PENGENDALIAN INTERN DAN AKUNTANSI UNTUK KAS

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Application Audit Program
Advertisements

Pengantar Akuntansi, Edisi ke-21 Warren Reeve Fess
PERTEMUAN KEEMPAT PERSEDIAAN BARANG (1).
SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG
BAB II Piutang dagang & piutang wesel
BAB III KAS DAN INVESTASI JANGKA PENDEK
Analisa Biaya Bahan Baku
Akuntansi untuk Bisnis Perdagangan
Persediaan Barang Dagangan Materi 6
PERSEDIAAN Persediaan berpengaruh terhadap neraca maupun laba rugi.
AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN DAGANG
NERACA (LAPORAN POSISI KEUANGAN) (KAS/BANK, PIUTANG DAN PERSEDIAAN)
REKONSILIASI BANK.
Gambaran Umum Perusahaan Dagang
Akuntansi Perusahaan Dagang (Part - 1)
Mencatat Transaksi atau Dokumen Kedalam Jurnal Khusus
Pertemuan 3 AKUNTANSI PERUSAHAAN MANUFAKTUR
Akuntansi Perusahaan Dagang
Rekening Giro Bank sebagai alat pengawasan
DEPARTEMEN KEUANGAN RI 2007
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
BAB 16 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAGANG
LAPORAN ARUS KAS (CASH FLOW REPORT) 1/23/2018.
Sistem Pengendalian Internal dan Laporan Rekonsiliasi Bank
BAB 8 AKUNTANSI PIUTANG Rita Tri Yusnita, SE., MM.
Definisi Persediaan: Adalah meliputi semua barang yang dimiliki perusahaan pada saat tertentu, dengan tujuan untuk dijual atau dikonsumsi dalam siklus.
Kas Kas didalam pengertian akuntansi didefinisikan sebagai alat pertukaran yang dapat diterima untuk pelunasan hutang dan dapat diterima sebagai suatu.
SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG DAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR
Bab 11 KAS.
AKUNTANSI KOPERASI a JUNAIDI, SE
SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN
Jurnal, Buku Besar, dan Daftar Saldo
PERSEDIAAN / INVENTORY
AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG
RANGKUMAN DAN UJIAN AKHIR.
BAB 8 BIAYA BAHAN BAKU.
AKUNTANSI KAS Kas Kecil (Petty Cash).
MATERI 2 KARAKTERISTIK PERUSAHAAN DAGANG.
PERSEDIAAN BARANG DAGANG
SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG
Akuntansi untuk Perusahaan Pemanufakturan
Pengendalian Internal dan Kas
Proses Akuntansi Oleh : Muhammad Zainal Abidin SE, Ak, MM.
BAB 6 Akuntansi untuk Perusahaan Dagang
AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG
AKUNTANSI PAJAK ATAS ASET LANCAR (Current Asset)
HARIRI, SE., M.Ak Universitas Islam Malang 2016
DASAR-DASAR AKUNTANSI AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN DAGANG
PERSEDIAAN (INVENTORY)
Bab 15 sistem akuntansi persediaan
SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG
AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG
PENILAIAN PERSEDIAAN: PENDEKATAN DASAR BIAYA
Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang
Pembiayaan dan Pengendalian Bahan Baku
Pengendalian Internal Persediaan Metode Pencatatan Persediaan dalam Sistem persediaan perpectual dan periodik.
SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG
SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG
BIAYA BAHAN BAKU Akuntansi Biaya Surisman,SE, M.Ak.
AKUNTANSI KEUANGAN MADYA 1
AKUNTANSI KEUANGAN MADYA 1
P E R S E D I A A N Lenni Yovita, S.E., M.Si.
AKUNTANSI KEUANGAN MADYA 1
Welcome Intermediate Accounting II
AKUNTANSI KEUANGAN MADYA I
ACCOUNTING PRINCIPLES.
8 KELOMPOK Risca Rio Aditya Nugroho
4.2. PENENTUAN HARGA POKOK Bagaimana memperhitungkan biaya kepada suatu produk pokok atau pesanan atau jasa, yang dapat dilakukan dengan cara memasukkan.
REKONSILIASI BANK   PT. MUMET, membuka rekening di Bank MAN, sejak beberapa bulan yang lalu. Menurut laporan bank pada tanggal 31 Mei 2008 rekening giro.
Penentuan Biaya Bahan Baku
Transcript presentasi:

PENGENDALIAN INTERN DAN AKUNTANSI UNTUK KAS Tujuh Prinsip Pengendalian intern : Penetapan tanggungjawab secara jelas Penyenggaraan pencatatan yang memadai Pengangsuransian kekayaan dan karyawan perusahaan Pemisahan Pencatatan dan penyimpanan aktiva Pemisahan Tanggungjawab atas transaksi yang berkaitan Pemakaian peralatan mekanis ( bila memungkinkan ) Pelaksanaan Pemeriksaan secara independen

PENGENDALIAN INTERN TERHADAP KAS Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai Penerimaan Kas Melalui Pos Pengeluaran Kas

SISTEM VOUCHER DAN PENGAWASAN Permintaan Pembelian Pesanan Pembelian Faktur Laporan Permintaan Barang Pengesahan Faktur Voucher

REKENING GIRO BANK SEBAGAI ALAT PENGAWASAN Kartu Tanda Tangan Bukti Setoran Cek Laporan bank Rekonsiliasi Bank

REKONSISLIASI BANK Penyebab perbedaan antara saldo menurut pembukuan perusahaan dengan laporan bank : Bank belum mencatat transaksi tertentu a. Setoran dalam perjalanan b. Cek Dalam Perjalanan 2. Perusahaan belum mencatat transaksi tertentu. a. Penerimaan Kas melalui bank b. Biaya administrasi bank c. Pendapatan bunga atau jasa giro d. Cek kosong dari konsumen atau debitur e. Cek dikembalikan kepada penyetor karena alasan lain 3. Bank dan perusahaan ke dua duanya melakukan kesalahan

TAHAP TAHAP PENYUSUNAN REKONSILIASI BANK Saldo yang tercantum dalam laporan bank dan saldo yang tercantum dalam rekening kas perusahaan ( saldo per buku ) Tambahkan atau kurangkan pada saldo per bank, hal hal yang tercantum dalam pembukuan perusahaan tetapi tidak tercantum dalam laporan bank a. Tambahkan setoran dalam perjalanan pada saldo per bank b. Kurangkan cek dalam perjalanan dari saldo per bank 3. Tambahkan atau kurangkan pada saldo per buku, hal hal yang tercantum dalam laporan bank tetapi tidak tercatat dalam pembukuan perusahaan. a. Tambahkan pada saldo per buku 1. Penerimaan penerimaan kas langsung melalui bank 2. Pendapatan bunga atas saldo giro di bank b. Kurangkan dari saldo per buku 1. Biaya Administrasi Bank 2. Biaya pencetakan cek 3. Pengurangan yang telah dilakukan oleh bank lainnya

TAHAP TAHAP PENYUSUNAN REKONSILIASI BANK 4. Hitunglah saldo per bank yang telah disesuaikan dan saldo per buku yang telah disesuaiakn. Kedua saldo tersebut harus sama 5. Buatlah jurnal untuk setiap hal yang terdapat pada butir 3 di atas yaitu hal hal yang tercantum pada sisi per buku ( perusahaan ) dalam rekonsiliasi bank 6. Perbaiki semua kesalahan yang terdapat dalam pembukuan perusahaan dan sampaikan pemberitahuan ke bank jika bank telah melakukan kesalahan.

Contoh pembuatan Rekonsiliasi Bank PT Nusantara memiliki rekening giro di Bank Niaga. Pada akhir bulan Januari , PT Nusantara menerima laporan dari bank Niaga yang berisi informasi mengenai saldo awal bulan; pertambahan dan pengurangan yang telah dilakukan bank selama bulan Januari atas rekening Giro PT Nusantara dean saldo per 31 Januari. Menurut laporan bank saldo giro PT Nusantara per 31 Januari adalah Rp 5.388.480 . Menurut pembukuan PT Nusantara , saldo rekening giro di Bank Niaga adalah Rp 3.294.210. Perbedaan tersebut disebabkan : Setoran tanggal 30 Januari sebesar Rp 1.591.630 tidak tercantum dalam laporan bank Bank telah melakukan kesalahan pembukuan, yaitu cek yang ditarik oleh PT Antara sebesar Rp 100.000 ( Nomor cek 656 ) telah dikurangkan pada rekening PT Nusantara. Lima lembar cek yang ditarik pada akhir bulan Januari dan telah dicatat dalam jurnal pengeluaran kas oleh PT Nusantara, belum dibayar oleh bank

Contoh pembuatan Rekonsiliasi Bank No Cek Tanggal Jumlah 337 27 januari Rp 286.000 338 28 Januari Rp 319.470 339 Rp 83.000 340 29 Januari Rp 203.000 341 30 januari Rp 458.530

Contoh pembuatan Rekonsiliasi Bank 4. Bank telah menerima pelunasan selembar wesel tagih milik PT Nusantara sebesar Rp 2.114.000 ( termasuk di dalamnya pendapatan bunga ) sebesar Rp 14.000. Penerimaan pelunasan wesel ini belum dicatat dalam jurnal penerimaan kas oleh PT Nusantara. 5. Laporan bank menunjukkan bahwa bank telah memberi bunga pada PT Nusantara sebesar Rp 28.010. 6. Cek No 333 sebesar Rp 150.000 yang dibayarkan pada PT Bromo telah dicatat dalam jurnal pengeluaran kas oleh PT Nusantara dengan jumlah Rp 510.000 , sehingga saldo per buku menjadi terlalu rendah Rp 360.000 7. Biaya administrasi bank bulan Januari adalah Rp 14.250. 8. Laporan bank menunjukkan adanya pengembalian cek yang tidak cukup dananya ( ceki kosong ) sebesar Rp 52.000. Cek tersebut dari PT Rosalina.

LAPORAN REKONSILIASI BANK PT NUSANTARA LAPORAN REKONSILIASI BANK PER 31 JANUARI 2006 Per Bank Saldo 31 januari Rp 5.388.480 Tambah : Setoran dalam perjalanan Rp 1.591.630 Koreksi Kesalahan Bank Rp 100.000 Rp 7.080.110 Per Buku : Saldo 31 januari Rp 3.294.210 4. Penerimaan wesel melalui Bank Rp 2.114.000 5. Pendapatan bunga bank Rp 28.010 6. Kesalhana pembukuan Rp 360.000 Kurangi : 3. Cek dalam perjalanan : No 337 Rp 286.000 No 338 Rp 319.470 No 339 Rp 83.000 No 340 Rp 203.140 No 341 Rp 458.530 ( Rp1.350.140 ) Saldo per bank Rp 5.729.970 Kurantgi : 7. Biaya administrasi Rp 14.250 8. Cek kosong Rp 52.000 ( Rp 66.250 ) Saldo per buku Rp 5.729.970

JURNAL PENYESUAIAN Jan 31 Kas Rp 2.114.000,00 Piutang Wesel Rp 1.900.000,00 Pendapatan bunga Rp 214.000,00 Kas Rp 28.010,00 Pendapatan Bunga Rp. 28.010,00 Kas Rp 360.000,00 Utang Dagang Rp 360.000,00 Macam macam Biaya Rp 14.250.000,00 Kas Rp 14.250.000,00 Piutang Dagang Rp 52.000,00 Kas Rp 52.000,00

Ats pengeluaran cek tersebut perusahaan membuat jurnal sbb : DANA KAS KECIL Untuk membentuk Kas Kecil perusahaan harus menaksir jumlah kas yang diperlukan untuk suatu jangka waktu tertentu, seminggu ata sebulan. Selanjutnay perusahaan mengeluarkan cek untuk mengisi dana kas kecil tersebut. Ats pengeluaran cek tersebut perusahaan membuat jurnal sbb : Kas kecil Rp XX Kas Rp XX

Dana Kas Kecil Dikelola Disimpan di kas kecil biasanya menyimpan di peti penyimpan uang dan dilengkapi dengan kunci pengaman. Apabila kas kecil akan digunakan maka sebelumnya perlu dibuat dokumen yang disebut bukti pengeluaran kas kecil dan harus ditandatangani oleh orang yang menerima kas kecil, dan disimpan oleh pemegang kas . No 17 Rp 10.000,00 BUKTI PENGELUARAN KAS Tanggal…………………. Untuk Pembersihan kaca ……………………………………………………… Dibebankan pada Biaya Umum Lain lain Disetujui Oleh Diterima Oleh

PEMBENTUKAN KAS KECIL Contoh : Pada tanggal 1 Maret PT ABC membentuk dana kas kecil sebesar Rp 1000.000,00, maka jurnal yang harus dibuat unt7uk pembentukan dana kas kecil ini sebagai berikut : Maret 1 Kas Kecil Rp 1.000.000,00 Kas Rp 1.00.000,00 Pembayaran melalui kas Setiap pembayaran yang dilakukan melalui kas kecil harus didokumentasikan menggunakan bukti kas kecil ( Voucher kas kecil ), Pada saat terjadi pemakaian kas kecil, perusahaan tidak membuat jurnal.

Pengisian kembali kas kecil Contoh : Pada tanggal 15 Maret pemegang kas kecil mengajukan permintaan kembali kas kecil sebesar Rp 8.700.000 yang dilampiri dengan bukti bukti pengeluaran kas kecil berupa biaya Rp 4.400.000 biaya angkut Rp 1.800.000 Perlengkapan kantor Rp 200.000 dan macam macam biaya Rp 50.000 ‘ Jurnal yang dibuat untuk pengisian kas kecil

PERSEDIAAN Arti Penting Persediaan Persediaan berpengaruh terhadap neraca maupun laporan rugi laba. Dalam perusahaan dagang maupun perusahaan manufaktur persediaan merupakan bagian yang sangat besar dari keseluruhan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan, jumlah dan prosentasenya berbeda beda antar perusahaan satu dengan yang lainnya. Dalam laporan rugi laba persediaan memegang peranan yang sangat fital dalam penentuan hasil operasi perusahaan . Manajemen berusaha untuk menjaga keseimbangan persediaan agar tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.

KLASIFIKASI PERSEDIAAN Persediaan memiliki dua karakteristik penting : 1. Persediaan merupakan milik perusahaan. 2. Persediaan terrsebut siap untuk dijual kepada konsumen . Dalam perusahaan dagang dikenal satu klasifikasi persediaan disebut persediaan barang dagangan . Pada perusahaan manufaktur tidak semua persediaan siap untuk dijual , oleh karena itu persediaan diklasifikasi menjadi 3 kategori : Persediaan barang jadi , persediaan barang dalam proses, persediaan bahan baku.

PENENTUAN KUANTITAS PERSEDIAAN Tujuan penentuan kuantitas persediaan adalah untuk menetapkan jumlah unit persediaan yang dimiliki perusahaan pada tanggal neraca. Pekerjaan ini meliputi : Melakukan perhitungan pisik atas barang yang ada di gudang Menentukan pemilikan atas barang dalam perjalanan

PERHITUNGAN FISIK PERSEDIAAN Perhitungan fisik meliputi pekerjaan menghitung, menimbang, atau mengukur tiap jenis barang yang berada dalam persediaan.Pada perusahaan yang memiliki persediaan dalam jumlah dan jenis yang banyak pekerjaan menghitung persediaan memakan waktu dan melelahkan. Untuk memperkcil kemungkinan terjadi kesalahan dalam perhitungan fisik persediaan perusahaan menerapkan pengandalian intern sebagai berikut : Perhitungan harus dilakukan oleh orang orang yang tidak ditugasi untuk menyimpan persediaan. Tiap bagian mendapat tugas yang jelas mengenai jenis persediaan yang menjadi tanggungjawabnya. Harus dilakukan perhitungan ke dua oleh orang lain. Harus digunakan kartu persediaan yang bernomor urut tercetak Harus ditunjuk pengawas yang bertugas untuk menentukan bahwa semua jenis persediaan diberi kartu. Seandainya barang tersebut tidak diikut sertakan maka persediaan akan terlalu rendah 4.500

BARANG DALAM PERJALANAN Hak pemilikan ditentukan oleh syrat penjualan yang disepakati oleh pihak penjual dan pembeli. Syarat yang digunakan : FOB ( Free on Board ) shipping point, maka pemilikan atas barang akan pindah ke tangan pembeli pada saat pihak pengangkut menerima barang dari tangan penjual. Sebaliknya apabila syarat penjualan yang digunakan FOB destiniion, maka hak milik atas barang akan tetap berada di tangan penjual sampai barang diserahkan ke tangan pembeli oleh perusahaan pengangkut. Contoh : Pada tanggal 31 Desember 2001 , PT Rinjani memiliki 20.000 unit barang di gudang dan sejumlah barang dalam perjalanan Yakni : 1. barang yang dijual pada tanggal 31 Desember sebanyak 1.500 unit dengan syarat FOB Destination dan 2 ). Barang barang yang dibeli dengan syarat FOB Shipping point sebanyak 3.000 unit dan oleh penjual telah diserahkan pada perusahaan pengangkut pada tanggal 31 Desember 2001 PT Rinjani adalah pemegang hak milik atas barang barang dalam perjalanan tersebut.

HARGA PEROLEHAN PERSEDIAAN Harga perolehan meliputi semua pengeluaran yang diperlukan untuk mendapat barang dan menempatkan dalam kondisi yang siap untuk dijual. Faktor faktor yang mempengaruhi harga perolehan persediaan, nama rekeningnya dan pengaruh terhadap harga perolehan persediaan nampak sebagai berikut : Faktor Nama Rekening Pengaruh Thd Harga Perolehan Harga Faktur Biaya angkut Potongan Tunai Pembelian Retur dan potongan pembelian Pembelian Biaya angkut Pembelian Menambah Mengurangi

HARGA PEROLEHAN PERSEDIAAN YANG TERSEDIA UNTUK DIJUAL Harga perolehan persediaan sebagai kumpulanharga perolehan yang terdiri dari dua elemen : Harga perolehan persediaan awal Harga perolehan barang yang dibeli ( atau disingkat “ pembelian “ ) selama periode yang bersangkutan. Jumlah kedua elemen ini adalah harga perolehan barang yang tersedia untuk dijual . Dalam pengalokasian tersebut pertama tama ditentukan harga perolehan persediaan akhir kemudian angka harga perolehan persediaan akhir dikurangkan dari harga perolehan barang yang tersedia untuk dijual. HARGA PEROLEHAN PERSEDIAAN YANG TERSEDIA UNTUK DIJUAL Persediaan awal Rp 200.000 Pembelian Rp 1.000.000 Tersedia untuk dijual Rp 1.200.000 Langkah 1 PERSEDIAAN AKHIR Unit HP/Unit Total HP 5.000 Rp 30 Rp 150.000 LANGKAH 2 Tersedia dijual Rp 1.200.000 Persediaan akhir Rp 150.000 Harga Pokok Penjualan Rp 1.050.000

Contoh PT Himalaya memiliki harga perolehan barang yang tersedia untuk dijual sebesar Rp 1.200.000. Angka ini diperoleh dari penjumlahan persediaan awal sebesar Rp 200.000 dan pembelian selama periode yang bersangkutan sebesar Rp 1.000.000. Dari hasil perhitungan fisik persediaan diketahui bahwa persediaan akhir periode adala 5000 unit . Harga perolehan barang yang ada pada akhir periode adalah Rp 30 per unit.

METODE PENETAPAN HARGA PEROLEHAN ATAS DASAR ALIRAN FISIK SESUNGGUHNYA Metode Identifikasi Khusus yaitu mengikuti aliran fisik barang yang sesungguhnya terjadi. Dalam metode ini tiap jenis persediaan diberi tanda, digantungi kartu atau diberi kode menuurt harga perolehan. Contoh : Misalkan toko barang barang elektronik membeli 5 buah televisi 27 inch merk cohy dengan harga yang berbeda yakni Rp 2.500.000, Rp 2.550.000, Rp 2.600.000, Rp 2.625.000, Rp 2.700.000 . Selama tahun tersebut tiga buah televisi telah dijual dengan harga masing masing Rp 3.000.000. Pada tanggal 31 Desember perusahaan tersebut melakukan perhitungan fisik dan dari perhitungan fisdik tersebut diketahui dua pesawat televisi yang ada di gudang memiliki harga perolehan Rp 2.500.000 dan 2.600.000 . Hal ini dapat diketahui dari kartu yang melekat pada masing masing barang . Dengan demikian harga perolehan persedeiaan akhir televisi adalah Rp 5.100.000 ( Rp2.500.000 + Rp 2.600.000 ) dan harga pokok penjualan Rp 7.875.000 ( Rp 2.550.000 + Rp 2.625.000 – Rp 2.700.000 )

METODE HARGA PEROLEHAN ATAS DASAR ALIRAN ANGGAPAN Pada perusahaan yang menjual barang dengan aneka ragam jenis dan banyak jumlahnya penerapan metode ini tidak praktis . Oleh karena itu dalam akuntansi lazim digunakan metode penentuan harga perolehan yang didasarkan pada aliran anggapan First In First Out ( FIFO ) Last In First Out ( LIFO ) Harga Perolehan Rata Rata

Contoh : PT Pinatubo ( sebuah perusahaan yang bergerak di bidfang perdagangan alat alat elektronika ) menggunakan sistem persediaan periodik dan memiliki informasi sebagai berikut : PT PINATUBO Radio Type Z202 Unit HP /Unit Total HP 1/1 Persediaan awal 100 Rp 10 Rp 1.000 15/4 Pembelian 200 Rp 11 Rp 2.200 24/8 Pembelian 300 Rp 12 Rp 3.600 27/11 Pembelian 400 Rp 13 Rp 5.200 1.000 Rp 12.000 Selama tahun ini telah dijual 550 unit, dan penetapan pada tanggal 31 Desember berjumlah 450 unit.

METHODE FIRST IN FIRST OUT Metode FIFO menganggap bahwa barang yang telah dibeli dibeli, akan dijual lebih dahulu HARGA PEROLEHAN PERSEDIAAN YANG TERSEDIA UNTUK DIJUAL Tgl Keterangan Unit HP/Unit Total HP 1/1 Persediaan awal 100 Rp 10 Rp 1.000 15/4 Pembelian 200 Rp 11 Rp 2.200. 24/8 Pembelian 300 Rp 12 Rp 3.600 27/11 Pembelian 400 Rp 13 Rp 5.200 Jumlaj 1.000 Rp 12.000 LANGKAH 1 PERSEDIAAN AKHIR Tgl Unit HP/Unit Total HP 27/11 400 Rp 13 Rp 5.200 24/8 50 Rp 12 Rp 600 Jumlah 450 Rp 5.800 LANGKAH 2 HARGA POKOK PENJUALAN Tersedia dijual Rp 12.000 Persediaan akhir Rp 5.800 Harga Pokok Penjualan Rp 6.200

550 unit barang yang telah dijual akan mempunyai harga perolehan sebagai berikut Tanggal Unit HP/Unit Total HP 1/1 100 X Rp 10 Rp 1.000 16/4 200 X Rp 11 Rp 2.200 24/8 250 X Rp 12 Rp 3.000 550 Rp 6.200

LAST IN FIRST OUT ( LIFO ) Metode Lifo didasarkan pada anggapan bahwa barang yang dibeli lebih akhir akan dijual atau dikeluarkan lebih dahulu. Dengan demikian harga perolehan barang yang dibeli lebih akhir akan dialokasikan lebih dahulu sebagai harga pokok penjualan. Apabila kita menggunakan sistem persediaan periodik semua barang yang dibeli selama periode dianggap tersedia untuk dijual lebih dahulu tanpa memandang harga pembeliannya

HARGA PEROLEHAN PERSEDIAAN YANG TERSEDIA UNTUK DIJUAL Pengalokasian harga perolehan barang yang tersedia dijual pada PT Pinatubo, seandainya perusahaan tersebut menggunakan sistem persediaan periodik dengan metode LIFO akan nampak sebagai berikut : HARGA PEROLEHAN PERSEDIAAN YANG TERSEDIA UNTUK DIJUAL Tanggal Keterangan Unit HP/ U Total HP 1/1 Persediaan Awal 100 Rp 10 Rp 1.000 15/4 Pembelian 200 Rp 11 Rp 2.200 24/8 300 Rp 12 Rp 3.600 27/11 400 Rp 13 Rp 5.200 Jumlah 1.000 Rp 12.000

LANGKAH PERTAMA DAN LANGKAH 2 MENGHITUNG PERSEDIAAN AKHIR DAN HARGA POKOK PENJUALAN Tgl Unit HP/Unit Total HP 1/1 100 Rp 10 Rp 1.000 15/4 200 Rp 11 Rp 2.200 24/8 150 Rp 12 Rp 1.800 Jml 450 Rp 5.800 LANGKAH 2 HARGA POKOK PENJUALAN Tersedia untuk dijual Rp 12.000 Persediaan akhir Rp 5.800 Harga Pokok Penjualan Rp 6.200

METODE RATA RATA Metode rata didasarkan pada anggapan bahwa barang tersedia untuk dijual adalah homogin. Pada metode ini pengalokasian harga perolehan barang yang tersedia untuk dijual dilakukan atas dasar harga perolehan rata rata tertimbang. : = Selanjutnya harga rata rata per unit dikalikan dengan jumlah unit yang ada dalam persediaan untuk menentukan harga perolehan persediaan akhir. Harga perolehan barang tersedia dijual Rp 12.000 Jumlah Unit tersedia dijual 1.000 Rata rata tertimbang per unit Rp 12

HARGA PEROLEHAN PERSEDIAAN YANG TERSEDIA UNTUK DIJUAL Pengalokasian harga perolehan barang tersedia dijual PT Pinatubo dengan menggunakan metode rata rata sebagai berikut : HARGA PEROLEHAN PERSEDIAAN YANG TERSEDIA UNTUK DIJUAL Tgl Keterangan Unit HP/Unit Total HP 1/1 Persediaan awal 100 Rp 10 Rp 1.000 15/4 Pembelian 200 Rp 11 Rp 2.200 24/8 300 Rp 12 Rp 3.600 27/11 400 Rp 13 Rp 6.200 Jumlah 1.000 Rp 12.000 Langkah 1 PERSEDIAAN AKHIR Unit HP/Unit Total HP 450 X Rp 12 Rp 5.400 Langkah 2 HARGA POKOK PENJUALAN Tersedia dijual Rp 12.000 Persediaan akhir Rp 5.400 Harga Poko Penjualan Rp 6.600

PENGARUH METODA HARGA PEROLEHAN TERHADAP LAPORAN KEUANGAN Misalnya PT Pinatubo dengan metode yang berbeda selama periode yang bersangkutan telah menjual 550 unit dengan harga Rp 11.500.000, biaya operasi Rp 2.000.000 dan pajak penghasilan 15 % PT PINATUBO Ringkasan Laporan rugi Laba ( Dalam ribuan Rupiah ) FIFO LIFO Rata Rata Penjualan Persediaan awal Pembelian Harga Perolehan Barang tersedia dijual Persediaan Akhir Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Penjualan Biaya Operasi Laba sebelum pajak Pajak Penghasilan ( 15 % ) Laba bersih RP 11.500 1.000 11.000 12.000 5.800 6.200 5.300 2.000 3.300 495 2.805 Rp 11.500 5.000 7.000 4.500 2.500 375 2.125 5.400 6.600 4.900 2.900 435 2.465

SISTEM PERSEDIAAN PERPETUAL