Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Penelitian Praktis & Kemaknaan Statistik Rossi Sanusi https://rossisanusi.wordpress.com/ Universitas Sam Ratulangi 25 Mei 2015,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Penelitian Praktis & Kemaknaan Statistik Rossi Sanusi https://rossisanusi.wordpress.com/ Universitas Sam Ratulangi 25 Mei 2015,"— Transcript presentasi:

1 Penelitian Praktis & Kemaknaan Statistik Rossi Sanusi https://rossisanusi.wordpress.com/ Universitas Sam Ratulangi 25 Mei 2015, Jam 10:15 – 11:45

2 Menafsirkan Efikasi Tindakan Ada hubungan kausal antara Tindakan (X) dan Hasil Tindakan (Y). Kriteria Kausasi dari Bradford Hill: 1. Penelitian empirik (PE) menunjukkan Korelasi bermakna antara X dan Y. 2. Replikasi PE tsb menunjukkan hasil Konsisten. 3. dst. Korelasi bermakna jika Effect Size (ES) ≥ ES min  besar akibat/pengaruh yg dianggap penting di klinik atau untuk upaya kesehatan masyarakat.

3 Practical Meta-Analysis -- D. B. Wilson3 Pilihan ES min ? Cohen’s “Rules-of-Thumb” – standardized mean difference effect size small = 0.20 medium = 0.50 large = 0.80 – correlation coefficient small = 0.10 medium = 0.25 large = 0.40 – odds-ratio small = 1.50 medium = 2.50 large = 4.30 Sumber:

4 Pilihan ES Jenis Data XY Standardized mean difference effect size (d) Catagorical (e.g.,Terapi Periodontal) Continuous (e.g., Angka DMF) Correlation coefficient (r) Continuous (e.g., Angka Bakteri Saliva) Continuous (e.g., Angka DMF) Odds-ratio (OR) Catagorical (e.g., Terapi Periodontal) Catagorical (e.g., Bayi BBLR)

5 Contoh Hipotesis Penelitian Wanita Hamil yg berkunjung ke Klinik KIA Puskesmas Manado I (WaMil) yg diberi terapi periodontal menunjukkan Angka DMF yg lebih kecil secara bermakna (d ≥ 0.80). Ada hubungan yg erat (r ≥ 0.40) antara Angka Bakteri Saliva dan Angka DMF pada WaMil. Ada korelasi yg bermakna (OR ≥ 4.30) antara pemberian terapi periodontal dan melahirkan bayi BBLR pada WaMil.

6 Hubungan yg erat atau bermakna menjadi semu jika variabel2 moderator dan variabel perancu diabaikan. Variabel2 moderator dapat diamati (dengan analisis multivariat) atau dikontrol (dengan kriteria inklusi, stratifikasi, atau matching). Variabel2 perancu dikontrol dengan pembentukan kelompok kontrol, penempatan secara acak dan pre test.

7 Hubungan yg erat atau bermakna mungkin kebetulan jika penelitian dilakukan pada suatu sampel karena ada sampling error (“kesalahan” yg tidak disengaja, atau random error). Sampling error diperkecil dengan memperbesar sample size (ukuran sampel). Peneliti melakukan kesalahan sampling (sampling bias) jika tidak melakukan pemilihan sampel secara acak, yg berakibat pada korelasi semu. (Lihat variabel perancu “Seleksi diferensial”)

8 Kemaknaan Statistik Ilmu Statistik digunakan utk meringkas data menjadi statistik dan untuk mengestimasi parameter dari statistik. Statistik = angka peringkas pada sampel. Parameter = angka peringkas pada populasi. ES (d, r dan OR) merupakan angka peringkas dari data yg dikumpulkan pada populasi (Penelitian Populasi) atau pada sampel yg dipilih secara acak dari populasi (Penelitian Sampel).

9 Penelitian Populasi Populasi Sasaran Populasi yg diteliti Validitas Dalam (ES semu?)

10 Penelitian Sampel Populasi Sasaran Populasi yg Disampel Sampel Inferensi statistik (ES kebetulan?) Validitas Dalam (ES semu?)

11 Suatu statistik pada penelitian sampel bermakna (dapat dipercaya) untuk mengestimasi parameternya jika terletak dalam kisaran nilai2 dari statistik tsb (= Confidence Interval = CI) dgn besar kemungkinan tertentu (confidence Level = p). Batas bawah dan batas atas kisaran tsb disebut Confidence Limits.

12 Contoh: Jeffcoat, M., Parry, S., Sammel, M., Clothier, B., Catlin, A., & Macones, G. (2011). Periodontal infection and preterm birth: successful periodontal therapy reduces the risk of preterm birth. BJOG: An International Journal of Obstetrics & Gynaecology, 118(2),

13 Tujuan: Penelitian ini menguji hipotesis bahwa terapi periodontal yg berhasil berhubungan dgn penurunan insidensi kelahiran preterm spontan (KPT). Rancangan: Randomized, controlled, blinded clinical trial. Setting: Klinik rawat jalan. Populasi: Wanita hamil dgn umur kehamilan 6-20 minggu.

14 Metoda: Dari 322 wanita hamil dgn penyakit periodontal, 160 dipilih secara acak utk menerima scaling & root planing (SRP, pembersihan di atas dan di bawah garis gingiva), ditambah pendidikan kebersihan mulut, sedangkan sisa 162 menerima hanya pendidikan kebersihan mulut dan berperan sebagai kelompok kontrol yg tidak diterapi.

15 Subyek2 menerima pemeriksaan periodontal sebelum dan 20 minggu setelah SRP, dan kemudian digolongkan secara ditabirkan menurut hasil terapi menjadi dua kelompok: terapi berhasil (“terpapar”) dan tidak berhasil (“tidak terpapar”). Kelompok2 dibandingkan menggunakan statistika inferensial; variabel2 dikotomi dibandingkan menggunakan chi-square test atau logistic regression. Temuan disajikan dalam bentuk OR.

16 Ukuran Outcome utama: Kelahiran preterm spontan sebelum 35 minggu kehamilan. Hasil: Tidak ada perbedaan bermakna antara insidensi KPT kelompok kontrol (52%; n = 162) dan kelompok terapi periodontal (45.6%; n = 160) (P <0.13, Fisher’s Exact Test). Insidensi KPT dibandingkan di dalam kelompok terapi periodontal, dalam hal keberhasilan terapi. Logistic regression analysis menunjukkan

17 Hubungan yg kuat dan bermakna antara terapi periodontal yg berhasil dan kelahiran a- term (adjusted OR 6.02; 95% CI ). Subyek2 yg tidak berhasil ditindak dgn terapi periodontal lebih besar kemungkinannya mengalami KPT. Kesimpulan: Akibat yg bermanfaat thd KPT mungkin tergantung keberhasilan terapi periodontal.

18 N = 322 WaMil dgn Peny Periodontal X 0 n 0 = 162 KPT 45.6% R X 1 n 1 = 160 KPT 52% X 1 = SRP, Ging, Ed X 0 = Ed Perbedaan KPT tdk bermakna Ber- hasil Tdk Ber- hasil Pemeriksaan peri- odontal sebelum & 20 minggu setelah SRP OR 6.02; 95% CI


Download ppt "Penelitian Praktis & Kemaknaan Statistik Rossi Sanusi https://rossisanusi.wordpress.com/ Universitas Sam Ratulangi 25 Mei 2015,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google