Jumlah stolon sekunder

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Sekar Rahma Hutami Siti Maslukah Rufaida Naftalin Siti Humaidah Silvia Dwi Noviana
Advertisements

Ujian Tesis Program Studi Agronomi Sekolah Pascasarjana IPB
APLIKASI TABULASI SILANG
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI BIOGAS KOTORAN SAPI
Percobaan Tiga Faktor Kuswanto.
PERCOBAAN 2 FAKTOR Kuswanto Download materi: rizali.staff.ub.ac.id
Skripsi Oleh: Husni Mubarak Nim:
BAHASA RAKITAN Kenapa harus mempelajari bahasa rakitan :
M A T R I K S By Gisoesilo Abudi.
MULTIPLE COMPARISON TEST (UJI LANJUT, POSTHOC TEST ) MULTIPLE COMPARISON TEST (UJI LANJUT, POSTHOC TEST ) Dr. Nugraha E. Suyatma, STP, DEA Dr. Ir. Budi.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN
PERBANYAKAN VEGETATIF TANAMAN
FEB Univ. 17 Agustus 1945 Jakarta
PERCOBAAN 2 FAKTOR Kuswanto.
Dosis dan Sumber P Organik (kg/ha)
OLEH : TRI AYULOKASARI O5O3O3O44/ ILMU TANAH
Tutorial Validitas dan Reliabilitas menggunakan Excel
Hibah Kompetitif Penelitian Sesuai Prioritas Nasional Peningkatan Effisiensi Pengisian Dan Pembentukan Biji Mendukung Produksi Benih Padi Hibrida.
JURNAL ILMU-ILMU AGRIBISNIS FORMAT PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
SOP Pegagan Produktivitas bioaktif pegagan meningkat Ekofisiologi
STUDI PENYIAPAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR BUDIDAYA UNTUK PRODUKSI BIOAKTIF MENDUKUNG STANDARISASI MUTU PEGAGAN TIM PENELITI Dr Ir Munif Ghulamahdi,
Perlakuan Jumlah daun total M1P a M1P ab M1P
……………..……. Helai daun/tan induk ……..
Ekofisiologi Studi budidaya di dataran rendah & tinggi :
Teknik pembuatan pupuk hayati (Kapsul)
METODOLOGI PENELITIAN
Iskandar Lubis A.Ghozi Manshuri Sri Astuti Rais Heni Purnamawati
BAB 3 AKUN (REKENING) dan PENGGUNAANNYA
Oleh Panca Dewi Manu Hara Karti Luki Abdullah
Dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL)
PERCOBAAN FAKTORIAL.
Rangkaian kegiatan penelitian diawali pada bulan Juni 2010, al :
FAKTORIAL.
Reduksi Beberapa Subsistem
Mikoriza Jenis FMA yang diisolasi dari Cicurug (4 jenis : Glomus spp dan Acaulospora sp); di Gunung Putri (5 jenis : 4 Glomus spp dan 1 Acaulospora sp)
Transaksi dalam Akuntansi
Dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL)
Uji Lanjut: Uji Berganda Duncan (DMRT) (Duncan's Multiple Range Test)
Tabel . Pengaruh interaksi terhadap pertumbuhan dan komponen produksi
Pengaruh Cara Pengomposan
PROBABILITAS DAN STATISTIK
Fase PERTUMBUHAN DAN produksi tanaman
J U R N A L.
Rancangan Petak Terpisah
DISTRIBUSI PROBABILITAS BAG 2 (DISTRIBUSI NORMAL)
Lapangan Musim Tanam I Perlakuan Umur Tanaman (Minggu)
Bobot Biji/Tanaman (g)
A a 25oC 29oC b b c c Gambar 2 Kurva individu B. tabaci yang hidup pada umur ke-x (lx) dan keperidian individu B. tabaci pada umur ke-x (mx) pada suhu.
VALIDITAS DAN REABILITAS REGRESI BERGANDA Nori Sahrun, S.Kom., M.Kom
PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA(Lactuca sativa L
Kajian Pemberian Dolomit dan Bacillus subtilis terhadap
Hasil Tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah buku pada perlakuan herbisida lebih tinggi dibandingkan tanpa pengendalian dan pengendalian dengan cara.
TABEL ANGKA KREDIT GURU.
PERBANYAKAN VEGETATIF TANAMAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
BAB VI. KESUBURAN TANAH DAN PEMUPUKAN
Disusun Oleh: 1. Fitriani C 2. Putri Yulian Edwart C 3. Rena C
Dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK)
BAB 3 AKUN (REKENING) dan PENGGUNAANNYA
KELOMPOK-KELOMPOK SOSIAL DAN PEMBELAJARAN POLITIK
Judul Harus Padat, Jelas, Informatif , dan Tidak Lebih dari 20 Kata
FISIKA LISTRIK Esti Puspitaningrum, S.T., M.Eng..
Kandungan nutrien pupuk daun :
Sistem Pengairan.
KELUARAN YANG DIHARAPKAN
Pengamatan Lebar bedengan (m) Tinggi tanaman:   2 MST 11,57a
Pengaruh rekomendasi terhadap produksi Cisokan
PEMANFAATAN SAMPAH RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) TERHADAP PEMBERIAN BAHAN ORGANIK DALAM BUDIDAYA TANAMAN KELOMPOK II AGROTEKNOLOGI III AULIA DELFIYANTY
Tabel. Pengaruh waktu pencucian dan varietas terhadap
Transcript presentasi:

Jumlah stolon sekunder c. Jumlah stolon sekunder Tidak terjadi interaksi antara FMA dengan pupuk P organik Pupuk P Organik tidak berpengaruh nyata, baik sumber maupun dosis Perlakuan FMA nyata meningkatkan jumlah stolon sekunder pada umur 4 mst, 8 mst dan 12 mst dibanding non-FMA Tabel 5. Pengaruh inokulasi FMA terhadap jumlah stolon sekunder Perlakuan Jumlah stolon sekunder 4 mst 8 mst 12 mst FMA (M1) 0.13 a 4.68 a 9.28 a Non FMA (M0) 0.07 a 1.57 b 6.46 b Peningkatan 75.01 % 197.64% 46.34% Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf berbeda pada kolom yang sama berbeda nyata pada taraf 5% uji Duncan’s

Sumber P organik tidak berbeda, kecenderungan serbuk tulang sapi lebih baik dibanding batuan fosfat Stolon sekunder

Jumlah buku pada stolon primer terpanjang d. Jumlah buku pada stolon primer terpanjang Tidak terjadi interaksi antara FMA dengan pupuk P organik, kecuali pada 8 MST. Pupuk P Organik tidak berpengaruh nyata, baik sumber maupun dosis Perlakuan FMA nyata meningkatkan jumlah daun tan induk s/d 8 mst, pada umur 12 mst perlk non-FMA lebih tinggi Tabel 6. Pengaruh inokulasi FMA terhadap jumlah buku pada stolon primer terpanjang Perlakuan Jumlah buku pada stolon primer terpanjang 4 mst 8 mst 12 mst FMA (M1) 3.05 a berinteraksi 9.57 a Non FMA (M0) 1.01 b 8.61 b Peningkatan 202.74 % 49.17 % 11.18% Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf berbeda pada kolom yang sama berbeda nyata pada taraf 5% uji Duncan’s

e. Jumlah daun total (induk + sulur) Pupuk P Organik tidak berpengaruh nyata thd jumlah daun total, baik sumber maupun dosis Perlakuan FMA nyata meningkatkan jumlah daun total 155.35% dan 104.81% dibanding kontrol masing-masing pada umur 4 mst dan 8 mst Tidak terjadi interaksi antara FMA dengan pupuk P organik pada umur 4 mst dan 8 mst, tetapi pada umur 12 mst terdapat interaksi antar perlakuan Tabel 7. Pengaruh FMA terhadap jumlah daun total pada umur 4 mst dan 8 mst Perlakuan Jumlah daun total 4 mst 8 mst FMA (M1) 14.73 a 57.13 a Non FMA (M0) 5.83 b 28.01 b Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf berbeda pada kolom yang sama berbeda nyata pada taraf 5% uji Duncan’s

Sumber P organik tidak berbeda, terdapat kecenderungan serbuk tulang sapi lebih baik dibanding batuan fosfat Tanaman pegagan yang diinokulasi FMA dan pupuk dari batuan fosfat (sebelah kiri) dan serbuk tulang sapi (sebelah kanan) pada umur 12 mst, masing-masing dengan dosis maksimal (P4 dan P8)