Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

(PERBANKAN NASIONAL) KRISIS MONETER. Reformasi Finansial pergeseran alokasi kredit yang berorientasi pasar melalui kemudahan atau dihapusnya kewajiban.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "(PERBANKAN NASIONAL) KRISIS MONETER. Reformasi Finansial pergeseran alokasi kredit yang berorientasi pasar melalui kemudahan atau dihapusnya kewajiban."— Transcript presentasi:

1 (PERBANKAN NASIONAL) KRISIS MONETER

2 Reformasi Finansial pergeseran alokasi kredit yang berorientasi pasar melalui kemudahan atau dihapusnya kewajiban portofolio, program kredit selektif, plafon kredit, dan pagu suku bunga memperbaiki sistem kontrol moneter, stabilisasi dan mobilisasi tabungan domestik

3 DASAR TEORITIS Mc Kinnon (1973) dan Shaw (1973) Menitikberatkan analisis pada represi finansial. Represi finansial bermula dari kondisi di mana pasar modal tidak efisien atau berada dalam keseimbangan. Sistem finansial suatu negara disebut “ditindas” apabila pasar finansialnya masih terbelakang dan harga-harga kekayaan fianansialnya mengalami distorsi. Yang terakhir ini, umumnya ditandai dengan penetapan pagu suku bunga oleh pemerintah di bawah tingkat keseimbangan yang berlaku di pasar.

4 Menurut Fry (1989), pagu dan plafon suku bunga dapat mendistorsi perekonomian melalui tiga jalur : rendahnya suku bunga deposito akan menyebabkan bias dalam mendorong konsumsi saat ini dengan mengorbankan konsumsi masa depan, pada gilirannya akan menyebabkan tabungan dan ivestasi berada dibawah tingkat optimum; para penabung potensial akan lebih menyukai investasi yang relatif low-yielding dibanding mendepositokan uangnya di bank agar dipinjamkan untuk membiayai proyek-proyek yang higher- yeilding; bank-bank peminjam akan dapat memperoleh semua dana yang mereka inginkan pada tingkat bunga pinjaman yang rendah dan cenderung memiliki proyek yang lebih padat modal.

5 Dalam kondisi sistem finansial yang “tertindas” tersebut, dua karakteristik mencuat kepermukaan: suku bunga deposito riil seringkali negatif dan sulit diprediksi bila inflasi tinggi dan tidak stabil; kurs valuta asing menjadi penuh dengan ketidakpastian. Akibatnya, tabungan menjadi terlambat meskipun peluang investasi cukup bagus, pendangkalan keuangan (shallow finance) biasanya terjadi, dan pada gilirannya pertumbuhan ekonomi akan terhambat juga.

6 represi finansial menuju liberalisasi finansial membebaskan suku bunga dari kontrol pemerintah (liberalisasi suku bunga) menurunkan reserve requirement. menjaga agar sistem finansial beroperasi secara kompetitif dibawah kondisi free entry memperbaiki kualitas investasi dan bukan kuantitas investasi

7 Indonesia Korea Malaysia Deregulasi 1983 meniadAkan plafon kredit, mengurangi kredit yang disubsidi (KLBI), deregulasi suku bunga deposito dan pinjaman, serta meniadakan subsidi terhadap deposito. Deregulasi 1988 (Pakto) mengendorkan izin dan persyaratan pembukaan cabang, menurunkan reserve requirement dari 15% menjadi 2%, mengizinkan BUMN untuk menempatkan deposito/dananya pada bank- bank swasta, dan memperbaiki peraturan mengenai lending limits. Dimulai dengan dikendorkannya peraturan mengenai pembuatan cabang dan manajemen pada awal 1980-an, dan privatisasi bank-bank komersial pada Sebagian besar suku bunga pinjaman preferensi dihapus pada petengahan 1982, dan restriksi bagi lembaga keuangan bukan bank diperlonggar. Kontrol suku bunga secara bertahap ditinggalkan pada , kendati investasi yang lunak tetap dilanjutkan. Secara bertahap menghapus kontrol terhadap deposito jangka panjang dan menerapkan sistem evisa bebas pada awal 1970-an, liberalisasi suku bunga deposito dan pinjaman pada 1978, namun kembali menerapkan kontrol suku bunga sampai pertengahan 1980-an; dan kembali menderegulasi suku bunga pada Mengurangi ruang lingkup program kredit prioritas sejak pertengahan 1970-an. Bank Sentral berperan aktif dalam mengembangkan pasar uang dan surat berharga. Liberalisasi Keuangan di Asia

8 Philipina Sri Langka Thailand Turki Liberalisasi finansial selama : segmentasi dan hambatan memasuki pasar dikurangi, perbedaan fungsional antara berbagai tipe lembaga keuangan dihapus dan ruang lingkup kegiatannya diperluas. Hambatan untuk pendirian bank baru dan pembukaan cabang baru ditinggalkan pada Deregulasi finansial diturunkan sejak Hambatan memasuki pasar diperlonggar dan bank asing diizinkan beroperasi sejak Mengurangi konsentrasi dan meningkatkan persaingan antar bank-bank komersial. Pada 1979, Undang-undang Perbankan diubah untuk menghambat konsentrasi pemilikan dan kekayaan. Bank asing dizinkan pada pertengahan 1980-an. Tahap 1: menghapus plafon suku bunga deposito dan pinjaman, serta memberikan kemudahan untuk memasuki sektor keuangan nonbank. Tahap 2: diperkenalkannya asuransi deposito secara parsial, undang- undang perbankan baru (1985) dengan persyaratan modal yang lebih tinggi, dan memperbaiki sistem pengawasan. Lanjutan

9 Aspek kunci dari reformasi finansial di Asia liberalisasi suku bunga dikuranginya kontrol kredit diturunkannya reserve requirement ditingkatkannya persaingan dan efisiensi dalam sistem finansial diperkuatnya pengawasan terhadap industri perbankan.

10 Beberapa celah kebijakan liberalisasi perbankan di Indonesia kebijakan tersebut telah “mengkonstruk” sistem ekonomi liberal yang cenderung berpihak kepada kaum kapitalis (di Indonesia bernama konglomerat) kebijakan liberalisasi perbankan kalau tidak dimbangi dengan kontrol yang kuat, akan mendorong terjadinya praktek- praktek “moral hazard”, seperti dilanggarnya prinsip “prodential banking”,

11 Hancurnya Perbankan Nasional pemberian kredit kepada sektor-sektor yang beresiko tinggi dan lebih berpihak kepada konglomerat ketimbang usaha kecil, sehinga tidak memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit (prinsip 5C) pemberian kredit yang berlebihan dan terkonsentrasi pada pihak-pihak terkait dan kelompok usaha tertentu, sehingga melanggar Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) lemahnya manajemen bank dan intervensi pemilik yang berlebihan terhadap operasional bank yang mengarah pada kecenderungan untuk melakukan berbagai penyimpangan dan pelanggaran (moral hazard) lemahnya pengawasan bank

12 Restrukturisasi Perbankan dilakukan langkah pengembalian kepercayaan masyarakat terhadap perbankan melalui pelaksanaan program penjaminan pemerintah baik untuk bank umum maupun bank perkreditan rakyat (Keputusan Menteri Keuangan No. 179/KMK.017/2000, tentang Syarat, Tatacara dan Ketentuan Pelaksanaan Jaminan Pemerintah Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum) dilakukan langkah perbaikan struktur permodalan bank, langkah kebijakan dilakukan melalui program rekapitalisasi bank umum.

13 Secara spesifik, program rekapitalisasi ini dilakukan untuk meningkatkan permodalan bank sehingga memenuhi ketentuan Capital Adequacy Ratio (CAR) sekurang-kurangnya 4%. Dalam program rekapitalisasi tersebut, pemerintah melakukan penyertaan modal pada bank-bank melalui penerbitan obligasi sehingga sebagian besar kepemilikan bank-bank tersebut berada di tangan pemerintah.

14 Mega Skandal Restrukturisasi Perbankan program rekapitalisasi perbankan, pemerintah telah mengucurkan dana sedikitnya Rp. 320 trilyun yang disebut Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terdiri dari:  Rp. 144,4 trilyun yang diterima 48 bank umum swasta nasional  Rp. 175 trilyun yang diterima bank BUMN

15 Penyimpangan Dana BLBI Dari Rp 144,5 trilyun dana BLBI yang disalurkan ke 48 bank ditemukan penyimpangan penggunaan dana BLBI senilai Rp 84,5 trilyun. Penyimpangan yang dilakukan adalah dana BLBI tersebut bukan digunakan untuk mengatsi rush, tetapi digunakan untuk transaksi valas dan disalurkan kepada perusahaan dalam satiap kelompok usaha. Hasil audit investigatif BPK terbaru (diserahkan ke DPR pertengahan 2001) juga menemukan bahwa jaminan yang diserahkan bank-bank penerima BLBI ternyata hanya bernilai Rp. 12,53 trilyun atau kurang dari 10% jika dibandingkan dengan dana BLBI sebesar Rp. 144,5 trilyun Yang lebih mencengangkan, sebesar Rp. 22,5 trilyun di antara BLBI yang menyimpang itu digunakan untuk membiayai kontrak derivatif alias spekulasi valas. Pembelian dollar AS besar-besaran tahun 1998 yang menghancurkan nilai rupiah hingga level Rp per dollar AS, antara lain dipicu oleh tindak spekulasi ini.

16 NONAMA BANKJUMLAH BLBI%PENANGGUNG JAWAB 1Bank Dagang Nasional Indonesia 1) ,7625,63Sjamsul Nursalim 2Bank Central Asia (BCA) 2) ,2818,40Sadono Salim 3Bank Danamon 2) ,3815,99Usman Atmadjaja 4Bank Umum Nasional 1) ,958,35Mohammad Hasan, Kaharudin Ongko 5Bank Indonesia Raya 3) 4.018,242,78Atang Latief 6Bank Harapan Sentosa 4) 3.866,182,67Hendra Rahardja 7Bank Nusa Nasional 2) 3.020,322,09- 8Bank Tiara Asia 2) 2.909,242,01- 9Bank Modern 1) 2.557,691,77Samadikun Hartono 10Bank Pesona (d/h Bank Utama) 3) 2.334,891,62Sigit Harjojudanto 11Bank Pacific 4) 2.133,371,48Hendrik Willem Teori 12Bank Asia Pacific 3) 2.054,971,42Thomas Suyatno 13Bank PDFCI 2) 1.995,001,38- 14Bank Pelita 1) 1.989,831,38Hashim S. Djojohadikusumo 15Bank PSP 3) 1.938,951,34Slamet S. Gondokusumo Daftar Bank Penerima BLBI (dalam miliar Rp)

17 16Sejahtera Bank Umum 4) 1.687,351,17Hasudungan Tampubolon 17Bank Surya 1) 1.653,751,14H. Sudwikatmono 18Bank Central Dagang 3) 1.403,490,97Sam Handojo 19Bank Papan 3) 928,910,64Hashim S. Djojohadikusumo 20Bank Ficorinvest 3) 917,850,64Deddy Nurjaman 21South East Asia Bank899,400,62Tidjan Ananto 22Bank Subentra 1) 860,850,60Benny Suherman 23Bank Panaesaan681,080,47HR Rembert 24Bank Sewu 3) 642,250,44Dasuki Angkosubroto 25Bank Centris 1) 629,630,44Hubertus Setyawan 26Bank Dewa Rutji 3) 609,410,42Rudolf Kasendra 27Bank Astria Raya 4) 578,920,40Henry Liem 28Bank Istimarat 1) 520,230,36Hashim S. Djojohadikusumo 29Bank Industri 4) 511,470,35Hashim S. Djojohadikusumo 30Bank Dagang Industri 3) 481,550,33Prof. DR. Sukamdani SG 31Bank Intan 3) 401,550,28Fadel Muhammad 32Bank Umum Servitia 3) 361,980,25Rijanto Sastroatmodjo 33Bank Mataram Dhanaarta 4) 336,760,23Sri Sultan HB X 34Bank Aken 3) 301,320,21Indra Haryono SE 35Bank Guna Internasional251,060,17Letjend TNI (Purn) Sutopo Yuwono Lanjutan

18 36Bank UPPINDO 3) 242,950,17Miranda S Gultom 37Bank Lautan Berlian 3) 240,820,17Ulung Bursa 38Bank Tata Internasional 3) 221,230,15Ny. Susilawati Wijaya NG 39Bank Hokindo 1) 214,230,15Hokianto 40Bank Jakarta 4) 210,990,15H. Probosutedjo 41Bank Anrico 4) 210,080,15Prof. Harun Alrasyid Zain 42Bank Kosagraha Semesta 4) 201,810,14Setiawan Chandra 43Bank Citrahasta Manunggal 4) 201,800,14Suyono Sukarno 44Bank Danahutama 3) 184,820,13Sofjan Wanandri 45Bank Deka 1) 152,910,11Dewanto Kurniawan 46Bank Dwipa Semesta 4) 110,110,08Dr. Yoga Sugomo 47Bank Baja Internasional 3) 35,770,02Riyanto 48Bank Umum Majapahit Jaya 4) 8,550,01Roy E. Tirtadji TOTAL ,98100,00 Lanjutan Keterrangan : 1 : Bank Beku Operasi 2 : Bank Take Over (BTO) 3 : Bank Beku Kegiatan Usaha (BBKU) 4 : Bank Dalam Likuidasi (BDL)

19 Masalah Perbankan: - Kredit Macet - Likuidasi Rush Restrukturisasi Perbankan : - BBO - BTO - BBKU - BDL Keberpihakan Pelanggaran BMPK Lemahnya Pengawasan Reformasi Finansial (Represi - Liberal) - Pakto Pakto 1989 Pakto 1983, tentang: - Plafon Kredit - Suku Bunga Pakto 1988, tentang: - Pendirian Bank - Penurunan RR Restrukturisasi Perbankan (melalui BLBI) menghabiskan dana 320 Trilyun 175 T untuk bank BUMN 144,5 T untuk bank swasta MASALAH PERBANKAN NASIONAL Growt let Finance : Pertumbuhan mengikuti sektor keuangan Finance let Growt : Sektor keuangan mengikuti Pertumbuhan

20 Nama Bank Jumlah Obligasi Laba/rugid i Neraca Sumbangan Bunga obligs APBN :10 % Kondisi Sesungguhnya 1. Bank Mandiri 2. Bank BNI 3.BCA 4.BRI 5.BII 6.Danamon 7.BTN 8.Bank Permata 9.Bank Niaga 10. Bank Lippo 155,5 54,7 53,6 28,4 23,3 20,0 14,2 11,6 6,7 5,7 373,7 2,8 2,1 2,19 1,5 0,03 0,72 0, ,09 0,14 9,857 15,55 5,47 5,36 2,84 2,33 2,00 1,42 1,16 0,67 0,57 37,375 RUGI BANK PENANGGUK REKAP DARI UANG RAKYAT/APBN (September 2002) – dlm Trilyun Rp

21 1.Membayar Bunga SBI 17% x Rp. 500 T = 85 T (s/d 2002) 2Membayar Bunga Obligasi = 60,1 T DEFISIT APBN = Rp 54 T ( 2002 ), Rp 45 T (2003) Rp 35 T (2004), 26 T (2005) Solusi Negara : 1.Menghutang ke IMF 2.Menaikkan BBM, Listrik, Telepon, dll 3.Jual Asset Negara Strategis Rp 145,1 Trilyun

22 “Dampak Riba / Bunga” 1.Menzalimi dan semakin menyengsarakan rakyat Indonesia secara signifikan. 2.Memperbesar hutang Negara mencapai Rp trilyun (Jika kita mampu membayar Rp 2 T Setahun), maka hutang RI baru lunas 1000 Tahun 3.Menaikkan harga – harga barang / jasa strategis ; BBM, listrik, Telephon dan barang – barang lainnya. 4.Menggadaikan Negara dengan penjualan asset strategis ke pihak asing (BCA,Danamon, Indosat,Perkebunan, BBM, dsb.

23 ASSET SELURUH BANK DI INDONESIA = 1065 T DANA MASYARAKAT (TABUNGAN, DEPOSITO) = 800-an T Seharusnya dana masyarakat disalurkan, tapi sebagian besar ditempatkan di SBI.  Negara wajib membayar bunganya dalam jumlah besar, puluhan trilyun  LDR Bank Nasional rata-rata 44 %  LDR Bank Swasta Raksasa = 15%  LDR Bank Syariah = 115%  BANDINGKAN !!! Bank Riba Swasta:Bank Islam  Bagaikan siang dan malam atau langit dan Bumi LDR 44 % 2002

24 ASSET SELURUH BANK DI INDONESIA = 1135 T DANA MASYARAKAT (TABUNGAN, DEPOSITO) = 800-an T Seharusnya dana masyarakat disalurkan, tapi sebagian besar ditempatkan di SBI. Negara wajib membayar bunganya dalam jumlah besar, puluhan trilyun LDR Bank Nasional rata-rata 59 % LDR Bank Swasta Raksasa = 15% LDR Bank Syariah = 103 % Banyak dana Bank yang ditempatkan di SBI menjadi beban pemerintah dan pemicu inflasi LDR 59 % 2004

25 APBN MENJADI DEFISIT DISEBABKAN BUNGA OBLIGASI REKAP BANK KONVENSIONAL APBN MENJADI SURPLUS TANPA BEBAN BUNGA Total APBN T Defisit ,24 Bunga Obligas i rekap +119,99+21, ,69+17,72+15,11 Tanpa Bunga Obl.rkp

26 Bunga Obligasi Rekap lebih Besar dari Pembiayaan Pembangunan (DALAM TRILIUN RUPIAH) Total APBN Biaya Pemba ngunan Bunga Obligasi Rekap

27  Perbankan Ribawi, menikam Perbankan Indonesia karena tahun 2003, Bank Indonesia mengalami Defisit karena Suku Bunga SBI lebih besar dari Pendapatan BI  Perbankan Ribawi, diselamatkan negara melalui program Rekapitalisasi RATUSAN TRILIUN  Dana tabungan yang dihimpun Perbankan Ribawi, hanya disalurkan sebesar 62.79% per November Sejak tahun LDR Bank Ribawi antara 30 sd 59 %.  Perbankan Ribawi hanya mau menikmati tapi tidak mau ikut membina Perekonomian Indonesia.  Pemerintah sangat terbebani dengan program rekapitalisasi dan BLBI, APBN terkuras

28 Fakta Indonesia Utang luar Negeri Utang dalam Negeri Sumbangan APBN (dana rakyat) utk BK Suku Bunga masih tinggi Inflasi masih tinggi Nilai Tukar yang fluktuatif Sektor riil masih terhambat (LDR 61%,) Pengangguran Tinggi Kemiskinan Masih menggurita

29 Islamic IslamicBank

30 Bank Islam █ BANK yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, serta tata cara beroperasinya mengacu kepada ketentuan-ketentuan Al-Qur’an & As-Sunnah

31 FUNGSI & PERAN BANK SYARIAH (Accounting & Auditing Organization for Islamic Financial Institution) MANAJER INVESTASI (mengelola investasi dana nasabah) Penyedia Jasa Keuangan & Lalu Lintas Pembanyaran INVESTOR (menginvestasikan dana yang dimilikinya mau pun dana nasabah) KEGIATAN SOSIAL (mengelola zakat maupun dana sosial lainnya) Catatan: Hubungan Bank Islam dengan Nasabahnya, adalah hubungan kemitraan.

32 It is part of broader concept of Islamic Economics. It is the introduction of The Value System & Ethics Of Islam into the economic sphere Operation must be based on Al-Qur’an & As-Sunnah ISLAMIC ISLAMICBANK

33 Islamic Banking Prohibition of Monopoly Gharar / Speculation Riba / Interest or Usury Overspending & wastage Maisyir / Gambling

34 The Product Concept of Islamic Bank

35 Perbedaan bunga dan Bagi Hasil 1Penentuan bunga dibuat tanpa berpedoman pada untung rugi Penentuan besarnya rasio bagi hasil dibuat pada waktu akad dgn berpedoman pada untung rugi 2Besarnya persentase (bunga) ditentukan sebelumnya berdasarkan jumlah uang yang dipinjamkan Besarnya bagi hasil berdasarkan keuntungan, sesuai dgn rasio yang disepakati 3Jumlah pembayaran bunga tidak meningkat sekalipun jumlah keuntungan meningkat Jumlah pembagian laba meningkat sesuai dengan peningkatan pendapatan 4Jika terjadi kerugian, ditanggung si Peminjam saja, berdasarkan pembayaran bunga tetap yang dijanjikan Jika terjadi kerugian ditanggung kedua belah pihak 5Besarnya bunga yang harus dibayar si peminjam pasti diterima bank Keberhasilan usaha menjadi perhatian bersama 6Umumnya Agama (terutama Islam) Mengecamnya Tidak ada yang Meragukan Sistem Bagi Hasil 7Berlawanan dgn Surah Luqman : 34Melaksanakan Surah Luqman : 34

36 Bank Syariah Mekanisme Operasional ( Prinsip & Piranti Keuangannya ) Bagi Hasil (Sirkah) (Profit & Loss Sharing) Jual-Beli (al Bai’) Sale & Purchase Sewa (Ijarah) Lease Pinjaman (al-Qard) Soft & Benevolent Loan Jasa (Ujroh) Fee-based Service Titipan (al Wadi’ah) Depository

37 Mekanisme Operasional Bank Islam Menggunakan Piranti-piranti Keuangan Berdasarkan Prinsip-prinsip: Bagi Hasil (sirkah) Profit & LossSharingJual-Beli (al Bai’) Sale & Purchase Sewa(Ijarah)LeasePinjaman(al-Qard) Soft & BenevolentLoanJasa(Ujroh)Fee-basedService 1. Musyara- kah (Joint Venture Profit Sharing) 2. Mudhara- bah (Trustee Profit Sharing) Bai’ al Murabahah (Deferred Payment Sale) Bai’ as Salam (In-front Payment Sale) Bai’ al Istishna’ (Purchase by Order or Manufacture) Dan lain-lain Sewa (al-Ijarah) Operating Lease Sewa-Beli (Ijarah wa Iqtina’) Financing Lease al-Qard al Hasan (Sebagai aqd tathawwui yaitu akad saling membantu / bukan transaksi komersial) ar - Rahn (Mortgage) al-Wakalah (Deputyship) al-Kafalah (Guaranty) al-Hawalah (Transfer Service) Ju’alah Exp.: Bank Reference Sharf Exp. : Moneychanger Titipan (al Wadi’ah) DepositoryTitipan Depository 1. Wadi’ah yad al-Amanah (Trustee Depository) 2. Wadi’ah yad adh- Dhamanah (Guarantee Depository)

38 1.Philipine Amanah Bank (1973) 2.Islamic Bank of Sudan (1975) 3.Bank Islam Dubai ( 1975) 4.Islamic Bank of Eqypt (1977) 5.Kuwait Finance House (1977) 6.Faisal Islamic Bank, Mesir (1978) 7.Islamic Finance House Luxemburg (1978) 8.Bahrain Islamic Bank (1979) 9.Islamic Bank Pakistan (1979) 10.Faisal Finance Swiss (1980) 11.Faisal of Islamic Bank Al-Kibris, Cyprus (1983) 12.Bank Islam Malaysia Berhad (1983) 13.Dar Mal al-Islami, Turki (1984) 14.Bank Islam Iran (1984) 15.Ar-Rajhi Bank Saudi Arabia (1985) SEJARAH BANK ISLAM DI DUNIA

39 BANK SYARI’AH DI LUAR NEGERI DenmarkLuxemburgKanada Amerika SerikatUnited KingdomSwtzerland SwissAustraliaRusia BahamaCaymand IslandCyprus Afrika SelatanIndiaVirgin Island SrilangkaPhilipinaMauritania GhuineaNigeriaTunisia

40 BANK SYARI’AH DI LUAR NEGERI JiboutiTurkiSenegal LibiaMalaysiaBrunei PakistanSudanDubai AlbaniaBangladeshYaman Abu DahbiLebanonBahrain IraqIranQatar YordaniaMesirSaudi Arabia

41 City Bank  Bank terbesar di AS  Buka Unit-unit Syariah ABN Amro  Bank terbesar di EROPA  Buka 54 Cabang Syariah ANZ Investment Mudharaba di Australia, dll HSBC DAN STANDART CHARTER BANK


Download ppt "(PERBANKAN NASIONAL) KRISIS MONETER. Reformasi Finansial pergeseran alokasi kredit yang berorientasi pasar melalui kemudahan atau dihapusnya kewajiban."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google