REKAYASA SUNGAI Nastain, ST., MT. PENGERTIAN SUNGAI adalah torehan di permukaan bumi yang merupakan penampung dan penyalur alamiah air dan material sedimen.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Soal :Tekanan Hidrostatis
Advertisements

Dosen : Fani Yayuk Supomo, ST., MT
Pertemuan 11 Sistem Drainase Khusus
Bangunan Pengambilan dan Pembilas
SEDIMENTASI Oleh : Furqon Al Khudzaefi ( 7 ) M. Khaerul Umam ( 13 )
Proses Alam Eksogen Merupakan tenaga yang berasal dari luar bumi yang membentuk relief permukaan bumi Dapat berupa proses penghancuran yang dapat menyebabkan.
Bangunan Bendung Three Gorges Dam, China.
PERENCANAAN SALURAN IRIGASI
Kuliah ke-8 PENGENDALIAN SEDIMEN DAN EROSI
ALIRAN SERAGAM.
IRIGASI Bangunan Utama - 1 Sanidhya Nika Purnomo.
DEFINISI DASAR GEOMETRI SALURAN TERBUKA
Bangunan air Week #10.
TUGAS MEKANIKA FLUIDA PERSAMAAN KONTINUITAS
TEKANAN UDARA DAN ANGIN
3. Pengukuran dan Perhitungan Debit Sungai/Saluran Air
ILMU UKUR TANAH & PEMETAAN (Pertemuan 4)
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Pertemuan Hidrolika Saluran Terbuka
DOSEN PENGAMPU : Ir. Hj. ARIATI, M.T. DWI ANUNG NINDITO, S.T.,M.T.
FENOMENA ALIRAN SUNGAI
Konsep Aliran Zat Cair Melalui (Dalam) Pipa
Pertemuan 10 Drainase Jalan Raya
Perencanaan Hidraulis
HIDROLOGI.
ASPEK HIDROLOGI Kuliah ke-2 Drainase.
Pengukuran Aliran Sungai
Oleh : ANDRI IMAM SETIAWAN
Kuliah Hidraulika Wahyu Widiyanto
MORFOLOGI PANTAI OCEANOGRAFI 2011.
AIR PERMUKAAN.
T E N A G A E K S O G E N I. pelapukan II. pengikisan III
Kuliah ke-6 PENGENDALIAN SEDIMEN DAN EROSI
Bangunan Utama – 2: - Bangunan Bendung
Kuliah ke-5 PENGENDALIAN SEDIMEN DAN EROSI
Kuliah ke-2 PENGENDALIAN SEDIMEN DAN EROSI
METODE RASIONAL. METODE RASIONAL Limpasan (Runoff) Dalam siklus hidrologi, bahwa air hujan yang jatuh dari atmosfer sebelum air dapat mengalir di.
Bab 6 HIDROSFER.
Advanced Learning Geography 1
Erosi Tebing dan Dasar Saluran
Nisbah Penyaluran Sedimen (Sediment Delivery Ratio)
HIDROSFER.
ALIRAN SUNGAI Yang berhubungan dengan aliran sungai disini seperti morfologi palung sungai dan hidrolika sungai, idealnya tersedia data jangka panjang.
ASPEK HIDROLOGI Kuliah ke-2 Drainase.
HIDROLIKA Konsep-konsep Dasar.
HIDROLOGI ‘H I D R O M E T R I’
PERMASALAHAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR
Bangunan Persilangan Jalur saluran irigasi mulai dari intake hingga bangunan sadap terakhir seringkali harus berpotongan atau bersilangan dengan.
MODUL VIII HIDROSFER SMK Kelas X Semester 2 ILMU PENGETAHUAN ALAM
Sediment Run-off Model
TKW 435 PENGANTAR GEOLOGI PERTEMUAN 03
BAB II : POTENSI SUMBER DAYA AIR (Air Permukaan & Air Tanah)
Perencanaan Bendung.
KRAKTRISTIK DDAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS)
Jenis drainase.
Pertemuan 26 Navigasi dan Tenaga Listrik
SALURAN PEMBERHENTIAN
HIDROLIKA SALURAN TERBUKA
Topik 4 Drainase Permukaan Pertemuan suhardjono 12/27/2018.
DRAINASE PERMUKIMAN DAN JALAN RAYA
PENENTUAN DEBIT BANJIR RANCANGAN METODE RASIONAL MODIFIKASI
Matakuliah : S0634/Hidrologi dan Sumber Daya Air Tahun : 2006 Versi :
MATA KULIAH HIDROLIKA. III. SISTEM PENILAIAN 2 URAIANNilai Relatif ABSEN10 % KUIS30 % TUGAS BESAR25 % UJIAN35 % TOTAL100 %
Erosi peristiwa pindahnya atau terangkutnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat ke tempat lain oleh media alami. Media alami yang umumnya.
SURVEI DAN INVESITIGASI PERENCANAAN BANGUNAN SABO
SEDIMENTASI Oleh : -Furqon Al Khudzaefi ( 7 ) - M. Khaerul Umam ( 13 ) - M. Rizal (14 ) - Prayoga Legawa (23)
Perkiraan secara kuantitatif dari siklus hidrologi dapat dinyatakan berdasar prinsip konservasi massa yang dikenal dengan persamaan neraca air. Neraca.
Kelompok 4 Jul Arfa GoratF Dela Angelina F Firman SiregarF Dian Hestiyantari F REGULATOR.
EKOLOGI PERAIRAN PERBEDAAN SUNGAI DENGAN DANAU OLEH: HAMZAN WADI E1A
Transcript presentasi:

REKAYASA SUNGAI Nastain, ST., MT

PENGERTIAN SUNGAI adalah torehan di permukaan bumi yang merupakan penampung dan penyalur alamiah air dan material sedimen dari suatu DAS ke tempat yang lebih rendah dan akhirnya ke laut

AIR DAN DARATAN

RUPA BUMI

SIKLUS HIDROLOGI

DAS (DAERAH ALIRAN SUNGAI) adalah sebuah kawasan yang dibatasi oleh pemisah topografis yang menampung, menyimpan, dan mengalirkan air ke anak sungai dan sungai utama yang bermuara ke danau atau laut (Kepmen Pedoman ManajemenBanjir, 2003).

KARAKTERISTIK DAS

MORFOLOGI SUNGAI ADALAH ilmu yang mempelajari tentang geometri (bentuk dan ukuran), jenis, sifat dan perilaku sungai dengan segala aspek perubahannya dalam ruang dan waktu. Didalamnya juga membahas tentang hidraulika sungai dan angkutan sedimen sungai.

PLANFORM (DENAH) SUNGAI Brice (1983) A. Sinuous ( berbentuk sinus atau gelombang) 1. Sinuous Canal Form Kemiringan yang landai, lebar relatif sama, tidak beranyam, saluran sempit dan dalam 2. Sinuous Point Bar Kemiringan lebih curam, bagian yang lurus stabil, sedangkan bagian di tikungan lebih lebar. 3. Sinuous Braided kemiringan sangat curam, alur sungai berpindah-pindah arah radial, muatan dasar (bed load) sungai cukup besar B. Non Sinuous Sungai beranyam, dan anak sungai mempunyai pertemuan yang berpindah pindah

POLA ALUR SUNGAI Leopold dan Walman (1957) 1. Lurus (straight/sinuous), jika kelokannya ≤ 1,5 2. Berkelok (meandering), jika kelokannya > 1,5 3. Beranyam (braided)

KELOKAN SUNGAI ADALAH perbandingan antara panjang lembah (valley slope) terhadap panjang sungai (channel slope) L1 L2 L Kelokan =Li/L

MEANDERING a RcRc = 10,9 B 1,01 a = 2,7 B 1,1 = 4,7 Rc 0,98 Ket : B = lebar sungai Rc = jari-jari menader a= amplitudo meander = panjang gelombang meander

PENGERTIAN REGIME SUNGAI adalah kondisi stabil sungai secara alamiah.

GEOMETRI SUNGAI (Kemiringan memanjang sungai) KONDISI REGIME Ket : S = kemiringan memanjang sungai (kaki/mil) d = ukuran rata-rata butiran (mm) A = luas DAS (mil 2 ) Catatan : luas DAS 0,12 – 370 mil2 dan material dasar diameter 5 – 600 mm 1. Hac (1957)

GEOMETRI SUNGAI (Kemiringan Memanjang Sungai) KONDISI REGIME 2. Leopold dan Wolman (1957) 3. Henderson (1961) 4. Lane (1957) Ket : Q = debit aliran sungai (m 3 /det) d = diameter rata-rata butiran dasar (mm)

GEOMETRI SUNGAI (Penampang Melintang Sungai) B D KONDISI REGIME Leopold dan Wolman (1957)

KECEPATAN DI TIKUNGAN RCRC RcRc Bag. tikungan Bag. lurus U1 V1 U3 U U2 V2

KECEPATAN DI TIKUNGAN  Pada daerah tikungan peningkatan kecepatan sekunder/melintang (V) cukup besar dibandingkan pada daerah lurus  Pada daerah tikungan bekerja dua kecepatan yaitu : 1. Kecepatan utama (memanjang), U 2. Kecepatan sekunder (melintang), V

KECEPATAN DI TIKUNGAN Kecepatan Sekunder Maksimum (V maks ) Ket : X = konstanta von karman (gunakan 0,4) f = faktor kekasaran R C = jari-jari tikungan

Suatu sungai dalam keadaan regime mempunyai lebar 40 meter, butiran dasar berdiameter rata-rata 10 mm, mempunyai debit dominan 250 m 3 /det dan luas tangkapan air sungai adalah 200 km 2. Pertanyaan: 1.Perkirakan kemiringan memanjang rata-rata sungai tersebut. 2.Pada bagian hilir sungai tersebut bermeander, berapa besar panjang satu gelombang meander dan amplitudo meander sungai. 3.Berapa kira-kira jari-jari tikungan meander tersebut.

PENGUKURAN KECEPATAN ALIRAN SUNGAI (1) A B S Pelampung 1. Metode Pelampungan

Current meter 2. Metode Baling-Baling (current meter) PENGUKURAN KECEPATAN ALIRAN SUNGAI (2)

Pengukuran dengan 1 titik pengukuran Pengukuran kecepatan aliran hanya dilakukan pada satu titik saja, yaitu dapat diukur pada 0,6 atau 0,5 atau 0,2 kedalaman aliran dari permukaan air. PENGUKURAN KECEPATAN ALIRAN SUNGAI (2a)

Pengukuran dengan 3 titik pengukuran Pengukuran kecepatan dilakukan pada 3 titik pengukuran yaitu pada kedalaman 0,2; 0,6 dan 0,8 kedalaman aliran dari permukaan air. PENGUKURAN KECEPATAN ALIRAN SUNGAI (2c)

Pengukuran dengan 2 titik pengukuran Pengukuran kecepatan dilakukan pada 2 titik pengukuran yaitu pada kedalaman 0,2 dan 0,8 kedalaman aliran dari permukaan air. PENGUKURAN KECEPATAN ALIRAN SUNGAI (2b)

Pengukuran dengan 5 titik pengukuran Pengukuran kecepatan dilakukan pada 5 titik pengukuran yaitu pada kedalaman 0 (permukaan); 0,2; 0,6; 0,8 dan 1,0 (dasar) kedalaman aliran dari permukaan air. PENGUKURAN KECEPATAN ALIRAN SUNGAI (2d)

A B Zat warna/ garam di masukan Detektor S 3. Metode Pewarnaan/Penggaraman PENGUKURAN KECEPATAN ALIRAN SUNGAI (3)

LATIHAN Suatu tikungan memiliki data sebagai berikut: f = 0,017 U = 1,5 m/det D = 1,2 m X = 0,4 V o = 0,1 m/det (kecepatan sekunder pada daerah lurus) R c = 4 meter Tentukan kecepatan sekunder maksimum dan tinjaulah distribusi kecepatan sekunder pada tikungan tersebut dengan mengambil 3 titik tinjauan yang berbeda.