Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TEGANGAN ANTARMUKA AKADEMI FARMASI JEMBER 2014 By Diyan Ajeng.R, MPh., Apt.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TEGANGAN ANTARMUKA AKADEMI FARMASI JEMBER 2014 By Diyan Ajeng.R, MPh., Apt."— Transcript presentasi:

1 TEGANGAN ANTARMUKA AKADEMI FARMASI JEMBER 2014 By Diyan Ajeng.R, MPh., Apt

2 TEGANGAN ANTARMUKA Batas antara zat yang satu dengan zat lain antarmuka Antarmuka dengan fase gas permukaan Adhesi < Kohesi tegangan antarmuka (  )

3 Permukaan Antarmuka Udara Cairan I Cairan II Bulk Gambaran gaya kohesi dan adhesi pada bagian bulk dan antarmuka

4 Tegangan permukaan: gaya persatuan panjang yang harus diberikan sejajar pada permukaan untuk mengimbangi tarikan ke dalam semua bahan Tegangan antarmuka: gaya persatuan panjang yang terdapat pada antarmuka dua cairan yang tidak saling bercampur

5 Antarmuka : batas antara 2 fase atau lebih Klasifikasi : Fase Teg antarmuka contoh Gas-gas-- Gas-cairan  LV Perm. Air - udara Gas-padatan  SV Perm meja Cairan-cairan  LL emulsi Cairan-padatan  LS suspensi Padatan-padatan  SS Partikel serbuk

6 Aplikasi dalam farmasi :  adsorpsi obat  penetrasi molekul melalui membran biologis  pembentukan dan kestabilan emulsi  suspensi

7 Tegangan permukaan dipengaruhi oleh: * Suhu * Penambahan bahan tambahan (zat aktif permukaan) Zat aktif permukaan * emulsipengemulsi * buih pembuih

8 Pengukuran tegangan permukaan: Pipa kapiler

9 Cairan akan naik dalam pipa kapiler sampai ketinggian tertentu  = ½.r. .g.h r = jari-jari pipa kapiler  = densitas cairan h = kenaikan cairan dari permukaan luar permukaan luar

10 Energi bebas permukaan (W): kerja (energi) yang dilakukan untuk memperbesar luas permukaan W = .  A

11 Tegangan permukaan Model 1 : Kawat 3 sisi Energi bebas permukaan : Tegangan permukaan : Perubahan energi bebas permukaan per satuan kenaikan luas. L f AD C B

12 Pengukuran tegangan muka dan tegangan antarmuka 1. Metode kenaikan kapiler Digunakan untuk mengukur tegangan permukaan. Prinsip : Bila suatu kapiler dimasukkan dalam labu berisi zat cair, maka pada umumnya zat cair akan naik di dalam tabung sampai jarak tertentu. Dengan mengukur kenaikan ini, tegangan muka dapat ditentukan.

13 h 2r liquid

14  = ½ r h  g  Komponen gaya ke atas sebagai hasil tegangan muka zat cair pada sembarang titik di sekeliling dinding kapiler adalah : a = . cos   Gaya ke atas total di seputar keliling tabung bagian dalam = 2  r  cos   Gaya gravitasi ( massa x percepatan) yang menentang gaya total ke atas =  r 2 h (  -  0 ) g + W  Pada kesetimbangan : 2  r  cos  =  r 2 h  g

15 Emulsi : sistem yang tidak stabil secara termodinamik yang mengandung paling sedikit dua fase cair yang tidak bercampur, satu diantaranya didispersikan sebagai globula- globula dalam fase lain Tipe emulsi: Emulsi o/w Emulsi w/o

16

17 Pembentukan emulsi: * Pengecilan ukuran (pengadukan, homogenisasi) luas permukaan energi bebas permukaan (W) FD dan FK cenderung memisah * Penambahan surfaktan (emulsifier) tegangan antarmuka (  ) energi bebas permukaan (W) FD dan FK bercampur (emulsi)

18 Bahan tambahan dalam emulsi: * Pengemulsi memulai terbentuknya emulsi * Penstabil menstabilkan emulsi yang sudah terbentuk Bahan tambahan dalam emulsi: * Pengemulsi memulai terbentuknya emulsi * Penstabil menstabilkan emulsi yang sudah terbentuk

19 Pengemulsi: - bersifat amfifil (mempunyai bagian hidrofil dan lipofil) - bersifat aktif permukaan / mampu menurunkan tegangan antarmuka (  ) dan energi bebas permukaan (W) sampai batas cmc (critical micelle concentration) - membentuk lapisan monomolekuler

20 CMC (critical micelle concentration)

21 Jenis pengemulsi (nilai HLB) tipe emulsi HLB 9 – 12 emulsi o/w Contoh: * trietanolamin oleat * polioksietilen sorbitan monooleat (Tween 80) HLB 3 – 6 emulsi w/o Contoh: * sorbitan monooleat (Span 80)

22 Penstabil: - umumnya bersifat hidrofilik (meningkatkan viskositas) - tidak dapat menurunkan tegangan antarmuka (  ) - membentuk lapisan multimolekuler Contoh: gum, pektin, gelatin

23 Faktor yang Mempengaruhi Stabilitas Emulsi: v = D 2.g.(  p -  s) 18.  v = kecepatan pemisahan fase D = diameter droplet fase terdispersi g = percepatan gravitasi  p = densitas fase terdispersi  s = densitas fase kontinu  = viskositas fase kontinu Faktor yang Mempengaruhi Stabilitas Emulsi: v = D 2.g.(  p -  s) 18.  v = kecepatan pemisahan fase D = diameter droplet fase terdispersi g = percepatan gravitasi  p = densitas fase terdispersi  s = densitas fase kontinu  = viskositas fase kontinu

24 Ketidakstabilan pada emulsi: * Creaming * Flokulasi * Coalescence * Ostwald ripening

25

26 Creaming: terjadi karena   antara air dan minyak D besar (  FD -  FK )  FK besar kecil Fraksi volume dari FD (  = 0,1 – 0,5)

27 Flokulasi: agregasi dari dua atau lebih droplet, tanpa kehilangan sifat aslinya tinggi creaming coalescence Flokulasi: agregasi dari dua atau lebih droplet, tanpa kehilangan sifat aslinya  tinggi creaming coalescence

28 Coalescence: dua atau lebih droplet saling bergabung dan membentuk satu droplet yang lebih besar pemecahan film D besar  kecil Film Kristal tipis es

29 Partial Coalescence: Shear rate tinggi Kristalisasi lemak D besar Surfaktan molekul kecil partial coalescence.htm Partial Coalescence: Shear rate  tinggi Kristalisasi lemak D besar Surfaktan molekul kecil partial coalescence.htm partial coalescence.htm partial coalescence.htm

30 Ostwald ripening: penggabungan dua droplet yang membentuk satu droplet lebih besar dan satu droplet lebih kecil droplet kecil menjadi sangat kecil terlarut dlm FK umum terjadi dalam emulsi w/o

31 Buih Buih  emulsi o/w ParameterBuih Emulsi o/w Satuan D gelembung Teg. Antarmuka Tekanan Laplace Beda densitas Fd & Fk Waktu pembentukan , , m N.m -1 Pa kg.m -3 detik

32 Pembentukan buih: * Supersaturasi gas dilarutkan dlm cairan pd tekanan tinggidilepaskan tinggidilepaskan (tekanan rendah) (tekanan rendah) * Mekanik gas dimasukkan dlm celah sempit pengadukan gas dimasukkan dlm celah sempit pengadukan fluktuasi tekanan

33 Ketidakstabilan pada buih: * Ostwald ripening * Drainase * Coalescence

34 Ostwald ripening: difusi gas dr gelembung ukuran kecil ke ukuran yg lebih besar (atmosfir) tekanan dlm gelebung kecil > gelembung besar pd bagian atas lapisan buih pd bagian dlm buih

35 Drainase: drainase cairan dari & melalui lapisan buih gravitasi

36 Coalescence: ketidakstabilan film yg berada diantaranya film yg tebal (kons.surfaktan rendah) film yg tipis film yg mengandung partikel asing (hidrofobik & hidrofilik)


Download ppt "TEGANGAN ANTARMUKA AKADEMI FARMASI JEMBER 2014 By Diyan Ajeng.R, MPh., Apt."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google