Oleh : Ahmad Syarif / I1A Pembimbing : Dr. Zaenab

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
POSYANDU.
Advertisements

UU NO.36 TENTANG RUMAH SAKIT MARKUS LUAHAMBOWO
Tujuan Pengaturan Upaya Kesehatan Anak:
PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT
PENCAPAIAN INDIKATOR KINERJA
Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat
POLINDES (Pondok Bersalin Desa)
HUKUM PERBURUHAN (PERTEMUAN X) JAMSOSTEK Jaminan Sosial Tenaga Kerja (UU No.3 Th.1992) copyright by Elok Hikmawati.
Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) dan posyandu remaja
PUSKESMAS SEBAGAI PUSAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
PENGELOLAAN PELAYANAN KESEHATAN LANSIA
PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA
Latar Belakang  Kesehatan merupakan hak azasi (UUD 1945, pasal 28 H ayat 1 dan UU No 23 Tahun 1992) dan sekaligus sebagai investasi  Kesehatan, pendidikan.
PERAN DAN TUGAS BIDAN SISTEM PELAYANAN KESEHATAN Di seb. Besar wil.
KEBIJAKAN PROGRAM LANSIA DI KABUPATEN CILACAP
KEBIJAKAAN DASAR PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT
PUSKESMAS Suatu unit pelaksana fungsional yang berfungsi sebagai pusat pengembangan kesehatan masyarakat, pusat pembinaan peran serta masyarakat dalam.
PENCATATAN & PELAPORAN PROGRAM KESEHATAN LANSIA
LINGKUP DAN PERAN FUNGSI KEPERAWATAN GERONTIK
PUSKESMAS VISI Tercapainya Kecamatan sehat menuju
MENGGERAKKAN DAN MENINGKATKAN PERAN SERTA MASYARAKAT
Bantul.23 Mei 2015 By.Khotimah S.Si.Apt
KEBIJAKAN DAN PEMBERDAYAAN LANSIA KOTA YOGYAKARTA
( PELAYANAN KESEHATAN PRIMER )
ANALISIS KEBUTUHAN DATA DAN INFORMASI PUSKESMAS
PROGRAM LANSIA PUSKESMAS I BATURADEN
PUSKESMAS VISI Tercapainya Kecamatan sehat menuju
PELAYANAN DI PUSKESMAS
PERAN PKK DALAM UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH GIZI DI KELUARGA
Bambang Wirjatmadi Merryana Adriani
SHIP PARTNER.
ILMU KESMAS X (PROGRAM2 KESEHATAN)
ANALISIS KEBUTUHAN DATA DAN INFORMASI PUSKESMAS
PROGRAM NASIONAL KESEHATAN LANSIA
Bentuk Partisipasi Masyarakat dalam Pelayanan Kesehatan (2)
ORGANISASI LANSIA & POSYANDU LANSIA
PERTEMUAN II DAN III Dasar- dasar Pendidikan Kesehatan
Desa Siaga Kelompok 5 Restu Anandya P Ulil Nur Fariz .A
Pembinaan kader Elvira Harmia, SST.
PENGORGANISASIAN MASYARAKAT
KARAKTERISTIK PENYAKIT PADA LANSIA
KONSEP KEBIDANAN KOMUNITAS
KEBIJAKAN & UPAYA PEMERINTAH TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI
SELAMAT DATANG PESERTA MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA (MMD)
SISTEM PELAYANAN KESEHATAN PERTEMUAN 12
Hj. Juraida Roito Hrp, SKM, M.Kes MATA KULIAH KESEHATAN MASYARAKAT
KONSEP DASAR ASKEB KELOMPOK KHUSUS
INSTITUSI PELAYANAN KESEHATAN PERTEMUAN 11
MANAJEMEN PENATALAKSANAAN KASUS GIZI BURUK PADA BALITA
ASPEK-ASPEK SOSIAL BUDAYA DALAM PELAYANAN KEBIDANAN
POSYANDU Devi Angeliana K, SKM, MPH.
DISUSUN OLEH : KELOMPOK 4
PENCATATAN & PELAPORAN PROGRAM KESEHATAN LANSIA
PENCATATAN DAN PELAPORAN POSYANDU LANSIA Dwi Putri Elmiyana, S.Kep Ristia Anggarini, S.Kep Nur Laila Safitri, S.Kep.
LOGO K3 PERKANTORAN Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan PERMENKES NO 48 TAHUN 2016.
 Wujud pemberdayaan masyarakat  UKBM (Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat)  Promotif, Preventif  Mulai dicanangkan 1986.
Pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif Masyarakat Peduli, Tanggap serta Mampu untuk Hidup Bersih dan Sehat Disampaikan pada: Orientasi Kader Pemberdayaan.
KEPERAWATAN KELOMPOK & PEGEMBANGGAN PENGORGANISASIAN MASYARAKAT
KONSEP KEBIDANAN KOMUNITAS
IMPLEMENTASI APLIKASI SPM BERBASIS WEB
Bambang Wirjatmadi Merryana Adriani
SISTT(SEKOLAH IBU SEHAT TERPADU) PUSKESMAS MUNTOK.
Organisasi Yankes Pertemuan 3
Keputusan Menteri Kesehatan No.128 Tahun 2004 tentang Kebijakan Dasar Puskesmas Kelompok II : Aditya Prayudha Setri Endah Pratiwie Siti Ayu Puspasari Khana.
PELATIHAN DASAR TEKNIS BIDANG SUMBER DAYA AIR
PELAYANAN DI PUSKESMAS
POSYANDU. Setelah mempelajari modul ini anda diharapkan:  Mampu menjelaskan tentang Posyandu  Mengetahui siapa saja yang dapat menjadi seorang kader.
Upaya akselerasi pencapaiaN SDGs. SDGs ( Sustainable Development Goals ) sebuah dokumen yang akan menjadi sebuah acuan dalam kerangka pembangunan dan.
PEN DAHULU AN MENGAPA UPAYA KESEHATAN KERJA PENTING ? Pekerja kemungkinan akan mendapat masalah terkait pekerjaan dan lingkungan pekerjaan disamping masalah.
PERAN KADER DALAM MENINGKATKAN BKB OLEH : Ns. I Gede Dedy Artho, S.Kep., M.Kes.
Transcript presentasi:

Oleh : Ahmad Syarif / I1A000034 Pembimbing : Dr. Zaenab UPAYA PEMBINAAN KESEHATAN PADA USIA LANJUT MELALUI PROGRAM POSYANDU LANSIA Oleh : Ahmad Syarif / I1A000034 Pembimbing : Dr. Zaenab BAGIAN/LABORATORIUM ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN UNLAM BANJARBARU Januari, 2009

Latar Belakang Arah pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kualitas hidup manusia termasuk lansia Di Indonesia proporsi jumlah lansia cenderung meningkat, dari 7,18% pd th.2000 menjadi 8,48% pd th.2005 dan diperkirakan 9,77% pd th 2010 Pada lansia terjadi penurunan fungsi organ, multi patologi, rentan terhadap penyakit dan stress serta pemulihan yang lebih lama Perlunya usaha deteksi penyakit lebih awal dan penanganan lini pertama serta pembinaan kesehatan pada lansia dipuskesmas salah satunya melalui program ‘Posyandu Lansia’

Permasalahan Banyaknya permasalahan pada lansia terkait penurunan fungsi organ, kerentanan terhadap penyakit dan stress, banyaknya penyakit yang diderita dan lamanya waktu pemulihan serta penurunan produktifitas dan interaksi sosial Bagaimana Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan untuk melakukan pembinaan kesehatan pada lansia melalui program posyandu lansia

Lansia Pengertian Lansia = lanjut usia atau manusia usia lanjut (manula). Usia lanjut adalah seseorang laki-laki atau perempuan yang berusia 60 tahun atau lebih UU No 4 tahun 1965 yang dimaksud usia lanjut dalam program pemerintah adalah mereka yang berusia 55 tahun keatas

Karakteristik Lansia Jenis kelamin; Status perkawinan; Living arrangement; misalnya keadaan pasangan, tinggal sendiri atau bersama istri, anak atau keluarga lainnya. Kondisi kesehatan Kondisi umum; kemampuan umum untuk tidak tergantung kepada orang lain Frekuensi sakit; frekuensi sakit yang tinggi menyebabkan menjadi tidak produktif lagi Keadaan ekonomi

Usia Lanjut Sehat Usia lanjut yang dapat mempertahankan kondisi fisik dan mental yang optimal serta tetap melakukan aktivitas sosial dan produktif

Permasalahan pada Lansia Proses ketuaan yang terjadi secara alami dengan konsekuensi timbulnya masalah fisik, mental dan sosial. Perubahan sosialisasi karena produktivitas yang mulai menurun, berkurangnya kesibukan sosial dan interaksi dengan lingkungan. Produktivitas yang menurun dengan akibat terbatasnya kesempatan kerja karena kemampuan dan ketrampilan menurun, namun kebutuhan hidup terus meningkat.

Pembinaan Kesehatan Usia Lanjut Pengertian Pembinaan kesehatan usia lanjut adalah upaya-upaya kesehatan yang dilakukan dan mencakup upaya preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif melalui pendekatan yang tepat, koordinasi yang baik dan terpadu secara teknis dan manajerial dengan tujuan mengusahakan masa tua yang berbahagia dan berguna

Tujuan Umum Meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan usia lanjut dengan mempersiapkan kondisi yang sehat dan selama mungkin dapat aktif serta berdaya guna bagi diri, keluarga dan masyarakat

Tujuan Khusus Meningkatkan kesadaran usia lanjut untuk membina sendiri kesehatannya. Meningkatkan kemampuan dan peran serta masyarakat dalam menghayati dan mengatasi masalah kesehatan usia lanjut. Meningkatkan jenis dan jangkauan pelayanan kesehatan usia lanjut. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan usia lanjut.

Sasaran Sasaran Langsung Kelompok usia menjelang usia lanjut, virilitas/pra senilis 45-54 tahun Kelompok usia lanjut dalam masa prasenium 55-64 tahun Kelompok usia lanjut senescens (lebih dari 65 tahun) dan usia lanjut risiko tinggi yaitu usia lebih dari 70 tahun atau berumur 60 tahun atau lebih dengan masalah kesehatan, penyakit berat, hidup sendiri. Sasaran Tidak Langsung Keluarga dimana usia lanjut berada Masyarakat di lingkungan usia lanjut berada Organisasi sosial yang bergerak didalam pembinaan kesehatan usia lanjut Masyarakat luas

Program Pembinaan Menyelenggarakan paket pembinaan bagi kelompok usia 45-54 tahun yang meliputi KIE dan pelayanan kesehatan baik fisik, gizi maupun psikososialnya agar dapat mempersiapkan diri menghadapi masa tua. Menyelenggarakan paket pembinaan bagi kelompok usia 55-64 tahun yang meliputi KIE dan pelayanan kesehatan agar dapat mempertahankan kondisi kesehatan agar tetap produktif. Menyelenggarakan paket pembinaan bagi lansia dengan risiko tinggi yang meliputi KIE dan pelayanan kesehatan agar dapat mempertahankan kemandiriannya. Menyelenggarakan paket pembinaan dalam rangka meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta pembinaan edukatif pada keluarga, masyarakat termasuk organisasi kemasyarakatan yang ada mengenai usia lanjut.

Komponen Pembinaan Pembinaan ketenagaan, berupa peningkatan kemampuan teknis dan manajemen bagi pengelola termasuk kader kesehatan di masyarakat. Pembinaan wadah pelayanan kesehatan lansia di Puskesmas, rumah sakit dan pelayanan profesional lainnya. Pembinaan dukungan pendanaan program dengan memanfaatkan sumber dana dari APBN, APBD, swadaya masyarakat serta sumber-sumber lain yang mengikat maupun tidak mengikat.

Indikator Keberhasilan Meningkatnya sosialisasi masyarakat lansia dengan berkembangnya jumlah organisasi masyarakat lansia dengan berbagai aktivitasnya. Berkembangnya jumlah lembaga baik pemerintah maupun swasta yang memberikan pelayanan (kesehatan) bagi lansia. Berkembangnya jenis pelayanan serta jangkauan pelayanan kesehatan bagi lansia. Penurunan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit pada lansia seperti : Hipertensi, DM, penyakit jantung baik di Puskesmas maupun di rumah sakit.

Posyandu Lansia Pengertian Umum Posyandu singkatan dari pos pelayanan terpadu. Merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM), Keterpaduannya merupakan penyatuan/penyerasian dinamis kegiatan dari paling sedikit dua program untuk saling mendukung dalam mencapai tujuan dan sasaran yang disepakati bersama. Sedangkan dinamis maksudnya bahwa keterpaduan tersebut dapat berkembang (dari tahap awal ke tahap lanjut) dan meluas dari dua program menjadi lebih banyak program

Tujuan Diperolehnya pelayanan kesehatan dasar Meningkatkan peran serta lurah, tokoh masyarakat dan tokoh informal lainnya untuk membantu kegiatan posyandu Meningkatkan jumlah kader kesehatan dan kesejahteraan di posyandu Meningkatkan utilisasi posyandu dalam hal ini kunjungan lansia

Sasaran Kaum lansia atau klien umur 55 tahun ke atas baik laki-laki maupun perempuan

Standar pembentukan Posyandu Lansia Jumlah Lansia mencapai 50-100 orang. Kader Lansia minimal 5-10 orang. Tempat/waktu tersendiri, berjalan rutin berkesinambungan Petugas 3-5 orang : dokter, perawat/bidan, laboran, farmasi Sarana : tempat/gedung, administrasi, meja/kursi, ruang pengambilan sampel, alat dapur Kerjasama lintas sektoral RT/Kelurahan, tokoh masyarakat, instansi terkait. Penanggung jawab lurah /RT setempat. Pendanaan/Donatur tersendiri

Pelayanan Kesehatan Posyandu Lansia Pemeriksaan aktifitas kegiatan sehari-hari (activity of daily living). Pemeriksaan status mental (lihat KMS Lansia) Pemeriksaan status gizi. Pengukuran tekanan darah dan denyut nadi, pemeriksaan fisik ringan. Pemeriksaan laboratorium sederhana : Hb, Reduksi urine, Protein urine. Pelaksanaan rujukan ke Puskesmas bila ditemukan keluhan 5 poin di atas. Penyuluhan dan konseling. Kunjungan rumah oleh kader dan petugas. Kegiatan lain yang bila perlu diberikan sesuai keadaan, seperti: Pemberian Makanan Tambahan Kegiatan olah raga

Strategi Pengembangan Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan teknis, serta dedikasi kader di posyandu. Memperluas sistem posyandu dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan di hari buka dan kunjungan rumah Menciptakan iklim kondusif untuk pelayanan dengan pemenuhan sarana dan prasarana kerja posyandu Meningkatkan peran serta masyarakat dan kemitraan dalam penyelenggaraan dan pembiayaan kegiatan posyandu Menggunakan azas kecukupan dan urgensi dalam penetapan sasaran pelayanan Memperkuat dukungan pembinaan dan pendampingan tekhnis dari tenaga profesional dan tokoh masyarakat, termasuk unsur LSM.

Komponen Kegiatan Pelatihan kader Meningkatkan jangkauan pelayanan melalui kegiatan pelayanan pada hari buka posyandu dan kunjungan rumah Meningkatkan peran serta masyarakat dan membangun kemitraan Optimalisasi kegiatan Posyandu

KMS Lansia Pengertian Umum Kartu Menuju Sehat bagi Lanjut Usia adalah suatu alat untuk mencatat kesehatan lansia secara pribadi baik fisik maupun psikososialnya. Tujuan 1. Memantau kesehatan lansia 2. Menemukan secara dini penyakit pada lansia 3. Menilai kemajuan kesehatan lansia

Parameter yang Dicatat/Diamati Indeks Masa Tubuh (IMT) Tekanan Darah Kadar Gula Hemoglobin (Hb) Protein Urin Kegiatan Sehari-hari Bila mampu mandiri tergolong kategori C. Bila terkadang masih memerlukan bantuan tergolong kategori B. Apabila bergantung samasekali dengan orang lain maka kategori A. Status Mental dan Psikososial

Kesimpulan Pendekatan komprehensif secara sistematis diperlukan untuk usaha promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif di dalam pembinaan kesehatan usia lanjut ditingkat puskesmas, salah satunya adalah pendekatan di tengah masyarakat dengan penyelenggaraan program Posyandu Lansia.

Terima Kasih