KEJANG PADA NEONATUS KELOMPOK 4B : AYU AINUN NUR YASIN DIAN ADDIVATIA

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
KALA II PERSALINAN Proses pengeluaran buah kehamilan sebagai hasil pengenalan proses dan penatalaksanaan kala pembukaan.
Advertisements

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI ny H
BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR)
MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN ANAK DI RUMAH SAKIT Sekilas tentang Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit dan Metode Pelatihan.
PENYAKIT TROPIS & INFEKSI I
Sri Yunita Suraida Saat, S.ST.M.Kes.
Dr.Galuh Ramaningrum,Sp.A SMF Anak RS.Tugurejo
Kejang Pada Neonatus Dr. Alifiani Hikmah Putranti SpAK
Penyakit-penyakit pada Ibu Hamil
ASUHAN KEPERAWATAN BAYI PREMATUR DAN BBLR
Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH
KELOMPOK 6 B ARUHUL AMINI INTEN NUR RASADINA LICY MAYA RAMADANI M.HABIB HIDAYAT NAZARRUDIN NUR NEFRI YOGI ERSANDI WELLY ELVANDARI.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN “ Ny M “ DENGAN POST PARTUM HARI I DI RUANG PERAWATAN NIFAS RSUD KABUPATEN WAJO TANGGAL 25 S/D 27 JULI 2011   Karya.
RUJUKAN DAN TRANSPORTASI BAYI BARU LAHIR
KELOMPOK 9 KEPERAWATAN GERONTIK.
NURSING MANAGEMENT of FEBRIS CONVULSION
INFEKSI NEONATAL Tim Poned UKK PERINATOLOGI IDAI.
Noordiati, SST., MPH NEONATUS RISIKO TINGGI 1. Pokok Bahasan 1. BBLR 2. Asfiksia Neonatorum 3. Ikterus 4. Perdarahan Tali Pusat 5. Kejang 2.
KETOASIDOSIS DIABETIKUM
Patologi Umum.
PROGRAM KIA Kesehatan Ibu dan Anak.
KEJANG PADA BAYI BARU LAHIR
Kebutuhan fisiologis dan psikologis pada kala I serta manajemen kala I
ASFIKSIA Oleh : dr. Irma Susanti.
ASUHAN KEPERAWATAN BAYI BARU LAHIR
KELAINAN LAMANYA KEHAMILAN
Oleh Dr. Nugroho Susanto
Asuhan Keperawatan CONGENITAL HIPJOINT DISLOCATION
BAYI BERAT LAHIR RENDAH
ASUHAN KEHAMILAN KUNJUNGAN ULANG
Distosia kelainan janin dan kelainan jalan lahir
STANDAR ASUHAN KEHAMILAN OLEH:ANISA SYOLIHIN NIM:140046
Asuhan Neonatus,Bayi,Balita dan Pra Sekolah
Asuhan pada ibu bersalin kala I
KELOMPOK 4 B AYU AINUN DIAN ADDIVATIA M.HABIB HIDAYAT
Ninis Indriani,M.Kep., Ns.Sp.Kep.An
DETEKSI DINI KOMPLIKASI DAN PENYAKIT MASA PERSALINAN
PENgKAJIAN DATA PADA NEONATUS,BAYI BARU LAHIR,BAYI,BALITA DAN ANAK PRA SEKOLAH TIA ELPIKA
Penyakit tetanus Tabita wahyu a.
MELAKSANAKAN KEBUTUHAN DASAR PADA BAYI
Anamnesa, pemeriksaanfisik, diagnoa dan masalah potensial, merencanakan asuhan, mengimplementasikan rencana asuhan tentang neonatus, bayi, balita dan anak.
DETEKSI DINI KOMPLIKASI DAN PENYAKIT YG MENYERTAI MASA PERSALINAN PADA KALA I KALA II DAN KALA III RESNA REZA KURNIA
ASKEP ANAK DENGAN FEBRIS KONVULSI
KEJANG DEMAM Rahma Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK UNTAD
Dr Tonny Ertiatno, SpOG(K)
ASKEP PADA KLIEN IBU NIFAS DENGAN RETENSIO URINE
ASUHAN BAYI BARU LAHIR BERMASALAH
INFEKSI NEONATAL.
ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI DENGAN ASFIKSIA
ASUHAN BAYI BARU LAHIR BERMASALAH
PENGKAJIAN BAYI BARU LAHIR
SEPSIS NEONATORUM.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA BBLR
INFEKSI AKUT KASUS OBSTETRI
ASSALAMMU’ALAIKUM WR. WB
Gangguan pada sistem pencernaan
Assalamu’alaikum wr. wb
KESEHATAN REPRODUKSI KESEHATAN IBU DAN ANAK DISUSUN OLEH :
PELATIHAN RUTIN IV SYOK HIPOVOLEMIK & SINKOP
Baiq Reski Setiagarini
Asuhan Keperawatan Pada Ibu dengan Hipertensi dalam Kehamilan di RSUD Tarakan Kelompok 25 & 26.
Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH
KELOMPOK 4 : NADILA RIANA PUTRI .S K PUTRI YANTI K TRIA HARYUNI .D K
Askep klien VENTRIKEL SEPTAL DEFEK (VSD)
DOKUMENTASI ASUHAN KEBIDANAN PADA NEONATUS, BAYI DAN BALITA
NEONATUS RESIKO TINGGI DAN PELAKSANAANNYA
Pendahuluan Anak merupakan kelompok pasien yang unik pada pertolongan gawat darurat Mempunyai masalah dan perlakuan yang berbeda dibanding dewasa Perlengkapan.
Kehamilan di sertai penyakit rubella dan hepatitis
Transcript presentasi:

KEJANG PADA NEONATUS KELOMPOK 4B : AYU AINUN NUR YASIN DIAN ADDIVATIA M.HABIB HIDAYAT PUSPA DELIMA SARI TOTO MARZUKI YURFI ANDRIA ZOLLA MAICELINA

DEFINISI Perubahan paroksismal dari fungsi neurologik (prilaku,sensorik,motorik,dan fungsi otonom sistem saraf) yang terjadi pada bayi yang berumur sampai dengan 28 hari pertama kehidupan pada bayi cukup bulan atau sampai usia konsepsi 44 minggu pada bayi kurang bualan. SDKI 2002-2003 angka kematian pada neonatus di Indonesia menduduki angka 57% dari angka kematian bayi (AKB) sedangkan kematian neonatus yang diakibatkan oleh kejang skitar 10%.

Epidemiologi Angka kejadian kejang di negara maju berkisar antara 0,8-1,2 setiap 1000 nenatus per tahun. Insidens meningkat pada bayi kurang bulan yaitu sebesar 20% atau 60/1000 lahir hidup bayi kurang bulan, dibanding pada bayi cukup bulan sebesar 1,4% atau 3/1000 lahir kurang.

ETIOLOGI Primer proses intrakranial (meningitis,cerebrovasculer accident,encephalitis,perdarahan intrakranial,tumor) Skunder sistemik atau metabolik (iskemia,hipoksia,hipokalsemia,hip oglikemia,hiponatremia)

KLASIFIKASI Bentuk kejang neonatus : Subtle : menghisap,mengunyah,sesak nafas,julur lidah,keluar air liur. Tonik : kekeuan simetris pada batang tubuh,leher dan tungkai. Klonik : kontraksi ritmik otot tungkai,batang tubuh. Myoklonik : kontraksi mendadak secara acak,berulag pada otot tungkai dan badan.

PATOFISIOLOGI GANGGUAN KESEIMBANGAN KEJANG DEPOLARISASI BERLEBIHAN Susunan dendrit dan remifikasi axonal yang masih dalam proses pertumbuhan Sinaps exitatori berkembang mendahului inhibisi GANGGUAN KESEIMBANGAN Sinaptogenesis belum sempurna Neuron kortikal dan hipocampal masih imatur Mielinisasi pada system efferent di cortical belum lengkap Inhibisi kejang oleh system substansia nigra belum berkembang DEPOLARISASI BERLEBIHAN KEJANG

MANIFESTASI KLINIK a.subtle 50 % kejang pada neonatus * gerakan berulang pada alis. * gerakan pada mulut : mencucu/menghisap. * gerakan ekstemitas. b.tonik c.klonik d.mioklonik e.alternes atau kejang

FAKTOR RESIKO *riwayat kejang dalam keluarga *riwayat prenatal 1.infeksi TORCH 2.preeklampsi,gawat janin 3.pemakaian obat : narkotika 4.imunisasi antitetanus *riwayat persalinan : asfiksia,trauma *riwayat pascanatal : infeksi,ikterus

DIAGNOSIS 1.Anamnesis - Riwayat kejang dalam keluarga - Riwayat kehamilan/pranatal - Riwayat persalinan - Riwayat pascanatal - Obat-obatan yang diminum ibu - Trauma kelahiran

2.Pemeriksaan fisik Identifikasi manifestasi kejang. Pantau perubahan tanda vital. Pemeriksaan kepala : fraktur,depresi,moulding. Funduskopi : kelainan perdarahan retina,korioretinitis. Transluminasi : penimbunan cairan subdural,kelainan kongenital seperti hidransefali. Pemeriksaan tali pusat. Pemeriksaan jantung dan paru. Pemeriksaan kulit : ptekie,sianosis,ikterus,dsb.

3.Pemeriksaan Penunjang Laboratorium 1.pemeriksaan gula darah,elektrolit (Na,Ca,Mg),amonia,laktat. 2.Darah rutin. 3.Analisa gas darah. 4.Analisa cairan serebrospinal. 5.Septic work up. 6.bilirubin. EEG Pencitraan : USG kepala,CT-scan,MRI

DIAGNOSIS BANDING Hipoglikemia Tetanus neonatorum Meningitis Asfiksia neonatorum Perdarahan intraventrikuler

TATALAKSANA 1.Management Awal Kejang. Bersihkan jalan nafas dan terbuka,pemberian oksigen. Pasang infus IV beri cairan dosis rumatan. Jika GD < 45 mg/dl : tangani hipoglikemia. Injeksi fenobarbital 20 mg/kgBB iv. Bila jalur im belum terpasang,injeksi fenobarbtal 20 mg/kgBB im dosis tunggal. Kejang berlanjut dalam 30 menit : fenobarbital 10 mg/kgBB iv/im,dapat di ulangi 30 menit kemudian.dosis maksimal 40 mg/kgBB. Jika kejang masih berlanjut injeksi fenitoin 20 mg/kgBB iv.

Obat Dosis Keterangan Efek samping Benzodiazepin Lorazepam 0,05-0,1 mg/kgbb Diazepam 0,1-0,3 mg/kgbb Secara IV Ulangi setiap 15 menit untuk 2-3 dosis jika perlu Dapat diberikan sekalia sebagai dosis oral 0,1-0,3 mg/kgbb Gawat napas Menghambat peningkatan bilirubin terhadap albumin Phenytoin Dosis awal 15-20 mg/kgbb Dosis lanjutan 3-5 mg/kgbb/hari Brikan iv max 0,5 mg/kgbb/min Dosis lanjutan 4-8 mg/kg/hari iv cepat/ po Dosis total dibagi dan berikan setiap 12 jam iv Jangan beri im Keracunan Aritmia jantung Kerusakan otak phenobarbital Dosis awal 10-20 mg/kgbb . Tambah 5 mg/kgbb sampai max 40mg/kgbb Pemeliharaan 3-5mg/kgbb/hari bagi dalam beberapa dosis dan berikan setiap 12 jam Merupakan obat pilihan utama Di berikan iv selama 5 menit Berikan im,iv atau po setiap 12 jam Hipotensi Apnea

Malformasi otak (15-20%) Retardasi mental Serebral palsy KOMPLIKASI Malformasi otak (15-20%) Retardasi mental Serebral palsy

PROGNOSIS Prognosis buruk bila : Nilai apgar menit ke 5 dibawah 6. Resusitasi yang tidak adekuat. Kejang berkepanjangan. Kejang timbul < 12 jam setelah lahir. BBLR. Defisit neurologi sampai umur 10 hari. Hipoglikemia,anoxia,malformasi otak. Prognosis baik bila : hipocalsemia,defisiensi piridoksin,dan perdarahan subarachnoid.

KESIMPULAN Kejang neonatus adalah perubahan paroksismal dan fungsi neurologik yang terjadi pada bayi,dimana penyebabnya ada primer dan skunder. Kejang neonatus tidak sama dengan kejang pada anak atau orang dewasa karena konfulsi tonik-klonik cenderung tidak terjadi pada usia bulan pertama.Penanganan yg baik dan benar diharapkan memperkecil angka kejadian kejang pada neonatus.

DAFTAR PUSTAKA Asuhan Kegawatdaruratan Dan Penyulit Pada Neonatus.Anik maryunani, Nurhayati; Jakarta : TIM, 2009 Standar Pelayanan Medis Perinatologi Dalam.pusponegoro HD, Harun SR, Kosim MS.Jakarta:IDAI,2004 Pedoman Klinis Pediatri.M.William Schwartz.Jakarta : EGC,2004

TERIMA KASIH