Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

‘MEDIA AS EXTENSIONS OF WO/MAN’: FEMINIST PERSPECTIVE ON MEDIATION AND TECHNOLOGICAL EMBODIMENT

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "‘MEDIA AS EXTENSIONS OF WO/MAN’: FEMINIST PERSPECTIVE ON MEDIATION AND TECHNOLOGICAL EMBODIMENT"— Transcript presentasi:

1 ‘MEDIA AS EXTENSIONS OF WO/MAN’: FEMINIST PERSPECTIVE ON MEDIATION AND TECHNOLOGICAL EMBODIMENT

2 McLuhan states that… Peralihan teknologi dari era teknologi mekanik ke era teknologi elektronik akan membawa peralihan pula pada fungsi teknologi sebagai perpanjangan badan manusia dalam ruang, menuju perpanjangan sistem syaraf. The Gutenberg Galaxy: The Making of Typographic Man (1962) and Understanding Media: The Extensions of Man (1964)

3 The pornography issue… Menurut perspektif Feminis, pornografi adalah grafis yang secara seksual menggambarkan perempuan secara eksplisit melalui gambar atau kata dengan aspek dehumanisasi sebagai objek seks yang menikmati penghinaan, perkosaan, atau serangan lainnya, mereduksi perempuan pada bagian-bagian tubuh tertentu yang menjadi fokus tontonan.

4 Dalam konteks media massa, pornografi, pornoteks, pornosuara, dan pornoaksi menjadi bagian-bagian yang saling berhubungan sesuai dengan karakter media yang menyiarkan porno tersebut. Agenda media tentang varian pencabulan (porno) dan penggunaan media massa dan telekomunikasi untuk menyebarkan pencabulan tersebut adalah yang dimaksud dengan pornomedia.

5 Feminisme mengkritik budaya populer dan media massa terkait masalah perempuan beserta konstruksi- konstruksinya yang tidak adil, tidak seimbang, dan eksploitatif dalam konteks suatu kerangka ketidakselarasan dan penindasan gender.

6 Domestification Domestikasi adalah sebuah proses dimana teknologi digabungkan ke dalam kehidupan sehari-hari manusia Konstruksi sosial menunjukkan bahwa kehidupan sosial dan teknologi tidak dapat dipisahkan

7 The Ascendance of The Feminine ‘Teknologi yang digabungkan dengan konsumerisme seringkali mengalami proses domestikasi’  Riset market penggunaan ICT pada dunia kerja: ada dikotomi pada pengunaan MS DOS, utkk laki2 sistem kerja linier (logis), utk perempuan sistem tidak logis  Mac (Apple Macintosh) mengembangkan penggunaan icon sebagai tombol, dikenal sebagai MS Windows.

8 Sadie Plant (1995)  “kehadiran ICT lebih dekat pada etos feminin ketimbang maskulin”. Ketika pemikiran nonlinier meningkat, subordinasi perempuan akan dibalikkan karena jaringan sosial tidak hanya membutuhkan perempuan sebagai weavers, tapi karena perempuan dapat menolak posisi patriarki dan memperoleh kemandirian (otonomi). Ada Lovelace; mengembangkan analisa mesin, bentuk awal komputer

9 Cyberfeminism Cyberfeminisme adalah komunitas feminis dan sejumlah tindakan yang berhubungan dengan interaksi feminis di dunia maya. Gerakan ini menyatakan dominasi laki-laki telah mati, dan perempuan setara dengan laki-laki. Cyberfeminist tidak mendasarkan kritiknya atas perempuan sebagai korban, melainkan adanya proses menjadi ‘yang lain’.

10 Conclusion Jika kita melihat bagaimana konteks (terutama dikontrol oleh laki2) dan konten (menyediakan hasrat laki2) dari mediasi terhubung, terfokus pada proses mediasi sebagai kesengajaan dan kegagalan struktural utk menyediakan jawaban memadai. Perwujudan teknologi meliputi empat aspek: 1.it’s form 2.It’s historicity 3.It’s cultural embedding 4.It’s embodiment

11 Any question and comment are now welcome...

12 fisip11.web.unair.ac.id/


Download ppt "‘MEDIA AS EXTENSIONS OF WO/MAN’: FEMINIST PERSPECTIVE ON MEDIATION AND TECHNOLOGICAL EMBODIMENT"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google