Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

2 PRINSIP-PRINSIP ETIKA BISNIS Dr. Ir. Waseso Segoro, MM.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "2 PRINSIP-PRINSIP ETIKA BISNIS Dr. Ir. Waseso Segoro, MM."— Transcript presentasi:

1 2 PRINSIP-PRINSIP ETIKA BISNIS Dr. Ir. Waseso Segoro, MM.

2

3 ETIKA Adalah sebuah ilmu yg mempelajari bagaimana berperilaku jujur, benar dan adil. Merupakan cabang ilmu filsafat, mempelajari perilaku moral dan immoral, membuat pertimbangan matang yg patut dilakukan oleh seseorang kepada orang lain atau kelompok tertentu.

4 Etika dikatagorikan sebagai filsafat moral atau etika normatif. Etika mengajarkan sesuatu yang salah adalah salah dan yg benar adalah benar. Sesuatu yg benar tidak dapat dikatakan salah dan sebaliknya sesuatu yg salah tidak dapat dikatan benar. Benar dan salah tidak dapat dicampur adukan demi kepentingan seseorang atau kelompok

5 Untuk memahami pengertian etika secara praktis, diperlukan usaha memperbandingkan etika dengan moralitas. Etika maupun moralitas sering diperlakukan sama sejajar dalam memberi arti terhadap sebuah peristiwa interaksi antar manusia.

6 Etika berasal dari kata Yunani ethos, bentuk jamaknya ta etha berarti adat istiadat. Berarti etika berhubungan dengan kebaikan hidup, kebiasaan atau karakter baik terhadap seseorang, masyarakat atau terhadap kelompok masyarakat.

7 Etika pengertian lain, dimengerti sebagai filsafat moral, atau ilmu yg membahas dan mengkaji nilai dan norma yg diberikan oleh moralitas dan etika. Moral berasal dari kata Yunani mores, berarti kebiasaan atau cara hidup.

8 Moral menunjukkan tindakan seseorang adalah benar atau salah. Etika adalah sebuah studi tentang tindakan moral atau sistem atau kode perilaku yg diberlakukan. Moral berasal dari kata Yunani mores, berarti kebiasaan atau cara hidup.

9 Jadi etika mempelajari, mengukur dan menentukan apakah sebuah perilaku bisa dikatakan baik atau buruk. Perilaku bagaimana yg boleh dan tidak boleh dilakukan, yg benar dan yg tidak benar dilakukan.

10 Tujuan Etika Menilai perilaku manusiawi berstandar moral, dan memberikan ketepatan nasehat tentang bagaimana bertindak yg bermoral pada situasi tertentu. Etika Bisnis dapat dilaksanakan dalam tiga tahapan : tahap makro, tahap meso, dan tahap mikro. Ketiga tahap ini membahas kegiatan ekonomi dan bisnis.

11 Tahap Makro : etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi total. Tahap Meso (menengah) : etika bisnis mempelajari persoalan etika dalam organisasi. Organisasi diasosiasikan sebagai perusahaan, serikat buruh, lembaga konsumen, perhimpunan profesi, dll. Tahap Mikro : memusatkan perhatiannya pada persoalan individual sehubungan dengan aktivitas ekonomi atau bisnis. Pada tahap ini dipelajari tanggung jawab etis karyawan dan majikan, bawahan dan manajer, produsen dan konsumen, pemasok dan investor.

12 Beberapa Prinsip Etika

13 Prinsip Otonomi Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan tuntunan hati nuraninya, kesadarannya sendiri mengenai sesuatu kebaikan untuk diberikan kepada orang lain.

14 Prinsip Kejujuran Prinsip kejujuran dalam setiap tindakan atau ikatan bisnis merupakan keutamaan. Kejujuran diperlukan dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian kontrak. Kejujuran sangat penting artinya bagi kepentingan masing-masing pihak. Kejujuran menentukan kelanjutan relasi dan kelangsungan bisnis selanjutnya.

15

16

17 Prinsip Keadilan Tindakan memberikan keadilan terhadap keterlibatan semua pihak dalam bisnis merupakan praktek keutamaan. Prinsip keadilan perlu dilakukan agar setiap orang dalam kegiatan bisnis secara internal maupun eksternal perusahaan diperlakukan sesuai dengan hak dan kewajiban masing- masing.

18

19 Prinsip Saling Menguntungkan (Win-Win Solution) Kegiatan bisnis perlu isnis atau perusahaan memberikan keadaan saling menguntungkan kepada keterlibatan setiap pihak dalam bisnis. Saling menguntungkan merupakan cermin integritas moral internal pelaku bisnis atau nama baik perusahaan untuk berbisnis tetap terjaga, dipercaya dan kompetitif.

20 Etos Bisnis Etos adalah suatu upaya seseorang atau kelompok membiasakan diri menghayati, menghargai nilai-nilai moral yg dianggapnya sesuai dan benar menurut diri maupun kelompoknya. Moral berfungsi sebagai pilar menunjang kekuatan tindakan bisnis dari seseorang atau kelompok. Etos bisnis sebuah kelompok dengan kelompok bisnis lainnya dapat berlainan tergantung dari visi, misi yg dimiliki oleh kelompok tersebut.

21 Perhatian pada Stakeholder Etika bisnis mengarahkan pebisnis untuk selalu memperhatikan kepentingan stakeholder dalam rangka melakukan kegiatan bisnisnya. Stakeholder merupakan kelompok gabungan antara internal dan eksternal. Dengan memperhatikan kepentingan stakeholder, maka diharapkan terhindar dari perusakan lingkungan, penipuan, promosi menyesatkan, pemecatan karyawan, dsb.

22

23 Norma Etika Norma sopan santun, adalah etika berperilaku bagaimana caranya melakukan segala sesuatu secara terhormat, dengan hormat, menghargai keberadaan orang lain, bermanfaat timbal-balik, tidak menyinggung perasaan, tidak menyakiti hati orang lain.

24 Norma Hukum Norma Hukum, adalah norma mengatur berbagai perilaku yg boleh dan tidak untuk dilakukan, yg diasosiasikan dan disepakati masyarakat demi keselamatan dan kesejahteraan individual maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat.

25 Norma Moral Norma moral, mengatur mengenai sikap pola perilaku manusia terhadap manusia lain sesuai harkat manusia. Norma moral ini memanusiakan manusia sebagai manusia, memuliakan manusia sebagai manusia.

26 Etika Bisnis Tanggung Jawab Siapa ? Setiap pebisnis yg berinteraksi dalam dunia bisnis memiliki tanggung jawab moral kepada siapa mereka melakukan transaksi bisnisnya. Tanggung jawab moral tsb. tidak dapat dialihkan kpd org lain, apalagi dilimpahkan kepada konsumen.

27

28

29

30

31

32 ETIKA BISNIS DAN KORUPSI Dewan Komisaris, Direksi dan karyawan perusahaan dilarang memberikan atau menawarkan (secara langsung atau tidak langsung) hadiah kepada pelanggan atau pejabat pemerintah, dengan tujuan mempengaruhi mereka untk bertindak yang menyimpang dari ketentuan hukum yang berlaku.

33 Dana atau harta perusahaan yang menjadi hak para pemegang saham perusahaan tidak selayaknya dipergunakan untuk donasi politik. Dengan alasan yang dapat diterima, perusahaan dapat memberikan sumbangan yang bersifat amal (CSR).

34 PRESENTASI GROUP WEEKLY CERITAKAN TTG INTI KASUS GCG & JAWAB PERTANYAANNYA, DI DEPAN KELAS: KASUS No. 1 – 13 atau lainnya ( Pada Buku Daftar Pustaka no. 6 ) Buat power point : 15 slides max Waktu Presentasi + (Q & A), sekitar Menit


Download ppt "2 PRINSIP-PRINSIP ETIKA BISNIS Dr. Ir. Waseso Segoro, MM."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google