Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Pertemuan 2 BESARAN DALAM ELEMEN MESIN Matakuliah: D0472/PERANCANGAN ELEMEN MESIN Tahun: 2005 Versi:

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Pertemuan 2 BESARAN DALAM ELEMEN MESIN Matakuliah: D0472/PERANCANGAN ELEMEN MESIN Tahun: 2005 Versi:"— Transcript presentasi:

1 1 Pertemuan 2 BESARAN DALAM ELEMEN MESIN Matakuliah: D0472/PERANCANGAN ELEMEN MESIN Tahun: 2005 Versi:

2 2 Learning Outcomes Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu : menjelaskan dan mengaplikasikan konsep dan prinsip dasar mekanika dalam merancang sebuah elemen mesin

3 3 Outline Materi Mekanika Sistem Satuan Konsep dan Prinsip Dasar Vektor Gaya

4 4 MEKANIKA Pengertian : Bidang Ilmu, mendeskripsikan dan memprediksikan benda/obyek, mengalami gaya, kondisi diam atau bergerak. Pembagian: –Mekanika benda tegar Statik Dinamik –Mekanika benda berdeformasi –Mekanika Fluida Kompresibel Inkompresibel

5 5 SISTEM SATUAN –British Unit »Britain »America –International Unit

6 6 KONSEP & PRINSIP DASAR Konsep : –Ruang, Waktu, Massa dan Gaya Prinsip : –Enam Prinsip Dasar Mekanika: Hk. Jajaran Genjang untuk Penjumlahan Gaya. Hukum ini menyatakan bahwa dua buah gaya yang beraksi pada suatu partikel dapat diganti dengan sebuah gaya, disebut gaya resultan, yang diperoleh dengan menggambarkan diagonal jajaran genjang dengan sisi kedua gaya tersebut. Prinsip Transmisibilitas. Prinsip ini menyatakan bahwa kondisi keseimbangan atau gerak suatu benda tegar tidak akan berubah apabila gaya yang beraksi pada suatu titik diganti dengan gaya yang sama besar dan arahnya, tetapi beraksi pada suatu titik yang berbeda, asalkan kedua gaya tersebut terletak pada suatu garis aksi yang sama.

7 7 KONSEP & PRINSIP DASAR –Hk. Pertama Newton. Bila gaya resultan yang beraksi pada suatu partikel sama dengan nol, partikel tersebut akan tetap diam (apabila mula-mula diam) atau akan bergerak dengan kecepatan sama pada suatu garis lurus (apabila mula-mula bergerak). –Hk. Kedua Newton. Bila gaya resultan yang beraksi pada suatu partikel tidak sama dengan nol, partikel tersebut akan memperoleh kecepatan sebanding dengan besarnya gaya resultan dan dalam arah yang sama dengan arah gaya resultan tersebut. Hukum ini dinyatakan dengan, F = m.a, dimana F, m dan a berturut-turut adalah gaya resultan yang beraksi pada partikel, massa partikel dan percepatan; masing-masing dinyatakan dalam satuan yang konsisten. –Hk. Ketiga Newton. Gaya aksi dan reaksi antara benda yang berhubungan mempunyai besar dan garis aksi yang sama dan berlawanan arah, dinyatakan dengan, Faksi = - Freaksi.

8 8 KONSEP & PRINSIP DASAR –Hk. Gravitasi Newton. Hukum ini menyatakan bahwa dua partikel dengan masa M dan m akan saling tarik menarik yang sama dan berlawanan dengan gaya F dan F’. Besar F dinyatakan dengan rumus : dengan r = jarak antara dua pertikel G = konstanta universal yang disebut dengan konstanta gravitasi. maka besarnya W yang merupakan berat partikel dengan massa m dapat dinyatakan dengan, W = m.g.

9 9 METODA SOLUSI SOAL Pernyataan soal harus jelas dan tepat: Semua data yg diketahui Informasi yg diminta/diperlukan Free-body diagram Solusi didasaran pada: Enam prinsip dasar mekanika Teorema yg berasal dari keenem prinsip dasar tsb. Hasil yang diperoleh diperiksa kembali

10 10 VEKTOR SKALAR DAN VEKTOR Vektor didefinisikan sebagai pernyataan matematis yang mempunyai besar dan arah, yang penjumlahannya mengikuti hukum jajaran genjang. Sedangkan besaran yang tidak mempunyai arah, dinyatakan dengan angka biasa disebut skalar. Dua buah vektor yang mempunyai besar dan arah yang sama disebut kedua vektor itu sama. Sedangkan dua vektor yang besarnya sama, garis aksi sejajar dan berlawanan arah disebut sama dan berlawabnan arah.

11 11 VEKTOR Penjumlahan Vektor 1.komutatif. 2.Asosiatif 3.metoda segitiga. 4.Aturan Polygon. Gaya  Vektor, dicirikan oleh: –Titik aplikasi –Besar –Arah –Penjumlahan

12 12 VEKTOR

13 13 VEKTOR

14 14 GAYA Gaya dapat didefinisikan sebagai dorongan atau tarikan terhadap sebuah benda, atau aksi sebuah benda terhadap benda lain. Dalam hal ini, gaya yang akan dibahas ialah gaya yang berhubungan dengan gerak benda sehingga definisi gaya menjadi dorongan atau tarikan yang akan mempercepat atau memperlambat gerak suatu benda. VEKTOR = GAYA

15 15 GAYA Aristotle ( SM): –keadaan alami sebuah benda adalah diam, dan dianggap perlu adanya gaya untuk menjaga agar benda tetap bergerak. Dan ia berkesimpulan : makin besar gaya pada benda,makin besar pula lajunya. Galileo Galilei –Galileo menyimpulkan bahwa jika tidak ada gaya yang diberikan kepada benda yang bergerak, benda itu akan terus bergerak dengan laju konstan dengan lintasan yang lurus. Isac Newton –HK Newton I, II, III dan Gravitasi. HK TTG GAYA DAN GERAK

16 16 GAYA Macam-macam Gaya: –Massa dan Berat –Gaya Normal –Gaya Gravitasi –Gaya Elektromagnetis –Gaya Sentripetal –Gaya Sentrifugal –Gaya Tegang

17 17 PENUTUP Gaya adalah Vektor, sehingga semua hukum penjumlahan gaya mengikuti hukum penjumlahan vektor. Penyelesian penjumlahan gaya, secara grafis dan trigonometris.


Download ppt "1 Pertemuan 2 BESARAN DALAM ELEMEN MESIN Matakuliah: D0472/PERANCANGAN ELEMEN MESIN Tahun: 2005 Versi:"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google