Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Zulhelman Jurusan Teknik Elektro, Universitas Indonesia, Indonesia Media Independent Handover IEEE 802.21.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Zulhelman Jurusan Teknik Elektro, Universitas Indonesia, Indonesia Media Independent Handover IEEE 802.21."— Transcript presentasi:

1 Zulhelman Jurusan Teknik Elektro, Universitas Indonesia, Indonesia Media Independent Handover IEEE

2 Outline Mobilitas dan Handover Sasaran Type Handovers Strategi Handover Key Functions Layanan MIH IEEE Features Skenario Handover Kesimpulan

3 Sistem radio bergerak memenuhi dua kebutuhan dasar manusia yaitu berkomunikasi dan mobilitas, komunikasi berarti pertukaran informasi antar manusia, manusia dengan mesin, mesin dengan mesin dsb. Handover memungkinkan komunikasi dapat dilakukan bersamaan dengan mobilitas manusia. Mobilitas dan Handover

4 Kebutuhan Mobilitas untuk Convergence 1.Seamless mobility between multiple radio technologies 2. IP-based protocols and networks 3. Support for evolving usage models 4. Always connected to IMS, Content and Web services 5. Upgradeable for future more capable devices 6. No user intervention required

5 Sasaran : Architecture to enable low-latency handover across multiples technology access networks Help in handover decision making Standard functions to help gather network characteristics Standard command procedures for seamless handovers Supports both station initiated and network initiated handovers

6 Types of Handovers Hard handover: Break-before-Make Soft handover: Make-before-Break. Need to use two radios Horizontal Handover: Same radio access technology (RAT) Vertical Handover: Different technologies Terminal Controlled Terminal Initiated, Network assisted Network Initiated, Network controlled

7 History dan Status Dimulai dari new study group, IEEE pada bulan Maret 2003 Perkembangan selanjutnya seperti gambar berikut

8 MIH (Media Independent Handover), arsitektur protokol :

9 Strategi Handover STA Initiated, Network Assisted Network Initiated, STA Assisted STA Initiated, Network Assisted Seleksi optimal dari beberapa entitas Radio Upper Layer dilakukan oleh STA. dimana link management entities pada STA, memilih optimal radio link ketika terdapat beberapa jaringan yang tersedia. Kriteria handover didasarkan pada : - kualitas link - harga layanan - karakteristik jaringan - costumer preferences - context, dan lain- lain.

10 STA Initiated, Network Assisted

11 Network Initiated Handover Entitas Upper Layer pada Jaringan memilih link radio yang optimal ketika dia mendeteksi berbagai jaringan yang dimonitor status linknya pada STA melalui interface standard. Pada beberapa kasus, prosedur handover ini lebih efisien

12 Network Initiated Handover

13 IEEE Features Network Selection: - Memungkinkan users untuk memilih diantara jaringan 802.3, , , 3GPP, 3GPP2 networks - MS can automatically connect to the right network by observing user selections or by user policies - MS can notify user when available networks change or a switch occurs Session Continuity: Allows make before break handovers Open Interface for: - Link state event reporting - Intersystem information service - Handover control (command) service

14 Key Functions Mengurangi konsumsi daya dengan menghindari scaninng dan pemakaian informasi yang tidak diperlukan module is turned on hanya jika tersedia/available. Mengurangi konsumsi daya dengan pemakaian backend (core) network Mengurangi waktu handover time by passing security/QoS information ke next point of service Allow service providers to enforce their policies and roaming agreements

15 Concepts Point of Access (PoA): Base Station or Access Point Mobile Node L2 Trigger: Layer 2 events Radio Access Technology (RAT): , ,...

16 Layanan MIH Pada layanan ini optimalisasi Handover dilakukan pada Layer 3 dan layer di atasnya, yaitu 802.3, , , Cellular. Layanan kuncinya adalah : 1. L2 Triggers dan Laporan Pengukuran , radios Enables Network Initiated Handovers 2. L ayanan Informasi Optimum Network Discovery and Selection Lower Power operation for Multi-Radio devices 3. Pesan-pesan Handover Antara Mobile Node (MN) dan Point of Service (PoS) (misal, BS/AP) Antara PoS 1 dan PoS 2 (Resource Query, HO Indication)

17 MIH Services

18 Interaksi antara L2 dan Upper Layers. 1. Link Layer reports the link status to Upper Layers Entities. 2. Upper Layer Entities make optimal handover decision and command the switch between available radio links 3. Link Layer reports the execution result of the switch command 4. Entitas Upper Layer request status link.

19 Solusi yang tersedia saat ini Solusi handover yang tersedia dipusatkan disekitar handover teknologi intra (AP to AP, BS to BS dan secara tipikal pada domain AAA yang sama), solusi yang telah distandarkan : Solusi IEEE Otentikasi awal (didefinisikan pada i) 2.Fast BSS Transition (under Sponsor Ballot in TGr) Solusi IEEE : Optimisasi proses Handover (didefinisikan pada e) Solusi IEEE Solusi Roaming (reconnect) (under letter Ballot in 802.1af) Tujuan utama solusi diatas adalah mengurangi waktu untuk melakukan otentikasi akses jaringan yang didasarkan EAP.

20 fungsi MIH (MIHF)

21 interface antar entitas

22 General MIH Reference Model and Service Access Points (SAPs)

23

24 Key Interfaces for Handovers

25 Dalam keamanan handover terdapat tiga langkah keamanan akses jaringan yaitu : 1. Autentikasi Akses Jaringan 2. Secure association 3. Kontrol akses dan ciphering Entitasnya : MN: Mobile Node PoA: Point of Attachment (e.g., Access Point) AS: Authentication Server (e.g., AAA server)

26 Skenario Handover Intra-technology Handovers Inter-technology Handovers

27 Intra-technology Handovers Solusi yang tersedia saat ini di dipusatkan disekitar handover teknologi intra (AP to AP, BS to BS dan secara tipikal pada domain AAA yang sama) terdiri dari : Solusi IEEE : Authentikasi awal (didefinisikan pada i) Fast BSS Transition (under Sponsor Ballot in TGr) Solusi IEEE : Optimisasi proses Handover (didefinisikan pada e) IEEE solution Solusi Roaming (reconnect) (under letter Ballot in 802.1af) Tujuan utama solusi diatas adalah mengurangi waktu untuk melakukan otentikasi akses jaringan yang didasarkan EAP.

28 Inter-Technology Handovers 1. Dual radio handover MN mempunyai dua radios, dan kedua radios ditransmisikan pada waktu yang sama selama handovers. Penyiapan target dilakukan melalui radio target. Memungkinkan ‘make-before-break’ handover at L1/L2 dan as such service disruption can be avoided. 2. Single radio handover: MN mempunyai dua radio tapi hanya satu radio yang ditransmisikan pada satu waktu karena co-existence, interference, battery issues. Penyiapan target dilakukan oleh radio sumber. Pembatasan handover ‘break-before-make’ pada L1/L2 dan layanan seperti service disruption tidak dapat dihindari tanpa optimisasi tambahan.

29 Permasalahan yang timbul dalam penerapan protokol ini adalah Security-related signaling dapat meningkatkan keterlambatan dalam upaya single-radio handover dan pada beberapa kasus keberlanjutan layanan. Handover techniques that assume concurrent radio usage cannot be used Even for dual-radio devices it might make sense to reduce the security- related signaling, as it decreases the time that both radios need to be active and thus can increase battery life In addition, handovers between networks within the same AAA domains or different AAA domains pose different challenges

30 Kebutuhan Mobilitas untuk Convergence 1.Seamless mobility between multiple radio technologies 2. IP-based protocols and networks 3. Support for evolving usage models 4. Always connected to IMS, Content and Web services 5. Upgradeable for future more capable devices 6. No user intervention required

31 Kelebihan IEEE MIH untuk mobilitas : IEEE MIH, memungkinkan seamless handovers melalui teknologi akses yang berbeda. Enhances user experience during handover, optimasi Layer 3 handover (seperti Mobile IP, Proxy Mobile IP, SIP). Menyediakan keberlanjutan QoS melalui teknologi yang berbeda. Minimizes service interruption Menyediakan kemudahan dalam implementasi. Hanya sedikit perangkat lunak yang diperlukan pada terminal client. Tidak ada modifikasi akses radio jaringan. Penambahan satu server MIH pada jaringan IP. Mendukung handover dikontrol oleh Network atau Client.

32 KESIMPULAN 1. Protokol IEEE digunakan untuk mengatur handover pada semua media, yang ada saat ini, yaitu WLAN, WMAN, Selular. 2. Berada diatas Lapisan Link layer, berarti dibuat dalam bentuk perangkat lunak 3. Dlam pengamanan handover terdapat tiga langkah keamanan akses jaringan yaitu : 1. Autentikasi Akses Jaringan 2. Secure association 3. Kontrol akses dan ciphering 4. Kunci utama adalah daya, waktu handover, rouming aggrement antar service provider.

33 DAFTAR PUSTAKA [1]http://www.google.co.id/search?hl=id&rlz=1T4TSHB_enID297ID297&q=IEEE &btnG=Telusu ri&meta waktu akses 17 Oktoberhttp://www.google.co.id/search?hl=id&rlz=1T4TSHB_enID297ID297&q=IEEE &btnG=Telusu ri&meta [2]http://standards.ieee.org/guides/bylaws/sect6-7.html#6 waktu akses 19 Oktober 2008http://standards.ieee.org/guides/bylaws/sect6-7.html#6 [3] waktu akses 21 Oktober 2008http://www.cse.wustl.edu/~jain/cse [4] V. Gupta, et al, "IEEE Media Independent Handover:Tutorial," Jul 2006, 65 pp.,


Download ppt "Zulhelman Jurusan Teknik Elektro, Universitas Indonesia, Indonesia Media Independent Handover IEEE 802.21."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google