Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati PEMINDAHAN TANAH MEKANIK DAN ALAT-ALAT BERAT ALAT-ALAT BERAT Dosen : Weka Indra Dharmawan,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati PEMINDAHAN TANAH MEKANIK DAN ALAT-ALAT BERAT ALAT-ALAT BERAT Dosen : Weka Indra Dharmawan,"— Transcript presentasi:

1 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati PEMINDAHAN TANAH MEKANIK DAN ALAT-ALAT BERAT ALAT-ALAT BERAT Dosen : Weka Indra Dharmawan, ST., MT

2 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati KONTRAK PERKULIAHAN 1.Perkuliahan dilaksanakan 14 kali tatap muka dan 2 kali ujian (UTS dan UAS). 2.Satu kali tatap muka = kuliah 2 x 50 menit dengan. 3.Dosen melaksanakan perkuliahan sesuai dengan silabus. 4.Mahasiswa wajib mengikuti perkuliahan minimal 11 kali (di luar UTS dan UAS). 5.Bila Dosen belum hadir 15 menit dari jadwal waktu yang telah ditetapkan, perwakilan dari mahasiswa segera melakukan konfirmasi terhadap Dosen yang bersangkutan. 6.Apabila Dosen belum hadir 30 menit dan tidak ada pemberitahuan maka mahasiswa boleh meninggalkan kelas dan segera mencari informasi ke Dosen bersangkutan untuk membicarakan waktu kuliah pengganti. 7.Mahasiswa terlambat 30 menit dan tanpa ada pemberitahuan tidak boleh mengikuti perkuliahan. 8.Nilai ujian = (Nilai tes tertulis) + (nilai tugas) + (nilai diskusi/tanya jawab/presentasi). 9.Mahasiswa ketahuan menyontek atau memberi contekan langsung mendapat sangsi lembar jawaban ujian di diskualifikasi dan mengulang baru.

3 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati SILABUS Bab 1Pengertian Umum Tentang Tanah dan Alat mekanis. Bab 2Alat Penarik (Traktor) dan Macamnya. Bab 3Alat Mekanis dan Kegunaannya Bab 4Pelaksanaan Pekerjaan Bab 5Pemilihan dan Pengadaan Peralatan Bab 6Analisis Harga Satuan UTS dan UAS

4 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati DAFTAR PUSTAKA Darmansyah Nabar : Pemindahan Tanah Mekanis dan Alat Berat. Penerbit Universitas Sriwijaya. Komatsu Specification and Application, Handbook. Imam Sukoto, Ir. : Rencana dan Pelaksanaan Konstruksi Jalan Raya dan Lapangan Terbang. UGM Press. Njamadi Praptosuhardjo, Ir. : Pemindahan Tanah Mekanik. Penerbit Universitas Sebelas Maret. Dll.

5 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati PENGERTIAN UMUM TENTANG TANAH DAN ALAT BERAT Hampir semua pekerjaan lapangan konstruksi bangunan sipil pada umumnya menggunakan alat mekanik (tenaga mesin). Pekerjaan lapangan tersebut meliputi : 1. Pekerjaan tanah. 2. Pekerjaan batu. 3. Pekerjaan beton (beton semen atau beton aspal). 4. Pekerjaan penunjang. Pekerjaan tanah dilakukan pada proyek jalan raya, lapangan terbang, bangunan air, dermaga dll.

6 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Pemindahan Tahan Mekanik : Usaha manusia untuk memindahkan tanah dari tempat aslinya ke tempat lain dengan menggunakan alat (sederhana atau modern).

7 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Pekerjaan Tanah (1/3) 1.Pemotongan Tanah (Cutting) Pekerjaan yang bertujuan untuk mengurangi ketinggian tanah hingga mencapai ketinggian yang direncanakan. 2.Pemuatan (Loading) Pekerjaan memuat hasil pemotongan tanah ke dalam alat pengangkut. 3.Pengangkutan (Hauling) Usaha mimindahkan tanah ke tempat lain dengan alat pengangkut. 4.Penebaran Tanah (Spreading) Usaha menebarkan tanah untuk mendapatkan permukaan tanah yang rata.

8 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Pekerjaan Tanah (2/3) 5.Pembersihan Permukaan (Stripping) Pemotongan bagian atas permukaan tanah agar bersih dari rumput maupun tanah yang kurang baik. 6.Pemadatan Tanah (Compacting) Usaha untuk memadatkan tanah agar diperoleh daya dukung tanah yang disaratkan. 7. Pembasahan (Watering) Usaha membasahi tanah sebelum dipadatkan agar pada pelaksanaan pemadatan diperoleh kepadatan yang maksimum dalam waktu singkat. 8.Galian Tanah (Excavating) Usaha membuat lubang atau saluran yang lebih rendah dari permukaan tanah dimana alat tersebut berdiri.

9 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Pekerjaan Tanah (3/3) 9.Urugan atau Penimbunan Tanah Urugan dapat berarti mempertinggi tanah asli, sedangkan penimbunan dapat diartikan sebagai pembuangan tanah atau penyisihan tanah yang belum sempat dimanfaatkan.

10 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Sifat Tanah (1/6) 1.Keadaan Tanah Asli (Bank Soil) Keadaan tanah dalam kondisi sebelum mengalami gangguan (tanah alami) dan dinyatakan dalam ukuran “Bank Measure (BM)”. ex. Berat Tanah: 1300 kg/m 3 (BM) : 1300 kg/cu.m (B) : 3740 lbs/cu.yd (B) Tanah asli menjadi dasar perhitungan volume (isi) dari tanah yang dipindahkan.

11 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Sifat Tanah (2/6) 2.Keadaan Tanah Lepas (Loose Soil) Keadaan tanah setelah mengalami gangguan, baik berupa pemotongan tanah, penggalian tanah dll. ex. Tanah hasil galian di atas truck. Tanah di depan pisau buldozer dll. Satuan yang biasa digunakan adalah : :... kg/m 3 (Loose) :... Kg/cu.m (L) :... lbs/cu.yd (L) Perubahan tanah asli ke tanah lepas menyebabkan perubahan berat per satuan volume yang disebabkan karena adanya proses pengembangan (swell) tanah asli ke tanah lepas dinyatakan dalam persen (%).

12 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Sifat Tanah (3/6) Contoh : Tanah asli 100 m 3, digali menjadi tanah lepas dengan volume 125 m 3 maka besarnya swelling tanah tersebut adalah : Faktor pengembangan adalah : 25%

13 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Sifat Tanah (4/6) 3.Keadaan Tanah Padat (Compact Soil) Keadaan tanah setelah mengalami proses pemadatan, baik dalam keadaan tanah asli kemudian dipadatkan atau dalam keadaan lepas kemudian dipadatkan. Proses pemadatan mengakibatkan penyusutan volume tanah (shrinkage) dinyatakan dalam persen (%). Contoh : Tanah asli bervolume 100 m 3 kemudaian dipadatkan menjadi 80 m 3, maka shrinkage tanah tersebut adalah : Faktor susut sebesar 20%

14 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Sifat Tanah (5/6) Adanya penyusutan volume tanah yang dipadatkan mengakibatkan berat per volume tanah tersebut menjadi lebih besar. Satuan yang biasa digunakan adalah : :... kg/m 3 (Compact) :... Kg/cu.m (C) :... lbs/cu.yd (C)

15 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Sifat Tanah (6/6) Adanya perubahan kondisi tanah tersebut, maka untuk menyatakan satuan berat per volume harus disebutkan kondisi tanah. Contoh : Berat tanah asli = 1300 kg/m 3 Atau Berat tanah= 1300 kg/m 3 (B) Berat tanah lepas= 1000 kg/m 3 Atau Berat tanah= 1000 kg/m 3 (L) Berat tanah padat= 1800 kg/m 3 Atau Berat tanah= 1800 kg/m 3 (C)

16 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati EX2 00 HITAC HI Kondisi Tanah Asli (Bank Soil) Kondisi Tanah Lepas (Loose Soil) Kondisi Tanah Padat (Compact Soil)

17 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Sketsa Pengembangan dan Penyusutan Tanah Asli Volume Tanah Asli : 1 m 3 Berat Tanah Asli: 1000 kg Tanah Lepas Volume Tanah Lepas : 1,25 m 3 Berat Tanah Lepas: 1000 kg Tanah Padat Volume Tanah Padat : 0,80 m 3 Berat Tanah Padat: 1000 kg

18 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Contoh perubahan berat per satuan volume : kg / 1 m 3 =1000 kg / m 3 (tanah asli) kg / 1.25 m 3 =800 kg / m 3 (tanah lepas) kg / 0.80 m 3 =1250 kg / m 3 (tanah padat)

19 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Tabel Diskripsi Tanah Asli (Bank) Berdasarkan Ukuran Butiran dan Berat Volume Nama Umum Diameter Butiran (mm) Berat Volume Asli (t/m 3 ) Kerikil (gravel) - Pecah - Bulat 2,0 – 50,0 1,70 – 1,80 1,80 – 1,90 Pasir (sand) - Kering - Sedang - Basah 0,05 – 2,0 1,40 – 1,50 1,65 – 1,75 1,80 – 1,90 Lempung dan Lanau (Clay and Silt) - Kering - Basah 0,001 – 0,05 1,60 – 1,80 1,90 – 2,10 Batu Pecah > 50,01,55 – 1,65 Tanah - Kering - Basah campuran 1,50 – 1,60 1,60 – 1,70

20 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Tabel Perbandingan Volume dalam Berbagai Keadaan dari Berbagai Macam Tanah NAMA UMUM Kerikil (gravel) 1,05 – 1,250,80 – 1,00 Pasir (sand) 1,10 – 1,300,80 – 1,00 Lempung dan Lanau (Clay and Silt) 1,15 – 1,350,80 – 1,00 Batu Pecah 1,65 – 1,751,25 – 1,35 Tanah 1,20 – 1,300,85 – 0,95

21 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Tabel Perubahan Volume Tanah TANAH ASLI KONDISI TANAH PERUBAHAN VOLUME TANAH ASLILEPASPADAT PasirA. Keadaan Asli1,001,110,95 B. Keadaan Lepas0,901,000,80 C. Keadaan Padat1,051,171,00 Lempung KepasiranA1,001,250,90 B0,801,000,72 C1,111,391,00 LempungA1,001,250,90 B0,701,000,63 C1,111,591,00 Tanah BerkerikilA1,001,181,08 B0,851,000,91 C0,931,091,00 KerikilA1,001,131,03 B0,881,000,91 C0,971,101,00 Kerikil PadatA1,001,421,29 B0,701,000,91 C0,771,101,00 Batu Kapur Pecah dan Batuan Lunak A1,001,651,22 B0,611,000,74 C0,821,351,00 Granit Basalt dan Batuan Keras A1,001,701,31 B0,591,000,77 C0,761,301,00 Batu PecahA1,001,751,40 B0,571,000,80 C0,711,241,00

22 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Contoh Soal 1.Suatu saluran berukuran 0.4 m x 1.0 m dengan panjang 100 m akan digali menggunakan excavator. Berapa volume galian yang dihasilkan oleh excavator bila tanahnya memiliki faktor gembur 1,25 ? 2.Suatu kontraktor memerlukan sirtu (tanah berkerikil) sebagai bahan pengisi lapisan pondasi bawah suatu proyek jalan. Konstruksi tersebut berukuran tebal 25 cm, lebar 10 m dan panjang 10 km. Hitung material yang diperlukan untuk timbunan tersebut dalam tiga kondisi ?

23 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Solusi 1.Produski excavator adalah tanah gembur, sehingga waktu penyelesaian pekerjaan harus berdasarkan pada material gembur (lepas). Volume material dalam keadaan asli (bank) = 0.40 m x 1.00 m x 100 m = 40 m3 Volume material dalam keadan agembur (loose) = 40 m3 x 1.25 = 50 m3

24 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati 2.Kondisi tanah yang dijelaskan pada soal adalah tanah padat (compacted) = 0.25 m x 10 m x m = m 3 Dari Tabel diperoleh faktor susut : 0,93, maka volume tanah asli (bank) = / 0.93 = ,72 m 3 Dari Tabel diperoleh faktor gembur : 1.18 maka Volume sirtu gembur = ,72 m 3 x 1.18 `= ,43 m 3

25 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati KONVERSI SATUAN

26 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati ANALISIS TENAGA ALAT-ALAT BERAT Dosen : Weka Indra Dharmawan, ST., MT

27 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Tenaga alat berat akan menentukan sanggup tidaknya suatu alat berat melintasi segala bentuk kondisi dan jenis permukaan jalan. Tenaga alat berat juga berpengaruh pada cepat atau labatnya waku penyelesaian pekerjaan. Perlu ada pemahaman bagi kontraktor dan operator sehubungan dengan : –Berapa tenaga yang dibutuhkan. –Berapa tenaga yang tersedia –Berapa tenaga yang dapat digunakan

28 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Tenaga yang dibutuhkan adalah : tenaga yang diperlukan untuk menggerakkan alat berat pada permukaan jalan dan dapat diketahui berdasarkan perhitungan faktor tertentu yang mempengaruhinya yaitu : –Berat total alat. –Daya hambat antara roda dan permukaan jalan. Berat Total AlatBerat Total Alat adalah : berat alat kosong ditambah dengan berat muatan bisa disebut GVW (Gross Vehicle Weight). Berat alat kosong diperoleh dari spsesifikasi alat berat dari pabrik. Berat muatan tergantung pada kapasitas bak (bowl) alat dan berat isi material yang akan diangkkut.

29 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati GVW= Berat Alat Kosong + Berat Muatan = Berat Alat Kosong + (Kapasitas x Berat Isi) Daya HambatDaya Hambat terjadi antara roda dan permukaan jalan yang biasanya disebut TR (Total Resistence). Faktor yang mempengaruhi TR : –Tahanan Gelinding atau Tahanan Guling atau RR (Rolling Resistence) –Tahanan Kelandaian GR (Grade Resistance).

30 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati PRINSIP DASAR BEKERJANYA PERALATAN Faktor yang mempengaruhi gerakan peralatan : 1.Tahanan Gelinding (Rolling Resistance : RR). 2.Landai Permukaan. 3.Tenaga Tarik (Drawbar Pull : DBP) 4.Tenaga Roda (Rimpull). 5.Ketinggian Tempat Kerja. 6.Koefisien Traksi. 7.Kemampuan Mendaki.

31 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati 1. Tahanan Gelinding (Rolling Resistance : RR) Adalah daya hambat yang terjadi antara roda dan permukaan jalan. Besarnya RR dipengaruhi : –Jenis permukaan jalan. –Penetrasi ban. –Beban pada roda. –Kelenturan roda (tekanan angin, rancangan ban dan permukaan jalan). –Gesekan pada bagian dalam Besarnya RR pada kendaraan beroda rantai tergantung pada sifat permukaan tanah.

32 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Tahanan Gelinding atau Rolling Resistance (RR ) Tahanan Gelinding atau Rolling Resistance (RR ) dirumuskan : Di mana : RR = Rolling Resistance P= Gaya Tarik (Tegangan Tali) G= Berat Kendaraan G P

33 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Rolling Resistance = 2 % x GVW (Matric Methode) = 20 kg/ton berat alat Dengan kata lain setiap ton berat alat diperlukan 20 kg untuk menariknya. (Caterpillar Performance Handbook) menyatakan bahwa setiap inci penetrasi ban akan meningkatkan daya hambat seberat 15 kg per ton berat alat, atau setiap 1 cm penetrasi ban ke dalaman permukaan tanag akan menambah daya hambat 6 kg (0,6 %). Dengan kata lain semakin dalam penetrasi ban maka semakin tinggi daya hambat yang terjadi.

34 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Tabel Tahanan Gelinding (RR) Berbagai Macam Roda pada Berbagai Macam Permukaan (LB/TON) JENIS PERMUKAAN RODA BAJA RATA RODA RANTAI RODA BAN KARET ANTI SLIP TEKANAN TINGGI TEKANAN RENDAH Beton permukaan halus Aspal kondisi baik50 – 7060 – 7040 – 6550 – 65 Tanah padat dan terpelihara 60 – – 8040 – 7050 – 70 Tanah tidak terpelihara 100 – – – – 100 Tanah becek dan berlubang 250 – – – – 200 Tanah sangat becek 300 – – – – 340 Pasir lepas dan berkerikil 280 – – – – 260

35 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Contoh Soal : Sebuah Elavating Scraper beroperasi pada suatu proyek pembangunan untuk mengangkut material. Alat ini akan melewati jalan jenis tanah liat yang agak lunak. Dari bekas roda pada permukaan jalan terlihat bahwa terjadi penetrasi ban sedalam 3 inci. Berapakah FRR (Faktor rolling Resistance) ?

36 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati 2. Landai Permukaan Bila kendaraan bergerak naik pada permukaan yang miring maka diperlukan tenaga tambahan agar gerakan tetap dan sebaliknya apabila bergerak turun, maka tenaga yang diperlukan berkurang. Berkurang dan bertambahnya tenaga tersebut kurang lebih sebanding dengan kemiringan (landai permukaan)

37 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Sebuah wheel tractor scraper beroperasi dengan berat kosong kg. Alat ini beroperasi pada suatu proyek dengan kondisi jalan angkut RR 65 kg/ton. Jika kapasitas 30 m3 dab berat isi material angkut adalah 2000 kg/m3 berapa tenaga yang dibutuhkan agar alat tersbut dapat bergarak ?

38 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati 3. Tenaga Tarik (Drawbar Pull = DBP) Tenaga yang tersedia pada suatu traktor setelah dikurangi tenaga untuk menggerakan dirinya atau pengaruh lainnya yang bisa mengurangi tenaganya. Tabel DBP Crawler Tractor GEARKECEPATAN(mph)DBP(lbs) Forward1 st 2 nd 3 th 4 th 5 th 1,56 2,20 3,04 3,88 5,30 9,909 6,872 4,752 3,626 2,419

39 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati

40 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati 4. Tenaga Roda (Rimpull) Tenaga gerak yang disediakan mesin untuk menggerakan roda kendaraan (kg atau lbs). Bila tidak tersedia data, rumus umum Tenaga Gerak adalah : Efisiensi bisa digunakan 80 % s.d 85 %.

41 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati 5. Ketinggian Tempat Kerja Berpengaruh pada mesin yang menggunakan bahan bakar. Pada waktu proses pembakaran diperlukan zat asam (oxygen) dari udara. Udara mempunyai lapisan kepadatan yang berbeada (makin tinggi suatu tempat maka kepadatan makin berkurang) maka oxygen pada lapisan tersebut juga berbeda. Hal ini berdampak pada daya bakar (kecepatan pembakaran) berkurang sehingga daya kerja mesin akan menurun. Secara empiris (praktis) : tenaga mesin akan berkurang 3% setiap penambahan ketinggian 1000 ft di atas 1000 ft pertama.

42 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Contoh Soal : Suatu mesin dengan tenaga 100 HP bekerja pada ketinggian 7000 ft. Berapa berkurangnya tenaga mesin tersebut? Jadi tenaga maksimum yang dihasilkan oleh mesin tersebut adalah 100 HP – 18 HP = 82 HP.

43 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Sebuah DT model 769c/450 HP, berat total (GVW) 60 ton. Beroperasi pada jalan angkut yang memiliki faktor traksi 0,40 (kondisi jalan tanah liat penuh bekas roda). Berdasarkan spesifikasi yang diperoleh, distribusi berat pada pergerakannya 66,7 %. Berapakah tenaga tarik yang dapat digunakan, jika alat ini beroperasi pada ketinggian 9000 kaki di atas permukaan air lau?

44 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Sebuah wheel tractor scraper berat total 90 ton, bergerak pada jalan tanah yang cukup keras dengan RR 40 kg/ton. Disamping itu jalan angkut menanjak 2,5 %. Hitung tenaga yang dibutuhkan dan tenaga yang digunakan, bila faktor traksi 0,35 dan ketinggian lokasi 7000 kaki dengan distribusi berat pada roda penggerak 60 %?

45 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati 6. Koefisien Traksi Koefisien Traksi adalah suatu faktor perbandingan antara tenaga maksimum yang diperlukan sebelum terjadi slip dengan berat kendaraan. Kinerja tenaga mesin dipengaruhi adanya tenaga geser antara permukaan tanah (landasan) dengan roda. Tenaga geser tersebut tergantung dari koefisien traksi antara permukaan roda kendaraan dengan permukaan landasan (semakin kecil koefisien traksi akan berakibat slip). EX2 00 HITAC HI

46 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Tabel Koefisien Traksi JENIS PERMUKAAN BAN KARET CRAWLER(RANTAI) Beton kering dan kasar Tanah liat kering Tanah liat basah Pasir kerikil 0,80 – 1,00 0,50 – 0,70 0,40 – 0,50 0,20 – 0,40 0,45 0,90 0,70 0,30

47 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati 7. Kemampuan Mendaki Kemampuan mendaki untuk setiap jenis kendaraan berbeda dan tergantung pada : a. Tenaga Tarik (DBP) atau Rumpull dari mesin b. RR dari permukaan jalan c. Berat total traktor dan muatan d. Landai permukaan (dalam % kelandaian)

48 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati JENIS DAN FUNGSI ALAT BERAT Dosen : Weka Indra Dharmawan, ST., MT

49 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati Alat berat banyak digunakan dalam pekerjaan bidang teknik sipil, pertambangan, pekerjaan tanah dan lain sebagainya. Conoh alat berat pada proyek jalan : - Bulldozer (pekerjaan galian dan timbunan) - Motor Grader (pembentuk kemiringan permukaan) - Dump Truck (pengangkut bahan timbunan) - Loader (pemuat) - Roller (penggilas atau pemadat) - Asphalt Paver (penghampar aspal) - dll.

50 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati EXCAVATOR Fungsi utama : –Menggali –Memuat –Mengangkat material –Membuat saluran air atau pipa –dll.

51 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati JENIS EXCAVATOR Backhoe

52 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati JENIS EXCAVATOR Front Shovel

53 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati JENIS EXCAVATOR Power Shovel

54 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati JENIS EXCAVATOR Dragline

55 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati JENIS EXCAVATOR Clamshell

56 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati BULLDOZER Traktor yang beroda rantai atau beroda ban. Fungsi utama : –Menggusur –Mendorong –Menggali –Meratakan –Menarik –dll.

57 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati BULLDOZER

58 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati RIPPER Suatu alat yang digunakan untuk menggemburkan material dengan cara menggaruk atau membajak (ripping).

59 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati RIPPER

60 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati RIPPER

61 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati WHEEL LOADER Alat pemuat yang beroda ban Fungsi utama : –Memindahkan material (jarak pendek) –Mengumpulkan material –Menggisi hopper –dll.

62 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati WHEEL LOADER

63 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati WHEEL LOADER

64 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati TRACK TYPE LOADER Kegunaan hampir sama dengan Wheel Loader, namun daerah operasinya berbeda. Alat ini lebih banyak digunakan pada daerah permukaan tanahnya jelak, licin, berlumpur, traksinya kecil dll.

65 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati TRACK TYPE LOADER

66 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati WHEEL TRACTOR SCRAPER Merupakan alat besar yang lebih serba guna dan beroda ban. Terdiri dari 2 jenis : - Towed Scraper (tidak bermesin) - Motor Scraper (bermesin) Fungsi utama : - Memotong - Memuat (keperluan sendiri) - Menghamparkan (dengan ketebalan merata)

67 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati WHEEL TRACTOR SCRAPER

68 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati WHEEL TRACTOR SCRAPER

69 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati WHEEL TRACTOR SCRAPER

70 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati DUMP TRUCK Merupakan alat besar yang digunakan sebagai alat angkut jarak jauh.

71 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati DUMP TRUCK

72 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati DUMP TRUCK

73 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati MOTOR GRADER Merupakan alat besar yang digunakan sebagai alat pembentuk permukaan. Fungsi utama : - Meratakan permukaan tanah - Menghaluskan permukaan - Menggusur - Membersihkan lereng - Membuat saluran berbentuk “V” - dll.

74 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati MOTOR GRADER

75 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati COMPACTOR / ROLLER Compactor : alat pemadatan. Roller: alat penggilas. Kedua jenis alat yang memiliki fungsi sama, sebagai alat pemadatan.

76 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati JENIS COMPACTOR / ROLLER Three Wheel Roller

77 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati JENIS COMPACTOR / ROLLER Pneumatic Roller

78 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati JENIS COMPACTOR / ROLLER Soil Compactor

79 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati JENIS COMPACTOR / ROLLER Landfill Compactor

80 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati JENIS COMPACTOR / ROLLER Sheepfoot Roller

81 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati JENIS COMPACTOR / ROLLER Vibratory Roller

82 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati JENIS COMPACTOR / ROLLER Asphalt Compactor

83 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati BEBERAPA ALAT KONSTRUKSI LAINNYA Stone Crusher

84 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati BEBERAPA ALAT KONSTRUKSI LAINNYA Pile Driver

85 TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati BEBERAPA ALAT KONSTRUKSI LAINNYA Tower Crane


Download ppt "TKS 351 Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Malahayati PEMINDAHAN TANAH MEKANIK DAN ALAT-ALAT BERAT ALAT-ALAT BERAT Dosen : Weka Indra Dharmawan,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google