Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KEMUNGKINAN DAN KEHARUSAN PENDIDIKAN Oleh : SONEDI FKIP UM PALANGKARAYA Oleh : SONEDI FKIP UM PALANGKARAYA 6/9/2015.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KEMUNGKINAN DAN KEHARUSAN PENDIDIKAN Oleh : SONEDI FKIP UM PALANGKARAYA Oleh : SONEDI FKIP UM PALANGKARAYA 6/9/2015."— Transcript presentasi:

1

2 KEMUNGKINAN DAN KEHARUSAN PENDIDIKAN Oleh : SONEDI FKIP UM PALANGKARAYA Oleh : SONEDI FKIP UM PALANGKARAYA 6/9/2015

3 APAKAH PENDIDIKAN MERUPAKAN KEHARUSAN BAGI MANUSIA? 6/9/2015Designed by sond_UM palangkaraya

4 A. KEMUNGKINAN DAN KEHARUSAN PENDIDIKAN 6/9/2015 MUNGKINKAH MANUSIA DAPAT DIDIDIK? MUNGKINKAH MANUSIA DAPAT DIDIDIK? MANUSIA HARUS DIDIDIK MANUSIA HARUS DIDIDIK MANUSIA DAPAT DIDIDIK MANUSIA DAPAT DIDIDIK MANUSIA TIDAK DAPAT DIDIDIK MANUSIA TIDAK DAPAT DIDIDIK MANUSIA TAK HARUS DIDIDIK MANUSIA TAK HARUS DIDIDIK Designed by sond_UM palangkaraya

5 MUNGKINKAH MANUSIA DIDIDIK? 1. DASAR BIOLOGIS fakta biologis menunjukkan bahwa anak manusia ketika baru dilahirkan da-lam keadaan tidak berdaya tetapi mempunyai potensi untuk tumbuh dan berkembang karena:  Kemampuan anak bersifat fleksibel  Anak manusia mempunyai otak yang besar dan berpermukaan luas.  Mempunyai pusat syaraf yang berfungsi untuk menerima pengaruh dari luar dirinya sehingga dapat terjadi proses belajar. 1. DASAR BIOLOGIS fakta biologis menunjukkan bahwa anak manusia ketika baru dilahirkan da-lam keadaan tidak berdaya tetapi mempunyai potensi untuk tumbuh dan berkembang karena:  Kemampuan anak bersifat fleksibel  Anak manusia mempunyai otak yang besar dan berpermukaan luas.  Mempunyai pusat syaraf yang berfungsi untuk menerima pengaruh dari luar dirinya sehingga dapat terjadi proses belajar. 6/9/2015 Designed by sond_UM palangkaraya

6 Lanjut…. 2. DASAR PSIKO-SOSIAL  Anak manusia ketika dilahirkan membawa - bermacam-macam kemampuan potensial, yang membutuhkan stimuli dari lingkungan.  Manusia merupakan makhluk sosial. Kehidupan secara bersama diperlukan oleh- manusia. Dan dalam kehidupan bersama ini ada proses saling mempengaruhi. 3. Kesimpulan : MANUSIA DAPAT DIDIDIK 2. DASAR PSIKO-SOSIAL  Anak manusia ketika dilahirkan membawa - bermacam-macam kemampuan potensial, yang membutuhkan stimuli dari lingkungan.  Manusia merupakan makhluk sosial. Kehidupan secara bersama diperlukan oleh- manusia. Dan dalam kehidupan bersama ini ada proses saling mempengaruhi. 3. Kesimpulan : MANUSIA DAPAT DIDIDIK 6/9/2015 Designed by sond_UM palangkaraya

7 HARUSKAH MANUSIA DIDIDIK? 1. DASAR BIOLOGIS:  Untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, anak manusia tidak memiliki instink yang sempurna sbmana dimiliki oleh hewan.  Anak manusia perlu masa belajar yang panjang sebagai bekal menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara konstruktif 1. DASAR BIOLOGIS:  Untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, anak manusia tidak memiliki instink yang sempurna sbmana dimiliki oleh hewan.  Anak manusia perlu masa belajar yang panjang sebagai bekal menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara konstruktif 6/9/2015Designed by sond_UM palangkaraya

8 2. DASAR PSIKO-SOSIO-ANTROPOLOGIS  Untuk menghadapi kehidupan yang dilingkupi tantangan, manusia harus memiliki berbagai pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Potensi untuk ini sudah ada tinggal pengembangannya.  Kemampuan manusia menyesuaikan diri de-ngan lingkungan sosial bukan bawaan tetapi hanya dapat diperoleh melalui pendidikan.  Kebudayaan tidak terjadi dengan sendirinya melainkan hasil karya dari orang-orang yang terdidik 3.KESIMPULAN : MANUSIA HARUS DIDIDIK 2. DASAR PSIKO-SOSIO-ANTROPOLOGIS  Untuk menghadapi kehidupan yang dilingkupi tantangan, manusia harus memiliki berbagai pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Potensi untuk ini sudah ada tinggal pengembangannya.  Kemampuan manusia menyesuaikan diri de-ngan lingkungan sosial bukan bawaan tetapi hanya dapat diperoleh melalui pendidikan.  Kebudayaan tidak terjadi dengan sendirinya melainkan hasil karya dari orang-orang yang terdidik 3.KESIMPULAN : MANUSIA HARUS DIDIDIK 6/9/2015

9 PANDANGAN DAN FAKTA BAHWA PENDIDIKAN MERUPAKAN KEHARUSAN BAGI MANUSIA Pendapat IMMANUEL KANT: bahwa manusia hanya dapat menjadi manusia jika dirinya memperoleh pendidikan. Pendapat Langevel : –Animal educabile : manusia merupakan makhluk yang dapat dididik. –Animal educandum : manusia merupakan makhluk yang harus dididik. –Animal educandus : manusia merupakan makhluk yang harus dapat mendidik. Fakta : bahwa pendidikan merupakan kebutuhan manusia Pendapat IMMANUEL KANT: bahwa manusia hanya dapat menjadi manusia jika dirinya memperoleh pendidikan. Pendapat Langevel : –Animal educabile : manusia merupakan makhluk yang dapat dididik. –Animal educandum : manusia merupakan makhluk yang harus dididik. –Animal educandus : manusia merupakan makhluk yang harus dapat mendidik. Fakta : bahwa pendidikan merupakan kebutuhan manusia 6/9/2015

10 B. BATAS-BATAS PENGARUH PENDIDIKAN 1.Menurut Teori Empirisme  Anak pada saat dilahirkan, jiwanya dalam keadaan kosong dan lingkunganlah (terutama lingk. pendidikan) yang akan mengisi kekosongan jiwa tersebut.  Pendidikan bersifat menentukan, anak dapat dijadikan “apa saja” sesuai keinginan pendidik. 1.Menurut Teori Empirisme  Anak pada saat dilahirkan, jiwanya dalam keadaan kosong dan lingkunganlah (terutama lingk. pendidikan) yang akan mengisi kekosongan jiwa tersebut.  Pendidikan bersifat menentukan, anak dapat dijadikan “apa saja” sesuai keinginan pendidik. 6/9/2015

11 Lanjut…. 2. Menurut Teori Nativisme  Anak dilahirkan dengan pembawaan tertentu yang menentukan bagaimana perkembangan anak.  Lingkungan, termasuk lingkungan pendidikan tidak akan bisa merubah apa yang sudah ditertukan tersebut.  Pendidikan tidak diperlukan. 2. Menurut Teori Nativisme  Anak dilahirkan dengan pembawaan tertentu yang menentukan bagaimana perkembangan anak.  Lingkungan, termasuk lingkungan pendidikan tidak akan bisa merubah apa yang sudah ditertukan tersebut.  Pendidikan tidak diperlukan. 6/9/2015

12 Lanjut… 3.Menurut Naturalisme  Anak dilahirkan dengan pembawaan yang baik. Peranan lingkungan adalah mempertahankan atau menjaga apa yang sudah baik tersebut.  Jika pendidik salah dalam bertindak, apa yang sudah baik tersebut berubah menjadi tidak baik.  Pendidikan diperlukan, tapi harus dilakukan secara hati-hati. 3.Menurut Naturalisme  Anak dilahirkan dengan pembawaan yang baik. Peranan lingkungan adalah mempertahankan atau menjaga apa yang sudah baik tersebut.  Jika pendidik salah dalam bertindak, apa yang sudah baik tersebut berubah menjadi tidak baik.  Pendidikan diperlukan, tapi harus dilakukan secara hati-hati. 6/9/2015

13 lanjut 4. Menurut Teori Konvergensi  Anak dilahirkan dengan berbagai pembawaan yang membutuhkan stimuli dari lingkungan, terutama lingkungan pendidikan.  Pendidikan dapat memberikan pengaruh yang berarti jika pembawaan memungkinkan untuk dipengaruhi sehingga terjadi perubahan yang berarti. 4. Menurut Teori Konvergensi  Anak dilahirkan dengan berbagai pembawaan yang membutuhkan stimuli dari lingkungan, terutama lingkungan pendidikan.  Pendidikan dapat memberikan pengaruh yang berarti jika pembawaan memungkinkan untuk dipengaruhi sehingga terjadi perubahan yang berarti. 6/9/2015Designed by sond_UM palangkaraya

14 HAKIKAT MANUSIA Perbedaan Manusia dan Hewan HewanManusia 1.Memiliki kemampuan siap pakai ketika lahir 2.Makhluk biologis 3.Punya instik 4.Bertindak menurut instink 5.Tidak mengenal etika, estetika dan agama 1.Ketika dilahirkan tidak berdaya sama sekali 2.Makhluk biologis, individu dan sosial 3.Potensi yang berkembang 4.Bertanggung jawab 5.Punya etika, estetika, dan agama

15 Sifat Hakikat Manusia Ciri-ciri yang menjadi karakteristik, yang secara prinsipil membedakan hewan dari manusia

16 Wujud Sifat Hakekat Manusia Kemampuan Menyadari diri Kemampuan bereksistensi Memiliki kata hati Memiliki moral Kemampuan bertanggung jawab Memiliki rasa kekebasan Melaksanakan kewajiban dan menyadari hak Kemampuan menghayati kebahagiaan Kemampuan Menyadari diri Kemampuan bereksistensi Memiliki kata hati Memiliki moral Kemampuan bertanggung jawab Memiliki rasa kekebasan Melaksanakan kewajiban dan menyadari hak Kemampuan menghayati kebahagiaan

17 Pandangan tentang Hakekat Manusia Pandangan tentang Hakekat Manusia 1.Pandangan Psikoanalitik 2.Pandangan Humanistik 3.Pandangan Behavioristik 1.Pandangan Psikoanalitik 2.Pandangan Humanistik 3.Pandangan Behavioristik

18 Pandangan Psikoanalitik Pandangan Psikoanalitik Pandangan Psikoanalitik Tradisional Dipelopori oleh Hansen, Stevic, Warner dan Sigmund Freud Tingkah laku manusia digerakkan oleh dorongan yang bersifat instinktif dan diarahkan untuk memuaskan kebutuhan dan instink biologis manusia

19 Struktur Kepribadian Manusia terdiri dari 3 komponen (Freud) Id yang berfungsi untuk menggerakkan seseorang untuk memuaskan kebutuhannya Ego berfungsi untuk menjembatani antara keinginan id dg lingkungan yang realistis Super ego berfungsi untuk mengawasi dan mengontrol tingkah laku seseorang agar sesuai dengan aturan dan nilai-nilai moral Id yang berfungsi untuk menggerakkan seseorang untuk memuaskan kebutuhannya Ego berfungsi untuk menjembatani antara keinginan id dg lingkungan yang realistis Super ego berfungsi untuk mengawasi dan mengontrol tingkah laku seseorang agar sesuai dengan aturan dan nilai-nilai moral

20 Pandangan Neoanalitik Pandangan Neoanalitik Pandangan ini tetap mengakui adanya id, ego, dan superego, namun lebih menekankan pada fungsi ego sebagai pusat kepribadian seseorang. Ego berfungsi sebagai pengarah terujudnya id, dan bersifat rasional serta bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial seseorang. Dalam perujudan diri manusia untuk memenuhi kebutuhannya, manusia tidak hanya digerakkan oleh instink, tetapi juga atas rangsangan yang datang dari lingkungannya

21 Pandangan Humanistik Dipelopori oleh : Rogers, Adler, Martin Buber Menurut Adler : Manusia mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yg positif, mampu mengatur dan mengontrol dirinya dalam berbagai hal, mampu menentukan nasibnya sendiri, sehingga manusia terbebas dari kecemasan dan kegelisahan. Pada hakekatnya gambaran pribadi manusia adalah selalu dalam proses menjadi, yang merupakan satu kesatuan potensi yang terus menerus berubah dan berkembang, tidak pernah selesai dan tidak pernah sempurna

22 Pandangan Humanistik Menurut Adler : Manusia digerakkan sebagian oleh kebutuhan untuk mencapai sesuatu, dan sebagian lagi oleh tanggung jawab sosial dalam membantu orang lain dan dalam membuat dunia menjadi lebih baik Menurut Adler : Manusia digerakkan sebagian oleh kebutuhan untuk mencapai sesuatu, dan sebagian lagi oleh tanggung jawab sosial dalam membantu orang lain dan dalam membuat dunia menjadi lebih baik

23 Pandangan Humanistik Menurut Martin Buber : Manusia merupakan suatu (eksistensi) yang berpotensi, tetapi potensi itu terbatas, sehingga sulit untuk memperkirakan bagaimana masa depan mansia tersebut. Manusia tidak dapat dikatakan baik atau jahat tetapi mengandung kedua kemungkinan itu Menurut Martin Buber : Manusia merupakan suatu (eksistensi) yang berpotensi, tetapi potensi itu terbatas, sehingga sulit untuk memperkirakan bagaimana masa depan mansia tersebut. Manusia tidak dapat dikatakan baik atau jahat tetapi mengandung kedua kemungkinan itu

24 3. Pandangan Behavioristik Pandangan dipelopori oleh : Skinner, Kohler, Thorndike Menurut pandangan behavioristik : Tingkah laku manusia ditentukan oleh lingkungan di mana individu itu berada Tingkah laku manusia dapat dikendalikan dengan mengatur lingkungan tempat individu itu berada

25 Hakikat Manusia dan dimensi- dimensinya Setiap individu manusia yang dilahirkan telah dikarunia potensi yang berbeda dengan yang lainnya. Tiap individu memiliki kehendak, cita-cita, kecendrungan, semangat, dan daya tahan yang berbeda 1. Dimensi Keindividualan

26 1. Dimensi keindividualan Menurut Langeveld: Tiap individu memiliki dorongan untuk mandiri yang sangat kuat, meskipun pada anak terdapat rasa tidak berdaya, sehingga memerlukan pihak lain (pendidik) yang dapat dijadikan tempat bergantung yang memberikan perlindungan dan bimbingan Pendidikan berfungsi mengembangkan kepribadian atau menemukan kediriannya sendiri. Pendidikan harus bersifat demokratis

27 2. Dimensi Kesosialan Manusia membutuhkan manusia lainnya untuk bisa hidup dengan baik. Tiap individu mempunyai dorongan untuk bergaul dengan sesama manusia. Dalam pergaulan terdapat kesediaan untuk memberi dan menerima Immanuel Kant: Manusia hanya menjadi manusia jika berada di antara manusia. Individu dapat mengembangkan dirinya hanya dalam pergaulan sesama manusia

28 3. Dimensi kesusilaan Manusia memiliki nilai-nilai, menghayati dan melaksanakan nilai-nilai dalam kehidupannya. Nilai merupakan sesuatu yang dijunjung tinggi karena mengandung makna kebaikan, keluhuran, kemuliaan, dan sebagainya yang dijadikan pedoman dalam hidup. Ada 2 hal terkait dengan kesusilaan : 1.Etiket : kepantasan dan kesopanan 2.Etika : kebaikan

29 4. Dimensi Keberagamaan Manusia adalah makhluk religius karena manusia sejak dulu percaya bahwa di luar alam yang dapat dijangkau dengan alat indra, diyakini adanya kekuatan supranatural yang menguasai hidup di alam semesta Beragama merupakan kebutuhan manusia, karena manusia adalah makhluk yang lemah sehingga memerlukan tempat untuk bertopang dan untuk keselamatan hidupnya

30 KESIMPULAN 1.Pendidikan dibutuhkan untuk mempengaruhi perkembangan individu tetapi pengaruhnya tidak bersifat dominan karena ada faktor lain yang berperan, diantaranya pembawaan. 2.Selain pembawaan ada faktor lain, yaitu keinginan dari individu ybs untuk mengalami perubahan. 1.Pendidikan dibutuhkan untuk mempengaruhi perkembangan individu tetapi pengaruhnya tidak bersifat dominan karena ada faktor lain yang berperan, diantaranya pembawaan. 2.Selain pembawaan ada faktor lain, yaitu keinginan dari individu ybs untuk mengalami perubahan. 6/9/2015

31 Any questions ? Thanks you…. 6/9/2015


Download ppt "KEMUNGKINAN DAN KEHARUSAN PENDIDIKAN Oleh : SONEDI FKIP UM PALANGKARAYA Oleh : SONEDI FKIP UM PALANGKARAYA 6/9/2015."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google