Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGANTAR ILMU POLITIK DRS. SYAIFUL, M.SI ANDRI RUSTA, S.IP, M.PP Introduction of Political Science1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGANTAR ILMU POLITIK DRS. SYAIFUL, M.SI ANDRI RUSTA, S.IP, M.PP Introduction of Political Science1."— Transcript presentasi:

1

2 PENGANTAR ILMU POLITIK DRS. SYAIFUL, M.SI ANDRI RUSTA, S.IP, M.PP Introduction of Political Science1

3 KONTRAK KULIAH Keterlambatan : 15 Menit Kehadiran: 75 % dari 16 kali pertemuan Persentase Nilai: – - Ujian Tengah Semester: 30 % – - Ujian Akhir Semester: 30% – - Tugas: 30% – - Kehadiran: 10 % ( 16 kali : 10 poin, 15 kali 9 poin, 14 kali 8 poin, 13 kali 7 poin) Introduction of Political Science2

4 TUGAS SEMESTER PENDEK : Essay ( kata) TULIS TANGAN, Jelaskan kenapa politik disebut ilmu pengetahuan, dan apa hubungan antara ilmu politik dengan ilmu-ilmu sosial lainnya ? (Deadline 12 JUNI 2013) Review (TULIS TANGAN) BAB X Partisipasi Politik hal, Dasar-Dasar Ilmu Politik, Miriam Budiardjo, Edisi Revisi, Gramedia, Jakarta, (Deadline 17 JUNI 2013) Review (TULIS TANGAN) BAB XI Partai Politik hal, Dasar-Dasar Ilmu Politik, Miriam Budiardjo, Edisi Revisi, Gramedia, Jakarta, (Deadline 19 JUNI 2013) TUGAS UTS : MAKALAH kata mengenai salah satu topik yang diajar sebelum UTS. (20 JUNI 2013) Kliping koran/berita dari internet (10-15 berita) mengenai topik Badan Legislatif, Eksekutif, Yudikatif, berikan analisis saudara untuk setiap berita. (Deadline 27 Juni 2013) TUGAS UAS : MAKALAH kata mengenai salah satu topik yang diajar setelah UTS. (30 JUNI 2013) Introduction of Political Science3

5 Pengertian Ilmu Politik 4

6 CARA / METODE MELOBBY, PROSES MENDAPATKAN KEKUASAAN PARTISIPASI Introduction of Political Science5

7 is political science a science? Political science adalah sebuah ilmu pengetahuan sesuai definisinya. Dalam praktek, disebut science karena memiliki dua element: – 1. studi sistem politik dan elementnya; – 2. investigasi dengan menggunakan metode ilmiah. While there are some elements of political science, especially political theory, that may rely upon normative assessment of the politics, its procedures, and its outcomes, most work in the field consists of quantitative and qualitative analyses of either models or data from empirical sources. Politics, the field of study which analyses political process, ideologies, and actors, is both an art and a science. Introduction of Political Science6

8 1.Pengertian Politik a.Menurut orang awam “ Politik adalah kiat atau cara seseorang untuk mencapai tujuan tertentu dengan cara-cara tertentu. b.Menurut sarjana Ilmu Politik 1.Aristoteles : “ politik diartikan sebagai negara – kota (polis) 2.Albert Smith : “ politik adalah state, power, conflict, pemerintahan, kebijakan, dan decision making) 3.David Easton : “ sistem politik adalah keseleruhan interaksi yang mengatur pembagian nilai-nilai secara authoritatif untuk dan atas nama masyarakat. 4.Karl Deutsch: “ politik adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum ” Introduction of Political Science7

9 - George B de Huszar dan Thomas H. Stevenson : “ politik adalah lapangan studi yang pertama-tama memperhatikan hubungan kekuasaan antara orang dengan orang atau antara orang dengan negara, dan negara dengan negara. - Harold Lasswell : “politik adalah perilaku (sikap) dan orientasi seni mempengaruhi atau menguasi orang lain. (who gets what, when, and how ( siapa mendapatkan apa, kapan dan bagaimana “ ) - GA. Yacobsen dan M.H Lipman : “ politik adalah tentang negara, ilmu politik bergaul dengan hubungan antara individu yang satu dengan individu yang lainnya dan sejauh mana negara mengatur hubungan mereka dengan hukum. Hubungan antara individu individu atau kelompok dengan negara. Hubungan antara negara dengan negara 8

10 Pengertian kata politik ada 2 macam yaitu: Politik dalam arti yang dipergunakan untuk menunjukkan pada aturan mengenai satu segi dari kehidupan manusia bersama dalam masyarakat yaitu segi kehidupan politik manusia, segi kehidupan bermasyarakat yang menyangkut hubungan kekuasaan, power relationship (dalam artian usaha untuk memperoleh kekuasaan, memperbesar atau memperluas serta mempertahankan kekuasaan) Politik dalam artian yang dipergunakan untuk menunjuk kepada satu rangkaian tujuan yang hendak dicapai atau cara-cara atau arah kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan dengan kata lebih singkat kebijaksanaan. 9

11 Sejarah perkembangan Ilmu Politik  Zaman Yunani Kuno (pemerintahan)  Zaman Romawi (Hukum)  Abad pertangahan (pertentangan)  Permulaan Zaman Modern  Zaman Modern

12 Zaman Yunani Kuno (pemeritahan) Tokohnya adalah Plato dan Aristoteles. Pada masa ini ini politik sudah dikenal orang dan dipandang sebagai “ The Master Science”. Bagi Plato dan Aristoteles, organisasi politik dari warga negara yunani kuno adalah polis yaitu organisasi yang bertujuan memberikan warga negaranya kehidupan yang baik.

13 Zaman Romawi (Hukum) Perhatian bangsa romawi banyak ditujukan pada masalah hukum puncak hasil penulisan telah dibukukan secara sistematis dan lengkap (kodifikasi). Kodifikasi Kaisar Justinianus lebih dapat dipakai sebagai pedoman daripada karya Plato dan Aristoteles terdiri dari 4 bagian yaitu Codex Digest Institutes Novels

14 Abad pertengahan (pertentangan) Pada zaman ini perhatian orang lebih banyak tertuju pada masalah hubungan antara negara dan gereja atau masalah anatar pemerintah dan agama. Tokohnya adalah Dante, ia ingin menyelesaikan masalah kekuasaan dunia dan agama. Menurutnya satu-satunya jalan untuk menyelesaikan perselisihan antara negara dan raja yaitu dengan mendirikan kerajaan dunia, kekuasaan raja dibawah kekuasaan “Paus”. Jadi bidang pemerintahan dibawah kekuasan negara.

15 Permulaan Zaman Modern Tokohnya adalah Niccolo Marchiavelli ( ). Karya tulisnya yang terkenal “ I Principle atau The prince”. Ia memisahkan masalah politik dan ethic. Ia juga ahli sejarah, ahli negara, dan ahli politik. Ia adalah orang yang suka menghitung-hitung kekuatan dan orang banyak mempelajari ajaran-ajarannya yang terdapat dalam buku “the Prince”

16 Zaman Modern Di dalam abad sekitar 16, 17, 18, perhatian orang akan lebih tertuju pada hukum dan lembaga-lembaga negara.  Tokoh-tokohnya adalah  Thomas Hobbes ( ) ia seorang filsuf yang mencurahkan perhatian pada masalah filsafat politik  John Locke ( ) menurutnya kekuasaan negara dibagi dalam tiga kekuasan yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan federatif yang terpisah satu sama lain.  legislatif adalah kekuasaan membuat UU  eksekutif adalah kekuasaan melaksanakan UU  Federatif adalah kekuasaan mengenai perang dan damai, membuat perserikatan dan aliansi

17 Montesquieu ( ) bukunya yang terkenal “the Spirit of laws“. Pembagian kekuasaan negara menjadi tiga yaitu legislatif, eksekutif dan yudikatif yang lebih dikenal dengan nama teori trias politika. Ketiga kekuasaan tersebut harus terpsah satu sama lain. ◦ legislatif adalah kekuasaan membuat UU ◦ eksekutif adalah kekuasaan melaksanakan UU ◦ yudikatif adalah kekuasaan mangadili atas pelanggaran UU JJ Rousseau ( ) bukunya yang terkenal tentang kontrak sosial.

18 Ruang lingkup Ilmu Politik Berdasarkan konferensi Internasional UNESCO di Prancis untuk menelaah, pengajaran, penelitian dan metode- metode ilmu politik maka yang menjadi Scope ilmu politik adalah (UNESCO 1948) Political Theory ◦ Political theory ◦ History of political ideals Political institutions ◦ The constitutions ◦ Rational government ◦ Regional and local government ◦ Public administration ◦ Economic and social functions of government ◦ Comparative political institutions

19 Parties, groups and public opinion ◦ Political parties ◦ Groups and assosiations ◦ Participation of the citizen in the government and the administration ◦ Public opinion International Relation ◦ International politics ◦ International organization and administration ◦ International law

20 BIDANG-BIDANG ILMU POLITIK DAN HUBUNGAN ILMU POLITIK DENGAN ILMU PENGETAHUAN LAIN.

21 ILMU POLITIK MELIPUTI BIDANG- BIDANG:  Filsafat dan teori politik  Struktur dan lembaga-lembaga politik  Partai politik dan organisasi masyarakat  Partisipasi warga negara  Hukum dan lembaga-lembaga internasional

22 BAGAIMANA HUBUNGAN ILMU POLITIK DENGAN ILMU PENGETAHUAN LAIN?

23 MIRIAM BUDIARDJO (2008) ADA BEBERAPA ILMU PENGETAHUAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN ILMU POLITIK, DIMANA ILMU-ILMU TERSEBUT SALING MEMPENGARUHI ANTARA SATU DENGAN YANG LAINNYA. ILMU-ILMU TERSEBUT ANTARA LAIN YAITU: SEJARAH, FILSAFAT, SOSIOLOGI, ANTROPOLOGI, ILMU EKONOMI, PSIKOLOGI SOSIAL, ILMU BUMI DAN ILMU HUKUM.

24 SEJARAH Perbedaan pandangan antara ahli sejarah dan sarjana ilmu politik adalah bahwa ahli sejarah selalu meneropong masa yang lampau, sedangkan sarjana ilmu politik biasanya lebih melihat ke depan (future oriented). Bahan mentah yang disajikan oleh ahli sejarah, khususnya sejarah kontemporer, hanya dipakai oleh sarjana ilmu politik untuk menemukan pola-pola ulangan yang dapat membantunya dalam menentukan proyeksi untuk masa depan. Perbedaan pandangan antara ahli sejarah dan sarjana ilmu politik adalah bahwa ahli sejarah selalu meneropong masa yang lampau, sedangkan sarjana ilmu politik biasanya lebih melihat ke depan (future oriented). Bahan mentah yang disajikan oleh ahli sejarah, khususnya sejarah kontemporer, hanya dipakai oleh sarjana ilmu politik untuk menemukan pola-pola ulangan yang dapat membantunya dalam menentukan proyeksi untuk masa depan. MENYUMBANG DATA & FAKTA DARI MASA LAMPAU

25 FILSAFAT FILSAFAT = usaha secara rasionil dan sistematis mencari pemecahan / jawaban atas persoalan- persoalan yang menyangkut universe (alam semesta) dan kehidupan manusia. “Ilmu Politik erat hubungannya dengan filsafat politik, yaitu bagian dari filsafat yang mengangkut kehidupan politik, terutama mengenai sifat hakiki, asal mula, dan nilai dari negara”.

26 ILMU POLITIK DAN SOSIOLOGO SAMA DALAM PANDANGANNYA BAHWA NEGARA DAPAT DIANGGAP SEBAGAI ASOSIASI / SISTEM PENGENDALIAN.  BAGI ILMU POLITIK, NEGARA = OBJEK POKOK  BAGI SOSIOLOGI, NEGARA = SALAH SATU DARI BANYAK ASOSIASI DAN LEMBAGA PENGENDALIAN DALAM MASYARAKAT. Membantu dalam usahanya memahami latar belakang, susunan, dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok masyarakat. SOSIOLOGI

27 ANTHROPOLOGI MENYUMBANG PENGERTIAN-PENGERTIAN DAN TEORI-TEORI TENTANG KEDUDUKAN SERTA PERANAN SATUAN- SATUAN SOSIAL BUDAYA YANG LEBIH KECIL DAN SEDERHANA. ANTROPOLOGI BERPENGARUH DALAM BIDANG METODOLOGI PENELITIAN ILMU POLITIK (METODE PESERTA PENGAMAT = PARTICIPANT-OBSERVER). Eks: BESAR KECILNYA PENGARUH PEMIKIRAN DAN PERGERAKAN POLITIK DI BERBAGAI DAERAH YANG BERBEDA SUKU, AGAMA SERTA KEHIDUPAN SISTEM SOSIALNYA; SAMPAI DI MANA PENGERTIAN DAN KESADARAN BERBANGSA INDONESIA TERDESAK / DI BATASI OLEH POLA-POLA KESETIAAN SUKU DAN KEBUDAYAAN SETEMPAT. ANTROPOLOGI BERPENGARUH DALAM BIDANG METODOLOGI PENELITIAN ILMU POLITIK (METODE PESERTA PENGAMAT = PARTICIPANT-OBSERVER). Eks: BESAR KECILNYA PENGARUH PEMIKIRAN DAN PERGERAKAN POLITIK DI BERBAGAI DAERAH YANG BERBEDA SUKU, AGAMA SERTA KEHIDUPAN SISTEM SOSIALNYA; SAMPAI DI MANA PENGERTIAN DAN KESADARAN BERBANGSA INDONESIA TERDESAK / DI BATASI OLEH POLA-POLA KESETIAAN SUKU DAN KEBUDAYAAN SETEMPAT.

28 Ilmu ekonomi KELANGKAAN (SCARITY) Menyebabkan Ilmu Ekonomi Berorientasi kuat terhadap kebijaksanaan yang rasional. Ilmu Ekonomi merupakan ilmu sosial yang sangat Planning oriented. Khususnya penentuan hubungan antara tujuan dan cara mencapai tujuan yang telah ditentukan. Berpengaruh dalam bidang pembangunan.

29 PSIKOLOGI SOSIAL  PSIKOLOGI SOSIAL = PENGKHUSUSAN PSIKOLOGI YANG MEMPELAJARI HUBUNGAN TIMBAL BALIK ANTARA MANUSIA DAN MASYARAKAT, KHUSUSNYA FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG MANUSIA UNTUK BERPERAN DALAM IKATAN KELOMPOK ATAU GOLONGAN.  DENGAN PSIKOLOGI SOSIAL, ILMU POLITIK DAPAT LEBIH MENGANALISA SECARA MENDALAM MAKNA DAN PERANAN “ORANG-ORANG KUAT”, KONDISI- KONDISI SOSIAL EKONOMI SERTA CIRI-CIRI KEPRIBADIAN YANG MEMUNGKINKANNYA MEMAINKAN PERANAN BESAR ITU.  PSIKOLOGI SOSIAL MENJELASKAN BAGAIMANA TEKNIK-TEKNIK “BRAIN WASHING” DALAM PROPAGANDA DAN INDOKTRINASI POLITIK SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMBANGKITKAN PERKEMBANGAN PEMIMPIN –PEMIMPIN KARISMATIK YANG MEMPENGARUHI PROSES POLITIK PADA UMUMNYA.

30 ILMU BUMI FAKTOR-FAKTOR YANG BERDASARKAN GEOGRAFI  PEMBATASAN STRATEGI (STRATEGIC PROINTIERS)  DESAKAN PENDUDUK (POPULATION PRESSURES)  DAERAH PENGARUH (SPHERE OF INFLUENCE)

31 ILMU HUKUM MENGATUR DAN MEMAKSAKAN UNDANG- UNDANG (LAW ENFOCEMENT) MERUPAKAN SALAH SATU KEWAJIBAN NEGARA YANG PENTING.

32 TERIMA KASIH SEMOGA BERMANFAAT & MENJADI PENCERAHAN BUAT KITA SEMUA SEMOGA BERMANFAAT & MENJADI PENCERAHAN BUAT KITA SEMUA


Download ppt "PENGANTAR ILMU POLITIK DRS. SYAIFUL, M.SI ANDRI RUSTA, S.IP, M.PP Introduction of Political Science1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google