Hand-Out PSIKOGERONTOLOGI PSIKOLOGI USIA LANJUT oleh : Aisah Indati FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
POLA HIDUP SEHAT.
Advertisements

MASA DEWASA AWAL DAN MADYA
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR
Perkembangan Fisik dan Psikis Remaja
TEKNIK BIMBINGAN KONSELING KESEHATAN DAN GIZI
Konsep Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia
Pada Masa ini anak sangat aktif
Perkembangan Fisik & Motorik wien/pgsd_perk.
IDENTIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK)
KINI AKU SUDAH REMAJA.
LAKI – LAKI MATI LEBIH DULU DARIPADA PEREMPUAN
Kuliah KBK Blok Sosial Fpsi Untar Senin, 30 September 2013 Psikologi Sosial Terapan dalam Latar Klinis.
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK PRA SEKOLAH, SD DAN SMP
LINGKUP KEPERAWATAN DEWASA
Wanita Sebagai Lansia Yuanita, AMKeb, SPd.
TUGAS PERKEMBANGAN LANSIA
Perkembangan Fisik dan Kognitif dalam Masa Dewasa Tengah
TEKANAN (STRESS) DAN INDIVIDU
PENERIMAAN DIRI REMAJA PENYANDANG TUNADAKSA
Nama Kelompok : Merryeta Sandra Bahtra Dystiara Nora Fahmiah
Masa Kanak-Kanak Akhir/ Masa Sekolah
Periode Bayi (Infancy)
LINGKUP KEPERAWATAN DEWASA
PEKERJA WANITA.
KESEHATAN MENTAL DI SEPANJANG SIKLUS KEHIDUPAN
Perkembangan Psikososial Dewasa Awal
Masa Usia Lanjut adalah periode penutup dalam rentang hidup seseorang.
Perkembangan Fisik dan Kognitif Masa Dewasa akhir
PRINSIP–PRINSIP Perkembangan
KELUARGA MUHAMMAD NOOR HIDAYAT.
PEKERJA WANITA.
Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini
STRESSOR PADA LANSIA Oleh; Syaifurrahaman Hidayat, S.Kep.,Ns.
Wanita Sebagai Lansia.
DOSEN PEMBIMBING DESI SARLI M.KEB
Perkembangan Sosioemosional masa kanak-kanak akhir (Usia Sekolah)
Awas! Bahaya Diet Ada beberapa cara diet yang dapat menimbulkan gejala-gejala seperti berkurangnya volume darah (hypovolemia). Penyakit ini diketahui dengan.
Klimakterium dan menapause
PSIKOLOGI REMAJA.
PERILAKU KEKERASAN Oleh : Nina Rizka Rohmawati
MASA DEWASA AWAL DAN MADYA
Perkembangan Fisik dan Kognitif Masa Dewasa Madya
PERUBAHAN PSIKOSOSIAL DAN SEKSUALITAS PADA LANSIA
Psikologi PERKEMBANGAN Kelompok 6
GIZI PADA LANSIA DAN MASALAHNYA
Masa Dewasa Madya Perkembangan Fisik, Kognitif, Karir dan Religiusitas
KLIMAKTRIUM YUSI ASTARI III B.
Lansia dan tugas perkembangan keluarga
Proses Pembentukan Keluarga Psikologi Pendidikan Keluarga
Perkembangan Fisik & Motorik wien/pgsd_perk.
Perkembangan Peserta Didik (Pertemuan 2)
Yeny Duriana Wijaya, M.Psi., Psi
PENERAPAN PROSES PERAWATAN USILA
GIZI PADA LANSIA Intan Julianingsih I A.
Perkembangan fisik adalah Perkembangan fisik atau pertumbuhan biologis (biological growth) merupakan salah satu aspek penting dari perkembanagan individu.
Tugas Perkembangan Manusia Sepanjang Rentang Kehidupan
GANGGUAN ALAM PERASAAN
GIZI UNTUK LANSIA TRIWIDIARTI
pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini
GOUT Oleh Dr. Sri Utami, B.R. MS.
Perkembangan dewasa awal
ANAK – REMAJA
ANAK – REMAJA
GANGGUAN SENSORI DAN INTEGUMENT PADA LANSIA Kelompok VI  Chintya Dinda V  Haidah  Melisa A  Renda Puspitasari  Tegar Harapano.
KEHILANGAN DAN BERDUKA Eri Riana Pertiwi. Kehilangan (loss) adalah suatu situasi aktual maupun potensial yang dapat dialami individu ketika terpisah dengan.
SMART PARENTING KKN Universitas Muhammadiyah Purwokerto 2016.
PEKERJA WANITA.
PSIKOLOGI PENDIDIKAN KELOMPOK 5 Anggota :1.Roni Hermawan ( ) 2. Joko Sutrisno( ) 3. Ilvan Triyudha Pangestu( ) 4. Resti Nurmaya( )
Transcript presentasi:

Hand-Out PSIKOGERONTOLOGI PSIKOLOGI USIA LANJUT oleh : Aisah Indati FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

MASALAH-MASALAH YANG DIHADAPI LANSIA Umur harapan hidup (life expentancy) Pensiun Jumlah anak dalam keluarga Pergeseran nilai Gender

PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP LANSIA Tidak lagi membutuhkan hubungan sosial Tidak lagi membutuhkan prestasi Tidak lagi membutuhkan sex Harus menerima nasib dikucilkan dari masyarakat Tinggal menunggu saat kematian Tidak berdaya lagi (jompo) Mengalami kemunduran

KONDISI SEKARANG Ternyata lansia masih mempunyai kebutuhan yang sama dengan orang lain Ternyata citra diri orang lansia itu satu sama lain tidak sama Ternyata banyak faktor yang mempengaruhi proses menjadi tua Ternyata proses menjadi tua merupakan proses yang sangat kompleks

BATASAN ISTILAH Gerontology, dibagi menjadi: Social Gerontology: lembaga-lembaga yang mengelola orang-orang lanjut usia Psychogerontology: mempelajari proses-proses menjadi tua Medicalgerontology atau geriatry: mempelajari kesehatan/ataupun penyakit-penyakit yang diderita oleh para lanjut usia Tujuan mempelajari psikogerontologi: Tercapainya Optimum Aging atau Succesfull Aging

PROSES MENJADI TUA Keterangan: G : faktor genetik (pembawaan) KEPRIBADIAN L Keterangan: G : faktor genetik (pembawaan) L : faktor lingkungan

BERBAGAI MACAM USIA DALAM MEMANDANG LANSIA Usia kronologis (Chronological-Age) Usia biologis/fisik (Biological-Age) Usia sosial (Social-Age) Usia fungsional (Functional-Age) Usia psikologis (Psychological-Age)

Skema Proses Menjadi Tua Ditinjau Dari Komponen Pengala man & Mediator (Kepribadian) No. Komponen Pengalaman Mediator Kepribadian Hasil 1. 2. 3. 4. 5. Perkembangan biologis Kejadian penting dalam hidup Tuntutan dan batasan lingkungan Keadaan sosial ekonomi Keadaan kelembagaan sosial Tingkah laku coping Reaksi emosional terhadap pengalaman Reaksi fisiologis terhadap pengalaman Reaksi kognitif terhadap pengalaman Citra Diri Lanjut Usia

BATASAN USIA KRONOLOGIS Pembagian usia setelah remaja: 21 – 35 tahun : dewasa awal 35 – 55 tahun : dewasa madya 55 – 65 tahun : dewasa akhir 65 – keatas : masa tua Pembagian usia di Barat: 65 – 85 tahun : masa tua muda (young old) 85 – keatas : masa tua-tua (old- old atau very old)

BERBAGAI PANDANGAN TENTANG LANJUT USIA Model Kronologis: menggunakan usia kalender sebagai patokan Model dari segi pandangan hukum: menjadi dewasa dari segi hukum-hukum tertentu menjamin kedewasaan seseorang Model Biologis: pandangan terhadap proses penuaan dari segi perubahan fisik seseorang Model Pendekatan Sosio-kultural: pandangan terhadap lansia berdasarkan pandangan masyarakat, kedudukan yang diberikan pada orang tua menentukan tentang “Ketuaan”nya Model Perkembangan perspektif sepanjang hidup: pandangan terhadap lansia bahwa citra orang lanjut usia adalah sebagai hasil pengaruh masa-masa sebelumnya dan juga pengaruh masa yang akan datang

TUGAS PERKEMBANGAN LANJUT USIA Klimakterium Menopause Menjadi Invalid Sakit Kronis Menjadi Deuneut (Pikun) Kesepian Keterbatasan Perlambatan Sangkar Kosong (Empty Syndrome) Pensiun Pisah Dengan Suami/Istri Pindah Tempat Masuk Panti

YANG MENGALAMI KEMUNDURAN PADA LANSIA Jaringan otak Paru-paru Jantung Alat Pencernaan Tulang Kulit Kemunduran Panca-Indera Testasteron Berkurang

Model Defisit Charlotte Buhler Proses menjadi tua yang sifatnya Universal tidak ada, karena ditentukan oleh keadaan individu masing-masing, timbullah Gerontology Differensial Model Defisit Charlotte Buhler 20 th 50 th Kondisi biologis yang akan mempengaruhi kondisi psikologis 0 th 70 th

TEORI-TEORI MENGENAI PROSES MENJADI TUA Teori Aktivitas (Activity Theory) Teori Pelepasan (Disengagement Theory) Teori Stratifikasi Usia (Age Stratification Theory) Teori Fenomenologis (Phenomenological Theory)

Tipe Kepribadian dan Pola Proses Menjadi Tua (Neugaten, Havighurst, dan Tobin)

PROBLEM-PROBLEM PADA USIA LANJUT 1.Problem yang timbul karena hubungan interpersonal a. Konflik antar generasi b. Pengasingan umur c. Problem perkawinan d. Problem hubungan sosial 2.Problem dari personal coping, kesehatan dan penyesuaian a. Problem yang berhubungan dengan uang, waktu dan gerak b. Problem kesehatan fisik c. Problem kesehatan mental d. Problem kesehatan finansial 3.Problem lingkungan dan sosial a. Problem lingkungan umum dan problem lingkungan budaya b. Kriminalitas

 Usia lanjut merupakan CIRI-CIRI LANJUT USIA  Usia lanjut merupakan periode keseluruhan Terjadi perubahan fisik dan mental yang terjadi secara perlahan-lahan dan bertahap yang disebut sebagai SENESCENCE yaitu masa proses menjadi tua Terjadi SENILITY (keuzuran) apabila kemunduran fisik sudah terjadi dan mempengaruhi kondisi mentalnya (disorganisasi mental) terjadi pada lapisan otak

Perbedaan Individual pada Efek Menua Usia tua dinilai dengan kriteria yang berbeda karena masing-masing individu itu mempunyai: Sifat bawaan yang berbeda Kondisi sosial-ekonomi yang berbeda Latar belakang pendidikan yang berbeda Pola hidup yang berbeda  Beberapa Stereotype orang lanjut usia Lansia tidak menyenangkan, rewel, dan jahat b. Lansia kehilangan kekuatan fisik, hubungan sosial dan emosi c. Lansia tidak bijaksana lagi d. Lansia mempunyai citra diri yang negatif

 Sikap sosial terhadap lanjut usia Sikap sosial/lingkungan yang tidak menyenangkan terhadap lanjut usia akan mempengaruhi penerimaan diri lansia  Orang lanjut usia sebagai kelompok minoritas Lanjut usia sering dianggap sebagai “WARGA NEGARA KELAS DUA” karena telah hidup dengan keterbatasan

 Menua membutuhkan perubahan peran Lansia kalah bersaing dalam berbagai hal jika dibandingkan orang muda Sikap sosial yang menuntut lansia mengurangi kegiatan di bidang usaha dan profesionalisme Hal ini mengakibatkan lansia menjadi rendah diri dan timbul kemarahan, sehingga tidak menunjang proses penyesuaian dirinya.

 Lanjut usia mempunyai penyesuaian diri yang buruk Sejalan dengan ditambahnya usia, terjadinya gangguan fungsional, keadaan depresi dan paranoid akan mengakibatkan lansia sulit melakukan penyelesaian Lansia yang masa lalunya sulit dalam menyesuaikan diri cenderung menjadi semakin sulit penyesuaian diri pada masa-masa selanjutnya

MASALAH UMUM YANG UNIK LANSIA Keadaan fisik lemah dan tak berdaya, sehingga harus tergantung pada orang lain Status ekonominya sangat terancam, sehingga cukup beralasan untuk melakukan berbagai perubahan besar dalam pola hidupnya Menentukan kondisi hidup yang sesuai dengan perubahan status ekonomi dan kondisi fisik Mencari teman baru untuk menggantikan suami atau istri yang telah meninggal atau jauh pergi atau cacat Mengembangkan kegiatan baru untuk mengisi waktu luang yang semakin tambah Belajar untuk memperlakukan anak yang sudah besar sebagai orang dewasa Mulai terlibat dalam kegiatan, masyarakat yang secara khusus direncanakan untuk orang dewasa Mulai merasakan kebahagiaan dari kegiatan yang sesuai untuk orang berusia lanjut dan memiliki kemauan untuk mengganti kegiatan lama yang berat dengan kegiatan yang lebih cocok Menjadi “korban” atau dimanfaatkan oleh para penjual obat, buaya darat, dan kriminalitas karena mereka tidak sanggup lagi untuk mempertahankan diri

PERUBAHAN PENAMPILAN LANSIA DAERAH KEPALA Hidung menjulur lemas Bentuk mulut berubah akibat hilangnya gigi atau karena harus memakai gigi palsu Mata kehilatan pudar, tak bercahaya dan sering mengeluarkan cairan Pipi berkerut, longgar dan bergelombang Kulit berkerut dan kering, berbintik hitam, banyak tahi lalat, atau ditumbuhi kutil Rambut menipis, beruban menjadi putih atau abu-abu, dan kaku. Tumbuh rambut halus dalam hidung, telinga dan pada alis

Bahu membungkuk dan tampak mengecil Perut membesar dan membuncit DAERAH TUBUH Bahu membungkuk dan tampak mengecil Perut membesar dan membuncit Pinggul tampak mengendor dan lebih lebar dibandingkan dengan waktu sebelumnya Garis pinggang melebar, menjadikan badan tampak seperti terisap Payudara bagi wanita menjadi kendur dan melorot

DAERAH PERSENDIAN Pangkal tangan menjadi kendor dan terasa berat, sedangkan ujung tampak mengekrut Kaki menjadi kendor dan pembuluh darah balik menonjol, terutama yang ada di sekitar pergelangan kaki Tangan menjadi kurus kering dan pembuluh vena sepanjang bagian belakang tangan menonjol Kaki membesar karena otot-otot mengendor, timbul benjolan-benjolan, ibu jari kaki membengkak, dan bisa meradang serta sering timbul kelosis Kuku tangan dan kaki menebal, mengeras dan mengapur

PERUBAHAN FUNGSI INDRAWI LANSIA Penglihatan Ada penurunan yang konsisten dalam melihat objek pada tingkat penerangan tinggi dan menurunnya sensitivitas warna. Menderita presbyopia (tidak dapat melihat jarak ja Pendengaran Kehilangan kemampuan mendengar bunyi sangat tinggi, tetapi dapat mendengar suara yang lebih rendah (dari pengalaman pria lebih banyak kehilangan pendengarannya dibandingkan wanita) Perasa Perubahan penting dalam indera perasa adalah sebagai akibat berhentinya pertumbuhan tunas perasa yang terletak di lidah dan permukaan bawah pipi

Perabaan  Sensitivitas terhadap rasa sakit Penciuman Karena kulit semakin kering dan keras, maka indera perba di kulit semakin tidak peka  Sensitivitas terhadap rasa sakit Menurunnya ketahanan terhadap rasa sakit untuk setiap bagian berbeda. Bagian tubuh yang ketahanannya berkurang antara lain di bagian dahi dan tangan Penciuman Penurunan daya penciuman dikarenakan berhentinya pertumbuhan sel hidung dan semakin lebatnya bulu hidung

Perubahan Umum Kemampuan Motorik Pada Usia Lanjut Kekuatan Penurunan yang paling nyata adalah pada kelenturan otot-otot tangan tangan bagian depan dan otot yang menopang bagian tubuh. Biasanya lebih cepat capai dan memerlukan waktu yang lama untuk memulihkan diri dari keletihan. Kecepatan Penurunan kecepatan dalam bergerak dapat dilihat dari tes terhadap waktu reaksi dan ketrampilan dalam bergerak. Belajar Ketrampilan Baru Mereka lebih lambat dalam belajar dibanding orang muda dan hasilnya cenderung kurang menyakinkan Kekakuan Orang usia lanjut cenderung kagok dan canggung. Kerusakan ketrampilan motorik terjadi dengan susunan terbalik, terhadap berbagai ketrampilan yang telah dipelajari

Perubahan Mental Pada Usia Lanjut Belajar Orang yang berusia lanjut lebih hati-hati dalam belajar, memerlukan waktu yang lebih lama, kurang mampu mempelajari hal-hal yang baru yang tidak mudah diintegrasikan dengan pengalaman masa lalu dan hasilnya kurang tepat bila dibandingkan dengan orang muda. Berpikir dalam memberi argumentasi Terdapat penurunan kecepatan dalam mencapai kesimpulan, baik dalam induktif maupun deduktif Kreativitas Kapasitas atau keinginan yang diperlukan untuk berpikir kreatif bagi orang berusia lanjut cenderung berkurang Ingatan Cenderung lemah dalam mengingat hal-hal yang baru dipelajari. Sebagian hal ini disebabkan karena mereka tidak selalu dengan kuat untuk mengingat sesuatu

Mengingat kembali Kemampuan untuk mengingat ulang banyak dipengaruhi oleh faktor usia dibading pemahaman terhadap objek lain yang ingin diungkapkan. Banyal orang lanjut usia mengingat melalui tanda-tanda terutama simbol visual, suara, dan gerakan Mengenang Kecenderungan untuk mengingat sesuatu yang terjadi pada masa lalu meningkat semakin tajam sejalan dengan bertambahnya usia. Rasa humor Pendapat umum tetapi klise bahwa orang berusia lanjut kehilangan rasa humor dan keinginannya pada hal-hal yang lucu. Perbendaharaan kata Menurunnya perbendaharaan kata yang dimiliki orang berusia lanjut menurun sangat kecil karena mereka secara konstan menggunakan kata yang pernah dipelajari Kekerasan mental Kekerasan mental sangat tidak bersifat universal bagi usia lanjut usia. Hal ini bertentangan dengan pendapat klise yang mengatakan bahwa orang berusia lanjut mempunyai mental yang keras. Apabila kekerasan mental yang terjadi selama usia madya, hal ini semakin tampak dengan bertambah usianya.

Beberapa Kondisi Umum yang Mempengaruhi Usia Lanjut Kesehatan Perubahan terhadap kesehatan dapat dilihat dari keinginan untuk melakukan kegiatan yang dilaklukan dengan duduk terus menerus. Status Sosial Orang yang berusia lanjut dari kelompok sosial tinggi biasanya mempunyai tingkat keinginan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang lebih rendah. Status Ekonomi Orang berusia lanjut yang tidak mempunyai cukup uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sering menghentikan banyak kegiatan yang penting bagi mereka jemudiuan memusatkan perhatiannya pada suatu kegiatan yang dapat menghasilkan sesuatu

Tempat tinggal Di mana orang berusia lanjut tinggal banyak dipengaruhi oleh pertimbangan apakah keingian yang biasa penuhi pada masa kehidupan sebelumnya masih dapat dilakukan atau tidak. Seks Wanita sebagai kelompok, lebih banyak mempunyai minat pada usia tua dibanding pria seperti yang mereka lakukan selama masa muda. Status pernikahan Seperti halnya pria dan wanita yang tidak menikah pada awal masa dewasa dan usia madya yang mempunyai banyak waktu dan uang untuk memenuhi keinginan mereka dibanding yang menikah, begitu juga terjadi pada usia lanjut yang tidajk menikah Nilai Seperti berubahnya nilai,maka nilai keinginanpun selalu berubah pada setiap tingkat usia. Pada usia lanjut perubahan nilai keinginan lebih umum terjadi dan biasanya mengarah ke sikap konservasi.

Kondiusi Umum yang Mempengaruhi Perubahan Kegiatan Rekreasi Kesehatan Dengan menurunnya kondisi kesehatan seseorang secara bertahap dan ketidakmampuan secara fisik, misalnya: penglihatan yang sudah tidak baik lagi Status Ekonomi Dengan berkurangnya penghasilan mereka setelah pensiun, mereka dengan terpaksa menguragi atau menghentikan kegiatan rekreasi, misalnya: pergi nonton film Pendidikan Semakian tinggi tingkat pendidikan formal yang dimiliki maka semakin besar pula keinginan untuk kegiatan rekreasi yang bersifat intelek, seperti membaca. Bagi mereka yang berpendidiakn terbatas, jenis rekreasi yang diinginkan kebasnyakn tergantung pada acara tv.

Status Perkawinan Orang berusia lanjut yang sudah terbiasa terikat dengan rekreasi bersama nak istri, harus mewakukan perubahan radikal terhadap pola rekreasinya setelah kehilangan pasangan hidupnya karena kematian atau perceraian. Jenis Kelamin Wanita cenderung untuk berusaha terlibat dalam rekreasi yang bervariasi luas selama hidupnya. Banyak juga diantara mereka yang terus melakukan tersebut sampai usia tuanya. Pria cenderung untuk membatasi minat rekreasi, pada umumnya dalam bentuk olahraga tertentu. Kondisi Kehidupan Orang yang berusia lanjut yang tinggal di panti wredha disediakan bentuk rekreasi yang cocok dengan kondisi fisik dan mental penghuninya. Mereka yang tinggal di rumah sendiri atau tinggal bersama anaknya yang sudah menikah mempunyai kesempatan rekreasi yang lebih sedikit.

Sumber Kontak Sosial yang Dipengaruhi Usia Persahabatan Pribadi yang Akrab Persahabatan pribadi yang akrab dengan para anggota dari kelompok jenis kelamin yang sama (pria dengan pria, wanita dengan wanita), yang mereka bina ulang sejak masa dewasa atau pada awal tahun pernikahannya, sering terhenti apabila salah satunya mati atau pindah alamat. Kelompok Persahabatan Kolompok ini terbetuk dari pasangan-pasangan yang bersatu, yang dibentuk pada masa masih muda karena mereka mempunyai minat dan kesenangan yang serupa secara timbal balik. Kelompok atau Perkumpulan Formal Apabila peran kepemimpian dalam kelompok atau perkumpulan formal diambil alih oleh anggota yang lebih muda dan apabila perencanaan kegiatan terutama berorientasi pada minat mereka yang lebih muda, orang lanjut usia merasa tidak diperlukan dan menghentikan keanggotaan mereka.

Beberapa Pengaruh Umum Dari Perubahan Keagamaan Selama Usia Lanjut Toleransi Keagamaan Dengan meningkatnya usia, seseorang tidak sulit mengikuti dogma-dogma aqgama dan melakukan kunjungan kwe tempat ibadah dan orang yang berbeda kepercayaan dengan sikap yang lebih lunak. Keyakinan Keagamaan Perubahan keyakinan keagamaan selama usia lanjut umumnya dalam pengarahan menerima keyakinan tradisional dikaitkan dengan kepercayaan seseorang. Ibadat Keagamaan Menurunnya kehadiran dan partispasi dalam kegiatan keagamaan pada usia lanjut karena tidak ada minat adalah lebih sedikit daripada faktor lain seperti kesehatan, transportasi, dll. Wanita lebih banyak berpartispasi dal;am kegiatan keagamaan daripada pria karena kesempatan yang mereka berikan untuk hubungan sosial.

Tanda-tanda Bahaya Fisik yang Umum Pada Usia Lanjut Penyakit dan Hambatan Fisik Orang lanjut usia biasanya banyak terserang gangguan sirkulasi darah, gangguan dalam sistem metabolisme, gangguan yang melibatkan mental, gangguan persendian, penyakit tumor, sakit jantung, rematik, encok, dll. Kurang Gizi Penyakit kurang gizi pada orang usia lanjut lebih banyak disebabkan karena faktor psikologi dibanding sebab-sebab ekonomi. Pengaruh psikologi yang terbesar adalah hilangnya selera karena rasa takut, dan deprersi mental, tidak ingin makan sendirian, dan ingin makan karena merasa curiga sebelumnya, Gangguan Gigi Cepat atau lambat, orang berusia lanjut pada umumnya kehilangan sebagian gigi bahkan yang hilang semuanya. Bagi mereka yang terpaksa menggunakan gigi palsu, sering mengalami kesuliyan dalam mengunyah makanan yang kaya protein. mengakibatkan ganguan pencernaan. Sakit yang disebabkan gigi palsu atau gigi ompong sering menynebabkan pelat atau suara tertelan, yang mengganggu dalam berbicara dan menimbulkan rasa malu.

Mengendurnya Kemampuan Seksual Hilangnya kemampuan seksual atau sikap tidak menyenangi hubungan seksual pada usia lanjut banyak mempengaruhi orang usia lanjut. Orang yang perkawinanya bahagia dapat menyebabkan hidupnya lebih sehat dan hidup lebih lama dibanding mereka yang tidak menikah atau kehilangan pasangan, atau mereka yang kehidipan seksualnya tidak aktif kehidupannya Kecelakaan Orang yang berusia lanjut biasanya lebih mudah terkena kecelakaan dibanding orang yang muda. Bahkan walaupun kecelakaan tersebut tidak fatal dapat mengakibatkan seseorang berusia lanjut tidak dapat hidup.

Tempat tinggal Di mana orang berusia lanjut tinggal banyak dipengaruhi oleh pertimbangan apakah keingian yang biasa penuhi pada masa kehidupan sebelumnya masih dapat dilakuakn atau tidak. Seks Wanita sebagai kelompok, lebih banyak mempunyai minat pada usia tua dibanding pria seperti yang mereka lakukan selama masa muda. Status pernikahan Seperti halnya pria dan weanita yang tidak menikah pada awal masa dewasa dan usia madya yang mempunyai banyak waktu dan uang untuk memenuhi keinginan mereka dibanding yang menikah, begitu juga terjadi pada usia lanjut yang tidak menikah Nilai Seperti berubahnya nilai,maka nilai keingianpun selalu berubah pada setiap tingkat usia. Pada usia lanjut perubahan nilai keinginan lebih umum terjadi dan biasanya mengarah ke sikap konservasi.