Congestive Heart Failure /CHF

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
DASAR DIETETIK untuk pasieN
Advertisements

Darwis Dosen Jurusan Gizi
HIPERTENSI (TEKANAN DARAH TINGGI)
Hipertensi (Darah Tinggi)
FARMAKOLOGI SISTEM KARDIOVASKULER
Penderita Asam Urat Lebih Banyak Lelaki
Gagal Jantung Akibat Obesitas Masalah kegemukan atau obesitas nyatanya tak hanya mencederai estetika bentuk tubuh, tapi juga sejumlah fungsi organ tubuh.
Oleh : Irmayanti Sirman Nim : p Kelas : B
Dr.Hendrik SB,drg.,Mkes ANTIHIPERTENSI Dr.Hendrik SB,drg.,Mkes
Sistem Kardiovaskular dan Gizi
TUGAS AA “ PENYAKIT JANTUNG KORONER ( PJK ) “
Ns. Yani Sofiani, M. Kep., SpMB
ASUHAN KEPERAWATAN CONGENITAL ADRENAL HYPERPLASIA
KEBUTUHAN & KECUKUPAN ENERGI
DIETETIK PADA PRE& POST OPERASI
Tekanan Darah (TD,Tensi)
Penatalaksanaan diet PENDERITA CHF fc II ec HHD dd/CAD, AKI dd ACUTE CKD, dan DM TIPE II di Rs. UMUM TANGERANG Oleh: Siti Fatimah
STROKE Ani P. Ws DCN, M.Kes.
Oleh Ani Prasetyaningsih DCN M.Kes
Oleh : dr. Irfan Rahmanto
Oleh: Ani P.Wijaksono DCN M.Kes
PENYAKIT JANTUNG KORONER
Penyakit Darah Rendah (Hipotensi)
4. NUTRIEN UNTUK TERNAK (UDARA DAN AIR)
ALUR ASUHAN GIZI PASIEN RAWAT INAP
MENGETAHUI PERUBAHAN ANATOMI DAN FISIOLOGIS PADA IBU HAMIL TRIMESTER I II DAN III DALAM BIDANG SISTEM KARDIOVASKULER Aldilah alfi izlami ib
GIZI IBU HAMIL DENGAN KOMPLIKASI KEHAMILAN
TERAPI DIET dalam upaya PENYEMBUHAN & PEMULIHAN
Dietetik pada HIPERTENSI
PENATALAKSANAAN GIZI PADA PASIEN ANAK DENGAN GASTRO ENTERITIS di RUMAH SAKIT PERSAHABATAN ONLY IVONILA RIWU ( ) 
Congestive Heart Failure /CHF
KASUS SIROSIS HEPATIS Pertanyaan : Diagnosa penyakit & status gizi ?
DIETETIK PADA PRE& POST OPERASI
KASUS PENYAKIT DEGENERATIF DIET POST OPERASI CHF PADA ANAK
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN INFARK MIOCARDIUM
MARASMUS MATERI KULIAH.
Oleh: Ani P.Wijaksono DCN M.Kes
FARMAKOLOGI SISTEM KARDIOVASKULER
FARMAKOLOGI SISTEM KARDIOVASKULER
KASUS SIROSIS HEPATIS Pertanyaan : Diagnosa penyakit & status gizi ?
GIZI PADA KEHAMILAN UTARY DWI L, SST, M.Kes.
Asuhan Keperawatan Dengan Gagal Jantung ( CHF )
ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN TUBERCULOSIS MILLER
ASKEP GLOMERULONEFRITIS
Assalamualaikum Kelompok 7 Ika Apriani Riza Sativa
INFEKSI AKUT KASUS OBSTETRI
PENYAKIT JANTUNG Chania Dwi Mentary
ASSALAMMU’ALAIKUM WR. WB
GIZI UNTUK LANSIA TRIWIDIARTI
Ni luh gede sinta Dwiarti
PENYAKIT JANTUNG KORONER
STROKE Ani P. Ws DCN, M.Kes.
ALUR ASUHAN GIZI PASIEN RAWAT INAP
Atika Yasmine Wulandari Herlinda Puspitasari
SEROSIS HEPATIS Ariana. D
Asuhan keperawatan angina pectoris
Askep klien VENTRIKEL SEPTAL DEFEK (VSD)
HIPERTENSI.
Dr. Yusmardiati Apa itu TEKANAN DARAH TINGGI? Meningkatnya tekanan darah dalam jangka waktu lama dengan Tekanan darah lebih dari 120/80 mmHg. Meningkatnya.
Cor pulmonale NOVITA HARDIANTY. Apa itu Cor Pulmonale? O Kor pulmonale didefenisikan sebagai suatu disfungsi dari ventrikel kanan yang dihubungkan dengan.
HIPERTENSI (TEKANAN DARAH TINGGI)
TINJAUAN MEDIS PUASA TERHADAP BEBERAPA PENYAKIT
PENYAKIT DEGENERATIF. Apa itu PENYAKIT DEGENERATIF?  Merupakan suatu penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh yaitu dari keadaan.
TEKANAN DARAH TINGGI OLEH : MAHASISWA PRAKTIK PROFESI NERS STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA TAHUN 2016.
dr. Denny Armin Apa itu TEKANAN DARAH TINGGI? Meningkatnya tekanan darah lebih dari 140/90 dalam 2 waktu pengukuran Meningkatnya tekanan darah.
Apa itu TEKANAN DARAH TINGGI? Meningkatnya tekanan darah dalam jangka waktu lama dengan Tekanan darah ≥ 140/90 mmHg. Meningkatnya tekanan darah.
GAGAL JANTUNG AKUT Suatu sindrom gagal jantung yang timbulnya berlangsung dengan cepat dan singkat akibat disfungsi otot jantung (disfungsi sistolik, diastolik,
DEFINISI  Syok merupakan kegagalan sirkulasi tepi menyeluruh yang mengakibatkan hipotensi jaringan.  Kematian karena syok terjadi bila kejadian ini.
TATALAKSANA DIET PADA PASIEN PERIOPERATIF
Apa itu TEKANAN DARAH TINGGI? Meningkatnya tekanan darah dalam jangka waktu lama dengan Tekanan darah lebih dari 120/80 mmHg. Meningkatnya tekanan darah.
Transcript presentasi:

Congestive Heart Failure /CHF Dietetik Congestive Heart Failure /CHF GAGAL JANTUNG Ani P. Witjaksono DCN, M.Kes

Gagal Jantung memompa darah dari jantung ke jaringan untuk Keadaan dimana jantung tidak mampu lagi memompa darah dari jantung ke jaringan untuk Memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Gagal jantung yang sering ditemui: Gagal Jantung Curah Rendah Gagal Jantung Curah Tinggi Gagal Jantung Kiri Gagal Jantung Kanan Gagal jantung - bukan merupakan suatu penyakit melainkan sindroma yang timbul oleh berbagai sebab proses- proses Patofisiologi.

PENDAHULUAN Peningkatan per tahun 2.3 – 3.7 Penyebab kematian utama Gagal jantung -- Survey 4,7 % Wanita & 5,1 % Pria Peningkatan per tahun 2.3 – 3.7 %/1000 Penyebab kematian utama - Sebagian besar akibat Dekompensasi gagal jantung kronik - Penyebab Gagal Jantung Akut pada a. Usia Tua PJK pada 60 – 70 % b. Usia Muda PJB, Kardiomiopati dilatasi, dan Aritmia

Dampak pada CHF Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit -Odema, gangguan pernafasan, pembesaran jantung Cardiac Cahechexia -- Malnutrisi sebagai akibat CHF yang berat. Komplikasi Malnutrisi : a. Anoreksia akibat asites b. Meningkatnya kebutuhan BMR akibat peningkatan kerja jantung & paru-paru. c. Tidak cukupnya perfusi dan cenderung hipoxia  Gangguan proses pencernaan & absorbsi zat gizi. d. Diuretik - kehilangan zat gizi seperti Ze,Mg,K,

Patofisiologi Gagal Jantung Disfungsi Sistolik dan/atau Diastolik Peninggian beban akhir (afterload) Peninggian Impedans Peninggian tekanan pengisian (preload) Penurunan relatif Curah Jantung Peninggian tahanan pembuluh sistemik Mekanisme Kompensasi Aktifitas dari : Sistem Simpatis , Renin Angiotensin, Sistem Adrenal Norepinefrin, Aldosteron, Kortikosteroid Hormon Antidiuretik, Intensifikasi oleh ginjal Resorpsi air dan natrium diproksimal Penurunan regulasi reseptor-reseptor Beta adrenalin di miokard

Anatomi Jantung

CHF --- TERMINOLOGI Penyempitan pembuluh darah arteri Terjadinya miokard infark Tekanan darah tinggi Penyakit Jantung Katup Cardiomyophaty Jantung Bawaan

GEJALA-GEJALA PADA CHF Terjadinya penumpukan cairan pada lapisan dinding jantung Adanya oedema pada tungkai & mata kaki Sesak terutama setelah aktifitas Naiknya berat badan akibat terjadinya penimbunan cairan / oedema Manifestasi yang sering terjadi pada CHF akibat supply darah tidak adekuat - anoreksia, nausea, rasa kenyang, konstipasi, malabsorbsi, pembesaran hati, organ hati teraba lunak

Manifestasi Klinis Dispnoe. Sesak nafas merupakan gejala awal dan umum terjadi pada gagal jantung. Sesak timbul sebagai akibat dari terjadinya bendungan di jaringan vena-vena di paru yang menurunkan elastisitas dan ruang-ruang udara paru-paru.Gejala sesak ini akan semakin hebat apabila terdapat perkembangan edema paru. Orthopnoe. Sesak napas yang timbul pada saat berbaring dan akan berkurang bila duduk. Posisi duduk dapat mengurangi sesak karena terjadi pengurangan kemampuan paru dan meningkatkan kapasitas ventilasi paru.

Manifestasi Klinis Paroxysmal Nocturnal Dispnoe ( PND ). Sesak yang timbul tiba – tiba pada malam hari saat penderita tertidur disertai dengan batuk,respiratori distress dan rasa cemas yang hebat. Episode timbulnya PND ini menggambarkan adanya dekompensasi ventrikel kiri sebagai akibat dari timbulnya kongesti paru yang akut.

Klasifikasi Gagal Jantung. Gagal Jantung menurut New York Heart Association terbagi atas empat kelas, yaitu : Fungsional Kelas I : Timbul gejala sesak pada aktivitas fisik berat Fungsional Kelas II : Timbul gejala sesak pada aktivitas sedang Fungsional Kelas III : Timbul gejala sesak pada aktivitas ringan Fungsional Kelas IV : Timbul gejala sesak pada aktivitas sangat ringan atau istirahat.

PENATALAKSANAAN PADA PENYAKIT CHF Meminimalkan faktor penyebab CHF Meminimalkan aktifitas kerja jantung Memaksimalkan pengobatan yang adekuat ( Diuretika, digitalis,dan nitrat ) Mememberikan diet yang adekuat

PENATALAKSANAAN DIET TUJUAN : Menurunkan berat badan, bila kegemukan sehingga tidak meningkatkan beban pada otot jantung Mengurangi beban kerja jantung Menurunkan total air dan natrium tubuh untuk mencegah edema

Syarat Diet Pembatasan Natrium tergantung pada kondisi pasien. Pembatasan Na 500 mg/hr (RG I) diberikan dalam waktu pendek Suplemen Kalium diperlukan pada pasien yang diberi obat diuretik Cairan dibatasi diperlukan 1.5 – 2 l/hr, sedangkan pada pasien akut atau dg gangguan yang berat pembatasan cairan 1 l/hr. Pemberian makanan lewat oral perlu dirangsang. Namun bila tidak memungkinkan pemberian dapat dilakukan melalui makanan lewat pipa (enteral / pareteral). Pemberian dilakukan sedini mungkin ketika diketahui asupan tidak adekuat. Hindarkan makanan yang menimbulkan gas, serat tinggi, yang merangsang, yang sulit cerna, dan kandungan lemak tinggi Hindarkan minuman yang mengandung alkohol, soda , kopi kental (turunkan resiko meningkatnya denyut jantung).

Perhitungan Kebutuhan zat Gizi ENERGI BEE x aktivitas x faktor stress Aktivitas = 1.2 bedrest ; 1.3 pasien ambolatory Faktor stress = 0.1 – 0.2 ( CHF stabil ) 0.8 – 1 gr / kg BB/hr 25 – 30 % dari total energi sehari 10 % Lemak Jenuh, 10 -15 % Lemak Tidak Jenuh Jumlah KH memperhatikan kemungkinan adanya hiperglikemik PROTEIN Lemak Karbohidrat

Lanjutan, Natrium = 1.5 – 2 gr/hr untuk menurunkan volume total plasma Cairan = 0.5 ml/kkal atau IWL (500 ml) + urine Natrium = 1.5 – 2 gr/hr untuk menurunkan volume total plasma Kalium ditingkatkan karena terapi diuretik : 2 – 6 gr/hr, kecuali ada gangguan ginjal Mg biasanya rendah dg terapi diuretik ( kebutuhan 300 – 350 mg )

Masalah Yang sering Timbul pada penatalaksanaan penyakit CHF Asupan gizi tidak adekuat ( hilangnya nafsu makanan akibat sesak dan rasa kenyang/penuh dibagian perut -- > Anoreksia ) Asupan yang tidak adekuat - gizi buruk dan Hipoalbuminemia Pada kondisi yang lebih lanjut dimana fubgsi keseimbangan cairan dan elektrolit terganggu - Gagal Ginjal kronik Odema pada selaput jantung atau paru akan berakibat  Respiratory Failure Penatalaksanan CHF yang tidak maksimal akan berakibat  Decompensation Cordis

REFERENCE 1. Buku Ajar Kardiologi Balai Penerbit FKUI 1996 2. Food, Nutrition, & Diet Therapy, Krause’s,Kathleen Mahan, Sylvia Escoot Stump, edisi ke 11, Sauders, 2000 Penuntun Diet edisi baru, Dr. Sunita Almatsier, Instalasi Gizi RSCM & ASDI, Gramedia, 2006 Buku Ajar Kardiologi Dasar, Bidang Keperawatan RS. Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita.

KASUS Pasien ibu K, umur 57 thn, punya anak 3 masuk emergency dengan keluhan sesal dan dada terasa berat. Seminggu terakhir keluhan ini sangat sering terjadi, terakhir sesak nafas, keringat dingn dan bedebar-debar, dan tidak nafsu makan. Sebelumnya dia ke puskesmas dan disarankan berobat ke RS karena ada pembengkakan di jantungnya. Pasien punya riwayat penyakit asma, dan keluarga penyakit jantung. Hasil pengukuran antropometri didapatkan TB : 155 cm, dan BB:47 kg. Pemeriksaan fisik didapatkan adanya oedema ringan dikaki. Pemeriksaan foto thorak dijumpai oedema jantung. Pemeriksaan laboratorium Hb : 9,9 g/dl, HT: 32 %, leukosit 7.600 ml, GDS : 111 mg/dl, Na, 124 mmol/l, albumin : 2,4 g/dl, Ureum 20 mg/dl, Creatinine : 0,7 mg/dl. TD: 106/68 mmHg. Asupan makannya kurang dari 50%. Pertanyaan: Pasien menderita penyakit apa ? Apa yang mendasari ditentukan diagnosa diatas ? Bagaimana status gizi pada pasien ini ? Apa yang perlu direncanakan dalam usaha menyembuhkan penyakit ini ?

TERIMA KASIH

SELAMAT BEKERJA PILIHAN GANDA 1. Ketidak mampuan jantung untuk mempompa darah dari jantung ke jaringan tubuh disebut A. Gagal Jantung kanan B. Gagal Jantung Curah Rendah C. Gagal Jantung Kongestif D. Gagal Jantung Kiri 2. Kebutuhan protein pada pada pasien CHF adalah : A. Cukup diberikan 2 gr/kg BB setiap harinya B. Disesuaikan dengan kemampuan jantung yaitu 0,8 – 1 gr/kg BB C. Tergantung kemapuan ginjal dan kondisi albuminnya D. Semua Jawaban benar 3. Manifestasi Klinis dari Congestive Heart Failure adalah : A. Dispnoe, Orthopnoe , Sulit bernafas B. Dispnoe C. Orthopnoe, PND D. Dispnoe, Orthopnoe, PND ESSAY Mengapa gagal ginjal dapat terjadi pada penderita CHF kronik ? Mengapa dalam penatalaksanaan diet pada pasien CHF perlu memperhatikan asupan kalium ? SELAMAT BEKERJA