Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pertemuan ke-4 TEKNIK TESTING DAN STRATEGI TESTING.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pertemuan ke-4 TEKNIK TESTING DAN STRATEGI TESTING."— Transcript presentasi:

1 Pertemuan ke-4 TEKNIK TESTING DAN STRATEGI TESTING

2 Definisi dan konsep pengujian Pengujian perangkat lunak adalah elemen kritis dari jaminan kualitas sebuah perangkat lunak. Testing yang berhasil bukanlah testing yang tidak menghasilkan kesalahan, tetapi justru testing yang sukses adalah yang menemukan kesalahan di dalam perangkat lunak. Akan dibahas mengenai dasar dan teknik pengujian perangkat lunak untuk desain test case perangkat lunak

3 Dasar Pengujian Perangkat Lunak Pada proses perangkat lunak –perekayasa pertama-tama berusaha membangun perangkat lunak dari konsep abstraksi ke implementasi yang dapat dilihat –kemudian dilakukan pengujian (testing) perangkat lunak tersebut Pada dasarnya testing merupakan satu langkah dalam proses rekayasa perangkat lunak yang dapat dianggap sebagai hal yang destruktif daripada konstruktif.

4 Masalah Umum Komputer Masalah pada sistem komputer dapat dikategorikan sebagai: 1.Software Problems 2.Data Problems

5 Software Problems Masalah-masalah yang biasanya menyebabkan pengambilan keputusan yang buruk melalui aplikasi pembuatan keputusan secara otomatis. Software Problems meliputi: a.Perancangan software yg tidak lengkap atau kesalahan kriteria pembuatan keputusan b.Kegagalan dalam memprogram software seperti yang diinginkan customer/user atau designer. c.Tidak adanya fungsi pengeditan dan pemeriksaan untuk menentukan kelengkapan data output

6 Data Problems Data input adalah masalah yg sering terjadi karena merupakan bagian penting dalam proses pembuatan keputusan. Masalah Data umumnya berupa: a.Ketidaklengkapan data yg ada pada aplikasi b.Penggunaan data yang tidak benar dalam pemrosesan aplikasi c.Penggunaan data yg sudah lama dalam pemrosesan aplikasi

7 Dasar Pengujian Perangkat Lunak Ada 3 dasar testing : 1.Sasaran-sasaran testing Glen Myers menyatakan sejumlah aturan yang berfungsi sebagai sasaran pengujian: -Testing adalah proses eksekusi suatu program dengan maksud menemukan kesalahan -Test case yang baik adalah test case yang memiliki probabilitas tinggi untuk menemukan kesalahan yang belum pernah ditemukan sebelumnya -Testing yang sukses adalah yang mengungkap semua kesalahan yang belum pernah ditemukan

8 Dasar Pengujian Perangkat Lunak Dari sasaran-sasaran tersebut, dapat disimpulkan bahwa testing yang berhasil bukanlah testing yang tidak menghasilkan kesalahan, tetapi justru testing yang sukses adalah yang menemukan kesalahan di dalam perangkat lunak. Pengujian tidak dapat memperlihatkan tidak adanya cacat, pengujian hanya dapat memperlihatkan bahwa ada kesalahan perangkat lunak.

9 2.Prinsip Testing Sebelum mengaplikasikan metode desain test case yang efektif, harus dipahami prinsip dasar yang menuntun testing perangkat lunak: -Semua testing harus dapat ditelusuri sampai ke persyaratan pelanggan Cacat yg paling fatal adalah yang menyebabkan program gagal memenuhi persyaratannya -Testing harus direncanakan lama sebelum testing itu dimulai perencanaan dapat dimulai setelah model persyaratan dilengkapi -Prinsip Pareto berlaku untuk testing perangkat lunak prinsip pareto mengimplikasikan bahwa 80% dari semua kesalahan yang ditemukan sepertinya akan dapat ditelusuri.

10 -Testing dimulai “dari yang kecil” dan berkembang ke testing “yang besar” pengujian pertama biasanya berfokus pada modul program individual, kemudian pada modul terintegrasi, dan akhirnya pada sistem secara keseluruhan -Tidak memungkinkan suatu testing yang mendalam Jalur untuk program sangatlah besar, sehingga tidak mungkin mengeksekusi semua jalur program. -Testing yg efektif harus dilakukan oleh pihak ketiga yang independen perekayasa perangkat lunak yang membuat sistem tersebut bukanlah orang yang paling tepat untuk melakukan semua pengujian perangkat lunak

11 3.Testabilitas Menurut James Bach testabilitas perangkat lunak adalah seberapa mudah sebuah program komputer dapat diuji. Karena pengujian sangat sulit, perlu diketahui apa yang dapat dilakukan untuk membuatnya menjadi mudah.

12 Atribut-Atribut Pengujian yang Baik 1.Pengujian yang baik memiliki probabilitas yang tinggi untuk menemukan kesalahan 2.Pengujian yang baik tidak redundan 3.Pengujian yang baik seharusnya “jenis terbaik” 4.Pengujian yang baik tidak boleh terlalu sederhana atau terlalu kompleks

13 Pengujian dapat dilakukan dengan 2 cara: √Mengetahui bahwa fungsi yang ditentukan beroperasi sepenuhnya, pada waktu yang sama mencari kesalahan pada setiap fungsi (Blackbox) √Mengetahui kerja internal produk, bahwa semua operasi internal bekerja sesuai dengan spesifikasi dan komponen internal telah diawasi dengan baik (White-box)

14 Metode Testing White-box. Testing yang dilakukan terhadap prosedur-prosedur yang ada pada program, lintasan logika yang dilalui oleh setiap bagian prosedur yang ditest dengan memberikan kondisi/pengulangan Black-box Testing yg dilakukan untuk antarmuka program, testing ini untuk memperlihatkan bahwa fungsi- fungsi nekerja dgn baik, dalam arti masukan yg diterima dgn benar dan keluaran yg dihasilkan benar-benar tepat, integrasi dari eksternal data berjalan dgn baik

15 Strategi Testing vs Pemgembangan Sistem C U I S R D V ST Rekayasa Sistem Desain Kode Tes Unit Tes Integrasi Tes Validasi Tes sistem Persyaratan

16 Delapan langkah pengembangan taktik pengujian 1.Peroleh dan pelajari strategi pengujian 2.Tentukan jenis pengembangan proyek 3.Tentukan jenis sistem perangkat lunak 4.Tentukan lingkup proyek 5.Identifikasi resiko taktis 6.Tentukan kapan pengujian harus dilakukan 7.Buatlah rencana pengujian sistem 8.Buatlah rencana pengujian unit sistem

17 Nilai Ekonomis Pengujian “Too little testing is a crime – too much testing is a sin” Testing yg terlalu sedikit (Undertesting) akan langsung berakibat adanya cacat pada sistem Testing yg berlebihan (Overtesting) berarti terbuangnya sumber-sumber daya yang berharga untuk hal-hal yang tidak perlu

18 Nilai Ekonomis Pengujian Number of defects Optimum Test Cost of Testing Under Test Over Test Extent Of Testing Quantity Kurva Efektivitas Biaya Testing

19 Nilai Ekonomis Pengujian Masalah-masalah yang biasanya terdapat dalam testing berasal dari:  Kegagalan dalam menentukan tujuan testing  Melakukan Testing pada tahapan yang salah dalam Siklus Hidup  Penggunaan teknik testing yang tidak efektif

20 Strategi Pengujian Secara umum ada 2 komponen strategi testing : A.Test Factor : hal-hal yang harus dipastikan ada pada sistem/aplikasi B.Test Phase : Tahapan-tahapan pengembangan sistem Maka Pengujian dapat kita pusatkan pada kedua komponen tersebut.

21 Strategi Pengujian Test Factors: 1.Ketepatan/correctness 2.Otorisasi 3.Kesatuan File 4.Kejelasan Audit (penelusuran) 5.Keberlangsungan proses 6.Tingkatan Servis 7.Pengendalian Akses 8.Kesesuaian 9.Reliability 10.Kemudahan penggunaan 11.Kemudahan pemeliharaan 12.Portable 13.Saling berangkaian (Coupling) 14.Performance 15.Kemudahan pengoperasian

22 Test Factors: 1.Ketepatan/correctness Pastikan bahwa data yang di input, diproses, dan di hasilkan oleh sistem aplikasi tepat dan lengkap. 2.Otorisasi Pastikan data diolah sesuai dengan maksud dari pihak manajemen. 3.Kesatuan File Pastikan bahwa data yang dimasukkan kedalam aplikasi tidak berubah. 4.Kejelasan Audit (penelusuran) kemampuan untuk menelusuri proses yang ada. 5.Keberlangsungan proses Kemampuan untuk melanjutkan pemrosesan pada saat terjadi kesalahan. 6.Tingkatan Servis Pastikan bahwa hasil yang diinginkan user tersedia dalam jangka waktu yang dapat diterima. 7.Pengendalian Akses Pastikan bahwa sumber daya yang ada pada aplikasi terlindung dari pengubahan, pengrusakan, penyalahgunaan yang disengaja maupun tidak disengaja.

23 8.Kesesuaian Pastikan bahwa sistem dirancang sesuai dengan strategi, kebijakan, prosedur, dan standar organisasi. 9.Reliability Pastikan bahwa apikasi dapat menjalankan fungsi yang dibutuhkan dengan tingkat ketepatan dalam jangka waktu tertentu, termasuk kemampuan sistem untuk memproses transaksi yang valid dengan benar. 10.Kemudahan penggunaan Seberapa besar upaya yang dibutuhkan user untuk mempelajari, mengoperasikan, mempersiapkan input, serta mengartikan output yang diterima dari komputer. 11.Kemudahan pemeliharaan upaya yang dibutuhkan untuk menemukan dan memperbaiki kesalahan pada kerja sistem. 12.Portable Kemampuan mentransfer program dari H/W dan/atau S/W yang satu ke yang lain. 13.Saling berangkaian (Coupling) Upaya yang dibutuhkan untuk menghubungkan komponen antara aplikasi dengan apikasi sistem yang lain pada lingkungan pemrosesannya. 14.Performance Banyaknya sumber daya komputer serta kode yang dibutuhkan sistem untuk dapat menjaankan fungsinya. 15.Kemudahan pengoperasian Upaya yang dibutuhkan untuk mengintegrasikan sistem dengan lingkungan pengoperasian agar dapat menjalankan sistem aplikasi.

24 Pendekatan Terstruktur Pengujian Fase Siklus HidupKegiatan Verifikasi Requirements-Menentukan strategi pengujian -Menentukan kecukupan dari requierement -Menentukan kondisi pengujian fungsional -Menentukan konsistensi desain dgn requirements Design-Menentukan konsistensi desain berdasarkan requirement -Menentukan kecukupan desain -Menentukan kondisi pengujian fungsional dan structural Coding/Program-Menentukan konsistensi desain -Menentukan kecukupan dari implementasi -Menentukan kondisi pengujian fungsional dan structural untuk program/unit Testing -Menentukan kecukupan dari rencana pengujian -Pengujian system aplikasi Installation Menempatkan pengujian system ke dalam system system keseluruhan. Maintenance Melakukan modifikasi dan melakukan pengujian ulang


Download ppt "Pertemuan ke-4 TEKNIK TESTING DAN STRATEGI TESTING."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google