Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 PROGRAM MENJAGA MUTU MANAJEMEN KUALITAS (QUALITY MANAGEMENT)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 PROGRAM MENJAGA MUTU MANAJEMEN KUALITAS (QUALITY MANAGEMENT)"— Transcript presentasi:

1 1 PROGRAM MENJAGA MUTU MANAJEMEN KUALITAS (QUALITY MANAGEMENT)

2 2 QUALITY (KUALITAS = MUTU ) DIFFINISI KUALITAS : (TIDAK ADA DIFFINISI YANG UNIVERSAL ) GOETSCH & DAVIS (1994) KUALITAS MERUPAKAN “ KONDISI YG DINAMIS “ BERHUBUNGAN DENGAN : * PRODUK * JASA * MANUSIA * PROSES * LINGKUNGAN MEMENUHI ATAU MELEBIHI----  HARAPAN

3 3 CIRI KHAS KUALITAS 1.PERFORMANCE CIRI KHAS KERJA POKOK, BOR R.S = % 2.TIMELINESS TERJADI DALAM WAKTU YG WAJAR 3.RELIABILITY LAMANYA WAKTU TANPA ADA KERUSAKAN 4.DURABILITY PANJANGNYA WAKTU SEBELUM ADA KERUSAKAN 5.AESTHETICS BERHUBUNGAN DENGAN PANCA INDERA 6.PERSONAL INTERFACE HUBUNGAN ANTAR MANUSIA 7.PERCEPTION UKURAN / NILAI REPUTASI ORGANISASI 8.EASE OF USE MUDAH DIGUNAKAN 9.FEATURES BERCIRI KHUSUS 10.CONFORMANCE TO SPECIFICATION DESAIN PRODUK SESUAi STANDAR DESAIN PRODUK SESUAi STANDAR 11.CONSISTENCY SEPANJANG WAKTU TIDAK BERUBAH 12.UNIFORMICITY IDENTIK TANPA VARIASI 13.SERVICE ABILITY PENYELESAIAN PENANGANAN KELUHAN 14.ACCURACY AKURAT DALAM PERNYATAAN/KUANTITAS

4 4 MANAJEMEN MUTU CORPORATE OLIMPICS YG KOMPLEKS ERA INDUSTRI ERA TEKNOLOGI ERA INFORMASI ERA GLOBALISASI DAYA SAING YANG BERAT PERUBAHAN MANAJEMEN MANAJEMEN MUTU

5 5 1.QUALITY by INSPECTION INSPEKSI DILAKUKAN SEBELUM MASUK DIBAGIAN PROSES DAN SESUDAH SELESAI PROSES PRODUKSI. 2.QUALITY CONTROL INSPEKSI DILAKUKAN SETIAP AWAL DAN AKHIR PRODUKSI 3.BUILD IN QUALITY CONTROL INSPEKTUR MASIH DITEMPATKAN SEBELUM PRODUKSI PARA OPERATOR TIAP UNIT JUGA MELAKUKAN INSPEKSI SENDIRI 4.TOTAL QUALITY CONTROL INSPEKTUR DIHAPUS SUPPLIER DAN OPERATOR DILATIH DENGAN BENAR --- > BIAYA PRODUKSI TURUN,KUALITAS NAIK INVENTARIS TERKENDALI JENIS MANAJEMEN MUTU (GARVIN – 1994 ) SUPPLIER AB C CUSTOMER INSPEKSI S AB C CS III S A+ IB + I C + I CS I I S A+ IB + I C + I CS

6 6 EMPAT ERA KUALITAS (GARVIN ) 1.DETEKSI 2.SATU MASALAH DIPECAHKAN3.KESERAGAMANPRODUK 4.PENAKSIRAN & PENGUKURAN1.PENGENDALIAN2.PEMECAHAN SATU MASALAH 3.PRODUK-SERAGAM INSPEKSI DIKURA NGI 4.ALAT /TEHNIK STATISTIK1.KOORDINASI2.MASALAH DIPECAHKAN & PROAKTIF 3.JARINGAN PRO DUK “DESAIN S/D PASAR”KONSTRIBUSI SEMUA KELOM POK FUNGSIO NAL 4.PROGRAM DAN SISTEM1.STRATEGIK2.PELUANGKOMPETITIF3.KEBUTUHANPASAR/KONSUMEN 4.RENCANA- STR. PENENTUAN TUJUAN / PENGERAHANORGANISASI. KARAKTER INSPEKSI PENGENDALIAN JAMINAN MANAJEMEN KUALITAS KUALITAS K LTS/ STRATEGIK (QLT BY INSP) (QLT CONTROL) (BUILD IN QLIT) (TOTAL QUALITY) 1.PERHATIAN2.PANDANGAN MUTU MUTU3.PENEKANAN4.METODE

7 7 5.PERANANPROFESIONAL 6.YG BERTANG GUNG JAWAB 7.0RIENTASI/PENDEKATAN 5.INPEKSI,PENYORTIRAN,PERHITUNGAN,PENGGOLONGAN 6.DEP. INSPEKSI 7.KUALITAS “INSPECTS IN” 5.MENCARI & PEMECAHAN MSL PENERAPANSTATISTIK.6.DEP.PEMANU FAKTURAN & PEREKAYASA7.KUALITAS “CONTROLS IN” 5.PENGUKURANMSL-MUTUPERENCANAANMUTU, PERANCANGAN PROGRAM 6.SEMUADEPARTEMEN7.KUALITAS “BUILDS IN” 5.PENETAPAN TUJUAN, PENDIDIKAN & PELATIHAN, KERJA SAMA- ANTAR DEPAR TEMEN, PERANCANGAN PROGRAM. 6.SEMUA ORANG KEPEMIMPINAN- KUAT DARI MANAJEMEN 7.KUALITAS “MANAGES IN” KARAKTER INSPEKSI PENGENDALIAN JAMINAN MANAJEMEN KUALITAS KUALITAS KUALITAS/STRATEGIK EMPAT ERA KUALITAS (GARVIN )

8 8 TQM ADALAH PENERAPAN METODE KUANTITATIF DAN PENGETAHUAN KEMANUSIAAN PENERAPAN METODE KUANTITATIF DAN PENGETAHUAN KEMANUSIAAN TQM ADALAH PENDEKATAN USAHA MEMAKSIMALKAN ORGANISASI MELALUI : 1.DAYA SAING 2.PERBAIKAN KONTINU ( PRODUK,JASA,MANUSIA, PROSES & LINGKUNGAN ) TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)

9 9 1.PERBAIKAN MATERIAL DAN JASA 2.PERBAIKAN SEMUA PROSES PENTING DI ORGANISASI 3.PEMENUHAN KEBUTUHAN PEMAKAI PRODUK INTERNAL DAN EKSTERNAL GUNA TQM

10 10 TQM SCIENTIFIC MANAGEMENT SOSIO TECHNICAL SISTEM SDM INTERNAL ORGANISASI DEMENSI AKAR TQM

11 11 DEMENSI AKAR TQM 1.SCIENTIFIC MANAGEMENT 2.GROUP DINAMICS 3.PELATIHAN 4.KEBUTUHAN MOTIVASI 5.PELIBATAN KARYAWAN 6.SOSIO TECHNICAL SISTEM 7.PENGEMBANGAN ORGANISASI 8.BUDAYA PERUSAHAAN 9.TEORI KEPEMIMPINAN BARU 10.PERENCANAAN STRATEGIS T.Q.M

12 12 FALSAFAH TQM (EDWARD DEMING) 1.REAKSI BERANTAI PERBAIKAN KUALITAS PERBAIKAN KUALITAS  MENINGKATKAN KEPUASAN KONSUMER ( PRODUK / JASA) MENINGKATKAN KEPUASAN KONSUMER ( PRODUK / JASA) MENINGKATNYA PRODUKTIVITAS MENINGKATNYA PRODUKTIVITAS 2.TRANSFORMASI ORGANISASI MELAKUKAN PERUBAHAN NILAI ( STRUKTUR KEWENANGAN DI ORGANISASI ) ( STRUKTUR KEWENANGAN DI ORGANISASI ) 3.PERAN PIMPINAN SETIAP USAHA SELALU DIDUKUNG PIMPINAN SECARA AKTIF 4.MENGHINDARI PRAKTEK MANAJEMEN YG MERUGIKAN HANYA MEMIKIRKAN JANGKA PENDEK TIDAK KONSISTEN DALAM MENCAPAI TUJUAN SERING BERGANTI KEGIATAN 5.PENERAPAN SYSTEMS OF PROFOUND KNOWLEDGE 5-1.ORIENTASI PADA SISTEM ---- MEMANAGE INTERAKSI DALAM ORGANISASI 5-2.TEORI VARIASI --- CAKAP DALAM PENGGUNAAN DATA UNTUK KEPUTUSAN 5-3.TEORI PENGETAHUAN--- MENGEMBANGKAN DAN MENGUJI HIPOTESIS MEMPERBAIKI PERFORMANCE ORGANISASI 5-4.TEORI PSIKOLOGI ---- MENGEMBANGKAN KECAKAPAN/DINAMIKA KELOMPOK DLL.

13 13 MANAJEMEN PERUBAHAN KOMPLEKS VISI KECAKAPAN INTENSIF SUMBER DAYA RENCANA TINDAK SALAH ARAH RENCANA STRATEGIK KECAKAPANINTENSIF SUMBER DAYA RENCANA TINDAK VISI INTENSIF SUMBER DAYA RENCANA TINDAK VISI KECAKAPAN SUMBER DAYA RENCANA TINDAK VISI KECAKAPAN INTENSIF RENCANA TINDAK VISI KECAKAPAN INTENSIF SUMBER DAYA KEKACAUAN TERWUJUD LAMA KEKECEWAAN MIMPI PERUBAHAN

14 14 14 LANGKAH TQM DEMING SDM 1.KELEMBAGAAN PIMPINAN 2.PELATIHAN 3.JOB TRAINING 4.KERJA TANPA TAKUT 5.KERJA SATU TEAM 6.KEBANGGAAN 7.TANPA TARGET, 8.TANPA KUOTA SASARAN. 9.TRANFORMASI PEKERJAAN PRODUKSI 1.KONTINU TUJUAN 2.MUTU DARI AWAL 3.ADOPSI FALSAFAH BARU. 4.KONTRAK BERMUTU. 5.KONTINUITAS PRODUKSI.

15 15 EMPAT BELAS LANGKAH TQM “ DEMING” (DEMING’S FOURTEEN POINTS) 1.KONTINUITAS TUJUAN TUJUAN SELALU MENUJU PERBAIKAN PRODUK DAN JASA TUJUAN SELALU MENUJU PERBAIKAN PRODUK DAN JASA 2.PERBAIKI SISTEM PRODUKSI DAN JASA SECARA KONTINU GUNA MENINGKATKAN KUALITAS DAN PRODUKTIFITAS 3.ADOPSI FASALAH BARU MEMAHAMI ERA EKONOMI BARU, MENGHADAPI TANTANGAN, MEMAHAMI ERA EKONOMI BARU, MENGHADAPI TANTANGAN, BERTANGGUNG JAWAB, MENGAMBIL KEPEMIMPINAN BARU. BERTANGGUNG JAWAB, MENGAMBIL KEPEMIMPINAN BARU. 4.BENTUK MUTU MULAI AWAL HENTIKAN KETERGANTUNGAN DENGAN CARA INSPEKSI HENTIKAN KETERGANTUNGAN DENGAN CARA INSPEKSI 5.KONTRAK TAWARAN BERMUTU 6.MELEMBAGAKAN “ON THE JOB TRAINING “ 7.MELEMBAGAKAN KEPEMIMPINAN KEPEMIMPINAN HARUS MEMBANTU PEKERJA DAN TEHNOLOGI KERJA MENJADI LEBIH BAIK

16 16 8.BEKERJA EFFEKTIF TANPA RASA TAKUT 9.BEKERJA SAMA SATU TEAM DINDING PEMISAH ANTAR DEPARTEMEN DIHILANGKAN. 10.HILANGKAN “SLOGAN,DESAKAN,TARGET” HAL TERSEBUT DAPAT MENIMBULKAN PERMUSUHAN (KONFLIK) 11.HILANGKAN “KUOTA,MANAJEMEN BERDASAR SASARAN” DIGANTIKAN KEPEMIMPINAN. 12.BERIKAN KEBANGGAAN PADA KARYAWAN ATAS HASIL HASIL KARYANYA/KEAHLIANNYA. 13.BERI PENDIDIKAN/PELATIHAN ATAU SELF IMPROVEMENT 14.BUAT TRANSFORMASI PEKERJAAN SETIAP ORANG SETIAP KARYAWAN SIAP UNTUK MENGERJAKAN. EMPAT BELAS LANGKAH TQM “ DEMING” (DEMING’S FOURTEEN POINTS)

17 17 7 PENGHALANG DEMING PRODUKSI 1.TIDAK KONTINU 2.HUTANG TAK SEIMBANG 3.MENGHARAPKAN HASIL(JOB HOPING) 4.KEUNTUNGAN JANGKA PENDEK 5.INFORMASI DATA TAK JELAS SDM 1.PEMERIKSAAN PERSONIL 2.BIAYA MEDIS BERLEBIHAN

18 18 PENGHALANG PELAKSANAAN TQM (DEMING’S SEVEN DEADLY DISEASES) 1.TIDAK ADANYA KONTINUITAS TUJUAN. DALAM PERENCANAAN PRODUK DAN JASA DALAM MEMPERTAHANKAN BISNIS & LAPANGAN KERJA. 2.PENEKANAN PADA KEUNTUNGAN JANGKA PENDEK KETAKUTAN DARI FAKTOR EKSTERNAL – PEMEGANG SAHAM PEMEGANG SAHAM PENGAMBIL ALIHAN OLEH PERUSAHAAN LAIN(BANK). 3. PEMERIKSAAN PERSONIL OLEH MANAJEMEN-SASARAN EVALUASI PRESTASI,PENILAIAN TAHUNAN, SASARAN TANPA METODE YANG JELAS (TERMASUK SUMBER DAYANYA). 4. JOB HOPING (HARAPAN HASIL) OLEH PARA MANAJER 5.MENGAMBIL DATA/INFORMASI YG TIDAK JELAS. TANPA MENGETAHUI DATA - INFORMASI SECARA DETAIL 6. PEMBIAYAAN MEDIS YG BERLEBIHAN 7. BIAYA HUTANG YG BERLEBIHAN. TERMASUK BIAYA PENGACARA YG BEKERJA SECARA SITUASIONAL

19 19 SMITH & METZNER (1970) DEMENSI MUTU DARI SUDUT PENYELENGGARA (DOKTER) DEMENSI MUTU DARI SUDUT PASIEN PENGETAHUAN ILMIAH HUBUNGAN DENGAN PASIEN KETRAMPILAN EFFISIENSI PELAYANAN KENYAMANAN PASIEN 80 % 60 % 50 % 45 % 8 % EFFISIENSI PELAYANAN PERHATIAN DOKTER PENGETAHUAN ILMIAH KETRAMPILAN DOKTER KENYAMANAN PASIEN 45 % 40 % 35 % KEPUASAN PASIEN KEPUASAN RATA RATA PENDUDUK, YG DISELENGGARAKAN SESUAI KODE ETIK & STANDAR PROFESI KEDOKTERAN YG DITETAPKAN DEMENSI KEPUASAN PENDERITA

20 20 RUANG LINGKUP PROGRAM MENJAGA MUTU KESEHATAN (QUALITY ASSURANCE PROGRAM) RUANG LINGKUP PROGRAM MENJAGA MUTU KEGIATAN 1.PERSIAPAN 2.PELAKSANAAN SASARAN 1.UNSUR INPUT(MASUKAN) 2.UNSUR LINGKUNGAN 3.UNSUR PROSES. 4.UNSUR OUTPUT(KELUARAN)

21 21 KEGIATAN PROGRAM MENJAGA MUTU 1.BENTUK ORGANISASI PELAKSANA 2.MENETAPKAN BATAS KEWENANGAN,TANGGUNG JAWAB, MEKANISME KERJA 3.MENETAPKAN LINGKUP PELAYANAN PRIORITAS. 4. MENETAPKAN DAN MEMASARAKATKAN PROGRAM. 1.PERSIAPAN MENJAGA MUTU

22 22 BAGIAN BEDAH, IRD,DLL DIREKTUR RS WAKIL DIREKTUR BIDANG ADMINISTRASI WAKIL DIREKTUR BIDANG TEHNIK MEDIS WAKIL DIREKTUR BIDANG MEDIS BG KEUANGAN BG KEPEGAWAIAN DLL BG PENGAWASAN DLL HUBUNGAN SRTUKTUR ORGANISASI DENGAN BAGIAN MENJAGA MUTU ORG. MENJAGA MUTU KEPALA BAGIAN KEPALA INSTALASI 1.ORGANISASI PELAKSANA 2.TETAPKAN KEWENANGAN,TANGGUNG JAWAB PELAYANAN PRIORITAS 4.MENETAPKAN / MEMASARAKATKAN PROGRAM.

23 23 PELAKSANAAN PROGRAM MENJAGA MUTU: 1.MENETAPKAN MASALAH MUTU 2.MENETAPKAN PENYEBAB MASALAH 3.MENETAPKAN CARA PENYELESAIAN 4.MELAKSANAKAN CARA PENYELESAIAN 5.MENILAI HASIL DAN SARAN TINDAK LANJUT. 2.PELAKSANAAN MENJAGA MUTU

24 24 PELAKSANAAN MENJAGA MUTU ( PROBLEM SOLVING CYCLE ) 1.PENETAPAN MASALAH 2 PENETAPAN PENYEBAB 1.PENETAPAN MASALAH 3.PENETAPAN PENYELESAIAN 3.PENETAPAN PENYELESAIAN 4.PENETAPAN CARA PENYELESAIAN 4.PENETAPAN CARA PENYELESAIAN 5.MENILAI HASIL & SARAN TINDAK LANJUT 5.MENILAI HASIL & SARAN TINDAK LANJUT 2.PENETAPAN PENYEBAB (BERKESINAMBUNGAN,SISTEMATIS,OBJEKTIF & TERPADU)

25 25 MANAJEMEN MASUKAN(INPUT) 1.TENAGA MEDIS PARAMEDIS NON MEDIS 2.DANA 3.SARANA MEDIS NONMEDIS OBAT BHN.HABIS PAKAI PROSES 1.TINDAKAN MEDIS ANAMNESIS PISIK DIANOSTIK LABOR. TINDAKAN TINDAK LANJUT 2TINDAKAN NON MEDIS INFORMASI PENYARINGAN KONSELING RUJUKAN KELUARAN(OUTPUT) 1.ASPEK MEDIS KEGAGALAN TINDAKAN EFEK SAMPING KEMATIAN 2.ASPEK NON MEDIS PENGETAHUAN PASIEN KEPUASAN PASIEN KEMANTAPAN PASIEN 3.SASARAN MENJAGA MUTU

26 26 BENTUK PROGRAM MENJAGA MUTU PROGRAM MENJAGA MUTU PMM-PROSPEKTIF STANDAR MASUKAN & LINGKUNGAN (INPUT & ENVIRONTMENT) PMM-KONKUREN STANDAR PROSES (PROCESS) PMM-RETROSPEKTIF STANDAR KELUARAN (OUTPUT) STANDARDISASI PERIJINAN SERTIFIKASI AKREDITASI TEAM WORK PEER GROUP RECORD REVIEW TISSUE REVIEW SURVAI KLIEN 4.BENTUK PROGRAM MENJAGA MUTU

27 27 STANDAR PROGRAM MENJAGA MUTU PENGERTIAN : TINGKAT IDEAL YANG DIINGINKAN TERCAPAI, (IDEAL BERARTI DISUSUN FLEKSIBEL,) PENYIMPANGAN YG TERJADI PUNYA RANGE (BATAS MAXIMUM – MINIMUM ) DAPAT DITOLERANSI DAPAT DITOLERANSI STANDARISASI

28 28 SYARAT STANDAR JELAS MASUK AKAL DAPAT DIMENGERTI MUDAH DICAPAIABSAH MANTAP SPESIFIK EKSPLISIT

29 29 SARAT SARAT STANDAR : 1.JELAS – DAPAT DIUKUR STANDAR DAN PENYIMPANGANNYA 2.MASUK AKAL – UNTUK PELAKSANAANYA 3.MUDAH DIMENGERTI – TIDAK MENYULITKAN PELAKSANA 4.DAPAT DICAPAI – SESUAI DENGAN SITUASI DAN KONDISI 5.ABSAH – ADA KORELASI ANTARA STANDAR DAN PROGRAM 6.MEYAKINKAN – STANDAR RENDAH -> TIDAK BERGUNA STANDAR TINGGI-> TERLALU SULIT DICAPAI STANDAR TINGGI-> TERLALU SULIT DICAPAI 7.MANTAP,SPESIFIK DAN EKSPLISIT- TIDAK TERPENGARUH OLEH TIDAK TERPENGARUH OLEH WAKTU,BERSIFAT KHAS DAN GAMBLANG. WAKTU,BERSIFAT KHAS DAN GAMBLANG.

30 30 JENIS STANDAR A.STANDARD MENURUT UNSUR 1.STANDARD PERSARATAN MINIMAL 2.STANDARD PENAMPILAN MINIMAL B. STANDARD MENURUT PRIORITAS 1.STANDARD PROSPEKTIF (SEBELUM PROGRAM) 2.STANDARD KONKUREN(SEWAKTU PROSES BERJALAN) 3.STANDARD RETROSPEKTIF (SETELAH SELESAI)

31 31 JENIS STANDAR A.STANDAR MENURUT UNSUR : I.STANDAR PERSARATAN MINIMAL (KEADAAN MINIMAL HARUS DIPENUHI UNTUK MENJAMIN TERSELENGGARANYA PELAYANAN KESEHATAN) 1.STANDAR MASUKAN : TENAGA,SARANA DAN DANA. (ST.OF PERSONEL & FAILITIES) (ST.OF PERSONEL & FAILITIES) 2.STANDAR LINGKUNGAN : KEBIJAKAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN (ST.OF ORGANIZATION & DAN MANAJEMEN (ST.OF ORGANIZATION & MANAGEMENT) MANAGEMENT) 3.STANDAR PROSES : TENAGA MEDIS DAN NON MEDIS. (ST.OF CONDUCT) (ST.OF CONDUCT) II.STANDAR PENAMPILAN MINIMAL(ST.OF PERFORMANCE) (KEADAAN MINIMAL YG DAPAT DITERIMA OLEH KONSUMER)

32 32 B.STANDAR MENURUT SKALA PRIORITAS : I.STANDAR PROGRAM MENJAGA MUTU “ PROSPEKTIF “ (SEBELUM PROGRAM DIMULAI ) 1.STANDARDISASI (STANDARDIZATION) TENAGA DAN SARANA KESEHATAN. 2.PERIJINAN (LICENSURE) STANDAR PERIJINAN DITINJAU BERKALA 3.SERTIFIKASI (CERTIFICATION) SERTIFIKAT IJIN BAGI YG MEMENUHI SARAT 4.AKREDITASI (ACCREDITATION) SERTIFIKAT SESUAI TINGKAT MUTU. II.STANDAR PROGRAM MENJAGA MUTU “ KONKUREN” (DILAKSANAKAN SEWAKTU PROSES BERJALAN) STANDAR MENILAI TINDAKAN MEDIS DAN NON MEDIS III.STANDAR PROGRAM MENJAGA MUTU “ RETROSPEKTIF “ (DILAKUKAN SETELAH PELAYANAN SELESAI) 1.RECORD REVIEW 2.TISSUE REVIEW – HASIL PATOLOGI DLL. 3.SURVAI KLIEN – SURVAI TERHADAP PEMAKAI JASA

33 33 MENETAPKAN STANDAR STANDAR PELAYANAN KESEHATAN BERSIFAT UNIVERSAL (BERLAKU UNTUK SELURUH DUNIA) PENYUSUN STANDAR : 1.LEMBAGA DUNIA (WHO) 2.LEMBAGA PEMERINTAH (DEPKES) 3.LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI 4.ORGANISASI PROFESI 5.INSTITUSI ORGANISASI KESEHATAN YG LEBIH RENDAH. PENETAPAN STANDAR : DILAKSANAKAN SESUAI DENGAN KEMAMPUAN INSTITUSI DILAKSANAKAN SESUAI DENGAN KEMAMPUAN INSTITUSI TIDAK TERLALU RENDAH ATAUPUN TIDAK TERLALU TINGGI.

34 34 LANGKAH PENETAPAN STANDAR I.MENETAPKAN “ STANDAR-ORGANISASI” 2.MENETAPKAN “ AREA FUNGSI “ ORGANISASI. 3.MENETAPKAN “ KEGIATAN POKOK “ AREA FUNGSI ORGANISASI 4.MENETAPKAN “ BAGIAN KEGIATAN POKOK “. 5.MENETAPKAN “ KRITERIA STANDAR “ YG AKAN DIPERGUNAKAN. 6.” MERUMUSKAN STANDAR “ YG DIBERLAKUKAN.

35 35 I.MENETAPKAN STANDAR-ORGANISASI MEMILIH TINGKATAN ORGANISASI YG SESUAI “TUGAS UTAMANYA” YAITU : PALING ERAT HUBUNGANNYA DENGAN PENCAPAIAN TUJUAN ORGANISASI. CONTOH : STANDAR BAGIAN POLIKLINIK. 2.MENETAPKAN AREA FUNGSI ORGANISASI. PILIH AREA FUNGSI YG PALING PENTING YG BERKAITAN DENGAN TUJUAN ORGANISASI 3.MENETAPKAN KEGIATAN POKOK AREA FUNGSI ORGANISASI. PILIH KEGIATAN POKOK YG PALING PENTING CONTOH : PELAYANAN IMMUNISASI HEPATITIS B 4.MENETAPKAN BAGIAN KEGIATAN POKOK. DARI UNSUR :MASUKAN,LINGKUNGAN,PROSES DAN KELUARAN. LANGKAH PENETAPAN STANDAR

36 36 5.MENETAPKAN KRITERIA STANDAR YG AKAN DIPERGUNAKAN. MEMANFATKAN ILMU PENGETAHUAN/TEHNOLOGI MUTAHIR YG TELAH TERUJI KEBENARANNYA CONTOH: UNTUK HEPATITIS B UNTUK HEPATITIS B MASUKAN : TENAGA PELAKSANA YG SUDAH DILATIH VAKSINASI HEPATITIS B VAKSINASI HEPATITIS B LINGKUNGAN : KEBIJAKAN YG MEMBENARKAN TENAGA TSB. TELAH MAMPU DAN AKTIF TENAGA TSB. TELAH MAMPU DAN AKTIF PROSES : TEHNIK PENYULUHAN,PERALATAN,BAHAN MEMENUHI STANDAR DLL. KELUARAN :SELURUH PENDUDUK TERLINDUNGI PENYAKIT TSB. 6. MERUMUSKAN STANDAR YG DIBERLAKUKAN. MERUMUSKAN PERNYATAAN KUANTITATIF (SESUAI DENGAN KRITERIA YGDITETAPKAN). CONTOH : UNTUK IMMUNISASI HEPATITIS B MASUKAN :TENAGA TERLATIH,ALAT ALAT CUKUP,VAKSIN TIDAK KADALUWARSA DLL. LINGKUNGAN :SEMUA PETUGAS AKTIF MENJALANKAN TUGAS PROSES : SEMUA CALON SUDAH MENDAPAT PENYULUHAN KELUARAN :SEMUA PENDUDUK YG DIVAKSIN TERLINDUNG DARI HEPATITIS B.

37 37 INDIKATOR PROGRAM MENJAGA MUTU INDIKATOR : INDIKATOR ADALAH UKURAN BAHWA PROGRAM TERPENUHI ATAU TIDAK TERPENUHI JENIS JENIS INDIKATOR I.INDIKATOR PERSARATAN MINIMAL 1.INDIKATOR MASUKAN – UKURAN TENAGA PELAKSANA, FASILITAS DAN DANA. – UKURAN TENAGA PELAKSANA, FASILITAS DAN DANA. 2.INDIKATOR LINGKUNGAN – UKURAN KEBIJAKAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN 3.INDIKATOR PROSES – UKURAN TINDAKAN MEDIS,TINDAKAN NON MEDIS. II.INDIKATOR PENAMPILAN MINIMAL 1.INDIKATOR ASPEK MEDIS PELAYANAN KESEHATAN ANGKA KESEMBUHAN,EFEK SAMPING, KOMPLIKASI, ANGKA KEMATIAN,KEPUASAN KLIEN 2.INDIKATOR ASPEK NON MEDIS PENGETAHUAN KLIEN,KEMANTAPAN KLIEN KEPUASAN KLIEN INDIKATOR PROGRAM MENJAGA MUTU

38 38 BAGAN INDIKATOR PENJAGA MENJAGA MUTU PENYEBAB MASALAH MUTU PELAYANAN MASALAH MUTU PELAYANAN PENYIMPANGAN INDIKATOR MASUKAN INDIKATOR LINGKUNGAN INDIKATOR PROSES INDIKATOR KELUARAN INDIKATOR PERSARATAN INDIKATOR PENAMPILAN

39 39 CONTOH PENGGUNAAN DIAGRAM SEBAB AKIBAT(FISH BONE DIAGRAM) PROSES MASUKAN LINGKUNGAN INFEKSI PANGGUL PASCA INSERSI IUD TINDAKAN MEDIS TINDAKAN NON MEDIS ORGANISASI MANAJEMEN KEBIJAKAN TENAGA DANA FASILITAS

40 40


Download ppt "1 PROGRAM MENJAGA MUTU MANAJEMEN KUALITAS (QUALITY MANAGEMENT)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google