Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KULIAH TAMU TEKNIK SIPIL UGM – 27 MARET 2015 BUDI SUANDA ST.,MT. RESEARCH & INNOVATION MANAGER & TECHNICAL ADVISOR.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KULIAH TAMU TEKNIK SIPIL UGM – 27 MARET 2015 BUDI SUANDA ST.,MT. RESEARCH & INNOVATION MANAGER & TECHNICAL ADVISOR."— Transcript presentasi:

1 KULIAH TAMU TEKNIK SIPIL UGM – 27 MARET 2015 BUDI SUANDA ST.,MT. RESEARCH & INNOVATION MANAGER & TECHNICAL ADVISOR

2 WHY… ??? SKILL TIME MANAGEMENT ADALAH SALAH SATU ASPEK MAJOR DALAM PROJECT / CONSTRUCTION MANAGEMENT PELAJARAN MENGENAI TIME MANAGEMENT SAAT INI LEBIH DITEKANKAN PADA TEORI DAN MENGHAPAL. PADAHAL KNOWLEDGE INI SANGAT PERLU LATIHAN YANG MEMADAI BEBERAPA JURUSAN TEKNIK BAHKAN TIDAK MEMASUKKAN KNOWLEDGE INI DI DALAM KURIKULUM. PADAHAL APAPUN PEKERJAANNYA, PASTI AKAN MENGGUNAKAN KNOWLEDGE INI. BANYAK ENGINEER DAN MANAJER PROYEK YG TIDAK MEMAHAMI SCHEDULLING DENGAN BENAR DAN BERDAMPAK PADA KESALAHAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN BANYAK PROYEK TERLAMBAT TIDAK DITINDAKLANJUTI DENGAN TEKNIK PERCEPATAN YANG BENAR SESUAI PRINSIP SCHEDULLING

3 PLANNING – Best Practice Scheduling

4 PLANNING – Best Practice Scheduling

5 PLANNING – Kriteria Schedule yg Baik KRITERIAPENJELASAN LOGIC - FEASIBLE  Logis pada sequence, durasi, dan asumsi2 serta jalur kritis yg terbentuk  Feasible atas milestone antara dan total durasi COMMUNICATIVE  Mudah dipahami  Menggunakan istilah yg sering digunakan MANAGEABLE  Mudah dilakukan update / revisi  Mudah dilakukan simulasi, dipecah atau digabungkan dengan schedule lainnya MULTI FUNCTION  Dapat menjadi dasar schedule yg lain  Mudah untuk mengidentifikasi strategi percepatan yg diperlukan

6 PLANNING – Best Practice Scheduling PROSESPENJELASAN Alat Bantu & Team work  Lebih familiar menggunakan Microsoft Project  Dibuat oleh site manajer, ahli, konsultan, dan anggota tim proyek berpengalaman Time Setting  Set waktu dalam range perkiraan schedule yg sesuai  Memasukkan semua hari libur nasional dan lokal  Pertimbangan kondisi produktifitas rendah pada kondisi tertentu (mis. Puasa) Schedule Activity  Basis WBS dan atau BoQ yg di breakdown lbh detil  Pendekatan kriteria durasi tiap schedule activity adalah 1 – 10 hari  Penamaan schdule activity harus menggunakan istilah yg gampang dipahami Activity Sequencing  Menggunakan type yg paling mendekati kondisi aktual (FLOW PEKERJAAN)  Seluruh activity yg mempengaruhi activity lain telah TERHUBUNGKAN Resource & Duration Estimating  Mempertimbangkan volume pekerjaan dan perkiraan resource yg tersedia  Asumsi awal adalah effort normal (tidak lembur)  Pertimbangkan risiko (Time Contingency) Schedule Development  Pastikan semua jalur terhubung dengan milestone start & finish (Tidak ada jalur terlepas)  Milestone lebih banyak akan lebih baik untuk pengendalian yg realistis  Kontrol schedule via CPM (Critical Path Method). Uji logis dengan trial – simulasi CPM  Sangat disarankan untuk membuat jalur kritis tiap milestone  Lakukan optimasi dan resource levelling dengan memperhatikan durasi optimum  Usahakan ada contigency / float (10-15%) terhadap target kontraktual Schedule Control  Identifikasi dan mitigasi faktor delay ( cek penyebab delay utama)  Tools paling sering adalah perbandingan progress actual vs rencana pada S-Curve  Adjust / percepat schedule dg modifikasi - simulasi jalur kritis (CPM)

7 Engine Delivery – Project Location & Route Jetty Salamnder- Luwe Hulu TOTAL LENGTH = ±40 KM Inland Transportation PLTMG BANGKANAI SITE LOCATION Penyebrangan LCT menuju Lahei

8 Engine Delivery – Road Survey

9 RESUME OF ACCESS ROAD MAPPING RankITEM/CONDITIONKM 0-10KM 10-20KM 20-30KM 30-SITETOTAL 1Worst area2 spots 1 spots2 spots7 spots 2 Landslide hazard1.5 km1.25 km 0.75 km4.75 km 3Drainage & Road geometry3.5 km2.5 km1 km2.5 km9.5 km 4Bad soil condition (strength – Surface)5.75 km1.5 km0 km 7.25 km 5Vegetation3.5 km2 km0 km1.25 km6.75 km 6Road gradient1 spot --2 spots  Worst area : Spots that very bad condition (Bad drainage, Bad geometry, Bad evaporation, high landslide hazard, etc) when wet season that impact to very bad feasibility of road transport. These spots reduce window duration of road transport significantly  Landslide hazard : Result of not proper action plan to remove mud after high intensity of rain  Drainage : Basically easy to drain water but has serious social issue obstacle Engine Delivery – Survey Resume

10 PLANNING – Time Setting  Time frame schedule harus dalam range perkiraan schedule proyek yg sesuai  Waktu libur harus sesuai dengan ketentuan. Khusus libur lebaran pertimbangkan masa libur pekerja dan mob- demob  Masukkan durasi tertentu akibat kondisi tidak produktif (hujan, puasa, dll)  Masukkan time contingency (durasi tertentu pada durasi item schedule activity yg dimaksud)

11 OWNER PERSPECTIVECONTRACTOR PERSPECTIVE Tujuan utama adalah memilah mana lingkup yang akan dikerjakan dan mana yg tidak Tujuan utama adalah identifikasi lingkup secara komprehensif atas semua dokumen kontrak Hampir semua tools dapat digunakanTools yang digunakan adalah product analysis yg terutama adalah requirements analysis. Common practice menjadikan BQ sebagai base lingkup. Lalu dilakukan analisis gambar dan RKS sebagai penentu lingkup pekerjaan. Aktifitas lain pendukung pemenuhan kontrak juga dipertimbangkan PLANNING : Schedule Activity – DEFINE SCOPE

12 OWNER PERSPECTIVECONTRACTOR PERSPECTIVE WBS dikembangkan dari tujuan akhirWBS dibuat dari detail item pekerjaan hasil analisis dokumen kontrak WBS dibuat dengan cara decomposition dan expert judgement WBS dibuat dengan cara penyusunan ulang detail item pekerjaan hasil analisis dokumen kontrak Level terendah adalah work packageLevel WBS akan lebih detail. Level terendah minimum adalah elemen penyusun work package atau satu level lebih detail daripada WBS atas Owner perspective PLANNING : Schedule Activity – CREATE WBS

13 PLANNING : Schedule Activity – CREATE WBS

14 PLANNING : Schedule Activity – CREATE WBS

15 Engine Delivery – Scope Statement NOPROJECT SCOPE STATEMENT APROJECT OBJECTIVES & CONSTRAINT Peningkatan dan penambahan beberapa infrastruktur transportasi terkait pengiriman heavy carg (Gas Engine) sejak bongkar dari tongkang hingga on foundation di site dengan waktu maksimum sampai dengan akhir Oktober 2014 dg biaya maks. Rp. 5 Milyard BPROJECT ASSUMPTION Engine mulai dikirim dari Banjarmasin pada Minggu-4 Oktober 14. Pengiriman darat pada Mid November 2014 Tidak ada masalah dalam proses custom clearance dan perjalanan sungai CDELIVERABLES JETTY IMPROVEMENT meliputi penambahan satu jetty level rendah, perkuatan struktur jetty, perata beban / perkuatan permukaan jetty dg pelat beton, tambahan bollard penambat DRIVEWAY & LAYDOWN IMPROVEMENT meliputi perkerasan permukaan driveway, pembuatan struktur laydown untuk 16 engine, pembuatan pagar, perbaikan drainase jalan dan laydown area ROAD IMPROVEMENT meliputi perkerasan permukaan jalan tanah jelek, pembuatan saluran drainase dan sudetan, akuisisi dan perbaikan total lahan worst area, pembentukan lereng, pemotongan pohon, pembentukan kemiringan jalan, pembuatan rest area. BRIDGE IMPROVEMENT meliputi perbaikan 5 jembatan bentang 10 m, pembuatan jalan akses pengganti saat improvement, loading test

16 Engine Delivery – Scope Statement NOPROJECT SCOPE STATEMENT DMILESTONE Jetty Improvement : Akhir September 2014 Driveway & Laydown Improvement : Akhir September 2014 Road & Bridge Improvement : Mid Oktober 2014 ETECHNICAL REQUIREMENTS Struktur jetty, laydown, jembatan mampu menahan beban engine + multiaxle sebesar total 125 T Kemiringan jalan maksimum 10° dengan permukaan relatif datar / rata dan lebar minimum 5,0 m Soil pressure minimum 5 kg/cm2 Durasi pengeringan jalan maksimum 3 jam FLIMIT & EXCLUSION Design jembatan bentang > 25 m harus approve oleh Independent Survey Sebelum pelaksanaan moving engine, harus melakukan trial test dengan logging truck Moving engine dibantu oleh grup alat khusus untuk antisipasi area kubangan tak terduga

17 Engine Delivery – WBS

18 PLANNING – Schedule Activity

19 PLANNING – Estimate Activity Duration

20 PLANNING – Estimate Activity Duration

21 PLANNING – Estimate Activity Duration PERKIRAAN KURUN WAKTU KEGIATAN – PARAMETRIC ESTIMATING DURASI = JAM-ORANG JUMLAH TENAGA KERJA DURASI VOLUME KAPASITAS PRODUKSI = ALATTENAGA KERJAMATERIAL Umur dan kualitas perawatanUsia dan staminaKetersediaan di pasar Kapasitas alatTingkat skill / keahlianKapasitas produsen / supplier Metode kerja Kualitas material Keahlian operatorKondisi medan kerjaTingkat kesulitan transportasi Motivasi dan attitude operatorMotivasi dan attitudeBirokrasi Kondisi medan kerja dan cuaca FAKTOR PENGARUH PRODUKTIFITAS

22 PLANNING – Schedule Development Critical path method – is about identifying longest sequence of activities on a project where delay in any of these activities will cause project to slip. Critical chain method – is about focusing on buffer of activities to manage schedule rather than start and end dates of activities. In project management terminology ‘resource constrained critical path is called critical chain’. Resource leveling – is about moving resource around from over-allocated or under- allocated activities and balancing load, resulting in smoother and quicker progress on schedule. What-if analysis – is about thinking of all things that can go wrong on a project and making schedule adjustments (or alternate schedules) for any eventuality. Sometimes Monte Carlo Analysis is used for this.

23 Critical activities all activities in the critical path (each has zero float) that Delay in the completion of these activities will lengthen the project timescale Critical Path is the longest duration path Identify the shortest time needed to complete a project There can be more than one critical path Don’t leave a project with a negative float, you would compress the schedule Near-critical path is the path that has close in duration to critical path Float (Slack) – Total float: the amount of time an activity can be delayed without delaying the project end date or intermediary milestone. – Project float: the amount of time an activity can be delayed without delaying the externally imposed project completion date required by customer/management. PLANNING – Schedule Development

24 PLANNING – Durasi Optimum Tiap proyek memiliki DURASI OPTIMUM yg bersifat unik. Perhitungan durasi optimum cukup rumit dan perlu TRIAL-ERROR. Metode menentukan durasi optimum yg paling sederhana adalah EXPERT JUDGEMENT mengacu pada pengalaman terdahulu dan assessment kondisi proyek aktual Schedule yg dibuat diarahkan untuk mendekati durasi optimum Proyek harus dipercepat apabila proyek DELAY terhadap kontrak dan perkiraan durasi selesai lebih besar dari durasi optimum

25 PLANNING – Project Buffer

26 PLANNING – Schedule Development

27 CONTROL – 25 Delay Factors  Dapat menjadi pedoman atas risiko waktu (CHECKLIST)  Harus dibuat assessment dan mitigasi atas potensi 25 delay factor  Schedule control harus memperhatikan faktor2 ini dalam pengendalian schedule  25 faktor ini dapat menjadi faktor risiko pelaksanaan yg berdampak terhadap waktu dan berperan dalam perhitungan TIME CONTINGENCY

28 CONTROL – Delay Indicator S-Curve harus berbentuk huruf S?

29 CONTROL – Schedule Compression Fast Tracking – Overlapping of phases, activities or tasks that would otherwise be sequential or performing critical path activities in parallel. – Usually increase risk and requires more attention to communication. – May need a rework. Crashing – Add resources to critical path tasks. Always results in increased cost. – Analyze cost & schedule trade-offs. Determine most compression for least cost. – Crash the tasks that cost the least first, focusing on minimizing project cost.

30 CONTROL – Prioritize Strategies

31 CONTROL – Acceleration Strategies B. ENGINEERING & METODE PELAKSANAAN 1.REVIEW DESIGN yg dianggap kompleks dan perlu waktu lama untuk dikerjakan 2.Aktif mencari METODE PELAKSANAAN yang lebih efektif 3.Evaluasi dan review SITE INSTALLATION yg merugikan produktifitas A. SCOPE & CRITICAL PATH METHOD 1.PRIORITAS SCHEDULE ACTIVITIES yg masuk dalam CPM 2.Mengurangi SCHEDULE ACTIVITY LOAD dengan mengurangi lingkup atau kuantitas atau kualitas KATEGORI OVER terutama pada pekerjaan jalur kritis 3.DISTRIBUSI JALUR KRITIS dengan membentuk lebih banyak cabang jalur kritis atau pengerjaan secara PARALEL Fokus MITIGASI RISIKO AKTIFITAS jalur kritis 4.Tentukan prioritas rencana percepatan dg memilih biaya terendah yg menghasilkan percepatan terbaik (OPTIMAL) 5.Percepatan dapat pada SEMUA BIDANG / KELOMPOK AKTIFITAS

32 C. RESOURCES 1.Mengganti dan atau menambah MATERIAL-ALAT-TENAGA KERJA yg produktifitas atau kualitas rendah dengan yg memiliki produktifitas atau kualitas lebih baik dimana KETERSEDIAAN LEBIH BAIK 2.Monitoring produktifitas resources secara rutin dan evaluasi setidaknya secara MINGGUAN 3.Mengurangi / mengambil alih pekerjaan SUBKONTRAKTOR yg bermasalah 4.Kontrol activity schedule SUBKONTRAKTOR yg masuk dalam jalur kritis CONTROL – Acceleration Strategies D. LAIN-LAIN 1.Melakukan DAILY MEETING dan komunikasikan Item Jalur Kritis & Updatingnya 2.Meningkatkan KEDISIPLINAN dan MOTIVASI semua anggota (Team proyek, tenaga kerja, subkontraktor) 3.Memastikan ketersediaan DANA KAS untuk memastikan TINDAKAN CEPAT yg diperlukan 4.Meningkatkan intensitas dan kualitas PENGAWASAN 5.Kondisi SITE diupayakan bersih dan rapi

33 CONTROL – Acceleration Plan & Status


Download ppt "KULIAH TAMU TEKNIK SIPIL UGM – 27 MARET 2015 BUDI SUANDA ST.,MT. RESEARCH & INNOVATION MANAGER & TECHNICAL ADVISOR."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google