Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy1 REINVENTING GOVERNMENT Endang Wirjatmi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy1 REINVENTING GOVERNMENT Endang Wirjatmi."— Transcript presentasi:

1

2 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy1 REINVENTING GOVERNMENT Endang Wirjatmi

3 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy2 10 KUNCI BIROKRASI YANG SUKSES (Reinventing Government- Osborne dan Gaebler) 1. Pemerintahan Katalis: Mengarahkan ketimbang mengayuh. Hal ini dimaksudkan bahwa pemerintah diibaratkan sebuah perahu, peran pemerintah bisa sebagai pengemudi yang mengarahkan jalannya perahu atau sebagai pendayung yang mengayuh untuk membuat perahu bergerak. 2. Pemerintahan milik masyarakat: Lebih baik memberikan kewenangan pada masyarakat untuk melayani sendiri dari pada pemerintah sendiri yang memberikan pelayanan. 3. Pemerintahan yang kompetetif. Menyuntikkan Persaingan ke dalam pemberian pelayanan. Pelayanan yang dilakukan oleh birokrasi seolah-olah atau akan berkembang adanya persaingan, sehingga birokrasi dapat memberikan pelayanan yang baik.

4 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy3 10 KUNCI BIROKRASI YANG SUKSES ( Reinventing Government- Osborne dan Gaebler) 4. Pemerintah yang digerakkan oleh misi. Mengubah organisasi yang digerakkan oleh peraturan menjadi organisasi yang berorientasi pada kegiatan. Apa yang dilakukan oleh pemerintah sebaiknya berorientasi pada pelayanan. Aturan-aturan tidak kaku dan tidak mengganggu pada misi. 5. Pemerintah yang berorientasi pada hasil. Pembiayaan pemerintah diharapkan mempunyai hasil (outcomes) dan tidak hanya berorientasi pada input atau output semata 6. Pemerintah yang berorientasi pada pelanggan. Orientasi pelayanan pemerintah sebaiknya pada apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dan bukan berorientasi pada birokrasi. Misalnya membuat prosedur pelayanan yang orientasinya pada birokrasi.

5 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy4 10 KUNCI BIROKRASI YANG SUKSES (Reinventing Government- Osborne dan Gaebler) 7. Pemerintaha Wirausaha: Orientasi pada menghasilkan ketimbang membelanjakan, yang artinya pemerintah dapat menciptakan sumber-sumber pendapatan baru dan tidak hanya berorientasi pada bagaimana menghabiskan uang. 8. Pemerintah antisipatif: Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Membentuk pemerintah yang selalu berorientasi pada masa yang akan datang, pemecahan masalah tidak berjangka pendek. 9. Pemerintahan desentralisasi: Birokrasi yang mempunyai kedekatan dengan masyarakat, mengurangi jalur birokrasi sehingga dapat mengurangi biaya tinggi. 10. Pemerintahan yang berorientasi pada pasar, melalukan perubahan melalui pasar, sehingga pemerintah tidak selalu memonopoli pelayanan yang diberikan atau mengurangi captive market

6 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy5 FENOMENA-FENOMENA DI AMERIKA: PEGAWAI YANG ACUH TAK ACUH KEADAAN KANTOR YANG KOTOR, LUSUH FASILITAS KERJA MEMBURUK PERALATAN USANG PEMBELIAN BARANG DITEKAN; PENGGUNA-AN PRODUK YANG MURAH MENGGUPEMBAYARAN LAMA KONDISI MANAJEMEN MENENGAH MELEMAH; KENAIKAN JABATAN DI DASARKAN PADA SENIORITAS, BUKAN KUALIFIKASI ATAU FAVORITISME; DISIPLIN MEROSOT; ORGANISASI TANPA AKUNTABILITAS PERBAIKAN DILAKUKAN SETELAH DISADARI, BELAJAR MELALUI REINVENTING GOVERNMENT DI DUKUNG OLEH SERIKAT PEKERJA

7 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy6 PERINTIS PELAKU INDIANAPOLIS. WALIKOTA STATE GOLDSMITH : Menciptakan organisasi pemerintah yang dapat bersaing dengan sektor swasta HAMPTON, VIRGINIA: MANAJER KOTA BOB O’NEILL DAN WALIKOTA JAMES EDSON: Mengembangkan Visi dan meredifinisi Misi Pemda dari Penyedia layanan menjadi perantara antara kebutuhan masyarakat dengan penyediaan swasta MINNESOTA. Mencabut pemberian monopoli sekolah untuk bersaing DI DINAS KEHUTANAN AS; “UJI COBA” Empowering kepada pegawiai di lini depan DI AUSTRALIA ; Melepaskan 13 usaha bisnis yang semula ditangani oleh Departemen Pelayanan Administrasi DI INGGRIS: MARGRET THATCHER: Melalukan swastanisasi besar-besaran; menjadi instansi semi otonom; dilanjutkan oleh JOHN MAJOR dengan mempublikasikan standar-standar pelayanan dan uji-pasar SELANDIA BARU: DILAKUKAN OLEH PARTAI BURUH DAN KADER-KADER, TOP PEGAWAI SIPIL, Melakukan perubahan peraturan pelayanan, restrukturisasi dan swastanisasi.

8 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy7 CARA YANG DITEMPUH A. Desentralisasi otoritas unit-unit pemerintah dan devolusi tanggungjawab kepada tingkat yang lebih rendah B. Review pekerjaan dan pembiayaan yang harus dilakukan pemerintah, apa yang harus dilakukan; dibiayai dan dikerjakan oleh pemerintah C. Melakukan downsizing terhadap dinas/pelayanan publik; privatisasi; dan korporatisasi aktivitas pemerintah D. Reformasi pemberian yang lebih efektif pembiayaannya( kontrak; mekanisme pasar dan beban pada pengguna) E. Orientasi pada pelanggan; standar mutu yang jelas untuk dinas/layanan publik F. Menerapkan Benchmarking dan pengukuran kinerja G. Melakukan reformasi, penyederhanaan regulasi, memperkecil biaya.

9 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy8 PERBEDAAN ANTARA REINVENTING GOVERNMENT DAN BANINSHING BUREAUCRACY REINVENTING GOVERNMENT Menawarkan pelaksanaan reinvensi dengan karakteristik pemerintahan wirausaha, khususnya bertindak dan berlaku secara deskriptif BANISHING BUREAUCRACY Bersifat preskriptif membahas cara penciptaan, strategi untuk menstranformasi sistem dan organisasi birokrasi ke organisasi wirausaha, memberikan know-how untuk diaplikasikan

10 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy9 LIMA MITOS REFORMASI SEKTOR PUBLIK 1. LIBERAL: Pemerintah dapat dibenahi dengan biaya yang besar dan pekerjaan yang banyak. Faktanya, menjadi pemborosan dan tidak mendapat hasil yang lebih baik. 2. KONSERVATIF: Pembenahan dengan biaya yang kecil dan pekerjaan yang sedikit. Faktanya: Penghematan dana yang disfungsional menyebabkan penghematan dana pembayar pajak, tetapi tidak meningkatkan kinerja pemerintah. 3. BISNIS: Pembenahan dengan pengelolaan seperti bisnis. Faktanya: metafora bisnis dan teknik manajemen diperlukan, tetapi tetap ada perbedaan realitas sektor publik dan sektor swasta. 4. PEGAWAI: Pegawai dapat bekerja baik jika cukup uang. Faktanya: harus ada perubahan penggunaan sumberdaya-sumberdaya jika ingin perubahan hasil. 5. ORANG:Pembenahan melalui tangan orang lain (sewa) yang lebih baik. Faktanya: Persoalannya bukan pada orang tetapi sistemnya yang menjerat mereka. (tidak ada kebebasan berinovasi.

11 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy10 LANGKAHNYA KEMUDIAN (“THE NEXT STEPS”) Memisahkan Kegiatan Mengarah (Steering) dan Kegiatan Mengayuh (Rowing), dengan: a. Memisahkan Kegiatan pemberi layanan dan fungsi pengaturan dari departemen induknya b. Memberikan fleksibilitas dan otonomi yang lebih besar kepada kedua Instansi sesuai dengan fungsinya c. Akuntabilitas yang diserahkan melalui pola kontrak kinerja. PENEMUAN LEVERAGE Kegiatan menekan Birokrasi dengan: downsizing, privatizasi, audit efisiensi, ternyata tidak memberikan hasil yang baik (gagal)

12 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy11 The Five C’s Lever Purpose Incentives Accountability Power Culture Strategy Core Strategy Consequences Strategy Customer Strategy Control Strategy Culture Strategy Approaches Clarity of Purpose Clarity of Role Clarity of Direction Management Competition Enterprise Management Performance Management Costumer Choice Competitive Choice Customer Quality Assurance Organizational Empowerment Employee Empowerment Community Empowerment Breaking Habits Touching Hearts Winning minds

13 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy12 1.Perubahan organisasi dapat dilakukan ditingkat manapun dengan menggunakan daya ungkit (leverage): 1.Memperbesar daya ungkit (leverage) menggunakan ke - 5 strategi. Misalnya pada: governing System; Sistem Administrasi; Organisasi; Proses-proses Kerja ataupun Orangnya 2.Mengarahkan Strategi-strategi tersebut pada target terbaik dan yang mungkin diraih LEVEL OF THE GAME: TARGETING THE STRATEGIES

14 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy13 1.REINVENSI MERUPAKAN PERUBAHAN YG BERJANGKA PANJANG, PERLU KEPEMIMPINAN, KETRAMPILAN, DEDIKASI, DAN KETEKUNAN, PERUBAHAN DARI POLITISI, MANAJER, PEGAWAI DAN WARGA NEGARA. 2.TANTANGAN YANG BERAT ADALAH KERELAAN MELEPASKAN KEWENANGAN DARI PEJABAT PADA MANAJEMEN; PEJABAT HARUS RELA DENGAN PEKERJAAN MENGARAHKAN DAN ORANG LAIN YANG MENGAYUH 3.KEBIJAKAN POLITISI BUKAN MELONGGARKAN KONTROL ATAS AKUNTABILITAS. KINERJA YANG DIHARAPKAN ADALAH BERGANTINYA AKUNTABILITAS DARI PATUH TERHADAP ATURAN KEPADA AKUNTABILITAS OUTCOMES; DAN MENGGANTIKAN KONTROL INPUT DAN OUTPUT; DAN DIPERKUAT DENGAN CUSTOMER STRATEGY (AKUNTABILITAN DISERAHKAN KEPADA PELANGGAN) KONSEKUENSI PENGGUNAAN 5 (LIMA) STRATEGI

15 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy14 KONSEKUENSI PENGGUNAAN 5 (LIMA) STRATEGI 4.STRATEGI KONSEKUENSI: MENUNTUT ADANYA PENGAHAPUSAN ORGANISASI-ORGANISASI PUBLIK YANG TIDAK BERFUNGSI; MEMBANTU KARYAWAN YANG TER-PHK; DAN MENGHARUSKAN ADANYA REWARD AND PUNISHMENT 5.CONTROL STRATEGY MENUNTUT PEMBERIAN LAYANAN DIDASARKAN ATAS KEBUTUHAN MENCAPAI MISINYA; TIDAK BERPOLA DARI SATU UKURAN DAN MODEL KONTROL DARI ATAS KEBAWAH

16 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy15 3.CULTURE STRATEGY: MERUPAKAN STRATEGI YANG PALING SULIT, KARENA ADANYA PERUBAHAN BUDAYA YANG BERORIENTASI PADA WIRAUSAHA; PELANGGAN; HASIL DAN MEMPERLAKUKAN PEGAWAI DENGAN HORMAT INTINYA ADALAH ADANYA KOMITMEN; KERELAAN PARA POLITISI; PEGAWAI; MANAJER UNTUK MELEPAS KEBIASAAN PENGUASAAN SUMBERDAYA-SUMBERDAYA DAN KEKUASAAN PENGONTROL SERTA TANGGUNGJAWABNYA DISERAHKAN KEPADA MASYARAKAT SEBAGAI CITIZEN KLOSUL PERJANJIAN: BILA ANDA MENGINGINKAN ORANG UNTUK MELEPAS SESUATU, BERI MEREKA SESUATU SEBAGAI GANTI BALASANNYA. KONSEKUENSI PENGGUNAAN 5 (LIMA) STRATEGI

17 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy16 4.STRATEGI INTI: UNTUK MENCIPTAKAN KEJELASAN TUJUAN LANGKAH YANG DILAKUKAN: A. MEMBUAT PERSIAPAN; DENGAN PERANGKAT: 1. REVIEW KINERJA ATAU PROGRAM; 2. REVIEW PILIHAN AWAL 3. PEMBAHARUAN ATURAN 4. PENJUALAN ASET-ASET 5. METODE-METODE KUASI-PRIVATISASI 6. DEVOLUSI KONSEKUENSI PENGGUNAAN 5 (LIMA) STRATEGI

18 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy17 1. THE FLEXIBLE PERFORMANCE FRAMEWORK: MENGEMBANGKAN KE 34 STRATEGI: MEMISAHKAN FUNGSI-FUNGSI YANG BERLAINAN KE DALAM ORGANISASI YANG BERBEDA DAN MENGGUNAKAN KONTRAK- KONTRAK UNTUK MENJABARKAN TUJUAN; HASIL-HASIL YANG DIHARAPKAN; KONSEKUENSI DARI KINERJA DAN FLEKSIBILITAS MANAJEMENNYA 2. PENAWARAN YANG KOMPETITIF MERUPAKAN METATOOL: SETIAP FUNGSI MENGAYUH DITAWARKAN SECARA KOMPETITIF. ORGANISASI- ORGANISASI PEMBERI LAYANAN BERSAING UNTUK MEMENANGKAN KONTRAK. Langkah: Strategi inti B. KEJELASAN PERAN ; MEMISAHKAN KEGIATAN MENGARAH & MENGAYUH, DENGAN PERANGKAT: KONSEKUENSI PENGGUNAAN 5 (LIMA) STRATEGI

19 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy18 Strategi inti KUNCI PEMISAHAN YANG BERHASIL 1. KOMBINASI ANTARA UPAYA PEMISAHAN DENGAN STRATEGI KONSEKUENSI DAN KONTROL DENGAN MEMPERHATIKAN PERUBAHAN PADA DNA-NYA 2. MENGALIHKAN KONTROL DARI INSTANSI PUSAT KEPADA ORGANISASI-ORGANISASI TERSENDIRI; REFORMASI SISTEM ADMINISTRASI; FLEKSIBILITAS TERLETAK PADA SISTEM ANGGARAN, PERSONALIA DAN PENGADAAN 3. KESEDIAAN ORGANISASI PEMERINTAH PUSAT UNTUK MELEPASKAN KEKUASAAN/KEWENANGAN MEREKA PADA KELOMPOK MANAJEMEN KECIL 4. ADANYA PERJANJIAN TERTULIS TENTANG ADANYA FLEKSIBILITAS DAN SPESIFIKASI ORGANISASI PENGAYUH AGAR TERDAPAT KOMITMEN PEMBERIAN HASIL YANG SPESIFIK (KONTRAK;KONTROL; KONSEKUENSI YANG SPESIFIK) 5. ADANYA LEARNING BAGI PEMBUAT KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTOR UNTUK BERPERAN MENGAYUH DENGAN BAIK (PERLU DEFINISI OUTCOMES DAN OUTPUT YANG DIINGINKAN)

20 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy19 SETELAH ITU MENGINTEGRASIKAN PENDEKATAN-PENDEKTAN C. KEJELASAN ARAH: MEMPERBAIKI TUJUAN, PERANGKATNYA: 1. TUJUAN OUTCOME YANG AKAN DICAPAI OLEH PEMERINTAH 2. ADANYA ORGANISASI PENGARAH; YANG MENETAPKAN TUJUAN; STRATEGI; MEMBERI NASEHAT PADA PELAKSANA 3. PENGEMBANGAN STRATEGI 4. ANGGARAN KINERJA: MENENTUKAN OUTCOME DAN OUTPUT YANG AKAN DICAPAI OLEH PEMBUAT KEBIJAKAN 5. ANGGARAN JANGKA PANJANG: MEMPROYEKSIKAN TREND-TREND FISKAL SAAT INI (PENGELUARAN-PENERIMAAN, HUTANG, MODAL NETO)UNTUK MASA DEPAN 6. AKUNTANSI SISTEM AKRUAl (SUATU SISTEM AKUNTANSI BISNIS YANG MENDEPRESIASIKAN ASET-ASET DAN MEMASUKAN KEWAJIBAN KE DALAM PEMBUKUAN)

21 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy20 5. STRATEGI KONEKUENSI: MENCIPTAKAN KONSEKUENSI KINERJA 1. TERDAPAT TIGA PENDEKATAN UNTUK MEMPERKENALKAN KONSEKUENSI: 1. MANAJEMEN PERUSAHAAN (Organisasi Publik sepenuhnya berfungsi sebagai perusahaan bisnis dengan perhitugan rugi laba 2. PERSAINGAN TERKELOLA (Pelayanan yang tidak berlaku pasar) 3. PERFORMANCE MANAGEMENT: Memanfaan kinerja standar, imbalan, sangsi dan motivasi 2. PERLINDUNGAN ATAS PEGAWAI YANG TIDAK DIPERLUKAN LAGI Downsizing merupakan salah satu konsekuensi, maka memindahkan pegawai ke dalam pekerjaan publik lainnya: pengontrak; membantu privatisasi organisasi, insentif ekonomi dan jasa penempatan kerja bagi yang memilih pensiun

22 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy21 1. MENDEFINISIKAN PELANGGAN: a. PELANGGAN PRIMER b. PELANGGAN SEKUNDER c. COMPLIER d. PEMEGANG SAHAM 2. TIGA TINGKATAN DALAM STRATEGI PELANGGAN: a. CONPETITIVE CHOICE b. COSTUMER QUALITY ASSURANCE c. CUSTOMER VOICE 3. PILIHAN PELANGGAN 4. PILIHAN KOMPETITIF 5. JAMINAN MUTU PELAYANAN STRATEGI PELANGGAN: MENEMPATKAN PELANGGAN SEBAGAI PENGGERAK

23 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy22 1. KUNCI DARI STRATEGI KONTROL ADALAH KEPERCAYAAN 2. PENDEKATAN UNTUK MENGALIHKAN KONTROL: SISTEM PEMERINTAH DAN SISTEM ADMINISTRASI DIPERBAIKI DAN KONTROL MANAJEMEN DILONGGARKAN SECARA HIRARCHI DAN MELIMPAHKAN WEWENANG KEPADA LINI TERDEPAN MENYERAHKAN KONTROL PADA RT/RW,PENYEWA DAN KOMUNITAS 3. PEMBERDAYAAN ORGANISASI: desentralisasi kontrol administratif, deregulasi Orga-nisasi (aturan internal); Manajemen dengan basis tempat; Pemberlakuan ijin resmi operasi diluar bidang, batas waktu aturan, deregulasi inter pemerintah CONTROL STRATEGY: MENGALIHKAN KONTROL DARI PUNCAK DAN PUSAT

24 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy23 4. PEMBERDAYAAN PEGAWAI: Penipisan Lapisan Manajemen; desentralisasi organisasional; Pemisahan Struktur Fungsional; Tim Kerja; Kemitraan Kerja Manajemen; Program-program Usulan Pegawai 5. PEMBERDAYAAN KOMUNITAS: Badan Komunitas; Perencanaan Kolaboratif; Dana Investasi; Kemitraan masy & Pemerintah, Regulasi dengan basis komunitas CONTROL STRATEGY: MENGALIHKAN KONTROL DARI PUNCAK DAN PUSAT

25 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy24 DESENTRALISASI KONTROL ADMINISTRATIF DEREGULASI ORGANISASI MANAJEMEN DENGAN BASIS TEMPAT PEMILIHAN PEMBERLAKUAN IZIN RESMI KEBIJAKSANAAN PEMBEBASAN TUNTUTAN KEKEDALUWARSAAN PERATURAN (Batas waktu) DEREGULASI INTERN PEMERINTAH PERANGKAT PEMBERDAYAAN ORGANISASI

26 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy25 1. MENCIPTAKAN BUDAYA KEWIRAUSAHAAN: VISI DAN MISI MENUMBUHKAN BUDAYA BARU 2. STRATEGI BUDAYA: BUDAYA BIROKRASI MERUBAH BUDAYA PERUSAHAAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMBENTUK BUDAYA MERUBAH PARADIGMA MERUBAH KEBIASAAN MENGGUGAH HATI MEMENANGKAN PIKIRAN 3. MENGARAHKAN TRANSISI BUDAYA STRATEGI BUDAYA

27 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy26 1. MENYELARASKAN STRATEGI-STRATEGI: MENGGUNAKAN STRATEGI INTI UNTUK MEMISAHKAN USAHA MENGGUKAN STRATEGI KONSEKUENSI DAN KONTROL SEBAGAI PASANGAN SERASI MENCIPTAKAN KONSEKUENSI ATAS KINERJA DAN MEMBERIKAN KONTROL MENGGUNAKAN MANAJEMEN KINERJA UNTUK MENTERJEMEHKAN OUTCOME MENGALIHKAN ONTROL KEPADA PEGAWAI 2. KEKUATAN METATOOL 3. MENYELARASKAN STRATEGI DG SISTEM ADMINISTRASI 4. MEMECAHKAN TEKA-TEKI BERSAMA-SAMA PENGGUNAAN STRATEGI- STRATEGI

28 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy27 1. ATURAN-ATURAN BAGI REINVENTOR: Tidak ada DNA tidak ada tranformasi Merubah permainan menjadi 5 level Melepas harus disertai dengan gantinya Perhatikanlah kinerja dan terima konsekuensinya Hadapi kepentingan khusus dengan berani Lindungi para intrepreneur Bangunlah kepercayaan Tanamkanlah investasi dalam perubahan Kelolalah masa transisi secara manusiawi Peratahankanlah langkah anda KUNCI KEBERANIAN UNTUK MEREINVENSI

29 E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy28 Pemilihan metoda untuk mencapai efisiensi dan efektivitas Pelayanan diserahkan pada masyarakat Pemerintahan harus kompetitif Perlu adanya penyederhanaan administrasi Pemerintahan harus berorientasi pada hasil Pemerintahan yang berorientasi pada pelanggan Pemerintahan wirausaha Pemerintahan antisipatif Pemerintahan desntralisasi Pemerintahan yang berorientasi pada pasar 2. PRINSIP-PRINSIP ME-REINVENSI PEMERINTAHAN:


Download ppt "E. Wirjatmi/S2-STIA- LANReGov't & Banishing Bureaucracy1 REINVENTING GOVERNMENT Endang Wirjatmi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google