Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MUHAMMAD HAJARUL ASWAD PERTEMUAN 3. 2. ANALISIS KORELASI 2.3. KORELASI PARSIAL 2.4. KORELASI BERGANDA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MUHAMMAD HAJARUL ASWAD PERTEMUAN 3. 2. ANALISIS KORELASI 2.3. KORELASI PARSIAL 2.4. KORELASI BERGANDA."— Transcript presentasi:

1 MUHAMMAD HAJARUL ASWAD PERTEMUAN 3

2 2. ANALISIS KORELASI 2.3. KORELASI PARSIAL 2.4. KORELASI BERGANDA

3 2.3. Korelasi Parsial Korelasi parsial = tingkat hubungan yang terjadi antara 2 variabel saja, sementara variabel lainnya dianggap konstan. Misalnya: Y = a + b 1 X 1 + b 2 X 2 + e, korelasi parsial berarti tingkat hubungan antara variabel X 1 saja dengan Y atau antara X 2 saja dengan Y.

4 Misalnya X 2 tetap, maka rumus korelasi antara X 1 dengan Y adalah sebagai berikut: Sedangkan rumus korelasi antara X 2 dengan Y bila X 1 tetap adalah:

5 dengan:

6 Contoh 1. Diketahui frekuensi penayangan iklan melalui media cetak dan elektronik serta perkembangan jumlah eksemplar harian pagi Kartika Bangsa yang terjual dari bulan Juli 1998 sampai dengan Juni Tentukan: a.Korelasi antara frekuensi penayangan iklan melalui media cetak dengan jumlah eksemplar harian pagi Kartika Bangsa. b.Korelasi antara frekuensi penayangan iklan melalui media elektronik dengan jumlah eksemplar harian pagi Kartika Bangsa.

7 Bulan Iklan Media Cetak (X 1 ) Iklan Media Elektronik (X 2 ) Jumlah Eksemplar dalam ribuan (Y) Juli7235 Agustus9440 September10342 Oktober11550 November11555 Desember12660 Januari12665 Februari13768 Maret12672 April13877 Mei13880 Juni14885 Hasil perhitungan

8 BulanX1X1 X2X2 YX1YX1YX2YX2YX1X2X1X2 X12X12 X22X22 Y2Y2 Juli Agustus September Oktober November Desember Januari Februari Maret April Mei Juni Jumlah

9 a.Korelasi antara frekuensi penayangan iklan melalui media cetak dengan jumlah eksemplar harian pagi Kartika Bangsa = 0,26. Artinya, terdapat hubungan yang positif namun rendah antara frekuensi penayangan iklan melalui media cetak dengan jumlah eksemplar harian pagi Kartika Bangsa. b. Korelasi antara frekuensi penayangan iklan melalui media elektronik dengan jumlah eksemplar harian pagi Kartika Bangsa = 0,64. Artinya, terdapat hubungan yang positif dan cukup antara frekuensi penayangan iklan melalui media elektronik dengan jumlah eksemplar harian pagi Kartika Bangsa.

10 2.4. Korelasi Berganda Misalnya: Y = a + b 1 X 1 + b 2 X 2 + e, korelasi berganda berarti tingkat hubungan secara bersama-sama antara variabel X 1 dan X 2 dengan Y. Atau dengan kata lain, korelasi berganda adalah tingkat hubungan antara variabel-variabel X 1, X 2,..., X n dengan variabel Y secara simultan.

11 dengan:

12 Contoh 2. Perhatikan kembali soal Contoh 1. Tentukan korelasi antara frekuensi penayangan iklan melalui media cetak dan elektronik dengan jumlah eksemplar harian pagi Kartika Bangsa. Hasil perhitungan

13 BulanX1X1 X2X2 YX1YX1YX2YX2YX12X12 X22X22 Y2Y2 X1X2X1X2 Juli Agustus September Oktober November Desember Januari Februari Maret April Mei Juni Jumlah

14

15 Telah diperoleh nilai korelasi berganda R = 0,95. Artinya, terdapat korelasi positif dan kuat antara frekuensi penayangan iklan melalui media cetak dan elektronik dengan jumlah eksemplar harian pagi Kartika Bangsa.

16 NEXT. 3. REGRESI SEDERHANA: MASALAH ESTIMASI SELESAI


Download ppt "MUHAMMAD HAJARUL ASWAD PERTEMUAN 3. 2. ANALISIS KORELASI 2.3. KORELASI PARSIAL 2.4. KORELASI BERGANDA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google