KEBEBASAN MENGELUARKAN OPINI Pertemuan 1

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
UU No. 11 tahun tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan UU No
Advertisements

PANCASILA 10 PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA PENGANTAR
Materi kuliah Pemilu dan Perilaku Politik
KOMUNIKASI ORGANISASI berkaitan dengan KOMUNIKASI PUBLIK Pertemuan 13 Mata kuliah: O0282 / KOMUNIKASI ORGANISASI Tahun : 2008 / 2009.
BAB I PERS DAN JURNALISTIK Pertemuan 01
MODERNISASI DAN GLOBALISASI
METODE DAN PENDEKATAN DALAM STUDI FILSAFAT POLITIK
Pendidikan Kewarganegaraan
PERANAN PERS DALAM MASYARAKAT DEMOKRASI
Arti pentingnya Pers dalam sistem komunikasi
Disajikan oleh Usman Yatim
LANDASAN ETIKA DAN PROFESIONALISME JURNALIS Pertemuan 3 & 4 Mata kuliah: O0264 / TEKNIK WAWANCARA MEDIA Tahun : 2008 / 2009.
PEMAHAMAN WARGA NEGARA TENTANG KONSTITUSI DAN HAK ASASI WARGA NEGARA
Opini Publik pengertian, karakteristik, pembentukan
HAM Oleh Kelompok 1.
MODERNISASI DAN GLOBALISASI
UNIVERSITAS MERCUBUANA YOGYAKARTA FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
Kurikulum PKN dan Agama
ETIKA DAN PROFESIONALISME PR Pertemuan 8
RUANG LINGKUP OPINI PUBLIK Pertemuan 2
Opini Publik.

Hakikat Ruang Publik & Opini Publik
ALIRAN FILSAFAT NATURALISME
BAB 12 AKIBAT PENGARUH DARWINISME YANG MENYESATKAN
Sistem Pers.
KOMPETENSI V PERTEMUAN MINGGU VI
ILMU PENGETAHUAN & FILSAFAT.
Pancasila Sebagai Ideologi nasional (2)
Pancasila Sebagai Ideologi nasional (2)
Ideologi yang Berkembang di Dunia
KOMPETENSI !V V PERTEMUAN MINGGU VI
TEORI DAN ASAS PEMUNGUTAN PAJAK
PERAN MEDIA MASSA MEMBENTUK OPINI PUBLIK Pertemuan 7
MEDIA, PELAYANAN PUBLIK DAN LOGIKA POLITIK Pertemuan 10
Konsep Diri Menentukan Identitas Individu
Etika Komunikasi Massa
SISTEM MEDIA MASSA Recap by
Pers.
TEKNIK POLLING DAN OPINI PUBLIK Pertemuan 10
SEJARAH FILSAFAT HUKUM
EKONOMI DAN OPINI PUBLIK Pertemuan 8
By: Desayu Ekla Surya, S.Sos., M.Si
KOMUNIKASI MASSA Pertemuan 11
Munculnya Media Komunikasi Massa (1) Pertemuan 3
PANCASILA IDEOLOGI TERBUKA
BUDAYA DAN ETIKA Perubahan lingkungan semakin turbulen, sistem dan subsitem organisasi menjadi makin terbuka dan tingkat persaingan semakin ketat dan.
PENGERTIAN DAN HAKIKAT IPS DALAM PROGRAM PENDIDIKAN
BAHASAN HARI INI PENGERTIAN LANDASAN/DASAR PENDIDIKAN
TEORI ORGANISASI Pertemuan 2
A. TANGGUNGJAWAB SOSIAL (SOCIAL RESPONSIBILITY
MANUSIA DAN PENDIDIKAN
PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK
Matakuliah : O0214/ Metode Penelitian Komunikasi Massa
Etika Pancasila.
Pancasila sebagai sistem filsafat, perbandingan filsafat pancasila dengan sistem filsafat lainnya didunia.
SEJARAH MANAJEMEN Perspektif sejarah atas manajemen menunjukkanperspektif atau lingkungan untuk mengintepretasikan peluang dan masalah yang ada. Ada 3.
Dalam Komunikasi Massa
Kode Etik Jurnalistik dan Pers yang Bebas dan Bertanggung Jawab
KOMUNIKASI SEBAGAI PROSES
Kampanye Public Relations
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN by DANIEL ARNOP HUTAPEA, S
KELOMPOK 3 ` AHMAD WAHYU AJI P RAMOS LENNY BINTI NURYIAH
Etika Komunikasi Massa Pertemuan 7
KURIKULUM PERENIALISME
PANCASILA 10 PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA PENGANTAR
PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK
KAIDAH SOSIAL.
Kepribadian Agus Riyanto,M.T Bandung, 2009
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN by DANIEL ARNOP HUTAPEA, S
Transcript presentasi:

KEBEBASAN MENGELUARKAN OPINI Pertemuan 1 Matakuliah : O0222 - Opini Publik Tahun : 2009 KEBEBASAN MENGELUARKAN OPINI Pertemuan 1

Learning Objective Mahasiswa dapat menjelaskan hubungan konsep kebebasan dan kebenaran dengan opini Bina Nusantara University

Materi Filosofi Kebebasan Mengeluarkan Opini Penilaian tentang Kebenaran Opini dan Norma Kebebasan Mengeluarkan Opini dari Segi Komunikasi Bina Nusantara University

Pendahuluan Sadar maupun tidak manusia tidak dapat lepas dari aktivitas pembentukan opini. Opini yang muncul dari masyarakat atau yang dikenal dengan Opini Publik merupakan salah satu kekuatan sosial yang menentukan nasib suatu bangsa. Dalam kancah politik, Opini Publik menjadi penghubung antara kehidupan sosial dan politik. Selain itu, Opini Publik banyak digunakan juga oleh media massa maupun kaum politisi dan pemerintah untuk memperoleh dukungan masyarakat. Bina Nusantara University

Filosofi Kebebasan Mengeluarkan Opini Pada dasarnya manusia berusaha mengeluarkan opini atas dasar pemenuhan kebutuhan terutama kebutuhan mental. Pada awal abad ke-17 sampai dengan ke-19, paham liberalisme percaya bahwa kebebasan mengeluarkan pendapat atau beropini dilakukan demi kebenaran atau kebebasan. Dari pemikiran Liberalisme ini, maka dapat disimpulkan bahwa proses pembentukan kebenaran tidak terpisahkan dengan Opini. Beberapa aliran yang meninjau kebenaran dalam beropini antara lain : Bina Nusantara University

Coherence Theory berpendapat opini-opini yang dimiliki seseorang harus ada kesesuaian sehingga opini merupakan satu kesatuan. Akan tetapi teori ini dibantah oleh ilmu jiwa sosial yang menyatakan bahwa dalam diri manusia terdapat banyak opini-opini dan norma-norma yang bertentangan dan tidak dapat diramalkan. Correspondence Theory menyatakan bahwa pernyataan manusia harus sesuai kenyataan. Opini ini merupakan landasan filsafat, yang menekankan kemenangan dari opini yang benar. Akan tetapi teori ini disangsikan oleh teori jiwa sosial, karena tidak selalu yang benar yang menang. Pragmatisme tumbuh pada akhir abad 19 disebarkan oleh William James. Menurut teori ini, pemikiran kebenaran khususnya setelah PD II tetap dicari karena manusia mudah keliru. Akan tetapi teori ini sangat hati-hati menyatakan sesuatu itu benar, artinya semua opini adalah relatif. Relatif atas dasar prinsip pertanggung-jawaban manusia atas opini-nya. Selain itu dalam pencarian kebenran harus dicari terlebih dahulu apakah dapat dibuktikan di masa lampau, sekarang dan masa depan. Bina Nusantara University

4. Pendapat John Locke dan Leibnitz. Leibnitz berpendapat bahwa kebenaran diperoleh dari analisa dan sintesa, sedangkan Locke mengelompokkannya atas tiga fase : Intuition, tingkat kebenaran yang paling murni dan mendekati kebenaran mutlak. Kebenaran mutlak ini tercermin dari perasaan seseorang. Perasaan mampu membedakan benar dan salah. Demonstration, pembuktian antara apa yang dikatakan dengan kenyataan. Perception, didasarkan pada hasil indera. Bentuk ini paling kecil kemungkinan kebenarannya karena keabsahan indera dalam menentukan yang benar dan salah. Dari filosofi-filosofi diatas, kita mampu memahami dasar-dasar pembentukan kebenaran khususnya dalam konteks mengeluarkan pendapat atau beropini. Bina Nusantara University

Penilaian Kebenaran Opini dan Norma Selain pembahasan kebenaran berdasarakan filososfi-filosofi diatas, kebenaran ditentukan oleh norma-norma yang dianut masyarakat sesuai tempat, zaman, dan waktunya.Selain itu, membahas masalah apapun, secara tidak langsung juga membahas standar opini atau opini publik. Kebebasan mengeluarkan opini akan diizikan dan ditoleransi selama tidak bertentangan dengan norma-norma dalam masyarakat. Selain itu kebebasan beropini juga terkait dengan hak asasi. Pembatasan akan kebebasan ini dapat dilakukan dengan sensor. Baik sensor yang bersifat apriori (sebelum terjadi),sesudah terjadi (represif), dan preventif (pencegahan berita-berita yang cenderung kontroversial seperti berita militer dll). Bina Nusantara University

- Setiap individu menikmati kebebasan yang sama besarnya. Peraturan dan Hukum juga merupakan pembatasan kebebasan beropini. Hukum tidak mengartikan kebebasan mutlak setiap individu, akan tetapi hukum mencantumkan dan memerhatikan kebebasan anggota masyarakat lainnya. Kebebasan menurut hukum : - Setiap individu menikmati kebebasan yang sama besarnya. Ada kemungkinan untuk menikmati kebebasan yang utuh dalam hal-hal khusus. Dengan adanya pengaturan-pengaturan diatas, diatur pula batasan kebebasan dalam beropini. Bina Nusantara University

Opini dari Segi Komunikasi Dalam komunikasi pembatasan mengeluarkan opini dihadapkan pada perubahan beberapa teori (lebih dikenal dengan Sistem Pers Dunia) : Authoritarian theory mencapai puncaknya pada zaman absolutisme (abad ke16 dan ke-17). Pada zaman ini, kebebasan mengeluarkan opini hanya diperbolehkan apabila sudah membayar pajak. Libertarian theory lahir pada abad ke-18. Di masa ini, pers sudah memiliki tugas memberi penerangan. Dasar pemikiran awalanya yaitu prinsip memajukan masyarakat dengan memberikan informasi yang cukup kepada masyarakat. Bina Nusantara University

3.Responsibility theory muncul setelah PD II, khususnya setelah perumusan “Commosion of Freedom of the Press di AS” pada tahun 1947. Pada masa ini peran Pers berkurang hanya menjadi alat politik saja. 4.Communist Theory tidak jauh berbeda dengan authoritarian theory dalam membatasi kebebasan opini. Media diawasi secara ketat. Pengawasan ini dianggap sebagai mendidik mental dan pembentukan kebudayaan baru. Selain itu, Pers diarahkan kepada pendukung dan pengukuhan diktator proletar. Bina Nusantara University

Kesimpulan Dalam opini publik terdapat dua konsep terpenting, yaitu kebenaran dan kebebasan. Kebenaran dalam beropini didefinisikan berbeda oleh pada filsuf seperti Locke, Leibnitz, William James dan John Dewey. Pembedaan konsep kebenaran ini memberikan gambaran akan proses pembentukan opini. Konsep kedua yaitu kebebasan sangat terkait erat dengan opini publik. Kebebasan-lah yang menjamin munculnya opini publik, akan tetapi kebebasan ini juga harus diatur agar opini berjalan dengan baik yaitu dengan pembatasan-pembatasan dari segi hukum, norma, dan hak asasi. Bina Nusantara University