Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Ruang Senat Unhas, Jumat, 24 April 2015 Surveilans Berbasis Keluarga : Adaptasi Kurikulum Menuju Proses Pembelajaran Berbasis Bukti Prof. dr. Veni Hadju,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Ruang Senat Unhas, Jumat, 24 April 2015 Surveilans Berbasis Keluarga : Adaptasi Kurikulum Menuju Proses Pembelajaran Berbasis Bukti Prof. dr. Veni Hadju,"— Transcript presentasi:

1 Ruang Senat Unhas, Jumat, 24 April 2015 Surveilans Berbasis Keluarga : Adaptasi Kurikulum Menuju Proses Pembelajaran Berbasis Bukti Prof. dr. Veni Hadju, PhD FKM Unhas

2 Sistematika Penyajian Pengantar Mengenal Model Pembelajaran EBL EBL dan Pembelajaran Blok Kurikulum Kegiatan Lapangan dan Penyelesaian Masalah Penutup

3 1.Antara Pendidikan, Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2.Antara Kebijakan, Program dan Riset 3.Antara Perencana-Pelaksana-Pengguna (Masyarakat dan Keluarga)

4 Kesenjangan Pendidikan-Riset-Pengabdian Pendidikan yang lebih menekankan hanya pada aspek kognitif dan kurang atau tidak dikaitkan dengan “evidence based” yang diperoleh dari hasil penelitian dan kebutuhan masyarakat; Penelitian tidak didasarkan atas masalah yang ada tetapi tergantung ketersediaan dana; Pengabdian pada masyarakat bersifat parsial dan tidak sinambung

5 Tahun/ Semester ANGKATAN I I GKM PSG EpG MGKM PKG TA PPG MR TA Keterangan : EBL Evidence Based Leaerning EBL Evidence Based Leaerning GKM: Gizi Kes. Masyarakat PSG: Penentuan Status Gizi PPG:Perencanaan Program Gizi MR: Metodologi Riset EpG: Epidemiologi Gizi MGKM : Magang Gizi KesMas PKG:Praktek Konseling Gizi Dst.. GDH1 GDH2 SLLO PMsy II GKM PSG EpG MGKM PKG TA PPG MR TA Semester 8 8 GDH1 GDH2 SLLO PMsy GKM PSG EpG MGKM PKG TA PPG MR TA Semester GDH1 GDH2 SLLO PMsy GDH: Gizi Daur Hidup 1/2 Pmsy : Pengabdian Masyarakat SSLLO :ystem Leadership Learning Org TA : Tugas Akhir/Skripsi

6 Model Pembelajaran EBL Mahasiswa mengenal masyarakat (pengguna) dengan baik dan belajar dari kondisi masyarakat yang ada. Mahasiswa mendampingi masyarakat dalam menyatakan kebutuhannya dan menentukan target yang ingin dicapainya. Mahasiswa melibatkan masyarakat memantau kondisi kesehatannya dan mengerti data kesehatan yang berada di lingkungannya. Mahasiswa mengenal masyarakat (pengguna) dengan baik dan belajar dari kondisi masyarakat yang ada. Mahasiswa mendampingi masyarakat dalam menyatakan kebutuhannya dan menentukan target yang ingin dicapainya. Mahasiswa melibatkan masyarakat memantau kondisi kesehatannya dan mengerti data kesehatan yang berada di lingkungannya.

7 Rencana Pembelajaran Setiap semester terdiri dari 2 blok, berarti semester 1 meliputi blok I dan 2, semester II meliputi blok 3 dan 4. Setiap blok akan meliputi kurang lebih 8 minggu dengan pengaturan sbb: – Minggu I, pengantar blok oleh ketua dan kuliah pakar – Minggu 2-4, pemberian materi berdasarkan jadwal – Minggu 5, diskusi kasus (kelompok dan pleno) – Minggu 6, persiapan lapangan – Minggu 7, turun lapangan – Minggu 8, Diskusi hasil lapangan dan evaluasi (ujian) Setiap semester terdiri dari 2 blok, berarti semester 1 meliputi blok I dan 2, semester II meliputi blok 3 dan 4. Setiap blok akan meliputi kurang lebih 8 minggu dengan pengaturan sbb: – Minggu I, pengantar blok oleh ketua dan kuliah pakar – Minggu 2-4, pemberian materi berdasarkan jadwal – Minggu 5, diskusi kasus (kelompok dan pleno) – Minggu 6, persiapan lapangan – Minggu 7, turun lapangan – Minggu 8, Diskusi hasil lapangan dan evaluasi (ujian)

8 Perhitungan jumlah SKS Perhitungan SKS didasarkan atas pertemuan tatap muka di kelas 50 menit/SKS atau kegiatan praktikum 150 menit/SKS. Satu semester terdiri dari 16 kali pertemuan/aktifitas (termasuk evaluasi) Dalam EBL, setiap MK dalam blok, dimana setiap blok terdiri dari 3-5 MK atau (8-12 SKS). Kegiatan diblok menjadi 8 minggu untuk satu blok. Perhitungan setiap aktifitas satu SKS meliputi 10 kali tatap muka (10x50’), dua kali diskusi (2x50’), dua kali turun lapangan (2x150’), dan dua kali evaluasi (2x50’). Perhitungan SKS didasarkan atas pertemuan tatap muka di kelas 50 menit/SKS atau kegiatan praktikum 150 menit/SKS. Satu semester terdiri dari 16 kali pertemuan/aktifitas (termasuk evaluasi) Dalam EBL, setiap MK dalam blok, dimana setiap blok terdiri dari 3-5 MK atau (8-12 SKS). Kegiatan diblok menjadi 8 minggu untuk satu blok. Perhitungan setiap aktifitas satu SKS meliputi 10 kali tatap muka (10x50’), dua kali diskusi (2x50’), dua kali turun lapangan (2x150’), dan dua kali evaluasi (2x50’).

9 Contoh Perhitungan SKS Misalnya BLOK 1, dengan 4 MK, total 10 SKS Nama Blok: Character Building yang terdiri dari: Agama (3), Pendidikan Kewarganegaraan (3), Bahasa Inggris (2), dan Wawasan Sosbud Maritim (2) Minggu I-4. Setiap MK dijadwalkan 10 kali pertemuan (kuliah setiap hari dari jam , istrahat , kuliah dan Apabila 2 SKS maka 10 x 100’, apabila 3 SKS maka 10 x 150’ Dalam setiap pertemuan dapat dilakukan ceramah, diskusi, kuis, tugas independent, praktek Lab dan hari terakhir dapat dilakukan evaluasi MK. Misalnya BLOK 1, dengan 4 MK, total 10 SKS Nama Blok: Character Building yang terdiri dari: Agama (3), Pendidikan Kewarganegaraan (3), Bahasa Inggris (2), dan Wawasan Sosbud Maritim (2) Minggu I-4. Setiap MK dijadwalkan 10 kali pertemuan (kuliah setiap hari dari jam , istrahat , kuliah dan Apabila 2 SKS maka 10 x 100’, apabila 3 SKS maka 10 x 150’ Dalam setiap pertemuan dapat dilakukan ceramah, diskusi, kuis, tugas independent, praktek Lab dan hari terakhir dapat dilakukan evaluasi MK.

10 Contoh Perhitungan SKS Minggu ke-5: Diskusi dengan topik Multidisiplin. Akan dibuatkan kasus yang mencakup seluruh MK dalam blok. Mahasiswa akan mengerjakan kasus pada hari I dan II, diskusi kelompok III dan IV, dan selanjutnya Pleno pada hari V. Bila 10 SKS maka ada 10 x 100’ (2 kali pertemuan) atau 1000 menit atau sebanyak 17 jam atau sekitar 4 jam sehari. Minggu ke-6: Persiapan lapangan. Dosen akan menyampaikan apa yang harus dikerjakan oleh mahasiswa untuk persiapan lapangan (izin lapangan, bahan yang diperlukan, standarisasi pengumpulan data, perbanyakan kuesioner dst. Bila 10 SKS maka 10 x 150’ (satu kali pertemuan) atau 1500 menit atau sebanyak 25 jam atau sekitar 5 jam sehari. Minggu ke-5: Diskusi dengan topik Multidisiplin. Akan dibuatkan kasus yang mencakup seluruh MK dalam blok. Mahasiswa akan mengerjakan kasus pada hari I dan II, diskusi kelompok III dan IV, dan selanjutnya Pleno pada hari V. Bila 10 SKS maka ada 10 x 100’ (2 kali pertemuan) atau 1000 menit atau sebanyak 17 jam atau sekitar 4 jam sehari. Minggu ke-6: Persiapan lapangan. Dosen akan menyampaikan apa yang harus dikerjakan oleh mahasiswa untuk persiapan lapangan (izin lapangan, bahan yang diperlukan, standarisasi pengumpulan data, perbanyakan kuesioner dst. Bila 10 SKS maka 10 x 150’ (satu kali pertemuan) atau 1500 menit atau sebanyak 25 jam atau sekitar 5 jam sehari.

11 Contoh Perhitungan SKS Minggu ke-7: kegiatan di lapangan. Mahasiswa berada di lapangan setiap hari dari Senin sampai Sabtu (6 hari). Melakukan seluruh instruksi yang telah diberikan dan membuat laporan harian (log book). Bila 10 SKS berarti, 10 x 300’ (2 kali pertemuan), maka total 3000’ atau 50 jam, atau 8 jam per hari. Minggu ke-8: Mahasiswa mendiskusikan kegiatan dalam kelompok dan membuat laporan kelompok dan presentasi di sidang Pleno. Hari terakhir akan dilakukan evaluasi secara komprehensif. Bila 10 SKS berarti 10 x 150’ (satu kali pertemuan), maka total 1500’ atau 25 jam, atau 5 jam sehari. Minggu ke-7: kegiatan di lapangan. Mahasiswa berada di lapangan setiap hari dari Senin sampai Sabtu (6 hari). Melakukan seluruh instruksi yang telah diberikan dan membuat laporan harian (log book). Bila 10 SKS berarti, 10 x 300’ (2 kali pertemuan), maka total 3000’ atau 50 jam, atau 8 jam per hari. Minggu ke-8: Mahasiswa mendiskusikan kegiatan dalam kelompok dan membuat laporan kelompok dan presentasi di sidang Pleno. Hari terakhir akan dilakukan evaluasi secara komprehensif. Bila 10 SKS berarti 10 x 150’ (satu kali pertemuan), maka total 1500’ atau 25 jam, atau 5 jam sehari.

12 Blo k Nama mata kuliahNama BlokKegiatan lapangan IAgama (3) Pend. kewarganegaraan (3) Bahasa Inggris (2) Wawasan Sosbud Maritim (2) Total SKS: 10 Character Building 1 Mengenal lapangan Struktur pemerintahan Kondisi lingkungan IIMatematika dasar (2) Biomedik dasar (3) Dasar komunikasi (2) Psikologi Perkembangan (2) Antropologi Gizi (2) Total SKS: 11 Character Building 2 Mengenal lapangan Struktur keluarga Kebiasaan keluarga

13 Bl ok Nama mata kuliahNama BlokKegiatan Lapangan III Wawasan Ipteks (2) Bahasa Indonesia (2) Ilmu Pendidikan gizi (2) Ekonomi mikro (2) SLLO (2) Total SKS: 10 Wawasan Ipteks Community Dialogue (Apa yang diibutuhkan masyarakat) IVBiokimia (3) Kimia Organik (3) Ilmu Gizi Dasar (2) Ekologi pangan dan gizi (2) Total SKS: 10 Basic NutritionCommunity Dialogue (Visi dan Misi)

14 Bl ok Nama mata kuliahNama blokKegiatan Lapangan VPenilaian status gizi (3) Analisis Bahan Makanan (3) Metabolisme zat gizi (3) Total SKS: 9 Penilaian Status gizi Penilaian gizi (antropmoteri) VI Gizi daur hidup (I dan II) (4) Gizi Kesmas (pesisir) (2) Farmakologi gizi (2) Total SKS: 8 Gizi Daur HidupPenilaian gizi (diet dan pola makan)

15 BlokNama mata kuliahNama blokKegiatan Lapangan VIIEtika profesi (2) Anatomi Fisiologi (3) Patofisiologi penyakit 1 (2) Dietetik 1 (3) Total SKS: 10 Gizi penyakit infeksi Asuhan Pelayanan Gizi (masalah kekurangan gizi) VIIIBahasa Inggris 2 (2) Praktek konseling gizi (2) Patofisiologi penyakit 2 (2) Dietetik 2 (3) Total SKS: 9 Gizi dan penyakit degeneratif Asuhan Pelayanan Gizi (masalah penyakit degeneratif)

16 Bl ok Nama mata kuliahNama BlokKegiatan Lapangan IX Gizi dan biomolekuler (3) Pengl dan pengawetan makanan (2) Teknologi dan keamanan pangan (2) Mikrobiologi pangan (3) Total SKS: 10 Teknologi pangan Intervensi gizi (Food based approach) X Kuliner 1 dan 2 (6) Kewirausahaan bidang gizi (2) Manajemen Pelayanan - Makanan (2) Total SKS: 10 Kuliner dan kewirausahaan Intervensi gizi (Food based approach)

17 Bl ok Nama mata kuliahNama blokKegiatan Lapangan XI Dasar Managemen (2) Epidemiologi gizi (2) Sistem pelayanan kes (2) Management teknologi inf. (3) Total SKS : 9 Epidemiologi gizi Tabulasi data dan informasi gizi di tingkat keluarga XII Perencanaan pangan dan gizi (2) Statistik (3) Isu mutakhir gizi dan kesehatan (2) Metodologi riset (3) Total SKS : 10 Perencanaan gizi Surveillance dan perencanaan gizi

18 Matriks blok kurikulum Semes ter No. BlokNama blokJumlah SKS Ket II.Character Building 110 II.Character Building 211 IIIIIWawasan Ipteks10 IVBasic Nutrition10 IIIVPenilaian Status Gizi9MK Pilihan (2-4 SKS) VIGizi Daur Hidup8 IVVIIGzi penyakit infeksi10MK Pilihan (2-4 SKS) VIIIGizi penyakit degeneratif9 VIXTeknologi Pangan10MK Pilihan (2-4 SKS) XKuliner dan kewirausahaan 10 VIXIEpidemiologi gizi9MK Pilihan (2-4 SKS) XIIPerencanaan gizi10 TOTAL116Minimal 8

19 Nama MK Pilihan SemesterNama MKJumlah SKS GanjilDasar Kespro dan KIA Sistem Pelayanan RS Manajemen Data Dietetik Masyarakat Gizi Lansia GenapHerbal Medisin Rapid Survey Penulisan Ilmiah Gizi dan Kebugaran Gizi dan Kanker

20 Proses dan output kegiatan lapangan No. Blok Kegiatan LapanganProses kegiatan Output kegiatan lapangan I.Mengenal struktur pemerintahan dan kondisi lingkungan Dokumen, wawancara dan observasi Mengenal struktur pemerintahan dan kondisi lingkungan II.Mengenal struktur keluarga & beberapa kebiasaan/ perilaku anggota RT. Dokumen, wawancara dan observarsi Mengenal struktur keluarga termasuk kebiasaan anggota keluarga

21 Proses dan output kegiatan lapangan No. Blok Kegiatan LapaganProses kegiatan Output kegiatan lapangan III.Community dialogue 1 (kebutuhan masyarakat) Wawancara dan observasi Mengetahui apa yang menjadi kebutuhan masyarakat IV.Community dialogue 2 (Visi dalam bidang KIA) Wawancara, observarsi, dan pendamping an Menghasilkan visi masyarakat dalam pencapaian ASI Eksklusif, penurunan stunting dll.

22 Proses dan output kegiatan lapangan No. Blok Kegiatan LapaganProses kegiatan Output kegiatan lapangan V.Penilaian status gizi (antropometri) Pengukuran antropometri Mengetahui status gizi antropometri dari setiap anggota keluarga VI.Penilaian status gizi (diet dan pola makan) Survei konsumsi Mengetahui pola makan dan asupan gizi dari setiap anggota keluarga

23 Proses dan output kegiatan lapangan No. Blok Kegiatan LapaganProses kegiatan Output kegiatan lapangan VII.Asuhan pelayanan gizi (penyakit infeksi) Melakukan konseling dan asuhan gizi. Perbaikan status gizi individu di tingkat rumah tangga. VIII.Asuhan pelayanan gizi (penyakit degeneratif) Melakukan konseling dan asuhan gizi. Perbaikan status gizi individu dan pola makan dalam penanganan penyakit degeneratif.

24 Proses dan output kegiatan lapangan No. Blok Kegiatan Lapagan Proses kegiatanOutput kegiatan lapangan IX.Intervensi gizi (food based approach) Mengembangka n produk yang dapat digunakan dalam intervensi gizi Perbaikan status gizi individu di tingkat rumah tangga X.Intervensi gizi (food based approach) Mengembangka n jenis makanan yang dapat digunakan dalam intervensi gizi Perbaikan status gizi individu di tingkat rumah tangga

25 Proses dan output kegiatan lapangan No. Blok2 5 Kegiatan Lapangan Proses kegiatan Output Kegiatan Lapangan XI. Tabulasi data dan informasi gizi di tingkat keluarga Mengajarkan masyarakat dalam memperoleh dan memahami data gizi Masyarakat memahami data gizi dan menginterpretasinya XII. Surveillance dan perencanaan gizi Mengajarkan masyarakat tentang keberlanjutan data gizi dan manfaatnya untuk perencanaan Masyarakat dapat melakukan pengukuran gizi sederhana dan menggunakannnya dalam perencanaan.

26 Persyaratan EBL: Tersedianya jadwal setiap Blok sebelum semester dimulai dan kesiapan tim pengajar dalam menjalankannya. Setiap Blok harus memiliki MODUL, yang berisi target luaran setiap Blok, ringkasan materi dan aktifitas pembelajaran dari setiap pertemuan, Kasus Multidisiplin (bahan diskusi), perincian kegiatan lapangan, kegiatan evaluasi (contoh soal), dan daftar pustaka. Lapangan (masyarakat dan pegawai kelurahan dan kecamatan) yang mendukung dengan jumlah petugas (staf pendamping dosen) yang memadai.

27 Keunggulan EBL: Terpadunya pembelajaran dari MK yang selama ini diberikan terpisah. Mahasiswa mengenal langsung kondisi masyarakat sejak dini dan akan turut berlajar bersama-sama masyarakat dalam mengatasi masalah gizi yang ada. Mahasiswa akan melakukan intervensi dalam skala rumah tangga untuk menyelesaikan beban gizi di masyarakat. Mahasiswa ikut meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menanggulangi masalah gizi secara berkelanjutan (surveillance).

28 THANK YOU!


Download ppt "Ruang Senat Unhas, Jumat, 24 April 2015 Surveilans Berbasis Keluarga : Adaptasi Kurikulum Menuju Proses Pembelajaran Berbasis Bukti Prof. dr. Veni Hadju,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google