Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Manajemen Keuangan Multinasional Lecture Note: Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Manajemen Keuangan Multinasional Lecture Note: Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom1."— Transcript presentasi:

1 Manajemen Keuangan Multinasional Lecture Note: Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom1

2 Perusahaan Multinasional atau Global Perusahaan multinasional atau global (multinational/global corporation) adalah suatu perusahaan yang beroperasi secara terintegrasi di beberapa negara. Alasan menjadi perusahaan global: 1.Untuk memperluas pasarnya; 2.Untuk mencari bahan baku; 3.Untuk mencari teknologi baru; 4.Untuk mencari efisiensi produksi; 5.Untuk menghindari halangan politik atau peraturan; 6.Untuk melakukan diversifikasi. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom2

3 Manajemen Keuangan Multinasional vs Domestik Enam faktor utama yang membedakan antara lain: 1.Denominasi mata uang yang berbeda; 2.Implikasi ekonomi dan hukum; 3.Perbedaan bahasa; 4.Perbedaan budaya; 5.Peran pemerintah; 6.Risiko politik. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom3

4 Nilai Tukar Nilai tukar (exchange rate) menentukan jumlah unit dari suatu mata uang yang dapat dibeli dengan satu unit mata uang lain. Nilai tukar muncul di bagian keuangan koran setiap hari. Nilai tukar antara dua mata uang disebut nilai tukar silang (cross rate). Nilai tukar silang dihitung berdasarkan nilai relatif berbagai mata uang asing terhadap rupiah. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom4

5 Nilai Tukar Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom5

6 Nilai Tukar Seorang turis AS sedang berlibur terbang dari New York  London  Paris  Zurich  New York. Di London, £1 = $1,5398 kemudian dia menukar $2.500 untuk $2.500/$1,5398 = £1.623,59. Sisa uang £800. Di Perancis, £1 = $1,5398 dan $1 = €1,0346. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom6

7 Nilai Tukar Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom7 Jika ia menukar sisa uang £800, maka ia akan menerima 1,5931 x £800 = €1.274,48 ≈ €1.274

8 Nilai Tukar Di Swiss, $1 = €1,0346 dan $1 = SF1,5078 sehingga nilai tukar silangnya adalah: Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom8 €

9 Nilai Tukar Kemudian, jika ia memiliki sisa sebesar €750, ia dapat menukarkannya dengan 1,4574 x €750 = SF1.093,05 atau sekitar franc Swiss. Di New York, $1 = SF1,5078 sehingga kurs langsungnya adalah: Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom9

10 Nilai Tukar Ia sekarang memegang 100 franc Swiss. Jika ia ingin menukarkan SF100 dengan dolar AS, maka ia akan menerima 0,6632 x SF100 = $66,32 Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom10

11 Nilai Tukar Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom11

12 Sistem Moneter Internasional Nilai tukar mengambang (floating exchange rate) adalah sistem dimana nilai tukar tidak ditetapkan oleh kebijakan pemerintah tetapi dibiarkan mengambang naik atau turun sesuai dengan penawaran dan permintaan. Nilai tukar patokan (pegged exchange rate) terjadi ketika suatu negara menetapkan nilai tukar tetap dengan mata uang utama lainnya. Akibatnya, nilai mata uang yang dipatok akan bergerak secara bersama-sama sejalan dengan berlalunya waktu. Mata uang konvertibel adalah mata uang yang siap sedia untuk ditukarkan dengan mata uang lainnya. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom12

13 Nilai Tukar Sekarang dan Nilai Tukar Berjangka Nilai tukar sekarang (spot rate) adalah nilai tukar yang dibayarkan untuk penerimaan mata uang pada saat itu. Nilai tukar berjangka (forward exchange rate) adalah harga yang telah disetujui dimana dua mata uang akan dipertukarkan pada tanggal tertentu di masa depan. Diskonto pada nilai tukar berjangka adalah situasi ketika nilai tukar sekarang lebih rendah dibandingkan dengan nilai tukar berjangka. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom13

14 Nilai Tukar Sekarang dan Nilai Tukar Berjangka Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom14

15 Paritas Suku Bunga Paritas suku bunga (interest rate parity) menganggap bahwa investor akan memperoleh tingkat pengembalian yang sama pada investasi sekuritas di semua negara setelah melakukan penyesuaian terhadap risiko. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom15

16 Paritas Suku Bunga Contoh:  Seorang investor AS dapat membeli obligasi Jepang tanpa kemungkinan gagal bayar yang berjangka waktu 90 hari menjanjikan tingkat pengembalian nominal sebesar 4%.  Suku bunga 90 hari, k f, adalah 4%/4 = 1% karena 90 hari adalah ¼ dari 360 hari dalam setahun.  Nilai tukar sekarang adalah $0, atau 120,87 yen per dolar.  Nilai tukar berjangka 90 hari adalah sebesar $0, atau 120,33 yen per dolar. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom16

17 Paritas Suku Bunga  Investor dapat menerima tingkat pengembalian disetahunkan sebesar 4% yang didenominasi dalam yen, tetapi jika ia ingin mengkonsumsi barang-barang di AS, maka yen harus dikonversi ke dolar.  Tingkat pengembalian dalam dolar atas investasi tersebut bergantung pada nilai tukar tiga bulan kemudian.  Tetapi, investor tersebut dapat mengunci tingkat pengembalian dalam dolar dengan menjual mata uang asing di pasar berjangka. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom17

18 Paritas Suku Bunga  Misalnya, investor tersebut pada saat yang bersamaan:  Mengkonversi $1.000 menjadi yen di pasar sekarang.  Menginvestasikan yen dalam obligasi Jepang berjangka waktu 90 hari yang memiliki tingkat pengembalian disetahunkan sebesar 4% atau tingkat pengembalian sebesar 1% per kuartal, sehingga akan menghasilkan ( )(1,01) = ,70 yen dalam 90 hari.  Membuat kesepakatan pada hari ini untuk menukarkan ,70 yen 90 hari dari sekarang pada nilai tukar berjangka sebesar 120,33 yen per dolar, atau untuk total sebesar $1.014,53. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom18

19 Paritas Suku Bunga Jadi, investasi tersebut memiliki perkiraan tingkat pengembalian 90 hari sebesar $14,53/$1.000 = 1,45% yang dapat diterjemahkan menjadi tingkat pengembalian nominal 4(1,45%) = 5,80%. Dalam kasus ini, tingkat pengembalian 4% dari perkiraan tingkat pengembalian 5,80% berasal dari obligasi itu sendiri, dan 1,80% sisanya timbul karena pasar yakin bahwa yen akan menguat relatif terhadap dolar. Dengan mengunci nilai tukar berjangka hari ini, investor tersebut telah menghilangkan risiko nilai tukar. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom19

20 Paritas Daya Beli Paritas daya beli (puchasing power parity-PPP), disebut juga hukum satu harga (law of one price), mengimplikasikan bahwa tingkat nilai tukar menyesuaikan sedemikian rupa sehingga menyebabkan barang yang sama akan memiliki harga yang sama di negara yang berbeda. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom20

21 Paritas Daya Beli PPP mengasumsikan bahwa kekuatan pasar akan menghilangkan situasi di mana produk yang sama dijual dengan harga yang berbeda di luar negeri. PPP juga mengasumsikan bahwa tidak ada biaya transaksi, biaya transportasi, ataupun pembatasan impor, di mana ketiganya membatasi kemampuan untuk mengirimkan barang antarnegara. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom21

22 Inflasi, Suku Bunga, dan Nilai Tukar Tingkat inflasi relatif akan sangat mempengaruhi biaya produksi masa depan di negara asal dan di luar negeri. Inflasi memiliki pengaruh yang dominan terhadap suku bunga dan nilai tukar relatif.  Suatu mata uang asing akan secara rata-rata terdepresiasi atau terapresiasi sebesar persentase yang kurang lebih setara dengan jumlah di mana tingkat inflasi melebihi atau kurang dari tingkat inflasi AS.  Negara-negara dengan tingkat inflasi yang tinggi cenderung memiliki suku bunga yang tinggi.  Suku bunga yang lebih rendah dapat ditiadakan oleh kerugian dari apresiasi mata uang. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom22

23 Penganggaran Modal Multinasional Meskipun prinsip-prinsip dasar yang sama dari analisis penganggaran modal berlaku baik untuk operasi di luar negeri maupun domestik, terdapat beberapa perbedaan utama. 1.Estimasi arus kas lebih rumit untuk investasi di luar negeri. 2.Arus kas tersebut harus dikonversi ke dalam mata uang induk perusahaan, sehingga terkena risiko nilai tukar. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom23

24 Pasar Uang dan Modal Internasional Pasar Eurodolar  Eurodolar adalah dolar AS yang didepositokan pada bank di luar AS. Pasar Obligasi Internasional  Obligasi yang dijual di luar negara asal dari si peminjam disebut sebagai obligasi internasional. Obligasi asing (foreign bond) adalah obligasi yang dijual oleh peminjam asing tetapi didenominasi dalam mata uang dari negara di mana obligasi tersebut dijual. Eurobond adalah obligasi yang diterbitkan di suatu negara tetapi didenominasi dalam mata uang dari negara lainnya. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom24

25 Pasar Uang dan Modal Internasional Pasar Saham Internasional  Saham yang baru diterbitkan dijual di pasar internasional karena berbagai alasan: Meraih sumber modal yang lebih besar dibandingkan dengan di negara asalnya. Memasuki pasar luar negeri. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom25

26 Penganggaran Modal Internasional Meskipun prinsip-prinsip dasar yang sama dari analisis penganggaran modal berlaku baik untuk operasi di luar negeri maupun domestik, namun terdapat beberapa perbedaan utama. 1.Estimasi arus kas lebih rumit untuk investasi di luar negeri. 2.Arus kas tersebut harus dikonversi ke dalam mata uang induk perusahaan. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom26

27 Penganggaran Modal Multinasional Dividen dan royalti pada umumnya dikenakan pajak baik oleh pemerintah negara asing maupun pemerintah negara asal. Pemerintah asing dapat membatasi jumlah kas yang dapat direpatriasi (repatriated) ke perusahaan induk. Oleh karena itu, dari perspektif perusahaan induk, arus kas yang relevan untuk analisis investasi asing adalah arus kas yang benar-benar diharapkan akan dikirimkan oleh anak perusahaan ke induk perusahaan. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom27

28 Penganggaran Modal Multinasional Selain kompleksitas analisis arus kas, biaya modal dapat berbeda untuk proyek asing dibandingkan dengan proyek domestik yang setara, karena proyek asing mungkin lebih atau kurang berisiko. Risiko yang lebih tinggi dapat timbul dari dua sumber utama: 1.Risiko nilai tukar (exchange rate risk); 2.Risiko politik (political risk). Risiko yang lebih rendah mungkin diakibatkan oleh diversifikasi internasional. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom28

29 Penganggaran Modal Multinasional Risiko nilai tukar (exchange rate risk) berkaitan dengan nilai dari arus kas dasar dalam mata uang negara asal perusahaan induk. Risiko politik (political risk) mengacu pada tindakan potensial oleh pemerintah negara tuan rumah yang akan mengurangi nilai dari investasi suatu perusahaan. Beberapa organisasi membuat peringkat risiko politik dari berbagai negara. Nilai yang terbaik, atau risikonya paling rendah adalah 100 untuk faktor politik dan 50 untuk masing-masing faktor keuangan dan ekonomi, dan risiko gabungan adalah rata- rata tertimbang dari faktor politik, keuangan, dan ekonomi. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom29

30 Penganggaran Modal Multinasional Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom30

31 Penganggaran Modal Multinasional Perusahaan dapat mengambil beberapa langkah untuk mengurangi kerugian potensial dari pengambilalihan: 1.Mendanai anak perusahaan dengan modal lokal. 2.Melakukan strukturisasi operasi sedemikian rupa sehingga anak perusahaan memiliki nilai hanya sebagai bagian dari sistem perusahaan terintegrasi. 3.Memperoleh asuransi terhadap kerugian ekonomi akibat pengambilalihan. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom31

32 Struktur Modal Internasional Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom32

33 Manajemen Modal Kerja Multinasional 1.Manajemen Kas  Sasaran dari manajemen kas di perusahaan multinasional: 1.Untuk mempercepat penagihan, memperlambat pengeluaran sehingga memaksimalkan selisih bersih. 2.Untuk memindahkan kas secepat mungkin dari bagian-bagian bisnis yang tidak membutuhkannya ke bagian-bagian yang membutuhkan kas tersebut. 3.Untuk memaksimalkan tingkat pengembalian setelah pajak dan disesuaikan dengan risiko atas saldo kas sementara. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom33

34 Manajemen Modal Kerja Multinasional  Perusahaan multinasional menggunakan prosedur umum yang sama untuk mencapai sasaran ini sebagaimana halnya perusahaan domestik, tetapi karena jarak yang lebih panjang dan penundaan dalam penerimaan surat yang lebih serius, alat seperti sistem peti uang (lockbox system) dan transfer data elektronik sangatlah penting. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom34

35 Manajemen Modal Kerja Multinasional 2.Manajemen Kredit  Manajemen kredit di perusahaan multinasional lebih kompleks karena pemberian kredit menjadi lebih berisiko karena selain risiko gagal bayar yang normal, perusahaan multinasional juga harus memikirkan fluktuasi nilai tukar antara saat penjualan dilakukan dengan saat piutang ditagih. Lindung nilai dapat mengurangi jenis risiko ini, tetapi itu ada biayanya. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom35

36 Manajemen Modal Kerja Multinasional 3.Manajemen Persediaan  Manajemen persediaan dalam perusahaan multinasional lebih kompleks karena masalah lokasi fisik dari persediaan. Nilai tukar juga mempengaruhi kebijakan persediaan. Faktor lain yang harus dipertimbangkan adalah kemungkinan adanya kuota impor atau ekspor atau tarif. Adanya ancaman pengambilalihan di beberapa negara dan pengenaan pajak akan berdampak pula terhadap manajemen persediaan multinasional. Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom36


Download ppt "Manajemen Keuangan Multinasional Lecture Note: Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom Manajemen Keuangan Lanjutan [STIE MDP] Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google