Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BIOLOG I PERAIR AN Gilang Nurhadiansah 230110130018 Elisah Fiyanih 230110130024 Cyntia Kurniawati 230110130026 Hana Junita S 230110130057 M. Yogi Andhika.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BIOLOG I PERAIR AN Gilang Nurhadiansah 230110130018 Elisah Fiyanih 230110130024 Cyntia Kurniawati 230110130026 Hana Junita S 230110130057 M. Yogi Andhika."— Transcript presentasi:

1 BIOLOG I PERAIR AN Gilang Nurhadiansah Elisah Fiyanih Cyntia Kurniawati Hana Junita S M. Yogi Andhika

2 Reproduksi Ikan Reproduksi ikan dilakukan secara eksternal. Dalam hal ini, ikan jantan dan betina akan saling mendekat satu sama lain, kemudian ikan betina akan mengeluarkan telur. Menurut Stacey (1984), beberapa faktor eksternal yang berperan penting bagi keberhasilan proses reproduksi ikan adalah (1) Photo periode; (2) Suhu; (3) Substrat pemijahan; (4) Ketersediaan makanan; (5) Faktor sosial (hubungan antar individu); dan (6) Salinitas.

3 Pembagian Tahap Kematangan Gonad Tingkat Kematangan Gonad menunjukkan suatu tingkatan kematangan seksual ikan. Sebagian besar hasil metabolisme digunakan selama fase perkembangkan gonad. Umumnya pertambahan berat gonad pada ikan betina sebesar 10-25% dari berat tubuh, sedangkan untuk ikan jantan berkisar antara 5-10%.

4 Pembagian tahap kematangan gonad dilakukan dalam dua cara, yakni analisis laboratorium dan pengamatan visual. Cara yang umum digunakan ialah metode pengamatan visual berdasarkan ukuran & penampakan gonad, sebagai catatan metode ini bersifat subyektif.

5 Pengamatan Kematangan Gonad Secara Histologi Pengamatan secara histologi dilakukan di laboratorium. Dari penelitian secara histologi akan diketahui anatomi perkembangan gonad yang lebih jelas dan mendetail. Penentuan tingkat kematangan gonad secara histologi jarang sekali digunakan kecuali untuk penelitian yang memerlukan keterangan yang sangat khusus.

6 Pengamatan Kematangan Gonad Secara Morfologi Pengamatan secara morfologi dapat dilakukan baik di laboratorium maupun di lapangan. Hasil pengamatan secara morfologi tidak sedetail cara histologi, namun cara morfologi ini banyak dilakukan oleh peneliti. Dasar yang dipakai untuk menentukan tingkat kematangan gonad dengan cara morfologi adalah bentuk, ukuran panjang dan berat, warna dan perkembangan isi gonad yang dapat dilihat.

7 Klasifikasi Telur Telur ikan adalah sel gamet betina yang mempunyai program perkembangan untuk mejadi individu baru, stelah program perkembangan tersebut diaktifkan oleh spermatozoa.

8 Telur ikan dapat dikelompokan berdasarkan sifat- sifatnya (Wahyuningsih et al, 2006), yaitu : 1. Sistem pengelompokan berdasarkan jumlah kuning telurnya: Oligolecithal : Telur dengan kuning telur sangat sedikit jumlahnya, contoh ikan Amphioxus. Telolecithal : Telur dengan ukuran kuning telur lebih banyak dari oligolecithal. Umunya jenis telur ini banyak dijumpai di daerah empat musim, contoh ikan Sturgeon. Makrolecithal : Telur dengan kuning telur relatif banyak dan keping sitoplasma di bagian kutub animanya. Telur semacam ini banyak terdapat pada kebanyakan ikan.

9 Sistem yang berdasarkan jumlah kuning telur namun dikelaskan lebih lanjut berdasarkan berat jenisnya : Non Bouyant : telur yang tenggelam ke dasar saat dikeluarkan dari induknya. Contoh telur ikan trout dan ikan salmon. Semi Bouyant : telur tenggelam ke dasar perlahan- perlahan, mudah tersangkut dan umumnya telur berukuran kecil, contoh telur ikan coregonus. Terapung : telur dilengkapi dengan butir minyak yang besar sehingga dapat terapung. Umumnya terdapat pada ikan-ikan yang hidup di laut.

10 Telur dikelompokan berdasarkan kualitas kulit luarnya : Non Adhesive : telur sedikit adhesive pada waktu pengerasan cangkangnya, namun kemudian setelah itu telur sama sekali tidak menempel pada apapun juga, contoh telur ikan salmon. Adhesive : setelah proses pengerasan cangkang, telur bersifat lengket sehingga akan mudah menempel pada daun, akar dan sebagainya, contoh telur ikan mas (Cyprinus carpio). Bertangkai : telur ini merupakan keragaman dari telur adhesive, terdapat suatu bentuk tangkai kecil untuk menempelkan telur pada substrat. Telur Berenang : terdapat filamen yang panjang untuk menempel pada substrat atau filament tersebut untuk membantu telur terapung sehingga sampai ke tempat yang dapat ditempelinya, contoh telur ikan hiu (Scylliohinus sp.). Gumpalan Lendir : telur-telur diletakan pada rangkaian lendir atau gumpalan lendir, contoh telur ikan lele.

11 Analisa Tingkat Kematangan Gonad Analisis Tingkat Kematangan Gonad Berdasarkan Morfologi Tingkat kematangan gonad dipaparkan berdasarkan pengamatan morfologi, yaitu bentuk, ukuran panjang, berat, dan warna lalu dihubungkan dengan Gonado Somatic Index.

12 Analisis Tingkat Kematangan Gonad Menggunakan Gonado Somatic Index (GSI) Semakin bertambah panjang dan berat tubuh maka tingkat kematangan gonad makin tinggi dan nilai GSI semakin bertambah.

13 Ikan jantan umumnya mempunyai nilai GSI yang lebih rendah dibandingkan dengan ikan betina. Nilai IKG atau GSI dari ikan bervariasi tergantung dari nilai kematangannya. IKG pada ikan jantan lebih kecil daripada ikan betina, hal ini karena bobot gonad ikan betina lebih besar. Ikan betina memiliki ukuran gonad yang lebih besar dibanding ikan jantan karena pada ikan betina terjadi proses vitelogenesis, yaitu terjadinya pengendapan kuning telur pada tiap-tiap individu telur.

14 Analisa Pola Kebiasaan Makanan Ikan (Food Habits) Analisa pola kebiasan makanan ikan dipakai dalam menentukan gizi alamiah ikan itu. Makanan dapat menjadi faktor penentu bagi pertumbuhan, kondisi ikan, dan populasi ikan tersebut. Jenis makanan satu spesies ikan biasanya tergantung pada umur, tempat dan waktu dimana ikan tersebut berada (Effendie, 1979).

15 Analisa Hubungan Panjang Berat Pertumbuhan adalah perubahan ukuran individu, biasanya pertumbuhan diukur dalam satuan panjang, berat dan atau energi. Hubungan panjang dan berat ikan memberikan suatu petunjuk tentang keadaan ikan. Analisa hubungan panjang dan berat ikan mempunyai nilai praktis yang memungkinkan untuk mengubah nilai panjang kedalam berat ikan atau sebaliknya

16 DAFTAR PUSTAKA Ardiwinata Embriologi Perbandingan. Armica. Bandung. Effendi, M.I Biologi Perikanan. Kanisius. Yayasan Pustaka Nusatama, Jogjakarta. Mujimin, Menghitung Fekunditas Telur Ikan. Teknisi Litkayasa Akuakultur. Vol. 3. No. 1. Suminto, et al Prosentase Perbedaan Pengaruh Tingkat Kematangan Gonad Terhadap Fertilitas dan Daya Tetas Telur Dalam Pembenahan Buatan Abalone (Haliotis asinina). Jakarta.

17


Download ppt "BIOLOG I PERAIR AN Gilang Nurhadiansah 230110130018 Elisah Fiyanih 230110130024 Cyntia Kurniawati 230110130026 Hana Junita S 230110130057 M. Yogi Andhika."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google