi Akhir11.20011.4001.600 Harga pokok penjualan10.00020.00030.00060.000 Margin kontribusi kotor2.0004.0006.00012.000 Beban Usaha variabel1.0002.0003.0006.000 Margin kontribusi bersih1.00020003.0006.000 Beban tetap2.00020002.0006.000 Laba (rugi)(1.000)0 impas1.0000 impas

24 Lanjutan...... ANGGARAN PRODUK JADI AKHIR: Januari= 1.120 unit x Rp 10 = Rp 11.200 Februari= 1.140 unit x Rp 10 = Rp 11.400 Maret= 160 unit x Rp 10 = Rp 1.600 BEBAN USAHA VARIABEL PERBULAN: Januari= 1000 unit x Rp 1 = 1.000 Februari= 2000 unit x Rp 1 = 2.000 Maret= 3000 unit x Rp 1 = 3.000 Triwulan I= 6000 unit x Rp 1 = 6.000

25 ANGGARAN LABA RUGI BENTUK PENDEK Tentukan dahulu beban variabel perunit: Harga pokok produk variabel perunitRp 10 Beban usaha variabel perunitRp 1. Biaya varibel perunitRp 11 PT Tibung Anggaran Laba Rugi Triwulan 1 tahun 2015 KeteranganJanuari (Rp)Februari (Rp) Maret (Rp) Triwulan 1 Penjualan12.00024.00036.00072.000 Biaya variabel11.00022.00033.00066.000 Margin Kontribusi1.0002.0003.0006.000 Biaya Tetap2.000 6.000 Laba (Rugi)(1.000)0 (impas)1.0000(impas)

26 ANGGARAN PERSEDIAAN DALAM PROSES Soal ilustrasi: Menggunakan data dalam tabel *** sebelumnya tapi dengan tambahan data Sediaan produk dalam proses awal Januari 2015 sebanyak 90 unit dengan harga pokok sebagai berikut: BBB= 90 x 100% x Rp 2 = 180 BTKL = 90 x 50% x Rp 4 = 180 BOPV= 90 x 50% x Rp 4 = 180 540 Tingkat penyelesaian sediaan produk dalam proses akhir direncanakan sama dengan awal yaitu BBB 100%, BTKL 50% dan BOP 50%. Persediaan produk jadi akhir Maret = 160 unit dan sediaan produk dalam proses akhir Maret 2015 sebanyak 75 unit dengan perhitungan anggaran setriwulan sebagai beriktu:

27 Perhitungan anggaran produknya sbb KeteranganUnit Penjualan6.000 unit Persediaan produk jadi akhir160 + Produk siap dijual6.160 Sediaan prpoduk jadi awal100 - Produk jadi6.060 Sediaan produk dalam proses akhir75 + Produk dihaslkan/produk diproses6.135 Sediaan produk dalam proses awal90 Produk masuk produksi periode ini6.045 Produk jadi diprosuksi tiap bulan 6.060 unit : 3 bulan = 2.020 unit. Produk masuk produksi periode ini tiap bulan 6.045 unit : 3 bulan = 2015 unit.

28 ANGGARAN PRODUKNYA Pt Tibung Anggaran Produk Triwulan I tahun 2013 (dalam unit) KeteranganJanuariFebruariMaretTriwulan I Penjualan1.0002.0003.0006.000 Persediaan Produk jadi akhir1.1201.140160 Produk siap dijual2.1203.1403.1606.160 Persediaan produk jadi awal1001.1201.140100 Produk jadi2.020 6.060 Sediaan produk dalam proses akhir858075 Produk dihasilkan/produk diproses2.1052.1002.0956.135 Sediaan produk dalam proses awal90858090 Produk masuk produksi periode ini2.015 6.045

29 ANGGARAN DALAM RUPIAH KeteranganJanuariFebruariMaretTriwulan I Penjualan12.00024.00036.00072.000 Biaya Pabrik20.170 60.510 Sedian produk dalam proses awal540510480540 Biaya produksi20.71020.68020.65061.050 Sedian produk dalam proses akhir 510480450 Harga pokok produk jadi20.200 60.600 Sediaan produk jadi awal1.00011.20011.4001.000 Produk siap dijual21.20031.40031.60061.600 Sediaan produk jadi akhir11.20011.4001.600 Harga Pokok Penjualan10.00020.00030.00060.000 Margin kontribusi kotor2.0004.0006.00012.000 Beban usaha variabel1.0002.0003.0006.000 Margin Kontribusi bersih1.0002.0003.0006.000 Beban Tetap2.000 6.000 Laba (rugi)(1.000)0 (impas)10000 (impas)

30 SEDIAAN PRODUK DALAM PROSES AKHIR BULAN: Januari = BBB = 85 x 100% x Rp 2= Rp 170 BTKL= 85 x 50% x Rp 4= Rp 170 BOPV = 85 x 50% x Rp 4= Rp 170 = Rp 510 FebruariBBB = 80 x 100% x Rp 2= Rp 160 BTKL= 80 x 50% x Rp 4= Rp 160 BOPV = 80 x 50% x Rp 4= Rp 160 = Rp 480 FebruariBBB = 75 x 100% x Rp 2= Rp 150 BTKL= 75 x 50% x Rp 4= Rp 150 BOPV = 75 x 50% x Rp 4= Rp 150 = Rp 450 Dari tabel diatas terlihat harga pokok produk stabil pada harga 20.170 hal ini terjadi karena perusahaan mengutamakan stabilitas produk dalam menyusun anggaran

31

32


Download ppt "PERTEMUAN 7 ANGGARAN PERSEDIAAN. Pengertian Persediaan Persediaan (inventory): Barang yang diperoleh dan tersedia dengan maksud untuk dijual atau dipakai."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google