Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Dalam chapter ini mempertimbangkan ketentuan – ketentuan yang merespon ke arah keterbatasannya rasionalitas yang telah digambarkan. Di berbagai area penyelidikan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Dalam chapter ini mempertimbangkan ketentuan – ketentuan yang merespon ke arah keterbatasannya rasionalitas yang telah digambarkan. Di berbagai area penyelidikan."— Transcript presentasi:

1 Dalam chapter ini mempertimbangkan ketentuan – ketentuan yang merespon ke arah keterbatasannya rasionalitas yang telah digambarkan. Di berbagai area penyelidikan di ilmu sosial, gambaran dan ketentuan kerja tidaklah terkait dengan baik. Bagaimana pun juga, area pembuatan keputusan adalah pengecualian. Alasan utama untuk pengecualian ini adalah bahwa begitu banyaknya gambaran kerja telah dilakukan bertentangan dengan latar belakang ketentuannya.

2 IMPROVING DECISION MAKING Oleh karena itu, gambaran riset sering melukiskan pembuatan keputusan dalam perbandingan ke arah ketentuan yang rasional. Misalnya, kecenderungan untuk memperluas adalah didefinisikan sebagai suatu bias sistematik dalam perbandingan ke arah keputusan dari suatu model yang rasional. Ini artinya bahwa ketentuan kerja dapat dilihat sebagai suatu set teknik untuk mengoreksi kekurangan – kekurangan yang teridentifikasi sebelumnya. Chapter ini menunjukkan 4 alternatif dan strategi yang saling melengkapi dalam pembuatan keputusan yang lebih baik daripada apa yang kita harapkan bisa dilakukan tanpa menyesuaikan dengan intuisi kita.

3 IMPROVING DECISION MAKING 4 strategi ini dalah sebagai berikut : Memperoleh pengalaman dan keahlian. Mengurangi bias dalam pendugaan. Menggunakan model – model linear. Menyesuaikan dengan prediksi intuisi.

4 Strategi 1 : Memperoleh pengalaman dan keahlian Satu kemungkinan optimistik adalah keahlian atau pengalaman si pembuat keputusan dalam membuat keputusan penting dapat memungkinkan jauh dari pengaruh bias – bias. Ada pernyataan dari Kagel and Levin (1986, p. 917) dalam analisis mereka : Tersedianya pengalaman yang cukup dan umpan balik dengan memandang akibat dari keputusan mereka, kita yakin bahwa orang –orang yang berpartisipasi dengan eksperimen kita, sama baiknya dengan para penawar dalam keadaan dunia nyata., yang akhirnya mau belajar untuk menghindari kutukan pemenang dalam setiap set utama sekitarnya. Winner’s curse adalah suatu fenomena ketidakseimbangan yang akan mengoreksi dirinya sendiri dengan tersedianya waktu yang cukup dan jenis yang benar/baik pada umpan balik informasi.

5 Strategi 1 : Memperoleh pengalaman dan keahlian Dalam kenyataannya, Kagel and Levin (1986) melakukan pertunjukan suatu pengurangan dalam kutukan pemenang dalam konteks pelelangan seperti pasar, yang tidak membutuhkan pemain – pemain khusus, untuk belajar di setiap waktu. Beberapa dari pembelajaran ini adalah melalui hilangnya banyaknya para penawar yang agresif dari pasar. Tambahan pembelajaran terjadi dengan cara mengobservasi kekalahan konsisten menjadi penderitaan oleh pemenang dalam pelelangan. Ada sedikit ketidaksetujuan dengan pernyataan bahwa kita belajar tentang banyak hal melalui pengalaman hidup kita. Tversky and Kahneman (1986) berpendapat bahwa dasar penyimpangan pendapat adalah tidak seperti yang sebenarnya dalam dunia nyata.

6 Strategi 1 : Memperoleh pengalaman dan keahlian Pembelajaran tanggungjawab membutuhkan umpan balik yang akurat dan mendadak, yang mana jarang tersedia karena : Hasil – hasilnya biasanya terlambat dan tidaklah mudah, diakibatkan oleh perlunya suatu tindakan yang khusus. Variabilitas dalam lingkungan menurunkan reliabilitas dari umpan balik. Seringnya tidak ada informasi tentang hasil apa yang akan terjadi jika ada keputusan lain yang diambil. Banyaknya keputusan penting adalah unik dan dapat menyediakan sedikit kesempatan untuk pembelajaran (lihat Einhorn dan Hogarth, 1978)....setiap klaim tentang kesalahan penting akan dieliminasi oleh pengalaman yang mesti didukung dengan demonstrasi bahwa kondisi – kondisi untuk pembelajaran efektif adalah memuaskan.

7 Strategi 1 : Memperoleh pengalaman dan keahlian Dalam suatu pengujian pembelajaran untuk menghindari kutukan pemenang dalam masalah “memperoleh suatu perusahaan” digambarkan di chapter 8, Ball, Bazerman and Crroll (1991) menggunkan versi percobaan yang diulang untuk menguji kemampuan individu untuk belajar menggabungkan keputusan dari yang lainnya dengan keputusan mereka sendiri. Para peserta memainkan uang asli, mereka bermain 20 kali, umpan balik penuh telah disediakan secara tiba – tiba setelah setiap percobaan yaang didasarkan pada suatu determinasi pengacakan value/nilai dari perusahaan, dan para peserta dapat mengobservasi perubahan – perubahan dalam modal neraca keuangan mereka (yang mana selalu menurun).

8 Strategi 1 : Memperoleh pengalaman dan keahlian Kita bisa melihat relevansi dari perbedaan pengalaman/keahlian Neale and Northcraft dengan mempertimbangkan pertanyaan apakah layak atau tidak si pembuat keputusan yang berpengalaman untuk memperoleh banyak hal dari belajar membuat keputusan. Sebagai tambahan, ketika banyak pembuat keputusan efektif adalah efektif dalam daerah yang spesifik, pengalaman tanpa adanya keahlian dapat menjadi sangat berbahaya ketika hal ini ditransfer menjadi suatu konteks yang berbeda atau ketika lingkungan berubah.

9 Strategi 1 : Memperoleh pengalaman dan keahlian Pengembangan keahlian dapat menghindari bahaya dari pembelajaran yang tanpa pemikiran. Ini membutuhkan perhatian dan kesadaran yang tetap/konstan dari proses pembuatan keputusan. Ini tidaklah mudah mengandalkan pada umpan balik dari hasil yang tidak pasti, tidak terkontrol, dan sering terlambat/tertunda.

10 Strategi 1 : Memperoleh pengalaman dan keahlian Keuntungan akhir dari pengembangan suatu strategi yang berhubungan dengan perhatian yang dapat ditransfer. Jika anda bertanya kepada para pembuat keputusan berpengalaman bagaimana mereka melakukan apa yang mereka lakukan, kebanyakan mereka akan mengatakan bahwa ini adalah seni yang datang dari tahun – tahun observasi dan pengalaman. Tetapi apa yang sesungguhnya mereka katakan adalah bahwa mereka secara eksplisit tidak mengetahui bagaimana mereka melakukan apa yang mereka lakukan. Hali ini tentu saja mengurangi kemampuan mereka untuk melampaui ilmu pengetahuan mereka dengan yang lainnya (kunci tugas manajemen). Oleh karena itu pengalaman tanpa keahlian dapat membatasi kemampuan untuk mentransfer ilmu pengetahuan kepada generasi mendatang.

11 Strategi 1 : Memperoleh pengalaman dan keahlian Element kunci dari pengembangan strategic conceptualization adalah belajar untuk menghindari banyak prasangka dalam konteks individu maupun grup yang dapat dibicarakan melalui buku ini

12 Strategi 2 : Debiasing Judgement Debiasing mengacu pada suatu prosedur untuk mengurangi atau mengeliminasi bias – bias dari pengertian strategi – strategi pembuat keputusan. Fischoff telah mengadakan diskusi secara luas tentang prosedur – prosedur untuk Debiasing Judgement. Dia merumuskan 4 strategi yang mencerminkan peningkatan secara pesimis tentang mempermudah dalam mengambil keputusan yang sempurna.

13 Strategi 2 : Debiasing Judgement 4 strategi tersebut adalah sebagai berikut : Memperingatkan tentang adanya kemungkinan bias. Menggambarkan arah bias. Menyediakan suatu umpan balik (feedback). Menawarkan suatu program tambahan pelatihan dengan umpan balik, pelatihan dan apa saja yang dibutuhkan untuk memperbaiki pendugaan.

14 Strategi 2 : Debiasing Judgement Sebagai tambahan, dalam penelitian/riset Fischhoff, dia menyarankan bahwa umpan balik pada suatu keputusan individual adalah bahan penting untuk kesuksesan perbaikan pendugaan.

15 Unfreezing Dalam maksud untuk perubahan ke arah overtime akhir dan terpikirkan, suatu proses unfreeze yang eksplisit dibutuhkan. Pentingnya konsep unfreeze ini adalah sebagi pusat untuk merubah proses pembuatan keputusan dari individual.

16 Unfreezing Ini adalah kenyataan dari setidaknya 3 alasan berikut ini : Individu telah menggunakan srategi intuitif mereka dalam beberapa tahun. Keinginan untuk mengubah berarti mengakui bahwa ada suatu kesalahan dengan strategi terdahulu. Ini sepertinya akan menjadi gangguan secara psikologis. Oleh karena itu, individu mungkin termotivasi untuk menghindari informasi yang secara emosional mengganggu yang tersedia oleh pengetahuan dari pendugaan yang kurang baik.

17 Unfreezing Individu yang sukses (yang diasumsikan kepada yang terlibat kebanyakan seperti mahasiswa MBA, manajer – manajer terpilih untuk program pendidikan eksekutif, para pembaca buku ini) yang umumnya menerima bantuan positif untuk kebanyakan keputusan masa lalu mereka. Sesuai dengan dasar penguatan teori, individu cenderung untuk melanjutkan perilaku –perilaku yang menguntungkan. Sebagai contoh banyak eksekutif yang sukses naik ke puncak dengan menggunakan strategi intuitif ini. Hal ini meningkatkan daya tahan merak dalam berbagai jenis informasi yang mengindikasikan bahwa pendugaan mereka yang secara sistematis kurang sempurna.dalam bebagai cara yang dapat dilakukan.

18 Unfreezing Teori keseimbangan (Heider, 1985) berpendapat bahwa individu biasanya menjaga kesadaran mereka dalam beberapa order yang konsisten. Untuk manajer yang sukses, pengertian bahwa “ada suatu yang secara mendasar salah dengan proses pembuatan keputusan saya” adalah suatu ketidak-konsistenan dengan kesadaran mereka tentang kesuksesan mereka. Pengertian “ Saya tentunya adalah seorang pembuat keputusan sempurna” adalah lebih banyak diseimbangkan, dan sesuai dengan teori keseimbangan, pengertian lebih mendominasi.

19 Unfreezing Untuk merombak hal ini, buku ini menggunakan suatu format kuis dan umpan balik yang didesain untuk mancairkan proses pemikiran anda. Kebanyakan pembaca membuat suatu kesalahan yang substansial pada hal ini dan merespon dengan keinginan untuk mengetahui di mana mereka salah dan bagaimana mereka dapat memperlakukannya secara lebih baik lagi. Proses ini mencairkan dugaan bahwa proses pembuatan keputusan anda tidak membutuhkan perbaikan dan bahwa buku ini memiliki sedikit sesuatu untuk ditawarkan. Anda juga tidak perlu terpaku hanya pada proses keputusan masa lalu tetapi ingin mengetahui apa yang bisa diubah untuk menciptakan perbaikan

20 Change Dalam hal perubahan proses pembuatan keputusan, ada 3 tahap penting untuk proses perubahan tersebut : Pengklarifikasian tentang adanya kekurangan pendugaan secara spesifik. Langkah ini berisi intisari dari contoh kongkrit yang digunakan pada pencairan untuk mengidentifikasi lebih banyak bias umum yang ada. Penjelasan akar dari kekurangan – kekurangan yang terjadi. Menjamin ulang bahwa kekurangan – kekurangan ini seharusnya tidak diambil lagi, karena dapat menhjadi ancaman bagi harga diri individu itu sendiri.

21 Refreezing Sekali perubahan itu terjadi, individu masih bisa untuk kembali ke praktek masa lalunya. Bias – bias lamanya masih ada dan dapat dengan mudah digunakan. Prosedur – prosedur baru adalah asing dan harus dikembangkan menjadi strategi strategi yang intuitif. Hal ini dapat terwujud dengan praktek dalam waktu yang lama. Individu butuh untuk menggunakan ilmu pengetahuan baru dalam berbagai aplikasi. Lambat laun, strategi baru akan menjadi kebiasaan kedua dan akan menempatkan praktek lama sebagai strategi yang intuitif. Bagaimanapun, aplikasi yang sering dipakai dan pelatihan yang berulang – ulang adalah penting jika perubahan adalah hal terakhir dan menjadi bagian strategi intuitif individu.

22 Refreezing Anda telah melewati langkah satu dan dua dari proses perubahan (Unfreezing dan Change). Sekarang, untuk refreezing yang terjadi, anda harus melanjutkan untuk menguji keputusan anda tentang bias. Walaupun anda telah selesai membaca buku ini, anda butuh memperhatikan kepada proses pembuatan keputusan anda; anda butuh menjadwal pemeriksaan rutin untuk mengevaluasi keputusan – keputusan penting anda. Hal itu terjadi baik secara individu dan sebagai seorang negosiator atau anggota kelompok kerja. Dan anda butuh untuk tetap sadar akan keterbatasan dari proses pembuatan keputusan anda.

23 Strategi 3 : Menggunakan Model Linier berdasarkan Pedugaan Ahli Strategi perbaikan pendugaan dalam bagian sebelumnya merespon secara langsung ke bias – bias yang dibicarakan dalam buku ini. Pendekatan pengurangan bias (debiasing approach) adalah strategi pusat untuk membawa perbaikan pendugaan. Bagaimanapun, ada sejumlah alasan untuk menguji pilihan pendekatan : Pertama, kita tidak akan pernah bebas dari bias sepenuhnya. Walau jika kita selalu sanggup membuat pilihan yang rasional, jumlah waktu yang akan diambil untuk menyempurnakan keputusan kita kemungkinan dapat membuat usaha kita tidak berharga.

24 Strategi 3 : Menggunakan Model Linier berdasarkan Pedugaan Ahli Sebagai tambahan, kita selalu dihadapkan dengan masalah dengan lingkungan pembuatan keputusan dengan yang lainnya, yaitu yang tidak bebas dari bias, yang akan membuat keputusan. Didalam kondisi ini, strategi tertentu merespon ke keterbatasan pendugaan manusia dengan menciptakan mekanisme alternatif untuk intuisi penghilangan bias dalam konteks yang spesifik.

25 Strategi 3 : Menggunakan Model Linier berdasarkan Pedugaan Ahli Salah satu alternatif mekanisme untuk penghilangan bias dengan menggunakan ilmu ahli adalah dengan membangun suatu model linier yang mensimulasikan pendugaan dalam pembuatan keputusan masa mendatang. Strategi ini membuyarkan pandangan tradisional ahli pembuatan keputusan yang menjadi fenomena misterius, yang tidak terlukiskan untuk model yang diwujudkan (Bowman, 1963; Slovic, 1982).

26 Strategi 3 : Menggunakan Model Linier berdasarkan Pedugaan Ahli Sebagai tambahan pada kesulitan dalam mendapatkan informasi yang terkait, kita juga bersikap yang tidak dapat dipercaya. Beri data yang sama, kita tidak akan selalu membuat keputusan yang sama. Keputusan kita dipengaruhi oleh mood, interpretasi yang subyektif, fluktuasi acak, dan semacamnya. Kontrasnya, model linier akan selalu membuat keputusan sama dengan input – input yang sama. Oleh karena itu, model menagkap kebijakan mendasar bahwa kegunaan ahli tanpa kesalahan acak yang ahli tambahkan dalam pembuatan keputusan.

27 Strategi 3 : Menggunakan Model Linier berdasarkan Pedugaan Ahli Lebih jauhnya, para ahli sepertinya dipengaruhi oleh sejumlah bias yang secara tidak tepat mempengaruhi kasus – kasus yang spesifik. Kontrasnya, model hanya melibatkan data aktual yang secara empiris diketahui memiliki kekuatan yang diramalkan, bukan yang menonjol atau mewakili dari data lainnya yang ada.

28 Strategi 4 : Penyesuaian ramalan intuitif. Analisis terdahulu menciptakan tuntuntan kasar ke penyesuaian analisis peremalan. Kahneman dan Taversky telah merumuskan proses ini ke dalam prosedur 5 langkah. Langkah – langkah ini adalah gambaran menggunakan masalah lokasi sebagai contoh. Dalam mereview setiap langkahnya, anda seharusnya memikirkan tentang bagaimana mengkonversi pelatihan sistematis yang diharapkan dalam proses 5 langkah ini menjadi suatu yang intuitif, yaitu respon alami. Dalam hal ini, anda sebagai manajer, dapat mengenali keberadaan dan arah dari suatu jarak yang luas bias – bias melalui jarak yang luas keputusan – keputusan dan membuat penyesuaian yang serupa tanpa menyimpang dari prosedur formal di setiap waktu.

29 Strategi 4 : Penyesuaian ramalan intuitif. 5 langkah tersebut adalah : Memilih grup perbandingan. Langkah pertama ini terdiri dari pemilihan kumpulan dari observasi yang lalu ke arah dimana keputusan atau peramalan tersebut dibandingkan. Dalam masalah lokasi, membandingkan toko baru dengan populasi dari seluruh daerah toko – toko adalah suatu group yang nyata. Semakin banyak grup yang terlibat untuk perbandingan diijinkan, tetapi keragamannya dapat mengurangi kemampuan pembandingnya ke arah peramalan yang ditargetkan.

30 Strategi 4 : Penyesuaian ramalan intuitif. Menaksir distribusi grup pembanding. Langkah berikutnya melibatkan penaksiran karakteristik observasi yang lalu ke arah dimana keputusan tersebut dibandingkan. Jika grup pembanding terdiri dari seluruh toko, kta mengetahui daerah dan rata – rata dari data yang ditunjukkan. Jika batas grup hanya pada toko – toko tertentu, data – data ini akan butuh untuk direkalkulasi. Sebagai tambahan, kita mungkin menginginkan data tambahan tentang bentuk distribusi sekitar rata – rata.

31 Strategi 4 : Penyesuaian ramalan intuitif. Menggabungkan perhitungan intuitif. Langkah ini digunakan untuk mengidentifikasi keputusan atau peramalan dari sang ahli. Menaksir kemampuan prediksi dari analis peramalan. Langkah ini terdiri dari pendeterminasian korelasi antara keputusan atau peramalan dan data grup pembanding. Langkah ini dapat memungkinkan untuk menaksir dengan membandingkan perhitungan masa lalu dengan penjualan aktual.

32 Strategi 4 : Penyesuaian ramalan intuitif. Menyesuaikan perhitungan intuitif. Langkah ini mengkalkulasi penyesuaian yang mengurangi kesalahan bias dari keputusan atau peramalan awal.

33 THANK YOU


Download ppt "Dalam chapter ini mempertimbangkan ketentuan – ketentuan yang merespon ke arah keterbatasannya rasionalitas yang telah digambarkan. Di berbagai area penyelidikan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google