Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Ns. Juli D. Prasetyono, S.Kep STIKES BWI. SINOPSIS Seorang sopir lulusan SMU, menderita flu berat. Kebiasaan yang dilakukan jika flu adalah pergi ke klinik.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Ns. Juli D. Prasetyono, S.Kep STIKES BWI. SINOPSIS Seorang sopir lulusan SMU, menderita flu berat. Kebiasaan yang dilakukan jika flu adalah pergi ke klinik."— Transcript presentasi:

1 Ns. Juli D. Prasetyono, S.Kep STIKES BWI

2 SINOPSIS Seorang sopir lulusan SMU, menderita flu berat. Kebiasaan yang dilakukan jika flu adalah pergi ke klinik dan minta disuntik. Apa yang saya pikirkan adalah, supir tadi harus disuntik meskipun biaya mahal. Saat itu saya sarankan ia minum banyak dan minum jus jeruk. Ia tertawa dan berkata-kata “jus itu dingin” ia tak mengerti mengapa menggunakan sesuatu (makanan atau minuman) yang dingin untuk mengobati flu

3 SINOPSIS Seorang anak Amerika makan malam bersama keluarga, berusaha mengambil garam dan lada yang ada didepan ibunya. Ayahnya menegur”Apakah kucing telah mengambil lidahmu? Minta pada ibumu apa yang kamu mau, Ibu pasti akan membantu”. Seorang anak Afgan makan malam bersama keluarga meminta tolong pada ibunya untuk mengambilkan garam dan lada. Sang ayah menegur ”Apakah kamu tidak bertangan? Jangan ganggu ibumu-usahakan sendiri apa yang kamu mau”

4 Founder: Madeleine Leininger "That the culture care needs of people in the world will be met by nurses prepared in transcultural nursing." Madeleine Leininger, PhD, LHD, DS, RN, CTN, FRCNA, FAAN, LL Professor Emeritus, Wayne State University (Detroit) Adjunct Professor University of Nebraska Medical Center (Omaha) Colleges of Nursing Founder & Leader of Transcultural Nursing and Leader of Human Care Research

5 Tujuan keperawatan lintas budaya Tujuan utama keperawatan lintas budaya (transcultural nursing) adalah memahami & membantu kelompok budaya berbeda & anggota-anggotanya dengan kebutuhan asuhan keperawatan & kesehatan Melalui pengkajian aspek gaya hidup & keyakinan ttg sehat, praktik kesehatan klien, adalah meningkatkan pengambilan keputusan perawat selama pemberian asuhan

6 Tujuan keperawatan lintas budaya Askep yang relevan dengan budaya & sensitif (peka) terhadap kebutuhan klien untuk menurunkan kemungkinan stres atau konflik karena kesalahanpahaman budaya Memberikan askep lintas budaya secara prima yang relevan secara kultur dengan bermakna secara kontekstual

7 Sejarah keperawatan lintas budaya Keperawatan lintas budaya awalnya adalah kerja kelompok perawat pada program doktor antropologi yang berminat pada aplikasi antropologi di askep. Clark (1959), Leininger (1967); American Antropological Council on Nursing and Antropology (CONAA)‏ 1974 dibentuk Transcultural Nursing Society & mendapatkan pengakuan sebagai spesialisasi baru yang disebut keperawatan lintas budaya (Andrew, 1992)‏

8 Sejarah…… Leninger (1970): Antropology berkontribusi pada keperawatan ditujukan oleh kenyataan status sehat- sakit sangat kuat dipengaruhi 0leh latar belakang budaya individu. MC Keuna (1984) Dongherty (1985) keperawatan lintas budaya merupakan sintesis dari antropologi & keperawatan

9 Perkembangan keperawatan lintas budaya Konsep dipinjamKonsep kep Sintesis Antropologi Sosiologi Biologi Caring Proses keperawatan Interpersonal Komunikasi Keyakinan & nilai budaya Sistem sehat sakit Interaksi P-K Askep berfokus budaya

10 Transcultural Nursing Society

11 Caring Fenomena universal disemua budaya Namun metoda & makna caring berbeda-beda Contoh: –Caring dilakukan oleh anggota keluarga –Caring dilakukan oleh Saudara/Kerabat Wanita –Caring dilakukan oleh jenis kelamin sama

12 Caring Apa yang dinilai perawat “baik” ditentukan oleh budaya, berdasarkan budaya & diakui oleh budaya. Karenanya anggotanya dapat mengenal perawatan yang baik; tetapi mungkin bertentangan dengan orang dari budaya lainnya

13 Caring Bagi perawat yang bekerja dengan klien bermacam-macam SEMAKIN askep cocok dengan nilai-nilai & harapan klien, makin hal tersebut diterima Kepuasan klien dengan askep yang diterimanya sesuai dengan derajat yang diharapkan, telah dibagikan & terpenuhi

14 Pengertian keperawatan lintas budaya “Layanan keperawatan yang berfokus pada studi komparasi dan analisa dari budaya yang berbeda di dunia dengan mempertimbangkan perilaku caring, askep, nilai sehat sakit, keyakinan & pola perilaku sehat dengan tujuan mengembangkan pengetahuan & kemanusiaan dalam memberikan praktek askep yang mengacu pada budaya universal dan khusus” (Leininger, 1978)‏

15 Pengertian KLBdy KLBdy adalah elemen dasar semua askep, tidak hanya pemberian pada kelompok minoritas dan populasi asing, tetapi didasari pengkajian lengkap & ketrampilan analisis untuk mendapatkan perencanaan yang peka budaya & pengetahuan dalam merancang & menerapkan intervensi keperawatan yang relevan dengan budaya (Chrisman, 1990).

16 Beberapa tema dari definisi-definisi tersebut diatas: –Budaya dapat dibandingkan dengan respek pada keyakinan kesehatan, perilaku kesehatan & praktek askep. –Tujuan studi ini mengidentifikasi, menguji, menerapkan pengetahuan budaya yang relevan dengan asuhan –Outcome studi ini adalah ilmu pengetahuan yang berguna untuk praktik keperawatan –Ide ini merumuskan keperawatan LB –Kebutuhan untuk pengetahuan ini divalidasi oleh pernyataan badan/organisasi profesional perawat. (Termasuk ANA, 1996)‏ –Journal of Transcultural Nursing pada July 1989 –1990= Lapangan keperawatan lintas budaya menetapkan sertivikasi di keperawatan LB sudah ada sejak 1988

17 Konsep keperawatan lintas budaya terefleksi dalam literatur yang berhubungan dengan isue-isue praktik; Pendidikan, manajemen perawatan pada kelompok budaya khusus

18 Paradigma KLBdy Lingkungan Keperawatan Kesehatan Manusia/Orang Teori Riset Kep. Lintas Budaya Pendidikan Praktek

19 Definisi Budaya Sesuatu yang kompleks yang meliputi pengetahuan, seni, keyakinan, hukum, moral, adat istiadat & kapabilitas lainnya & kebiasaan yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat (Taylor, 1987)‏ Budaya mewakili cara persepsi, perilaku, penilaian dunia seseorang---memberikan BLUE PRINT atau paduan untuk menentukan nilai keyakinan & praktik-praktik dalam kehidupannya.

20 Karateristik Budaya Dipelajari (dari lahir)‏ Dibagikan (share) pada kelompok----ikatan Merupakan proses adaptasi lingkungannya & faktor tehnis & sumber alam Bersifat dinamis & proses berubah-ubah Setiap budaya mengartikan hubungan & peran bahwa orang-orang mengasumsikan sebagai bagian dari masyarakat sejalan dengan peran, terdapat hak & kewajiban

21 Budaya & Pembentukan Nilai Nilai= persepsi seseorang tentang sesuatu hal apakah baik atau bermanfaat Norma= peran-peran yang dilakukan manusia, berasal dari nilai budaya terkait Norma mengarah sesuai dengan nilai Norma-norma dipelajari sejak kecil

22 Fungsi Nilai Persepsi seseorang tentang nilai dipengaruhi nilai Nilai mengarahkan respon seseorang terhadap nilai orang lain Nilai refleksikan identitas seseorang bentuk dasar evalusi diri Nilai memberikan dasar untuk posisi seseorang pada berbagai isue personal, profesional, sosial, politik Nilai yang merupakan perilaku motivasi diekspresikan melalui perasaan, tindakan & pengetahuan. Nilai-nilai tujuan keprilakuan Nilai memberikan makna kehidupan & meningkatkan harga diri

23 Kesukuan Ethinicity (Kesukuan) merujuk pada nilai, persepsi, perasaan, asumsi & karateristik fisik dihubungkan dengan afiliasi kelompok ethnik atau keanggotaan Kesukuan mempengaruhi rasa tentang jarak & waktu serta rasa kepemilikan. Hal ini akan berkembang karena kontak yang sering dengan keluarga, teman & tetangga

24 Budaya dan Perubahan Stabil & dinamis, dipengaruhi oleh lingkungan perubahan lambat (nilai-nilai & taboo) dan cepat untuk menghasilkan norma baru Kadang menimbulkan kebingungan budaya sementara, norma & nilai adalah mengarahkan perubahan perilaku

25 Konsep Lingkungan Seluruh fenomena, tangibel & simbolik yang mempengaruhi perkembangan keyakianan dan perilaku –Lingkungan fisik: iklim, geografi, perumahan, sanitasi, kwalitas udara –Lingkungan sosial: struktur yang terkait dengan sosialisasi seseorang dalam group di masyarakat –Lingkungan simbolik: musik, seni, sejarah--- komunikasi sesuai dengan nilai & norma

26 Konsep Kesehatan Kesehatan/sehat:konsep sentral karena interaksi P-K difokuskan pada beberapa aspek & kesehatan. Konsep:sejahtera, sakit, penyakit Untuk mengapresiasikan – orientasi sehat klien:pemahaman tentang sehat-sakit, sebab & pencegahan penyait, sumber kesehatan, pengobatan & praktek penyembuhan, jenis praktek sehat & pilihan sistem yan kes

27 Panduan pengkajian manifestasi budaya Riwayat budaya yang umum, lokasi Orientasi nilai (etik, norma standar, sikap- sikap)‏ Hubungan interpersonal (keluarga, kesopanan)‏ Komunikasi(pola, seni, literatur)‏ Agama & magis (jenis, praktek, taboo)‏ Sistem sosial (ekonomi, politik, pendidikan)‏ Kebiasaan makan & diet (nilai, praktik)‏ Keyakinan sistem sehat sakit (nilai, perilaku)‏

28 Konsep Kesehatan Sehat: harmoni antara manusia & alam Sakit: penyimpangan perilaku atau patologi Keadaan sakit: persepsi perasaan subyektif & tidak nyaman Sickness:Personal state of illnes

29 Konsep Keperawatan Perawat profesional: para perawat punya nilai, keyainan & perilaku sama sebaga warga kelas menengah yang dominan Hambatan budaya: –Cultural Blindness, Cultural shock –Cultural konflict, Cultural imposition –Stereotyping Membangun budaya –Cultural sensitivity –Cultural relatism---empathy budaya, through assessment an individual, atau ciri dari kelompoknya

30 Pengalaman Silang Budaya Same outward form but differ in meaning –P: Bu datang ke klinik jam 2 pm –K: Klien datang ke klinik siang hari –Harapan P: K datang jam 1.50 sehingga jam 2 sudah dimulai Meaning & form are similar but time or place differs –P: Bu minum obat 3 pil ini sehari setelah makan –K: Minum obat saat makan 3 pil sekaligus –Harapan P: K minum obat 3 X sehari setelah makan Different form exits for the same intended meaning –Gelengkan kepala: America---No, India---Yes –Tangan fleksi berkali-ali: Amerika---good bye, Afgan--- Kemari

31 Pemahaman budaya sebagai konsep merupakan arahan bagi P untuk menilai sehat, perilaku sehatnya sebaik nilai & perilaku sehatnya klien Dampak kurang sabar, tidak toleran, memutuskan berdasarkan nilai diri Cara untuk menghindari konflik budaya adalah pemahaman budaya sendiri & orang lain P harus cari cara memberikan caring utuk klien yang sesuai dengan persepsi klien tentang masalah kesehatan & tujuan pengobatannya Rule: Makin berbeda budaya klien dari P, makin sulit tugas dilakukan

32 Branch & Paxton: cara-cra perawat menekan konflik budaya sbb: Askep holistik-penekanan pada orang lingkungan (budaya) sehat & keperawatan Bantu hubungan P-K melalui sumber khusus seperti perawat bilingual, penterjemah, perawat bicultural Tetapkan norma yang mengijinkan keluarga terlibat proses penyembuhan Identifikasi & ketahui sumber-sumber masyarakat non tradisional seperti herbalist lokal

33 Cara menekan konflik budaya Rujuk pada penyembuh yang tepat untuk penyakit tertentu Gunakan program in service untuk penjelasan lebih lanjut ke komunitas tentang praktek kesehatan khusus Promosikan keberagaman body sebagai konsep pada pendidikan mahaiswa keperawatan

34 Komunikasi silang budaya Komunikasi dengan anggota keluarga & orang terdekat: yang utama mengasuh anak Perkenalan: panggil nama kecil, nama keluarga atau gelar Space,jarak & keintiman= 4 zona (zona intim: ft; personal distance: ft; social distance: 4-12 ft; public distance: 12+ ft)‏ Interaksi P-K dipengaruhi derajat keintiman yang diinginkan

35 Hambatan Komunikasi Tim kesehatan berharap klien membutuhan pelayanan, hormat pada tim kes, kooperatif dengan perilaku yang diminta----RS, Klinik,lainnya Klien latar belakang beda, persepsi beda tentang peran yang tepat pada individu & keluarga yang sakit saat mencari pertolongan ke yankes Jika perawat terganggu dengan klien yang banyak tanya, postur bertahan atau perasaan tdk nyaman----KONFLIK

36 PERILAKU PERAN SAKIT BERVARIASI DARI AGRESIF SAMPAI PASIF Orang Yahudi Amerika dan Itali sering mengeluh selama sakit Orang Asia dan Asli amerika lebih tenang dan menerima

37 Komunikasi Non Verbal Lima jenis: –Vocal cues: kualitas suara –Action cues: postur, gesture, ekspresi wajah –Object cues: pakaian, perhiasan, gaya rambut, –Use Personal & jarak teritori –Sentuhan: menggunakan jarak personal & aksi Perawat harus memahami perilaku non verbal klien yang mungkin merupakan info penting: melalui eksppresi wajah, diam, sentuhan, kontak mata, atau bahasa tubuh lainnya

38 Komunikasi Universal Ekspresi wajah: mata melotot saat marah (Amerika & Jepang)‏ Jabat tangan & senyum Diam: tdk nyaman, memahami, mikir, persetujuan, hargai ortu Kontak mata: tdk sopan & agresif Sentuhan: pahami secara hati-hati (bukan muhrim, pamali pegang kepala)‏

39 Pertimbangan Gender Perempuan & laki-laki tdk jabat tangan Perempuan & laki-laki tdk berdua saja, perlu ditemani orang lain Pertemuan sesama jenis kelamin diterima budaya dgn ekspresi bergandeng tangan

40 Variasi Biokultur Sehat-Sakit Keadaan umum: 4 area: –Penampilan fisik –Struktur tubuh –Mobilisasi –Perilaku Proporsi tubuh, tinggi, berat badan –TB, BB, kaki> panjang saat duduk; bahu lebar, pinggul sempit –Anak imigran tergantung tempat tinggalnya. Beda dari asalnya (nutrisi>baik dan tdk infeksi saat usia kritis)‏

41 Kulit –Perawat perlu ketrampilan mengkaji kulit pada berbagai budaya, bedakan warna kulit normal & patologis –Observasi, kenal perubahan warna kulit, terpapar berulang dgn gradasi warna kulit Mongolian spot, vitiligo (kulit tanpa pigmen), akibat hormon (sexual skin), sianosis, jaundis, pucat, eritema, petekie, dll

42 Sistem otot rangka (densitas, resiko osteoporosis)‏ Rambut (keriting, lurus, nutrisi)‏ Mata (warna iris & pigmentasi retina)‏ Telinga (serumen kering & basah)‏ Mulut (cleft uvula, cleft lips & palate)‏ Gigi (waktu tumbuh, ukuran)‏ Uji laboratorium (nilai Hb/Ht, kolesterol)‏ Efek samping obat (asia lebih peka dari orang putih)‏

43 Budaya dan Prevalensi Penyakit Taraf hidup sehat tinggi, perbedaan tingkat kematian, dan penyakit poada kelompok suku bangsa Pamahaman ttg variasi biokultur abnormal akan bantu P fokuskan bantuan pada kelompok resiko Dgn GE pada anak, gejala hampir sama tetapi beda kultur, diare mrp intoleransi laktosa pada African American, Kista Fibrosis pada kulit putih

44 Pengambilan keputusan klinik & tindakan keperawatan Setelah pengkajian lengkap----perawat buat keputusan klinik & tindakan keperawatan Perhatikan: cultural preservation (maintanence); cultural care accomodation (negociation); dan cultural care repattering (restructuring)—benefit, kepuasan dan berarti bagi klien

45 Culural preservation: bantu budaya tertentu untuk pertahankan nilai care yang berhubungan shg sehat Cultural accomodation: bantu budaya tertentu untuk bernegoisasi untuk manfaat dan sehat yang memuaskan bersama tim kesehatan Cultural repattering: bantu budaya tertentu untuk berubah, memodifikai gaya hidup mereka untuk kesehatan yang memuaskan daripada sebelumnya

46 Evaluasi Evaluasi atas keputusan klinik dan tindakan keperawatan yang efektif perlu MELIBATKAN klien dan keluarga

47 INDONESIA Tantangan mengembangkan keperawatan lintas budaya Terdiri dari pulau dan kepulauan Terdiri dari 250 lebih suku bangsa (Amerika 150 suku bangsa)---variasi biokultur lebih besar

48 Bangsa Indonesia Teori, Riset, praktik keperawatan, pendidikan KEPERAWATAN LINTAS BUDAYA Untuk masyarakat INDONESIA Beda nilai, norma, sikap, gaya hidup Tentang kesehatan, cara pengobatan

49 Indonesia kaya akan lintas budaya dan silang budaya Contoh: –Praktek tentang kehamilan, persalinan, nifas, pengasuhan anak, cara membesarkan anak –Tidak bertentangan dengan kesehatan –Bertentangan dengan kesehatan

50


Download ppt "Ns. Juli D. Prasetyono, S.Kep STIKES BWI. SINOPSIS Seorang sopir lulusan SMU, menderita flu berat. Kebiasaan yang dilakukan jika flu adalah pergi ke klinik."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google