Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TANTANGAN PROFESI AKUNTASI & STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TANTANGAN PROFESI AKUNTASI & STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN."— Transcript presentasi:

1 TANTANGAN PROFESI AKUNTASI & STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN

2 AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN PSAK 46 (ACCOUNTING FOR INCOME TAX IAS 12)

3 Agenda Pajak dalam LK 1. Pajak dan Akuntansi 2. Akt. Pajak Penghasilan 3. Contoh dan Ilustrasi 4.

4 Badan SPT Pajak Penghasilan Beban yang dapat dikurangkan Penghasilan kena pajak X tarif pajak Pajak terutang 1thn fiskal Kredit pajak Angsuran pajak (PPh25) Dipotong pihak lain (22,23) Pajak luar negeri (24) Pajak kurang/lebih bayar (29/28 Pajak Perusahaan Memotong PPh 21 atas gaji Dipotong Pajak oleh pihak lain saat menerima penghasilan PPN atas penyerahan barang/jasa Beban: PBB, Meterai BPHTB, Pajak Daerah Setor Kas negara Lapor KPP 4 PSAK 46 Pajak atas Laba Perusahaan

5 Pajak dalam Laporan Keuangan PT. Pertamina (Persero) LK 31 Desember 2013 Aset lancar Aset tidak lancar Liabilitas jangka pendek Liabilitas jangka panjang

6 Pajak dalam Laporan Keuangan PT. Pertamina (Persero) LK 31 Desember Beban pajak Arus kas dari aktivitas operasi

7 Pajak dalam Laporan Keuangan PT. Pertamina (Persero) LK 31 Desember 2013 Catatan atas LK

8 Pajak dalam Laporan Keuangan PT. Pertamina (Persero) LK 31 Desember 2013 Catatan atas LK

9 Pajak dalam Laporan Keuangan PT. Pertamina (Persero) LK 31 Desember 2013 Catatan atas LK Rekonsiliasi Pajak Tangguhan

10 Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 46 Akuntansi Pajak Penghasilan Adopsi IAS 12 Accounting for Income Tax Fokus pada pajak penghasilan perusahaan – beban pajak penghasilan dan pajak tangguhan Sebelum PSAK 46: – Beban pajak dalam laporan laba rugi adalah pajak terutang menurut fiskal  SAK ETAP PSAK (eff 1 Jan 1999 perusahaan listed dan 1 Jan 2001 non listed) – Beban pajak : kini dan tangguhan – Aktiva / kewajiban pajak tangguhan PSAK 46 Revisi – Menyesuaikan dengan IAS 12 – ilustrasi, definisi – Perbedaan dengan IAS 12 – definisi pajak tangguhan, konsolidasian, pajak final, SKP PSAK 46 Revisi 2013 – – pengaturan pajak final dan hal khusus dihilangkan – ditambahkan pajak tangguhan aset tidak disusutkan dan properti investasi 10

11 Trade off Akuntansi dan Pajak  Pajak  Penghasilan Kena Pajak besar akan menyebabkan pajak yang harus dibayarkan besar  beban perusahaan besar.  Akuntansi : Laba sebelum pajak besar akan menyebabkan laba yang dilaporkan besar  nilai perusahaan menjadi tinggi  Trade off : jika laba besar, perusahaan harus menanggung beban pajak yang semakin besar  Trade off ini akan semakin kecil untuk perusahaan terbuka, karena kepentingan pemegang saham menginginkan laba yang tinggi  sehingga pajak tidak dapat dikecilkan.

12 Perbedaan Pajak dan Akuntansi -1 PSAKUndang-Undang AKUNTANSIPAJAK PERBEDAAN PermanenTemporer Pajak Tangguhan:  Aset / Liabilitas  Beban/Pendapatan BOOK TAX GAP/ DFFERENCE – Tax Planning atau Tax Avoidance

13 Tujuan PSAK 46 Mengatur perlakuan akuntansi untuk pajak penghasilan Bagaimana mempertanggungjawabkan konsekuensi pajak : – pemulihan (penyelesaian) jumlah tercatat aset (liabilitas) di masa depan yang diakui pada laporan posisi keuangan entitas. – transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian lain pada periode kini yang diakui pada laporan keuangan entitas. Mengatur pengakuan aktiva pajak tangguhan yang berasal dari sisa rugi yang dapat dikompensasi ke tahun berikut. Perbedaan pengaturan dengan IAS 12 : SKP, penambahan kesesuaian dengan peraturan perpajakan untuk definisi aset pajak tangguhan Akuntansi Keuangan 2 - Departemen Akuntansi FEUI 13

14 Definisi Aset pajak tangguhan adalah jumlah pajak penghasilan yang dapat dipulihkan pada periode masa depan sebagai akibat adanya: a)perbedaan temporer yang boleh dikurangkan; b)akumulasi rugi pajak belum dikompensasi; dan c)akumulasi kredit pajak belum dimanfaatkan, dalam hal peraturan perpajakan mengizinkan. Liabilitas pajak tangguhan adalah jumlah pajak penghasilan terutang pada periode masa depan sebagai akibat adanya perbedaan temporer kena pajak. Laba Pajak > Laba Akuntansi Laba Akuntansi > Laba pajak 14

15 Definisi Beban pajak (Penghasilan pajak) adalah jumlah agregat pajak kini dan pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam menentukan laba atau rugi pada satu periode  dipadankan dengan dengan laba akuntansi Laba akuntansi adalah laba atau rugi selama satu periode sebelum dikurangi beban pajak. Laba kena pajak atau laba fiskal (rugi pajak atau rugi fiskal) adalah laba (rugi) selama satu periode yang dihitung berdasarkan peraturan yang ditetapkan oleh Otoritas Pajak atas pajak penghasilan yang terutang (dilunasi). Pajak penghasilan adalah pajak yang dihitung berdasarkan peraturan perpajakan dan pajak ini dikenakan atas laba kena pajak entitas. Akuntansi Keuangan 2 - Departemen Akuntansi FEUI 15

16 Definisi Pajak kini adalah jumlah pajak penghasilan yang terutang (dilunasi) atas laba kena pajak (rugi pajak) untuk satu periode. Untuk entitas konsolidasi termasuk laba atas anak perusahaan Perbedaan temporer adalah perbedaan antara jumlah tercatat aset atau liabilitas pada posisi keuangan dengan dasar pengenaan pajaknya. Perbedaan temporer dapat berupa: – Perbedaan temporer kena pajak - liabilitas – Perbedaan temporer dapat dikurangkan – aset Akuntansi Keuangan 2 - Departemen Akuntansi FEUI 16

17 Pengakuan pajak kini Jumlah pajak kini, yang belum dibayar harus diakui sebagai liabilitas. Apabila jumlah pajak yang telah dibayar melebihi jumlah pajak terutang, maka selisihnya, diakui sebagai aset. Manfaat dari rugi pajak yang dapat ditarik kembali untuk memulihkan pajak kini dari periode sebelumnya diakui sebagai aset. 17 Beban Pajak Kini Pajak dibayar dimuka = pajak kini < jumlah yang dibayarkan (PPh 28) Utang pajak = pajak kini >jumlah yang dibayarkan (PPh 29) Kompensasi kerugian yang dapat digunakan untuk memulihkan pajak = aset Beban Pajak Kini Pajak dibayar dimuka = pajak kini < jumlah yang dibayarkan (PPh 28) Utang pajak = pajak kini >jumlah yang dibayarkan (PPh 29) Kompensasi kerugian yang dapat digunakan untuk memulihkan pajak = aset

18 Pajak kini Pajak kini = semua pajak terutang atas penghasilan yang diakui perusahaan pada peride tersebut: – Pajak yang dibayarkan sesuai dengan SPT  hanya atas laba dari induk perusahaan – Pajak atas penghasilan yang dikenakan pajak final – Pajak atas anak perusahaan dan pajak atas dividen dari inverstasi yang dicatat dengan metode ekuitas – Pajak yang telah dibayarkan namun menurut ketentuan pajak tidak boleh sebagai kredit pajak  pajak LN tidak dapat dikreditkan 18

19 Pajak Tangguhan Pada saat entitas memiliki Laba sebelum pajak > Penghasilan kena pajak  ada pengakuan pajak menurut akuntansi sehingga diakui beban pajak tangguhan dan kewajiban pajak tangguhan. Pada saat entitas memiliki Laba sebelum pajak < Penghasilan kena pajak  pajak yang dibayarkan lebih besar daripada laba menurut akuntansi sehingga diakui aset pajak tangguhan dan manfaat pajak tangguhan. Perusahaan memiliki kerugian  dapat dikompensasikan di masa mendatang  manfaat tersebut diakui pada saat kerugian tersebut terjadi  Aset pajak tangguhan dan manfaat pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan direview untuk memastikan bahwa manfaat di masa mendatang akan diperoleh entitas 19

20 Pengakuan aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan Perbedaan Temporer Kena Pajak - Liabilitas – Kombinasi Bisnis – Aset Tercatat pada Nilai Wajar – Goodwill – Pengakuan Awal Aset atau Liabilitas Perbedaan Temporer dapat Dikurangkan - Aset – Goodwill – Pengakuan Awal Aset atau Liabilitas Rugi Pajak Belum Dikompensasi dan Kredit Pajak Belum Dimanfaatkan  Aset Investasi pada Entitas Anak, Cabang dan Entitas Asosiasi dan Bagian Partisipasi dalam pengaturan Bersama

21 Perbedaan Temporer Kena Pajak Semua perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan, kecuali jika timbul perbedaan temporer kena pajak yang berasal dari: – pengakuan awal goodwill; atau – pada saat pengakuan awal aset atau liabilitas dari suatu transaksi yang: bukan transaksi kombinasi bisnis; dan pada saat transaksi, tidak mempengaruhi laba akuntansi dan laba kena pajak (rugi pajak). – Perbedaan temporer kena pajak terkait dengan investasi pada entitas anak, cabang dan entitas asosiasi, dan pengaturan bersama, maka liabilitas pajak tangguhan harus diakui sesuai dengan paragraf 40. Akuntansi Keuangan 2 - Departemen Akuntansi FEUI 21

22 Penilaian Kembali Aset Pajak Tangguhan Tidak Diakui Pada setiap akhir periode pelaporan, entitas menilai kembali aset pajak tangguhan. Entitas mengakui aset pajak tangguhan tidak diakui sebelumnya apabila kemungkinan besar laba kena pajak masa depan akan tersedia untuk dipulihkan. Sebagai contoh, perbaikan kondisi perekonomian meningkatkan kemampuan entitas untuk menghasilkan laba kena pajak dalam jumlah yang memadai pada periode masa depan sehingga aset pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui menjadi memenuhi kriteria pengakuan

23 Anak, Asosiasi, Pengaturan Bersama Entitas mengakui liabilitas pajak tangguhan pada anak, cabang, dan asosiasi, serta pengaturan bersama, kecuali sepanjang kedua kondisi berikut telah terpenuhi: – entitas mampu mengendalikan waktu pemulihan perbedaan temporer; dan – kemungkinkan besar perbedaan temporer akan terpulihkan di masa depan. Entitas mengakui aset pajak tangguhan dari anak, cabang dan entitas asosiasi, serta pengaturan bersama sepanjang dan hanya sepanjang kemungkinan besar terjadi: – perbedaan temporer akan terpulihkan pada masa depan yang dapat diperkirakan; dan – laba kena pajak akan tersedia dalam jumlah yang memadai sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan.

24 Pengukuran Liabilitas (aset) pajak kini diukur sebesar jumlah yang diharapkan untuk dibayar (direstitusi) kepada otoritas perpajakan,  tarif pajak (peraturan pajak) pada periode pelaporan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang akan berlaku pada saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan Jika terjadi perubahan tarif di masa mendatang akan mempengaruhi pengakuai aset atau liabilitas pajak tangguhan. 24 Perubahan Tarif

25 Pos diakui dalam Laporan Laba Rugi Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai penghasilan atau beban pada laporan laba rugi, kecuali apabila pajak penghasilan yang berasal dari: – suatu transaksi atau kejadian yang diakui, pada periode yang sama atau berbeda, di luar laporan laba rugi baik dalam pendapatan komprehensif lain maupun secara langsung dalam ekuitas. Atau – kombinasi bisnis

26 Pos diakui di Luar Laporan Laba Rugi Pajak kini dan pajak tangguhan diakui di luar laporan laba rugi apabila pajak terkait pada pos-pos tersebut pada periode yang sama atau berbeda, diakui di luar laporan laba rugi. Oleh karena itu, pada periode yang sama atau berbeda, pajak kini dan pajak tangguhan terkait dengan pos-pos yang diakui: – dalam pendapatan komprehensif lain, harus diakui pada pendapatan komprehensif lain. – langsung ke ekuitas, harus diakui langsung pada ekuitas.

27 Penyajian Saling hapus – Entitas melakuan saling hapus atas aset pajak kini dan liabilitas pajak kini jika dan hanya jika, entitas: Memiliki hak secara hukum untuk melakukan saling hapus jumlah yang diakui; dan Berniat untuk menyelesaikan dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. – Entitas melakukan saling hapus aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika dan hanya jika: entitas memiliki hak secara hukum untuk saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini; dan aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas pajak atas entitas kena pajak yang sama atau entitas kena pajak berbeda yang akan merelaisasikan secara bersama

28 Beban Pajak – Laba Rugi Aktivitas Normal Beban (penghasilan) pajak terkait dengan laba rugi dari aktifitas normal disajikan tersendiri pada laporan laba rugi komprehensif. Jika entitas menyajikan pendapatan komprehensif lain, maka pajaknya dilaporkan terpisah dari laba rugi dari aktivitas normal. 28

29 Pengungkapan Komponen utama beban (penghasilan) pajak diungkapkan secara terpisah : – beban (penghasilan) pajak kini; – Penyesuaian atas pajak kini yang berasal dari periode sebelumnya; – jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan baik yang berasal dari timbulnya perbedaan temporer maupun dari realisasinya; – jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan terkait dengan perubahan tarif pajak atau penerapan peraturan perpajakan yang baru; – jumlah manfaat yang ditimbulkan dari rugi pajak yang tidak diakui sebelumnya, kredit pajak atau perbedaan temporer periode sebelumnya yang digunakan untuk mengurangi beban pajak kini; – jumlah manfaat dari rugi pajak yang tidak diakui sebelumnya, kredit pajak, atau perbedaan temporer periode sebelumnya yang digunakan untuk mengurangi beban pajak tangguhan; – Dll.

30 Pengungkapan Hal-hal yang juga diungkapkan secara terpisah: – Agregat pajak kini dan pajak tangguhan berkaitan dengan transaksi-transaksi yang langsung dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas; – jumlah pajak penghasilan berkaitan dengan setiap komponen pendapatan komprehensif lain – penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dengan laba rekonsiliasi angka antara beban (penghasilan) pajak dengan hasil perkalian laba akuntansi dan tarif pajak yang berlaku rekonsiliasi angka antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif pajak yang berlaku, penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang berlaku dan perbandingan dengan tarif pajak yang berlaku pada periode akuntansi sebelumnya; jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan yang tidak diakui sebagai aset pajak tangguhan pada laporan keuangan; jumlah agregat perbedaan temporer yang dihubungkan dengan investasi pada entitas anak, cabang dan perusahaan asosiasi dan bagian partisipasi dalam pengaturan bersama atas liabilitas pajak tangguhan yang belum diakui (lihat paragraf 40); dll

31 CONTOH & ILUSTRASI

32 Ilustrasi PPH 21 (Gaji Bulanan) 32 Kertarajasa pada tahun 2012 bekerja pada sebuah perusahaan manufaktur alutsista dengan memperoleh gaji sebulan Rp ,00 dan membayar iuran pensiun sebesar Rp ,00. Kertarajasa telah menikah dan memiliki tiga orang anak. Bagaimanakah penghitungan PPh 21 atas Kertarajasa? Bagaimana jurnal yang dibuat oleh pemberi kerja saat membayar gaji?

33 Ilustrasi (Gaji Bulanan) 33 Jawaban: Jurnal Pemberi Kerja Beban Gaji Utang Dana Pensiun Utang PPh Kas Jika Kertarajasa tidak memiliki NPWP, maka pajak terutang per bulan = 120% x = Rp ,00 Jawaban: Jurnal Pemberi Kerja Beban Gaji Utang Dana Pensiun Utang PPh Kas Jika Kertarajasa tidak memiliki NPWP, maka pajak terutang per bulan = 120% x = Rp ,00

34 Ilustrasi (Gaji Bulanan) 34 Kudungga adalah pegawai suatu perusahaan otomotif, menikah dengan dua anak dan memperoleh gaji sebulan Rp Perusahaan mengikuti program Jamsostek, premi Jaminan Kecelakaan Kerja dan premi Jaminan Kematian dibayar oleh pemberi kerja dengan jumlah masing-masing 0.5% dan 0.3% dari gaji. Perusahan menanggung iuran JHT setiap bulan yakni 3.7% dari gaji, sedangkan Kudungga membayar iuran JHT sebesar 2% dari gaji tiap bulan. Di samping itu, perusahaan juga mengikuti program pensiun untuk pegawainya dengan membayar iuran pensiun untuk Kudungga ke dana pensiun yang pendiriannya disahkan oleh Menkeu, setiap bulan sebesar Rp ,00. Kudungga sendiri membayar iuran pensiun sebesar Rp ,00. Bagaimanakah penghitungan PPh 21 atas Kudungga? Bagaimana jurnal yang dibuat oleh pemberi kerja? Kudungga adalah pegawai suatu perusahaan otomotif, menikah dengan dua anak dan memperoleh gaji sebulan Rp Perusahaan mengikuti program Jamsostek, premi Jaminan Kecelakaan Kerja dan premi Jaminan Kematian dibayar oleh pemberi kerja dengan jumlah masing-masing 0.5% dan 0.3% dari gaji. Perusahan menanggung iuran JHT setiap bulan yakni 3.7% dari gaji, sedangkan Kudungga membayar iuran JHT sebesar 2% dari gaji tiap bulan. Di samping itu, perusahaan juga mengikuti program pensiun untuk pegawainya dengan membayar iuran pensiun untuk Kudungga ke dana pensiun yang pendiriannya disahkan oleh Menkeu, setiap bulan sebesar Rp ,00. Kudungga sendiri membayar iuran pensiun sebesar Rp ,00. Bagaimanakah penghitungan PPh 21 atas Kudungga? Bagaimana jurnal yang dibuat oleh pemberi kerja?

35 Ilustrasi (Gaji Bulanan) 35 Jawaban: Jurnal Pemberi Kerja Beban Gaji Beban JKK Beban JKM Beban JHT Beban Dapen Utang JKK Utang JKM Utang JHT Utang Dana Pensiun Utang PPh Kas Jawaban: Jurnal Pemberi Kerja Beban Gaji Beban JKK Beban JKM Beban JHT Beban Dapen Utang JKK Utang JKM Utang JHT Utang Dana Pensiun Utang PPh Kas

36 Fa. Ekacakra senantiasa melaporkan SPT pada pertengahan Maret setiap tahun dan melakukan pembayaran angsuran PPh 25 berdasar pelaporan tersebut. Di bulan Desember tahun lalu Fa. Ekacakra membayarkan angsuran pajak sebesar Rp ,00, sedangkan berdasar SPT tahun ini Fa. Ekacakra akan membayarkan angsuran sebesar Rp ,00 per bulan. Bagaimanakah Fa. Ekacakra melakukan penjurnalan di setiap bulannya, dengan menggunakan pendekatan pembebanan akhir tahun atau pendekatan pembebanan langsung? Jawaban: Ilustrasi (Pencatatan Transaksi Angsuran Pajak) 36

37 Ilustrasi PPh 22 Koperasi Medang Kamulan menerima pembayaran dari Kantor Humas Pemprov atas penyediaan furniture berbahan kayu jati senilai Rp ,00. Berapakah beban PPh 22 dan bagaimana jurnalnya Jawaban: Beban PPh 22= 1,5% x = Rp ,00 Jurnal KoperasiJurnal Humas Pemprov Kas Furniture Pajak dibayar di muka PPh Kas Penjualan Utang PPh

38 CV. Pancala mengirimkan tagihan ke Pemprov Aceh atas pengadaan barang sebesar Rp ,00 termasuk PPN. Pengadaan barang tersebut dikenai pemungutan PPh 22 sebesar 1,5%. Harga pokok penjualan atas barang tersebut adalah Rp ,00. Bagaimanakah CV. Pancala melakukan penjurnalan? Jawaban: Ilustrasi (Pencatatan Transaksi Bendaharawan Negara) 38

39 Ilustrasi - (Impor) PT. Kutai Kartanegara melakukan transaksi jual beli dengan Tenggarong Inc. yang berdomisili usaha di luar negeri atas sebuah mesin cetak tanpa menggunakan API. Nilai kontrak diketahui $ 10, berdasar ketentuan FOB shipping point. PT. Kutai Kartanegara mengasuransikan pengiriman tersebut dengan biaya premi sebesar 10% dari kontrak pembelian, dengan biaya pengangkutan senilai $ 1, Adapun Bea Masuk dan pungutan lain masing – masing adalah senilai 20% dan Rp ,00. Kurs yang ditetapkan oleh Menkeu adalah Rp ,00/ $ sedangkan oleh BI Rp 9.500,00/ $. Berapakah besar beban PPh 22? Jawaban : 39

40 PT. Argabelah melakukan impor atas barang dengan nilai pembelian $ (kurs KMK berlaku Rp 9.100/ $). Perusahaan membayar biaya asuransi dan pengangkutan masing – masing sebesar 7,5% dan 5% dari nilai pembelian. Bea Masuk sebesar 10% dari CIF dan Bea Masuk lainnya $ Penyerahan barang dikenai PPN dan PPnBM 20%. Jika perusahaan memiliki API (tarif PPh 22 2,5%), bagaimanakah penjurnalan dilakukan ? Jawaban: Ilustrasi (Pencatatan Transaksi Impor) 40

41 Jawaban: Ilustrasi (Pencatatan Transaksi Impor) 41

42 Fa. Kurusetra merupakan perusahaan yang menjalankan kegiatan produksi dengan menggunakan mesin yang sebagian di antaranya disewa dari pihak ketiga. Fa. Kurusetra melakukan pembayaran biaya sewa setiap bulan ketiga dan bulan kesembilan tahun berjalan untuk nilai sewa selama satu semester, sekaligus memotong PPh 23 dengan tarif 2%. Meski demikian, baik Fa. Kurusetra maupun perusahaan penyewa tetap melakukan pengakuan pendapatan dan beban untuk setiap bulan di pembukuan masing – masing. Jika nilai sewa per bulan adalah Rp ,00, bagaimanakah penjurnalan dilakukan? Ilustrasi PPh 23 (Pencatatan Transaksi Sewa Aset) 42

43 Jawaban: Ilustrasi (Pencatatan Transaksi Sewa Aset) 43

44 PT. Kiskendha melakukan pembayaran dividen tahunan senilai Rp 275,00 per lembar saham kepada sepuluh pemegang saham yang masing – masing memiliki 100 lot saham. Atas pembayaran dividen dikenai pemotongan PPh 23 dengan tarif 15%. Bagaimana perusahaan dan masing – masing pemegang saham melakukan pencatatan saat pengumuman dan saat pembayaran? Jawaban: Ilustrasi (Pencatatan Transaksi Dividen) 44

45 Pencatatan Transaksi PPh 23 Final Pihak Pemotong – Mencatat seperti dalam memperlakukan pajak tidak final. Pihak yang Dipotong Pajaknya – Pencatatan dapat dilakukan dengan dua pendekatan: Mencatat Gross  Seperti pajak tidak final. Mencatat Net  Hanya sebesar nilai setelah pajak. – Pilihan tergantung bagaimana perusahaan menentukan sistem pembukuan. – Standar akuntansi tidak menjelaskan secara rinci perlakuan pajak final ini, sehingga dalam praktik kedua pendekatan dapat diterapkan. – Dampak yang terjadi  Tarif pajak efektif akan sangat berbeda antara kedua pendekatan. Pihak Pemotong – Mencatat seperti dalam memperlakukan pajak tidak final. Pihak yang Dipotong Pajaknya – Pencatatan dapat dilakukan dengan dua pendekatan: Mencatat Gross  Seperti pajak tidak final. Mencatat Net  Hanya sebesar nilai setelah pajak. – Pilihan tergantung bagaimana perusahaan menentukan sistem pembukuan. – Standar akuntansi tidak menjelaskan secara rinci perlakuan pajak final ini, sehingga dalam praktik kedua pendekatan dapat diterapkan. – Dampak yang terjadi  Tarif pajak efektif akan sangat berbeda antara kedua pendekatan. 45

46 Pajak kini Perusahaan memperoleh PKP sebesar 4 milyar. Termasuk dalam penghasilan tersebut penghasilan dari LN sebesar 500 juta yang telah dikenakan pajak sebesar 40%. Jumlah pajak yang telah dipotong oleh pihak lain adalah: – PPh 21 atas gaji dan honor sebesar 500juta dan PPh 26 sebesar 100 juta atas gaji expat yang bekerja di perusahaan. – PPh final sebesar 60 juta, – PPh 23 tidak final sebesar 120 juta – PPh 24 sebesar 200 juta – PPh 25 sebesar 500 juta – PPh 22 sebesar 100 juta – Pajak kini anak perusahaan 300 juta Perusahaan mencatat pembayaran pajak dibayar dimuka baik final maupun tidak final sebagai pajak dibayar dimuka. Beban pajak1.000 jt Pajak dibayar dimuka PPh Pajak dibayar dimuka PPh Pajak dibayar dimuka PPh Pajak dibayar dimuka PPh Utang PPh Beban pajak135 jt Pajak dibayar dimuka PPh final60 Pajak dibayar dimuka PPh 2475 Beban pajak1.000 jt Pajak dibayar dimuka PPh Pajak dibayar dimuka PPh Pajak dibayar dimuka PPh Pajak dibayar dimuka PPh Utang PPh Beban pajak135 jt Pajak dibayar dimuka PPh final60 Pajak dibayar dimuka PPh 2475 PKP 4 milyar pajaknya = 1000 juta Kredit PPh jt Kredit PPh jt Kredit PPh jt Pph jt PPh 29 sebesar155 jt PKP 4 milyar pajaknya = 1000 juta Kredit PPh jt Kredit PPh jt Kredit PPh jt Pph jt PPh 29 sebesar155 jt Beban pajak kini parent : = ( ) Beban Pajak kini konsolidasian = = juta Beban pajak kini parent : = ( ) Beban Pajak kini konsolidasian = = juta 46

47 Ilustrasi: PT. Mitra melaporkan penghasilan sebesar dan beban sebesar untuk tiga tahun periode usahanya. Untuk tujuan pajak, penghasilan yang diterima sebesar , dan Bagaimana hal ini dilaporkan dalam laporan keuangan? Ilustrasi: PT. Mitra melaporkan penghasilan sebesar dan beban sebesar untuk tiga tahun periode usahanya. Untuk tujuan pajak, penghasilan yang diterima sebesar , dan Bagaimana hal ini dilaporkan dalam laporan keuangan? Ilustrasi Perbedaan Temporer – Liabilitas 1

48 Pendapatan Beban Laba sebelum pajak Pajak Penghasilan (25%) Total Laporan Keuangan 2011 Ilustrasi Perbedaan Temporer – Liabilitas Penghasilan Beban yang boleh dikurangkan Penghasilan kena pajak Pajak terutang (25%) Total Laporan Pajak

49 Laporan Keuangan (PSAK) Pajak Terutang (Fiskal) Difference (10.000) (5.000) Total PerbandinganPerbandingan 2011 Perbedaan tersebut akan dilaporkan dalam laporan keuangan TahunLaporan yang diperlkan Liabilitas pajak tangguhan, bertambah Beban pajak kini ; beban pajak tangguhan Ilustrasi Perbedaan Temporer – Liabilitas 1 Liabilitas pajak tangguhan, berkurang Beban pajak kini ; manfaat pajak tangguhan Liabilitas pajak tangguhan, berkurang Beban pajak kini ; manfaat pajak tangguhan 5.000

50 Laporan Posisi Keuangan Aset: Liabilitas: Equity: Beban pajak Income Statement Pendapatan: Beban: Laba bersih 2011 Pajak tangguhan Pelaporan dalam laporan keuangan Utang pajak Ilustrasi Perbedaan Temporer – Liabilitas 1

51 Ilustrasi: PT. Mulia memiliki perbedaan antara akuntansi dan pajak terkait dengan pengakuan piutang sebesar Menurut akuntansi pengakuan pendapatan diakui pada tahun 2011, sedangkan menurut pajak diakui pada 2012 sebesar dan 2013 sebesar Misal laba menurut akuntansi 2011 sebesar , 2012 sebesar dan 2013 sebesa dan tidak ada perbedaan yang lain. Bagaimana perbedaan tersebut dilaporkan dalam laporan keuangan Ilustrasi Perbedaan Temporer – Liabilitas 2

52 Beban pajak penghasilan (PSAK) Pajak terutang (Fiskal) Difference (25.000) (12.500) Total Beban Pajak kini (Fiskal) Beban (manfaat) Pajak Tangguhan (25.000) (12.500) Beban pajak penghasilan (PSAK): Liabilitas Pajak Tangguhan37.500(12.500)0 Saldo akhir periode Beban pajak penghasilan Income Tax Payable Deferred Tax Liability Beban pajak penghasilan Deferred Tax Liability Income Tax Payable

53 Ilustrasi : PT. Mawar memiliki saldo aset pajak tangguhan sebesar pada akhir 2012, yang muncul karena perbedaan temporer sebesar (tarif pajak 25%). Callaway Corp. Pada akhir tahun 2013 aset pajak tangguhan secara kumulatif meningkat menjadi Pada 2013, penghasilan kena pajak sebesar Berdasarkan hasil review aset pajak tangguhan sebesar tidak dapat dipulihkan di masa mendatang (belum termasuk ). Ilustrasi Perbedaan Temporer – Aset 1

54 Ilustrasi Perbedaan Temporer – Aset 1 sebelum review Akhir 2012Tahun 2013Akhir 2013 Laba sebelum pajak (PSAK) Perbedaan temporer Penghasilan kena pajak % Pajak terutang Tahun 2013 Laba sebelum pajak (PSAK) Pajak kini Beban (manfaat) pajak tangguhan ( ) Beban pajak penghasilan Laba bersih Beban pajak penghasilan Aset pajak tangguhan Utang pajak

55 Tahun 2013 Laba sebelum pajak (PSAK) Pajak kini Beban (manfaat) pajak tangguhan ( ) Beban pajak penghasilan Laba bersih Beban pajak penghasilan Utang pajak Aset pajak tangguhan Beban pajak penghasilan Penurunan nilai aset pajak tangguhan Beban pajak penghasilan Aset pajak tangguhan Ilustrasi Perbedaan Temporer – Aset 1 setelah review Pajak kini Pajak tangguhan( ) Penilaian kembali Total

56 Ilustrasi: PT. Merbabu melaporakan laba sebelum pajak sebesar pada tahun Terdapat perbedaan antara akuntansi dan pajak yang disebabkan oleh beberapa hal berikut: 1.Depresiasi menurut pajak lebih besar dibandingkan menurut akuntansi sebesar Pendapatan sewa mesin menurut pajak lebih besar dibandingkan menurut pajak. 3.Beban sumbangan sebesar tidak diperkenankan menurut pajak. Tarif pajak yang berlaku sebesar 25%, perbedaan tersebut akan dapat dipulihkan di masa mendatang. Entitas belum memiliki saldo aset/liabilitas pajak tangguhan. Ilustrasi Perbedaan Permanen dan Temporer

57 2013Aset Pajak Tangguhan Liabilitas Pajak Tangguhan Laba sebelum pajak (PSAK) Perbedaan depresiasi( ) Perbedaan pendapatan sewa Perbedaan sumbangan Total penghasilan kena pajak Pajak terutang (fiskal) Pajak tangguhan Jurnal Beban Pajak penghasilan Aset pajak tangguhan Liabilitas pajak tangguhan Utang pajak penghasilan

58 ILUSTRASI Entitas A membeli mesin senilai /1/X1. Mesin menurut akuntansi didepresiasikan selama 5 tahun, tanpa nilai sisa. Untuk tujuan pajak mesin termasuk kelompok 1 didepresiasikan selama 4 tahun. Misalkan penghasilan entitas sebesar beban operasi selain depresiasi Ilustrasi perbedaan pajak dan akuntansi serta jurnalnya dapat dilihat dalam slide berikut ini. 58

59 ILUSTRASI  Depresiasi menurut akuntansi /5= X120X220X320X420X5 Pendapatan7.000 Bbn Operasi2.000 Bbn Penyusutan2.000 Total Beban4.000 Laba sblm pajak3.000 Beban Pajak (akt)750 Laba setelah pajak2.250 AKUNTANSI 59

60 ILUSTRASI  Depresiasi menurut pajak /4= X120X220X320X420X5 Pendapatan Bbn Operasi Bbn Penyusutan Total Beban Penghasilan kena pajak Pajak terutang PAJAK 60

61 ILUSTRASI 20X120X220X320X420X5 AKUNTANSI Laba sblm pajak3.000 Beban Pajak (akt)750 PAJAK Penghasilan kena pajak Pajak terutang Perbedaan Perbedaan laba500 (2.000) Perbedaan pajak125 (500) Liabilitas pajak tangguhan Beban pajak (L/R) Beban pajak kini Beban pajak tangguhan125 (500) Total beban pajak750 61

62 ILUSTRASI  Jurnal yang dibuat pada saat 20X1 – 20X4 Beban pajak tangguhan 125 Liabilitas pajak tangguhan125  Jurnal yang dibuat pada 20X5 Liabilitas pajak tangguhan500 Beban pajak tangguhan 500  Pada awal tahun 2005, liabilitas pajak tangguhan terakumulasi sebesar 500.  Pada akhir tahun 2005, setelah depresiasi dicatat, perbedaan menjadi tidak ada, sehingga liabilitas pajak tangguhan nilainya 0  Jurnal yang dibuat pada saat 20X1 – 20X4 Beban pajak tangguhan 125 Liabilitas pajak tangguhan125  Jurnal yang dibuat pada 20X5 Liabilitas pajak tangguhan500 Beban pajak tangguhan 500  Pada awal tahun 2005, liabilitas pajak tangguhan terakumulasi sebesar 500.  Pada akhir tahun 2005, setelah depresiasi dicatat, perbedaan menjadi tidak ada, sehingga liabilitas pajak tangguhan nilainya 0 62

63 ILUSTRASI – nilai sisa Entitas A membeli mesin senilai pada 2/1/X1. Mesin menurut akuntansi didepresiasikan selama 5 tahun, dengan nilai sisa Untuk tujuan pajak mesin termasuk kelompok 1 didepresiasikan selama 4 tahun. Misalkan penghasilan entitas sebesar beban operasi selain depresiasi Mesin tersebut tahun 20X6 masih digunakan dan pada awal 20X7 dijual dengan harga 3000 Ilustrasi perbedaan pajak dan akuntansi serta jurnalnya dapat dilihat dalam slide berikut ini. 63

64 ILUSTRASI – nilai sisa  Depresiasi menurut akuntansi ( )/5=2.000 AKUNTANSI 20X120X220X320X420X520X620X7 Pendapatan7.000 Keuntungan mesin Bbn Operasi2.000 Bbn Penyusutan2.000 Total Beban Laba sblm pajak Beban Pajak (akt) Laba setelah pajak

65 ILUSTRASI – nilai sisa  Depresiasi menurut pajak /4=2.500 PAJAK 20X120X220X320X420X520X620X7 Pendapatan7.000 Keuntungan mesin Bbn Operasi2.000 Bbn Penyusutan3.000 Total Beban Penghasilan kena pajak Pajak terutang Penghasilan stlh pajak

66 ILUSTRASI – nilai sisa 20X120X220X320X420X520X620X7 AKUNTANSI Laba sblm pajak Beban Pajak (akt) PAJAK Penghasilan kena pajak Pajak terutang Perbedaan Perbedaan laba Perbedaan pajak Kewajiban pajak tangguhan Beban pajak (L/R) Beban pajak kini Beban pajak tangguhan Total beban pajak

67 ILUSTRASI  Jurnal yang dibuat pada saat 20X1 – 20X4 Beban pajak tangguhan 250 Liabilitas pajak tangguhan250  Jurnal yang dibuat pada 20X5 Liabilitas pajak tangguhan500 Beban pajak tangguhan 500  Jurnal yang dibuat pada 20X7 Liabilitas pajak tangguhan500 Beban pajak tangguhan 500  Pada awal tahun 2005, liabilitas pajak tangguhan terakumulasi sebesar  Pada akhir tahun 2005, setelah depresiasi dicatat, perbedaan direaliasasi 500, sehingga liabilitas pajak tangguhan nilainya 500  Perbedaan ini akan hilang pada saat aset tersebut terjual di tahun Pajak mengakui keuntungan akuntansi  Jurnal yang dibuat pada saat 20X1 – 20X4 Beban pajak tangguhan 250 Liabilitas pajak tangguhan250  Jurnal yang dibuat pada 20X5 Liabilitas pajak tangguhan500 Beban pajak tangguhan 500  Jurnal yang dibuat pada 20X7 Liabilitas pajak tangguhan500 Beban pajak tangguhan 500  Pada awal tahun 2005, liabilitas pajak tangguhan terakumulasi sebesar  Pada akhir tahun 2005, setelah depresiasi dicatat, perbedaan direaliasasi 500, sehingga liabilitas pajak tangguhan nilainya 500  Perbedaan ini akan hilang pada saat aset tersebut terjual di tahun Pajak mengakui keuntungan akuntansi

68 ILUSTRASI – kerugian fiskal Entitas A pada tahun 20x1 mengalami kerugian fiskal (diasumsikan kerugian akuntansi nilainya sama). Pada 20x2 entitas laba 2.000, 20x3 laba dan 20x4 laba sebesar Tidak terjadi perbedaan akuntansi dan pajak 20X120X220X320X4 Laba akuntansi (8.000) Beban pajak kini Beban pajak tangguhan (2.000) Total beban pajak (2.000) Laba setelah pajak (6.000)

69 TahunJurnal 20X1Aset pajak tangguhan2.000 Manfaat pajak tangguhan (beban pajak) X2Manfaat pajak tangguhan500 Aset pajak tangguhan500 20X3Manfaat pajak tangguhan750 Aset pajak tangguhan750 20X4Manfaat pajak tangguhan750 Aset pajak tangguhan750 Beban pajak kini500 Utang pajak kini ILUSTRASI – kerugian fiskal

70 Pajak Dalam Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT. GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAK Tahun

71 Pajak Dalam Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT. GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAK Tahun

72 Pajak Dalam Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT. GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAK Tahun

73 Pajak Dalam Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT. GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAK Tahun

74 Pajak Dalam Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT. GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAK Tahun

75 TERIMA KASIH


Download ppt "TANTANGAN PROFESI AKUNTASI & STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google