Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kompetensi gender dalam teknologi Teknologi ditawarkan semudah mungkin untuk digunakan dan di diakses semua orang Kegagalan justru merupakan akibat dari.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kompetensi gender dalam teknologi Teknologi ditawarkan semudah mungkin untuk digunakan dan di diakses semua orang Kegagalan justru merupakan akibat dari."— Transcript presentasi:

1 Kompetensi gender dalam teknologi Teknologi ditawarkan semudah mungkin untuk digunakan dan di diakses semua orang Kegagalan justru merupakan akibat dari penggunanya, bukan karena teknologi itu sendiri 1

2 Judy Wajcman (Feminism Confronts Technology): mengkaji hubungan gender dengan teknologi :  lingkungan barat membentuk kompetensi teknologi sebagai budaya maskulin (Wajcman 1991, hal );  memasak dan berkebun, misalnya, semuanya memiliki elemen teknologi, tetapi ini tidak dimasukkan dalam teknologi dalam budaya kita karena semuanya mengarah keperempuanan. 2

3  teknologi yang terintegrasi dalam dunia perempuan : mobil, microwave, mesin cuci – digunakan dengan baik oleh perempuan, tetapi perempuan tidak memperoleh akses kompetensi teknologi teknis penggunaannya. Kompetensi teknologi sll berhubungan dengan perbaikan teknologi (umumnya laki-laki.) 3

4 Meng-Gender-kan Teknologi  Judy Wajcman : perempuan dibentuk dan membentuk diri berbeda dari laki-laki.  penolakan perempuan akan teknologi  struktur kultural (yang membedakan dg laki-laki).  Responden : memberi dukungan untuk anak- anaknya sebagai alasannya mempelajari komputer, dan mendukung perbedaan gender dengan melihat peran sebagai sebuah jasa.  Banyak teknologi bidang jasa “digenderkan” perempuan.  Sedangkan teknologi berdasar kekuatan adalah laki-laki. 4

5 Peneliti British, Ann Gray (1987), melihat gender dan teknologi.  Teknologi domestik yang berbeda diberi warna tertentu sesuai dengan penggunaannya berdasarkan gender.  “hasilnya hampir seragam setrika pink, dan mesin bor elektrik biru”.  meskipun perempuan secara rutin mengoperasikan teknologi ttt … ttp, mereka secara teknis umumnya sering merasa diasingkan 5

6 Ketakutan akan Teknologi  takut menggunakan teknologi, &  takut pengaruh teknologi 6

7 ketakutan menggunakan teknologi / penolakan teknologi  Orang dapat takut dengan teknologi karena beberapa alasan– misalnya, merasa tidak mampu dan tidak kompeten ketika berhadapan dengan teknologi.  Technofobes ini, dapat mengarah ke rasa putus asa. 7

8 ketakutan menggunakan teknologi  Morley (1986) ; Sifat gender teknologi.  Dlm Family Television bahwa pola menonton televisi.  laki-laki menguasai remote control, dan yang memutuskan program apa yang akan ditonton (anak laki-laki menguasai ketika ayahnya tidak ada).  Dominasi laki-laki dapat dilihat pada beragam konteks technocultural.  (selama beberapa tahun, tingkat partisipasi perempuan di Net secara bertahap semakin tertinggal dari laki- laki, meskipun rasionya semakin berubah cepat akhir-akhir ini). 8

9  Pada pertengahan 1990: perempuan berpartisipasi online dengan perbandingan 2:1 untuk laki-laki (Hearn et al, 1998).  Wallace (1999 hal 218 dalam GVU 1997) : jumlah perempuan online naik dari 31% - 38% di tahun 1997 & 1998  Umur tahun, rasio menontot berdasar gender hampir sama (46% - 54%).  Internet dapat diposisikan sebagai salah satu indikator perjuangan gender. 9

10 Rasa takut akan pengaruh teknologi  sebuah rasa takut akan niat dari elit yang mensponsori pengembangan dan penggunaan teknologi itu. 10

11 Komputer dibangun sebagai :  Mesin kontrol,  landasan sistem demokrasi  Peluang kriminal (penyalahgunaan internet - cybercrime) 11

12 Roszak :  Betapapun kecangihan teknologi, benefit yang diterima tidak akan menutupi biaya yang dikeluarkan  Pelanggaran privasi adalah biaya kebebasan.  Degradasi politik adalah biaya demokrasi.  Penciptaan mesin perang berbasis komputer adalah ancaman langsung bagi keselamatan manusia  Dampak ini muncul dari penyalahgunaan kekuatan komputer. Teknologi informasi dan sponsornya. Komputer adalah mesin mereka; kemistisannya selalu menyertainya 12

13 Kekuatan dan Tekanan di Internet  Kimberley Young: bagaimana orang mengalami ketagihan internet seperti halnya ketagihan judi … meneliti user internet merasa tidak bisa mengendali kan perilaku internet mereka  ketagihan internet online tidak membuat internet sebagai tempat yang merugikan/ membahayakan … bahkan sebaliknya. 13

14  Apakah internet membuat orang ketagihan, atau orang yang ketagihan bermain internet?  Hasil penelitian mulai Suler (1996) dan Kraut et al (1998) menunjukkan bahwa penggunaan internet yang ekstensif tidak berpengaruh negatif bagi siapapun juga, atau bagi kesehatannya, mental, finansial, dll. 14

15 Bagaimana dengan Cybersex?  Cybersex, alternatif seks baik bagi yang single maupun yang telah berpasangan. Keistimewaan yang ditawarkan Cybersex adalah user tak harus menyebutkan identitasnya, bahkan user bisa melakukan seks jauh lebih aman.  Dimanapun user tinggal ataupun berhubungan jarak jauh, ia merasa jauh lebih dekat melalui fantasi seks di dunia maya. Cybersex menawarkan alternatif kehidupan seks baru 15

16 Yg dibahas....  bagaimana konseptual cybersex ke dalam cyberspace?  Bagaimana cybersex berkaitan dengan RL?  Ketertarikan user dg cybersex berkaitan dengan usia, dan bukannya faktor teknologi.  Rheingold : ketegori tunggal terbesar dari user adalah mahasiswa, usia th, dan penggunaan tertentu yang mereka temukan – bermain frandster sex – merefleksikan kecemasan populasi itu (1993, online) 16

17 Cybersex :  phonesex, majalah porno, dan film porno, dan RL sex.  Komunikasi telepon mengandalkan pendengaran dan suara  klien dan ‘pekerja sex’ menjalin keintiman karena hubungan keduanya didorong oleh perbincangan intim.  Penggunaan telepon untuk phonesex dapat menunjukkan kurangnya pilihan akses, tetapi juga menunjukkan rasa takut akan keintiman 17

18  Penolak cybersex : RL Sex terbatas oleh fisik dan lebih cepat dari pada cybersex dengan percakapan dan pertukaran pikiran serta ide  Tidak ada pemerintah yang mengakui secara hukum pasangan cybersex sebagai pasangan suami istri, (meskipun beberapa hubungan cyber melahirkan cyber- pregnancies dan cyber-kids) Cybersex : 18

19 Gender dan Kekerasan di Internet  Meskipun laki-laki memulai lebih dulu di Internet, perempuan juga meminati komputer … perempuan secara sosial didesain untuk mengetik.  Komentator feminis Dale Spender : hampir setiap survei menunjukkan bahwa ketika laki-laki meminati komputer maka perempuan justru sebaliknya. 19

20 Murid Perempuan peminat kuliah ilmu komputer..... Murid Perempuan peminat kuliah ilmu komputer..... Di UK (menurut Cole et al, 1994)  1978  28%   13% dan trennya meningkat  Perempuan terlibat lebih dulu, tetapi kemudian menjadi area bergender – ketika komputer menjadi semakin dihubungkan dengan penguasaan dan kontrol. 20

21 Judy Wajcman Judy Wajcman :  bahwa kekerasan perempuan yang tertarik dengan komputer terus menjadi perhatian. Kekerasan berbentuk obscene computer mail atau gambar perempuan telanjang 21

22 Richard Kadrey (1994)  Eksplorasinya thd perempuan yang mengumumkan secara terbuka tentang kehidupan seksual mereka mengaku sering mendapat dari laki-laki yang menginginkannya unt bercinta.  Salah satu user perempuan yang putus asa mengatakan “…hanya perempuan yang memiliki perut yang kuat yang akan tetap on-line” (Kadrey 1994). 22

23 Gender di Budaya Internet  Meskipun cyber space sering kali dibangun sebagai lingkungan yang berbahaya bagi perempuan, nampaknya menarik bahwa sejumlah laki-laki menggunakan internet untuk mencoba pesona perempuan 23

24 Simpulan...  Technoculture internet telah dibangun dalam sebuah lingkungan yang ‘dijauhi’ bagi perempuan, meskipun ada kecenderungan berubah ketika partisipasi perempuan semakin meningkat.  Selain sebagai situs untuk kekerasan gender, anonimitas di internet membuatnya sebagai situs yang lengkap untuk penelitian berbasis gender.  Dengan Kemajuan teknologi, perempuan telah didorong secara aktif oleh feminist teorist dan praktek untuk memperoleh ruang di Net. 24

25 mengendalikan dampak negatif Teknologi (Internet) adalah masalah yang kompleks sehingga cara menanganinya juga perlu keterbukaan pemikiran, kerja keras serta melibatkan banyak pemangku kepentingan (stake holders). Komentar... 25

26 Taufan Pamungkas---->Teknologi, Media & Masyrakat26


Download ppt "Kompetensi gender dalam teknologi Teknologi ditawarkan semudah mungkin untuk digunakan dan di diakses semua orang Kegagalan justru merupakan akibat dari."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google