Modus, Aspek, Kala, Modalitas, Fokus, dan Diatesis

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
KALIMAT BAHASA INDONESIA
Advertisements

BERKOMUNIKASI DENGAN BAHASA INDONESIA SETARA TINGKAT MADIA
Pendahuluan Setiap hari kamu menyimak berbagai informasi. Ada yang berupa berita, pertanyaan, ataupun perintah. Informasi tersebut ada yang diungkapkan.
PROSES MENJADI WARGA YANG BAIK
FRASA.
KALIMAT.
Ciri Kebahasaan Teks Prosedur Kompleks
JENIS KALIMAT.
kalimat Pengertian kalimat
TEKNIK PENULISAN ILMIAH BAHASA PENULISAN ILMIAH.  Bahasa penulisan Ilmiah, sama halnya dengan yang terpakai dalam ilmu, mempunyai ragam yang bersifat.
SINTAKSIS Pengertian Sintaksis merupakan salah satu cabang linguistik. Istilah sintaksis diambil dari bahasa Belanda syntaxis. Dalam bahasa Inggris.
Dasar Surat Menyurat SMK TRISAKTI BATURAJA Oleh rellisa Indikator
Morfologi Dewi Puspitasari.
Sintaksis Dewi Puspitasari.
KALIMAT DALAM BAHASA INDONESIA
[SAP 6] KEPUTUSAN, PROPOSISI DAN KALIMAT
RAGAM BAHASA RAGAM BAHASA LISAN RAGAM BAHASA TULIS.
Ragam Bahasa Indonesia
BENTUK DAN MAKNA.
SINTAKSIS.
KALIMAT DALAM BAHASA INDONESIA
Morfologi Dewi Puspitasari.
Pengantar Linguistik Umum 12 November 2012 Nadya Inda Syartanti
Unsur-unsur Kebahasaan
Teks Prosedur Hj. Badriyah. S. Ag
KALIMAT Kalimat adalah kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep dan perasaan (Moeliono, 1999:434). Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil yang dapat.
Ciri Kebahasaan Teks Prosedur Kompleks
TATA BAHASA BAKU BAHASA INDONESIA
Klasifikasi Kalimat Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai intonasi final (kalimat lisan), dan secara aktual ataupun.
XI TKR BAHASA INDONESIA
TATA KALIMAT BAHASA INDONESIA (SINTAKSIS)
Bahasa Indonesia yang baik dan Benar
Ragam dan Laras Bahasa Indonesia
BAB II RAGAM DAN LARAS BAHASA.
Sintaksis Dewi Puspitasari.
Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah
Petujuk Proses Penulisan
TEKOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Bab 6 Aspek I# 第六讲 动作的状态 Adi Wirawan.
Ragam Bahasa: Variasi bahasa yang timbul karena perbedaan pemakaian
KALIMAT Kalimat: rentetan kata yang disusun sesuai kaidah yang berlaku/bagian teks (wacana) yang mengungkapkan pikiran secara utuh.
Ragam Kalimat BAHASA INDONESIA
TUGAS SOFTSKILL PENJELASAN KALIMAT
Nomina 1. Pengertian Nomina atau kata benda adalah kata yang mengacu pada manusia, binatang, benda, dan konsep atau pengertia. 2. Ciri-ciri Dalam kalimat.
MENULIS RESENSI BUKU.
PARAGRAF/ALINEA Pertemuan 7
Teks Prosedur.
minggu kesepuluh - keduabelas
MERANGKUM SELURUH ISI INFORMASI TEKS BUKU KE DALAM BEBERAPA KALIMAT
Penggunaan Aspek Kebahasaan dalam Penulisan Karya Ilmiah
CIRI KEBAHASAAN TEKS PROSEDUR KOMPLEKS
PELAJARAN II Proses Menjadi Warga yang Baik
Opini dan penafsiran di tulis pada alinea berbeda
Opini dan penafsiran di tulis pada alinea berbeda
ASSALAMUALAIKUM WR.WB..
KALIMAT EFEKTIF TUJUAN:
Teks prosedur kompleks
TEKS PROSEDUR KOMPLEKS
Modalitas Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan, yaitu mengenai perbuatan, keadaan, dan.
Teks Prosedur Kompleks Kelas X
MATA KULIAH: BAHASA INDONESIA
Ragam Bahasa: Variasi bahasa yang timbul karena perbedaan pemakaian
Sintaksis Bahasa Jepang
KALIMAT DALAM BAHASA INDONESIA
KALIMAT Kalimat adalah bagian ujaran yang mempunyai struktur minimal subyek (S) dan predikat (P) dan intonasinya menunjukan bagian ujaran itu sudah lengkap.
RAGAM BAHASA.
JENIS AYAT.
Teks Prosedur Kompleks Kelas X
MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 MODEL MEDAN SUMATERA UTARA TEKS PROSEDUR KOMPLEKS (PENGERTIAN,TUJUAN,CIRI,STRUKTUR, DAN CONTOH) Oleh: Azizul Hakim.
KELOMPOK 8 TATA KALIMAT BAHASA. TATA KALIMAT / SINTAKSIS Sintaksis adalah Pengaturan hubungan antara kata dengan kata, atau dengan satuan satuan yang.
Transcript presentasi:

Modus, Aspek, Kala, Modalitas, Fokus, dan Diatesis Keenam istilah tersebut biasa muncul dalam pembicaraan mengenai sintaksis.Dalam kebanyakan bahasa, keenam masalah itu ada, hanya barangkali cara mengungkapkannya tidak sama. Ada yang mengungkapkannya secara leksikal. Keenamnya di sini dibicarakan dalam satui sub-bab karena masalahnya tidak terlalu luas, keenamnya saling berkaitan, dan sering kali dikelirukan.

1.Modus Modus adalah penggungkapan atau penggambaran susana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara atau sikap si pembicara tentang apa yang diucapkannya.Dalam beberapa bahasa tertentu, terutama bahasa-bahasa fleksi, modus dinyatakan dalam bentuk morfemis, tetapi dalam bahasa lain ada juga yang secara leksial. Ada beberapa macam modus, antara lain: (1) Modus indikatif atau modus deklaratif, yaitu modus yang menunjukan sikap objektif atau netral; (2) Modus optatif, yaitu modus yang menunjukan harapan atau keinginan ; (3) Modus imperatif , yaitu modus yang menyatakan perintah, larangan , atau tegahan; (4) Modus interogatf , yaitu modus yang menyatakan pertanyaan; (5) Modus obligasi, yaitu modus yang menyatakan keharusan; (6) Modus desideratif, yaitu modus yang menyatakan keinginan atau kemaun;dan (7) Modus kondisional, yaitu modus yang menyatakan persyaratan.

2.Aspek Aspek adalah cara untuk memandang pembentukan waktu secara internal di dalam suatu situasi, keadaan, kejadian, atau proses. Dalam berbagai bahasa aspek ini merupakan kategori gramatikal karena dinyatakan secara morfemis. Dalam bahasa indonesia aspek tidak dinyatakan secara morfemis dengan bentuk kata tertentu, melainkan dengan berbagai cara dan alat leksikal. Dari berbagai bahasa dikenal adanya berbagai macam aspek, antara lain:

Aspek kontinuatif , yaitu yang menyatakan perbuatan terus berlangsung ; (2) Aspek inseptif, yaitu yang menyatakan peristiwa atau kejadian baru mulai; (3) Aspek progresif, yaitu aspek yang menyatakan perbuatan sedang berlangsung; (4) Aspek repetitif, yaitu yang menyatakan perbuatan itu terjadi berulang ulang; (5) Aspek perpektif, yaitu yang dinyatakan perbuatan sudah selesai; (6) Aspek imperfektif , yaitu yang menyatakan perbuatan berlangsung sebentar, dan (7) Aspek sesatif, yaitu yang menyatakan perbuatan berakhir.

Dalam bahasa Indonesia untuk menyatakan aspek perfektif digunakan unsur leksikal sudah seperti pada kalimat ( Dia sudah makan); untuk menyatakan aspek inseptif, baru mulai, digunakan partikel pun dan lah seperti dalam kalimat ( Dia pun berjalanlah); dan untuk menyatakan aspek repetitif bisa dilakukan secara morfemis, yaitu dengan sufiks -i seperti tampak pada kalimat ( Dia memukuli pencuri itu). Bandingkanlah verba mengiris dan memukul yang beraspek momentan itu dengan verba seperti membaca dan menulis yang tidak beraspek momentan. Kita dapat mengatakan dia membaca selama setengah jam dan adik menulis dari pagi sampai siang. Tetapi kita tidak dapat mengatakan ibu mengiris selama setengah jam dan adik memukul dari pagi sampai siang.

3.kala Kala atau tenses adalah informasi dalam kalimat yang menyatakan waktu terjadinya perbuatan , kejadian, tindakan, atau pengalaman yang disebutkan didalam predikat. Kala ini lazimnya menyatakan waktu sekarang , sudah lampau, dan akan datang. Beberapa bahasa menandai kala itu secara morfemis ; artinya pernyataan kala itu ditandai dengan bentuk kata tertentu pada verbanya. Bahasa Indonesia tidak menandai kala secara morfemis,melainkan secara leksikal. Antara lain dengan kata sudah untuk kata lampau, sedang untuk kata kini , dan akan untuk kata nanti.