KEBIJAKAN DAN KONSERVASI SDA

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PERENCANAAN STRATEGIS UNTUK ORGANISASI NON-PROFIT
Advertisements

ANTARA STRATEGI REDUKSI DAN ADAPTASI DI BIDANG PELAYANAN PUBLIK
PENGELOLAAN TERPADU SDA DAN OTDA OLEH AHYAR ISMAIL DEPARTEMEN EKONOMI SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN.
“Jakarta Tak Punya Cadangan Sumber Air Tanah”
KEBIJAKAN DAN KONSERVASI SDA
Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah Departemen Dalam Negeri
SUMBER DAYA AIR DAS (Daerah Aliran Sungai)
PENYUSUNAN RTRW KECAMATAN SANDARAN BERBASIS MASYARAKAT
Lestarikan Lingkungan dengan Penghijauan
LINGKUNGAN DALAM KAJIAN ETIKA & MORAL
air I. Pendahuluan konsumsi sanitasi Sarana transportasi
PENYELENGGARAAN PENGEMBANGAN AIR MINUM
ANALISIS PADA INTEGRASI PERTIMBANGAN LINGKUNGAN
Modul 03. Ekonomi Lingkungan
PENGELOLAAN DAS TERPADU
PENYELENGGARAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) (Masukan untuk Penyusunan Penyusunan Peraturan Perundang-Undangan tentang Penyelenggaraan SPAM) oleh:
KONSEPSI RPP PENYELENGGARAAN SPAM
EVALUASI PROYEK A, 6.1 dan B. 6.2 DR. MUNAJAT, S.P., M.Si.
Kepala Biro Organisasi Setda Prov. Sumbar
KEBIJAKAN NASIONAL PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
LAPORAN KEUANGAN SEKTOR PUBLIK
Perekonomian Indonesia
Good Governance Etika Bisnis.
RPP PENYELENGGARAAN SPAM
KEBIJAKAN PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE
MANAJEMEN LINGKUNGAN PERTEMUAN KE-2.
EKONOMI SUMBERDAYA AIR
PENEGAKAN HUKUM DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN
KONSEP PENGELOLAAN SUMBER DAYA LINGKUNGAN
PENGELOLAAN TERPADU SDA DAN OTDA OLEH AHYAR ISMAIL DEPARTEMEN EKONOMI SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN.
ADAPTASI.
Tarif Pelayanan Publik
PENENTUAN HARGA AIR MINUM
Topik 11 KEBIJAKAN HARGA PRODUK PERTANIAN
KEBIJAKAN DAN KONSERVASI SDA
DANA ALOKASI KHUSUS 2008 “Kebijakan dan Mekanisme Alokasi”
PEREKONOMIAN INDONESIA
PERKEBUNAN DAN MASALAHNYA
KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN DRAINASE LINGKUNGAN
`KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN` Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
PSDA MANAJEMEN SUMBER DAYA AIR TERINTEGRASI/TERPADU
`KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN` Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
LINGKUNGAN DALAM KAJIAN ETIKA & MORAL
`KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN` Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
ASPEK AMDAL DALAM STUDI KELAYAKAN BISNIS
Dikutip dari berbagai sumber
Perekonomian Indonesia
TEORI SEKTOR PUBLIK
ANALISA BIAYA DAN MANFAAT DALAM PENGGUNAAN SUMBER DAYA ALAM
PRIVATISASI BUMN.
STIEPAR YAPARI AKTRIPA BANDUNG
Pengelolaan drainase.
Nixon Rammang. Undang – undang No 5 Tahun 1967 Tentang Ketentuan Pokok Kehutanan diganti dengan Undang-Undang 41 Tahun 1999 Pengelolaan hutan oleh dan.
KEWIRAUSAHAAN DAN PERSPEKTIF PENGUSAHA USAHA KECIL
PENGELOLAAN DAS TERPADU
Pengertian (1) Struktur Ruang Tata Ruang Pola Ruang
Ketahanan Pangan dan Gizi Ade Saputra Nasution. Peraturan Pemerintah No.68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan sebagai peraturan pelaksanaan UU No.7 tahun.
KEDUDUKAN & RUANG LINGKUP
Kebijakan dan Program Penyediaan Air Minum Terkait dengan Hak Atas Air di Indonesia Oswar Mungkasa Bappenas/Pokja AMPL.
I. Rencana Perkuliahan. Penilaian Akhir 1. Kehadiran: 10 % 2. Tugas kecil/diskusi/presentasi: 10 % 3. UTS: 25 % 4. Tugas Besar: 30 % 5. UAS: 25 %
PELATIHAN DASAR TEKNIS BIDANG SUMBER DAYA AIR
PELATIHAN DASAR TEKNIS BIDANG SUMBER DAYA AIR
KEBIJAKAN PENGATURAN PENGELOLAAN SDA
INFRASURUKTUR AIR BERSIH KELOMPOK 3. 1.YUSUFE1B MUQRINE1B YANA WAHYUNIE1B M. AKBAR MUKHLISE1B YUDHYAQSAE1B M.
INFRASTRUKTUR SUMBER DAYA AIR DISUSUN OLEH KELOMPOK 2: NOVIDA YANTI TAMBUNAN ( ) DAMELIA SITORUS ( ) SYUKRON BAGUS AFLAHA( ) SILVIA.
TENTANG PENGUSAHAAN SUMBER DAYA AIR
KONSERVASI SUMBER DAYA AIR
PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR TERPADU
PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA AIR
PELATIHAN DASAR TEKNIS BIDANG SUMBER DAYA AIR
Transcript presentasi:

KEBIJAKAN DAN KONSERVASI SDA BAHAN KULIAH 13 DAN 14 Dr. Ir. AHYAR ISMAIL, MAgr DEPARTEMEN EKONOMI SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2 0 1 1

Halaman 145 - 161

Reformasi Kebijakan Pengelolaan Sumberdaya Air "No Money, No Water" itulah judul buku yang cukup provokatif dari Jan Gerards -- seorang konsultan program pengembangan sumberdaya air dari Gaia Management Consultant.  Dari judul buku di atas telah mengindikasikan akan munculnya problem konflik air, yang disebabkan semakin langkanya (scarcity) jumlah dan kualitas air yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Situasi "demand side efect" terhadap keberadaan air, akan berakibat bahwa air tidak dapat berfungsi sebagai komoditas publik (public goods). Pada akhirnya air akan bergeser fungsinya menjadi komoditas ekonomi (economic goods), yang kehilangan makna fungsi sosialnya. Menurut Apun Afandi (1994), di Indonesia kebutuhan air untuk keperluan domestik (rumah tangga) di pedesaan kurang lebih 120 liter per orang perhari. Sedangkan di negara seperti Amerika Serikat, kebutuhan air rata-rata sekitar 400-650 liter per orang perhari.

Penyedia air bersih …… PDAM Kapasitas produksi nasional air PDAM yang 72.000 liter/detik, sebagian besar PDAM masih menghadapi masalah kebocoran air (unaccounted for water) hingga menyentuh level 40%-50%. PDAM juga dihadapkan pada manajemen yang buruk, dimana hal itu berdampak pada sebagian besar PDAM yang ada di Indonesia mengalami kerugian dan memiliki utang.

Masalah lain yang cukup dominan ialah pelayanan dan kinerja PDAM. Masih banyak idle capacity, kebocoran, kapasitas, kualitas, kontinuitas pelayanan dan otorisasi pengelolaan yang belum diserahkan sepenuhnya. Selain itu, masalah kebijakan nasional yang masih mengijinkan subsidi bagi PDAM, diskriminasi bunga pinjaman dan tiadanya sanksi bagi PDAM yang gagal menjalankan fungsinya dengan baik.

Belum lagi sejumlah persoalan yang secara umum menggelayuti pengelolaan air di Indonesia, seperti: distribusi pelayanan air yang tidak merata; polusi air; ketidakmampuan pemerintah memperluas jaringan irigasi bagi keperluan pertanian, sehingga salah satunya terjadi penurunan produksi padi; serta berkurangnya sediaan (supply) air bersih maupun air minum yang disebabkan berkurangnya daerah tangkapan air akibat alih fungsi lahan.

Dalam persoalan distribusi, tampak lebih banyak difokuskan untuk melayani kegiatan komersial yang mendukung pembangunan ekonomi. Hanya konsumen yang mampu membayar yang dapat memiliki akses terhadap air bersih. Kegagalan PDAM dalam memenuhi kebutuhan tersebut sebenarnya lebih disebabkan buruknya kondisi jaringan pipa yang dimiliki, termasuk jaringan pengumpulan (intake), jaringan transmisi, instalasi pengolahan air, penampungan, jaringan distribusi, sampai dengan sambungan ke tiap-tiap rumah. Hal tersebut mengakibatkan kualitas air yang sampai kepada pelanggan atau masyarakat menjadi menurun.

Padahal Undang Undang (UU) Sumber Daya Air (SDA) Nomor 7 Tahun 2004, mewajibkan pemerintah memenuhi kebutuhan air bersih bagi seluruh rakyat. Di Indonesia secara kelembagaan, SDA dikelola oleh Ditjen SDA Departemen Pekerjaan Umum

FUNGSI DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR Perumusan kebijakan teknik di bidang sumber daya air sesuai peraturan perundangan Penyusunan program dan anggaran serta evaluasi kinerja pelaksanaan kebijakan dibidang sumber daya air

Pelaksanaan kebijakan di bidang sumber daya air meliputi irigasi, rawa dan pantai, sungai, danau, waduk dan bendungan, termasuk penyediaan air baku dan pemanfaatan air tanah Pelaksanaan pengaturan pengelolaan sumber daya air

Pembinaan dan bantuan teknis pengelolaan sumber daya air dan evaluasi termasuk konservasi dan pemeliharaan Pengembangan sistem pembiayaan dan pola investasi di bidang sumber daya air Pengembangan norma, standar, pedoman dan manual di bidang sumber daya air Pelaksanaan urusan administrasi Direktorat Jenderal

Mengapa perlu perubahan kebijakan? Adanya perubahan lingkungan strategi internal dan eksternal maka perlu adanya perubahan kebijakan dan strategi dalam pengembangan SDAir

Faktor-faktor penyebab perlunya perubahan kebijakan dan strategi pengembangan SDA (1) Perubahan lingkungan strategis internal Perubahan lingkungan strategis eksternal Kecenderungan yg nyata dari kenaikan bisnis air pd level lokal, nasional dan global Keterbatasan kemampuan negara

Faktor-faktor penyebab perlunya perubahan kebijakan dan strategi pengembangan SDA (2) Berkurangnya ketersediaan air Kerugian dan kerusakan yg luar biasa diakibatkan kekeringan dan banjir Perumusan dan implementasi kebijakan Efisiensi pemakaian air

Mengingat dasar falsafah dan fungsi air yg sangat fundamental bagi hidup dan kehidupan dgn kompleksitas permasalahannya maka perlu keterlibatan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangan SDAir

Kebijakan pemerintah dlm bentuk Primary Function Policy : kebijakan yg berfungsi mendasar bagi tujuan tercapainya penggunaan SDAir bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat

Beberapa perubahan yg perlu dlm manajemen SDAir (1) Perubahan Paradigma : Cara pandang filosofi dari ekonomi liberal menuju ekonomi ekologi Kepentingan domain sosial ekonomi : dari kepentingan domain tunggal/parsial mengarah ke domain tripartit (masyarakat, publik dan pasar)

Beberapa perubahan yg perlu dlm manajemen SDAir (2) Perubahan Stakeholders : Perubahan Pola Pikir (mind-set changes) Perubahan Perilaku (behavioral changes) Perubahan Praktik (practical changes)

Kebijakan dan Strategi (1) Kebijakan dan Strategi yg dpt dilakukan dlm menyeimbangkan S & D Pemeliharaan dan pengembangan sumber2 air alami dan buatan melalui konservasi hutan, daerah tangkapan air dan daerah resapan Perlu diperhatikan utk kebutuhan Sektor, Waktu dan Faktor Wilayah

Kebijakan dan Strategi (2) Perlu kebijakan tentang dikenakannya “price differentiation” yaitu : * Pemukiman elit bayar lebih mahal * Dikenakannya harga progessif Perlu ditetapkannya suatu kebijakan insentif (pajak dan subsidi)

Kebijakan dan Strategi (3) Partisipasi masyarakat Dalam konteks OTDA : * Tdk menetapkan pemanfaatan yang tanpa batas * Prinsipnya privatisasi dlm koridor menanggulangi “the tragedy of the common”

Implikasi diterapkannya UU No.7 thn 2004 SDAir hrslah memiliki keterkaitan dengan ekosistem, sehingga tdk dilihat sebagai barang ekonomi mutlak. Dalam UU No.7 2004 melibatkan peran swasta yg tdk jelas dan tdk tegas Terlalu didominasi oleh aspek ekonomi dibanding aspek ekologi dan kurang memandang air dr aspek sosial. Dalam pemanfaatan SDAir tdk selalu hrs memiliki SDAir

KONSERVASI SDA Ada 3 prinsip yg mendukung pembangunan masa depan yg sehat dalam sektor air : Konservasi : menggunakan air secukupnya utk memenuhi kebutuhan senyatanya, tanpa pemborosan. Konservasi yang efektif  pengendalian kebocoran, penggunaan peralatan utk penghematan air, mendorong masyarakat sadar penghematan

Ketahanan : penggunaan teknologi dan sistem yg selalu siap bekerja dgn sumberdaya yg dpt diperoleh dr lingkungan masyarakat yg dilayani, tanpa ketergantungan yg berlebih pada masukan dari luar. Sistem melingkar (circular system) Artinya perlu dipikirkan pemanfaatan yang melingkar, berantai sesuai pemanfaatannya yakni penggunaan air secara daur ulang. Jadi pencemaran air tdk bisa ditoleransi lagi

Terdapat 3 hal penting dalam konservasi SDAir Kelangsungan SDAir y.i terjaganya keberlenjutan keberadaan air dan sumber air Daya dukung SDAir (utk manusia dan lainnya) Daya tampung air

Kegiatan konservasi SDAir meliputi kegiatan : Perlindungan dan pelestarian air Pengawetan air serta pengelolaan kualitas air Pengendalian pencemaran air

Perlindungan dan pelestarian sumber air dilaksanakan secara vegetatif atau sipil teknis melalui pendekatan sosial, ekonomi dan budaya. Perlindungan secara vegetatif melalui penanaman pohon Perlindungan secara sipil teknis dilakukan melalui rekayasa teknis (pembangunan penahan sedimen, pembuatan teras)

TERIMA KASIH