PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Sosialisasi KTSP PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 NOMOR 23 TAHUN 2006Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) DEPARTEMEN PENDIDIKAN.
Advertisements

Bimtek KTSP 2009 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 NOMOR 23 TAHUN 2006Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL)
Sosialisasi KTSP PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 NOMOR 23 TAHUN 2006Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) DEPARTEMEN PENDIDIKAN.
BALITBANGKEMENDIKNAS
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
Individu yang berkarakter baik
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang
Sosialisasi KTSP PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 NOMOR 23 TAHUN 2006Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) DEPARTEMEN PENDIDIKAN.
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang
KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN KARAKTER BIDAN DALAM MENGHADAPI PASAR BEBAS ASEAN Disajikan dalam seminar Nasional Kebidanan di Sekolah.
Nilai-nilai dalam Pendidikan
Sosialisasi KTSP PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 NOMOR 23 TAHUN 2006Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) DEPARTEMEN PENDIDIKAN.
Pendidikan Karakter di SMP oleh Eko Widodo
Sosialisasi KTSP PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 NOMOR 23 TAHUN 2006Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) DEPARTEMEN PENDIDIKAN.
PENDIDIKAN KARAKTER Universitas Negeri Yogyakarta Oleh:
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
KURIKULUM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR BERBASIS KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA.
KURIKULUM 2013 DAN PROFESIONALISASI BIMBINGAN DAN KONSELING
Pendidikan Sebagai Suatu Sistem
PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA
UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA
PENDIDIKAN KARAKTER PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER BUDAYA SEKOLAH
SDN MSDYOPURO 1 KOTA MALANG
DALAM PERSPEKTIF KEBUDAYAAN
PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN
Memahami Konsep Dasar Pendidikan Karakter
Karakter= budi pekerti + x = ?
RANCANGAN KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL)
PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
KEBIJAKAN PENYEMPURNAAN KURIKULUM
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA
PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA
Nilai-Nilai Karakter Anak di Indonesia
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang
PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012
Pengintegrasian Berbagai Nilai dan Materi ke dalam Mata Pelajaran
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KOMPETENSI INTI (KI) KOMPETENSI DASAR (KD) PPT
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang
Pendidikan Karakter di SMP
18 NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA
Pengembangan Kurikulum dalam Penulisan
BAB II SIKAP PROFESIONAL KEGURUAN
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KOMPETENSI INTI (KI) KOMPETENSI DASAR (KD) PPT
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
Pendekatan Terpadu dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang
PENGANTAR PENDIDIKAN KARAKTER
Pendidikan Karakter di SMP
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
KEBIJAKAN PENYEMPURNAAN KURIKULUM
PENDIDIKAN KARAKTER DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
Analisis Kurikulum Penjasorkes dan Bahan Ajar
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
KEBIJAKAN PENYEMPURNAAN KURIKULUM
Pengembangan Pendidikan agama berbasis wawasan kebangsaan
RIA KURNIASARI. KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN Mahasiswa mampu menganalisis hakikat, fungsi dan tujuan Pendidikan Kewarganegaraan di SD.
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
Transcript presentasi:

PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012 INTERNALISASI PENDIDIKAN KARAKTER, PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN PENDIDIKAN EKONOMI KREATIF KEDALAM SILABUS DAN RPP Endang Mulyani PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012

UU No 20 Tahun 2003 Tentang SPN Pasal 3 UU No 20 Tahun 2003 Tentang SPN Pasal 3, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

RPJMN 2010 – 2014 Arah kebijakan pembangunan pendidikan nasional dimaksudkan untuk penerapan metodologi pendidikan akhlak mulia dan karakter bangsa termasuk karakter wirausaha. Pembangunan bidang pendidikan diarahkan tercapainya pertumbuhan ekonomi yang didukung keselarasan antara ketersediaan tenaga terdidik dengan kemampuan: (1) menciptakan lapangan kerja atau kewirausahaan, (2) menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja. Penataan ulang kurikulum sekolah yang dibagi menjadi kurikulum tingkat nasional, daerah, dan sekolah sehingga dapat mendorong penciptaan hasil didik yang mampu menjawab kebutuhan SDM untuk mendukung pertumbuhan nasional dan daerah dengan memasukan pendidikan kewirausahaan (diantaranya dengan mengembangkan model link and match). PUSAT KURIKULUM BALITBANG KEMDIKNAS

RPJMN 2010-2014 Prioritas: Kurikulum Penataan ulang kurikulum sekolah yang dibagi menjadi kurikulum tingkat nasional, daerah, dan sekolah sehingga dapat mendorong penciptaan hasil didik yang mampu menjawab kebutuhan SDM untuk mendukung pertumbuhan nasional dan daerah dengan memasukkan pendidikan kewirausahaan (diantaranya dengan mengembangkan model link and match). 04/10/2012 ENDANG MULYANI

RPJMN 2010-2014 Prioritas: Metodologi Penerapan metodologi pendidikan yang tidak lagi berupa pengajaran demi kelulusan ujian (teaching to the test), namun pendidikan menyeluruh yang memperhatikan kemampuan sosial, watak, budi pekerti, kecintaan terhadap budaya-bahasa Indonesia melalui penyempurnaan kurikulum sekolah dasar dan menengah sebelum tahun 2011 yang diterapkan di 25% sekolah pada 2012 dan 100% pada 2014;

Inppres No. 6 Tahun 2009 Inppres No. 6 Tahun 2009 tentang Sasaran, Arah, dan Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Tahun 2009-2015 PUSAT KURIKULUM BALITBANG KEMDIKNAS

PENGUATAN PELAKSANAAN KURIKULUM FRAMEWORK PENGUATAN PELAKSANAAN KURIKULUM Metodologi pembelajaran yang mengaktifkan peserta didik Standar Isi Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa DIINTEGRASIKAN KE DALAM KTSP Output berkualitas Pendidikan Kewirausahaan Pendidikan Ekonomi Kreatif 11/27/2017 HERRY WIDYASTONO

Pendidikan Lalulintas Climate Change Pendidikan Lalulintas Pendidikan Kewirausahaan Pendidikan Kependudukan Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Pendidikan Karakter Bangsa SI KTSP SKL Pendidikan Ekonomi Kreatif Apa lagi ? Pendidikan Lingkungan Hidup PendidikanMultikultur Pendidikan Pencegahan HIV/AIDS Nuklir Pendidikan Anti Korupsi Pendidikan Pengurangan Resiko Bencana Pendidikan HAM Pendidikan Kelautan KONTEN-KONTEN YG PERLU DIINTEGRASIKAN

Pendidikan karakter, kewirausahaan dan ekonomi kreatif

PENDIDIKAN KARAKTER DAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN Tiga Hal Penting MENGAPA APA & BAGAIMANA Mengintegrasikan PENDIDIKAN KARAKTER DAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PUSAT KURIKULUM

APA Yang Sedang Dilakukan ? PUSAT KURIKULUM BALITBANG KEMDIKNAS APA Yang Sedang Dilakukan ?

Ilustrasi Mengapa Ekonomi Kreatif? PUSAT KURIKULUM BALITBANG KEMDIKNAS Ilustrasi Mengapa Ekonomi Kreatif?

PUSAT KURIKULUM BALITBANG KEMDIKNAS pengertian Budaya diartikan sebagai keseluruhan sistem berpikir, nilai, moral, norma dan keyakinan (belief) manusia yang dihasilkan masyarakat. Karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakininya dan digunakannya sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak.

PUSAT KURIKULUM BALITBANG KEMDIKNAS PENGERTIAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA ADALAH PENDIDIKAN YANG MENGEMBANGKAN NILAI-NILAI BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA PADA DIRI PESERTA DIDIK SEHINGGA MEREKA MEMILIKI DAN MENERAPKAN NILAI-NILAI TERSEBUT DALAM KEHIDUPAN DIRINYA, SEBAGAI ANGGOTA MASYARAKAT, DAN WARGANEGAR.

KONSEP KEWIRAUSAHAAN Kewirausahaan adalah: ilmu, seni, perilaku, sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemampuan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif (create a new and different) [Kristanto, 2009] Kewirausahaan adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai sebuah usaha dan mengembangkan usaha (Soeharto Prawiro, 1997) Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (kreatif) dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih Kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (P. Drucker, 1959) PUSAT KURIKULUM BALITBANG KEMDIKNAS

PUSAT KURIKULUM BALITBANG KEMDIKNAS PENGERTIAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN ADALAH PENDIDIKAN YANG MENGEMBANGKAN NILAI-NILAI KEWIRAUSAHAAN PADA DIRI PESERTA DIDIK SEHINGGA MEREKA MEMILIKI DAN MENERAPKAN NILAI-NILAI TERSEBUT DALAM KEHIDUPAN DIRINYA, SEBAGAI ANGGOTA MASYARAKAT, DAN WARGANEGARA.

Definisi Ekonomi Kreatif Ekonomi kreatif merupakan era ekonomi yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan gagasan dan knowledge dari SDM sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya PUSAT KURIKULUM BALITBANG KEMDIKNAS

RUANG LINGKUP EKONOMI KREATIF PUSAT KURIKULUM BALITBANG KEMDIKNAS

RUANG LINGKUP KARAKTER KONSEP KETERAMPILAN/SKILL PUSAT KURIKULUM BALITBANG KEMDIKNAS KARAKTER KONSEP KETERAMPILAN/SKILL

Prinsip Pengembangan Pendidikan Karakter, Pendidikan Kewirausahaan dan Pendidikan Ekonomi Kreatif Pengembangan nilai-nilai karakter, kewirausahaan dan ekonomi kreatif merupakan sebuah proses panjang dan berkelanjutan dimulai dari awal peserta didik masuk sampai selesai dari suatu satuan pendidikan. Materi nilai-nilai karakter, kewirausahaan dan ekonomi kreatif bukanlah bahan ajar biasa. Artinya, nilai-nilai tersebut tidak dijadikan pokok bahasan yang dikemukakan seperti halnya ketika mengajarkan suatu konsep, teori, prosedur, atau pun fakta seperti dalam mata kulian, namun nilai tersebut diintegrasikan ke dalam setiap mata kuliah, bisa melalui materi, metode, maupun penilaian. Pelaksanaan pembelajaran di kelas, dosen tidak perlu mengubah materi pokok yang sudah ada tetapi menggunakan materi pokok itu untuk mengembangkan nilai-nilai tersebut. Demikian juga, dosen tidak harus mengembangkan proses belajar khusus untuk mengembangkan nilai tersebut. Digunakan metodologi pembelajaran aktif PUSAT KURIKULUM BALITBANG KEMDIKNAS

Terintegrasi dalam seluruh Mata Pelajaran Rancangan Pengintegrasi Pendidikan Kewirausahaan Di dalam setiap Satuan pendidikan Terintegrasi dalam seluruh Mata Pelajaran Terpadu dalam Kegiatan Ekstra Kurikuler Melalui Kegiatan Pengembangan Diri Perubahan Pelaksanaan Pembelajaran Kewirausahaan dari Teori/konsep ke Pembelajaran Praktik Berwirausaha Pengintegrasian ke dalam Bahan/Buku Ajar Pengintegrasian melalui Muatan Lokal Pengintegrasian melalui Kultur Sekolah PUSAT KURIKULUM BALITBANG KEMDIKNAS

Pendidikan Karakter, Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif Gambar 1. FRAMEWORK PENGINTEGRASIAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DI SETIAP SATUAN PENDIDIKAN Semua Mata Pelajaran SKL Revolusi Pembelajaran Kewirausahaan Satuan Pendidikan Formal dan Non Fromal Pendidikan Karakter, Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif Ekstrakuriku-ler SI Pembela jaran Aktif Nilai-nilai/Ciri: Karakter Kewirausahaan Ekonomi Kreatif Pengembang an Diri Kultur Lembaga Muatan Lokal Bahan Ajar PUSAT KURIKULUM BALITBANG KEMDIKNAS

Nilai nilai minimal untuk dikembangkan PUSAT KURIKULUM BALITBANG KEMDIKNAS Nilai nilai minimal untuk dikembangkan NILAI DESKRIPSI 1. TANGGUH PERILAKU YANG MENUNJUKKAN UPAYA SUNGGUH-SUNGGUH DALAM MENGATASI BERBAGAI HABATAN BELAJAR DAN TUGAS SERTA MENYELESAIKAN TUGAS DENGAN SEBAIK-BAIKNYA 2. JUJUR PERILAKU YANG DIDASARKAN PADA UPAYA MENJADIKAN DIRINYA SEBAGAI ORANG YANG SELALU DAPAT DIPERCAYA DALAM PERKATAAN, TINDAKAN, DAN PEKERJAAN.

Nilai nilai minimal untuk dikembangkan PUSAT KURIKULUM BALITBANG KEMDIKNAS Nilai nilai minimal untuk dikembangkan NILAI DESKRIPSI 3. CERDAS MENCARI DAN MENERAPKAN INFORMASI DARI LINGKUNGAN SEKITAR DAN SUMBER-SUMBER LAIN SECARA LOGIS, KRITIS, DAN KREATIF 4. PEDULI 5.Religius SIKAP DAN TINDAKAN YANG SELALU BERUPAYA MENCEGAH KERUSAKAN PADA LINGKUNGAN ALAM DI SEKITARNYA, DAN MENGEMBANGKAN UPAYA-UPAYA UNTUK MEMPERBAIKI KERUSAKAN ALAM YANG SUDAH TERJADI, SELALU INGIN MEMBERI BANTUAN BAGI ORANG LAIN DAN MASYARAKAT YANG MEMBUTUHKAN Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

Tabel : Nilai-nilai dan Deskripsi Nilai Pendidikan Karakter, Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif NILAI DESKRIPSI 1. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas 2. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil berbeda dari apa yang telah dimiliki 3. Berani Menangung Resiko Kemampuan seseorang untuk menyukai pekerjaan yang menantang, berani dan mampu mengambil risiko kerja 4. Berorientasi pada Tindakan Sikap dan perilaku seseorang yang senang berbuat dari gagasan kearah tindakan nyata 5. Kepemimpinan Sikap dan perilaku seseorang yang selalu terbuka terhadap saran dan kritik, mudah bergaul, bekerjasama, dan mengarahkan orang lain 6. Jujur perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan PUSAT KURIKULUM BALITBANG KEMDIKNAS

Tabel : Nilai-nilai dan Deskripsi Nilai Pendidikan Kewirausahaan 7. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan 8. Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas dan mengatasi berbagai habatan 9. Kerja sama Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya mampu menjalin hubungan dengan orang lain dalam melaksanakan tindakan, dan pekerjaan 10. Inovatif Kemampun untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan 11. Tanggung- Jawab Sikap dan perilaku seseorang yang mau dan mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya 12. Ulet Sikap dan perilaku seseorang yang tidak mudah menyerah untuk mencapai suatu tujuan dengan berbagai alternatif PUSAT KURIKULUM BALITBANG KEMDIKNAS

17. Menghargai akan Prestasi NILAI DESKRIPSI 13. Komitmen Kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. 14. Realistis Kemampuan menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasionil dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/perbuatannya 15. Rasa ingin tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui secara mendalam dan luas dari apa yang yang dipelajari, dilihat, dan didengar 16. Komunikatif Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain 17. Menghargai akan Prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain PUSAT KURIKULUM BALITBANG KEMDIKNAS

ASESMEN HASIL BELAJAR NILAI PUSAT KURIKULUM BALITBANG KEMDIKNAS ASESMEN HASIL BELAJAR NILAI HASIL DARI SETIAP PENILAIAN DAPAT DINYATAKAN DALAM UNGKAPAN SEBAGAI BERIKUT: (UNTUK PROFILE ATAU PUN RAPOR) Membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten) MK Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten) MB Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten) MT BT Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda- tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator).

PUSAT KURIKULUM BALITBANG KEMDIKNAS TERIMA KASIH