Arifah Rizqiani (D /2006) (Ketua)

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Manajemen Pemeliharaan Unggas: Improvement
Advertisements

Cara Pembuatan Ransum dan Pemberiannya
Bahan Pakan dan Pemberian Ransum
PEMBUATAN PAKAN TERNAK KAMBING SISTEM KERING
Ternak kelinci.
Itik yang dipelihara berjumlah 57 ekor terdiri dari ;
SILASE (SILAGE) Hijauan yang diawetkan dalam bentuk segar (kandungan air 65 – 70 %) dalam suasana asam, tanpa O2 pada suatu tempat yang disebut SILO.
Manajemen Pemeliharaan Sapi Potong
RATNA PUJI HASTUTI H Penguji Utama : Wara Pratitis. S.S, S.Pt, M.P
Tabel 2. Biaya Produksi Komponen Biaya (Rp.) Bahan Baku Biskuit
Kiston Simanihuruk dan Juniar Sirait
Sinurat AP, Hidayat C, Haryati T, Wardhani T, Sartika T
Program Kreativitas Mahasiswa 2010
Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner (Semnas TPV)
MERPATI (Columba livia)
BIOKONVERSI SAMPAH ORGANIK PRIMER MENJADI PAKAN KOMPLIT TERNAK RUMINANSIA Oleh : SRI WAHYUNI,SE.MP.
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
Artharini Irsyammawati
GRAFIK PERKEMBANGAN KONSUMSI PANGAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN
PAKAN KENARI Kenari besifat omnivora dengan pakan berupa bijian, serangga, daun muda, buah masak. Bijian yang dimakan berupa biji-jenis kecil, biji rumput,
SUPLEMENTASI NUTRIEN DEFISIEN PADA RANSUM DOMBA GARUT YANG DIBERI MAKAN DAUN RAMI (Boehmeria nivea, L. GAUD) Oleh Despal.
PENGGEMUKAN SAPI BALI DENGAN SUBSTITUSI JERAMI FERMENTASI DAN KONSENTRAT TEPUNG KEPALA UDANG DI KAB. PINRANG SULAWESI SELATAN Andi Ella, dkk B0gor 8 –
PEMBUATAN TEPUNG DARAH
Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner
ANALISIS PROKSIMAT ADALAH SUATU METODE ANALISIS KIMIA UNTUK MENGIDENTIFIKASI KANDUNGAN ZAT MAKANAN DARI SUATU BAHAN (PAKAN/PANGAN) SATU ITEM HASIL ANALISIS.
Wisri Puastuti dan Dwi Yulistiani
MENGATASI KEMATIAN MASAL IKAN DI WADUK CIRATA
LAPORAN KEMAJUAN Pemanfaatan Kacang Hijau (Vigna radiata L ) Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Nugget Bidang Kegiatan: PKM Kewirausahaan.
IPTEK PENGOLAHAN BMT PAKAN LENGKAP
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
KOMERSIALISASI NUGGET KELINCI SEBAGAI BAHAN PANGAN RENDAH KOLESTEROL
Materi 1 : Formulasi Pakan
Institut Pertanian Bogor
SISTEM PRODUKSI TERNAK KERBAU
USAHA TERNAK AYAM POTONG (broiler)
Komposisi Tubuh dan Makanannya
Penelitian pendukung :
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
SATUAN TERNAK DAN KOEFISIEN TEKNIS.
PENYUSUNAN RANSUM (PAKAN)
SEMINAR NASIONAL TEKNOLOGI PETERNAKAN DAN VETERINER
Optimalisasi Potensi Daun Murbei sebagai
PKM Penelitian Pengembangan Yoghurt Sari Kacang Hijau Rendah Lemak Sebagai Pangan Dietetik.
TEPUNG DAUN.
Perlakuan kapsul pd Domba
Pakan sebagai faktor penunjang produktivitas sapi potong
ANALISIS PROKSIMAT ADALAH SUATU METODE ANALISIS KIMIA UNTUK MENGIDENTIFIKASI KANDUNGAN ZAT MAKANAN DARI SUATU BAHAN (PAKAN/PANGAN) SATU ITEM HASIL ANALISIS.
KENDALA PADA PELAKSANAAN STS :
AYAM BROILER.
UJI NILAI DAN MANFAAT PAKAN
“Pakan Sebagai Faktor Penunjang Produktivitas Domba”
MATERI DAN METODE Probiotik L. fermentum
POTENSI PRODUKSI dan KEMAMPUAN ADAPTASI LINGKUNGAN PADA SAPI DAN KERBAU Surotul Khikma Chindya Rista sari Devi Navalia
TEKNOLOGI PETERNAKAN DAN VETERINER
Agussalim Simanjuntak
Oleh :.
TUBUH HEWAN dan MAKANANNYA
KONSEP DASAR BUDIDAYA TERNAK KELINCI
Despal, Fajariah, N., Sigit, N. dan Permana, I.G.
PKM Penelitian Pengembangan Yoghurt Sari Kacang Hijau Rendah Lemak Sebagai Pangan Dietetik.
PEMBERIAN RANSUM BERKADAR ENERGI TINGGI PADA PROGRAM “FLUSHING” UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH KELAHIRAN PADA DOMBA LOKAL Wahyu Ismoyo D Fanny K. Tondok D
SELAMAT DATANG.
Presentasi Laporan Kemajuan PKM-P
Program Kreativitas Mahasiswa 2010
PEMELIHARAAN AYAM PETELUR KOMERSIL
Pengaruh Penambahan Pegagan (Centtela aciatica) sebagai Pakan Additif Broiler Terhadap Persentase Karkas dan Lemak Abdomen Muthia Dewi 1a, Toni Malvin.
Rancangan percobaan Penelitian ini mengunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan pakan ; 1. Pakan komersial tanpa antioksidan (kontrol = R0); 2.
APLIKASI Lemna sp. SEBAGAI PAKAN BABI ORGANIK
SISTEM PERTANIAN TERPADU (INTEGRATED FARMING SYSTEM) PADA EKOSISTEM PERKEBUNAN AGROPASTURAL - 2 Ade Wachjar Adiwirman DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA.
RANSUM …?  RANSUM adalah makanan yang terdiri dari satu atau beberapa bahan pakan ternak yang diberikan kepada ternak sekali atau beberapa kali untuk.
Transcript presentasi:

Arifah Rizqiani (D24062977/2006) (Ketua) LAPORAN KEMAJUAN  PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PERFORMA DAN KUALITAS KARKAS KELINCI YANG DIBERI SILASE RANSUM KOMPLIT BERBAHAN BAKU LOKAL DALAM UPAYA PENCAPAIAN KETAHANAN PANGAN.   Arifah Rizqiani (D24062977/2006) (Ketua) Angga Jatmiko Utomo (D24061013/2006) (Anggota) Dicky Zulharman (D24061355/2006) (Anggota) Dewi Ayu Lestari (D24080067/2008) (Anggota)

Target Luaran - Informasi formula pakan berbahan lokal pada kelinci - Informasi teknologi pengawetan pakan dalam bentuk silase ransum komplit - Informasi respon pemberian silase ransum komplit dibandingkan dengan pellet ransum komplit pada performa dan kualitas daging pada kelinci

METODE

Pembuatan Ransum > Hijauan Segar (Rumput Lapang+ daun ubi kayu) Konsentrat Dikeringkan (jemur) Digiling (tepung) Diformulasikan sesuai kebutuhan Dicampur (mixing) Silase Ransum Komplit (Anaerob, selama ± 1 bulan) Pellet Ransum Komplit (Aerob)

Lanjutan… Penyiapan Bakteri Asam Laktat - Bakteri Asam Laktat (BAL) yang telah diremajakan ditumbuhkan kembali di media broth dengan bahan MRSB (52 gr/liter) dan di inkubasi selama 2 hari. Kemudian diencerkan menggunakan Aquades. BAL yang telah diencerkan tersebut siap untuk disemprotkan ke bahan. Persiapan Kandang - Kandang sebanyak 12 buah sebelum digunakan dibersihkan terlebih dahulu. Kemudian kandang dilengkapi tempat pakan dari semen dan tempat minum dari botol minum khusus kelinci. Masing-masing kandang ditempati seekor kelinci umur 4 bulan.

Lanjutan… Pemeliharaan 12 ekor kelinci jantan lokal peranakan New Zealand White lepas sapih diberi salah satu dari 3 perlakuan ransum yaitu : R1 = Silase Ransum komplit R2 = Pellet Ransum komplit Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari, pada pagi hari pukul 07.00 – 08.00 WIB dan pada sore hari pada pukul 16.00 – 17.00 WIB.

Parameter yang diukur Konsumsi Pakan Per Hari: = Konsumsi selama pemeliharaan (gram/ekor) Lama Penelitian (35 hari) Pertambahan Bobot Badan (PBB) = Bobot akhir –Bobot awal (g/ekor) Efisiensi pakan = Pertambahan Bobot Badan(gram/ekor/hari) Konsumsi pakan (gram/ekor/hari)

Lanjutan... Persentase karkas = Bobot Karkas kelinci X 100% Bobot Hidup Kelinci Persentase Mortalitas = Jumlah kematian kelinci X 100% Jumlah kelinci yang dipelihara Kadar Lemak Daging Kelinci bagian paha = kadar lemak (%) x berat sample (berat paha)

KETERCAPAIAN TARGET LUARAN 1. Informasi formula pakan berbahan lokal pada kelinci Untuk luaran ini telah dicapai, dengan formula sebagai berikut : Bahan Pakan Persentase penggunaan (dalam BK) Rumput Lapang 25 Daun Ubi Jalar 5 Jagung 31.5 Dedak Padi 15 Bungkil Inti Sawit Bungkil Kedelai Tepung Ikan 1 Premix 0,5 DCP CPO NaCl

Lanjutan... 2.1 Persiapan Hijauan 2. Informasi teknologi silase ransum komplit 2.1 Persiapan Hijauan Proses persiapan hijauan telah dilakukan 100%, menggunakan tepung rumput dan tepung daun ubi. Walaupun dalam proses penyiapan ini membutuhkan waktu yang lebih lama. 2.2 Penyiapan Bakteri Asam Laktat Bakteri asam laktat telah berhasil dilakukan dengan total bakteri count (TFC) sekitar 106-107 CFU. 2.3 proses pembuatan silase hasil komposisi kimia dari pakan silase ransum komplit adalah sebagai berikut (100% BK) : abu 9,32%, protein kasar 14,32 %, serat kasar 23,04 %, Lemak kasar 3,25%, BETN 50,05%.

Lanjutan... 3.1 Persiapan kandang 3. Informasi respon pemberian silase ransum komplit dibandingkan dengan pellet ransum komplit pada performa dan kualitas daging kelinci. 3.1 Persiapan kandang Pembersihan kandang telah dilakukan meliputi pembersihan kandang, tempat pakan dan tempat minum. 3.2 Pemeliharaan kelinci Adapun peubah yang kami amati adalah pertambahan bobot badan, konsumsi pakan, efisiensi pakan, persentase karkas, kadar lemak pada paha dan persentase mortalitas, yang disajikan pada tabel 1.

Tabel 1. Rataan konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, bobot badan akhir, efisiensi pakan, persentase karkas, kadar lemak pada bagian paha dan mortalitas Peubah Perlakuan R1 R2 Konsumsi BK (g/e/hari) 819,99±56,95 645,74±19,16 Bobot Hidup (kg) 1906,45±135,8 0a 1663,15 ±110,07b PBB (g/e/hari) 17,60 ±10,92 17,29± 15,30 Efisiensi Pakan 0,15 ±0,01 0,13 ±0,02 Persentase Karkas (%) 54,29± 2,53 49,49 ±1,08 Kadar Lemak pada bagian paha (%) 0,18±0,06 0,15±0,03 Mortalitas (%)

PERMASALAHAN DAN PENYELESAIANNYA

Persiapan Hijauan Dalam proses penyiapan hijauan dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk pengeringan hijauan. Hal ini dikarenakan hijauan berupa daun ubi kering untuk musim saat ini, sulit ditemukan dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengeringkannya. Solusi dari permasalahan ini adalah pemisahan antara fraksi batang dengan fraksi daun hijauan

Penyiapan Bakteri Asam Laktat Kendala dari penyiapan bakteri asam laktat (BAL) ini adalah sulit tumbuhnya bakteri tersebut, dikarenakan adanya kontaminasi dengan bakteri lain.. Dengan demiikan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mendapatkan bakteri tersebut kemudian meremajakannya. Solusi yang akan dilakukan untuk mendapatkan bakteri asam laktat ini adalah bekerja secara steril, berdasarkan SOP.

Persiapan Kandang Kendala yang dihadapi dalam proses penyiapan kandang dan peralatannya adalah tempat minum yang digunakan tidak bekerja dengan baik. Solusi untuk mengatasi masalah ini adalah memberikan pada tutup botol yang terbuat dengan karet, agar tidak dimakan oleh kelinci.

Pemeliharaan Proses pemeliharaan yang dilakukan sebelumnya tidak ada masalah. Sedangkan pada penelitian untuk konfirmasi ditemukan kendalaberupa kematian kelinci yang tinggi (>50%). Solusi yang dilakukan adalah membeli kelinci pengganti berumur 3 bulan

Penggunaan Biaya Keterangan Debet Kredit Dikti Rp. 4.900.000 Pembelian bahan-bahan Rp. 1.641.850 Pembelian Alat-alat Rp. 334.900 Jasa pembuatan pakan Rp. 1.622.500 Transportasi Rp. 250.000 Sewa pengilingan dll Rp. 273.000 Saldo Akhir Rp. 547.750

Dokumentasi Kegiatan - Kelinci yang dipelihara - Kandang yang digunakan

Lanjutan… Pakan pellet

Terima Kasih.