PENGUKURAN KESEHATAN Definisi indikator

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
INDIKATOR KESEHATAN PRODUKSI
Advertisements

POSYANDU BALITA RIWANTO, SKM.
PENCAPAIAN INDIKATOR KINERJA
KUESIONER RUMAH TANGGA Blok V
DINKES PROPINSI LAMPUNG
Bagian Program & Informasi Ditjen PP & PL
Standar Pelayanan Minimal Puskesmas
Bagian Program & Informasi Ditjen PP & PL
Data: karakteristik individu, sangat sulit diinterpretasikan karena jumlahnya sangat banyak dan beragam bentuknya [nominal, ordinal, interval] dan sifatnya.
PELAKSANAAN DEKONSENTRASI APBN TA 2008 BIRO PERENCANAAN 13 FEBRUARI 2008.
SISTEM INFORMASI DAN MANAJEMEN PUSKESMAS (SIMPUS)
Data: karakteristik individu, sangat sulit diinterpretasikan karena jumlahnya sangat banyak dan beragam bentuknya [nominal, ordinal, interval] dan sifatnya.
HASIL PENCAPAIAN INDIKATOR SPM BIDANG KESEHATAN TAHUN 2008
Pertemuan ke-5 Pengertian Indikator Definisi indikator
SEKSI INFORMASI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Kabupaten Cilacap
PUSKESMAS KARANGAN OLEH MARTA RAHAYU
ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KESEHATAN TAHUN OLE h Dr.Hj.Musdiawaty HR RoE,M.Kes Watansoppeng, 19 Maret 2014.
Sekilas tentang Bangka Belitung 315 Desa jiwa L: P:
Laporan Pendahuluan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 BADAN PUSAT STATISTIK.
Sistem Informasi manajemen puskesmas
H. ARSON ABADI, SKM, M.Si Dinas Kesehatan Kab.OKU SELATAN
PELAKSANAAN SPF DI PROVINSI MALUKU
Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara
POKOK-POKOK PEMBANGUNAN KESEHATAN DI INDONESIA
SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN LB-3
Selamat datang peserta
Disampaikan pada : Pertemuan Pemuktahiran dan Analisa Data Tk Provinsi
STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM)
RISET KESEHATAN DASAR ( RISKESDAS ) 2013
OLEH REZQI HANDAYANI, M.P.H., Apt
SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN LB-3 (2)
PETUNJUK TEKNIS PEMBUATAN PROFIL KABUPATEN
PROGRAM KIA Kesehatan Ibu dan Anak.
Pertemuan ke-5 Pengertian Indikator Definisi indikator
AGUS JOKO PITOYO, S,SI,, M,A Fakultas Geografi, UGM
BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA PROVINSI KEPULAUAN RIAU
Oleh : Respati Wulandari, M. Kes
DEASY ROSMALA DEWI, SKM,MKES
Bagaimana menanggulangi masalah gizi:
ILMU KESMAS X (PROGRAM2 KESEHATAN)
Epidemiologi-Susanto, 2012
PROGRAM KESEHATAN MASYARAKAT
SELAMAT DATANG PERTEMUAN PETUGAS SP2TP BLITAR, 7 MARET 2014
Pertemuan Nasional Akselerasi Pencapaian MDG’s
PEMBANGUNAN KESEHATAN DI PULAU KALIMANTAN
Sistem kesehatan Sesi 8 Dikutip dari Sistem kes, WikuAdisasmito, PhD.
PENDIDIKAN KESEHATAN WIWIK AFRIDAH.
Dr. Jum’atil Fajar, MHlthSc
Sistem Kesehatan Negara Kuba
MASALAH DAN PROGRAM KEP
Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH
PEMANFAATAN DATA SURVEI DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN
Laporan Praktek Kerja Lapangan Surveilans Gizi Kabupaten Sanggau.
ASPEK-ASPEK SOSIAL BUDAYA DALAM PELAYANAN KEBIDANAN
Sistem Informasi manajemen puskesmas
IMPLEMENTASI APLIKASI SPM BERBASIS WEB
PENDIDIKAN KESEHATAN Budi Widiyanto. a. Pengertian Pendidikan kesehatan b. Konsep Pendidikan Kesehatan c. Upaya Pendidikan Kesehatan d. Peran pendidikan.
Organisasi Yankes Pertemuan 3
Standar Pelayanan Minimal Puskesmas
LOKAKARYA PERENCANAAN PEMBANGUNAN KESEHATAN
ADMINISTRASI DAN UPAYA KESEHATAN. PENGERTIAN = tatanan yg menghimpun berbagai upaya kes masy (UKM) dan upaya kes perorangan (UKP) secara terpadu & saling.
Indeks Kepuasan Masyarakat Bidang Kesehatan
STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN DI KABUPATEN/KOTA
KESEHATAN ANAK di indonesia
Sistem Informasi manajemen puskesmas
Puskesmas Taratara merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesehatan Daerah Kota Tomohon Kode Puskesmas P Sejarah Pembangunan Puskesmas.
PEMBANGUNAN BIDANG KESEHATAN PROVINSI BANTEN
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) UPT Puskesmas Kasiyan 2019.
Standar Pelayanan Minimum Bayi Baru Lahir
Transcript presentasi:

PENGUKURAN KESEHATAN Definisi indikator ·         Indikator adalah variabel yang membantu kita dalam mengukur perubahan-perubahan yang terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung (WHO, 1981). “variabel yang dapat digunakan untuk mengevaluasi keadaan atau status dan memungkinkan dilakukannya pengukuran terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu” (Buku Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota - Kepmenkes RI 2004).

WHO mengemukakan beberapa indikator kesehatan yang berhubungan dengan status kesehatan masyarakat : indikator komprehensif dan indikator spesifik. indikator kesehatan yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan Indonesia Sehat 2010 dari Depkes RI tahun 2003 mengemukakan indikator kesehatan yang terdiri dari 3 macam, yaitu indikator derajat kesehatan indikator hasil antara, dan indikator proses dan masukan.

Indikator kesehatan yang berhubungan dengan status kesehatan masyarakat : indikator komprehensif terdiri dari angka kematian kasar menurun, rasio angka mortalitas proporsional rendah, umur harapan hidup meningkat, indikator spesifik terdiri dari angka kematian ibu dan anak menurun, angka kematian karena penyakit menular menurun, angka kelahiran menurun.

indikator kesehatan yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan: yaitu rasio antara pelayanan kesehatan dan jumlah penduduk seimbang, distribusi tenaga kesehatan merata, informasi lengkap tentang fasilitas kesehatan, informasi tentang sarana pelayanan di rumah sakit, puskesmas, dan lain-lain.

KARAKTERISTIK INDIKATOR Valid yang berarti bahwa indikator benar-benar dapat dipakai sebagai pengukur atas sesuatu yang akan diukur. Reliable yang berarti bahwa indikator mampu menunjukkan hasil yang sama walaupun dalam waktu yang berbeda, dan dihitung oleh orang yang berbeda pula. Sensitive yang berarti bahwa indikator cukup peka dan tepat sebagai pengukur sehingga jumlahnya tidak perlu banyak. Specific yang berarti bahwa indikator mampu memberikan gambaran perubahan ukuran yang jelas. Relevant yang berarti bahwa indikator sesuai dengan aspek kegiatan yang diukur.

INDIKATOR KESEHATAN A. DERAJAT KESEHATAN I. MORTALITAS: 1. Angka Kematian Bayi per-1.000 Kelahiran Hidup. 2.  Angka Kematian Balita per-1.000 3.  Angka Kematian Ibu Melahirkan per- 100.000 Kelahiran Hidup. 4.  Angka Harapan Hidup Waktu Lahir

  II. MORBIDITAS: 1.      Angka Kesakitan Malaria per-1.000Penduduk 2.      Angka Kesembuhan Penderita TB Paru BTA+ 3.      Prevalensi  HIV  (Persentase  Kasus  Terhadap  Penduduk Berisiko) 4.      Angka “Acute Flaccid Paralysis” (AFP) Pada Anak Usia <15 Tahun per-100.000 Anak 5.      Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) per-100.000 Penduduk

  III. STATUS GIZI: 1.      Persentase Balita Dengan Gizi Buruk 2.      Persentase Kecamatan Bebas Rawan Gizi

Indikator hasil antara dan target yang hendak dicapai B.     HASIL ANTARA Indikator hasil antara dan target yang hendak dicapai      I. KEADAAN LINGKUNGAN: 1.      Persentase Rumah Sehat 2.      Persentase Tempat-tempat Umum Sehat

II. PERILAKU HIDUP MASYARAKAT:  Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat    Persentase Posyandu Purnama & Mandiri III. AKSES & MUTU PELAYANAN KESEHATAN: 1.      Persentase Penduduk Yang Memanfaatkan Puskesmas 2.      Persentase Penduduk Yang Memanfaatkan Rumah Sakit 3.      Persentase Sarana Kesehatan Dengan Kemampuan Laboratorium Kesehatan 4.      Persentase Rumah Sakit Yang Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan Spesialis Dasar 5.      Persentase Obat Generik Berlogo Dalam Persediaan Obat

C. PROSES DAN MASUKAN I. PELAYANAN KESEHATAN:   1.      Persentase Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan 2.      Persentase Desa Yang Mencapai “Universal Child Immunization” (UCI) 3.      Persentase   Desa   Terkena   Kejadian   Luar   Biasa (KLB) Yang Ditangani <24 jam 4.      Persentase Ibu Hamil Yang Mendapat Tablet Fe 5.      Persentase Bayi Yang Mendapat ASI Eksklusif 6.      Persentase Murid Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah Yang Mendapat Pemeriksaan Gigi dan Mulut 7.      Persentase   Pekerja   Yang   Mendapat   Pelayanan Kesehatan Kerja 8.      Persentase Keluarga Miskin Yang Mendapat Pelayanan Kes.

1. Rasio Dokter Per-100.000 Penduduk    II.   SUMBER DAYA KESEHATAN: 1.      Rasio Dokter Per-100.000 Penduduk 2.      Rasio Dokter Spesialis Per-100.000 Penduduk 3.      Rasio Dokter Keluarga 1.000 Keluarga 4.      Rasio Dokter Gigi Per-100.000 Penduduk 5.      Rasio Apoteker Per-100.000 Penduduk 6.      Rasio Bidan Per-100.000 Penduduk 7.      Rasio Perawat Per-100.000 Penduduk 8.      Rasio Ahli Gizi Per-100.000 Penduduk 9.      Rasio Ahli Sanitasi Per-100.000 Pddk. 10.  Rasio   Ahli   Kesehatan   Masyarakat   Per-100.000 Penduduk 11.  Persentase Penduduk Yang Menjadi Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 12.  Rata-rata  Persentase  Anggaran  Kesehatan  Dalam APBD Kabupaten/ Kota 13.  Alokasi Anggaran Kesehatan Pemerintah per-Kapita per-tahun (ribuan

 III. MANAJEMEN KESEHATAN: 1.      Persentase Kabupaten/Kota Yang Mempunyai Dokumen Sistem Kesehatan 2.      Persentase Kabupaten/Kota yg memiliki “contingency plan” Untuk  Masalah  Kesehatan  Akibat Bencana 3.      Persentase  Kabupaten/Kota  Yang Membuat  Profil Kesehatan 4.      Persentase Provinsi Yang Melaksanakan Surkesda. 5.      Persentase  Provinsi  Yang Mempunyai  “Provincial Health Account”

1. Persentase Keluarga Yang Memiliki Akses Terhadap Air Bersih IV. KONTRIBUSI SEKTOR TERKAIT: 1.      Persentase Keluarga Yang Memiliki Akses Terhadap Air Bersih 2.      Persentase  Pasangan  Usia  Subur  Yang  Menjadi Akseptor Keluarga Berencana 3.      Angka  Kecelakaan  Lalu-lintas  per-100.000  penduduk 4.      Persentase Penduduk Yang Melek Huruf