PEMASARAN KEGIATAN KONVENSI MUTU DAN PRODUKTIVITAS

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PENGENDALIAN MUTU PADA INDUSTRI
Advertisements

PROSES PERUBAHAN DAN PENGOPERASIAN TQM
Human Resources Management Chapter 8 “Performance Management”
Pengawasan dan Pengendalian Manajemen
HANDOUT NO. 14 Seminar Manajemen SDM Hamzah Denny Subagyo, S.E., M.M.
Audit Sumber Daya Manusia
SEVEN TOOLS DALAM pengendalian mutu
ANALISIS JABATAN.
Kelompok 2 Murniyati Deby W
Dikerjakan Oleh : Nama : Roma Mulyana Npm :
GUGUS KENDALI MUTU (GKM)
KONSEP GUGUS KENDALI MUTU (GKM) / Quality Control Cyrcle (QCC)
BAB V KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF, DELEGASI DAN PEMBERDAYAAN
Pada Jurnal ini mencoba untuk mengaplikasikan konsep dari jepang yaitu quality circle yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan kompetensi di.
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Pengelolaan Komunikasi dalam Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Psikologi Manajemen Rini Indryawati.
Quality Circle sebagai Alat Manajemen yang Efektif
Ekonomi untuk SMA/MA kelas X
AREA PERUBAHAN PENINGKATAN MATURITAS SPIP
Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen
PERANCANGAN & PENGELOLAAN TENAGA KERJA
perkembangan organisasi
Manajemen Sumber Daya Manusia Dra. Yasnimar Ilyas, M.Si
PERGURUAN TINGGI IMPLEMENTASI SISTEM PENJAMIN MUTU INTERNAL
MANFAAT ANALISIS JABATAN
Bab XIV PENERAPAN ETIKA PERUSAHAAN DALAM MANAJEMEN MUTU.
TIM AKREDITASI PENJAMINAN MUTU
Materi 2 Manajemen RS S1-peminatan AKK
Penyelesaian Masalah Mutu dan Penjaminan Mutu pada Yankes
Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah
MANAJEMEN PERSONALIA DAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
Gugus Kendali Mutu & Case
Sowanya Ardi Prahara, MA. Fakultas Psikologi UMBY 2014
GUGUS KENDALI MUTU (GKM)
Total Quality Control (TQM)
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
Mengelola perusahaan bisnis
Mutu Pelayanan Kesehatan
PENGINTEGRASIAN (INTEGRASI)
MANAJEMEN SDM.
MINGGU 8 Pengawasan dan Pengendalian Manajemen
BUDAYA DAN ETIKA Perubahan lingkungan semakin turbulen, sistem dan subsitem organisasi menjadi makin terbuka dan tingkat persaingan semakin ketat dan.
KONSEP GUGUS KENDALI MUTU
GKM dan TQM Istilah Gugus Kendah Mutu (GKM)
AUDIT PRODUKSI Yulazri M.Ak., CPA.
PENETAPAN TUJUAN ORGANISASI
ANALISIS JABATAN.
MOTIVASI & DINAMIKA KELOMPOK
KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS
Biaya Mutu dan Akuntansi untuk Kehilangan dalam Proses Produksi
TOTAL QUALITY MANAGEMENT
Ekonomi untuk SMA/MA kelas X
Mustika Lukman Arief, SE., MM. PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN STIE HAS
TOTAL QUALITY MANAJEMEN
PENGENDALIAN MUTU TERPADU (TOTAL QUALITY CONTROL)
Roby Irzal Maulana, SIP, MM
PERTEMUAN 7 PENGENDALIAN KUALITAS TQM Pada Industri Jasa
MANAJEMEN USAHA KECIL MENENGAH - UKM
Pengendalian.
MANAJEMEN KELAS XII SMA IT NURUL FIKRI.
Ekonomi untuk SMA/MA kelas X
KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA
Psikologi Manajemen.
Penjaminan Mutu Asuhan Keperawatan OLEH : KELOMPOK 8.
Ekonomi untuk SMA/MA kelas X
Toman Sony Tambunan, S.E, M.Si NIP
MANAJEMEN PRODUKSI DAN OPERASI
MANAJEMEN MUTU DAN AUDIT KEPERAWATAN MARSIANA ANGGRAENI.
PELATIHAN DASAR TEKNIS BIDANG SUMBER DAYA AIR
Transcript presentasi:

PEMASARAN KEGIATAN KONVENSI MUTU DAN PRODUKTIVITAS BALAI PENGEMBANGAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PROVINSI JAWA TENGAH

FIVE S GOOD HOUSEKEEPING HIGH PRODUCTIVITY TQC, TPM, PIE, TQM ADVANCE KAIZEN, J I T BASIC FIVE S GOOD HOUSEKEEPING FONDASI 10/11/2017

Total Quality Control Sarana Penerapan TQC TOTAL / TERPADU Q QUALITY / KUALITAS / MUTU C CONTROL / PENGENDALIAN GKM Gugus Kendali Mutu Sarana Penerapan TQC

PENINGKATAN KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS TUJUAN PENINGKATAN KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS

GKM GUGUS : KELOMPOK TERDIRI DARI 3 – 10 ORANG DARI UNIT KERJA YANG SAMA KELOMPOK BERPARTISIPASI TOTAL TERHADAP UPAYA PENINGKATAN KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS

PERUSAHAAN YANG MENERAPKAN GUGUS KENDALI MUTU KARYAWAN MOTIVASI PENGETAHUAN KETERAMPILAN SIKAP MENTAL DISIPLIN ETIKA KERJA POTENSI TERSEMBUNYI POTENSI KARYAWAN MENINGKAT INOVASI DAN KREATIVITAS MENEMUKAN MASALAH DAN MEMBERIKAN SOLUSI KESEJAHTERAAN MENINGKAT PENERAPAN GKM PRODUKTIVITAS MENINGKAT

PERMASALAHAN PERUSAHAAN PERMASALAHAN PERUSAHAAN Turnover SDM tinggi Gudang Material & Finish produk tidak tertata dengan baik System FIFO tidak berjalan Layout working area tidak maximal Rework / reject parts masih tinggi Rendahnya kesadaran akan K3 PERMASALAHAN PERUSAHAAN

Problem! Problem! Problem! Problem! Problem! Problem! Problem! Problem!

Penambahan jumlah sampel dari 6 sampel/batch menjadi 8 sampel/batch No. Nama GKM/Perusahaan Judul Risalah Dampak Perbaikan 1. PUKUL Mempercepat waktu sortasi TDA pada jenis rokok SKM di Proses kupas rokok bagian additional materials menjadi maksimal 10 menit dalam kurun waktu 26 minggu Penambahan jumlah sampel dari 6 sampel/batch menjadi 8 sampel/batch Effisiensi TDA yang terbuang selama 2 bulan sebesar Rp. 5.670.000,- Proses penyerahan produk tepat waktu   2. S P U 26 Menurunkan Downtime Film Detektor right unit boxer sebesar 80 % dari 30 menit/hari menjadi 6 menit/hari selama 18 minggu Downtime Film Detector Right Unit Boxer maksimal per hari adalah 4 menit/hari 3. SCI JELITA Meningkatkan capaian AMO SPU 08 dari 101,01 bale/jam menjadi 117 bale/jam selama 12 minggu Meningkatnya AMO SPU 08 dan area GLLT1 Order produksi untuk brand Djarum Super 12 tercapai Ppenjualan meningkat menjadi Rp.6.026.036.800,- 4. C E N T A Menurunkan pemakaian uap di cooking room sebesar 13 % Terjadi efisiensi sebesar Rp.46.640.662,- per bulan Pemasakan bihun lebih matang (tanak) 5. ASTER Menurunkan Kejadian Infus Keblongan dari 41,66% menjadi 0% dalam Waktu Empat Bulan di Ruang Aster 5 Inovasi Membuat Water Loss Control Dengan penggunaan WLC (Water Loss Control) seharga Rp.225.000,00 untuk tiga alat dapat mencegah adanya emboli atau komplikasi yang dapat memperpanjang hari perawatan yang satu harinya seharga Rp. 55.000 – Rp. 1.000.000 sedangkan untuk operasi trombolectomy kelas 3 (tiga) sekitar Rp. 2.100.000 sehingga bisa menurunkan biaya perawatan dan lebih hemat

Gugus Kendali Mutu Sebagai Alat dalam Peningkatan Berkelanjutan MUH. DAHLAN

TUGAS KARYAWAN PENINGKATAN STANDARD DEVIASI

TEKNIK DAN IMPLEMENTASI MANAJEMEN PARTISIPATIF LANGKAH-LANGKAH PENERAPAN PROGRAM YANG PERLU DIPERHATIKAN :   MENYUSUN FONDASI FILOSOFI DAN KONSEP SEBAGAI PENGGERAK. MENDAPATKAN DUKUNGAN YANG MAKSIMUM DARI SETIAP MANAJEMEN DAN SELURUH KARYAWAN. MENINGKATKAN KEMAMPUAN MELALUI PARTISIPASI DAN AKTIVITAS.  MENUMBUHKAN PERHATIAN DAN MOTIVASI ATAS PROGRAM. MENJAMIN KESERASIAN ANTARA MANAJEMEN DENGAN KARYAWAN.

BEBERAPA LANGKAH PENTING YANG PERLU DIKETAHUI OLEH SETIAP ORANG DAN TIDAK DAPAT DIKESAMPINGKAN ADALAH SEBAGAI BERIKUT : DITERIMANYA KONSEP DAN FILOSOFI OLEH MANAJEMEN PUNCAK. MELATIH SELURUH STAF MANAJEMEN TENTANG KONSEP DAN FILOSOFI YANG TELAH DISEPAKATI. MEMBENTUK STEERING COMMITTE (BADAN PENGARAH) YANG DIKETUAI OLEH PEMIMPIN TERTINGGI PERUSAHAAN. MENGIDENTIFIKASI DAN MENYELEKSI PARA FASILITATOR. MELATIH PARA FASILITATOR.  MEMPROMOSIKAN KONSEP DAN FILOSOFI MELALUI PEMBICARAAN DAN BULETIN PERUSAHAAN.  PEMBENTUKAN GUGUS KENDALI MUTU (GKM).

MELATIH PEMIMPIN KELOMPOK. PENDAFTARAN KELOMPOK. MELATIH ANGGOTA KELOMPOK. MENINGKATKAN AKTIVITAS KELOMPOK. MELAKSANAKAN PAGELARAN (PRESENTASI) MANAJEMEN. MENETAPKAN SISTEM PEMANTAUAN DAN UMPAN BALIK. MELAKSANAKAN PENGAMATAN DAN PENILAIAN. MELAKSANAKAN PELATIHAN-PELATIHAN YANG DIPERLUKAN UNTUK MENAMBAH PERHATIAN DAN MOTIVASI MEREKA.

KODE ETIK GUGUS KENDALI MUTU : WAJIB MENGHARGAI FUNGSI, WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB, ATAS JABATAN YANG TELAH DITETAPKAN. TIDAK MEMBICARAKAN HAL-HAL, ANTARA LAIN ;  GAJI, KESEJAHTERAAN KARYAWAN DAN TUJUAN SOSIAL.    PROMOSI JABATAN DAN TINDAKAN DISIPLINER TERHADAP KARYAWAN.  KEBIJAKSANAAN PEMIMPIN TERTINGGI, PERENCANAAN PERUSAHAAN, YANG TELAH DIBENTUK OLEH FORUM SENDIRI.  SASARAN, STRATEGI DAN PROGRAM KERJA.  BERSIFAT PRIBADI.