PERBANYAKAN TANAMAN BANYAK KEMAJUAN DALAM PERBANYAKAN TANAMAN YANG DICAPAI SEJAK DAHULU. TETAPI KEMAJUAN INI TIDAK AKAN DEMIKIAN BANYAK TANPA METODE YANG.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Selamat Belajar Biologi
Advertisements

WELCOME PERTUMBUHAN &PERKEMBANGAN PADA TANAMAN
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN
Pertumbuhan dan Perkembangan Mahkluk Hidup
BIOLOGI Loading… KOMPETENSI MATERI VIDEO PEMBELAJARAN LATIHAN.
Siklus hidup dan perkembangbiakan tanaman  Pengetahuan tentang siklus hidup dan perkembangbiakan tanaman – penting dalam pemuliaan tanaman.  1 siklus.
PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN
Selamat Belajar Biologi
Keragaman metabolit sekunder
HORMON PADA TUMBUHAN Pada tumbuhan, hormon dihasilkan terutama pada bagian tumbuhan yang sel-selnya masih aktif membelah diri (pucuk batang/cabang atau.
B. KECAMBAH BIJI AKAN BERKECAMBAH STL MENGALAMI MASA DORMAN
Laporan praktikum Disusun oleh : Abdul latif Irfan M.Muqromulloh Firman maulana Syahrul ulum SMA NEGERI 8 KOTA SERANG.
HORMON PERTUMBUHAN PADA TUMBUHAN
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN
FAKTOR-FAKTOR BERPENGARUH TERHADAP PERKECAMBAHAN
II. PERKEMBANGBIAKAN TANAMAN
HORMON PADA TUMBUHAN Pada tumbuhan, hormon dihasilkan terutama pada bagian tumbuhan yang sel-selnya masih aktif membelah diri (pucuk batang/cabang atau.
PERBANYAKAN TANAMAN BANYAK KEMAJUAN DALAM PERBANYAKAN TANAMAN YANG DICAPAI SEJAK DAHULU. TETAPI KEMAJUAN INI TIDAK AKAN DEMIKIAN BANYAK TANPA METODE YANG.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
METABOLISME PERKECAMBAHAN BENIH
DORMANSI,PERKEMBANGAN BIJI, KULTUR JARINGAN
BAB 1 PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Perkecambahan Tumbuhan
PERTUMBUHAN TANAMAN.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN
EKOFISIOLOGI.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN
ZAT PENGATUR TUMBUH (HORMON)
PASCA UTS SEMESTER GENAP T.A. 2014/2015
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
NUTRISI DAN PERTUMBUHAN TANAMAN
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TUMBUHAN
PERTUMBUHAN TANAMAN.
UJIAN AKHIR SEMESTER Nama : Henny Ernawati NIM : Prodi : Pendidikan Biologi Semester : 3A.
PERTUMBUHAN PADA TUMBUHAN Kelas XII IA, Semester ganjil
Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan
Reproduksi Pada Tumbuhan Dan Hewan
PASCA UTS SEMESTER GENAP T.A. 2013/2014
PERGERAKAN GULA & NUTRISI LAINNYA DALAM TUMBUHAN
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN
SELAMAT DATANG DI DUNIA BIOLOGI
M E N U MATERI GAMBAR pilih SIMULASI LATIHAN.
Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
Fase PERTUMBUHAN DAN produksi tanaman
PERTUMBUHAN dan PERKEMBANGAN pada TUMBUHAN
II. PERBANYAKAN TANAMAN
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Pembelajaran Berbasis Multimedia by Widyasepta Nurpratitis
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
FITOHORMON Kelompok VII Intan Raravahrani Noyalita Khodijah
A M A R I L I S (Hippeastrum spp).
Pertumbuhan dan perkembangan Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan Perkecambahan EpigealHipogeal Pertumbuhan organ PrimerSekunder Faktor-faktor InternalEksternal.
SELAMAT DATANG DI PRESENTASI HELLYATUNISA
UNIVERSITAS JEMBER PROGRAM STUDI AGRONOMI
Proses fisiologi perkecambahan benih (dorman dan non dorman)
Lumut(bryophyta) Tubuh lumut ada yang berbentuk lembaran, ada pula yang berbentuk seperti tumbuhan kecil dan tegak. Lumut yang berukuran kecil umumnya.
HUBUNGAN AIR DAN TANAMAN
HUBUNGAN AIR DAN TANAMAN
Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
BIOLOGI ASYiiiiK BIOLOGI ASYiiik MENU MATERI VIDEO GAMBAR PERTANYAAN.
PERKECAMBAHAN DAN DORMANSI
Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
BAB 1 PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Pertumbuhan  P P eristiwa perubahan biologi yang terjadi pada makhluk hidup yang berupa pertambahan ukuran (volume, massa, dan tinggi).  I Irreversibel.
Pertumbuhan Perkembangan
HORMON PADA TUMBUHAN Pada tumbuhan, hormon dihasilkan terutama pada bagian tumbuhan yang sel-selnya masih aktif membelah diri (pucuk batang/cabang atau.
PERTUMBUHAN PADA TUMBUHAN Kelas XII IA, Semester ganjil
Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan BAB 1 Oleh: Fadhilatul Huryah/
DITUJUKAN PADA URUTAN PERISTIWA YANG TERLIBAT DALAM PENGABADIAN DAN PELIPATGANDAAN DARI DAN SUATU ORGANISME.
Transcript presentasi:

PERBANYAKAN TANAMAN BANYAK KEMAJUAN DALAM PERBANYAKAN TANAMAN YANG DICAPAI SEJAK DAHULU. TETAPI KEMAJUAN INI TIDAK AKAN DEMIKIAN BANYAK TANPA METODE YANG DAPAT MEMPERTAHANKAN BENTUK TANAMAN YANG TELAH DIPERBAIKI TERSEBUT   KEBANYAKAN TANAMAN AKAN HILANG ATAU KEMBALI KE BENTUK AWAL KECUALI BILA DIPERBANYAK DI BAWAH KONDISI YANG TERKONTROL UNTUK MELINDUNGI SIFAT UNIK YANG MEMBUAT MEREKA BERGUNA

SEJALAN DENGAN PENEMUAN BARU DENGAN MACAM MACAM KULTIVAR TANAMAN, PENGETAHUAN DAN TEKNIK UNTUK MELINDUNGI MEREKA HARUS DIPELAJARI. PERBANYAKAN TANAMAN MELIBATKAN PENGONTROLAN 2 (DUA) TIPE DASAR YANG BERBEDA DARI SIKLUS HIDUP, YAITU SEKSUAL DAN ASEKSUAL PERLINDUNGAN SIFAT KHUSUS SUATU TANAMAN ATAU GROUP TANAMAN TERGANTUNG PADA TRANSMISI GEN DARI SUATU GENERASI KE GENERASI BERIKUT, DARI SUATU KOMBINASI GEN DI DALAM SEL. JUMLAH TOTAL GEN-GEN TERSEBUT MEMBENTUK GENOTYPA TANAMAN

INTERAKSI ANTARA GENOTYPA DENGAN LINGKUNGAN MENGHASILKAN PENAMPILAN LUAR TANAMAN (FENOTYPA). DENGAN DEMIKIAN FUNGSI DARI TEKNIK PERBANYAKAN TANAMAN ADALAH UNTUK MELINDUNGI GENOTYPA TERTENTU ATAU KOMBINASI GENOTYPA YANG AKAN MEMPRODUKSI TANAMAN YANG SEDANG DIPERBANYAK

PERBANYAKAN SEKSUAL (GENERATIF) DALAM SIKLUS INI BIJI DIGUNAKAN SEBAGAI ALAT PERBANYAKAN. SIFAT TURUNAN MERUPAKAN SUMBANGAN GENETIS TETUANYA. REPRODUKSI DENGAN BIJI AKAN MENYEBABKAN VARIASI ANTAR TANAMAN. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN DARI KECAMBAH TERJADI DALAM 3 (TIGA) FASE, YAITU :

FASE EMBRIO, DIMULAI DENGAN FUSI ANTARA GAMET JANTAN DAN BETINA UNTUK MEMBENTUK ZIGOT FASE JUVENIL, DIMULAI DENGAN PERKECAMBAHAN BIJI DAN EMBRIO TUMBUH MENJADI TANAMAN MUDA. DALAM FASE INI PERTUMBUHAN VEGETATIF YANG MENDOMINASI MORFOLOGI TANAMAN BERKEMBANG. SECARA UMUM TANAMAN PADA FASE INI TIDAK RESPON TERHADAP ZAT PERANGSANG PEMBUNGAAN FASE DEWASA, TANAMAN MENCAPAI UKURAN MAKSIMAL DAN MEMASUKI STADIA YANG DIDOMINASI OLEH PEMBENTUKAN BUNGA, BUAH DAN BIJI

4.FASE TRANSISI, ADALAH FASE PADA SAAT TANAMAN SECARA BERTAHAP KEHILANGAN SIFAT JUVENILITASNYA DAN MEMASUKI MASA DEWASA. PERUBAHAN INI DITUNJUKKAN PADA PERUBAHAN MORFOLOGI, SEPERTI HILANGNYA KEMAMPUAN UNTUK MEMBERIKAN RESPON KEPADA ZAT PERANGSANG PEMBUNGAAN

SIKLUS HIDUP ASEKSUAL (VEGETATIF) PADA PERBANYAKAN SECARA ASEKSUAL ATAU VEGETATIF GENOTIF DARI TANAMAN INDUK DIWARISI SECARA SEMPURNA. BAGIAN-BAGIAN TANAMAN PADA FASE SIKLUS MANAPUN DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN TANAMAN AWAL BAHAN YANG DPILIH UNTUK PERBANYAKAN KARENA SIFAT VEGETATIFNYA DAN DIAMBIL SEBELUM MENCAPAI FASE DEWASA AKAN TETAPI MENUNJUKKAN SIFAT JUVENILNYA. BAHAN TANAMAN YANG DIPILIH KARENA SIFAT BUNGA DAN BUAHNYA TIDAK LAGI MENUNJUKKAN SIFAT JUVENILNYA ATAUPUN TRANSISINYA DAN TETAP SECARA BIOLOGI DEWASA

DENGAN DEMIKIAN PERLU DIKETAHUI FASE VEGETATIF DAN FASE PEMBUNGAAN DENGAN DEMIKIAN PERLU DIKETAHUI FASE VEGETATIF DAN FASE PEMBUNGAAN. FASE VEGETATIF, ADALAH FASE PERTUMBUHAN TANAMAN DENGAN PERPANJANGAN AKAR DAN BATANG, PENINGKATAN VOLUME TANAMAN DAN PERLUASAN DAUN. PADA FASE PEMBUNGAAN PERPANJANGAN BATANG BERAKHIR DAN BEBERAPA TITIK TUMBUH BERUBAH MENJADI KUNCUP BUNGA DAN AKHIRNYA MEMBENTUK BUAH DAN BIJI

PERKEMBANGAN BUNGA DAN BUAH AKUMULASI BAHAN MAKANAN DALAM BIJI AKUMULASI BAHAN MAKANAN DALAM BIJI DAPAT DIUKUR MELALUI PERUBAHAN BERAT KERINGNYA. BAHAN-BAHAN TERSEBUT BERASAL DARI KARBOHIDRAT HASIL FOTOSINTESIS YANG DIANGKUT KE BUAH DAN BIJI. DI MANA KARBOHIDRAT TERSEBUT DIUBAH MENJADI SENYAWA KOMPLEKS, KEBANYAKAN PROSES PERUBAHAN INI TERJADI PADA PERIODE AKHIR PERTUMBUHAN BUAH

PEMASAKAN BIJI PERUBAHAN FISIK DAN KIMIA TERJADI PADA PEMASAKAN YANG MENYEBABKAN PENUAAN BUAH. SATU PERUBAHAN YANG SANGAT JELAS ADALAH PENGERINGAN JARINGAN BUAH, WARNA BUAH, KULIT BIJI DAN PELUNAKAN BUAH

PROSES PERKECAMBAHAN PENGAKTIPAN PADA TAHAP INI KOMPONEN-KOMPONEN DARI SISTEM PEMBENTUK PROTEIN YAITU DNA DAN RNA DALAM SEL MENJADI AKTIF. KOMPONEN INI TIDAK AKTIF (DORMAN) PADA SAAT BIJI MATANG. TETAPI SETELAH PENGAMBILAN AIR OLEH BIJI (HIDRASI) SISTEM INI MENJADI AKTIF DAN BERFUNGSI MENJADI AKTIF DAN BERFUNGSI MEMBENTUK PROTEIN. ENZIM-ENZIM YANG DIHASILKAN MENGAKTIFKAN METABOLIK SEL-SEL. BEBERAPA ENZIM DIBUAT SEMASA PERKEMBANGAN BIJI, ENZIM YANG LAIN DIBENTUK SETELAH PERKECAMBAHAN MULAI

PENCERNAAN DAN TRANSLOKASI SETELAH SINTESA PROTEIN AKTIF BERFUNGSI, MAKA AKAN TERBENTUK ENZIM BARU, BAHAN PEMBENTUK, SENYAWA PENGATUR, ASAM NUCLEAT DAN SEBAGAINYA (SEMUA SEL BERFUNGSI DAN MENSISTESIS BAHAN BARU)   ENZIM MENCERNA BAHAN SIMPANAN BERUPA  PROTEIN, LEMAK DAN KARBOHIDRAT, DALAM JARINGAN PENYIMPAN BENIH (ENDOS PERMAE DAN KOTILEDON). AKAN TERBENTUK MENJADI SENYAWA YANG LEBIH SEDERHANA. PENCERNAAN BAHAN SIMPAN INI MENYEBABKAN TERJADINYA PERKECAMBAHA. PERKECAMBAHAN AKAN TERJADI BILA ADA GIBERELIN, JIKA ADA PENGHAMBAT (INHIBITOR) PENGARUH GIBERELIN HILANG DAN PERKECAMBAHAN TIDAK TERJADI. BILA ADA SITOKININ PENGARUH BURUK INHIBITOR DAPAT DIHILANGI SEHINGGA BIJI BISA BERKECAMBAH

HUBUNGAN KEBERADAAN HORMON DENGAN PERKECAMBAHAN DAN DORMANSI

PEMBELAHAN SEL PEMBELAHAN SEL TERJADI PADA TITIK TUMBUH EMBRIO DAN DIIKUTI OLEH PEMBESARAN STRUKTUR KECAMBAH. PERPANJANGAN SEL DAN KELUARNYA AKAR MERUPAKAN TANDA AWAL PERKECAMBAHAN. BILA PERTUMBUHAN TELAH DIMULAI, BERAT BASAH DAN BERAT KERING DARI KECAMBAH MENINGKAT TETAPI BERAT JARINGAN MENURUN, RESPIRASI MENINGKAT SESUAI DENGAN TINGKAT PERTUMBUHAN