Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

FORMULASI SEDIAAN TABLET AKADEMI FARMASI JEMBER By : Dewi Rashati, M. Farm., Apt.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "FORMULASI SEDIAAN TABLET AKADEMI FARMASI JEMBER By : Dewi Rashati, M. Farm., Apt."— Transcript presentasi:

1 FORMULASI SEDIAAN TABLET AKADEMI FARMASI JEMBER By : Dewi Rashati, M. Farm., Apt

2 FORMULA PEMBUATAN TABLET BAHAN AKTIF BAHAN TAMBAHAN PENGISI PENGIKAT DISINTEGRAN LUBRIKAN ANTI ADHEREN GLIDAN FLAVOR

3 Berat tablet berkisar antara mg untuk kerapatan standar zat organik. Tablet bentuk oval, lebih mudah ditelan. PENGISI TUJUAN membuat bobot tablet sesuai dengan yang diharapkan memperbaiki daya kohesi sehingga dapat dikempa langsung atau untuk memacu aliran. UKURAN TABLET berukuran 3/16 sampai ½ inci HARUS SELALU ADA?? yang lebih kecil dari 3/16 inci sukar dipegang yang lebih besar dari ½ inci sukar ditelan

4 Non toksik Tersedia dalam jumlah yang cukup di negara tempat produk itu dibuat. Harganya harus cukup murah. Tidak boleh saling berkontraindikasi Secara fisiologis harus inert/netral. Stabil secara fisik dan kimia Bebas dari segala jenis mikroba (patogen atau yang ditentukan). Harus color compatible (tidak boleh mengganggu warna). KRITERIA BAHAN PENGISI

5 CONTOH BAHAN PENGISI

6 Bisa dengan cara kering/basah. Cara basah membutuhkan lebih sedikit bahan pengikat untuk menghasilkan kekerasan tablet yang sama dibandingkan dengan cara kering. PENGIKAT membentuk granul atau menaikkan kekompakan kohesi bagi tablet yang dicetak langsung FUNGSI PENGIKAT ALAM BUATAN starch, gum (acacia, tragacanth, gelatin) PVP, metilselulosa, etilselulosa, hidroksipropilselulosa Penambahan plasticizer ( propilenglikol, PEG 400, gliserin, heksilonglikol) ke dalam larutan pengikat dapat meningkatkan kekerasan, mengurangi efek capping, menurunkan friabilitas tablet.

7 KONSENTRASI BAHAN PENGIKAT PengikatKonsentrasi Cornstarch Pregelatinized cornstarch Starch 1500 Gelatin Sukrosa Akasia PVP Metilselulosa (berbagai grade viskositas) CMC-Na (low-viscosity grade) Etilselulosa (berbagai grade viskositas) Polivinil alkohol (berbagai grade viskositas) PEG % musilago 5-10% 5-10% musilago 2-10% 10-85% 5-20% 5-20% dalam air, alkohol, atau hidroalkohol 2-10% 2-10% 2-15% dalam alkohol 2-10% dalam air atau hidroalkohol 10-30% dalam air, alkohol, atau hidroalkohol

8 Digunakan untuk tablet kunyah atau tablet lainnya yang ditujukan untuk larut di dalam mulut Flavour yang larut dalam air jarang dipakai Jumlah yang digunakan maksimal 0,5-0,75% Penambahan pewangi dapat dilakukan dalam keadaan kering, biasanya sebagai fasa luar, sedangkan yang cair ditambahkan dengan menyemprotkan ke dalam massa cetak. FLAVOUR ??? FLAVOR GRANULASI

9 Fungsi: untuk memudahkan hancurnya tablet ketika berkontak dengan cairan saluran cerna KLASIFIKASI: starches, clays, gums, cellulose, algins, dll Cara pakai/penambahan disintegran: internal addition (saat granulasi) : disintegran dicampur dengan bahan lainnya sebelum ditambah dengan larutan penggranul external addition : disintegran ditambahkan setelah granul terbentuk Yang paling baik DISINTEGRAN

10 DisintegranKonsentrasi (% w/w) Starch5-20 Starch Avicel PH 101, PH 102 Solka floc 5-15 Asam alginat5-10 Explotab2-8 Guar gum2-8 Polyclar AT (PVP, crosslinked PVP)0.5-5 Amberlite IPR Metilselulosa, CMC-Na, HPC5-10 DISINTEGRAN YANG BIASA DIGUNAKAN

11 Fungsi utama adalah untuk mengurangi gesekan atau friksi yang terjadi antara permukaan tablet dengan dinding die selama proses pengempaan dan penarikan tablet. Setiap lubrikan memiliki konsentrasi optimum untuk menghasilkan kecepatan aliran yang optimum. KLASIFIKASI Water soluble Water insoluble LUBRIKAN Banyak digunakan untuk tablet yang harus larut sempurna di dalam air, seperti tablet/ serbuk effervescent atau jika diinginkan disintegrasi yang unik atau karakteristik disolusi yang umum. Lubrikan ini umumnya lebih efektif dan digunakan pada konsentrasi rendah.

12 Water Soluble LubricantWater Insoluble Lubricant JenisKadar (%)JenisKadar (%) Asam borat1Logam (Mg, Ca, Na) stearat¼-2 Sodium klorida5Asam stearat¼-2 DL-leusin1-5Sterotex¼-2 Carbowax 4000/ Talk1-5 Sodium oleat5Waxes1-5 Sodium benzoat5Stearowet1-5 Sodium asetat5Gliseril behapate (Compritol 888); dapat digunakan sebagai lubrikan dan pengikat Sodium lauril sulfat1-5 Mg-lauril sulfat1-2 Sodium benzoat+sodium asetat 1-5

13 GLIDAN Fungsi utama dari glidan adalah menunjang karakteristik aliran dari granul atau meningkatkan aliran granul dari hopper ke dalam die. Glidan dapat meminimalisasi kecenderungan granul untuk memisah/ segregasi selama tahap vibrasi yang berlebihan Efektivitas starch sebagai glidan telah banyak digunakan dalam formulasi tablet dan kapsul.

14 JENISKADAR (%) Cornstarch5-10 Cab-O-sil0,1-0,5 Siliod0,1-0,5 Aerosil1-3 GLIDAN

15 Biasa digunakan pada produk yang mengandung vitamin E dosis tinggi karena cenderung terjadi picking. Talk, Mg stearat dan pati jagung memberikan punch face dan sifat anti adheren yang paling bagus. ANTI ADHEREN FUNGSI mencegah penempelan tablet pada punch atau pada dinding die Bahan yang paling baik adalah yang larut air dan yang paling efisien adalah leusin.

16 JenisKadar (%)Keterangan Cornstarch3-10Sifat anti adheren yang baik Cab-O-Sil0,1-0,5Tidak mempunyai sifat anti adheren yang baik DL-leusin3-10Larut air, sifat anti adheren yang baik Sodium lauril sulfat <1Larut air Stearat<1Tidak larut air ANTI ADHEREN

17 BAGAIMANA MENCEGAH TERJADINYA:

18 BINDING

19 PICKING

20 STICKING

21 MOTLING

22


Download ppt "FORMULASI SEDIAAN TABLET AKADEMI FARMASI JEMBER By : Dewi Rashati, M. Farm., Apt."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google