Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

By : Nanda Prasetia, ST. switching Terdiri : 1. Circuit Switching 2. Paket Switching 3. Circuit Switching vs Packet Switching 4. Teknologi Soft Switch.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "By : Nanda Prasetia, ST. switching Terdiri : 1. Circuit Switching 2. Paket Switching 3. Circuit Switching vs Packet Switching 4. Teknologi Soft Switch."— Transcript presentasi:

1 By : Nanda Prasetia, ST

2 switching Terdiri : 1. Circuit Switching 2. Paket Switching 3. Circuit Switching vs Packet Switching 4. Teknologi Soft Switch 5. Digital Subscriber Line

3 Nama lain dari switching adalah “pensaklaran”

4 1. Circuit Switching Adalah teknik switching dengan menerapkan sebuah jalur komunikasi yang permanen antara 2 buat station

5 Karakteristik circuit switching : Terdiri : 1. Circuit switching melibatkan 3 fase, yaitu : a) Circuit Establishment b) Signal transfer (analog voice, digitized voice, binary data) c) Circuit disconnect 2. Circuit switching kurang efisien karena koneksi tetap established walaupun tidak ada data yang ditransfer. 3. Contoh konkret adalah public telephone network, PBX(Public Branches Exchange). 4. Circuit switching memiliki sifat yang tidak kompleks dalam routing, flow control, dan syarat- syarat error control.

6 Komponen dalam arsitektur jaringan telekomunikasi umum Terdiri : 1. Pelanggan 2. Local loop : link antara pelanggan dan jaringan. Hampir semuanya menggunakan twisted pair, 3. Excanges : switching lokal dalam sebuah jaringan. Switching lokal mendukung pelanggan yang dikenal dengan nama end office yang biasanya dapat mendukung beribu-ribu pelanggan dalam local area. 4. Trunks : Cabang-cabang antara exchange. Trunks membawa multiple voice frequensi dengan menggunakan FDM atau TDM

7 switch Routing dalam Circuit Switching switch Trunk a b c d

8 Penjelasan gambar a dan b koneksi dalam satu buah end office, sedangkan c dan d koneksi yang lebih kompleks. Lebih di sukai menggunakan dynamic routing daripada static routing dikarenakan kondisi traffic yang makin kompleks dan lebih fleksibel.

9 Kelas-kelas dalam dynamic routing Terdiri : 1. Alternate routing 2. Adaptive Routing

10 Alternate Routing adalah routing-routing pilihan yang dapat digunakan antara dua end office. Tiap switch diberikan sejumlah route untuk mencapai tujuan.

11 Adaptive Routing adalah routing yang didesain untuk memfungsikan switch dalam mengubah traffic pada sebuah jaringan, sehingga switch yang ada saling bertukar informasi untuk mempelajari kondisi jaringan.

12 2. Packet Switching Pada paket switching, data yang ditransmisikan dibagi-bagi ke dalam paket-paket kecil, sehingga jika source mempunyai message yang lebih panjang untuk dikirim, message itu akan dipecah ke dalam barisan-barisan paket.

13 Perbedaan circuit dan packet switching

14

15

16 Operasi internal dan eksternal Ada dua pendekatan yang berhubungan dengan jaringan, yaitu : 1. Datagram 2. Virtual Circuit

17

18 Datagram Pada datagram tiap paket bisa diroutekan berbeda, misalnya station A akan kirim paket 1, 2, dan 3. Route A menuju E ada dua route, maka kemungkinan paket 1 menempuh route yang berbeda dengan paket 2 tergantung dari kepadatan masing-masing jalur.

19 Internal Diagram

20 Virtual Circuit Pada virtual circuit, sebuah route antara station dikonfigurasi sebelum terjadi transfer data. Sebuah paket masih disimpan didalam tiap node. Perbedaan dengan datagram adalah node tidak perlu melakukan routing decision (keputusan) untuk tiap paket, dilakukan hanya sekali dan berlaku untuk semua paket.

21 Virtual Circuit

22 Keuntungan Virtual Circuit Jaringan menyediakan pelayanan yang berhubungan dengan virtual circuit termasuk sequencing dan error-control. - sequencing berfungsi apabila semua paket mengambil route yang sama. - Error control adalah pelayanan untuk meyakinkan semua paket dapat tiba ditujuan, tapi juga tiba dengan paket yang benar-benar diinginkan, tidak ada cacat.

23 Keuntungan Datagram Yaitu : 1. Keuntungan dari datagram adalah call setup phrase dapat dihindari, jadi sebuah station yang mengirim hanya satu atau sedikit paket pengiriman datagram akan lebih cepat. 2. Lebih flexible, lebih primitive. Sebagai contoh, apabila ada satu bagian network yang buntu, maka datagram yang dikirim akan mengambil route menjauhi network tersebut. 3. Pengiriman datagram secara tersirat lebih reliable. Pada datagram, paket-paket akan mencari alternatif routing dimana akan mengabaikan node yang gagal.

24

25 3. Teknologi Soft Switch Softswitch merupakan salah satu teknik switching dengan menggunakan software. Sistem softswitch merupakan suatu sistem komunikasi yang menggunakan elemen jaringan berupa software sebagai pusat mengendalikan panggilannya. Elemen jaringan ini disebut softswitch, atau sering disamakan dengan call agent, call server atau media gateway.

26 Perbandingan Circuit Switch dan Softswitch

27 Latar belakang soft switch Soft Switch dikembangkan oleh International Softswitch Consortium (ISC) yang berdiri pada bulan mei 1999 dan berpusat San Ramon, California USA. ISC menjelaskan softswitch sebagai suatu sistem yang mencakup semua hal yang berkaitan dengan sistem komunikasi yang menggunakan standar terbuka untuk membuat jaringan terintegrasi dengan memadukan kemampuan layanan yang intelligence dalam menangani trafik voice, data dan multimedia secara lebih efisien dan dengan potensi nilai tambah layanan yang jauh lebih besar daripada PSTN.

28 Fungsi utama softswitch Adalah sebagai switching dan kontrol panggilan, sebagaimana fungsi utama sentral sirkit, dengan kemampuan melayani pelanggan telepon, internet, dan pelanggan multimedia. Softswitch mengontrol pembentukan dan pemutusan panggilan dari dan ke pelanggan yang dilayani dan sekaligus mengatur hubungan pelanggan tersebut dengan internet secara simultan.

29 Fungsi yang dijalankan oleh softswitch 1. Melakukan pengaturan hubungan ke internet dan ke penyedia layanan multimedia sesuai permintaan pelanggan. 2. Mengumpulkan data panggilan untuk keperluan charging dan keperluan pendukung operasi dan layanan lainnya. 3. Melakukan pembangunan dan pemutusan panggilan/hubungan. 4. Menyediakan fitur dan kemampuan yang setidaknya sama dengan yang sudah ada pada sentral PSTN.

30 Media gateway adalah implementasi fungsi transport dari sentral paket softswitch. Fungsinya adalah menjembatani sistem softswitch dengan jaringan lain diluar paket, seperti PSTN dan mobile, sehingga dapat membentuk suatu jaringan telekomunikasi yang utuh

31 Berbagai macam media gateway dan fungsinya : 1. Media gateway lokal : menghubungkan loop pelanggan lokal ke jaringan data. 2. Media gateway trunk : menghubungkan sistem softswitch ke PSTN pada tingkat trunk/tandem. 3. Gateway perangkat pelanggan : menyediakan hubungan antara pelanggan yang sudah menggunakan mode paket dengan pelanggan yang masih menggunakan terminal PSTN.

32 TUGAS PRA-UAS KOMUNIKASI DATA 1. Gambarkan dan jelaskan dengan singkat topologi jaringan berikut: a. Topologi star network. b. Topologi bus network. c. Topologi loop network. d. Topologi ring network. e. Topologi hierarki network. 2. Tuliskan apa yang dimaksud multiplexing dan gambarkan skema dasar multiplexing! 3. Tuliskan apa yang dimaksud protokol dan bagaimana konsep dasarnya? 4. Apa bit paritas untuk masing-masing karakter M, D, P dan gambarkan skema bitnya! a) Menggunakan odd parity b) Menggunakan even parity 5. Gambarkan bentuk gelombang untuk karakter “P” dengan metode modulasi : a) ASK b) FSK c) PSK  Note : Nilai heksadesimal kode ASCII masing-masing adalah M=4D, D=44, P=50.

33 >>kirim ke: >> title : TugasPraUasKomunikasiData_Nama(NPM) Kumpul file TUGAS dalam bentuk word, disertakan nama, npm, kelas. *SEMOGA SUKSES*


Download ppt "By : Nanda Prasetia, ST. switching Terdiri : 1. Circuit Switching 2. Paket Switching 3. Circuit Switching vs Packet Switching 4. Teknologi Soft Switch."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google