Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Algoritma Pemrograman 1C PENDAHULUAN Algoritma Pemrograman IC - Bab 11.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Algoritma Pemrograman 1C PENDAHULUAN Algoritma Pemrograman IC - Bab 11."— Transcript presentasi:

1 Algoritma Pemrograman 1C PENDAHULUAN Algoritma Pemrograman IC - Bab 11

2 BAB I PENDAHULUAN KONSEP DASAR PEMROGRAMAN PROGRAM: Merupakan himpunan atau kumpulan instruksi tertulis yang dibuat oleh programer atau suatu bagian executable dari suatu software. PEMROGRAMAN: Suatu kumpulan urutan perintah ke komputer untuk mengerjakan sesuatu, dimana instruksi tersebut menggunakan bahasa yang dimengerti oleh komputer atau dikenal dengan bahasa pemrograman. 2Algoritma Pemrograman IC - Bab 1

3 3 Sebelum kita membuat suatu bahasa pemrograman, maka kita perlu mengetahui: 1.Pemahaman masalah 2.Solusi masalah 3.Pemahaman tata bahasa (sintaks) bahasa pemrograman Baru setelah itu dapat kita buat pemrograman, memakai bahasa pemrograman yang menurut kita paling sesuai menurut kebutuhan. Contoh : Pascal, Cobol, untuk bisnis, Delphi, dll. Fungsi Bahasa Pemrograman adalah sebagai media untuk menyusun dan memahami serta sebagai alat komunikasi antara pemrogram dengan komputer. Secara umum terdapat 4 kelompok Bahasa Pemrograman, yaitu : Object Oriented Language (Visual dBase, Visual FoxPro, Delphi, Visual C) High Level Language (seperti Pascal dan Basic) Middle Level Language (seperti bahasa C), dan Low Level Language (seperti bahasa Assembly)

4 Tipe Pemrograman Algoritma Pemrograman IC - Bab 14

5 Pemrograman Prosedural Algoritma berisi urutan langkah-langkah penyelesaian masalah. Ini berarti algoritma adalah proses yang prosedural. Definisi prosedural adalah : –Tahap-tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas –Metode langkah demi langkah secara eksak dalam memecahkan suatu masalah. Bahasa tingkat tinggi seperti Cobol, Basic, Pascal, Fortran dan C mendukung kegiatan pemrograman prosedural, karena itu mereka dinamakan juga bahasa prosedural. Algoritma Pemrograman IC - Bab 15

6 Pemrograman Terstruktur Pemrograman terstruktur adalah bahasa pemrograman yang mendukung pembuatan program sebagai kumpulan prosedur. Prosedur-prosedur ini dapat saling memanggil dan dipanggil dari manapun dalam program dan dapat mengunakan parameter yang berbeda-beda untuk setiap pemanggilan. Bahasa pemrograman terstruktur adalah pemrograman yang mendukung abstraksi data, pengkodean terstruktur dan kontrol program terstruktur. Contoh bahasa pemrograman terstruktur : Pascal, Cobol, RPG, ADA, C. Algoritma Pemrograman IC - Bab 16

7 Pemrograman Modular Dalam pemrograman modular, program dipecah-pecah ke dalam modul- modul, dimana setiap modul menunjukkan fungsi dan tugas tunggal. Dengan membagi masalah ke dalam modul-modul, maka masalah akan menjadi sederhana sehingga program dapat lebih mudah disusun dan dipahami. Pemrograman modular diterapkan dengan menggunakan sub-routine, yaitu sebuah kumpulan perintah yang melakukan tugas pemrosesan yang terbatas. Pemrograman ini banyak dimanfaatkan oleh Bahasa Pemrograman Berbasis Obyek. Algoritma Pemrograman IC - Bab 17

8 Pemrograman Fungsional Disebut bahasa pemrograman fungsional karena memang pada program seluruh kodenya berupa fungsi-fungsi. Bahasa pemrograman fungsional merupakan salah satu bahasa pemrograman yang memperlakukan proses komputasi sebagai evaluasi fungsi-fungsi matematika. Contoh : Lisp, Scheme, ML, Haskell. Algoritma Pemrograman IC - Bab 18

9 Pemrograman Visual Penggunaan ekspresi visual (seperti grafik, gambar, atau ikon) dalam proses pemrograman Mengacu pada aktivitas yang memungkinkan pengguna untuk membuat program dalam dua (atau lebih) dimensi Algoritma Pemrograman IC - Bab 19

10 Pemrograman Even-Driven Menggunakan konsep “jika sebuah aksi/perintah dilakukan terhadap sebuah obyek, apa yang akan terjadi/dilakukan oleh obyek tersebut selanjutnya”. Sangat fleksibel dalam pembuatan koding program, karena sudah mengunakan konsep OOP dimana pemrograman dapat dimulai dari obyek yang diinginkan tanpa harus terurut. Biasanya meruapakan jenis bahasa pemrograman visual. Contoh : Visual Basic, Visual C++, Delphi. Algoritma Pemrograman IC - Bab 110

11 Pemrograman Berorientasi Obyek Obyek : elemen yang memiliki fungsi, metode, karakteristik tertentu yang dapat dibedakan dalam dunia nyata. Class : kumpulan obyek-obyek yang memiliki kesamaan karakteristik. Merupakan bahasa pemrograman yang mampu memanfaatkan obyek-obyek yang tersedia atau membuat suatu obyek tertentu dengan menggunakan bahasa pemrograman. Mampu merefleksikan kebutuhan-kebutuhan user sebagaimana layaknya yang ada di dunia nyata Relatif lebih fleksibel dan mudah diadaptasikan terhadap perubahan suatu program Memiliki feature yang memperkuat dan meningkatkan fleksibilitas suatu obyek dengan adanya class, instance, encapsulation, inheritance, reusability, dan polymorphism. Contoh : C++, SmallTalks, Java. Algoritma Pemrograman IC - Bab 111

12 Algoritma Pemrograman IC - Bab 112 Tahap Pengembangan Pogram Mulai Batasan Masalah Pengembangan Model Rancangan Algoritma Perbaikan Algoritma Pemrograman Pengujian Pembetulan Analisa Dokumentasi Selesai

13 Algoritma Pemrograman IC - Bab 113 DATA: Bahan mentah yang akan diolah menjadi informasi sehingga dapat dipergunakan oleh user atau pemakai. Tipe data yang biasa digunakan adalah : 1. Tipe Data Dasar : merupakan tipe data primitif yang tidak terstruktur yang didefinisikan oleh bahasa pemrograman. Tipe data dasar dibagi menjadi lima bagian yaitu : a. Tipe Data Numerik : disetiap bahasa pemrograman dapat dipastikan ada tipe data numerik yaitu menyimpan data berupa angka. - Integer : merupakan bilangan bulat positif dan negatif - Subrange: merupakan sebuah subtype dari tipe data integer dan terdiri dari urutan nilai-nilai integer dalam range yang tebatas. - Floating-point Real : biasa disingkat dan disebut tipe data riil. - Fixed-point Real: Bilangan fixwd-pont direpresentasikan dengan urutan digit yang mempunyai panjang tetap dengan titik desimal diposisikan ditempat yang diberikan antara dua digit. - Lain-lain: Tipe data lainnya adalah bilangan kompleks dan bilangan rational.

14 Algoritma Pemrograman IC - Bab 114 b. Enumerasi: adalah suatu urutan list dari nilai-nilai yang berbeda. c. Boolean: tipe data untuk merepresentasikan True atau False. d. Character: tipe data untuk menyimpan rangkaian karakter. e. Internationalization : disebut I18N 2. Tipe Data Terstruktur : merupakan tipe data campuran dari berbagai tipe data dasar, contohnya array, record, string, list dan file. 3. Tipe Data didefinisikan oleh Pemakai : tipe data ini biasanya disebut Enumerasi. 4. Tipe Data Penunjuk : contoh tipe data penunjuk adalah pointer.

15 Algoritma Pemrograman IC - Bab 115 MODEL KOMPUTASI Model Komputasi : adalah suatu kumpulan dari nilai dan operasi-operasi. Ada 3 dasar model komputasi : 1. Model Fungsional Model perhitungan yang fungsional terdiri dari satu set nilai-nilai, fungsi dan operasi aplikasi, fungsi dan komposisi fungsi. 2. Model Logika Logika model perhitungan terdiri dari suatu set nilai-nilai, definisi hubungan dan kesimpulan logis. 3 Model Imperative Model perhitungan yang imperative terdiri dari satu set nilai-nilai yang mencakup suatu status dan operasi tugas-tugas untuk memodifikasi status tersebut.

16 Algoritma Pemrograman IC - Bab 116 DEFINISI SINTAKS, SEMANTIK DAN PRAGMATIS SINTAKS : Aturan gramatikal / komposisi suatu program yang mengatur tata cara penulisan huruf, angka dan karakter lain. Contoh : Pada pembuatan program Pascal antara 2 statement dipisahkan oleh ; (titik koma) X:=1; X:=X+1; SEMANTIK : Mendefinisikan arti dari program yang benar secara sintaks dari bahasa pemrograman tersebut. Contoh : Pada pembuatan program C int vector[10] Arti semantiknya akan menyebabkan ruang sebanyak 10 PRAGMATIS : Menguraikan derajat tingkat sukses dengan suatu bahasa pemrograman kepada model perhitungan dalam kegunaannya untuk para programer.

17 Algoritma Pemrograman IC - Bab 117 Prinsip-prinsip Desain Bahasa Pemrograman a. Clarity, Simplicity dan Unity Bahasa pemrograman harus dapat menolong programer untuk membuat suatu desain program jauh sebelum programmer melakukan coding. Kemudahan, kesederhanaan dan kesatuan merupakan suatu kombinasi yang membantu programmer mengembangkan suatu algoritma sehingga algoritma yang dihasilkan mempunyai kompleksitas yang rendah. b. Orthogonality Orthogonality menunjuk kepada suatu atribut yang dapat dikombinasikan dengan beragam fitur bahasa pemrograman sehingga setiap kombinasinya mempunyai arti dan dapat digunakan. c. Kewajaran untuk Aplikasi Bahasa pemrograman membutuhkan syntax yang tepat/cocok yang digunakan pada struktur program untuk merefleksikan struktur logika yang melandasi suatu algoritma.

18 Algoritma Pemrograman IC - Bab 118 d. Mendukung Abstraksi Abstraksi merupakan suatu hal yang substansial bagi programmer untuk membuat suatu solusi dari masalah yang dihadapi. Kemudian abstraksi tersebut dapat dengan mudah diimplementasikan menggunakan fitur-fitur yang ada dalam bahasa pemrograman. e. Kemudahan untuk Verifikasi Program Verifikasi program merupakan hal penting bagi sebuah program karena dengan verifikasi yang mudah maka suatu program akan dengan mudah dibangun dan dikembangkan. f. Lingkungan Pemrograman Bahasa pemrograman yang mempunyai lingkungan pemrograman yang baik dan lengkap akan memudahkan programmer untuk mengimplementasikan abstraksi yang sudah disusunnya.

19 Algoritma Pemrograman IC - Bab 119 g. Portabilitas Program Salah satu kriteria penting untuk proyek pemrograman adalah kemudahan program yang sudah jadi untuk dipindah-pindahkan dari komputer yang digunakan untuk membuat dan mengembangkan ke komputer lain yang akan menggunakannya. h. Biaya Penggunaan Biaya merupakan elemen penting dalam mengevaluasi suatu bahasa pemrograman. Ada beberapa biaya yang dapat diukur yaitu : 1. Biaya Eksekusi Program 2. Biaya Translasi/kompilasi Program 3. Biaya Penciptaan, Testing dan Penggunaan Program 4. Biaya Pemeliharaan Program


Download ppt "Algoritma Pemrograman 1C PENDAHULUAN Algoritma Pemrograman IC - Bab 11."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google