PENGENALAN ISTILAH MEDIS (TERMINOLOGY MEDIS)

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Media Pembelajaran Sistem Respirasi Manusia
Advertisements

Animal Tissue: epithelium
SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA
Sistem pernapasan pada manusia
SISTEM PENGELUARAN (SISTEM EKSKRESI )
SISTEM PERNAPASAN (RESPIRASI MANUSIA)
Virtue.Ivana.Stella.William XIAI
Kelompok 8 Idham Ilhami Gumilar Rani Sri Yulianti Regina Bilqis
JARINGAN HEWAN Animal Tissue
TERMINOLOGI MEDIS SISTEM PERNAFASAN.
SISTEM EKSKRESI Materi Kelas 9 Semester 1 Oleh: Agustaman, S.Si.
PATOFISIOLOGY SEMESTER IV KE - 10.
D3 Rekam Medis Sekolah Vokasi UGM
Pertemuan ke-1 PENGANTAR TERMINOLOGI MEDIS
Pendahuluan Sistem sirkulasi ini meliputi,organ jantung, arteri, vena, dan kelenjar limfa. Klasifikasi pada bab ini berdasarkan gangguan pada jantung,
Khoiriyah Dasar Dasar Anatomi.
SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA
Dasar anatomi dan fisiologi
SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA KAMIS, 18 Agustus 2011
Sistem Pernapasan Manusia
Pendahuluan Bab yang berkaitan dengan penyakit pada system pernafasan di mulai dari kode J00 – J99. Terdapat catatan di bawah bab yang menyatakan bilamana.
SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA
Pertemuan ke-6 Formasi Istilah Medis
Lead term Kasus sistem Reproduksi pria dan wanita, kehamilan, persalinan, masa nifas, perinatologi dan kasus konginetal Deasy rosmala dewi, SKM,MKes.
KKPMT I 5 TERMINOLOGI MEDIS
D3 Rekam Medis Sekolah Vokasi UGM
Pendahuluan Dalam membuat bentuk formasi plural menggunakan aturan yang sudah ada dalam bentuk singular itu sendiri. Dengan penguasaan yang baik mahasiswa.
Sistem peredaran darah pada manusia
DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
PERTEMUAN MINGGU KE 2 MACAM-MACAM ROOT (AKAR DARI ISTILAH)
BAB VII SISTEM PERNAPASAN.
KKPMT I 2 TERMINOLOGI MEDIS
KKPMT I 4 TERMINOLOGI MEDIS
Pendahuluan Terminologi medis adalah ilmu peristilahan medis (istilah medis), yang merupakan bahasa khusus antar profesi kesehatan yang merupakan sarana.
Oleh : Nindita Putri Nirwasita 5B
PRODI MIK, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
KKPMT I 1 RIWAYAT PERKEMBANGAN
SUFFIXES (KATA AKHIRAN) PRODI MIK, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
Pendahuluan Suffix atau pseudosuffix (kata akhiran semu): Merupakan unsur kata yang terletak di bagian paling belakang dari istilah terkait; Selalu mengikuti.
Konsep Organ dan Sistem Organ Manusia Kelompok 3
Sistem Pernapasan pada Burung
ORGAN DAN SISTEM ORGAN MANUSIA
Pendahuluan Dalam membuat bentuk formasi plural menggunakan aturan yang sudah ada dalam bentuk singular itu sendiri. Dengan penguasaan yang baik mahasiswa.
Mengidentifikasi struktur sel, jaringan, organ dan sistem organ hewan
SISTEM ORGAN & FUNGSINYA
SEMINAR HASIL RIA MARESTY.
Terapi Jus & Diet (7.10): Jenis-jenis Penyakit dan Resep Terapinya
Sistem Organ & Fungsinya
SISTEM PENGELUARAN (SISTEM EKSKRESI )
PEMERIKSAAN PENUNJANG AREA BEDAH Tintin Sukartini, SKp, M.Kes, Dr. Kep.
PATOFISIOLOGY SEMESTER IV KE - 10.
Pendahuluan Suffix atau pseudosuffix (kata akhiran semu): Merupakan unsur kata yang terletak di bagian paling belakang dari istilah terkait; Selalu mengikuti.
Introduction to Medical Terminology
MEDICAL TERMINOLOGY The group of special terms used in the medical field Health care workers communicate in a special language knoewn as medical terminology.
INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT
Perdarahan (Hemorrhagi)
BIOLOGI B 2013 R.ADITIAS HERMAWAN ( )
Prof. Dr. dr. Yanwirasti, PA
Prodi RMIK, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
Hati (hepar) Merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh manusia (2 kg) yang terletak di rongga perut sabelah kanan di bawah diafragma.
SISTEM EKSKRESI MASUK KELUAR.
Sistem Ekskresi (Sistem Pengeluaran)
SUFFIXES (KATA AKHIRAN) Pertemuan 1d Deasy Rosmala Dewi, MKes
Sistem Ekskresi (Sistem Pengeluaran)
SISTEM ORGANIASI KEHIDUPAN
ANALISIS ISTILAH MEDIS Pertemuan 1e dr. Mayang Anggraini
TUJUAN PEMBELAJARAN Jenis-jenis Pernapasan Penyakit atau Gangguan pada Sistem Pernapasan Mekanisme Pernapasan Struktur Organ Pernapasan Fase Pernapasan.
Sistem Pernapasan Manusia
Human Respiratory System
Transcript presentasi:

PENGENALAN ISTILAH MEDIS (TERMINOLOGY MEDIS) UNSUR KATA PEMBENTUK ISTILAH MEDIS: SUFFIX: kata akhiran PREFIX: kata depan ROOT: kata akar/akar kata Contoh: periarthritis (periartritis)  peri – arthr - itis - i’tis (suffix) (-eye’tis, -ee’tis) [Y., inflammation] = peradangan/ radang peri- (prefix) [Y., about, around] = sekitar, sekeliling - arthr/o, -arthr- [Y., arhron, joint] (root) = sendi (persendian) Periartritis = peradangan jaringan sekeliling persendian. Apa arti: Per’i.ar”te.ri’tis?  - itis, peri-, dan -arter – = peradangan tunica (lapisan) adventitia dan jaringan sekeliling pembuluh darah arteri (arteria = pembuluh darah yang keluar dari jantung)

Beberapa Struktur Bentuk Istilah Medis Di dalam suatu istilah: (1) harus ada satu atau lebih dari satu unsur kata ROOT (akar) bisa diikuti bisa tidak oleh SUFFIX, atau diakhiri dengan ROOT yang difungsikan sebagai SUFFIX . bisa didahului oleh satu atau lebih dari satu PREFIX, bisa juga tidak memiliki PREFIX sama sekali. Contoh: - bronch-itis = radang pipa bronkus - gastr-o-enter-it is = radang lambung-usus - trache-o-bronch-itis = radang pipa napas trakea-bronkus - my-o-cardi-o-pathy = penyakit otot-jantung - peritoneum = lapisan pembungus rongga perut - positive = positif - epistaxis = mimisan

ANALISIS KATA/ISTILAH Analisis Istilah Medis Untuk dapat menganalisis istilah, kenali sufiknya dulu, kemudian temukan root di bagian tengah, kemudian bisa ada atau tidak ada unsur kata prefix di bagian terdepan istilah terkait. Tentukan arti istilah dengan menentukan terlebih dulu arti sufik, menuju ke arah kiri arti root, kemudian arti kata prefik- nya. Bila di antaranya ada tambahan unsur kata, umumnya adalah root. Prefix  Root  Suffix atau Prefix  Root  Suffix atau Prefix  Root  Suffix - Root – Root  Suffix - Root – Root - Contoh: 1. Subcutaneous  sub- cutane -ous -ous = (suffix) berkaitan dengan … sub- = (prefix) di bawah -cutane/o = (root) kulit Subcutaneous (Subkutanus) = yang berkaitan dengan bagian bawah kulit.

Analisis kata (Lanjutan) Contoh: 2. E.lec”tro.car’di.o.gram” = record of the electrical activity of the heart. -gram = suffix (record) [Y., gramma.letter] electr/o- = root (electric) [Y., eleckron] (amber) cardi/o = root (car’di.a) [Y., kardia, heart] 3. My”o.car.di’tis (miokarditis) = -itis  myo- = otot  -cardia = jantung 4. My”o.si’tis (miositis)  mys-os-itis 5. E.lec”tro.my.og’ra.phy  electr-o-my-o-graphy 6. Per”i.car’di.um  peri – cardi – um 7. Per”i.car.di”tis  peri – card - itis 8. Per”i.car”di.ol’y.sis  peri- cardi/o-lysis 9 Ar.throg’ra.phy  arthro - graphy 10. Dys.pha’gi.a  dys-pahag - ia

Combining Vowel (Huruf Hidup Penggabung) Huruf Hidup Penggabung adalah huruf hidup, umumnya huruf -o- , yang fungsinya untuk menggabungkan unsur kata root dengan suffix yang diperlukan. Contoh: Cardi-o-logy (Kardiologi) -> cardi/o-logy Atau menggabungkan dua unsur kata root: Contoh: gastr-o-enter-o-logy  gastr/o-enter/o-logy Namun demikian: Apabila sufiksnya dimulai dengan huruf hidup, huruf penggabung -o- umumnya dihilangkan. Contoh: hepatitis; cardiectomy; bronchitis; myalgia; gastritis. hepat/o- + -itis = hepat-itis cardi/o- + -ectomy = cardi-ectomy bronch/o- + -itis = bronch-it is my/o- + -algia = my-algia gastr/o- + -itis = gastr-itis

Combining Form (Kata bentuk Penggabung) Kata penggabung adalah root + huruf hidup penggabung Contoh: arthr + o = arthr/o (root) (combining vowel) (combining form) Perhatikan bahwa root dipisahkan dari huruf penggabung dengan tanda baca (/) slash. Ini adalah standard penulisan kata bentuk penggabung dan kadang menunjukkan, kadang juga tidak, bahwa ada huruf penggabung yang digunakan dalam istilah terkait. bronch/o (dari bronchus, Y., brogchos, trachea) gaster/o (dari gaster,Y., belly)  gastr/o-enter/o-logi Ini juga bisa sebagai: -gaster (suatu bentuk kata penggabung yang berarti yang berkaitan dengan gaster)  epi-gastr-algia

Unsur Kata Bentuk Penggabung (Combining Form) Contoh: aden/o-  adeno - encephal/o-  encephalo – mening/o-  meningo – hem/o-  hemo – hemat/o-  hemato – hepat/o-  hepato – oste/o-  osteo – thromb/o-  thrombo – leuk/o-  leuko – erythr/o-  erythro – Unsur kata Root bentuk Penggabung ini tidak bisa berdiri sendiri harus dilengkapi unsur kata lain.

Contoh Pemanfaatan huruf penggabung /o – (Combining Vowel) Huruf penggabung untuk merangkai: Root  ke  Suffix, atau Root  ke  Root lain Contoh: card/o - gram dextr/o – cardia ventr/o – lateral electr/o – cari/o – gram chole – cyst/o – lith/o – tomy trache/o – bronch/o – scopy my/o – cardi/o - pathy oste/o – sarc – oma

FORMASI KATA (WORD FORMATION) ? - ROOT - ?  Istilah yang menjelaskan ? Dari ROOT (Prefix) - (Root) - (Suffix) Contoh: R = gaster = lambung R + Suffix Gaster – ic = yang berkaitan dengan gaster  Gastric bleeding Gastric nerve Gastric juice Gastric pain  Naso-gastr-ic tube (NGT)

FORMASI KATA (WORD FORMATION) (lanjutan-1) Gastr - it is Gastr - al Gastr – algia  Gastral USG Gastr/o – log – ist Gastral endoscopy Gastr/o – scopy Gastral diseas PREFIX + ROOT Root: Gaster Hypo - gastr - ic Epi - gastr – ic Epi - gastr - algia Epi - gastr - itis Root - Root – Suffix Gastr/o – duoden – al Gastr/o – intestin - al

FORMASI KATA (WORD FORMATION) (lanjutan-2) ROOT: natum  natal = lahir Pre – natal Post – natal P - R - R Peri – natal Peri- nato - logy Ante – natal ROOT: Cardia – Cardium = Jantung P - R - S Peri – cardium Peri- cardi –al Epi – cardium Epi – cardi - al Endo – cardium Endo –cardi -al

FORMASI KATA (WORD FORMATION) (lanjutan-3) My/o – cardium My/o – logy My/o – pathy My - oma My - ectomy My/o - rrhaphy My/o - rrhexis - R – R - S My - alg – ia My - skelet - al My/o – neur/o - pathy

Pembentukan dan Analisis Istilah Medis Istilah medis yang terbentuk dari 3 unsur kata dasar par’a.ne.phri’tis  para – nephr – itis pre.u”re.thri’tis  pre – urethr –itis hy”per.cho.les”ter.e’mi.a  hyper – cholester-emia ep”i.the”li.o”ma  epi – theli – oma Istilah terdiri dari Root dan Suffix saja ad”e.no’ma  aden – oma ap.pen’di.ci’tis  appendic – it is cy.tol’o.gy  cyt/o – logy hem’a.to.cy.tol’y.sis  hemat/o – cyt/o – lysis hy”dro.cele  hydr/o -cele

Pembentukan dan Analisis Istilah Medis (lanjutan-1) 3. Istilah yang tidak memiliki Suffix in”tra.ve’nous  intra – venous ( intravena) hy”per.ten.sion  hyper – tension ex”oph.thal’mos  ex-ophthalmos pol”y.pha’gi.a  poly – phagia an.u’ri.a  an – uria an’ur.y; an”ure’sis en”u.re’sis  en – ure- s-is a.pha’ki.a  a - phakia a.pho’ni.a  a - phonia a.phra’si.a  a - phrasia

Pembentukan dan Analisis Istilah Medis (lanjutan-2) 4.

LATIHAN MANDIRI ANALISIS ISTILAH MEDIS 1. Endocarditis  2. Gastroenteropathy  3. Myelomata  4. Myoepithelioma  5. Electromyography (EMG)  6. Mastitis  7. Choledocholithiasis  8. Salpingoophorectomy  9. Electroencephalogram  10. Myorrhexis  11. Rhinorrhea  12. Diarrhea  13. Enterocolitis  14, Hepatorenal 

PRONUNTIATION GUIDE (PANDUAN LAFAL) Sylable Pronunciation Example Arti Vowel sound (Lafal) (Contoh) tion shun regurgitation = pengeluaran makanan melalui mulut tanpa rasa mau muntah short a sound ah acute = akut short e sound eh hematemesis = muntah darah short i sound ih adipose = lemak/mirip lemak long a sound ay pain = rasa sakit long e sound ee ileitis = radang usus ileum long i sound igh or eye rhinitis = radang hidung ileitis long o sound oh anorexia = tidak ada nafsu makan long u sound you acute = akut

CONTOH penekanan LAFAL ISTILAH 1. - epi-dermis (ep”i.der’mis) = 2. - primi-para (pri.mip’a.ra) = 3. - endo-card-itis (en”do.car.di’tis) = 4. - therm/o-meter (ther.mom’e.ter) = 5. - electr/o-therapy (e.lec”thro.ther’a.py) = 6. - osteo-tomy (os”te.ot’o.my) = 7. - osteo-tome (os”te.o.tome”) = 8. - postur-al (pos’tur-al) = - electr/o-cardi-o-gram (e.lec”tro.car’di.o.gram”) = - electr/o-cardi-o-graphy (e.lec”tro.car’di.og’ra.phy) = - electr/o-cardi/o-graph (e.lec”tro.car‘di.o.graph” = - gastr-ic (gas’tric) = - ptosis (pto’sis) = - pterygium (seperti sayap) (pte.ryg’i.um) = - psych/o-pathy (psy.chop’a.thy) =

CONTOH penekanan LAFAL ISTILAH (Lanjutan) 15. - chole-doch-o-lithi-asis (cho.led”o.cho.lith.i’a.sis)= 16. - para-dys-entery (par”a.dys’en.ter”y) = 17. - post-hemi-plegic (post”hem.i.pleg’ic) = 18. - postero-anterior (pos”ter.o.an.te’ri.or) = 19. - post-partum (post.par’tum) = 20. - a-noxia (an.ox’i.a) = 21. - ante-version (an”te.ver’sion) = 22. - an-o-tia (an.o’ti.a) = 23. - anti-pro-thrombin (an”ti.pro.throm’bin) = 24. - anti-thrombo-plastin (an”ti.throm”bo.plas’tin) = 25. - anti-mycot-ic (an”ti.my.cot’ic) = 26. - hypo-para-thyroid-ism (hy”po.par”a.thy’roid.ism)= 27. - posture (pos’ture) = 28. - post-cibal / post-cibum (post.ci’bal) = 29. - psycho-patho-logist (psy”cho.pa.thol’o.gist) =

EJAAN ISTILAH Ejaan istilah adalah hal penting yang harus diperhatikan. Ada istilah yang lafalnya mirip namun ejaannya lain dan artinya lain pula. Contoh: 1. Il’e.um = bagian dari usus kecil Il’i.um = bagian dari tulang duduk (os ilium) Hep”a.to’ma = tumor ganas hati (hepar) He”ma.to’ma = benjolan akibat kumpulan daran di bawah kulit (memar) U’re.thra = saluran air seni yang keluar dari kandung kemih ke luar tubuh.  bila meradang disebut: U’re.thri’tis Ureter = saluran halus air seni yang keluar ginjal menuju ke kandung kemih. bila meradang: U.re”ter.i’tis

4. My,o’ma = tumor otot (umum digunakan sebagai 4. My,o’ma = tumor otot (umum digunakan sebagai sebutan tumor fibroid otot uterus) My”e.lo’ma = tumor sumsum tulang 5. My.co’sis = penyakit jamur Mu.co’sa (mucouse) = lendir 6. Ma.la’ci.a = melunak (bagian organ tubuh) Ma.laise’ = merasa lemah dan sakit, kadang-kadang disertai rasa gelisah, tidak nafsu makan dan tidak ber- energi 7. em”py.e’ma = kumpulan abses (nanah) di rongga tubuh em”phy.se’ma = pelebaran (overdistensi) di ruang pernapasan paru

PLURAL FORMATION (FORMASI KATA BENTUK JAMAK) Use the following rules to a form plural word from its singular form 1. Singular words ending in -is  -es (plural) Diagnosis Diagnoses = diagnose Pelvis Pelves = pinggul Neurosis Neuroses = neurosis 2. Singular words ending in –us  I (plural) Bronchus Bronchi = bronkus Bacillus Bacilli = baksil Calculus Calculi = batu Embolus Emboli = emboli Thrombus Thrombi = trombi Ada beberapa pengecualian, contoh: virus  viruses sinus  sinuses

(FORMASI KATA BENTUK JAMAK) (Lanjutan -1) 3. Singular words ending in a  adding an e (plural) Sclera Sclerae Scapula Scapulae Vena Venae Bulla Bullae 4. Singular words ending in um  change the to an a Acetabulum Acetabula Capitulum Capitula Datum Data Septum Septa Diverticulum Diverticula 5. Singular words ending in ix atau ox Calix Calices Cervix Cervices Index Indices Varix Varices

(FORMASI KATA BENTUK JAMAK) (Lanjutan-2) 6. Singular word ending in oma  adding a s or ta Adenoma Adenomas, adenomata Carcinoma Carcinomas, carcinomata Fibroma Fibromas, fibromata Lymphoma Lymphomas, lymphomata Lipoma Lipomas. lipomata Lymphangioma Lymphangiomas, lymphangiomata 7. Singular word ending in nx  change x to a g and adding es Larynx Larynges Pharynx Pharynges Phalanx Phalanges

(FORMASI KATA BENTUK JAMAK) (LANJUTAN-2) 8. Singular word ending in on  change to an a or simply adding s Ganglion Ganglia, ganglions Tendon Tendons, tendines 9. Singular word ending in ax  change the ax to aces Thorax Thoraces Tuliskan kata bentuk jamak dari: 1. Neuron  7. Bronchus  2. Tuberculum  8. Dens  3. Ramus  9. Pelvis  4. Costa  10. Thorax  5. Mamma  11. Porus  6. Varix  12. Vas 

KATA KUNCI Ingat Peraturan Di bawah Ini: is  es us  i a  ae um  a ix  ices oma  omas, omata nx  nges on  a or simply add s ax  aces Tuliskan bentuk singular (tunggal) kata di bawah ini: Tendines  5. Arteriae  Lymphomata  6. Erythrocytes  Tuberculi  7. Fila  Lineae  8. Feet 