Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

CA REVIEW Pelaporan Korporat Pertemuan 10 Instrumen Keuangan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "CA REVIEW Pelaporan Korporat Pertemuan 10 Instrumen Keuangan."— Transcript presentasi:

1

2 CA REVIEW Pelaporan Korporat Pertemuan 10 Instrumen Keuangan

3 PSAK 50 (R EVISI 2014) INSTRUMEN KEUANGAN: PENYAJIAN

4 3 Perkembangan Pengaturan Instrumen Keuangan PSAK LAMA sd Th 1998  PSAK 09 Penyajian aktiva lancar dan kewajiban lancar  PSAK 50 Sekuritas  PSAK 43 Akuntansi Anjak Piutang  PSAK 21 Akuntansi Ekuitas  PSAK 31 Akuntansi Perbankan  PSAK 50 Akuntansi Investasi Efek Tertentu  PSAK 51 Akuntansi Kuasi Organisasi  PSAK 55 Akuntansi Instrumen Deivatif dan Aktivitas Lindung Nilai  PSAK 54 Akuntansi Restrukturisasi Hutang Piutang Bermasalah PSAK Revisi 2006  PSAK 50 Instrumen Keuangan Penyajian dan Pengungkapan  PSAK 55 Instrumen Keuangan Pengakuan dan Pengukuran PSAK Revisi 2010  IAS 1 Jan 2009  PSAK 50 Penyajian  PSAK 55 Pengakuan dan Pengukuran  PSAK 60 Pengungkapan PSAK 50, 55, 60 Revisi 2014  IAS eff1 Jan 2013

5 4 Instrumen Keuangan 50,55,60 Definisi Pemisahan liabilitas dan ekuitas Instrumen keuangan majemuk. Saham treasuri, bunga, dividen, kerugian/keunntungan Saling hapus atas aset dan liabilitas Definisi dan klasifikasi Derivatif melekat Pengakuan dan penghentian pengakuan Pengukuran awal, pengukuran selanjutnya, reklasifikasi, penurunan nilai. Lindung Nilai Instrumen Keuangan IAS 32 IAS 39IFRS 7 PSAK 50 PSAK 55PSAK 60  Kelas instrumen keuangan dan tingkat pengungkapan  Signifikansi instumen terhadap kinerja  Sifat dan cakupan risiko – pengungkapan kualitatif & kuantitatif

6 PSAK 50 PSAK 50 merupakan adopsi dari IAS 32 Financial Instrument: Presentation PSAK revisi 2006 baru berlaku 2008  ditunda penerapan 2010 PSAK revisi 2010 merevisi PSAK 50 (sebelumnya mengenai instrumen keuangan: penyajian dan pengungkapan yang diterbitkan tahun 2006). PSAK 50 (revisi 2010) diadopsi dari IAS 32 versi Oktober PSAK 50 (2014) – Penghapusan pengaturan pajak penghasilan terkait dividen – Penambahan persyaratan saling hapus aset dan liabilitas keuangan – Penyesuaian definisi nilai wajar sesuai PSAK 68 5 Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur yang tidak material

7 PSAK 50 (2006) Merubah PSAK 50 Akuntansi investasi efek tertentu  mengatur penyajian dan pengukuran PSAK 50 (revisi 2006) mengatur tentang instrumen keuangan: penyajian dan pengungkapan. Perubahan menyeluruh instrumen keuangan karena sebelumnya hanya mengatur investasi efek tertentu, tidak termasuk bentuk instrumen keuangan yang lain. 6

8 PSAK 50 (2010) PSAK 50 (revisi 2010) hanya mengatur tentang penyajian instrumen keuangan. Pengaturan tentang pengungkapan instrumen keuangan diatur dalam PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan. – Ruang lingkup & Definisi (puttable instrument) – Penyajian : Liabilitas dan ekuitas Instrumen keuangan majemuk Saham treasuri Bunga, dividen, keuntungan dan kerugian Saling hapus aset dan liabilitas keuangan Pengaturan baru : puttable instrumen; Kewajiban menyerahkan bagian aset neto secara prorata saat likuidasi; Reklasifikasi dari liabilitas keuangan ke instrumen ekuitas dan sebaliknya. 7

9 Isi PSAK 50 – Revisi 2014 Tujuan, Ruang Lingkup dan Definisi Penyajian – Liabilitas dan Ekuitas – Instrumen Keuangan Majemuk – Saham yang Diperoleh Kembali – Saham, Deviden, Kerugian dan Keuangan – Saling Hapus antar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan (revisi 2013) Pedoman Penerapan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari PSAK 50 Contoh Ilustrasi, melengkapi tetapi bukan merupakan bagian dari PSAK 50 8

10 Tujuan 9 Prinsip penyajian instrumen keuangan sebagai liabilitas atau ekuitas dan saling hapus aset keuangan dan liabilitas keuangan. Tujuan PSAK 50 ini adalah untuk menetapkan: Prinsip pengakuan dan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan dalam PSAK 55 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran; dan Pengungkapan informasi mengenai prinsip tersebut dalam PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan Prinsip dalam Pernyataan ini melengkapi :

11 Ruang Lingkup Diterapkan semua entitas untuk semua jenis instrumen keuangan kecuali – kepentingan di entitas anak, entitas asosiasi atau ventura bersama. – hak dan kewajiban pemberi kerja berdasarkan program imbalan kerja yang diatur dalam PSAK 24 – kontrak asuransi – instrumen keuangan yang termasuk dalam ruang lingkup kontrak asuransi karena instrumen keuangan tersebut mengandung fitur partisipasi tidak mengikat. – instrumen keuangan, kontrak, dan kewajiban dalam transaksi pembayaran berdasarkan PSAK 53 Diterapkan pada kontrak pembelian dan penjualan item non keuangan yang dapat diselesaikan secara neto dengan kas atau instrumen keuangan lainnya, atau dengan mempertukarkan instrumen keuangan 10

12 Klasifikasi Instrumen Keuangan 11 Definisi Instrumen Keuangan setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas entitas lain Kewajiban kontraktual Kas Kontrak diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas Hak kontraktual Instrumen ekuitas entitas lain Aset Keuangan Liabilitas keuangan kontrak yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas Ekuitas Kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan seluruh kewajibannya

13 12 Instrumen Keuangan setiap kontrak yang menambah nilai: ► aset keuangan entitas, dan (disisi lain) ► liabilitas keuangan atau ► instrumen ekuitas entitas lain. ► Aset Keuangan  Kas  Instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas lain  Hak kontraktual: untuk menerima kas atau aset keuangan lainnya dari entitas lain; atau untuk mempertukarkan aset keuangan dengan entitas lain dengan kondisi berpotensi untung; atau  Kontrak yang akan diselesaikan dengan penerbitan instrumen ekuitas entitas nonderivatif derivatif ► liabilitas Keuangan  Kewajiban kontraktual: untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada entitas lain; atau untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan entitas;  kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas dan merupakan suatu: non derivatif; atau derivatif

14 Aset dan Liabilitas Keuangan - PA Kas adalah aset keuangan karena merupakan alat tukar dan menjadi dasar pengukuran dan pengakuan seluruh transaksi dalam laporan keuangan Contoh instrumenkeuangan yang mencermintak hak kontraktual – Piutang usaha dan utang usaha – Weset tagih dan wesel bayar – Pinjaman yang diberikan dan pinjaman yang diterima – Piutang obligasi dan utang obligasi – Instrumen utang perpetual Liabilitas atau aset nonkontraktual (seperti pajak penghasilan yang timbul karena peraturan pemerintah) bukan liabilitas dan aset keuangan, kewajiban kontruktif bukan liabilitas keuangan. 13

15 Definisi Nilai Wajar nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. 14 “...the price that would be received to sell an asset or transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date.” IFRS 13 para 9

16 Penerbit instrumen keuangan pada saat pengakuan awal mengklasifikasikan instrumen tersebut atau komponennya sebagai liabilitas keuangan, aset keuangan, atau instrumen ekuitas sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan, aset keuangan, dan instrumen ekuitas. Penyajian Liabilitas dan Ekuitas– par 15

17 Instrumen instrumen ekuitas jika, dan hanya jika, kedua kondisi (a) dan (b) berikut terpenuhi: a)Instrumen tersebut tidak memiliki kewajiban kontraktual untuk: i.menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada entitas lain; atau ii.mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan penerbit. Penyajian Liabilitas dan Ekuitas– par 16 b)jika instrumen tersebut akan atau mungkin diselesaikan dengan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas, instrumen tersebut merupakan: i.nonderivatif yang tidak memiliki kewajiban kontraktual bagi penerbitnya untuk menyerahkan suatu jumlah yang bervariasi dari instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas; atau ii.derivatif yang akan diselesaikan hanya dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas.

18 Instrumen yang Mempunyai Fitur Opsi Jual Instrumen yang mempunyai fitur opsi jual (puttable instrument) adalah instrumen keuangan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menjual kembali instrumen kepada penerbit dan memperoleh kas atau aset keuangan lain atau secara otomatis menjual kembali kepada penerbit pada saat terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti di masa yang akan datang atau kematian atau purna karya dari pemegang instrumen. 17 kewajiban kontraktual bagi penerbit untuk membeli kembali atau menebus instrumen tersebut dan menerima kas atau aset keuangan lain pada saat melakukan eksekusi opsi jual tersebut. (par 13) Diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika memiliki semua fitur berikut: – Memberikan hak kepada pemegangnya bagian prorata atas aset neto entitas pada saat dilikuidasi – Instrumen berada dalam kelas instrumen yang merupakan subordinat dari seluruh instrumen lain – Selain bentuk instrumen keuangan (lihat definisi) – Jumlah arus kas yagn diharapkan didasarkan secara substansial pada laba rugi, perubahan aset neto

19 Instrumen keuangan termasuk kewajiban kontraktual bagi entitas penerbit untuk menyerahkan kepada entitas lain bagian prorata aset neto hanya pada saat likuidasi. (par 16C) Kewajiban timbul karena likuidasi pasti terjadi dan berada di luar kendali atau tidak pasti terjadi namun berdasarkan opsi dan pemegang instrumen. Diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika memiliki seluruh fitur: – Memberikan hak bagian prorata aset neto enttitas – Instrumen berada pada kelas instrumen yang merupakan subordinat dari seluruh kelas instrumen lain. – Seluruh instrumen berada pada kelas subordinat instrumen lain harus memiliki kewajiban kontraktual identik untuk menyerahkan bagian prorata aset neto pada saat likuidasi Penyerahan pada Pihak lain saat Likuidasi

20 Reklasifikasi Instrumen Entitas mengklasifikasikan instrumen keuangan sebagai instrumen ekuitas (sejak tanggal ketika instrumen memiliki seluruh fitur dan memenuhi kondisi yang ditetapkan. Entitas mereklasifikasi instrumen keuangan sejak tanggal ketika instrumen tidak lagi memiliki seluruh fitur atau memenuhi kondisi di paragraf tersebut. Contoh: Jika entitas menebus seluruh instrumen tanpa opsi jual yang diterbitkan dan setiap instrumen yang mempunyai fitur opsi jual yang masih beredar memiliki seluruh fitur dan memenuhi semua kondisi di paragraf 13 dan 14, maka entitas mereklasifikasi instrumen yang mempunyai fitur opsi jual sebagai instrumen ekuitas dari tanggal ketika entitas menebus instrumen tanpa opsi jual. 19

21 Penyelesaian Kontijensi Instrumen keuangan dapat mensyaratkan entitas untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain tergantung pada terjadi atau tidak terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti di masa depan (kontiijensi). Instrumen dengan penyelesaian kontijensi adalah liabilitas keuangan, kecuali jika: – Bagian dari ketentuan penyelesaian kontijensi adalah tidak sah – Penerbit dapat disyaratakan untuk menyelesaikan kewajiban hanya dalam kondisi penerbit dilikuidasi – Instrumen tersebut memiliki fitur 16A&B. 20

22 Pilihan Penyelesaian Jika instrumen keuangan derivatif memberi kepada salah satu pihak pilihan cara penyelesaian (misalnya penerbit atau pemegang instrumen dapat memilih penyelesaian secara neto dengan kas atau mempertukarkan saham dengan kas), maka instrumen tersebut adalah aset keuangan atau liabilitas keuangan, kecuali jika seluruh alternatif penyelesaian yang ada menjadikannya sebagai instrumen ekuitas. – Contoh: opsi saham yang memberi pilihan kepada penerbit untuk menentukan penyelesaian secara neto dengan kas atau mempertukarkan sahamnya dengan sejumlah kas. 21

23 Penyelesaian Kontijensi Oleh karenanya, instrumen keuangan adalah liabilitas keuangan bagi penerbit, kecuali jika: – bagian dari ketentuan penyelesaian kontinjensi yang mensyaratkan penyelesaian secara kas atau melalui penyerahan aset keuangan lain (atau jika tidak, untuk menyelesaikannya sebagaimana jika instrumen tersebut berupa liabilitas keuangan) adalah tidak sah (not genuine); atau – penerbit disyaratkan untuk menyelesaikan kewajibannya dengan kas atau dengan penyerahan aset keuangan lain (atau jika tidak, untuk menyelesaikannya sebagaimana jika instrumen tersebut merupakan liabilitas keuangan) hanya dalam kondisi penerbit dilikuidasi; atau – instrumen tersebut memiliki seluruhfitur dan memenuhi kondisi di paragraf 13 dan

24 Instrumen Keuangan Majemuk Penerbit instrumen keuangan nonderivatif mengevaluasi persyaratan instrumen keuangan untuk menentukan apakah instrumen tersebut mengandung komponen liabilitas dan ekuitas. Komponen tersebut diklasifikasikan secara terpisah sebagai liabilitas keuangan, aset keuangan,, atau instrumen ekuitas sesuai dengan ketentuan di paragraf 11. Entitas mengakui secara terpisah komponen instrumen keuangan yang: – menimbulkan liabilitas keuangan bagi entitas; dan – memberikan opsi bagi pemegang instrumen untuk mengkonversi instrumen keuangan tersebut menjadi instrumen ekuitas dari entitas yang bersangkutan. Penerbit instrumen keuangan nonderivatif mengevaluasi persyaratan instrumen keuangan untuk menentukan apakah instrumen tersebut mengandung komponen liabilitas dan ekuitas. Komponen tersebut diklasifikasikan secara terpisah sebagai liabilitas keuangan, aset keuangan,, atau instrumen ekuitas sesuai dengan ketentuan di paragraf 11. Entitas mengakui secara terpisah komponen instrumen keuangan yang: – menimbulkan liabilitas keuangan bagi entitas; dan – memberikan opsi bagi pemegang instrumen untuk mengkonversi instrumen keuangan tersebut menjadi instrumen ekuitas dari entitas yang bersangkutan. 23

25 Instrumen Keuangan Majemuk Contoh: Obligasi atau instrumen serupa dapat dikonversi oleh pemegangnya menjadi saham biasa dengan jumlah yang telah ditetapkan merupakan instrumen keuangan majemuk. Dari sudut pandang entitas, instrumen ini terdiri dari dua komponen: – liabilitas keuangan (perjanjian kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain); dan – instrumen ekuitas (opsi beli yang memberikan hak pada pemegangnya selama jangka waktu tertentu untuk mengkonversi instrumen tersebut menjadi saham biasa dengan jumlah yang telah ditetapkan). 24

26 Saham Treasuri Jika entitas. memperoleh kembali instrumen ekuitasnya, maka instrumen tersebut (saham treasuri) dikurangkan dari ekuitas. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari pembelian, penjualan, penerbitan, atau pembatalan instrumen ekuitas entitas tersebut tidak diakui dalam laba rugi. Saham treasuri tersebut dapat diperoleh dan dimiliki oleh entitas yang bersangkutan atau oleh anggota lain dalam kelompok usaha yang dikonsolidasi. Imbalan yang dibayarkan atau diterima diakui secara langsung di ekuitas. 25 Nilai saham treasuri yang dimiliki diungkapkan secara terpisah, dalam Iaporan posisi keuangan atau catatan atas laporan keuangan, sesuai dengan PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan. Entitas mengungkapkan sesuai dengan PSAK 7: Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi jika saham treasuri diperoleh oleh pihak-pihak berelasi. Nilai saham treasuri yang dimiliki diungkapkan secara terpisah, dalam Iaporan posisi keuangan atau catatan atas laporan keuangan, sesuai dengan PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan. Entitas mengungkapkan sesuai dengan PSAK 7: Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi jika saham treasuri diperoleh oleh pihak-pihak berelasi.

27 Bunga, Deviden, Kerugian dan Keuntungan Bunga, dividen, keuntungan, dan kerugian yang terkait dengan instrumen keuangan atau komponen yang merupakan liabilitas keuangan diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laba rugi. Distribusi kepada pemegang instrumen ekuitas didebit oleh entitas secara langsung ke ekuitas, setelah dikurangi dampak pajak penghasilan terkait. Biaya transaksi yang timbul dari transaksi ekuitas, dicatat sebagai pengurang ekuitas, setelah dikurangi dampak pajak penghasilan terkait. 26

28 Pajak Dividen Pajak penghasilan yang terkait dengan distribusi kepada pemegang instrumen ekuitas dan biaya transaksi dicatat sesuai dengan PSAK 46: Pajak Penghasilan. Entitas umumnya menanggung berbagai biaya dalam penerbitan atau perolehan kembali instrumen ekuitasnya. Biaya transaksi yang timbul dari transaksi ekuitas dicatat sebagai pengurang ekuitas (setelah dikurangi dampak pajak penghasilan), sepanjang biaya tersebut merupakan biaya tambahan yang dapat diatribusikan secara langsung dengan transaksi ekuitas, namun diabaikan jika tidak dapat diatribusikan secara langsung. Biaya transaksi ekuitas yang diabaikan tersebut diakui sebagai beban. 27

29 Saling Hapus Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, entitas: – saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan sating hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan – berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Dalam akuntansi untuk transfer atas aset keuangan yang tidak memenuhi kualifikasi penghentian pengakuan, entitas tidak boleh melakukan saling hapus aset keuangan yang ditransfer dan liabilitas terkait (lihat PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran paragraf 36). Entitas mengungkapkan informasi yang disyaratkan dalam PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan paragraf 13B-13E untuk pengakuan instrumen keuangan yang termasuk dalam ruang lingkup paragraf PSAK 60 paragraf 13A. 28

30 Saling Hapus - PA Untuk memenuhi kriteria saling hapus, entitas saat ini harus memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus. Ini berarti bahwa hak saling hapus: – harus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan; dan – harus dapat dipaksakan secara hukum terhadap seluruh keadaan, sebagai berikut: situasi bisnis yang normal; peristiwa kegagalan; dan peristiwa kepailitan atau kebangkrutan dari entitas dan seluruh pihak lawan. 29

31 Saling Hapus - PA Kriteria bahwa entitas 'memiliki intensi untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan‘: a.aset keuangan dan liabilitas keuangan yang memenuhi syarat untuk saling hapus disampaikan pada saat yang bersamaan untuk dilakukan pemrosesan; b.setelah aset keuangan dan liabilitas keuangan disampaikan untuk diproses, para pihak berkomitmen untuk memenuhi kewajiban penyelesaian; c.tidak ada potensi arus kas yang timbul dari aset dan liabilitas untuk berubah; d.aset dan liabilitas yang diagunkan dengan efek akan diselesaikan dengan pengalihan efek atau sistem yang sejenis (sebagai contoh, pengiriman dibandingkan dengan pembayaran), sehingga jika pengalihan efek gagal, pemrosesan piutang atau hutang terkait yang sekuritasnya diagunkan juga akan gagal (dan sebaliknya); e.setiap transaksi yang gagal, sebagaimana diuraikan dalam (d), akan disampaikan kembali untuk diproses sampai transaksi yang gagal tersebut diselesaikan; f.penyelesaian dilakukan melalui institusi penyelesaian yang sama (sebagai contoh, bank penyelesaian, bank sentral atau penyimpanan efek sentral), dan terdapat fasilitas kredit intraday yang akan memberikan jumlah cerukan yang cukup untuk memungkinkan proses pembayaran g.pada tanggal penyelesaian untuk setiap pihak, dan dapat dipastikan bahwa fasilitas kredit intraday akan dipertimbangkan jika akan digunakan. 30

32 Tanggal Efektif dan Penarikan Entitas menerapkan Pernyataan secara prospektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2015, kecuali par 07,26 PA41 berlaku secara prospektif. Pernyataan ini menggantikan PSAK 50 (2010) 31

33 Pedoman Aplikasi 32 Aset keuangan dan liabilitas keuangan Instrumen ekuitas Kelas instrumen yang merupakan subordinat dari seluruh kelas instrumen lain Instrumen keuangan deriatif dll Definisi Labilitas dan ekuitas Tanpa kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain Penyelesaian dengan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas Ketentuan penyelesaian kontijensi Perlakuan dalam LK Konsolidasian Instrumen keuangan majemuk Saham treasuri Bunga, dividen, keuntungan dan kerugian Saling hapus – kriteria saat memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum Penyajian

34 Pedoman Aplikasi 33 Kas untuk kas (penyelesaian neto dengan kas) Saham untuk Saham (penyelesaian neto dengan saham) Kas untuk saham (penyelesaian fisik bruto Pilihan penyelesaian Kontrak forward membeli atau menjual sahamPembelian atau Penerbitan opsi beli sahamPembelian atau Penerbitan Opsi jual sahamEntitas tanpa ekuitas atau ekuitas tertentuPemisahan Instrumen keuangan majemuk saat pengakuan awalPemisahan instrumen keuangan majemuk yang memiliki fitur derivati melekat gandaPembelian kembali instrumen dapat dikonversi

35 TP1: Akuntansi untuk sekuritas yang dapat dikonversi08 PT. ABC menerbitkan obligasi yang dapat dikonversi lembar pada awal 20X1. Obligasi tersebut berjangka waktu 3 tahun dan dijual sebesar nilai nominalnya Rp1.000 per lembar. Bunga 6% dibayarkan di muka setiap tahunnya. Tiap obligasi dapat dikonversikan setiap saat hingga saat jatuh temponya menjadi 250 lembar saham biasa. Ketika obligasi tersebut diterbitkan, tingkat bunga pasar untuk utang sejenis tanpa hak konversi sebesar 9%. PT. ABC menerbitkan obligasi yang dapat dikonversi lembar pada awal 20X1. Obligasi tersebut berjangka waktu 3 tahun dan dijual sebesar nilai nominalnya Rp1.000 per lembar. Bunga 6% dibayarkan di muka setiap tahunnya. Tiap obligasi dapat dikonversikan setiap saat hingga saat jatuh temponya menjadi 250 lembar saham biasa. Ketika obligasi tersebut diterbitkan, tingkat bunga pasar untuk utang sejenis tanpa hak konversi sebesar 9%. Utang Yang Dapat Dikonversi (contoh) Komponen liabilitas harus diukur terlebih dahulu Selisih antara hasil yang diterima dengan nilai wajar komponen liabilitas dialokasikan sebagai komponen ekuitas. Nilai wajar komponen liabilitas dihitung menggunakan tingkat bunga diskonto 9 %, Komponen liabilitas harus diukur terlebih dahulu Selisih antara hasil yang diterima dengan nilai wajar komponen liabilitas dialokasikan sebagai komponen ekuitas. Nilai wajar komponen liabilitas dihitung menggunakan tingkat bunga diskonto 9 %,

36 TP1: Akuntansi untuk sekuritas yang dapat dikonversi08 Kas Utang Obligasi Agio saham – Ekuitas konversi Kas Utang Obligasi Agio saham – Ekuitas konversi Utang Yang Dapat Dikonversi (contoh) Nilai sekarang dari pokok obligasi Rp yang harus dibayar dalam tiga tahun 1,544,367 Nilai wajar dari bunga sebesar Rp yang harus dibayar di muka setiap tahunnya selama tiga tahun Total komponen liabilitas Komponen Ekuitas Hasil penerbitan obligasi

37 TP1: Akuntansi untuk sekuritas yang dapat dikonversi08 Ilustrasi: PT XYZ menerbitkan 1000 lembar obligasi yang dapat dikonversi dengan nilai nominal Rp pada awal tahun Obligasi tersebut memiliki periode 6 tahun dengan pembayaran bunga 7 persen setiap akhir Desember. Setiap obligasi dapat dikonversi menjadi 100 lembar saham dengan nilai par Rp 500. Suku bunga pasar untuk obligasi sejenis adalah 9 persen. Utang yang Dapat Dikonversi (contoh)

38 TP1: Akuntansi untuk sekuritas yang dapat dikonversi09 Komponen liabilitas pada obligasi saat diterbitkan pada nilai wajar Utang Yang Dapat Dikonversi (contoh) = Rp PV komponen liabilitasRp Komponen ekuitas pada obligasi saat diterbitkan pada nilai wajar Nilai wajar obligasi pada tanggal penerbitanRp Dikurangi: nilai wajar komponen liabilitas pada tanggal penerbitan Nilai wajar komponen ekuitas pada tanggal penerbitanRp Pencatatan jurnal atas transaksi: Kas Utang obligasi Agio saham – ekuitas konversi

39 10 Kondisi 1: Obligasi tidak dikonversi sampai maturity Utang Yang Dapat Dikonversi (contoh) Utang obligasi Kas Kondisi 2: Obligasi dikonversi saat maturity Agio saham – ekuitas konversi Utang obligasi Saham biasa Agio saham – biasa Akun agio saham – ekuitas konversi sebesar Rp dapat ditransfer ke akun agio saham – biasa. Akun agio saham – ekuitas konversi sebesar Rp ditransfer ke akun agio saham – biasa.

40 TP1: Akuntansi untuk sekuritas yang dapat dikonversi11 Kondisi 3: Obligasi dikonversi sebelum maturity Utang yang Dapat Dikonversi (contoh) Daftar Amortisasi Obligasi TanggalKas dibayarkanBeban bungaAmortisasi diskontoNilai tercatat 01/01/ ,056,325 31/12/ ,000,000 16,385,069 2,385, ,441,394 31/12/ ,000,000 16,599,725 2,599, ,041,120 31/12/ ,000,000 16,833,701 2,833, ,874,821 Obligasi dikonversi menjadi saham pada tanggal 31 Desember 2015 Agio saham – ekuitas konversi Utang obligasi Saham biasa Agio saham – biasa

41 TP1: Akuntansi untuk sekuritas yang dapat dikonversi12 Inseentif Konversi Tujuan: 1) mengurangi beban bunga; dan 2) menurunkan rasio debt to equity. Contoh: PT DEF mengeluarkan obligasi yang dapat dikonversi dengan nilai par Rp 500 juta yang dapat dikonversi menjadi 200 ribu lembar saham biasa dengan nilai par Rp 1.500,- dan mencatat agio saham – koversi ekuitas sebesar Rp 70 juta. Dua tahun kemudian, PT DEF ingin mengurangi beban bunga dengan memberikan insentif kepada pemegang obligasi tersebut sebesar Rp 85 juta bagi yang mengkonversi obligasi mereka. Ketika konversi tersebut terjadi, maka PT DEF mencatat sebagai berikut: Beban konversi 15 juta Agio saham – ekuitas konversi 70 juta Utang obligasi500 juta Saham – biasa300 juta Agio saham biasa500 juta Kas 85 juta

42 TP2: Akuntansi saham preferen yang dapat dikonversi13 Saham preferen yang dapat dikonversi adalah ekuitas, kecuali jika itu merupakan saham preferen yang dapat ditebus. Pengkonversian atau pembelian kembali di dasarkan pada nilai buku, tidak diakui kerugian atau laba Jumlaj lebih yang dibayarkan di atas nilai buku sering didebit dari laba ditahan.. Saham Preferen Yang Dapat Dikonversi

43 TP3: Akuntansi untuk waran14 Waran saham adalah pemberian hak kepada pemegangnya untuk membeli saham pada harga dan periode tertentu. Biasanya penggunaan waran dapat berdampak dilusi dengan mengurangi jumlah EPS. Situasi penerbitan waran: 1)agar sekuritas lebih menarik; 2)memberikan preemptive right kepada pemegan saham; dan 3)kompensasi kepada karyawan. Waran Saham

44 TP3: Akuntansi untuk waran15 Waran saham yang diterbitkan dengan sekuritas lainnya Pada dasarnya merupakan opsi jangka panjang Digunakan metode with-and-without untuk alokasi komponen pada waran yang diterbitkan dengan sekuritas lainnya Jika investor tidak menggunakan waran sampai melewati masa periode, maka komponen ekuitas (akun agio saham – waran) didebit pada akun agio saham – waran kadaluarsa yang menjadi hak pemegang saham awal. Waran saham yang diterbitkan dengan sekuritas lainnya Pada dasarnya merupakan opsi jangka panjang Digunakan metode with-and-without untuk alokasi komponen pada waran yang diterbitkan dengan sekuritas lainnya Jika investor tidak menggunakan waran sampai melewati masa periode, maka komponen ekuitas (akun agio saham – waran) didebit pada akun agio saham – waran kadaluarsa yang menjadi hak pemegang saham awal. Waran Saham Hak membeli saham tambahan saat penerbitan saham baru secara proporsional: Untuk mencegah dilusi hak voting Merupakan opsi jangka pendek Perusahaan hanya membuat memorandum entry ketika menerbitkan waran kepada pemegang saham Jika perusahaan menerima kas lebih besar dari nilai par saham, maka dikreditkan pada akun agio saham – biasa, dan sebaliknya. Hak membeli saham tambahan saat penerbitan saham baru secara proporsional: Untuk mencegah dilusi hak voting Merupakan opsi jangka pendek Perusahaan hanya membuat memorandum entry ketika menerbitkan waran kepada pemegang saham Jika perusahaan menerima kas lebih besar dari nilai par saham, maka dikreditkan pada akun agio saham – biasa, dan sebaliknya. Hak membeli saham bagi eksekutif dan karyawan kunci: Kompensasi jangka panjang untuk meningkatkan loyalitas karyawan kunci. Metode pelaporan opsi saham: metode nilai intrinsik  perbedaan harga saham dengan harga penggunaan waran saat waran diberikan; dan metode nilai wajar  nilai di mana suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arm’s length transaction) Hak membeli saham bagi eksekutif dan karyawan kunci: Kompensasi jangka panjang untuk meningkatkan loyalitas karyawan kunci. Metode pelaporan opsi saham: metode nilai intrinsik  perbedaan harga saham dengan harga penggunaan waran saat waran diberikan; dan metode nilai wajar  nilai di mana suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arm’s length transaction) 1 2 3

45 PT DEF menerbitkan 500 lembar saham biasa dengan nilai par Rp 100 dan nilai wajar Rp 600, serta 200 lembar saham preferen dengan nilai par Rp 200 dan nilai wajar Rp yang dijual dengan lump sum Rp Saham Diterbitkan dengan Sekuritas Lain Metode Proporsional

46 13 PT DEF menerbitkan 500 lembar saham biasa dengan nilai par Rp 100 dan nilai wajar Rp 600, serta 200 lembar saham preferen dengan nilai par Rp 200 dan nilai wajar Rp yang dijual dengan lump sum Rp Kas Saham preferen (200 x Rp 200) Agio saham preferen ( – ) Saham biasa (500 x Rp 100) Agio saham biasa ( – 50,000) Saham Diterbitkan dengan Sekuritas Lain Metode Proporsional

47 PT DEF menerbitkan 500 lembar saham biasa dengan nilai par Rp 100 dan nilai wajar Rp 600, serta 200 lembar saham preferen dengan nilai par Rp 200 dan nilai wajar tidak diketahui yang dijual dengan lump sum Rp Kas Saham preferen (200 x Rp 200) Agio saham preferen ( – ) Saham biasa (500 x Rp 100) Agio saham biasa ( – 50,000) Saham Diterbitkan dengan Sekuritas Lain Metode Penambahan

48 Saham Treasuri (contoh) PT JKL menerbitkan lembar saham biasa dengan nilai par Rp 200 pada harga Rp 500 per share. Sebagai tambahan, perusahaan juga memiliki laba ditahan sebesar Rp Ekuitas Saham biasa, Rp 200 par, lembar diisukan dan beredar Rp Agio saham biasa Laba ditahan Total ekuitas

49 Saham Treasuri (contoh) Kemudian pada tanggal 2 Februari, PT JKL melakukan reakuisisi saham sebanyak lembar saham dengan harga Rp 700. Saham treasuri Kas Saham treasuri Kas

50 Saham Treasuri (contoh) Tanggal 2 Maret, PT JKL menjual kembali saham treasurinya sebanyak 500 lembar dengan harga Rp Kas Saham treasuri Agio saham treasuri Kas Saham treasuri Agio saham treasuri Tanggal 2 April, PT JKL menjual kembali saham treasurinya sebanyak 500 lembar dengan harga Rp 600. Kas Agio saham treasuri Saham treasuri Kas Agio saham treasuri Saham treasuri Agio Saham Treasuri 2 April Maret Saldo

51 Saham Treasuri (contoh) Tanggal 2 Mei, PT JKL menjual kembali saham treasurinya sebanyak lembar dengan harga Rp 550. Kas Agio saham treasuri Laba ditahan Saham treasuri Kas Agio saham treasuri Laba ditahan Saham treasuri

52 33 Jenis-jenis dividen: 1. Dividen kas 2. Dividen properti  Semua dividen selain dividen saham mengurangi total ekuitas perusahaan.  Ketika perusahaan mengumumkan dividen saham, perusahaan tidak membayarkan sejumlah aset atau mengakui kewajiban, tetapi hanya menerbitkan saham tambahan ke masing-masing pemegang saham. 3. Dividen likuidasi 4. Dividen saham. Kebijakan Dividen

53 34 Dividen Kas  Dewan direksi mengusulkan pengumuman dividen kas  Dividen kas yang diumumkan merupakan kewajiban (biasanya termasuk kewajiban lancar).  Perusahaan tidak mengumumkan atau membayar dividen kas pada saham treasuri. Tiga tanggal penting: 1. Tanggal pengumuman Laba ditahan xxx Utang dividen xxx 2. Tanggal pencatatan No entry 3. Tanggal pembayaran Utang dividen xxx Kas xxx Tiga tanggal penting: 1. Tanggal pengumuman Laba ditahan xxx Utang dividen xxx 2. Tanggal pencatatan No entry 3. Tanggal pembayaran Utang dividen xxx Kas xxx

54 35 Tanggal 2 Juni PT PQR mengumumkan pembayaran kas dividen Rp 200 atas saham yang terutang pada tanggal 12 Juli kepada semua pemegang saham yang tercatat pada tanggal 22 Juni. Tanggal pengumuman (2 Juni) Laba ditahan Utang dividen Tanggal pencatatan (22 Juni) No entry Tanggal pembayaran (12 Juli) Utang dividen Kas Tanggal pengumuman (2 Juni) Laba ditahan Utang dividen Tanggal pencatatan (22 Juni) No entry Tanggal pembayaran (12 Juli) Utang dividen Kas Dividen Kas - contoh

55  Merupakan utang dividen dalam bentuk aset selain kas.  Properti yang akan didistribusikan dinyatakan ulang ke dalam nilai wajar; keuntungan dan kerugian atas selisih nilai properti diakui dalam Laporan laba-rugi. Dividen Properti

56 Dividen Properti (contoh) PT QRS melakukan transfer kepada pemegang saham beberapa investasinya dalam bentuk sekuritas senilai Rp dengan mengumumkan dividen properti tanggal 12 Desember 2012, untuk didistribusikan tanggal 22 Januari 2X13 kepada pemegang saham yang tercatat pada 2 Januari Pada tanggal pengumuman, sekuritas tersebut memiliki nilai wajar Rp ,000. Tanggal pengumuman (12 Desember 2012) Unrealized Holding Gain or Loss—Kerugian Investasi ekuitas Laba ditahan Utang dividen properti Unrealized Holding Gain or Loss—Kerugian Investasi ekuitas Laba ditahan Utang dividen properti Tanggal distribusi (22 Januari 2013) Utang dividen properti Investasi ekuitas Utang dividen properti Investasi ekuitas

57 Dividen Likuidasi Dividen yang tidak didasarkan pada pendapatan / laba ditahan dan mengurangi ekuitas pemegang saham. Dividen likuidasi lebih mengimplikasikan return atas modal investasi daripada profit yang dihasilkan perusahaan.

58 PT RST menerbitkan sebuah “dividen” kepada pemegang saham biasa sebesar Rp Pengumuman menyebutkan bahwa pemegang saham harus mempertimbangkan Rp sebagai pendapatan dan sisanya sebagai pengembalian modal. Tanggal pengumuman Laba ditahan Agio saham biasa Utang dividen Tanggal pembayaran Utang dividen Kas Dividen Likuidasi

59 Penerbitan saham sendiri kepada pemegang saham dengan basis pro rata, tanpa mendapatkan pembayaran apapun (tidak ada kas masuk dan keluar). Ketika saham dividen kurang dari 20–25 persen dari saham biasa yang beredar, maka perusahaan melakukan transfer nilai wajar dari laba ditahan (dividen saham kecil). Ketika saham dividen lebih dari 20–25 persen dari saham biasa yang beredar, maka nilai par dialihkan dari laba ditahan ke modal saham (dividen saham besar). Dividen Saham

60 PT UVW memiliki 2 juta lembar saham biasa beredar dengan nilai par Rp 200 dan laba ditahan sebesar Rp 700 juta. Jika PT UVW mengumumkan 10 persen dividen saham, maka perusahaan menerbitkan 200 ribu lembar saham tambahan kepada pemegang saham. Jika nilai wajar saham saat itu adalah Rp 300 per lembar, maka pencatatannya adalah: Tanggal pengumuman Laba ditahan60 juta Saham biasa yang dapat didistribusikan40 juta Agio saham biasa20 juta Tanggal distribusi Saham biasa yang dapat didistribusikan 40 juta Saham biasa40 juta Dividen Saham - contoh

61 PT UVW memiliki 2 juta lembar saham biasa beredar dengan nilai par Rp 200 dan laba ditahan sebesar Rp 700 juta. Jika PT UVW mengumumkan 30 persen dividen saham, maka perusahaan menerbitkan 600 ribu lembar saham tambahan kepada pemegang saham. Jika nilai wajar saham saat itu adalah Rp 300 per lembar, maka pencatatannya adalah: Tanggal pengumuman Laba ditahan (600 ribu x Rp 200) 120 juta Saham biasa yang dapat didistribusikan120 juta Tanggal distribusi Saham biasa yang dapat didistribusikan 120 juta Saham biasa120 juta Dividen Saham - contoh

62 Share Split  Untuk mengurangi nilai pasar saham.  No entry untuk pencatatan share split.  Mengurangi nilai pasar dan meningkatkan jumlah saham. Ekuitas sebelum 2-for-1 splitEkuitas sesudah 2-for-1 split Saham biasa, 2 juta lembar dengan nilai par Rp 200 Rp 400 juta Saham biasa, 4 juta lembar dengan nilai par Rp 100 Rp 400 juta Laba ditahanRp200 jutaLaba ditahanRp200 juta Rp 600 juta

63 44 Perbandingan Dividen Saham, Share Split, dan Dividen Kas Dampak pada Pengumuman dividen kas Pembayaran dividen kas Pengumuman dan distribusi Dividen saham kecil Dividen saham besar Share split Laba ditahanBerkurangTetapBerkurang a Berkurang b Tetap Modal sahamTetap Bertambah b Tetap Agio sahamTetap Bertambah c Tetap Jumlah ekuitasBerkurangTetap Working capitalBerkurangTetap Jumlah asetTetapBerkurangTetap Jumlah saham beredarTetap Bertambah a Harga pasar b Nilai par/dinyatakan c Nilai lebih harga pasar dengan nilai par

64 47 Penyajian Ekuitas Ref. Laporan Keuangn PLN dari website perusahaan

65 48 Penyajian Laporan Perubahan Ekuitas Ref. Laporan Keuangn PLN dari website perusahaan

66 PSAK 50: ILUSTRASI Bukan bagian dari Standar

67 Asumsi-asumsi Tanggal Kontrak 1 Feb 20X2 Tanggal Jatuh Tempo 31 Jan 20X3 Harga pasar per lembar saham pada 1 Feb 20X2 Rp100 Harga pasar per lembar saham pada 31 Des 20X2 Rp110 Harga pasar per lembar saham pada 31 Jan 20X3 Rp106 Fixed forward price yang harus dibayar 31 Jan 20X3 Rp104 Nilai kini dari forward price pada 1 Feb 20X2 Rp100 Jumlah saham berdasarkan kontrak berjangka Nilai wajar kontrak berjangka pada 1 Feb 20X2 Rp0 Nilai wajar kontrak berjangka 31 Desember 20X2 Rp6.300 Nilai wajar kontrak berjangka pada 31 Januari 20X3 Rp2.000 Contoh 1 & 2 Kontrak berjangka Pembelian dan Penjualan Saham

68 Kontrak pembelian berjangka atas saham akan diselesaikan neto secara tunai  tidak ada saham milik entitas yang diserahterimakan dalam penyelesaian kontrak ini. Pada 1 Februari 20X2, Entitas A menyepakati sebuah kontrak dengan Entitas B untuk menerima pembayaran sejumlah nilai wajar dari saham biasa Entitas A yang beredar sampai dengan 31 Januari 20X3 dengan menyerahkan kas sejumlah Rp (atau Rp104 per saham) pada 31 Januari 20X3. Kontrak tersebut akan diselesaikan netto secara tunai. Entitas A mencatat ayat-ayat jurnal sebagai berikut: A. Kas untuk Kas (Penyelesaian Neto dengan Kas)

69 1 Februari 2002 Harga per lembar saham ketika kontrak ditandatangani pada 1 Februari 2002 adalah Rp100 Nilai wajar awal kontrak berjangka pada 1 Februari 2002 adalah nol Tidak ada ayat jurnal yang dibutuhkan karena nilai wajar derivatif sama dengan nol dan tidak ada kas yang dibayarkan atau diterima. 31 Desember 2002 Pada 31 Desember 2002, harga pasar per lembar saham meningkat menjadi Rp110, akibatnya nilai wajar kontrak berjangka meningkat menjadi Rp6.300 Untuk mencatat kenaikan dalam nilai wajar kontrak berjangka A. Kas untuk Kas (Penyelesaian Neto dengan Kas) PembelianPenjualan Dr Aset forward Cr Keuntungan Rp Dr Kerugian Cr Liabilitas Berjangka Rp 6.300

70 31 Januari 2003 Pada 31 Januari 2003, harga pasar per lembar saham turun menjadi Rp106. Nilai wajar dari kontrak berjangka adalah Rp2.000 atau (Rp106 x 1000 – Rp ). Pada hari yang sama, kontrak tersebut diselesaikan neto secara tunai. Entitas A berkewajiban untuk menyerahkan Rp kepada Entitas B, dan Entitas B berkewajiban menyerahkan Rp (Rp106 x 1000) kepada Entitas A, jadi Entitas B harus membayar selisihnya sebesar Rp2.000 kepada Entitas A. Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar kontrak berjangka (Rp4.300=Rp6.300-Rp2.000) Untuk mencatat penyelesaian kontrak berjangka A. Kas untuk Kas (Penyelesaian Neto dengan Kas) PembelianPenjualan Dr Kerugian Cr Aset forward Rp Dr Liabilitas forward Cr Keuntungan Rp Dr Kas Cr Aset forward Rp Dr Liabilitas forward Cr Kas Rp 2.000

71 Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada (a) dengan pengecualian bahwa penyelesaiannya dilakukan secara neto dengan saham. Ayat-ayat jurnal yang dibuat Entitas A sama dengan butir (a) di atas, kecuali untuk mencatat penyelesaian kontrak berjangka tersebut, yaitu: B. Saham untuk Saham (Penyelesaian Neto dengan Saham) 31 Januari 2003 Kontrak diselesaikan neto dengan saham. Entitas A berkewajiban menyerahkan sahamnya yang bernilai Rp (Rp104 x 1000) kepada Entitas B, dan Entitas B berkewajiban menyerahkan saham Entitas A senilai Rp (Rp106 x 1000) kepada Entitas A. Jadi Entitas B harus menyerahkan saham senilai Rp2.000 (Rp Rp ) kepada Entitas A, atau sama dengan 18,9 lembar saham (Rp2000/Rp106) Untuk mencatat penyelesaian kontrak berjangka. PembelianPenjualan Dr Ekuitas Cr Aset forward Rp Dr Liabilitas forward Cr Ekuitas Rp 2.000

72 Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada (a), dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan dengan penyerahan kas dan saham Entitas A yang nilai dan jumlahnya telah ditetapkan. Sama seperti pada butir (a) dan (b) di atas, harga per lembar saham yang harus dibayar oleh Entitas A setelah satu tahun ditetapkan sebesar Rp104. Entitas A berkewajiban membayar Rp secara tunai kepada Entitas B dan Entitas B berkewajiban menyerahkan lembar saham beredar entitas A kepada entitas A setelah satu tahun. Entitas A mencatat ayat jurnal sebagai berikut: 1 Februari untuk mencatat kewajiban penyerahan Rp setelah satu tahun yang dibukukan sesuai nilai wajarnya Rp yang didiskonto menggunakan tingkat bunga yang sesuai (lihat PSAK 55 Paragraf PA79). 31 Desember 2002 Untuk membukukan bunga yang telah menjadi beban yang dihitung menggunakan metode bunga efektif atas liabilitas pada nilai pelunasan/ penebusan saham. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada (a), dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan dengan penyerahan kas dan saham Entitas A yang nilai dan jumlahnya telah ditetapkan. Sama seperti pada butir (a) dan (b) di atas, harga per lembar saham yang harus dibayar oleh Entitas A setelah satu tahun ditetapkan sebesar Rp104. Entitas A berkewajiban membayar Rp secara tunai kepada Entitas B dan Entitas B berkewajiban menyerahkan lembar saham beredar entitas A kepada entitas A setelah satu tahun. Entitas A mencatat ayat jurnal sebagai berikut: 1 Februari untuk mencatat kewajiban penyerahan Rp setelah satu tahun yang dibukukan sesuai nilai wajarnya Rp yang didiskonto menggunakan tingkat bunga yang sesuai (lihat PSAK 55 Paragraf PA79). 31 Desember 2002 Untuk membukukan bunga yang telah menjadi beban yang dihitung menggunakan metode bunga efektif atas liabilitas pada nilai pelunasan/ penebusan saham. C. Kas untuk Saham (Penyelesaian Fisik Bruto) PembelianPenjualan Dr Ekuitas Cr Liabilitas Rp Tidak ada jurnal Dr Beban Bunga Cr Liabilitas Rp Tidak ada jurnal

73 Pada 31 Januari 2003 Untuk membukukan bunga yang telah menjadi beban yang dihitung menggunakan metode bunga efektif atas liabilitas pada nilai pelunasan/penebusan saham. Untuk mencatat penyelesaian kewajiban penebusan saham Entitas A secara kas. Pada 31 Januari 2003 Untuk membukukan bunga yang telah menjadi beban yang dihitung menggunakan metode bunga efektif atas liabilitas pada nilai pelunasan/penebusan saham. Untuk mencatat penyelesaian kewajiban penebusan saham Entitas A secara kas. C. Kas untuk Saham (Penyelesaian Fisik Bruto) PembelianPenjualan Dr Beban Bunga Cr Liabilitas Rp 340 Tidak ada jurnal Dr Liabilitas Cr Kas Rp Dr Kas Cr Ekuitas Rp

74 Adanya pilihan penyelesaian (seperti neto secara tunai, neto dengan saham, atau dengan mempertukarkan kas dengan saham) menjadikan kontrak pembelian kembali berjangka (forward repurchase contract) sebagai aset keuangan atau liabilitas keuangan. Jika alternatif yang dipilih adalah dengan mempertukarkan kas dengan saham (butir (c) di atas), maka Entitas A harus membukukan liabilitasnya untuk menyerahkan kas sebagai utang, seperti ilustrasi pada butir (c) di atas. Jika tidak, maka Entitas A memperlakukan kontrak berjangka tersebut sebagai sebuah derivatif. Adanya pilihan penyelesaian (seperti neto secara tunai, neto dengan saham, atau dengan mempertukarkan kas dengan saham) menjadikan kontrak pembelian kembali berjangka (forward repurchase contract) sebagai aset keuangan atau liabilitas keuangan. Jika alternatif yang dipilih adalah dengan mempertukarkan kas dengan saham (butir (c) di atas), maka Entitas A harus membukukan liabilitasnya untuk menyerahkan kas sebagai utang, seperti ilustrasi pada butir (c) di atas. Jika tidak, maka Entitas A memperlakukan kontrak berjangka tersebut sebagai sebuah derivatif. D. Pilihan Penyelesaian

75 Contoh ini mengilustrasikan ayat-ayat jurnal yang harus dibukukan atas hak yang timbul dari pembelian atau penerbitan opsi beli atas saham milik entitas yang akan diselesaikan (a) neto secara tunai, (b) neto dengan saham, atau (c) dengan pertukaran kas dengan saham milik entitas. Contoh ini juga mendiskusikan efek dari pilihan penyelesaian (lihat butir (d) di bawah): Asumsi-asumsi: Tanggal Kontrak 1 Feb 2002 Tanggal Exercise 31 Jan 2003 (European terms; hanya dapat di-exercise pada saat jatuh tempo) Pemegang hak exercise Entitas A, Pihak Pertama Entitas B, Pihak Kedua Harga pasar per lembar saham pada 1 Feb 2002 Rp100 Harga pasar per lembar saham pada 31 Des 2002 Rp104 Harga pasar per lembar saham pada 31 Jan 2003 Rp104 Harga exercise yg ditetapkan untuk dibayar pada 31 Januari 2003 Rp102 Jumlah lembar saham menurut kontrak Nilai wajar opsi pada 1 Feb 2002 Rp5.000 Nilai wajar opsi pada 31 Des 2002 Rp3.000 Nilai wajar opsi pada 31 Januari 2003 Rp2.000 Contoh 3 & 4 : Pembelian dan Penerbitan Opsi-Beli atas Saham

76 Pada 1 Februari 2002, Entitas A menyepakati sebuah kontrak dengan Entitas B yang memberi Entitas B kewajiban untuk menyerahkan, dan Entitas A hak untuk menerima, nilai wajar dari 1000 lembar saham biasa Entitas A yang beredar hingga 31 Januari 2003 atas kas senilai Rp (Rp102 x 1000) yang akan diterimanya pada tanggal 31 Januari 2003, jika Entitas A menggunakan hak tersebut. Kontrak tersebut akan diselesaikan neto secara tunai. Jika Entitas A tidak menggunakan haknya, maka tidak terjadi pembayaran. Jurnal yang dibukukan oleh Entitas A adalah sebagai berikut: Kas untuk Kas (Penyelesaian Neto dengan Kas) 1 Februari 2002 Harga per lembar saham ketika kontrak disepakati pada 1 Februari 2002 adalah Rp100. Nilai wajar awal dari kontrak pada 1 Februari 2002 adalah Rp5.000, yaitu sejumlah yang harus dibayarkan oleh Entitas A pada Entitas B. Pada tanggal itu, opsi tersebut tidak memiliki nilai intrinsik, hanya nilai waktu, karena harga exercise/strike price Rp102 melebihi harga pasar per lembar saham (Rp100) sehingga tidaklah ekonomis jika Entitas A mengexercise opsinya. Dengan kata lain, opsi beli tersebut dalam posisi tidak untung. PembelianPenjualan Dr Aset Opsi Beli Cr Kas Rp Dr Kas Cr Kewajiban opsi beli Rp 5.000

77 Kas untuk Kas (Penyelesaian Neto dengan Kas) 31 Desember 2002 Pada 31 Desember 2002, harga pasar per lembar saham meningkat menjadi Rp104. Nilai wajar opsi beli turun menjadi Rp3.000, dimana nilai intrinsiknya menjadi Rp2000 ([Rp104-Rp102] X 1000), dan yang Rp1.000 adalah nilai waktu yang tersisa. Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar opsi beli. PembelianPenjualan Dr Kerugian Cr Aset Opsi beli Rp Dr Kewajiban opsi beli Cr Keuntungan Rp 2.000

78 Kas untuk Kas (Penyelesaian Neto dengan Kas) 31 Januari 2003 Pada 31 Januari 2003, harga pasar per lembar saham masih Rp104. Nilai wajar opsi beli turun menjadi Rp2.000 yang keseluruhannya merupakan nilai intrinsik ([Rp104- Rp102] x 1000) karena tidak ada lagi nilai waktu yang tersisa. Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar opsi beli. Pada hari yang sama, Entitas A menggunakan opsi belinya dan kontrak tersebut diselesaikan neto secara tunai. Entitas B berkewajiban menyerahkan Rp (Rp104 x 1000) kepada Entitas A, dan Entitas A berkewajiban menyerahkan Rp (Rp102 x 1000) kepada Entitas B, sehingga Entitas A berhak menerima selisih sebesar Rp2.000 secara tunai. Untuk mencatat penyelesaian kontrak. PembelianPenjualan Dr Kerugian Cr Aset Opsi beli Rp Dr Kewajiban opsi beli Cr Keuntungan Rp Dr Kas Cr Aset opsi beli Rp Dr Kas Cr Kewajiban opsi beli Rp 2.000

79 Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada (a), dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan dalam bentuk serah terima saham. Jurnal yang harus dibuat oleh Entitas A sama dengan jurnal pada butir (a), kecuali untuk pencatatan penyelesaian kontrak, yaitu: Saham untuk Kas (Penyelesaian Neto dengan Saham) 31 Januari 2003 Entitas A melaksanan opsi belinya dan kontrak diselesaikan neto dengan saham. Entitas B berkewajiban menyerahkan saham Entitas A senilai Rp (Rp104 x 1.000) kepada Entitas A dan menerima saham Entitas A senilai Rp (Rp102 X 1000) dari Entitas A, sehingga Entitas B harus menyerahkan saham Entitas A senilai Rp2.000 atau sebanyak 19.2 lembar saham (Rp2.000/Rp104).Untuk mencatat penyelesaian kontrak. Penyelesaian ini dianggap sebagai transaksi Saham yang Diperoleh Kembali (jadi tidak ada keuntungan atau kerugian). PembelianPenjualan Dr Ekuitas Cr Aset opsi beli Rp Dr Ekuitas Cr Kewajiban opsi beli Rp 2.000

80 Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada butir (a), dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan melalui penerimaan saham dalam jumlah yang telah ditetapkan dan penyerahan kas yang nilainya telah ditetapkan, jika Entitas A menggunakan opsinya. Seperti pada butir (a) dan (b) di atas, harga exercise per lembar saham ditetapkan sebesar Rp102. Entitas A berhak menerima lembar saham beredarnya atas kas sejumlah Rp (Rp102 x 1.000) yang diserahkannya, jika Entitas A menggunakan opsinya. Saham untuk Kas (Penyelesaian Fisik Bruto) 1 Februari 2002 Untuk mencatat kas yang dibayarkan atas hak untuk membeli kembali saham Entitas A setelah satu tahun dengan harga yang telah ditetapkan. Premi yang dibayarkan dibukukan sebagai ekuitas. PembelianPenjualan Dr Ekuitas Cr Kas Rp Dr Kas Cr Ekuitas Rp 5.000

81 31 Desember 2002 Tidak ada jurnal yang dibukukan karena tidak ada kas yang diserahterimakan dan karena kontrak memberi hak untuk menerima saham milik Entitas A dalam jumlah yang telah ditetapkan dengan menyerahkan kas yang nilainya telah ditetapkan, maka kontrak tersebut memenuhi definisi instrumen ekuitas. Saham untuk Kas (Penyelesaian Fisik Bruto) 31 Januari 2003 Entitas A menggunakan opsi belinya dan kontrak tersebut diselesaikan secara bruto. Entitas B berkewajiban menyerahkan 1000 lembar saham Entitas A atas kas sebesar Rp yang diterimanya. Untuk mencatat penyelesaian kontrak. PembelianPenjualan Dr Ekuitas Cr Kas Rp Dr Kas Cr Ekuitas Rp

82 Adanya pilihan penyelesaian (seperti neto secara tunai, neto dengan saham, atau dengan mempertukarkan kas dengan saham) menjadikan opsi beli tersebut sebuah aset keuangan. Opsi beli tersebut tidak memenuhi definisi instrumen ekuitas karena tidak dapat diselesaikan dengan cara lain, kecuali Entitas A membeli kembali sahamnya dalam jumlah yang telah ditetapkan dengan menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya yang nilainya telah ditetapkan. Entitas A mengakui sebuah aset derivatif sebagaimana yang diilustrasikan dalam butir (a) dan (b) di atas. Jurnal yang dibukukan pada saat penyelesaian tergantung pada bagaimana penyelesaian tersebut dilakukan. Adanya pilihan penyelesaian (seperti neto secara tunai, neto dengan saham, atau dengan mempertukarkan kas dengan saham) menjadikan opsi beli tersebut sebuah aset keuangan. Opsi beli tersebut tidak memenuhi definisi instrumen ekuitas karena tidak dapat diselesaikan dengan cara lain, kecuali Entitas A membeli kembali sahamnya dalam jumlah yang telah ditetapkan dengan menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya yang nilainya telah ditetapkan. Entitas A mengakui sebuah aset derivatif sebagaimana yang diilustrasikan dalam butir (a) dan (b) di atas. Jurnal yang dibukukan pada saat penyelesaian tergantung pada bagaimana penyelesaian tersebut dilakukan. D. Pilihan Penyelesaian Adanya pilihan penyelesaian (seperti neto secara tunai, neto dengan saham, atau dengan mepertukarkan kas dan saham) menjadikan opsi beli sebagai sebuah liabilitas keuangan. Opsi tersebut tidak memenuhi definisi instrumen ekuitas karena tidak dapat diselesaikan selain dengan cara Entitas A menerbitkan sahamnya dalam jumlah yang telah ditetapkan sebagai pengganti kas atau aset keuangan lain yang diterimanya. Entitas A mengakui liabilitas derivatifnya sesuai dengan ilustrasi pada butir (a) dan (b) di atas. Jurnal yang dibukukan pada saat penyelesaian tergantung pada bagaimana penyelesaian tersebut dilakukan. Adanya pilihan penyelesaian (seperti neto secara tunai, neto dengan saham, atau dengan mepertukarkan kas dan saham) menjadikan opsi beli sebagai sebuah liabilitas keuangan. Opsi tersebut tidak memenuhi definisi instrumen ekuitas karena tidak dapat diselesaikan selain dengan cara Entitas A menerbitkan sahamnya dalam jumlah yang telah ditetapkan sebagai pengganti kas atau aset keuangan lain yang diterimanya. Entitas A mengakui liabilitas derivatifnya sesuai dengan ilustrasi pada butir (a) dan (b) di atas. Jurnal yang dibukukan pada saat penyelesaian tergantung pada bagaimana penyelesaian tersebut dilakukan.

83 Asumsi Tanggal Kontrak 1 Feb 2002 Tanggal Exercise 31 Jan 2003 (European terms; hanya dapat di-exercise pada saat jatuh tempo) Pemegang hak exercise Entitas A, Pihak Pertama Harga pasar per lembar saham pada 1 Feb 2002 Rp100 Harga pasar per lembar saham pada pada 31 Des 2002 Rp95 Harga pasar per lembar saham pada pada 31 Jan 2003 Rp95 Harga exercise yang ditetapkan untuk diterima pada 31 Januari 2003 Rp98 Jumlah lembar saham menurut kontrak Nilai wajar opsi pada 1 Feb 2002 Rp5.000 Nilai wajar opsi pada 31 Des 2002 Rp4.000 Nilai wajar opsi pada 31 Jan 2003 Rp3.000 Contoh 5&6: Pembelian atau Penerbitan Opsi Jual Saham

84 Kontrak pembelian opsi yang akan diselesaikan neto secara tunai. Pada 1 Februari 2002, Entitas A menyepakati sebuah kontrak dengan Entitas B yang memberi Entitas A sebuah hak untuk menjual, dan Entitas B berkewajiban untuk membeli, nilai wajar dari 1000 lembar saham Entitas A yang beredar hingga 31 Januari 2003 dengan strike price Rp (atau Rp98 per lembar) pada 31 Januari 2003, jika Entitas A menggunakan opsinya. Kontrak tersebut akan diselesaikan neto secara tunai. Jika Entitas A tidak menggunakan opsinya, maka pembayaran tidak akan terjadi. Entitas A membukukan ayat jurnal sebagai berikut: Kontrak pembelian opsi yang akan diselesaikan neto secara tunai. Pada 1 Februari 2002, Entitas A menyepakati sebuah kontrak dengan Entitas B yang memberi Entitas A sebuah hak untuk menjual, dan Entitas B berkewajiban untuk membeli, nilai wajar dari 1000 lembar saham Entitas A yang beredar hingga 31 Januari 2003 dengan strike price Rp (atau Rp98 per lembar) pada 31 Januari 2003, jika Entitas A menggunakan opsinya. Kontrak tersebut akan diselesaikan neto secara tunai. Jika Entitas A tidak menggunakan opsinya, maka pembayaran tidak akan terjadi. Entitas A membukukan ayat jurnal sebagai berikut: A. Penyelesaian Neto dengan Kas 1 Februari 2002 Harga per lembar saham ketika kontrak ditandatangani pada 1 Februari 2002 adalah Rp100 Nilai wajar awal kontrak berjangka pada 1 Februari 2002 adalah Pada tanggal tersebut opsi tidak memiliki nilai intrinsik, hanya nilai waktu karena exercisenya lebih rendah dari harga pasar. Tidak ekonomis jika entitas menggunakan opsinya, posisi opsi tersebut tidak mengutungkan. PembelianPenjualan Dr Aset Opsi Jual Cr Kas Rp Db. Kas Cr Kewajiban opsi jual Rp 5.000

85 31 Desember 2003 Pada 31 Desember 2002, harga pasar per lembar saham turun menjadi Rp95. Nilai wajar opsi beli turun menjadi Rp4.000, dimana nilai intrinsiknya menjadi Rp3.000 ([Rp98-Rp95] x 1000) dan Rp1.000 merupakan nilai waktu yang tersisa. Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar opsi beli.. A. Kas untuk Kas (Penyelesaian Neto dengan Kas) PembelianPenjualan Dr Kerugian Cr Aset Opsi Jual Rp Db. Kewajiban opsi jual Cr Keuntungan Rp 1.000

86 31 Januari 2003 Pada 31 Januari 2003, harga pasar per lembar saham tetap Rp95. Nilai wajar dari opsi beli tersebut turun menjadi Rp3.000, yaitu sebesar nilai intrinsiknya ([Rp98-Rp95] x 1000) karena nilai waktunya telah habis. Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar opsi. Pada hari yang sama, Entitas A menggunakan opsi belinya dan kontrak tersebut diselesaikan secara tunai. Entitas B berkewajiban menyerahkan Rp kepada Entitas A, dan Entitas A berkewajiban menyerahkan Rp (Rp95 x 1000) kepada Entitas B, sehingga Entitas B harus membayar selisih sebesar Rp3.000 pada Entitas A. A. Kas untuk Kas (Penyelesaian Neto dengan Kas) PembelianPenjualan Dr Kerugian Cr Aset opsi jual Rp Dr Liabilitas opsi jual Cr Keuntungan Rp Dr Kas Cr Aset opsi jual Rp Dr Liabilitas opsi jual Cr Kas Rp 3.000

87 Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada butir (a), dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan dengan saham. Entitas A membukukan jurnal yang sama seperti jurnal pada butir (a), kecuali: 31 Januari 2003 Entitas A menggunakan opsi belinya dan kontrak tersebut diselesaikan dengan saham. Akibatnya, Entitas A berkewajiban menyerahkan saham Entitas A senilai Rp kepada Entitas A, dan Entitas A berkewajiban menyerahkan saham miliknya senilai Rp (Rp95 x 1.000) pada Entitas B, sehingga akhirnya Entitas B harus menyerahkan saham Entitas A senilai Rp2.000 atau sama dengan 31.6 (Rp3.000/Rp95) lembar saham pada Entitas A. B. Saham untuk Saham (Penyelesaian Neto dengan Saham) PembelianPenjualan Dr Ekuitas Cr Aset opsi jual Rp Dr Liabilitas opsi jual Cr Ekuitas Rp 3.000

88 Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada butir (a), dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan melalui penerimaan kas yang nilainya telah ditetapkan atas penyerahan saham Entitas A yang jumlahnya telah ditetapkan, jika Entitas A menggunakan opsinya. Seperti pada butir (a) dan (b) di atas, harga exercise per lembar ditetapkan sebesar Rp98. Entitas B berkewajiban menyerahkan kas sejumlah Rp (Rp98 x 1000) pada Entitas A sebagai pengganti lembar saham Entitas A yang diterimanya, jika Entitas A menggunakan opsinya. Entitas A berkewajiban membayar Rp secara tunai sebagai pengganti lembar saham beredar Entitas A yang diterimanya jika Entitas B menggunakan opsinya.Dicatat Untuk nilai kini kewajiban penyerahan Rp dalam satu tahun, yakniRp95.000, sebagai liabilitas. C. Kas untuk Saham (Penyelesaian Fisik Bruto) PembelianPenjualan Dr Ekuitas Cr Kas Rp Dr Kas Cr Ekuitas Rp Dr Ekuitas Cr Liabilitas Rp

89 31 Desember 2002 Tidak ada jurnal yang harus dibukukan pada 31 Desember 2002 karena serah terima kas tidak terjadi dan karena kontrak memberi hak untuk menerima saham milik Entitas A dalam jumlah yang telah ditetapkan dengan menyerahkan kas yang nilainya telah ditetapkan, maka kontrak tersebut memenuhi definisi instrumen ekuitas. Entitas A mengakui beban bunga yang dihitung menggunakan metode bunga efektif pada liabilitas sebesar nilai penebusan saham. C. Kas untuk Saham (Penyelesaian Fisik Bruto) PembelianPenjualan Tidak ada jurnalDr Beban bunga Cr Ekutas Rp 2.750

90 31 Januari 2003 Mengakui beban bunga yang dihitung menggunakan metode bunga efektif pada liabilitas sebesar nilai penebusan saham. Entitas A menggunakan opsi jualnya dan kontrak tersebut diselesaikan secara bruto. Entitas B berkewajiban menyerahkan Rp secara tunai untuk lembar saham Entitas A yang diterimanya. Pada hari yang sama, Entitas B menggunakan opsi jualnya, dan kontrak tersebut diselesaikan secara bruto. Entitas A berkewajiban menyerahkan Rp secara tunai kepada Entitas B sebagai pengganti PembelianPenjualan Dr Beban bunga Cr Ekuitas Rp 250 Dr Kas Cr Ekuitas Rp Dr. Liabilitas Cr Kas Rp C. Kas untuk Saham (Penyelesaian Fisik Bruto)

91  Adanya pilihan penyelesaian (seperti neto secara tunai, neto dengan saham, atau dengan mempertukarkan kas dan saham) menjadikan opsi jual sebagai liabilitas keuangan.  Jika alternatif yang digunakan adalah mempertukarkan kas dengan saham (butir (c) di atas), Entitas A membukukan liabilitasya untuk menyerahkan kas sebagaimana ilustrasi pada butir (c) di atas. Jika tidak, Entitas A akan membukukan opsi jual tersebut sebagai liabilitas derivatif.  Adanya pilihan penyelesaian (seperti neto secara tunai, neto dengan saham, atau dengan mempertukarkan kas dan saham) menjadikan opsi jual sebagai liabilitas keuangan.  Jika alternatif yang digunakan adalah mempertukarkan kas dengan saham (butir (c) di atas), Entitas A membukukan liabilitasya untuk menyerahkan kas sebagaimana ilustrasi pada butir (c) di atas. Jika tidak, Entitas A akan membukukan opsi jual tersebut sebagai liabilitas derivatif. D. Pilihan Penyelesaian Adanya pilihan penyelesaian (seperti neto secara tunai, neto dengan saham, atau dengan mempertukarkan kas dan saham) menjadikan opsi jual tersebut sebagai aset keuangan. Opsi tersebut tidak memenuhi kriteria instrumen ekuitas karena tidak dapat diselesaikan selain dengan cara Entitas A menerbitkan saham dalam jumlah yang telah ditetapkan sebagai pengganti kas atau aset keuangan lainnya yang diterimanya. Entitas A mengakui aset derivatifnya sesuai dengan ilustrasi pada butir (a) dan (b) di atas. Jurnal yang dibukukan pada saat penyelesaian tergantung pada bagaimana penyelesaian tersebut dilakukan. Adanya pilihan penyelesaian (seperti neto secara tunai, neto dengan saham, atau dengan mempertukarkan kas dan saham) menjadikan opsi jual tersebut sebagai aset keuangan. Opsi tersebut tidak memenuhi kriteria instrumen ekuitas karena tidak dapat diselesaikan selain dengan cara Entitas A menerbitkan saham dalam jumlah yang telah ditetapkan sebagai pengganti kas atau aset keuangan lainnya yang diterimanya. Entitas A mengakui aset derivatifnya sesuai dengan ilustrasi pada butir (a) dan (b) di atas. Jurnal yang dibukukan pada saat penyelesaian tergantung pada bagaimana penyelesaian tersebut dilakukan.

92 Entitas yang Tidak Memiliki Ekuitas Laporan laba rugi laba 91

93 Entitas yang Tidak Memiliki Ekuitas Laporan posisi keuangan 92

94 Pembelian Kembali Instrumen yang Dapat Dikonversi Pada 1 Januari 1999, Entitas A menerbitkan sebuah 10% - debenture yang dapat dikonversi dengan nilai nominal Rp1.000 dan jatuh tempo pada 31 Desember Debenture ini dapat dikonversi menjadi saham biasa Entitas A dengan harga konversi Rp25 per lembar. Bunga dibayar tunai tiap setengah tahun. Pada tanggal penerbitannya, Entitas A dapat menerbitkan instrumen utang berjangka sepuluh tahun dengan tingkat bunga kupon 11 persen.(Debenture – obligasi tanpa jaminan) 93 Komponen Liabilitas Nilai kini dari 20 kali pembayaran bunga tengah tahunan sebesar Rp50 dengan tingkat bunga diskonto sebesar 11% 597 Nilai kini dari nilai nominal Rp1.000 yang jatuh tempo dalam 10 tahun dengan tingkat bungadiskonto sebesar 11% majemuk setengah tahunan 343 Total940 Komponen Ekuitas (selisih antara Rp1000 – total hasil dan Rp940 – hasil alokasi di atas) 60 Total hasil yang diperoleh 1,000 Komponen Liabilitas Nilai kini dari 20 kali pembayaran bunga tengah tahunan sebesar Rp50 dengan tingkat bunga diskonto sebesar 11% 597 Nilai kini dari nilai nominal Rp1.000 yang jatuh tempo dalam 10 tahun dengan tingkat bungadiskonto sebesar 11% majemuk setengah tahunan 343 Total940 Komponen Ekuitas (selisih antara Rp1000 – total hasil dan Rp940 – hasil alokasi di atas) 60 Total hasil yang diperoleh 1,000

95 Pembelian Kembali Instrumen yang Dapat Dikonversi Pada 1 Januari 2004, debenture yang dapat dikonversi tersebut memiliki nilai wajar Rp Entitas A mengajukan tender offer kepada pemegang debenture untuk membeli kembali debenture tersebut dengan harga Rp1.700, yang kemudian disetujui. Pada tanggal pembelian kembali, Entitas A dapat menerbitkan instrumen utang yang tidak dapat dikonversi berjangka lima tahun dengan tingkat bunga kupon sebesar 8 persen. 94 Komponen Liabilitas: N. Tercatat Perb Wajar Nilai kini dari 10 pembayaran bunga tengah tahunan sebesar Rp50, yang di diskonto pada 11 dan 8% Nilai kini dari Rp1.000 yang jatuh tempo dalam 5 tahun dan didiskonto pada 11 dan 8%, bungamajemuk tengah tahunan ,081 (119) Kompnen Ekuitas (559) Total (678) Komponen Liabilitas: N. Tercatat Perb Wajar Nilai kini dari 10 pembayaran bunga tengah tahunan sebesar Rp50, yang di diskonto pada 11 dan 8% Nilai kini dari Rp1.000 yang jatuh tempo dalam 5 tahun dan didiskonto pada 11 dan 8%, bungamajemuk tengah tahunan ,081 (119) Kompnen Ekuitas (559) Total (678) Dr Komponen Liabilitas Rp962 Dr Beban Penyelesaian Utang (laporan laba rugi) Rp119 Cr Kas Rp1.081 Untuk mengakui pembelian kembali komponen liabilitas Dr Ekuitas Rp619 Cr Kas Rp619 Untuk mencatat kas yang dibayarkan untuk komponen ekuitas Dr Komponen Liabilitas Rp962 Dr Beban Penyelesaian Utang (laporan laba rugi) Rp119 Cr Kas Rp1.081 Untuk mengakui pembelian kembali komponen liabilitas Dr Ekuitas Rp619 Cr Kas Rp619 Untuk mencatat kas yang dibayarkan untuk komponen ekuitas

96 PSAK 55 (REVISI 2014) INSTRUMEN KEUANGAN: PENGAKUAN DAN PENGUKURAN 55

97 Agenda Overview PSAK 55 dan perubahannya 1 Definisi 2 Pengakuan, pengukuran, penyajian 3 Ilustrasi dan Contoh 4 96

98 Perkembangan Standar PSAK 55 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran diadopsi dari IAS 39 Financial Instrumen: Recognition & Measurement In November 2009 the IASB issued IFRS 9 (2009),the first milestone in the project to replace IAS 39 In October 2010 the IASB published IFRS 9 (2010), to include guidance on financial liabilities and derecognition of financial instruments. InMarch 2013,the IASB issued an exposure draft (ED) onlimited amendments to IFRS 9 (2010),to address specific application questions raised by interested parties as well as to try and reduce differences with the FASB. However, the FASB tentatively decided that it would not continue to pursue a classification and measurement model similar to the IASB. As a consequence, the FASB’s classification and measurement project is expected to result in few changes to current US GAAP. In November 2013,the IASBpublished the final hedging requirements excluding macro hedging. In July 2014,the IASB published the new and complete version of IFRS 9 (hereafter ‘IFRS 9’ or ‘the new standard’),which includes the new hedge accounting, impairment and classification and measurement requirements. Effective

99 Klasifikasi Instrumen Keuangan 98 Definisi Instrumen Keuangan setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan entitas dan kewajiban keuangan atau instrumen ekuitas entitas lain Kewajiban kontraktual Kas Kontrak diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas Hak kontraktual Instrumen ekuitas entitas lain Aset Keuangan Liabilitas keuangan kontrak yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas Ekuitas Kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah ikurangi dengan seluruh kewajibannya

100 Jenis Instrumen Keuangan 99 Instrumen Keuangan Aset Keuangan Liabilitas Keuangan Instrumen Ekuitas Instrumen Derivatif Instrumen Lindung Nilai Aset Keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Investas dimiliki hingga jatuh tempo Pinjaman diberikan dan Piutang Aset keuangan tersedia untuk dijual Liabilitas Keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Kewajiban Lainnya Instrumen Ekuitas Biasa Instrumen Ekuitas Majemuk Instrumen Ekuitas Sinstesis Derivatif Biasa Derivatif Melekat Atas Nilai Wajar Atas Arus Kas Atas Investasi Neto pada Operasi Luar Negeri

101 Kategori Aset Keuangan 100 NO YES Nilai Beli Pinjaman atau Piutang Bentuk Investasi dlm Utang Keinginan memegang Held to maturity YES NO Tujuan Spekulatif Available for Sale NO YES Trading Diukur dg Nilai Wajar No YES Nilai Wajar

102 101 Instrumen Keuangan setiap kontrak yang menambah nilai: ► aset keuangan entitas, dan (disisi lain) ► kewajiban keuangan atau instrumen ekuitas entitas lain. ► Aset Keuangan  Kas  Instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas lain  Hak kontraktual: untuk menerima kas atau aset keuangan lainnya dari entitas lain; atau untuk mempertukarkan aset keuangan dengan entitas lain dengan kondisi berpotensi untung; atau  Kontrak yang akan diselesaikan dengan penerbitan instrumen ekuitas entitas nonderivatif derivatif ► Kewajiban Keuangan  Kewajiban kontraktual: untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada entitas lain; atau untuk mempertukarkan aset keuangan atau kewajiban keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan entitas;  kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas dan merupakan suatu: non derivatif; atau derivatif

103 ► Instrumen keuangan diukur pada pengakuan awal sebesar nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi kecuali untuk instrumen yang diukur dengan menggunakan nilai wajar. ► Penghapusan (dererecognition) aset keuangan didasarkan atas kombinasi “risk and reward” dan pendekatan pengendalian. Evaluasi atas risk and reward diakukan sebelum evaluasi atas transfer pengendalian ► Pengakuan gain/loss atas penghapusan (extinguishment) liabilitas keuangan ketika utang baru diterbitkan memiliki persyaratan (term) yang berbeda dengan utang lama. ► Restrukturisasi utang yang menyebabkan modifikasi substansial term dapat menghasilkan gain/loss pada saat penerbitan liabilitas baru. 102 PSAK 55 R – Instrumen keungan pengakuan dan Pengukuran

104 Empat kategori aset keuangan: 1.Aset keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi; 2.Investasi dimiliki hingga jatuh tempo; 3.Pinjaman yang diberikan atau piutang; dan 4.Aset keuangan tersedia untuk dijual. Dua kategori liabilitas keuangan 1)Kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi 2)Kewajiban lain Pengukuran aset keuangan dengan menggunakan nilai wajar dalam arti luas Beberapa perbedaan dalam praktik dalam mengidentifikasi derivatif majemuk. 103 PSAK 55 R – Instrumen keungan pengakuan dan Pengukuran

105 Harga pasar atas aset yang dimiliki atau liabilitas yang akan diterbitkan adalah harga penawaran(bid price) dan untuk aset yang akan dibeli atau liabilitas yang dimiliki adalah harga permintaan (asking price). Pengukuran instrumen keuangan sebesar nilai amortisasi, premium dan diskon dimartisasi dengan menggunakan effective interest rate. Reklasifikasi menjadi atau keluar dari FVPL dilarang yang didesain untuk tujuan hedging Aturan tainting atas held to maturity investment, pembatasan selama 2 tahun tidak boleh melakukan transfer antar kategori investasi. 104

106 PSAK 55 R – Instrumen keungan pengakuan dan Pengukuran ► Bukti obyektif atas penurunan nilai aset keuangan dan penilaiannya dilakukan setiap tanggal laporan keuangan. ► Instrumen keuangan signifikan secara individu ► Tidak signifikan atau signifikan tetapi tidak mengalami penurunan nilai ► Penilaian penurunan nilai dilakukan secara individu dan kolektif ► Pembalikan atas penurunan atas piutang, investasi HTM dan AFS instrumen utang dapat dilakukan jika memenuhi kriteria. 105

107 106 Tujuan Mengatur prinsip-prinsip dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, liabilitas keuangan, dan kontrak pembelian atau penjualan item nonkeuangan.

108 107 Ruang Lingkup Diterapkan oleh semua entitas untuk seluruh jenis instrumen keuangan, kecuali untuk:  Investasi  anak, asosiasi dan joint venture (PSAK 65, 15 dan 12 & 66)  Hak dan kewajiban yang diatur dalam sewa (PSAK 30)  Hak dan kewajiban pemberi kerja (PSAK 24)  Instrumen keuangan terbitan entitas yang memenuhi definisi instrumen ekuitas  Hak dan kewajiban dalam kontrak asuransi (PSAK 62)  Kontrak dalam rangka kombinasi bisnis (PSAK 22)  Komitmen pinjaman dan provisi (PSAK 57)  Transaksi kompensasi berbasis saham (PSAK 52)

109 108 Ruang Lingkup Komitmen pinjaman berikut termasuk dalam ruang lingkup komitmen pinjaman yang diberikan yang ditetapkan entitas sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. komitmen pinjaman yang diberikan yang dapat diselesaikan secara neto dengan kas atau dengan penyerahan/penerbitan instrumen keuangan lainnya. komitmen untuk menyediakan pinjaman yang diberikan pada tingkat suku bunga di bawah suku bunga pasar. Diterapkan pada kontrak pembelian atau penjualan item nonkeuangan yang dapat diselesaikan secara neto dengan kas atau instrumen keuangan lainnya, atau dengan mempertukarkan instrumen keuangan,

110 109 Definisi Derivatif Derivatif adalah suatu instrumen keuangan atau kontrak lain dengan karakteristik : – nilainya berubah sebagai akibat dari perubahan variabel yang telah ditentukan (sering disebut dengan variabel yang mendasari), antara lain: suku bunga, harga instrumen keuangan, harga komoditas, nilai tukar mata uang asing, indeks harga atau indeks suku bunga, peringkat kredit atau indeks kredit, atau variabel lainnya. Untuk variabel nonkeuangan, variabel tersebut tidak berkaitan dengan pihak- pihak dalam kontrak; – Tidak memerlukan investasi awal neto atau memerlukan investasi awal neto dalam jumlah yang lebih kecil dibandingkan dengan jumlah yang diperlukan untuk kontrak serupa lainnya yang diharapkan akan menghasilkan dampak yang serupa sebagai akibat perubahan faktor pasar; dan – diselesaikan pada tanggal tertentu di masa depan.

111 110 Aset/Kewajiban Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar melalui Laporan Laba Rugi  Diperdagangkan: –Diperoleh/dimiliki untuk tujuan dijual/dibeli kembali dalam waktu dekat (trading); –Bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang memiliki pola ambil untung dalam jangka pendek; atau –merupakan derivatif (kecuali derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dan efektif).  Ditetapkan untuk dinilai pada Nilai Wajar melalui Laporan Laba Rugi

112 111 Investasi Dimiliki hingga Jatuh Tempo Kriteria:  Aset keuangan non derivatif;  Pembayaran tetap/telah ditentukan;  Jatuh tempo telah ditetapkan;  Entitas memiliki maksud dan kemampuan untuk memiliki hingga jatuh tempo Kecuali:  ditetapkan sbg aset keu pada nilai wajar melalui L/R;  ditetapkan sbg AFS;  memenuhi definisi pinjaman yang diberikan dan piutang.

113 112 Pinjaman Diberikan dan Piutang Kriteria:  Aset keuangan non derivatif;  Pembayaran tetap/telah ditentukan;  tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, Kecuali:  dimaksudkan utk dijual dlm waktu dekat (trading);  ditetapkan sbg aset keu pada nilai wajar mel L/R;  diklasifikasikan sbg AFS;  pinjaman yang diberikan/ piutang yg investasi awalnya tdk akan diperoleh kembali scr substansial (kecuali krn penurunan kualitas), shg hrs diklasifikasikan sbg AFS.

114 113 Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual Kriteria:  Aset keuangan non derivatif;  Ditetapkan sebagai AFS;  Tidak diklasifikasikan sbg:  pinjaman yang diberikan/piutang,  dimiliki hingga jatuh tempo, atau  dinilai pada nilai wajar melalui L/R.

115 Transfer / Reklasifikasi Diijinkan jika ada perubahan intensi. HTM AFS FVTPL Diijinkan namun harus memenuhi TAINTING RULE Loans & Receivable Situasi yang langka

116 Tainting Entitas tidak boleh mengklasifikasikan aset keuangan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo, jika dalam tahun berjalan atau dalam kurun waktu dua tahun sebelumnya, telah menjual atau mereklasifikasi investasi dimiliki hingga jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak signifikan (more than insignificant) sebelum jatuh tempo

117 Tainting Kecuali penjualan atau reklasifikasi tersebut dilakukan: – Mendekati jatuh tempo atau tanggal pembelian kembali (contohnya, kurang dari tiga bulan sebelum jatuh tempo) – Setelah entitas telah memperoleh secara substansial seluruh jumlah pokok aset keuangan tersebut sesuai jadwal pembayaran atau entitas telah memperoleh pelunasan dipercepat; atau – (Terkait dengan kejadian tertentu yang berada di luar kendali entitas, tidak berulang, dan tidak dapat diantisipasi secara wajar oleh entitas.

118 117 Pengukuran Awal Aset dan Kewajiban Keuangan Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Nilai wajar (biaya transaksi expense) Tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Nilai wajar ditambah Biaya Transaksi (biaya transaksi dikapitalisasi)

119 Definisi Nilai Wajar - lama Nilai di mana suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arm’s length transaction) Bukan nilai yang akan diterima atau dibayarkan entitas dalam suatu transaksi yang dipaksakan, likuidasi yang dipaksakan, atau penjualan akibat kesulitan keuangan.

120 Definisi Nilai Wajar - baru nilai wajar sebagai harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. 119 “...the price that would be received to sell an asset or transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date.” IFRS 13 para 9

121 Pengukuran Selanjutnya Klasifikasi Neraca Biaya Transaksi Keuntung an atau Kerugian Nilai Wajar Bunga dan Dividen Penuruna n Nilai Pembalika n Penuruna n Nilai FVTPL Nilai wajarDibebankanLaba atau rugi By default HTM Biaya Diamortisasi Dikapitalisasi - Laba rugi Laba rugi Laba rugi Pinjaman Diberikan dan Piutang Biaya diamortisasi Dikapitalisasi - Laba rugi Laba rugi Laba rugi

122 Pengukuran Selanjutnya Klasifikasi Jenis / Biaya Transaksi Laporan Posisi Keuangan Keuntungan atau Kerugian Nilai Wajar Bunga dan Dividen Penurunan Nilai Pemulihan Penurunan Nilai AFS Utang/ Dikapitalisasi Nilai wajar Pendapatan komprehensif lain* Laba Rugi Ekuitas/ Dikapitalisasi Nilai wajar Pendapatan komprehensif lain* Laba Rugi Pendapatan komprehensif lain Ekuitas: Tidak dapat diukur secara andal/ Dikapitalisasi Harga perolehan - Laba Rugi - * Dibebankan ke laba rugi saat pelepasan atau terjadi penurunan nilai

123 122 Pengukuran Setelah Pengakuan Awal Pinjaman dan Piutang a)Nilai wajar b)Biaya diamortisasi c)Biaya (penggunaan terbatas hanya jika nilai wajar tidak dapat ditentukan) PSAK 55 mengklasifikasikan: – 4 kategori aset keuangan – 2 kategori kewajiban keuangan Kategori tersebut menentukan metode yang digunakan untuk pengukuran selanjutnya

124 Biaya Amortisasi Jumlah saat pengukuran awal Akumulasi amortisasi dg effectiv interest method PembayaranPenurunan Nilai 123 PLUS OR MINUS MINUS

125 Suku bunga efektif Suku bunga yang menyamakan antara nilai awal aset dengan nilai kini dari pembayaran yang diterima di masa mendatang. Nilai awal aset keuangan termasuk biaya transaksi dan biaya lain terkait dengan perolehan/penerbitan aset/liabilitas keuangan Suku bunga efektif tidak selalu sama dengan suku bunga yang ditetapkan. Suku bunga efektif digunakan untuk mengitung amortisasi premium atau diskon 124

126 Biaya Transaksi dan provisi biaya transaksi / provisi merupakan biaya yang dikeluarkan terkait dengan suatu kredit kredit yang diberikan pinjaman yang diberikan kepada peminjam sebesar nilai nominal pinjaman, namun yang dicatat oleh pemberi pinjaman adalah : – pokok pinjaman – Ditambah biaya yang secara langsung dikeluarkan peminjam – Dikurangi dengan provisi (biaya yang ditanggung oleh penerima kredit) 125

127 Ilustrasi Provisi 126 Enitas A memberikan pinjaman Rp bunga 8%, tahunan. Bunga sebesar 8% kali total pinjaman dibayarkan setiap akhir tahun dan pokok dilunasi pada akhir tahun ketiga. Entitas A membebankan provisi 4%, yang dipotong dari pinjaman yang diberikan Jumlah pinjaman yang diberikan / diterima sebesar dikurang 4% = Dihitung ulang bunga efektif. Tingkat bunga yang menyamakan nilai kini kas yang akan diterma dengan nilai pinjaman

128 Ilustrasi Provisi Dengan provisi 4% 576,000 Pembayaran PV % 1 48,000 43, ,000 39, ,000 36, , , ,000 Tingkat suku bunga efektif lebih besar karena nilai uang yang diberikan lebih kecil. Perusahaan tetap akan memperoleh pembayaran bunga 8% dari pokok Tingkat suku bunga efektif dihitung sebesar 9,59708%. Tingkat suku bunga efektif lebih besar karena nilai uang yang diberikan lebih kecil. Perusahaan tetap akan memperoleh pembayaran bunga 8% dari pokok Tingkat suku bunga efektif dihitung sebesar 9,59708%.

129 Ilustrasi Provisi… Lanjutan 128 Piutang Kas (sebagai alternatif pinjaman dapat dicatat sebesar dan dikurangi diskon sebesar 4.000) Jurnal pembayaran bunga akhir tahun pertama dan amortisasi biaya transaksi Kas Pinjaman yang diberikan Pendapatan bunga Pendapatan bunga dihitung dari bunga efektif Piutang Kas (sebagai alternatif pinjaman dapat dicatat sebesar dan dikurangi diskon sebesar 4.000) Jurnal pembayaran bunga akhir tahun pertama dan amortisasi biaya transaksi Kas Pinjaman yang diberikan Pendapatan bunga Pendapatan bunga dihitung dari bunga efektif

130 Ilustrasi Provisi … Lanjutan 129 PembayaranBunga Amortisasi Pinjaman % 576, ,000 55,279 7, , ,000 55,978 7, , ,000 56,743 8, ,000 3

131 Ilustrasi Biaya Transaksi Enitas Z memberikan pinjaman Rp bunga 10%, tahunan. Bunga sebesar 10% dari pinjaman outstanding setiap akhir tahun dan pokok diangsur 4x sebesar Entitas A mengeluarkan biaya langsung untuk pemberian pinjaman ini dan tidak dibebankan ke debitur Jumlah pinjaman yang diberikan sebesar ditambah biaya = Dihitung ulang bunga efektif. Tingkat bunga yang menyamakan nilai kini kas yang akan diterma dengan nilai pinjaman

132 Ilustrasi Biaya Transaksi 2 131

133 Ilustrasi Biaya Transaksi PembayaranBungaPengurang Pinjaman %Bunga & Pokok 820, ,00072,324207,676612, ,00054,007205,993406, ,00035,838204,162202, ,00017,831202,1690

134 Ilustrasi Biaya Transaksi 2… Lanjutan 133 Jurnal pada saat pemberian pinjaman Pinjaman yang berikan Kas Jurnal untuk mencatat biaya yang dikeluarkan asumsikan biaya ini dibayarkan secara tunai. Pinjaman yang diberikan Kas Kedua jurnal tersebut akan membuat pinjaman sebesar Jurnal pada saat pemberian pinjaman Pinjaman yang berikan Kas Jurnal untuk mencatat biaya yang dikeluarkan asumsikan biaya ini dibayarkan secara tunai. Pinjaman yang diberikan Kas Kedua jurnal tersebut akan membuat pinjaman sebesar

135 Ilustrasi Biaya Transaksi 2… Lanjutan 134 Jurnal pembayaran bunga akhir tahun pertama dan angsuran Kas Pinjaman yang diberikan Pendapatan bunga Jurnal pembayaran bunga terakhir Kas Pinjaman yang diberikan Pendapatan bunga Jurnal pembayaran bunga akhir tahun pertama dan angsuran Kas Pinjaman yang diberikan Pendapatan bunga Jurnal pembayaran bunga terakhir Kas Pinjaman yang diberikan Pendapatan bunga17.831

136 Ketentuan Umum – Penurunan Nilai Aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai apabila: – Nilai tercatat/biaya perolehan diamortisasi > Nilai yang dapat diperoleh kembali – Evaluasi atas apakah terdapat bukti objektif penurunan nilai harus dilakukan pada setiap tanggal neraca Bila terdapat bukti objektif penurunan nilai, maka harus dilakukan estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dan mengakui kerugian penurunan nilai

137 Penurunan Nilai – Konsep Umum 136 Piutang setiap pelaporan harus dievaluasi apakah terdapat bukti objektif aset keuangan tersebut mengalami penurunan nilai Jika terdapat bukti objektif maka akan diakui kerugian penurunan nilai Bukti objektif terjadi akibat dari satu atau lebih peristiwa setelah pengakuan awal yang merugikan dan berdampak pada arus kas di masa depan

138 Kesulitan keuangan signifikan pihak peminjam Pelanggaran kontrak seperti terjadi penundaan pembayaran bunga maupun pokok Pihak pemberi pinjaman memberikan kelonggaran akibat kesulitan keuangan yang dialami peminjam Peminjam dinyatakan pailit oleh pengadilan Memburuknya kondisi ekonomi yang menyebabkan kemampuan membayar turun 137 Penurunan Nilai – Konsep Umum

139 terdapat bukti objektif kerugian diukur berdasarkan selisih antara nilai tercatat piutang dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan Tingkat diskonto  suku bunga efektif yang berlaku pada saat pengakuan awal dari aset tersebut Nilai tercatat piutang dikurangi: langsung/pencadangan Kerugian diakui dalam laporan laba rugi 138 Penurunan Nilai – Konsep Umum

140 Piutang dagang tidak dapat dibayar dibayar namun waktu pembayarannya lebih lama dari yang dijanjikan Piuang dagang terbukti tidak bisa dibayar menghapuskan semua piutang tersebut kecuali ada jaminan kerugian hanya diakui sebesar piutang yang tidak ada jaminannya 139 Penurunan Nilai – Konsep Umum

141 Evaluasi bukti objektif thd individual Jika ada bukti objektif  menghitung arus kas masa depan dari piutang Selisihnya akan diakui sebagai kerugian penurunan nilai Jika tidak ada bukti objektif atas individual piutang piutang dimasukkan dalam kelompok piutang yang mengalami penurunan nilai secara kolektif 140 Penurunan Nilai – Konsep Umum

142 Penurunan Nilai – Aset Keuangan yang Dicatat Berdasarkan Biaya Perolehan Diamortisasi Meliputi investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo serta pinjaman yang diberikan dan piutang Aset Individual yang Signifikan: – Pertama kali harus dinilai secara individu – Jika tidak ada bukti penurunan nilai saat penilaian individu-harus dinilai dalam kelompok yang sama karakteristik risiko kreditnya Penilaian Kelompok: – Untuk aset-aset yang secara individu tidak signifikan dan aset-aset lain – Tidak dapat dievaluasi secara individual

143 Penurunan Nilai Kolektif – Aset Keuangan yang Dicatat Berdasarkan Biaya Perolehan Diamortisasi Penurunan nilai kolektif aset keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi meliputi: 1.Kelompok aset keuangan sejenis yang tidak signifikan secara individual; dan 2.Aset keuangan yang signifikan secara individual yang tidak mengalami penurunan nilai berdasarkan evaluasi secara individual;

144 Penurunan Nilai Kolektif – Aset Keuangan - Biaya Perolehan Diamortisasi Jumlah kerugian diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut Nilai tercatat aset tersebut dikurangi, baik secara langsung maupun menggunakan pos cadangan. Jumlah kerugian yang terjadi diakui pada laporan laba rugi.

145 Penurunan Nilai Kolektif – Aset Keuangan - Biaya Perolehan Diamortisasi Jika, pada periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai berkurang, maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan. Pemulihan tersebut tidak boleh mengakibatkan nilai tercatat aset keuangan melebihi biaya perolehan diamortisasi sebelum adanya pengakuan penurunan nilai pada tanggal pemulihan dilakukan. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi.

146 Penurunan Nilai – Aset Keuangan yang Dicatat pada Biaya Perolehan Jumlah kerugian penurunan nilai diukur berdasarkan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan pada tingkat pengembalian yang berlaku di pasar untuk aset keuangan serupa Kerugian penurunan nilai tersebut tidak dapat dipulihkan.

147 Penurunan Nilai – Aset Keuangan yang Tersedia untuk Dijual Ketika penurunan nilai wajar atas aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual telah diakui secara langsung dalam ekuitas dan terdapat bukti objektif bahwa aset tersebut mengalami penurunan nilai, maka kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui secara langsung dalam ekuitas harus dikeluarkan dari ekuitas dan diakui pada laporan laba rugi Kerugian penurunan nilai yang diakui pada laporan laba rugi atas investasi instrumen ekuitas yang diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas yang tersedia untuk dijual tidak boleh dipulihkan melalui laporan laba rugi. Jika, pada periode berikutnya, nilai wajar instrumen utang yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual meningkat, maka kerugian penurunan nilai tersebut harus dipulihkan melalui laporan laba rugi.

148 Impairment of Financial Assets Measured at Amortized Cost Procedures for assessing impairment (IAS 39: 63-65) IndividuallyCollectively Test for impairment for Financial Assets Individually SignificantNot Individually Significant Individually 147 FailPassFailPass Collectively tested with similar credit risk

149 Impairment of AFS Financial Assets 148 Changes in fair value of AFS taken to equity Decline in fair value must be determined Objective evidence of impairment Decline in fair value Cumulative loss in equity transferred to income statement Acquisition cost Previous impairment loss -- Current fair value Debt instrument: Reversible Equity instrument: Non reversible

150 piutang yang signifikan secara individu  dihitung secara individu Jika peminjam pailit dan tidak ada yang menjamin piutang  diturunkan nilainya seluruhnya – semua piutang tersebut dihapuskan dan akan diakui oleh perusahaan sebagai beban Jika peminjam pailit dan ada jaminan atas piutang – Jumlah penurunan nilai  seluruh nilai piutang tercatat nilai jaminan yang dikuasai oleh perusahaan piutang yang signifikan secara individu  dihitung secara individu Jika peminjam pailit dan tidak ada yang menjamin piutang  diturunkan nilainya seluruhnya – semua piutang tersebut dihapuskan dan akan diakui oleh perusahaan sebagai beban Jika peminjam pailit dan ada jaminan atas piutang – Jumlah penurunan nilai  seluruh nilai piutang tercatat nilai jaminan yang dikuasai oleh perusahaan 149 Penurunan Nilai – Penghitungan

151 150 Ilustrasi Pelanggan Pailit Entitas S memiliki piutang kepada Entitas R sebesar Piutang diberikan 1 Juni Pada 15 Desember 2011 Entitas S mendapatkan informasi bahwa Entitas R dipailitkan oleh pengadilan. Piutang ini tidak dijamin, aset Entitas R tidak dapat digunakan untuk membayar utang dagang. Diturunkan seluruhya karena kas dimasa depan Rp0. Entitas S menghapuskan piutang  mendebit cadangan penurunan nilai piutang Pencadangan penurunan nilai Beban penurunan nilai piutang Cadangan penurunan nilai piutang Penghapusan piutang Cadangan penurunan nilai piutang Piutang Dagang Entitas S memiliki piutang kepada Entitas R sebesar Piutang diberikan 1 Juni Pada 15 Desember 2011 Entitas S mendapatkan informasi bahwa Entitas R dipailitkan oleh pengadilan. Piutang ini tidak dijamin, aset Entitas R tidak dapat digunakan untuk membayar utang dagang. Diturunkan seluruhya karena kas dimasa depan Rp0. Entitas S menghapuskan piutang  mendebit cadangan penurunan nilai piutang Pencadangan penurunan nilai Beban penurunan nilai piutang Cadangan penurunan nilai piutang Penghapusan piutang Cadangan penurunan nilai piutang Piutang Dagang

152 151 Penurunan Nilai – Penghitungan  Piutang yang masih dapat ditagih namun proses pembayarannya terlambat dari perjanjian piutang yang disepakati  Perusahaan mengestimasi waktu penerimaan kas dari piutang tersebut kemudian menghitung nilai sekarang piutang tersebut dengan menggunakan tingkat bunga pasar.  Piutang berbunga  menggunakan bunga efektif pinjaman  Piutang yang masih dapat ditagih namun proses pembayarannya terlambat dari perjanjian piutang yang disepakati  Perusahaan mengestimasi waktu penerimaan kas dari piutang tersebut kemudian menghitung nilai sekarang piutang tersebut dengan menggunakan tingkat bunga pasar.  Piutang berbunga  menggunakan bunga efektif pinjaman

153 152 Ilustrasi Penurunan Nilai Piutang Individu Entitas K melakukan penjualan kredit pada Entitas L pada 1 Agustus 2011 sebesar Piutang tersebut meurut perjanjian dibayarkan sebulan setelah penjualan. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2011 saat PT. Kenanga menyusun laporan keuangan, piutang tersebut belum dibayarkan. PT. Tulip berjanji akan melunasi piutang tersebut awal Juli Bunga pasar sebesar 5%.

154 153 Ilustrasi Penurunan Nilai Piutang Individu… Lanjutan Piutang tersebut akan dihitung penurunan nilai sebesar: PV piutang x (PV 5%, n=1,5)= Penurunan nilai – = Jumlah ini akan digabung penurunan nilai piutang yang lain dan penurunan nilai secara kolektif. Jika dibuat jurnal sendiri: Beban penurunan nilai piutang Cadangan penurunan nilai piutang Jika 1/7 dibayar maka jurnal yang dibuat adalah pelunasa dan recovery penurunan nilai. Cadangan penurunan nilai piutang Beban penurunan nilai piutang Kas Piutang dagang Piutang tersebut akan dihitung penurunan nilai sebesar: PV piutang x (PV 5%, n=1,5)= Penurunan nilai – = Jumlah ini akan digabung penurunan nilai piutang yang lain dan penurunan nilai secara kolektif. Jika dibuat jurnal sendiri: Beban penurunan nilai piutang Cadangan penurunan nilai piutang Jika 1/7 dibayar maka jurnal yang dibuat adalah pelunasa dan recovery penurunan nilai. Cadangan penurunan nilai piutang Beban penurunan nilai piutang Kas Piutang dagang ,000 5% PV 5% 1,5 tahun 464,714 35,286

155 154 Penurunan Nilai – Penghitungan Pinjaman yang diberikan dalam bentuk kredit  tanda kegagalan: restrukturisasi Jika hasil restrukturisasi: nilai kini arus kas di masa mendatang < pinjaman tercatat Penurunan nilai

156 Ilustrasi Penurunan Nilai Piutang 155 Entitas G memberikan pinjaman Entitas H pada 30 Desember Pinjaman 2 tahun, suku bunga 10% dikenakan atas saldo pinjaman setiap tahun dan pinjaman dilunasi seluruhnya akhir tahun kedua. Pada 30 Desember 2011 Entitas H. tidak membayar bunganya. Diketahui bahwa PT. Kenanga mengalami kesulitan keuangan. Untuk itu dilakukan negosiasi ulang pinjaman tersebut.

157 Ilustrasi Penurunan Nilai Piutang… Lanjutan 156 Kasus 1 Dicapai kesepakatan, peminjam diberikan grace period pada tahun pertama dan baru dimulai pembayaran bunga pada tahun kedua, piutang dilunasi tahun ketiga Rugi penurunan nilai TahunSkedul awalPV lama Perubahan SkedulPV baru 1 40,000 36, ,000 33,058 40,000 33, , ,579 40,000 30, , , , ,636 Kerugian 36,364

158 Ilustrasi Penurunan Nilai Piutang… Lanjutan Kasus 2 Pinjaman akan diangsur mulai 2012, namun angsuran pertama akan memperhitungkan bunga tertunggak selama tahun pertama. Untuk angsuran kedua dan pelunasan akan dilakukan pada tahun berikutnya TahunSkedul awalPV lama Perubahan SkedulPV baru 1 40,000 36, ,000 33,058 84,000 69, , ,579 40,000 30, , , ,000 Kerugian Tidak terjadi penurunan nilai

159 158 Ilustrasi Penurunan Nilai… Lanjutan Kasus 3 Jika kesepakatan menyebutkan bahwa pinjaman akan mulai diangsur pada tahun 2012 dan sisanya pada tahun berikutnya. Namun perusahaan dikenakan penalti kenaikan suku bunga menjadi 12%. Pembayaran angsuran pertama dilakukan bersamaan dengan pembayaran bunga tertunggak dan bunga periode tersebut yang dihitung berdasarkan rate baru secara flat. Bunga = (Rp *0,12*2 = Rp48.000) TahunSkedul awalPV lama Perubahan SkedulPV baru ( ) tidak terjadi penurunan nilai <

160 Penurunan Nilai – Penghitungan Tidak semua piutang yang dimiliki perusahaan signifikan Tidak semua piutang yang signifikan mengalami penurunan nilai Keduanya tetap harus dievaluasi penurunannya secara kolektif 159

161 Ilustrasi Penurunan Nilai Piutang Kelompok 160 Entitas M memiliki piutang beberapa pelanggan pada 31 Desember 2011 Nama PelangganNilai Piutang Entitas D Entitas Ka Entitas As Entitas Ag Entitas Kj Entitas Tl3.000 Piutang lain tidak signifikan25.000

162 Ilustrasi Penurunan Nilai Piutang Kelompok… Lanjutan 161 Seluruh piutang tidak ada jaminannya. Terdapat informasi Entitas Tl mengalami kesulitan keuangan, dan dinyatakan pailit. Piutang kepada PT. Anggrek telah berumur 3 bulan. Perjanjian piutang menyebutkan piutang dilunasi 1 bulan. Enitas Ag baru dapat melunasi piutangnya pada 31 Desember Bunga incremental borrowing sebesar 6%. Berdasarkan pengalaman dan data historis tingkat piutang tidak tertagih sebesar 2% dari nilai piutang.

163 162 Ilustrasi Penurunan Nilai Piutang Kelompok… Lanjutan Piutang PT. Tulip karena terdapat bukti obyektif perusahaan pailit, maka arus kas yan diharapkan di masa mendatang adalah 0, sehingga di-impairment seluruhnya sebesar Rp Piutang PT. Anggrek, karena baru dibayar setahun yang akan datang, perusahaan harus memperhitungkan nilai sekarang dari arus kas di masa mendatang. Nilai sekarang arus kas dengan tingkat bunga 6%, satu tahun = x = Nilai piutang tercatat = Kerugian penurunan nilai = 850

164 163 Ilustrasi Penurunan Nilai Piutang Kelompok… Lanjutan Piutang lain yang tidak signifikan ditambah dengan piutang yang secara individu tidak mengalami penurunan nilai : = Penurunan nilai kolektif: x 2% = Rp2.220 Total penurunan piutang sebesar = Jurnal yang dibuat oleh perusahaan adalah: Beban penurunan nilai piutang6.070 Cadangan penurunan nilai piutang6.070

165 Menghitung Penurunan Nilai Kolektif 164 dihitung berdasarkan data historis beberapa tahun sebelumnya (3-5 tahun) Metode metode pembebanan rata-rata (average charge method) metode roll rate &

166 165 Menghitung Penurunan Nilai Kolektif Average charge-off method Mendasarkan jumlah penurunan nilai berdasarkan data historis rata-rata tingkat kerugian pinjaman Masing-masing tahun  diperoleh data saldo piutang, jumlah piutang yang dihapuskan serta jumlah piutang yang telah dihapuskan namun dapat ditagih Hitung jumlah pinjaman neto yang dihapuskan  pinjaman yang dihapuskan dikurangi pinjaman yang telah dihapuskan namun dapat ditagih (recovery) Rata-rata kerugian pinjaman tiap tahun  pinjaman neto yang dihapuskan dibagi rata-rata pinjaman untuk masing- masing tahun selama 5 th

167 166 Menghitung Penurunan Nilai Kolektif Average charge-off method Rata2 5 tahun Pinjaman yang dihapuskan Pinjaman recovery ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Pinjaman net yang dihapuskan Pinjaman Rata-rata Pinjaman Rata-rata kerugian0,01010,0095 0,0091 0,00870,00840,0092

168 167 Menghitung Penurunan Nilai Kolektif Average charge-off method Total pinjaman tahun 2011 Pinjaman yang secara individu mengalami penurunan nilai Pinjaman yang dievaluasi secara kolektif Rata-rata data historis kerugian pinjaman Penurunan nilai kolektif ( ) ,

169 168 Menghitung Penurunan Nilai Kolektif Roll Rate Method menghitung probability piutang pada periode sekarang akan tetap menjadi piutang pada periode berikutnya Misal: Piutang yang belum jatu tempo pada bulan Jan 2010 sebesar , dari jumlah tersebut yang masih belum tertagih pada Feb 2011 sebesar Rp sehingga roll rate rasio sebesar 20%  dihitung dalam jangka waktu 1 tahun, untuk kemudian dihitung nilai rata-ratanya

170 169 Menghitung Penurunan Nilai Kolektif Roll Rate Method Bulan/ tahun Current 1-30 hari hari hari hari > 365 hari 2 Jan Feb Roll rate20%40%50%70%80%100%

171 170 Menghitung Penurunan Nilai Kolektif Roll Rate Method Bulan/tahunCurrent 1-30 hari hari hari hari > 365 hari 2 Jan %40%50%70%80%100% 2 Feb %42%54%68%78%100% 2 Mar %44%50%62%78%100% 2 Apr %45%52%70%78%100% 2 Mei %43%46%66%86%100% 2 Jun %41%48%64%84%100% 2 Jul %40%50%68%80%100% 2 Agt %41%52%72%82%100% 2 Sep %38%54%66%80%100% 2 Oct %38%52%68%76%100% 2 Nop %36%50%70%80%100% 2 Dec %38%48%66%78%100% Rata-rata roll rate22.50%40.50%50.50%67.50%80.00%100.00%

172 171 Menghitung Penurunan Nilai Kolektif Roll Rate Method Umur Piutang % Penurunan Nilai Perhitungan Current2.48%22.50%*40,50%*50.50%*65.50%*80.00%*100% 1-30 hari11.04%40.50%*50.50%*65.50%*80.00%*100% hari27.27%50.50%*65.50%*80.00%*100% hari54.00%65.50%*80.00%*100% hari80.00%80.00%*100% > 365 hari100.00% Nilai roll rate rata-rata per tahun digunakan untuk menentukan nilai piutang tidak tertagih untuk masing-masing umur piutang dengan mengalikan prosentase tidak tertagih pada periode tersebut dan setelahnya  digunakan untuk menentukan penurunan nilai piutang secara kolektif

173 Cadangan penurunan nilai awal periode5000 Beban penurunan nilai periode tsb 2000 Piutang yang dihapuskan (individu&kolektif) (1000) Piutang recovery (sudah dihapuskan tertagih)500 Cadangan penurunan nilai akhir periode Menghitung Penurunan Nilai Kolektif

174 Penurunan Nilai – Estimasi 173 Konsep penyisihan piutang dilakukan karena perusahaan dalam laporan keuangan harus menyajikan piutang sebesar jumlah yang dapat direalisasi diperlukan estimasi jumlah yang tidak dapat ditagih di masa depan Nilai PiutangNilai Penjualan Estimasi didasarkan pada: X Tidak diperkenankan oleh PSAK 55

175 174 Ilustrasi Allowance PT. Kenanga pada 2 Januari 2011 memiliki saldo cadangan penurunan nilai piutang sebesar Rp Pada 1 Maret 2011, piutang dari seorang pelanggan sebesar Rp dihapuskan karena terdapat bukti pelanggan tersebut tidak akan membayar piutangnya. Pada tanggal 1 Agustus 2011, piutang yang diidentifikasi signifikan yang sebelumnya diturunkan nilainya dilunasi sebesar nilai tercatatnya. Nilai piutang tercatat sebesar Rp yang terdiri dari nilai piutang bruto Rp dan cadangan penurunan piutang sebesar Rp Pada 1 Oktober 2011, menerima pelunasan piutang sebesar Rp , dari piutang yang sebelumnya telah dihapuskan. Pada 31 Desember 2011 perusahaan menghitung ulang penurunan nilai piutang diperoleh informasi: Penurunan nilai piutang untuk piutang yang individual signifikan Rp Penurunan nilai piutang untuk piutang kolektif Rp

176 175 Ilustrasi Allowance …Lanjutan 1 Maret penghapusan piutang dari pelanggan Cadangan penurunan nilai piutangRp Piutang dagangRp Agustus pelunasan piutang KasRp Cadangan penurunan nilai piutangRp Piutang dagangRp Oktober pelunasan piutang yang sebelumnya dihapuskan Piutang DagangRp Cadangan penurunan nilai piutangRp KasRp Piutang dagangRp Desember Jurnal penyesuaian penurunan nilai untuk tahun 2011 Beban penurunan nilai piutangRp Cadangan penurunan nilai piutangRp

177 176 Ilustrasi Allowance …Lanjutan Rekonsiliasi cadangan penurunan nilai piutang Saldo awal periodeRp Penghapusan piutang (karena dihapus dan dilunasi) (Rp ) Recovery piutang yang dihapusRp Tambahan penurunan nilai periode tersebut Rp Saldo akhir periodeRp Rekonsiliasi ini merupakan bagian dari catatan atas laporan keuangan yang menjelaskan rincian cadangan penurunan.

178 Penghentian Pengakuan Aset Keuangan Entitas menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika: (a)hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau (b)entitas mentransfer aset keuangan yang memenuhi kriteria penghentian pengakuan

179 Yes Derecognise Don’t derecognise Derecognise Don’t derecognise Derecognise 2. Do derecognition principles apply to part or all of assets? 1. Consolidate subsidiaries (including SPEs) Continue to recognise the assets to extent of continuing involvement 3. Have the rights to cash flows expired? 4. Has entity transferred its right to receive cash flows? Has entity assumed obligation to pass through cash flows? 5. Has entity transferred substantially all risks/rewards? 5. Has entity retained substantially all risks/rewards? 6. Has entity retained control of the assets? No Yes No Yes No Yes No Penghentian Pengakuan Aset Keuangan

180 Penghentian Pengakuan Kewajiban Keuangan Entitas mengeluarkan kewajiban keuangan (atau bagian dari kewajiban keuangan) dari neracanya, jika dan hanya jika, – Kewajiban keuangan tersebut berakhir, yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

181 Penghentian Pengakuan Kewajiban Keuangan Pertukaran di antara peminjam dan pemberi pinjaman yang saat ini ada atas instrumen utang dengan persyaratan yang berbeda secara substansial dicatat sebagai penghapusan (extinguishment) kewajiban keuangan awal dan pengakuan kewajiban keuangan baru. Demikian juga, modifikasi secara substansial atas ketentuan kewajiban keuangan yang saat ini ada atau bagian dari kewajiban keuangan tersebut dicatat sebagai penghapusan kewajiban keuangan awal dan pengakuan kewajiban keuangan baru.

182 Penghentian Pengakuan Kewajiban Keuangan Syarat-syarat yang digunakan berbeda secara substansial apabila: – Nilai kini arus kas yang didiskonto berdasarkan syarat-syarat didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal, berbeda sedikitnya 10 persen dari nilai kini sisa arus kas yang didiskonto yang berasal dari kewajiban keuangan semula.

183 Penghentian Pengakuan 182 nilai piutang dan pinjaman tidak lagi dicatat dalam laporan keuangan Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir atau; Entitas mentransfer aset keuangan yang memenuhi kriteria penghentian pengakuan. Transfer manfaat dan risiko entitas menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika:

184 Anjak Piutang (Factoring) 183 bank atau lembaga keuangan bukan bank (multifinance) membayar biaya jasa dan bunga kepada perusahaan anjak piutang Disclosed factoring

185 Anjak Piutang (Factoring) 184 disclosed factoring penyerahan piutang kepada perusahaan anjak piutang dengan sepengetahuan debitur pembayaran piutang saat jatuh tempo akan dialihkan kepada pihak perusahaan anjak piutang undisclosed factoring perusahaan anjak piutang tanpa sepengatahuan debitur atau notifikasi kepada pelanggan Pembayaran oleh pelanggan akan dilakukan pada perusahaan yang memiliki piutang

186 Transfer Piutang Berdasarkan tanggung jawab setelah piutang tersebut ditransfer: 185 transfer piutang dengan jaminan (with recourse) transfer piutang tanpa jaminan (without recourse) o Perusahaan tidak menjamin jika piutang tidak dibayar pelanggan o Diberlakukan sebagai penjualan piutang Perusahaan menjamin jika piutang tidak dibayar pelanggan

187 Akuntansi Transfer Piutang 186

188 Latar Belakang Risk Interest rate risk Foreign currency risk Commodity risk 187 Derivatif dan hedging digunakan untuk mengurangi terjadinya risk Transaksi hedging dilakukan untuk melindungi dari risiko dan dilakukan dengan menggunaka derivatif. Tujuan derivatif antara lain untuk menguranngi risiko, mengurangi bunga pinjaman dan memperoleh laba dari kegiatan trading atau spekulatif.

189 Derivatif Instrumen keuangan atau kontrak lain dengan karakteristik: Nilainya berubah akibat dari perubahan variabel yang mendasari (spt suku bunga, harga, nilai tukar, dll). Tanpa investasi awal neto atau nilainya lebih kecil dari nilai kontrak sejenis yang memberi pengaruh yang sama terhadap perubahan faktor pasar. Diselesaikan pd tanggal tertentu di masa mendatang.

190 Derivative Financial Instruments 189 A derivative is a financial instrument that meets the following three criteria: Its value changes in response to a change in an “underlying” Settled at a future date Requires little or no initial investment Scope Exemption: IAS 39:5 exempts contracts which meet the definition of a derivative from the standard if the contract is entered into to meet the entity’s usual purchase, sale or usage requirements

191 Karakteristik Derivatif Derivatif yang berdiri sendiri (Freestanding derivative). – Misalnya option, forward contract, swap, future contract Derivatif Melekat (Embedded derivative) – Komponen dari hybrid/combined instrument; – Didalamnya terdapat kontrak utama non derivatif; – Sebagian arus kas yg berasal dari instrumen yang digabungkan bervariasi seperti derivatif yg berdiri sendiri. – Terdapat persyaratan untuk diakui terpisah Types of derivative instrumentsUnderlyingUsed by Option contracts (call and put) Security priceProducers, trading firms, financial institutions, and speculators Forward contract e.g. foreign exchange forward contract Foreign exchange rateVarious companies Future contracts e.g. commodity futures Commodity pricesProducers and consumers SwapsInterest rateFinancial institutions

192 Derivatif Melekat Derivatif melekat merupakan komponen instrumen campuran atau instrumen gabungan Entitas yang diharuskan untuk memisahkan derivatif melekat dari kontrak utamanya, namun jika tidak dapat mengukur derivatif melekatnya secara terpisah, maka keseluruhan kontrak yang digabungkan diperlakukan sebagai aset/liabilitas keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan. Derivatif melekat harus dipisahkan dari kontrak utamanya dan dicatat sebagai derivatif berdasarkan Pernyataan ini, jika dan hanya jika: a.karakteristik ekonomi dan risiko dari derivatif melekat tidak berkaitan erat dengan karakteristik ekonomi dan risiko dari kontrak utama (PA43 dan PA46); b.instrumen terpisah yang memiliki persyaratan yang sama dengan derivatif melekat memenuhi definisi sebagai derivatif; dan c.instrumen campuran (instrumen yang digabungkan) tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (dengan kata lain derivatif yang melekat pada aset keuangan atau liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi tidak dipisahkan). Jika derivatif melekat dipisahkan, maka kontrak utamanya harus dicatat berdasarkan Pernyataan ini jika kontrak utamanya merupakan instrumen keuangan, namun jika kontrak utamanya bukan merupakan instrumen keuangan, maka harus dicatat berdasarkan Pernyataan lain yang sesuai.

193 Derivative Financial Instruments Use of derivatives 1.Manage market risk 2.Reduce borrowing cost 3.Profit from trading or speculation Types of derivatives 1.Forward type derivatives such as forward contracts, future contracts and swaps 2.Option-type derivatives such as call and put options, caps and collars and warrants 3.Free standing derivatives 4.Embedded derivatives 192

194 Accounting for Forward Contract Tan & Lee Chapter 9© At inception During life of contractClosing position or at expiration No journal entry as fair value is nil Dr Forward Contract (asset) Cr Gain on forward contract Dr Loss on forward contract Cr Forward Contract (liability) or Adjust fair value and record gain/loss Close out and record net settlement of contract Dr Cash Cr Forward contract Dr Forward contract Cr Cash

195 Accounting for Future Contract Tan & Lee Chapter 9© At inception During life of contractClosing position or at expiration Dr Cash Cr Gain on future contract Dr Loss on futures contract Cr Cash or Record daily settlement of future contracts Close out and recover margin deposit Dr Cash Dr Gain on future contract Cr Margin Contract Dr Cash Cr Loss on future contract Cr Margin Contract Dr Margin deposit Cr Cash Record payment of initial margin deposit

196 Purchased Option Contract Tan & Lee Chapter 9© At inception During life of contractClosing position or at expiration Dr Option Contract Cr Gain on future contract Dr Loss on futures contract Cr Option Contract or Adjust for fair value and record gain/loss Close out and record net settlement of contract Dr Cash* Dr Gain on option contract Cr Option Contract Dr Cash* Cr Loss on option contract Cr Option Contract Dr Option contract (asset) Cr Cash Record payment of initial margin deposit (* assume expires in-the-money)

197 Written Option Contract Tan & Lee Chapter 9© At inception During life of contractClosing position or at expiration Dr Option Contract Cr Gain on future contract Dr Loss on futures contract Cr Option Contract or Adjust for fair value and record gain/loss Close out and record net settlement of contract Dr Option contract Cr Gain on Option Contract Dr Option contract Dr Loss on option Cr Cash Dr Cash Cr Option contract (liability) Record payment of initial margin deposit (Expires out-of-the- money) (Expires in-the-money)

198 Pengertian Lindung Nilai Komitmen pasti adalah perjanjian yang mengikat untuk mempertukarkan sumber daya dalam kuantitas tertentu pada tingkat harga tertentu dan pada tanggal atau tanggal- tanggal tertentu di masa depan. Prakiraan transaksi adalah transaksi di masa depan yang belum mengikat namun telah diantisipasi. Instrumen lindung nilai adalah: a.derivatif yang telah ditetapkan untuk tujuan lindung nilai; atau b.aset keuangan nonderivatif atau liabilitas keuangan nonderivatif yang telah ditetapkan untuk tujuan lindung nilai (hanya untuk lindung nilai atas risiko perubahan nilai tukar mata uang asing), yang nilai wajar atau arus kasnya diperkirakan dapat saling hapus dengan perubahan nilai wajar atau arus kas dari item yang dilindung nilai (paragraf dan PA110-PA113). Item yang dilindung nilai adalah aset, liabilitas, komitmen pasti, prakiraan transaksi yang sangat mungkin terjadi, atau investasi neto pada operasi di luar negeri yang (a) menyebabkan entitas menghadapi risiko perubahan nilai wajar atau arus kas masa depan, dan (b) ditetapkan sebagai item yang dilindung nilai (paragraf dan A114- PA124). Efektivitas lindung nilai adalah sejauh mana perubahan nilai wajar atau arus kas dari item yang dilindung nilai yang diatribusikan pada risiko yang akan dilindung nilai dapat saling hapus dengan perubahan nilai wajar atau arus kas dari instrumen lindung nilai (PA128-PA139).

199 Karakteristik Hedging Tujuan lindung nilai untuk mengurangi risiko. Lindung Nilai Sempurna: lindung nilai yang secara sempurna (efektifitasnya 100%) menghilangkan risiko  dalam praktik, lindung nilai ini jarang. Lindung nilai bertujuan untuk mengambil posisi menetralkan risiko, sehingga dilakukan dengan melakukan kontrak dalam posisi lawan. – Lindung nilai jual (short), memiliki aset dan akan memastikan harga jual aset terebut. Akan menghasilkan keuntungan jika Pt (harga aktual pada tanggal kontrak) lebih rendah dibandingkan dengan harga kontrak. Misal Kontrak , realisasi – Lindung nilai beli (long), memiliki komitmen untuk membeli di masa depan sehinga kontrak lindung nilai dilakukan untuk memastikan harga beli. Akan menghasilkan keuntungan jika Pt (harga aktual pada tanggal kontrak) lebih tinggi dibandingkan harga kontrak. Misal Kontrak , realisasi

200 Mengapa Hedging Argumen perlunya lindung nilai : – tidak mempunyai kemampuan atau keahlian khusus dalam memprediksi variabel-variabel seperti tingkat bunga, kurs valas, dan harga komoditas. – Perusahaan dapat memfokuskan aktivitas-aktivitas utamanya sesuai dengan kemampuan dan keahlian khususnya. Argumen tidak perlunya lindung nilai : – Para pemegang saham dapat, (jika mereka mau), melindung nilai dirinya sendiri. – Mereka tidak membutuhkan perusahaan melakukannya untuk mereka. – Argumen mengasumsikan bahwa: 1. Para pemegang saham mempunyai banyak informasi tentang risiko yang dihadapi oleh perusahaan, seperti manajemen perusahaan; 2. tidak ada biaya-biaya komisi dan transaksi. 3. Pemegang saham dapat melakukan perlindungan atas risiko melalui portfolio investasi.

201 Lindung Nilai Akuntansi Lindung nilai untuk tujuan akuntansi, mendesain satu atau lebih instumen lindung nilai sehingga perubahan nilai wajarnya saling meniadakan, baik seluruh atau sebagian dengan perubahan nilai wajar dari item yang dilindungi. Lindung nilai akuntansi mengakui pengaruh laba/rugi dari perubahan nilai wajar instrumen lindung nilai dengan itema yang dilindung nilai Hedging for accounting purposes, means designating one or more hedging instruments so that their change in fair value is an offset, in whole or in part, to the change in fair value or cash flows of a hedged item. Hedge accounting is recognizing the offsetting effects on profit or loss of changes in the fair values of the hedging instrument and the hedged item.

202 Tujuan Akuntansi Hedging

203  Perlakuan akuntansi khusus bagi transaksi hedging yang mencakup instrumen hedging dan hedge item, yang bertujuan untuk memastikan keuntungan atau kerugian atas instrumen hedging dan hedge item diakui dalam laporan Laba Rugi periode yang sama.  Jika tidak diterapkan, kemungkinan missmatch antara keuntungan/kerugian instrumen hedge dengan keuntungan/kerugian hedge item  Tidak seluruh lindung nilai dapat memenuhi persyaratan untuk Hedge Accounting menurut PSAK 55 Akuntansi Lindung Nilai

204 Derivatif dapat ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai sepanjang memenuhi ketentuan dalam standar, kecuali untuk sejumlah opsi yang diterbitkan (p 93-96). Aset keuangan nonderivatif atau liabilitas keuangan nonderivatif dapat ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai hanya untuk lindung nilai risiko perubahan nilai tukar. Par Pada umumnya terdapat satu ukuran nilai wajar untuk instrumen lindung nilai secara keseluruhan, dan faktor-faktor yang menyebabkan perubahan dalam nilai wajarnya saling terkait. Untuk tujuan akuntansi lindung nilai, hanya instrumen yang melibatkan pihak eksternal Satu instrumen lindung nilai dapat ditetapkan sebagai lindung nilai atas lebih dari satu jenis risiko sepanjang: risiko yang dilindung nilai dapat diidentifikasi secara jelas; keefektifan dari lindung nilai dapat dibuktikan; dan dimungkinkan untuk memastikan bahwa terdapat penetapan yang spesifik dari instrumen lindung nilai dan posisi risiko yang berbeda. Akuntansi Lindung Nilai

205 Item yang dilindung nilai dapat berupa aset atau liabilitas yang diakui, komitmen pasti yang belum diakui, prakiraan transaksi yang kemungkinan besar terjadi (highly probable), investasi neto pada operasi di luar negeri. Item yang dilindung nilai dapat berupa individual item, sekelompok, atau bagian dari portfolio. Untuk tujuan akuntansi lindung nilai, hanya transaksi yang kemungkinan besar terjadi yang melibatkan pihak eksternal Item yang Dilindung Nilai

206 Jika item yang dilindung nilai merupakan aset nonkeuangan atau liabilitas nonkeuangan, maka item tersebut ditetapkan sebagai item yang dilindung nilai (a) terhadap risiko perubahan nilai tukar, atau (b) untuk keseluruhan nilainya terhadap seluruh risiko, karena adanya kesulitan untuk memisahkan dan mengukur secara tepat bagian atas perubahan arus kas atau nilai wajar yang disebabkan oleh risiko spesifik selain dari risiko perubahan nilai tukar. Aset atau liabilitas yang serupa dijumlahkan dan dilindung nilai sebagai sebuah kelompok hanya jika secara individual aset atau liabilitas dalam kelompok tersebut memiliki eksposur risiko yang ditetapkan sebagai risiko yang dilindung nilai. entitas menilai efektivitas lindung nilai dengan membandingkan perubahan nilai wajar atau perubahan arus kas atas instrumen lindung nilai (atau kelompok instrumen serupa yang melindung nilai) dengan item yang dilindung nilai (atau kelompok item serupa yang dilindung nilai), Penetapan Item yang Dilindung Nilai

207 Qualifying Hedging Instruments (IAS 39: 72 – 73) Instruments that qualify include: – Designated derivatives (except written options) – Embedded Derivatives – Designated non-derivatives financial asset/ liability that hedge foreign exchange risks only Value used to determine hedge effectiveness – If used in its entirety, fair value is used – If broken into time value and intrinsic value, permissible to use intrinsic value. However, it must be explicitly documented at inception If derivative is used as a hedge of more than 1 risk – Individual designated component must meet hedge accounting criteria – Permissible for portion of notional amount to be designated Tan & Lee Chapter 9©

208 Qualifying Hedged Items (IAS 39: ) Tan & Lee Chapter 9© QualifyDo not qualify Financial assets and liabilities with exposure to changes in fair value Non-financial assets exposed to foreign exchange or price risks Firm commitment Highly probable forecast transaction with exposures to future cash flows Net investment in foreign entity Held-to-maturity instruments (regardless of fixed rate or variable rate) Investment in an associated company

209 Criteria for Hedge Accounting (IAS 39: 88) Tan & Lee Chapter 9© Enterprise must have exposure to risk that affects income statement Derivative contract specifically entered to hedge underlying exposure Conditions to be met for hedge accounting to apply Hedge must be highly effective Effectiveness of hedge can be reliably measured Hedging relationship must be formally documented at the inception of the hedge

210 ● Pada saat dimulainya lindung nilai terdapat penetapan dan pendokumentasian formal atas hubungan lindung nilai dan tujuan manajemen risiko entitas serta strategi pelaksanaan lindung nilai. ● Lindung nilai diharapkan akan sangat efektif dalam rangka saling hapus atas perubahan nilai wajar atau perubahan arus kas ● Untuk lindung nilai atas arus kas, suatu prakiraan transaksi yang merupakan subjek dari suatu lindung nilai harus bersifat kemungkinan besar terjadi dan terdapat eksposur perubahan arus kas yang dapat memengaruhi laporan laba rugi. ● Efektivitas lindung nilai dapat diukur secara andal ● Lindung nilai dinilai secara berkesinambungan dan ditentukan bahwa efektivitasnya sangat tinggi sepanjang periode pelaporan keuangan di mana lindung nilai tersebut ditetapkan Kualifikasi Akuntansi Lindung Nilai

211 Kriteria & Dokumentasi Kriteria – Terdapat kebijakan tertulis, tujuan manajemen risiko & strategi lindung nilai. – Hubungan lindung nilai diharapkan efektif utk saling menghapuskan perubahan nilai wajar. Dokumentasi – Identifikasi hedged items vs hedging instruments. – Sifat risiko yang dilindungi – cara yang akan digunakan entitas untuk menilai efektivitas instrumen lindung nilai tersebut dalam rangka saling hapus eksposur yang berasal dari perubahan dalam nilai wajar item yang dilindung nilai atau perubahan arus kas yang dapat diatribusikan pada risiko yang dilindung nilai.

212 Classification of Hedging Relationships CausesExplanation Hedge of “the exposure to changes in fair value of a recognized asset or liability or an unrecognized firm commitment, or an identified portion of such asset, liability or firm commitment, which is attributable to a particular risk and could affect profit or loss” (IAS 39:86a) Tan & Lee Chapter 9© Fair value hedge Hedge of “the exposure to variability in cash flows that (i) is attributable to a particular risk associated with a recognized asset or liability (such as all or some future interest payment on variable debt instrument )or a highly probable future transaction, and (ii) could affect profit or loss” (IAS 39:86b) Cash flow hedge Hedge of a net investment in a foreign entity Hedge of the foreign currency risk associated with a foreign operation whose financial statements are required to be translated into the presentation currency of the parent company

213 Classification of Hedging Relationships The designation of a derivative as a fair value hedge or a cash flow hedge is determined by the hedged risk, that is, whether the entity has a fair value exposure or a cash flow exposure An exception where a derivative can be designated as either a fair value hedge or a cash flow hedge is where the hedged risk is the foreign exchange risk of a firm commitment Tan & Lee Chapter 9©

214 Perbedaan FVH & CFH Fair value HedgeCash Flow Hedge Hedging InstrumentOn balance sheet carried at fair value Change in Fair Value of Hedging Instrument Remeasurement at fair value is reported in net income Remeasurement at fair value is reported in equity to the extent the hedge is effective Change in Fair Value of Hedged Item Remeasurement of hedged assets, liabilities and firm commitments at fair values is reported in income N/A – Forecasted transactions are not recognized

215 Lindung Nilai atas Nilai Wajar Lindung nilai atas nilai wajar: suatu lindung nilai terhadap eksposure: – perubahan nilai wajar atas aset atau kewajiban yang telah diakui – komitmen pasti yang belum diakui, atau bagian yang telah diidentifikasi dari aset, kewajiban, atau komitmen pasti tersebut, yang dapat diatribusikan pada risiko tertentu dan dapat memengaruhi laporan laba rugi Dicatat sebagai: – keuntungan atau kerugian yang berasal dari pengukuran kembali instrumen lindung nilai pada nilai wajar (untuk instrumen lindung nilai derivatif) atau komponen mata uang asing dari nilai tercatat yang diukur berdasarkan PSAK diakui pada laba rugi; dan – keuntungan atau kerugian atas item yang dilindung nilai yang dapat diatribusikan pada risiko yang dilindung nilai dengan menyesuaikan nilai tercatat item yang dilindung nilai dan diakui pada laba rugi. – Ketentuan ini berlaku jika item yang dilindung nilai tidak diukur pada biaya perolehan. – Pengakuan keuntungan atau kerugian yang dapat diatribusikan pada risiko yang dilindung nilai pada laba rugi diterapkan jika item yang dilindung nilai merupakan aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual.

216 Accounting for a Fair Value Hedge Tan & Lee Chapter 9© Hedged Item (recognized asset or liability or firm commitment) Hedging Instruments Income statement Gain (loss) on hedging instrument offset loss (gain) on hedged item Balance sheet Change in fair value adjusted against carrying amount Change in fair value

217 Jenis Lindung Nilai atas Arus kas Lindung nilai atas arus kas: suatu lindung nilai terhadap eksposur variabilitas arus kas yang: – dapat diatribusikan pada risiko tertentu yang terkait dengan aset atau kewajiban yang telah diakui (misalnya seluruh atau sebagian pembayaran bunga di masa depan atas utang dengan suku bunga variabel) atau yang dapat diatribusikan pada risiko tertentu yang terkait dengan prakiraan transaksi yang kemungkinan besar terjadi, dan – dapat memengaruhi laporan laba rugi. Lindung nilai arus kas dicatat sebagai: – bagian dari keuntungan atau kerugian atas instrumen lindung nilai yang ditetapkan sebagai lindung nilai yang efektif diakui dalam pendapatan komprehensif lain; dan – bagian yang tidak efektif atas keuntungan atau kerugian dari instrumen lindung nilai diakui dalam laba rugi. Jika suatu lindung nilai kemudian menimbulkan pengakuan suatu aset atau liabilitas keuangan, maka keuntungan atau kerugian terkait yang sebelumnya diakui pendapatan komprehensif direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian. Untuk aset non keuangan dimasukkan sebagai haga perolehan.

218 Jenis Lindung Nilai atas Investasi Neto Lindung nilai atas investasi neto pada operasi di luar negeri – Sama seperti Lindung Nilai Arus Kas – Effective Hedge to be disclosed in Equity Capital – Non effective hedge to be disclosed in P/L – Foreign Operation in Foreign Currency Area

219 Perlakuan Akuntansi Lindung Nilai atas Nilai WajarLindung Nilai Arus Kas 1. Keuntungan atau kerugian dari hedging instrument Langsung diakui di laba atau rugi Jika efektif, diakui di ekuitas OCI Tidak efektif  laba rugi 2. Penyesuaian atas hedged item Untuk perubahan nilai wajar yang disebabkan hedged risk, keuntungan atau kerugian langsung diakui di laba atau rugi N/A 3. Ketidakefektifan lindung nilai dicatat di laba atau rugi By defaultDihitung 4. Keuntungan atau kerugian di ekuitas ditransfer ke laba atau rugi N/APada saat yang sama dengan hedged item diakui di laba atau rugi

220 Assessing Hedge Effectiveness IAS 39:9 - The degree to which changes in the fair value or cash flows of the hedged item that is attributable to a hedged risk are offset by changes in the fair value or cash flow of the hedging instrument Hedge effectiveness is evaluated – Prospectively on inception of hedge; and – Retrospectively on an ongoing basis On inception, hedge effectiveness is assessed on – Comparison of the principal or critical terms – Historical analysis – Correlation analysis Tan & Lee Chapter 9©

221 Hedge Effectiveness 125% 100% 80% Hedge is effective Hedge is ineffective Efektifitas dihitung secara prospektif dan retrospektif Hasil aktual berada dalam kisaran % Seluruh lindung nilai yang tidak efektif diakui dalam laporan L/R (termasuk ketidakefektifan dalam kisaran %

222 Assessing Hedge Effectiveness During the duration of hedge, hedge effectiveness is assessed on dollar-offset method: Hedge effectiveness ratio (HER): Exceptions for effective hedge even if HER falls out of range – IAS 39 allows hedge effectiveness to be assessed on cumulative basis if hedge is designated and conditions are properly documented Tan & Lee Chapter 9© Hedge effectiveness (or delta ratio) = Changes in fair value or future cash flow of hedging instrument Changes in fair value or future cash flow of hedged item Effective hedge (IAS 39: AG 105b)

223 Assessing Hedge Effectiveness Exclusion of time value of certain derivatives to be excluded from hedge relationship – Derivative separated into 2 component 1.Time value (options) or interest (forwards) 2.Intrinsic (options) or spot element (forwards) – Excluded time value taken to income statement as per default treatment – Should result in highly effective hedge, as intrinsic/ spot component moves in tandem with underlying, while time/interest component does not – If critical terms of hedging instruments and hedged item are exactly the same, HER should be equal or around 1 Tan & Lee Chapter 9©

224 Illustration 1: Hedge of inventory (fair value hedge) Scenario 31/10/20x3 – Inventory of 10,000 ounces of gold – Carried at cost of $3,000,000 ($300 per ounce) – Price of gold was $352 per ounce 1/11/20x3 – Sold forward contract on 10,000 ounce for forward price of $350 ounce – Forward contract matures on 31/3/20x4 31/12/20x3 – Forward price for 31/3/20x4 contract was $340 per ounce and spot price of gold was $342 per ounce – Hedge effective ratio of 1 on 31/12/20x3 Tan & Lee Chapter 9©

225 Illustration 1: Hedge of inventory (fair value hedge) 1/11/20x3 No entry or just a memorandum entry as the fair value of the forward contract is nil Tan & Lee Chapter 9© /12/20x3 DrForward contract ……………….100,000 CrGain on forward contract ……...100,000 Gain on forward contract: 10,000 x ($340 -$350) DrLoss on inventory ………………100,000 CrInventory ………………………..100,000 Gain on forward contract: 10,000 x ($342 - $352) Taken to income statement

226 Illustration 1: Hedge of inventory (fair value hedge) 31/3/20x4 Inventory is sold to third-party at $330 per ounce (also maturity date of forward contract 225 DrForward contract ……………….100,000 CrGain on forward contract ……...100,000 Gain on forward contract: 10,000 x ($330 -$340) DrLoss on inventory ………………120,000 CrInventory ………………………..120,000 Gain on forward contract: 10,000 x ($330 - $342) DrCash ……………………………..3,300,000 CrSales …………………………….3,300,000 Sale of inventory: 10,000 x $330 Tan & Lee Chapter 9©2009

227 Accounting for a Cash Flow Hedge Tan & Lee Chapter 9© Effective Cash Flow Hedge (IAS 39:95) Effective portion of gain/ loss Ineffective portion of gain/ loss Recognized directly in equity through statement of changes in equity Recognized in profit or loss

228 Accounting for a Cash Flow Hedge Tan & Lee Chapter 9© Cash flow hedges are applicable to the following: Forecasted transactions involving financial and non-financial assets/liabilities which will result in cash inflow/ outflow Other transactions which affect future cash flows Interest rate swaps

229 Hedge of a Net Investment in a Foreign Entity Scenario – Functional currency is the dollar ($) – Acquired 100% interest in foreign company (functional currency is FC) 31/12/20x3 – Exchange rate is $1.85 to FC1 – Loan of FC1,200,000 at 5% interest taken to hedge foreign investment – Foreign currency translation reserves showed $15,000 (credit balance) 31/12/200x4 – Exchange rate is $1.70 to FC1 – Average rate is $1.78 to FC1 – Foreign company reported net profit of FC380,000 Tan & Lee Chapter 9©

230 Tan & Lee Chapter 9© Hedge of a Net Investment in a Foreign Entity On net assets on 1/1/20x4 (FC 1,200,000 x $( ) …….$(180,000) On net profit for 20x4 (FC380,000 x $( ) ……………..(30,400) Translation loss for 20x4$(210,400) Foreign currency translation reserves (credit balance)(195,400) Translation difference in foreign investment’s FS for 31/12/20x4 Journal entries for parent 31/12/20x3 DrCash ……………………………..2,200,000 CrLoan payable …………………...2,200,000 The loan payable is designated as a hedge of the net investment: FC1,200,000 x spot rate of $1.85

231 Hedge of a Net Investment in a Foreign Entity 31/12/20x4 DrInterest expense ……………….106,800 CrAccrued interest ………………..106,800 Interest expense during the year at 5% x FC1,200,000 x $1.78 DrAccrued interest ………………..106,800 CrCash ……………………………..102,000 CrExchange gain ………………….4,800 Settlement of accrued interest at year-end DrLoan payable …………………...180,000 CrForeign currency translation reserves ………………………… 180,000 Exchange gain on FC loan taken directly to equity: FC 1,200,000 x ($ $1.85) Taken to equity to offset translation loss Tan & Lee Chapter ©2009

232 Penghentian Lindung Nilai

233 Discontinuation or Termination of Hedge Accounting Tan & Lee Chapter 9© Consideration for discontinuation or termination of hedge accounting Hedging instrument has reached maturity date or is closed off or terminated Hedge designation is revoked Criteria for hedge accounting is no longer met Accounting treatment depends on type of hedge

234 TERIMA KASIH Profesi untuk Mengabdi pada Negeri Dwi Martani atau Dwi Martani atau


Download ppt "CA REVIEW Pelaporan Korporat Pertemuan 10 Instrumen Keuangan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google