METODE HARGA POKOK PROSES ( I )

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
METODE HARGA POKOK PROSES (PROCESS COSTING)
Advertisements

Metode Harga Pokok Proses
METODE HARGA POKOK PROSES
M E T O D E H A R G A P O K O K P R O S E S (2)
METODE HARGA POKOK PROSES
Metode Harga pokok Proses
KALKULASI HARGA POKOK PROSES (PROCESS COSTING)
KALKULASI HARGA POKOK PROSES (PROCESS COSTING) LANJUTAN
METODE HARGA POKOK PROSES
Akuntansi Biaya Created by: Lili Syafitri, SE., Ak.,M.Si.
Metode Harga Pokok Proses - Produk diolah di 1 Departemen.
Contoh Soal Metode HP Proses(3)
HARGA POKOK STANDARD SINGLE PLAN.
SISTEM BIAYA TAKSIRAN ( ESTIMATED COSTING )
METODE HARGA POKOK PROSES
METODE HARGA POKOK PROSES
METODE HARGA POKOK PROSES (2)
METODE HARGA POKOK PROSES (1)
HARGA POKOK PESANAN.
METODE HARGA POKOK PESANAN (FULL COSTING)
METODE HARGA POKOK PESANAN – FULL COSTING
AKUNTANSI BIAYA IEG3A3 Program Studi Teknik Industri
METODE HARGA POKOK PROSES
Harga Pokok Pesanan Lilik Sri Hariani
SISTEM PENENTUAN BIAYA BERDASARKAN PROSES
Cost accounting materi-13 akuntansi sistem perhitungan biaya standar
SISTEM PENGUMPULAN BIAYA
Ch. 6 Harga Pokok Proses.
KALKULASI HARGA POKOK PROSES (PROCESS COSTING)
“Process Cost Methode”
BAB VI SISTEM HARGA POKOK PROSES
Harga Pokok Proses-Pengantar
KALKULASI HARGA POKOK PROSES (PROCESS COSTING)
Metode Harga Pokok Proses Adanya Produk Awal Proses
Produk Hilang Dlm Pengolahan
PROCESS COST METHOD 2 PENGARUH PRODUK HILANG
METODE HARGA POKOK PROSES (MELALUI DUA DEPARTEMEN PRODUKSI)
CH # 7 HPP PROSES – LANJUTAN.
METODE HARGA POKOK PESANAN (FULL COSTING)
COST ACCOUNTING MATERI-12 SISTEM BIAYA TAKSIRAN
Produk Hilang Dlm Pengolahan
Cost accounting materi-14 akuntansi sistem perhitungan biaya standar
COST ACCOUNTING PROCESS COSTING MATERI-4
MATERI-5 Cost accounting PROCESS COSTING LANJUTAN
Metoda Pengumpulan Biaya Produksi
Process Costing Pengantar.
METODE HARGA POKOK PESANAN
METODE HARGA POKOK PROSES
METODE HARGA POKOK PROSES- LANJUTAN
METODE HARGA POKOK PESANAN (FULL COSTING)
PERTEMUAN 12 METODE HARGA POKOK PROSES 1 DEPARTEMEN
METODE HARGA POKOK PESANAN (FULL COSTING)
SIKLUS AKUNTANSI BIAYA DALAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR
METODE HARGA POKOK PESANAN (FULL COSTING)
METODE HARGA POKOK PROSES (PROCESS COSTING)
METHODE HARGA POKOK PROSES -PENGANTAR
METODE HARGA POKOK PROSES - LANJUTAN
05 Akuntansi Biaya PROCESS COSTING
Dewi Setyowati Mega Christie Fitrianingsih Faza Maulida
SISTEM HARGA POKOK STANDAR METODE GANDA (PARTIAL PLAN)
IX. Penentuan Biaya Proses
BIAYA BAHAN BAKU Akuntansi Biaya Surisman,SE, M.Ak.
Metode Harga Pokok PRoses
Pertemuan ke 11 DAN 12 Process Order Costing AKUNTANSI BIAYA I
METODE HARGA POKOK PESANAN (JOB ORDER COST METHOD)
Metode Harga Pokok Pesanan
Harga pokok pesanan.
PROCESS COST METHOD ( METODE HARGA POKOK PROSES )
4.2. PENENTUAN HARGA POKOK Bagaimana memperhitungkan biaya kepada suatu produk pokok atau pesanan atau jasa, yang dapat dilakukan dengan cara memasukkan.
PERHITUNGAN BIAYA PROSES (Process Costing)
Transcript presentasi:

METODE HARGA POKOK PROSES ( I ) LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI DAN JURNAL KELOMPOK : 1 Ahmad Shaleh : 13012024 Wiwit Bagus Mahardika : 10011505 Syamsudin : 11011880

HARGA POKOK PROSES Harga pokok proses merupakan sistem pengumpulan biaya produksi menurut departemen atau pusat biaya selama satu periode. Pusat biaya adalah bagian dalam organisasi yang harus mempertanggungjawabkan semua biaya yang terjadi dibagiannya.

Manfaat perhitungan harga pokok proses Menentukan harga jual Memantau realitas biaya produksi Menghitung L/R Bruto periode tertentu Menentukan Harga Pokok Persediaan Barang Jadi & Harga Pokok Persediaan Barang Dalam Proses yang disajikan di neraca

Dalam Laporan Harga Pokok Produksi disajikan 3 jenis informasi : Data Produksi Biaya Dibebankan Perhitungan Harga Pokok Harga pokok per unit dihitung dengan rumus berikut : Jumlah biaya Harga Pokok per unit = Unit setara Unit setara (UPE) adalah jumlah produksi dimana produk dalam pengolahan dinyatakan dalam ukuran selesai. Rumus : Unit Setara = Produk Selesai + (PDP Akhir x%Tingkat Penyelesaian

Penggolongan Proses Produksi : Pengolahan Produk hanya melalui satu tahapan pengolahan (1 departemen) Pengolahan produk melalui beberapa tahapan pengolahan (2 atau lebih departemen)

1. Pengolahan Produk Melalui Satu Departemen Produksi Contoh : PT. Shaleh mengolah produk melalui satu tahap produksi dengan menggunakan metode harga pokok proses. Biaya produksi sbb: BB : Rp 30.000,- BTK : Rp 29.000,- BOP : Rp 14.500

Data Produksi : Produk masuk dlm proses : 15.000 unit Produk dlm proses akhir : 2.500 unit Dengan tingkat penyelesaian : BB 100 % dan BK 80 % Membuat laporan harga pokok produksi Membuat jurnal yg diperlukan

PT. SHALEH LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI Data Produksi : Produk masuk proses : 15.000 unit Produk selesai : 12.500 unit PDP Akhir (BB 100%, BK 80 %) : 2.500 unit + : 15.000 unit Biaya dibebanan : Elemen biaya Jumlah biaya Unit setara ( UPE ) HP / Unit BBB Rp 30.000 12.500+(2.500 X 100%) = Rp 15.000 Rp 2 BTK Rp 29.000 12.500+(2.500 X 80 %) = Rp 14.500 BOP Rp 14.500+ 12.500+(2.500 X 80%) = Rp 14.500 Rp 1+ Rp 73.500 Rp 5

Perhitungan Harga Pokok Harga pokok produk selesai 12.500 unit x Rp 5 Rp 62.500 Harga pokok PDP Akhir : BBB : 2.500 x 100 % x Rp 2 = Rp 5.000 BTK : 2.500 x 80 % x Rp 2 = Rp 4.000 BOP : 2.500 x 80 % x Rp 1 = Rp 2.000+ Rp 11.000+ Jumlah harga pokok yang diperhitungkan Rp 73.500

Jurnal yg diperlukan 1. Mencatat pemakaian bahan BDP-BB Rp 30.000 Persed Bahan Rp 30.000 2. Mencatat BTK BDP- BTK Rp 29.000 Gaji & Upah Rp 29.000 3. Mencatat terjadinya BOP BOP Rp 14.500 Berbagai rekening Rp 14.500

4. Mencatat pemindahan Produk jadi yang ditranser ke gundang Persediaan barang jadi Rp 62.500 BDP-BB RP 25.000 BDP-BTK Rp 25.000 BDP-BOP Rp 12.000 *Cara perhitungan jurnal no 4 : Produk selesai X HP/UPE 12.500 unit X 2 = 25.000 5. Mencatat produk dalam proses akhir bulan Persediaan BDP Rp 11.000 BDP-BB Rp 5000 BDP-BTK Rp 4000 BDP-BOP Rp 2000

2. Pengolahan Produk Melalui Beberapa Departemen Produksi Contoh : PT. Shaleh adalah perusahaan garmen yang menghasilkan pakaian. Dan pakaian tersebut diolah melalui dua departemen produksi yaitu departemen pemotongan dan departemen penyelesaian.

Data Produksi Dept. pemotongan Dept. penyelesaian Produk masuk proses 2.500 unit Produk selesai yang di transfer ke dept. penyelesaian 2.400 unit produk selesai yang di transfer ke gudang 2.350 unit Produk dalam proses akhir BB 100 % dan BK 80 % 100 unit BK 90 % 50 unit Biaya Produksi Dept. pemotongan Dept. Penyelesaian BBB Rp 62.500.000 - BTK Rp 14.880.000 Rp 9.580.000 BOP Rp 24.800.000+ Rp 11. 975.000+ Jumlah biaya Rp102.180.000 Rp 21.555.000

PT. SHALEH LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI DEPARTEMEN PEMOTONGAN Data Produksi : Produk masuk proses : 2.500 unit Produk selesai : 2.400 unit PDP Akhir (BB 100%, BK 80 %) : 100 unit + : 2.500 unit Biaya dibebanan : Elemen biaya Jumlah biaya Unit Setara (UPE) HP/Unit BB Rp 62.500.000 2.400 + ( 100 X 100 % ) = Rp 2.500 Rp 25.000 BTK Rp 14. 880.000 2.400 + ( 100 X 80 % ) = Rp 2.480 Rp 6.000 BOP Rp 24.800.000+ Rp 10.000+ Jumlah Rp 102. 180.000 Rp 41.000

Perhitungan harga pokok : Harga pokok produk selsesai yang ditransfer ke Dept. Penyelesaian : 2.400 unit X Rp 41.000 = Rp 98.400.000 Harga pokok PDP akhir : BBB : 100 X 100 % X Rp 25.000 = Rp 2.500.000 BTK : 100 X 80 % X Rp 6.000 = Rp 480.000 BPO : 100 X 80 % X Rp 10.000 = Rp 800.000+ Rp 3.780.000+ Jumlah harga pokok yang di perhitungkan Rp 102.180.000

PT. SHALEH LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI DEPARTEMEN PENYELESAIAN Data Produksi : Produk yang diterima dari Dept. Pemotongan 2.400 unit Produk selesai yang ditransfer ke gudang 2.350 unit PDP Akhir (BK 90 %) 50 unit + 2.400 unit Biaya Dibebankan : Elemen biaya Jumlah biaya Unit Setara (UPE) HP/Unit HP dari dept. P’tongan Rp 98.400.000 2.400 Rp 41.000 Biaya ditambahkan : BTK Rp 9.580.000 2.350 + (50 X 90 %) = 2.395 Rp 4.000 BOP Rp 11.975.000 + Rp 5.000+ Rp 119.955.000 Rp 50.000

Perhitungan Harga Pokok Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Gudang : 2.350 unit x Rp 50.000 Rp 117.500.000 Harga pokok PDP Akhir : HP dari Dept P’tongan : 50 x 100% x Rp 41.000 = Rp 2.050.000 BTK : 50 x 90 % x Rp 4.000 = Rp 180.000 BOP : 50 x 90 % x Rp 5.000 = Rp 225.000+ Rp 2.455.000+ Jumlah harga pokok yg diperhitungkan Rp 119.955.000 Jurnal yang diperlukan : 1. Mencatat pemakaian bahan oleh dept. I BDP-BB dept I Rp 62.500.000 Persediaan bahan Rp 62.500.000 2. Mencatat timbulnya gaji dan upah : Gaji dan upah Rp 14.880.000 Hutang gaji dan upah Rp 14.880.000 3. Distribusi gaji & upah ke dept I : BDP-BTK dept I Rp 14.880.000 Gaji & Upah Rp 14.880.000 4. Pencatatan timbulnya BOP : BOP Rp 24.800.000 Rekening-rekening di kredit Rp 24.800.000

5. Pendistribusian BOP ke dept. I BDP-BOP dept I Rp 24.800.000 BOP Rp 24.800.000 6. Jurnal untuk mencatat transfer produk dari dept I ke dept. II BDP-HP dari dept I – dept II Rp 98.400.000 BDP-BB dept I Rp 60.000.000 BDP-BTK dept I Rp 14.400.000 BDP-BOP dept I Rp 24.000.000 *Cara menghitung jurnal no 6 Produk selesai dept. pemotongan 2.400 unit X HP/UPE Rp 25.000 = Rp 60.000.000 7. Pencatatan persediaan BDP akhir periode di Departemen I Pers. BDP dept I Rp 3.780.000 BDP-BB dept I Rp 2.500.000 BDP-BTK dept I Rp 480.000 BDP-BOP dept I Rp 800.000 8. Pencatatan timbulnya gaji dan upah Gaji dan upah Rp 9.580.000 Hutang gaji dan upah Rp 9.580.000 9. Mencatat distribusi gaji dan upah dept. II BDP-BTK dept II RP 9.580.000 Gaji dan upah Rp 9.580.000

10. Mencatat timbulnya BOP BOP Rp 11. 975 10. Mencatat timbulnya BOP BOP Rp 11.975.000 Rekening-rekening kredit Rp 11.975.000 11. Mencatat pembebanan BOP di dept. II BDP-BOP dept. II Rp 11.975.000 12. Mencatat persediaan produk jadi Pers. Produk jadi Rp 117.500.000 BDP-HP I dept. II Rp 96.350.000 BDP-BTK dept. II Rp 9.400.000 BDP-BOP dept. II Rp 11.750.000 13. Mencatat persediaan BDP akhir periode, dept II Persed BDP dept. II Rp 2.455.000 BDP-HP I dept. II Rp 2.050.000 BDP-BTK dept. II Rp 180.000 BDP-BOP dept. II Rp 225.000

- PENAMBAHAN BAHAN DIDEPARTEMEN LANJUTAN - PENAMBAHAN BAHAN DI AWAL DAN DIAKHIR PROSES - PRODUK HILANG DALAM PROSES PRODUKSI - PRODUK HILANG AWAL PROSES - PRODUK HILANG AKHIR PROSES

1. Penambahan bahan didepartemen lanjutan Tambahan /pemakaian bahan didepartemen lanjutan akan berakibat 2 kemungkinan : a. Tidak menambah unit yang dihasilkan, artinya adalah penambahan bahan disini adalah sebagai pelengkap atau asessoris, jadi tidak akan mempengaruhi (menambah) jumlah unit produk yang dihasilkan b. Unit yang dihasilkan bertambah, pemakaian bahan didepartemen lanjutan berakibat unit produk yang dihasilkan jumlahnya bertambah lebih banyak dibandingkan dengan unit yang ditransfer dari departemen awal.

Contoh : Berikut ini adalah data produksi dan data biaya yang terjadi selama bulan Januari 2015 untuk PT. Shaleh Data Produksi Dept. I Dept. II Produk masuk proses 350.000 unit Produk selesai yang di transfer ke dept. penyelesaian 280.000 unit Unit tambahan bahan karena penambahan bahan 70.000 unit produk selesai yang di transfer ke gudang 315.0000 unit Produk dalam proses akhir BB 100 % dan BK 20 % BK 70 % 35.000 unit

Biaya Produksi Jumlah Dept. I Dept. II BBB Rp 1.470.000 Rp 1.050.000 Rp 420.000 BTK Rp 927.500 Rp 588.000 Rp 339.000 BOP Rp 463.750 Rp 249.000 Rp 169.000

PT. SHALEH LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI DEPARTEMEN I BULAN JANUARI 2015 DAFTAR KUANTITAS FISIK : Unit masuk proses 350.000 unit Produk jadi ditransfer ke dept II 280.000 unit PDP akhir ( BB 100%, BK 20% ) 70.000 unit + 350.000 unit PEMBEBANAN BIAYA : Biaya Jumlah Unit Produk ( UPE ) HP/UPE BB Rp 1.050.000 280.000 + 70.000 x 100 %= 350.000 Rp 3 BTK Rp 588.000 280.000 + 70.000 x 20 %= 294.000 Rp 2 BOP Rp 294.000 + Rp 1+ Rp1.932.000 Rp 6

Harga pokok produksi Produk ditransfer ke dept II : 280.000 unit X Rp 6 Rp 1.680.000 Persediaan PDP akhir BB 70.000 unit X Rp 3 X 100% = Rp 210.000 BTK 70.000 unit X Rp 2 X 20 % = Rp 28.000 BOP 70.000 unit X Rp 1 X 20 % = Rp 14.000+ Rp 252.000 + Rp 1.932.000

PT. SHALEH LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI DEPARTEMEN II BULAN JANUARI 2015 DAFTAR KUANTITAS FISIK : Unit masuk proses 280.000 unit Unit tambahan karena ada penambahan bahan 70.000 unit + 350.000 unit Barang jadi ditransfer kegudang 315.000 unit BDP akhir (BB 100%, BK 70 %) 35.000 unit + PEMBEBANAN BIAYA : Unsur Biaya Jumlah Unit Produk(UPE) HP/Unit HP dari dept I Rp 1.680.000 315.000+(35.000 X 100%)= 350.000 Rp 4,80 BB Rp 420.000 Rp 1,20 BTK Rp 339.500 315.000+(35.000 X 70%)= 339.000 Rp 1,00 BOP Rp 169.750 Rp 0,50 Rp 2.609.250 Rp 7,50

HARGA POKOK PRODUKSI : Hp produk jadi, yang ditransfer kegudang : 315 HARGA POKOK PRODUKSI : Hp produk jadi, yang ditransfer kegudang : 315.000 unit X Rp 7,50 Rp 2.362.500 Persediaan PDP akhir : Hp dari dept I : 35.000 X Rp 4,80 X 100% = Rp 168.000 BB : 35.000 X Rp 1,20 X 100% = Rp 42.000 BTK : 35.000 X Rp 1,00 X 70% = Rp 24.500 BOP : 35.000 X Rp 0,50 X 70% = Rp 12.250 + Harga pokok porud dalam proses akhir Rp 246.750+ Jumlah harga pokok produk jadi dan PDP Rp 2.609.250

2. PENAMBAHAN BAHAN DI AWAL DAN DI AKHIR PROSES Contoh : PT. Shaleh memproduksi minyak pengharum ruangan. Produk diproses didua departemen yaitu departemen awal dan departemen lanjutan. Setiap 1 liter produk yang ditransfer dari dept awal ditambahkan 2 liter bahan A (bahan A ditambah pada awal proses) dan kemuadian pada akhir proses ditambah 0,5 liter bahan B (bahan B ditambahkan pada tahap proses mencapai 95%). Pada awal bulan Mei 2015 produk yang ditransfer dari dept awal sebanyak sebanyak 25 liter dengan harga pokok perliter Rp 170. Harga perliter bahan yang ditambahkan adalah : Bahan A @ Rp 1.700 Bahan B @ Rp 700 B +0,5 ltr A +2 ltr Dept awal Dept lanjutan Proses Produksi

Pada akhir bulan Mei 2015 terdapat 1/5 bahan dari departemen awal yang masuk proses masih belum selesai ( baru menyerap 50% BK ). Selama bulan Mei BTK yang terjadi sebesar Rp 7.750 dan BOP sebesar Rp 7.750 a. Berapa liter bahan A dan bahan B ditambahkan untuk proses produk??? b. Bagaimana laporan harga pokok produksinya???

Penyelesaian : a. Bahan yang dimasukan dalam proses produksi : Bahan A = 2 liter X HP dari dept I = 2 liter X 25 liter = 50 liter Bahan B = (25 liter – 1/5 (25 liter) ) X 0,5 liter = ( 25 liter – 5 liter ) X 0,5 liter = 10 liter Jadi Bahan A yang dimasukan dalam proses produksi didepartemen lanjutan sebanyak 50 liter, sedangkan Bahan B sebanyak 10 liter. Perhitungan UPE : Unsur Biaya Produk Jadi + PDP akhir X % = UPE HP dari dept I 70 liter + 15 X 100% = 85 Bahan A 70 liter + 15 X 100% = 85 Bahan B 70 liter + 15 X 0% = 70 BK 70 liter + 15 X 50% = 77,5

b. Laporan harga pokok produksi : PT b. Laporan harga pokok produksi : PT. Shaleh Laporan Harga Pokok Produksi Departemen II Daftar fisik : Unit masuk proses dari dept I 25 liter Penambahan unit 60 liter+ 85 liter Unit selesai 70 liter Unit dalam proses 15 liter + 85 liter Pembebanan biaya : Unsur Biaya Jumlah UPE HP/UPE Hp dari dept I Rp 4.250 70 liter + ( 15 X 100% ) = Rp 85 Rp 50 Bahan A Rp 85.000 Rp 1.000 Bahan B Rp 7.000 70 liter + ( 15 X 0% ) = Rp 70 Rp 100 BTK Rp 7.750 70 liter + ( 15 X 50% ) = Rp 77,5 BOP Rp 111.750 Rp 1.350

Produk jadi 70 liter X Rp 1.350 Rp 94.500 HPP Produk jadi 70 liter X Rp 1.350 Rp 94.500 BDP 15 liter Hp dari dept I : 15 liter X Rp 50 X 100% = Rp 750 Bahan A : 15 liter X Rp 1.000 X 100% = Rp 15.000 Bahan B : 15 liter X Rp 100 X 0% = Rp 0 BTK : 15 liter X Rp 100 X 50% = Rp 750 BOP : 15 liter X Rp 100 X 50% = Rp 750 + Rp 17.250+ Rp 111.750

PRODUK HILANG DALAM PROSES PRODUKSI 1. PRODUK HILANG AWAL PROSES 2. PRODUK HILANG AKHIR PROSES Dalam pelaksanaan proses produksi , sering terjadi unit hasil produksi (baik yang sudah jadi maupun yang masih dalam proses) jumlahnya tudak sama dengan unit masuk proses. Hal tersebut karena adanya produk hilang dalam proses produksi. Produk hilang dalam proses produksi dapat bersifat normal dan abnormal. Produk hilang karena sifat proses produksi misalnya menguap, merupakan hilang normal. Sedangkan produk hilang karena kelalaian/kecelakaan merupakan hilang abnormal.

PRODUK HILANG AWAL PROSES Produk hilang awal proses, dianggap belum belum menyerap biaya produksi karena produk tersebut hilang sebelum diproses. Oleh karena itu unit produk yang hilang, tidak ikut diperhitungkan dalam perhitungan unit produk ekuivalensi. Contoh: PT. shaleh memproduksi cat tembok yang diproses di dua departemen . Produk yang telah selesai di ddepartemen I langsung ditransfer ke departemen II untuk diproses lebih lanjut. Berikut ini data yang berkaitan dengan produksi bulan Maret 2015 Departemen I Departemen II Unit masuk proses 750 kg Unit ditransfer ke dept II 500 kg BJ ditransfer ke gudang 350 kg PDP akhir bulan BB 100%, BK 40% 100 kg BB 100%, BK 50% 50 kg Produk hilang 150 kg

Data produksi : Departemen I Departemen II BB Rp 45.000 BTK Rp 37.260 BOP Rp 74.520+ Rp 1.068.750+ Jumlah Rp 156.780 Rp 1.959.375

PT. SHALEH LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI DEPARTEMEN I Daftar kuantitas fisik : Unit masuk proses 750 kg Produk selesai ditransfer ke dept II 500 kg PDP akhir ( BB 100%, BK 40% ) 100 kg Produk hilang awal proses 150 kg 750 kg Biaya dibebankan di dept I : Elemen Biaya Jumlah Biaya UPE HP/UPE BB Rp 45.000 500 + (100 X 100%) = 600 Rp 75 BTK Rp 37.260 500 + (100 X 40%) = 540 Rp 69 BOP Rp 74.520 Rp 138 Jumlah biaya Rp 156.780 Rp 282

Harga pokok produksi : HP produk selesai ditransfer ke dept II 500 kg X Rp 282 Rp 141.000 HP PDP akhir : BB : 100 X Rp 75 X 100% = Rp 7.500 BTK : 100 X Rp 69 X 40% = Rp 2.760 BOP : 100 X Rp 138 X 40% = Rp 5.520 + Harga pokok porud dalam proses akhir Rp 15.780+ Jumlah harga pokok produk jadi dan PDP Rp 156.780

PT. SHALEH LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI DEPARTEMEN II Daftar kuantitas fisik : Unit masuk proses 500 kg Produk selesai ditransfer ke dept II 350 kg PDP akhir ( BB 100%, BK 50% ) 50 kg Produk hilang awal proses 100 kg 500 kg PEMBEBANAN BIAYA Elemen Biaya Jumlah Biaya UPE HP/UPE HP dari dept I Rp 141.000 350 + (50 X 100%) = 400 Rp 352,50 BTK Rp 890.000 350 + (50 X 50%) = 375 Rp 2.375,00 BOP Rp 1.068.750 Rp 2.85,00 Jumlah biaya Rp 2.100.375 Rp 5.577,50

Harga pokok produksi : HP produk selesai ditransfer ke gudang 350 kg X Rp 5.577,50 Rp 1.952.125 Persediaan PDP akhir : HP dari dept I : 50 X Rp 352,5 X 100% = Rp 17.625 BTK : 50 X Rp 2.375,0 X 50% = Rp 59.375 BOP : 50 X Rp 2.850,0 X 50% = Rp 71.250+ Harga pokok porud dalam proses akhir Rp 148.250+ Jumlah harga pokok produk jadi dan PDP Rp 2.100.375

PRODUK HILANG AKHIR PROSES Karena produk hilang diakhir proses, dianggap sudah menikmati proses produksi, maka produk yang hilang dianggap sudah menyerap biaya. Karena produk hilang sifatnya normal , maka biaya yang melekat pada produk yang hilang tersebut dipergunakan untuk menyesuaikan Harga Pokok Produk jadi. Penyesuaian tersebut dilakukan dengan menambahkan Harga Pokok Produk yang hilang ke Harga Pokok Produk Jadi

PT. SHALEH LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI DEPARTEMEN I Daftar kuantitas fisik : Unit masuk proses 750 kg Produk selesai ditransfer ke dept II 500 kg PDP akhir ( BB 100%, BK 40% ) 100 kg Produk hilang akhir proses 150 kg 750 kg Biaya dibebankan di dept I : Elemen Biaya Jumlah Biaya UPE HP/UPE BB Rp 45.000 500 + (100 X 100%) + 150 = 750 Rp 60,00 BTK Rp 37.260 500 + (100 X 40%) + 150 = 690 Rp 54,00 BOP Rp 74.520 Rp 108,00 Jumlah biaya Rp 156.780 Rp 222,00

HP produk selesai ditransfer ke dept II 500 kg X Rp 222 = Rp 111.000 Harga pokok produksi : HP produk selesai ditransfer ke dept II 500 kg X Rp 222 = Rp 111.000 Penyesuaian 150 kg X Rp 222 = Rp 33.300+ Setelah disesuaikan 500 kg @ Rp 288,6 = Rp 144.300 *Rp 144.300 : 500 kg = Rp 288,6 Persediaan PDP akhir : BB : 100 X Rp 60 X 100% = Rp 6.000 BTK : 100 X Rp 54 X 40% = Rp 2.160 BOP : 100 X Rp 108 X 40% = Rp 4.320. + Harga pokok porud dalam proses akhir Rp 12.480+ Jumlah harga pokok produk jadi dan PDP Rp 156.780

PT. SHALEH LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI DEPARTEMEN II Daftar kuantitas fisik : Unit masuk proses 500 kg Produk selesai ditransfer ke dept II 350 kg PDP akhir ( BB 100%, BK 50% ) 50 kg Produk hilang akhir proses 100 kg 500 kg PEMBEBANAN BIAYA Elemen Biaya Jumlah Biaya UPE HP/UPE HP dari dept I Rp 144.300 350 + (50 X 100%)+100 = 500 Rp 288,60 BTK Rp 890.625 350 + (50 X 50%)+100 = 475 Rp 1.875,00 BOP Rp 1.068.750 Rp 2.250,00 Jumlah biaya Rp 2.103.675 Rp 4.413,60

HP produk selesai ditransfer ke gudang Harga pokok produksi : HP produk selesai ditransfer ke gudang HP Produk Jadi 350 kg X Rp 4.413,6 = Rp 1.544.760 HP Produk Hilang 100 kg X Rp 4.413,6 = Rp 441.360+ HP Produk Jadi 350 kg @ Rp 5674,628 = Rp 1.986.120 *Rp 1.986,120 : 350 kg = Rp 5674,628 Harga pokok PDP akhir bulan: HP dari dept I : 50 X Rp 288,6 X 100% = Rp 14.430 BTK : 50 X Rp 1875 X 50% = Rp 46.875 BOP : 50 X Rp 2250 X 50% = Rp 56.250 + Harga pokok porud dalam proses akhir Rp 117.555+ Jumlah harga pokok produk jadi dan PDP Rp 2.103.675