Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

POST PRODUCTION (lanjutan). TAHAPAN EDITING Ada 3 tahapan yang harus dilalui dalam melakukan editing Offline Editing Online Editing Mixing Audio.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "POST PRODUCTION (lanjutan). TAHAPAN EDITING Ada 3 tahapan yang harus dilalui dalam melakukan editing Offline Editing Online Editing Mixing Audio."— Transcript presentasi:

1 POST PRODUCTION (lanjutan)

2 TAHAPAN EDITING Ada 3 tahapan yang harus dilalui dalam melakukan editing Offline Editing Online Editing Mixing Audio

3 Offline Editing Tahapan dimana editor melakukan pengumpulan gambar dan menyusunnya dalam kerangka yang masih draft. Susunan dan kualitas gambar masih belum rapi dan bagus tapi secara kerangka cerita sudah terlihat utuh. Digitizing gambar bisa low res, bila kapasitas hardisk kurang.

4 Online Editing Tahap memperbaiki kualitas gambar dan hasil akhir yang lebih detil. Pada tahap ini bisa dilakukan koreksi warna, efek khusus yang detil misalnya teknik multi layer yang membutuhkan render yang lama. Redigitizing dengan Hi-res, menuntut kapasitas hardisk yang longgar.

5 Mixing Audio Pengerjaan suara secara menyeluruh untuk mendapatkan emosi yang kuat, yang mendukung susunan gambar yang sudah bercerita utuh.

6 Unsur-unsur yang suara yang harus dimixing Dialog : dialog orang/pemain yang dishot, hasil rekaman studio atau dubbing Efek suara khusus : untuk “informasi” sesuatu, misalnya: suara piring jatuh, petir, suasana jalan raya. Musik ilustrasi: untuk mengiringi adegan/gambar yang sudah disusun sesuai konsep. Musik yang riang untuk kesan gembira atau iringan lagu yang sendu untuk adegan sedih.

7 TRANSISI Transisi adalah adalah metode penggabungan atau peralihan gambar/adegan yang satu ke adegan yang lain. Secara prinsip hanya ada dua yaitu Cut dan Special Effect (beberapa software menyebut dengan istilah “transisi”. Transisi “special effect” inilah yang jumlahnya banyak sekali, tergantung kemapuan software

8 Transisi yang sering dijumpai adalah: FADE (IN/OUT): Fade in, dari gelap (black) atau warna solid lain berangsur-angsur ke gambar Fade out, dari gambar yang berangsur-angsur menjadi warna solid, hitam (fade to black) atau putih

9 DISSOLVE: Akhir sebuah gambar A yang berangsur-angsur hilang dan diganti berangsur-angsur muncul gambar B. Ada proses antara gambar A dan B saling menumpuk “soft”.

10 WIPE: gambar A perlahan atau cepat digeser oleh gambar B, bisa horizontal maupun vertical.

11 Dengan perkembangan teknologi, terutama computer dan softwarenya, special effect dan transisi dimungkinkan semakin beragam dan mengagumkan. Film-film produksi hollywod dan TVC semakin banyak menampilkan model efek khusus dan transisi yang belum pernah ada sebelumnya.

12 MULTILAYER Editing non linear memudahkan kita berkreasi sebagus-bagusnya. Kemajuan Software editing memungkinkan kita bekerja tidak hanya dalam penyusunan urutan gambar. Tetapi juga memberi pilihan membuat komposisi gambar. Sesuai dasar ilmu kita yang kuat di visual (desain grafis), maka kita bisa bermain-main dengan visual yang indah.

13 Dengan tehnik multi layer kita bisa mengkomposisi berbagai gambar/adegan dalam satu layer (frame). Dalam panel Timeline software editing atau compositing, dibagi dua bagian besar. Yaitu untuk Video dan untuk Audio. Multi layer membagi tempat video menjadi banyak layer tergantung kebutuhan dan kemampuan software. Seperti Photoshop yang mempunyai menu untuk memperbanyak layer. Bedanya, di editing yang di manipulasi adalah gambar bergerak (movie).

14 COMPOSITING Gambar/movie ataupun footage-footage animasi yang diperlukan digabungkan menjadi satu kesatuan gambar linear yang bercerita. Multilayer adalah salah satu cara menggabungkan raw material yang dipakai. Dalam Compositing seringkali dilakukan koreksi warna untuk mendapatkan mood visual yang diinginkan

15 Prosesnya masuk dalam tahap Online editing (dalam offline kadang compositing juga dipakai untuk preview awal). Compositing merupakan bagian dari perjalanan editing yang lebih merupakan “sentuhan” akhir untuk mendapatkan gambar dengan kualitas terbaik.

16 Contoh compositing: raw material terdiri dari: hasil syuting astronot di studio dengan background layar biru (blue screen), foto (still picture) bintang-bintang di angkasa (suasana malam), Footage animasi 3D pesawat luar angkasa yang siap mendarat.

17 Ketiga materi diatas akan digabungkan dengan software compositing sehingga hasil akhirnya adalah seorang astronot terlihat diruang angkasa (bisa juga di bulan) dengan pesawat yang siap mendarat.

18 Langkah Compositing pertama adalah membuang background layar biru si astronot, kemudian background diisi dengan foto bintang- bintang diangkasa dan animasi pesawat ditempelkan terakhir menyesuaikan komposisi yang sudah dirancang sebelumnya.

19 ISTILAH- ISTILAH YANG SERING DITEMUI DALAM PROSES EDITING Offline: draft awal untuk preview, sudah membentuk “cerita” tapi durasi belum final. Kualitas gambar masih kasar. Online: penghalusan draf final. Durasi sudah pasti. Kualitas gambar Hi-res. Cerita final. Kadang ada tambahan special effect. Digitizing: pemindahan materi hasil syuting (dari kaset) ke dalam hardisk computer. Format berubah menjadi file-file tertentu sesuai dengan software yang dipakai.

20 Transisi: perpindahan gambar. Bisa berbagai cara cut, dissolve, wipe Mark in: tanda awal dari gambar/movie yang akan diambil/dipakai Mark out: tanda akhir dari gambar/movie yang akan diambil/dipakai Intercut: gambar penyela, diantara 2 adegan/gambar kadang terlihat tidak nyambung, intercut dibutuhkan untuk menyelaraskan.

21 EDL: Edit Decision List, daftar khusus untuk gambar yang sudah dipilih. Berupa catatan time code dari sebuah kaset yang didatakan di computer/software editing. Menjadi file khusus, jika ada data hasil digitize terhapus dari hardisk, dengan EDL bisa di digitize ulang tanpa harus mencari satu persatu gambar yang diinginkan. Bin: Semacam folder khusus untuk menyimpan hasil digitize.

22 Pixel Aspec Ratio: semacam standar rasio pixel yang baku (sudah ada di software editing), misalnya: D1/DV PAL (1.067) standar yang banyak dipakai para editor di Indonesia. Frame Size: ukuran yang menjadi standar format televisi dengan perbandingan 4:3, 720 x 576 Keying: berhubungan dengan effect menghapus layar biru/hijau. Misalnya: effect blue screen key, color key. Print to Tape: memindahkan hasil editing dari hardisk ke sebuah kaset. Bisa dalam format kaset DV, mini DV atau Betacam/digital Betacam. Kebalikan dari Digitizing.


Download ppt "POST PRODUCTION (lanjutan). TAHAPAN EDITING Ada 3 tahapan yang harus dilalui dalam melakukan editing Offline Editing Online Editing Mixing Audio."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google