Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ASPEK PSIKOSOSIOSPIRITUAL PERAWATAN PALIATIF. Masalah Psikososial 50%: Pasien 30%: Pasangannya 25%: Keluarga lainnya.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ASPEK PSIKOSOSIOSPIRITUAL PERAWATAN PALIATIF. Masalah Psikososial 50%: Pasien 30%: Pasangannya 25%: Keluarga lainnya."— Transcript presentasi:

1 ASPEK PSIKOSOSIOSPIRITUAL PERAWATAN PALIATIF

2 Masalah Psikososial 50%: Pasien 30%: Pasangannya 25%: Keluarga lainnya

3 Masalah Sosial

4 Kehilangan pekerjaan Kebutuhan finansial 

5 Kehilangan kesempatan mengadakan relationship

6 Kondisi penyakit yang buruk akan memicu rasa terkucilkan Pengucilan dapat terjadi melalui 2 cara: Pengucilan dapat terjadi melalui 2 cara: 1. Keluhan-keluhan, kesulitan pengobatan dan kehilangan energi  penderita menarik diri dari kontak sosial 2.Dihindari atau bahkan ditinggal oleh teman dan keluarga 2.Dihindari atau bahkan ditinggal oleh teman dan keluarga

7 koneksi sosial dan kekuatan mental pasien menjadi kunci penyembuhan Professor Matthew During "Interaksi sosial dengan lingkungan nyatanya mampu menghambat pertumbuhan sel kanker” "Interaksi sosial dengan lingkungan nyatanya mampu menghambat pertumbuhan sel kanker”

8 Cacat Fisik

9 Masalah psikologis Masalah psikologis

10 Denial Denial Marah Marah Gangguan Cemas Gangguan Cemas Gangguan Depresi Gangguan Depresi Gangguan kognitif Gangguan kognitif Masalah seksual Masalah seksual Masalah relationship dengan keluarga Masalah relationship dengan keluarga Dukacita / Berkabung Dukacita / Berkabung

11 Tahapan reaksi psikologis saat mengetahui diagnosis (E. Kubler-Ross) Denial/Penyangkalan Denial/Penyangkalan Marah Marah MenawarPenyesuaian MenawarPenyesuaian Depresi Depresi Menerima Menerima

12 Tahap shock & penyangkalan Kenapa ? tidak semua penderita siap mati ( ± 70 % ketakutan) tidak semua penderita siap mati ( ± 70 % ketakutan) breaking bad news tidak tepat breaking bad news tidak tepat memang masih dalam taraf produktif memang masih dalam taraf produktif Usaha jiwa agar tidak menyakitkan Bahaya! Makan waktu dan jauh dari fakta

13 Tahap marah Kenapa marah ? Kenapa marah ?  kecewa proses kehidupan tidak berjalan sesuai dengan keinginannya.  kecewa proses kehidupan tidak berjalan sesuai dengan keinginannya. Bahaya !! Bahaya !!  proyeksi emosinya ke orang lain/dokter  proyeksi emosinya ke orang lain/dokter  proyeksi ke diri sendiri (self- destructive)  proyeksi ke diri sendiri (self- destructive)

14 Tahap tawar menawar Kenapa tawar menawar ? Kenapa tawar menawar ? * ada konflik diri : sadar vs mimpi * ada konflik diri : sadar vs mimpi * Sebetulnya mulai melihat realita yang ada * Sebetulnya mulai melihat realita yang ada Bahaya !! Bahaya !! * pada kepribadian kurang matang dan kurang beriman memakan waktu lama * pada kepribadian kurang matang dan kurang beriman memakan waktu lama * dimentahkan dengan “false hope” * dimentahkan dengan “false hope”

15 Tahap depresi Kenapa ? * lost of love object  sadar kondisinya * lost of love object  sadar kondisinya * antisipasi hal hal negatif * antisipasi hal hal negatif * metastase keotak ? * metastase keotak ? Hati hati !! Bila fisik lemah, diam, apatis Hati hati !! Bila fisik lemah, diam, apatis  kematian tidak lama lagi  kematian tidak lama lagi

16 depresi SIG E CAPS SIG E CAPSSLEEP INTEREST INTEREST GUILTY GUILTY EMOTION EMOTION CONSENTRATION CONSENTRATION APPETITE APPETITE PSYCHOMOTOR PSYCHOMOTOR SUICIDE SUICIDE

17 Tahap pasrah Pasrah bukan berarti putus asa Pasrah bukan berarti putus asa  menerima kenyataan & memanfaatkan  menerima kenyataan & memanfaatkan sisa hidup sisa hidup Banyak yang bisa dilakukan Banyak yang bisa dilakukan  menyelesaikan tugas & tanggung jawab (pesan & wasiat)  menyelesaikan tugas & tanggung jawab (pesan & wasiat)  meningkatkan kwalitas beribadah  meningkatkan kwalitas beribadah Hati-hati dengan kondisi fisik “ membaik” Hati-hati dengan kondisi fisik “ membaik”

18 Penderita penyakit kronis harus belajar untuk hidup bersama dengan penyakitnya yang tidak dapat disembuhkan bukan karena terlalu banyak aspek medis penyakitnya, tetapi karena masalah sosial dan psikologis yang disebabkan terus menerus mengalami sakit Tidak mudah

19 Ledakan Emosi Burn Out Karena kelelahan, perasan tidak ada harapan Karena kelelahan, perasan tidak ada harapan Hubungan interpersonal terganggu Hubungan interpersonal terganggu Kualitas perawatan  Kualitas perawatan 

20 Pencegahan: Edukasi dan training yang adekuat Edukasi dan training yang adekuat Luangkan waktu untuk merefleksikan arti pekerjaan anda Luangkan waktu untuk merefleksikan arti pekerjaan anda Istirahat Istirahat Curhat Curhat

21 Indikator spiritual need Rasa putus asa, tidak berarti Rasa putus asa, tidak berarti Rasa menderita yang sangat kuat Rasa menderita yang sangat kuat Menjauh dari Tuhan Menjauh dari Tuhan Marah Kepada Tuhan Marah Kepada Tuhan Rasa bersalah  hukuman Rasa bersalah  hukuman

22 TUJUAN PENDAMPINGAN SPIRITUAL : PENDERITA MENINGGAL DALAM IMAN PENDERITA MENINGGAL DALAM IMAN KELUARGA MENEGUHKAN PROSES KEIMANAN KELUARGA MENEGUHKAN PROSES KEIMANAN MEMBANTU MENYELESAIKAN TUGAS DUNIAWI MEMBANTU MENYELESAIKAN TUGAS DUNIAWI KELUARGA TETAP DALAM IMAN DAN TAQWA SEPENINGGALNYA KELUARGA TETAP DALAM IMAN DAN TAQWA SEPENINGGALNYA

23 Spiritual Intervention Spiritual ? Values & religiosity Life value : Meaningful Life Religiosity : Improve Hope Reality

24 Persiapan keluarga/caregivers Sangat penting!!! Sangat penting!!! Bagi penderita Bagi penderita  meninggal dalam iman  meninggal dalam iman membantu menyelesaikan tugas duniawi membantu menyelesaikan tugas duniawi Bagi keluarga Bagi keluarga  mengatasi stres dan tetap sejahtera sepeninggal penderita  mengatasi stres dan tetap sejahtera sepeninggal penderita

25 Komunikasi dengan pasien kanker perlu memperhatikan : Kondisi psikologis px Kondisi psikologis px Konsentrasi, daya ingat dan kesadaran px. Akibat gangguan pada otak. Konsentrasi, daya ingat dan kesadaran px. Akibat gangguan pada otak. Kondisi fisik, rasa nyeri yang hebat. Kondisi fisik, rasa nyeri yang hebat.

26

27 Komunikasi non verbal Komunikasi verbal tidak dapat dipisahkan dari nonverbal Komunikasi verbal tidak dapat dipisahkan dari nonverbal Kira –kira 35% komunikasi bisa dimengerti lewat kata-kata, sisanya lewat bahasa tubuh. Kira –kira 35% komunikasi bisa dimengerti lewat kata-kata, sisanya lewat bahasa tubuh. Kata-kata tidak selalu dapat menggambarkan perasaan seseorang. Kata-kata tidak selalu dapat menggambarkan perasaan seseorang. Ekspresi wajah adalah bagian utama yg perlu dinilai dalam komunikasi. Ekspresi wajah adalah bagian utama yg perlu dinilai dalam komunikasi.

28 Komunikasi non verbal juga menggambarkan bagaimana seseorang mengcoping perasaannya. Komunikasi non verbal juga menggambarkan bagaimana seseorang mengcoping perasaannya. Relation ship juga dapat dilihat dari komunikasi non verbal, mis : posisi menjaga jarak, menghindari tatapan muka dan kontak mata  relation ship kurang baik Relation ship juga dapat dilihat dari komunikasi non verbal, mis : posisi menjaga jarak, menghindari tatapan muka dan kontak mata  relation ship kurang baik

29 Komunikasi dengan caregiver Pahami kondisi psikologisnya Pahami kondisi psikologisnya Bantu sediakan log-book yang memuat catatan tentang perawatan dan pengobatan Bantu sediakan log-book yang memuat catatan tentang perawatan dan pengobatan Apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat Apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat Informasi tentang cara-cara menghubungi dokter Informasi tentang cara-cara menghubungi dokter Waspadai terjadinya “ Burn Out ” Waspadai terjadinya “ Burn Out ”

30 “ Kelangsungan hidup pasien bisa menjadi lebih singkat bukan hanya akibat dari penyakitnya, tetapi juga bisa akibat dari kata-kata dan sikap KITA” The American Medical Association’s First Code of medical Ethics

31 TERIMA KASIH


Download ppt "ASPEK PSIKOSOSIOSPIRITUAL PERAWATAN PALIATIF. Masalah Psikososial 50%: Pasien 30%: Pasangannya 25%: Keluarga lainnya."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google