TATA RUANG DALAM MODUL PRAKTIKUM.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
ERGONOMIKA TEMPAT DAN KONDISI LINGKUNGAN KERJA
Advertisements

PERBAIKAN DAPUR UNTUK APA????. DEMI …. KESEHATAN PEREMPUAN DAN ANAK-ANAK 1. POLUSI UDARA DALAM DAPUR 2. KECELAKAAN DALAM DAPUR 3. ASPEK ERGONOMIK 4. MASALAH-MASALAH.
BAHAN AJAR VI Tata Dekorasi, banyak unsur-unsur pendukung untuk keberhasilan suatu penataan ruang. Salah satu diantaranya unsur dekorasi ruang yang meliputi.
SEBUAH USAHA KETERLIBATAN DESAINER INTERIOR INDONESIA
DESAIN TATA RUANG TOKO DAN VISUALISASI BARANG DAGANGAN
A. <!--[endif]-->Pengantar
Memahami Proses Pemasaran Dan Perilaku Konsumen
ASPEK-ASPEK ARSITEKTUR (bagian-2)
Pertemuan/ Tatap muka Pokok Bahasan Materi TIK Metode
KONSEP ELEMEN PEMBENTUK RUANG Pertemuan 15 – 16
DISAIN TIM.
MODUL PERKULIAHAN JURUSAN ARSITEKTUR KELAS KARYAWAN
b. Tujuan MINGGU VIII UJIAN TENGAH SEMESTER
MINGGU XI PERANCANGAN DENAH LAYOUT KAMAR TIDUR UTAMA APARTEMEN .
(Penjelasan bahasa rupa & semiotika)
minggu 11 CAKUPAN ISI TUJUAN PEMBELAJARAN KRITERIA PENILAIAN
Minggu ke 13 II.1. II.2. II.3. Energi matahari Sistim pendingin (penyegaran udara) Cara penyaluran energi matahari menjadi pendingin I.1.LATAR BELAKANG.
INTERIOR DECORATION Hiasan yang dirancang untuk ruang kantor, lobby, kamar hotel, rumah tempat tinggal, galery dsb, dengan desain warna, peralatan, dan.
Konsep Pendekatan Sistem dalam Desain Instruksional
PROSES DALAM ARSITEKTUR
PENGERTIAN PENATAAN PRODUK
PENGENALAN ERGONOMI INTERIOR Pertemuan ke - 11
Pengantar Rumah tinggal 3 Kamar Tidur Pertemuan 1,2 & 3
Studio Perencanaan Tapak Pertemuan 12
Integrasi Sistem Cahaya Alami Pertemuan 4
Teknik Menentukan Lokasi dan Layout
TATA LETAK BANGUNAN DAN PERANCANGAN RUANG TERBUKA
SOSIALISASI KANTIN SEHAT SEKOLAH
disiapkan oleh: Indrasurya B. Mochtar
RUANG LINGKUP KEILMUAN DESAIN
Maket pusat perbelanjaan, prototipe mobil baru.
PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK (LANJUTAN)
TATA RUANG DALAM MODUL PRAKTIKUM.
Irma Damayantie, S.Ds., M.Ds Prodi Desain Interior - FDIK
TATA RUANG DALAM MODUL PRAKTIKUM.
METODA BENTUK Metoda yang menganalisa enerji lingkungan ( alamiah ataupun buatan ) ,baik eksterior ( jalan,sungai,bukit, pohon,dsb) maupun interior (
BAB 2 KEGIATAN EKONOMI KONSUMEN DAN PRODUSEN
A. Pengantar Dunia pemasaran diibaratkan sebagai suatu medan tempur bagi para produsen dan para pedagang yang bergerak dalam komoditi yang sama maka perlu.
A. Pengantar Pada Bagian ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang beragama Islam. Mahasiswa non Islam harus pula menggali ajaran-ajaran agamanya, yang menyangkut.
TATA RUANG DALAM MODUL PRAKTIKUM.
Sketsa Ide/Image Store Pertemuan 22-24
Ceiling Plan Desain Interior 1 Pertemuan 21-22
Studio Perencanaan Tapak Pertemuan 5
ONE ROOM LIVING – KONSEP DESAIN
Konsep dan Ide Desain Pertemuan 10-12
TATA RUANG DALAM MODUL PRAKTIKUM.
KONSEP DESAIN Pertemuan 2
KEBUDAYAAN Antarin Prasanthi.
PENGGUDANGAN LOGISTIK
Pertemuan 16.
Materi Pertemuan ke 23 : Mahasiswa dapat menguasai lighting sistem dan dapat menerapkannya pada gambar kerja/bestek bangunan.
Studi Kasus Desain Bangunan Pertemuan 6
Merancang Layout Display Karya Inovasi Pembelajaran
KONSEP PENCAHAYAAN Pertemuan 19 – 20
Pertemuan 9.
DESAIN & TEKNOLOGI Kegiatan DESAIN sebagai unsur pelunak interaksi antara MANUSIA dan TEKNOLOGI Proses interaksi tersebut selalu berjalan rumit dan kompleks.
KREATIVITAS SMK SWADAYA SEMARANG OLEH IKA UMAYA YASINTA
PELUANG USAHA BIDANG KEPERAWATAN
MENATA PRODUK Menginterprestasikan Perencanaan Visual Penataan Produk
Metode Perancangan Arsitektur I
Studi Grouping & Studi Furniture Toko Pertemuan 16-18
Irma Damayantie, S.Ds., M.Ds. Prodi Desain Interior - FDIK
Transportasi dalam Bangunan
PENGERTIAN HAKI: Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atau Hak Milik Intelektual (HMI) atau harta intelek (di Malaysia) ini merupakan padanan dari bahasa.
Kegiatan Belajar 4 PERENCANAAN BISNIS Modul 6
TIM PENYUSUN MODUL AGRIBISNIS TANAMAN
GEDUNG BERTINGKAT RENDAH
Kegiatan Belajar 3 Perabot, Interior dan Tata Ruang Kantor.
DESAIN AND INTERIOR Desain interior adalah Ilmu yang mempelajari perancangan suatu karya seni yang ada di dalam suatu bangunan dan digunakan untuk memecahkan.
WAY FINDING.
Transcript presentasi:

TATA RUANG DALAM MODUL PRAKTIKUM

MINGGU KE-7: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN INTERIOR BANGUNAN KOMERSIAL SELAMA INI BANYAK ISTILAH YANG KITA PELAJARI DALAM SYSTEM PENGELOMPOKAN FUNGSI BANGUNAN, DAN SEKARANG KITA JUMPAI ADANYA ISTILAH “ BANGUNAN KOMERSIAL” SEBUAH BANGUNAN DENGAN LUAS LANTAI LEBIH DARI 50% YANG DIPERGUNAKAN UNTUK AKTIVITAS KOMERSIL. BANGUNAN KOMERSIL TERMASUK, TIDAK TERBATAS KEPADA GUDANG, KANTOR, SEKOLAH, GEREJA, GIMNASIUM, PERPUSTAKAAN, MUSIUM, RUMAH SAKIT, KLINIK DAN PENJARA. BANGUNAN PEMERINTAH TERMASUK KECUALI BANGUNAN KANTOR MILITER ATAU RESERVASI.

MINGGU KE-7: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN INTERIOR BANGUNAN KOMERSIAL ISTILAH TERSEBUT BERKONOTASI AKAN ADANYA KAITAN DENGAN SEGI-SEGI EKONOMI. DIMANA BANGUNAN DIKATEGORIKAN SEBAGAI BARANG MODAL YANG MEMILIKI NILAI EKONOMI , PRODUKSI YANG PADA SUATU SAAT BISA MEMBERI KEUNTUNGAN PADA PEMILIK MODAL SECARA SINGKAT DAPAT DISEBUTKAN BAHWA PADA BANGUNAN KOMERSIAL TERDAPAT BEBERAPA KEPENTINGAN YANG SALING TERKAIT

MINGGU KE-7: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN INTERIOR BANGUNAN KOMERSIAL DALAM MEMPERSIAPKAN KONSEP PERANCANGAN DESAIN INTERIOR YANG HARUS DIPERHITUNGKAN OLEH DESAINER ADALAH : KEPENTINGAN PEMILIK ( OWNER NEEDS ) KEPENTINGAN PENYEWA (TENANT NEEDS ) KEPENTINGAN KONSUMEN ( CUSTOMER NEEDS ) KEPENTINGAN ASURANSI (INSURANCE NEEDS ) KEPENTINGAN PEMERINTAH ( PERATURAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN. LAW ENFORCEMENT) KEPENTINGAN PERAWATAN GEDUNG ( BUILDING MAINTENANCE) KEPENTINGAN LINGKUNGAN FISIK DAN NON FISIK

MINGGU KE-7: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN INTERIOR BANGUNAN KOMERSIAL KESEMUANYA HARUS TERTAMPUNG DAN TERINTEGRASI / TERORGANISASI TETAPI TETAP DAPAT MEMPERLIHATKAN KESEJAMANAN DAN JATI DIRI.

MINGGU KE-7: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN INTERIOR BANGUNAN KOMERSIAL CIRI KHAS INTERIOR BANGUNAN KOMERSIAL BISA DILIHAT PADA TAPAK YANG SPESIFIK, EKSPRESIF, PENUH GERAK MENGALUN. SEMUANYA ITU MERUPAKAN MANIFESTASI DARI KEBEBASAN KARYA-KARYA YANG DICIPTAKAN, SEBAGAI KOMITMEN YANG TAK TERGOYAHKAN.

MINGGU KE-7: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN INTERIOR BANGUNAN KOMERSIAL

MINGGU KE-7: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN INTERIOR BANGUNAN KOMERSIAL

SECARA UMUM DAPAT DISIMPULKAN KEMAMPUAN MENGHAYATI TAPAK KEMUDIAN MENERAPKANNYA KEDALAM DISAIN SECARA EKSTERNAL DAN INTERNAL IKUT MEMBANTU TERWUJUDNYA GAGASAN DAN SEMPURNANYA KARYA

MINGGU KE-7: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN INTERIOR BANGUNAN KOMERSIAL MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BARU YANG LEBIH BERARTI, DAPAT DILIHAT PADA PENATAAN INTERIOR BANGUNAN PUSAT PERTOKOAN, MALL DAN PLAZA YANG MEMBERI KESEMPATAN PADA MANUSIA UNTUK MENIKMATI KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK DAN FUNGSIONAL.

BENTUK LUAR (EXTERIOR) BANGUNAN KOMERSIAL HARUS LANGSUNG BISA MENUNJUKAN KEPADA PENGUNJUNG KEGIATAN YANG TERJADI DIDALAMNYA. OLEH KARENA ITU INTERIOR BANGUNAN KOMERSIAL PUN TIDAK TERLEPAS DARI BENTUK EKSTERIORNYA (FORM FOLLOWS FUNCTION) DAN HARUS MERUPAKAN SATU KESATUAN YANG UTUH.

MINGGU KE-7: BENTUK DISETIAP SUDUT RUANG DIPERHITUNGKAN DENGAN MENGIKUTI BENTUK BANGUNAN UTAMA DALAM MENYIAPKAN SUATU KONSEP, ARSITEK DITUNTUT MEMPUNYAI SPIRIT, IMAJINASI YANG INOVATIF DAN MEMBERI DAYA HIDUP BAGI MASYARAKAT YANG LEBIH MAPAN, AGAR MEMUASKAN DARI SEGI KENYAMANAN, KETENTRAMAN, KESELAMATAN, KEMUDAHAN (EFFICIENCY) SERTA KEINDAHAN YANG MENYATU DENGAN ALAM LINGKUNGAN. ELEMEN LUAR DIMASUKKAN KEDALAM GEDUNG SEHINGGA IKUT MENINGKATKAN STATUS SERTA WIBAWA PENGUNJUNG.

KEBERHASILAN DESAIN INTERIOR BANGUNAN KOMERSIAL TERGANTUNG SEPENUHNYA PADA PENERIMAAN DAN KESADARAN MASYARAKAT KONSUMEN APAKAH KARYA TERSEBUT BISA DITERIMA, DITOLAK ATAUKAH DIDUKUNG. SEORANG ARSITEK MERUPAKAN SUBSISTEM DARI MASYARAKAT YANG SECARA SADAR MEMENUHI PANGGILAN TUGAS. DENGAN MENGAKTUALISASIKAN DIRI MELALUI PEMIKIRAN DAN GAMBAR KARYA. SEHINGGA DISAIN YANG DIWUJUDKAN MEMPUNYAI PENUH ARTI DAN BISA DIMENGERTI (MEANINGFUL AND INTELLIGIBLE) OLEH MASYARAKAT PENGGUNANYA.

MINGGU KE-7: PENYUSUNAN TATA LETAK KOMODITAS PADA ETALASE ATAU WINDOW DISPLAY PERLU MEMPERHATIKAN " MUSIM" CONTOH DISAIN INTERIOR SHOPPING MALL BUKAN UNTUK MENCIPTAKAN TOKO YANG INDAH TETAPI UNTUK MENCIPTAKAN KENYAMANAN DAN KEMUDAHAN BERBELANJA, DESAIN INTERIOR AKAN TERUS DIUBAH DAN DIGUBAH SUPAYA TIDAK MEMBOSANKAN PENGUNJUNG. BAHKAN HARUS TERCIPTA PENYEGARAN BARU DAN ORISINIL AGAR TIDAK MEMBOSANKAN, SEHINGGA MENARIK BAGI PENGUNJUNG, TERUTAMA PADA SAAT-SAAT LIBURAN SEPERTI NATAL.TAHUN BARU, DLL

MINGGU KE-7: PENYUSUNAN TATA LETAK KOMODITAS PADA ETALASE ATAU WINDOW DISPLAY PERLU MEMPERHATIKAN " MUSIM" DISAIN INTERIOR BANGUNAN KOMERSIAL HARUS BISA MEMAHAMI KEBUTUHAN DAN KEPENTINGAN MASING-MASING KELOMPOK YANG TERKAIT. APA YANG MEREKA BUTUHKAN. UNSUR APA YANG MENARIK DAN MENGGAIRAHKAN MASYARAKAT KONSUMAN. KEMUDIAN DIKEMBANGKAN SAMPAI PADA RINCIAN TERKECIL, MISALNYA PEMASANGAN LAMPU-LAMPU KECIL PADA TANGGA ELEVATOR, LIFT, DINDING-DINDING KACA TRANSPARAN DENGAN CARA MEMASUKKAN DAN MENGHARGAI UNSUR-UNSUR DEKORASI SEBAGAI DAYA TARIK PENGUNJUNG. SEMUA BAGIAN DARI GEDUNG TIDAK BOLEH LUPUT DARI PERHATIAN PERANCANG. MULAI DARI BENTUK ANAK TANGGA. BALUSTRADE, TIANG BALOK, KOLOM-KOLOM, CEILING, MODUL, LIFT, BANGKU. RUANG PENGHUBUNGA ATRIUM. KOLAM. BOX TELPON. TEMPAT SAMPAH. TERMASUK BENTUK DAN JENIS TANAMAN YANG SESUAI DAN PROPORSIONAL TERHADAP DIMENSI RUANG.

BENTUK CEILING, SYSTEM PENCAHAYAAN, PENGELOMPOKAN DAN PENONJOLAN BARANG TIDAK MUNGKIN UNTUK DIBAHAS SATU PERSATU SAMPAI DETAIL, OLEH KARENA FACTOR STRATEGI KEBIJAKSANAAN DAGANG DITENTUKAN SIPEMILIK, SEDANGKAN KEINGINAN KONSUMEN DISETIAP TEMPAT BERBEDA. OLEH KARENA ITU HARUS SELALU DIUSAHAKAN TERCIPTANYA SUASANA YANG GEMBIRA DAN CERAH DENGAN MEMFOKUSKAN SYSTEM PENCAHAYAAN LANGSUNG PADA OBYEK, AGAR OBYEK MUDAH DILIHAT DALAM WARNA ASLINYA.

MINGGU KE-7: TERANG CAHAYA SUATU PENERANGAN DITENTUKAN OLEH FACTOR KONDISI RUANG (TERTUTUP ATAU BUKAAN ) LETAK PENEMPATAN LAMPU JENIS DAN DAYA LAMPU JENIS PERMUKAAN BENDA-BENDA DALAM RUANGAN (MEMANTULKAN ATAU MENYERAP) WARNA-WARNA DINDING ( GELAP ATAU TERANG ) UDARA DALAM RUANG ( ASAP ROKOK. DAPUR DSB ) POLA DIAGRAM DARI TIAP LAMPU.

MINGGU KE-7: KESIMPULAN SATU HAL YANG SANGAT PENTING UNTUK MENILAI APAKAH IDE DISAIN BISA DITERIMA SECARA NALAR, ADALAH APABILA SECARA SIMBIOTIK DISAIN TERSEBUT BISA MELAYANI KEBUTUHAN MANUSIA YANG BERSIFAT KOMERSIAL DENGAN TINGKAH LAKUNYA YANG MANUSIAWI.