Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MATERIAL PLASTIK DAN PROSESNYA Pertemuan 6 Matakuliah: D0234 - Teknologi Proses Tahun: 2007.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MATERIAL PLASTIK DAN PROSESNYA Pertemuan 6 Matakuliah: D0234 - Teknologi Proses Tahun: 2007."— Transcript presentasi:

1 MATERIAL PLASTIK DAN PROSESNYA Pertemuan 6 Matakuliah: D Teknologi Proses Tahun: 2007

2 Bina Nusantara Learning Outcomes Outline Materi : Mahasiswa dapat menerangkan cara pengolahan plastik. Proses Pencetakan Cetakan Untuk Plastik

3 Bina Nusantara Cetak Tekan : 4 Cetakan logam dipanaskan (120 O – 205 O C); 4 Bahan mengeras, produk jadi. PROSES PENCETAKAN Figure 6.1 The compression molding process. 4 Bahan dalam bentuk serbuk atau prabentuk dimasukkan ke dalam cetakan, sehingga bahan menjadi lunak; 4 Cetakan ditutup dan plunyer dite- kan (0,7 – 55 MPa); 4 Bahan mengalir mengisi rongga cetak;

4 Bina Nusantara Cetak Transfer : 4 Bahan dalam bentuk serbuk atau prabentuk dimasukkan ke ruang pemanas di atas rongga cetakan dan ditekan; 4 Bahan mengalami plastisisasi akibat panas dan tekanan; 4 Bahan mengalami pengerasan, produk jadi. Figure 6.2 The transfer-molding process. 4 Setelah menjadi cair, kemudian dienjeksikan ke dalam rongga cetakan;

5 Bina Nusantara 4 Bahan cetak dimasukkan ke ruang pengumpan; Cetak Injeksi Bahan Termoplastik : 4 Dengan gaya gravitasi bahan masuk ke ruang pemanas, setelah melalui alat pengukur; 4 Produk cetak mengeras di bawah pengaruh pendinginan air;  Akibat pemanasan ( O C), bahan mengalami plastitisisasi dan kemu- dian diinjeksikan ke dalam cetakan tertutup dengan tekanan cukup besar (sekitar 200 MPa); Figure 6.3 Sketch of an injection-molding machine 4 Penekan ditarik dan produk dikeluarkan.

6 Bina Nusantara Diagram Tekanan-waktu Cetak Injeksi : Figure 6.4 Pressure-time diagram of injection molding. a, Cavity filling period; b, pressure rises; c, post pressure period; d, unloading; e, cooling till sealing; f, cooling till mold is opened; g, residual pressure

7 Bina Nusantara 4 Bahan cetak dimasukkan ke ruang pengumpan ; Cetak Injeksi Bahan Termoset : 4 Dengan gaya gravitasi bahan masuk ke dalam tabung dan didorong ke depan oleh ulir yang berputar dan sekaligus dipanaskan; Figure 6.5 Screw injection molding cycle. A. Screw retracts while revolving as molding metarial feeds into barrel by gravity. B, The screw while not revolving forces material into the vertical plunger chamber. C, Hydraulic plunger forces plasticized material into mold.  Akibat pemanasan, bahan di depan ulir mengalami plastisisasi dan masih tertahan oleh plunyer sampai jumlah bahan tertentu;

8 Bina Nusantara 4 Plunyer turun dan ulir me- maksa bahan memasuki ruang transfer; Cetak Injeksi Bahan Termoset : 4 Bahan ditekan memasuki ruang cetakan; Figure 6.5 Screw injection molding cycle. A. Screw retracts while revolving as molding metarial feeds into barrel by gravity. B, The screw while not revolving forces material into the vertical plunger chamber. C, Hydraulic plunger forces plasticized material into mold. 4 Bahan mengalami penge- rasan, produk jadi.

9 Bina Nusantara 4 Bahan cetak dalam ben- tuk serbuk atau butiran dimasukkan ke ruang pengumpan ; Ekstrusi : 4 Bahan ditekan melalui cetakan (die); Figure 6.6 Plastic extrusion press. 4 Produk yang dihasilkan didinginkan dengan udara, air, atau permukaan yang dingin; 4 Produk pengeras selama berada di atas ban berjalan.  Bahan digerakkan masuk ke ruang pema- nas oleh sekrup spiral, hingga menjadi massa yang kental;

10 Bina Nusantara 4 Lembaran kertas/kain atau logam digerakkan dengan bebe- rapa rol; Pelapisan Ekstrusi : Figure 6.7 Extrusion coating process 4 Bahan termoplastik (vinil, polietelin, polipropilen) diekstrusi diantara rol penekan karet dan rol logam;

11 Bina Nusantara 4 Lapisan ekstrusi yang masih lunak, melekat pada bagian dalam lembaran, kemudian ditekan oleh rol karet pada rol logam; Pelapisan Ekstrusi : Figure 6.7 Extrusion coating process 4 Sisa lapisan dipotong sebelum digulung dengan rol penggulung.

12 Bina Nusantara Cetak Rotasi : 4 Bahan termoplastik dimasukkan ke dalam cetakan; 4 Cetakan diputar dan dipanaskan sehingga partikel meleleh pada bagian dalam cetakan; Figure 6.8 Schematic of rota jonal molding showing two mold mouting systems 4 Akibat gaya sentrifugal partikel cair melekat pada dinding cetakan, membentuk lapisan; 4 Cetakan dibuka dan produk dikeluarkan; 4 Mesin disiapkan untuk produk berikutnya. (a)(b)

13 Bina Nusantara Sistem Cetak dengan Lengan Putar : Figure 6.9 Schematic of pivoting mold moving system. Spindle and molds swing in a 90 o arc between heating and cooling chambers. Addition of a second cooling chamber, pivot, and spindle (dotted lines) decreases molding cycle time 4 Figure 6.8(a) biasanya dilengkapi dengan lengan putar; 4 Lengan dapat diputar 90 O dari dapur pemanas ke ruang pendingin; 4 Kadang-kadang ditambahkan ruang pendingin ke dua, sehingga waktu siklus dapat dikurangi.

14 Bina Nusantara 4 Bahan plastik (parison) dimasuk- kan melalui hopper, kemudian dieks- trusi secara cepat hingga ke luar dari ruang mesin; Cetak Tiup : 4 Pada waktu cetakan ditutup parison terpotong, dan akibat tekanan udara bahan tertekan ke permukaan cetakan; Figure 6.10 Typical blow-molding machine. 4 Setelah produk cukup dingin, cetakan dibuka dan produk dikeluarkan.

15 Bina Nusantara Mesin pembuat botol secara kontinu : Figure 6.11 Continuous-tube process for making plastic containers. 4 Pipa yang terbuat dari bahan termoplastik diekstrusi dalam cetakan yang terbuka; 4 Kedua ujung pipa dijepit dan cetakan ditutup; 4 Ketika cetakan ditutup, udara tekan dialirkan ke dalam pipa kosong tersebut melalui pipa pusat dalam cetakan; 4 Udara tekan mengembangkan plastik sehingga melekat pada dinding cetakan;

16 Bina Nusantara Mesin pembuat botol secara kontinu : Figure 6.11 Continuous-tube process for making plastic containers. 4 Setelah didinginkan sebentar tekanan udara diturunkan dan cetakan dibuka; 4 Botol dikeluarkan dari ceta- kan dan mesin disiapkan untuk siklus berikutnya.

17 Bina Nusantara Figure 6.12 Forming film by the calendaring process 4 Bahan yang terdiri dari resin, plastisor, pengisi, dan pewarna diaduk dan dipanaskan, kemu- dian diumpankan ke dalam peng- gilingan; Pembuatan Film dan Lembaran dengan Proses Penggilingan: 4 Sela antara ke dua rol mendesak bahan plastik tersebut sehingga menghasilkan ketebalan tertentu; 4 Plastik didinginkan melalui rol pendingin, kemudian lemba- ran digulung.

18 Bina Nusantara 4 Bahan yang digunakan polipropilin, polietilen, polistiren, atau ABS.; Ekstrusi Lembaran Tipis dan Film : Figure 6.13 Extrucion of thin sheets and film. 4 Bahan dicampur kemu- dian dimasukkan ke dalam pengumpan;  Bahan dipanaskan, ku- rang dari 315 O C dan dite- kan melalui suatu die oleh konveyor sekrup dengan tekanan 14 sampai 28 Mpa.;

19 Bina Nusantara 4 Lembaran didinginkan melalui rol dengan mi- nyak atau air; Ekstrusi Lembaran Tipis dan Film : Figure 6.13 Extrucion of thin sheets and film. 4 Lembaran dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

20 Bina Nusantara A. Pemberian bentuk bebas; Pemberian Bentuk dengan Pemanasan : B. Pemberian bentuk vakum; Figure 6.14 Forming methods used for heated thermoplastic sheets. A, Free forming. B, Vacuum snapback forming. C, Positive-pressure molding. C. Pemberian bentuk dengan tekanan positif.

21 Bina Nusantara CETAKAN UNTUK PLASTIK 4 Bahan Cetakan :  baja yang diberi perlakuan panas. 4 Pembuatan Cetakan :  dengan pemesinan presisi. 4 Faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pembuatan cetakan :  Diperlukan tirus dan sudut-sudut tertentu untuk memu- dahkan mengeluarkan benda dari cetakan;  Diperlukan pen ejektor untuk mengeluarkan benda dari cetakan, dan harus diletakkan ditempat yang tidak meng- ganggu;  Harus diperhitungkan penyusutan bahan yang biasanya berkisar antara 0,003 hingga 0,009 mm per milimeter (0,3 – 0,9 %).

22 Bina Nusantara  Cetakan Tekan  Cetakan Injeksi  Diisi dan dibongkar di atas bangku;  Pada pres terdapat sarana pemanasan dan pendinginan. 4 Cetakan tangan : 4 Cetakan semi-automatis :  Terpasang dengan kokoh pada mesin pres dan dipanas- kan atau didinginkan oleh pelat;  Pada waktu cetakan membuka, benda dikeluarkan secara automatik dari cetakan jenis ganda atau tunggal. Cetakan Tekan : Jenis Cetakan :

23 Bina Nusantara  Terdiri dari dua bagian yaitu bagian terpasang (tetap) dan bagian yang dapat digerakkan;  Permukaan kedua bagian diselesaikan dengan teliti dan saling menutupi dengan tepat;  Ruang cetak harus sentral terhadap saluran turun pada cetakan tetap sehingga bahan dan tekanan diteruskan secara merata;  Pen pemandu dilekatkan pada belahan cetakan tetap sehingga menjamin ketepatan gerak belahan yang satunya;  Terdapat saluran pendingin pada kedua belahan cetakan dan setelah pendinginan bahan cendrung menyusut dan terle-pas dari dinding cetakan sehingga mudah dikeluarkan;  Produk yang masih melekat pada inti belahan cetakan yang dapat bergerak, dikeluarkan dengan mekanisme ejektor. Cetakan Injeksi :

24 Bina Nusantara SELESAI TERIMA KASIH


Download ppt "MATERIAL PLASTIK DAN PROSESNYA Pertemuan 6 Matakuliah: D0234 - Teknologi Proses Tahun: 2007."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google