DINAMIKA SOSIAL 4 Urbanisasi

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Baseline Sektor Energi
Advertisements

Endah Murniningtyas Deputi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
IAD, ISD, IBD (MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN)
Bab 3 INTERAKSI DESA DENGAN KOTA
Masalah Kependudukan dan Ketenagakerjaan
? masyarakat BAHAN – KONSTRUKSI ARSITEKTUR RAKYAT
Urbanisasi dan Permasalahannya
MIGRASI.
Minggu pertama Oktober
EVALUASI PENCAPAIAN INDIKATOR KKP SD DESEMBER TAHUN 2014
√ Untuk Kabupaten-Kota 6,15 81,1 Grafik 3
Info PMU.
RAPAT PENGENDALIAN PROGRAM DAN ANGGARAN
SOSIALISASI HASIL DAN PEMANFAATAN DATA UJIAN NASIONAL 2013/2014
Peta Peningkatan Pemenuhan Energi Listrik Tiap Provinsi Hasil Model
PEMANTAUAN KEGIATAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RAPERDA BIDANG PLP
Asisten Pemerintahan dan Kesra
PELAKSANAAN PENDAMPINGAN PPRG SDM PENGGERAK DI DAERAH
Modul / Tatap Muka 12 EKONOMI RAKYAT PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH
MASALAH PEMBANGUNAN MANUSIA: KEPENDUDUKAN
Kondisi Kemiskinan.
KELOMPOK 10 ANALISIS DAMPAK PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA DAFTAR ISI DATA A B TEORI A B ANALISIS A B c KESIMPULAN.
PUSAT PERTUMBUHAN DAN DISPARITAS EKONOMI DAERAH
Daya Tarik dan Daya Dorong Kota-Desa
Urbanisasi dalam Perencanaan Wilayah.
Kabupaten/Kota yang telah Menginisiasi KLA sampai Tahun 2014
DATA KELULUSAN SERTIFIKASI GURU TAHUN 2007 S.D 2010
DATA KEBUTUHAN GURU (NASIONAL) TAHUN
Faktor-Faktor yang Menentukan Lokasi
Sumber Jurnal: Agung Eddy Suryo Saputro PPT oleh: Siska Anggraeni
DINAMIKA PRODUKSI DAGING SAPI DI PULAU JAWA MELALUI
MASALAH REGIONAL dan KEBIJAKANNYA
TUGAS POKOK, FUNGSI DAN PROGRAM KERJA
963 PELANGGARAN DALAM PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA
PENYELENGGARAAN KESEHATAN HAJI TAHUN 2017M / 1438H
DATA KEBUTUHAN GURU SD NEGERI (NASIONAL) TAHUN
URBANISASI.
PERANAN SUMBERDAYA ALAM DALAM PEMBANGUNAN
TRANSMIGRASI : SOLUSI SEBARAN PENDUDUK DAN DISTRIBUSI KESEJAHTERAAN
Trend menonton tv yang terus naik
DATA KEBUTUHAN GURU SMK NEGERI (NASIONAL) TAHUN
PELAKSANAAN PENDAMPINGAN PPRG SDM PENGGERAK DI DAERAH
Kementerian Ketenagakerjaan RI
INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA
PERANAN SUMBERDAYA ALAM DALAM PEMBANGUNAN
PERANAN SUMBERDAYA ALAM DALAM PEMBANGUNAN
MIGRASI.
MASALAH REGIONAL dan KEBIJAKANNYA
Kementerian Ketenagakerjaan RI
PERENCANAAN TATA RUANG NASIONAL, PROVINSI, DAN KABUPATEN/KOTA
Disusun oleh :       Kasmiati (H )
KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN. 1. KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN 11. HUBUNGAN KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN OVERVIEW.
INTERAKSI DESA KOTA Aida Kuniawati, S.Pd, M.Si
PERANAN SUMBERDAYA ALAM DALAM PEMBANGUNAN
PERANAN SUMBERDAYA ALAM DALAM PEMBANGUNAN
MIGRASI.
PERANAN SUMBERDAYA ALAM DALAM PEMBANGUNAN
Urbanisasi dalam Perencanaan Wilayah.
PERANAN SUMBERDAYA ALAM DALAM PEMBANGUNAN
EVALUASI PENYERAPAN ANGGARAN PERCEPATAN PENDAFTARAN VARIETAS LOKAL
Disusun Oleh: Fitra Firmansyah Mutia Agnes Hambali Rozi Syaputra Wahyu Pradana Ginting UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2018/2019 PERKEMBANGAN WILAYAH.
TATA GUNA LAHAN DAN TRANSPORTASI. 1. Pendahuluan Untuk melestarikan lingkungan perkotaan yang layak huni, keseimbangan antara fungsi- fungsi tersebut.
Konsep dan Jenis Migrasi. Faktor Penyebab Migrasi Faktor pendorong Makin berkurangnya sumber daya alam Menyempitnya kesempatan kerja di tempat asal Adanya.
MIGRASI.
Urbanisasi dalam Perencanaan Wilayah
RENCANA KERJA PERBENIHAN PAJALE 2019
URBANISASI : MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN Sumber : Sosiologi Suatu Pengantar. Prof. DR. Soerjono Soekanto, Dra. Budi Sulistyowati MA. MATA KULIAH.
PROSES URBANISASI DAN KETIMPANGAN WILAYAH DESA-KOTA
Studi lapangan ke desa sukasari Minat pemuda desa untuk urbanisasi
PUSAT –PUSAT PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN WILAYAH DI INDONESIA OLEH ARUM NUR LAILI SMA MUHAMMADIYAH 2 KERTOSONO 3.1. Memahami konsep wilayah dan pewilayahan.
Transcript presentasi:

DINAMIKA SOSIAL 4 Urbanisasi Eko Subhan

Pengertian Urbanisasi Pengistilahan umum dan memang juga digunakan oleh PBB bahwa urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota Urbanisasi atau urban drift adalah pertumbuhan secara fisik area urban (perkotaan) yang disebabkan karena perubahan yang sifatnya global. Setiap perkembangan sebuah wilayah menjadi semakin kota, maka wilayah tersebut mengalami urbanisasi atau sebuah proses menjadi urban.

Urbanisasi: Proses kenaikan proporsi jumlah penduduk tinggal di perkotaan, proses pengkotaan suatu wilayah (perubahan esensial unsur fisik dan sosekbud wilayah karena percepatan kemajuan ekonomi) (Ir. Triatno Yudo Harjoko) Perubahan masyarakat dan kawasan dalam suatu wilayah yang non-urban menjadi urban. Proses diferensiasi dan spesialisasi pemanfaatan ruang dimana lokasi tertentu menerima bagian pemukim dan fasilitas yang tidak proporsional. (PJM Nas) Pembentukan kota oleh perubahan struktural masyarakat sehingga daerah2 perdesaan dg struktur mata pencaharian agraris, lambat laun /mendadak memperoleh sifat kehidupan kota. Gejala perluasan pengaruh kota ke pedesaan yang dilihat dari sudut morfologi, ekonomi, sosial dan psikologi

Urbanisasi muncul utamanya karena masalah ekonomi. Urbanisasi lebih banyak terjadi di negara2 belahan selatan (relatif miskin) ketimbang di negara2 belahan utara. Dg model ekonometri, perbedaan pendapatan yang tajam antara desa dan kota telah memicu urbanisasi.

Pull and Push Factor of Urbanization Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi Kehidupan kota yang lebih modern dan mewah Sarana dan prasarana kota yang lebih lengkap Banyak lapangan pekerjaan di kota Di kota banyak perempuan cantik dan laki-laki ganteng Pengaruh buruk sinetron Indonesia Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi jauh lebih baik dan berkualitas Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi Lahan pertanian yang semakin sempit Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa Terbatasnya sarana dan prasarana di desa Diusir dari desa asal Memiliki impian kuat menjadi orang kaya

Perkembangan Urbanisasi Pengembangan wilayah perkotaan akan semakin intens dan bervariasi, terutama dipicu oleh proses desentralisasi besar-besaran pada Tahun 1998 “BIG BANG” Autonomy. Big Money Big Spender Peningkatan jumlah penduduk berkorelasi positif dengan meningkatnya urbanisasi di suatu wilayah. Aktivitas perekonomian terpusat pd area yang memiliki tingkat konsentrasi penduduk.

Mengapa Urbanisasi perlu diarahkan? Pertama, pemerintah ingin untuk meningkatkan proporsi penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Ini berkaitan dengan kenyataan bahwa meningkatnya penduduk perkotaan berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi negara. Kedua, tingkat urbanisasi yang berlebihan (tidak terkendali) menimbulkan permasalahan pada penduduk itu sendiri. Urbanisasi umumnya perumbuhan penduduknya mencapai 50%, kecuali terdapat hal khusus tertentu lainnya

Tabel Presentase Penduduk Daerah Perkotaan per Provinsi, 2000-2025 berdasarkan BPS Propinsi 2000 2005 2010 2015 2020 2025 NAD 23.6 28.8 34.3 39.7 44.9 49.9 SUMUT 42.4 46.1 50.1 54.4 58.8 63.5 SUMBAR 29 39.8 45.3 50.6 55.6 RIAU 43.7 50.4 56.6 62.1 66.9 71.1 JAMBI 28.3 32.4 36.5 40.6 44.5 48.4 SUMSEL 34.4 38.7 42.9 47 50.9 54.6 BENGKULU 29.4 35.2 41 46.5 51.7 56.5 LAMPUNG 21 27 33.3 46.2 52.2 KEP BABEL 43 47.8 60.3 63.9 DKI JAKARTA 100 JAWA BARAT 50.3 66.2 72.4 77.4 81.4 JAWA TENGAH 40.4 48.6 56.2 63.1 68.9 73.8 D IY 57.6 64.3 70.2 75.2 79.3 82.8 JAWA TIMUR 40.9 48.9 73.7 BANTEN 60.2 67.2 73 77.7 81.5 B A L I 49.7 57.7 64.7 70.7 75.6 79.6 NTB 34.8 41.9 48.8 55.2 61 66 NTT 15.4 18 20.7 23.5 26.4 29.3 KALBAR 24.9 27.8 31.1 39 KALTENG 27.5 34 40.7 47.2 53.3 KALSEL 36.2 41.5 46.7 51.6 56.3 60.6 KALTIM 62.2 69.9 73.1 75.9 SULUT 36.6 43.4 49.8 55.7 61.1 65.7 SULTENG 19.3 22.9 27.3 29.9 SULSEL 32.2 35.3 38.8 42.6 SULTRA 20.8 23 25.6 28.5 31.8 35.5 GORONTALO 25.4 31.3 37 42.8 48.2 53.2 M A L U K U 25.3 26.1 26.9 27.9 MALUKU UTARA 28.9 29.7 30.6 31.5 32.5 33.6 PAPUA 22.2 22.8 24.3 25.1 26 Rata rata 36.34 41.14 45.78 50.20 54.30 58.11

Provinisi Kalimantan Barat urbanisasinya ± 38,8% per lima tahun Provinsi Aceh pertumbuhan urbanisasinya ± 50% per lima tahun Provinsi Jawa Barat pertumbuhan urbanisasi ± 80% per lima tahun Provinsi Lampung pertumbuhan urbanisasinya ± 60% per lima tahun Provinsi Banten pertumbuhan urbanisasinya ± 58% per lima tahun Provinsi Kalimantan Timur pertumbuhan urbanisasinya ± 36,4% ...contoh injeksi fisik kota

Biro Pusat Statistik dengan konsepnya tentang Urbanisasi: Urbanisasi adalah persentase penduduk perkotaan yang dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu: pertumbuhan alami penduduk daerah perkotaan, migrasi dari daerah perdesaan ke daerah perkotaan, dan reklasifikasi desa perdesaan menjadi desa perkotaan. Proyeksi penduduk perkotaan berdasarkan perbedaan laju pertumbuhan penduduk daerah perkotaan dan daerah perdesaan (Urban Rural Growth Difference/URGD).

Pengarahan urbanisasi di Indonesia: Pertama, mengembangkan daerah2 perdesaan agar memiliki ciri-ciri sebagai daerah perkotaan “urbanisasi perdesaan “. Upaya “mempercepat” urbanisasi tanpa menunggu pertumbuhan ekonomi, dengan melakukan terobosan yang bersifat “non-ekonomi” namun diharapkan memacu tingkat pertumbuhan ekonomi. Kedua, mengembangkan pusat2 pertumbuhan ekonomi baru, atau dikenal dengan istilah “daerah penyangga pusat pertumbuhan”. Upaya untuk mengembangkan kota2 kecil & sedang untuk mengimbangi pertumbuhan kota2 besar & metropolitan, diklasifikasikan pada 3 yaitu: kebijaksanaan ekonomi makro: untuk menciptakan lingkungan/iklim yang merangsang bagi pengembangan kegiatan ekonomi perkotaan; penyebaran secara spasial pola pengembangan kota yang mendukung pola kebijaksanaan pembangunan nasional menuju pertumbuhan ekonomi yang seimbang, serasi dan berkelanjutan, yang secara operasional dituangkan dalam kebijaksanaan tata ruang kota/perkotaan, dan penanganan masalah kinerja masing-masing kota.

Permasalahan yang ditimbulkan oleh urbanisasi diantaranya: Semakin ditinggalkannya spesialisasi di sektor yang berhubungan langsung dengan sistem alam Semikin meningkatnya level of differentiation sebagai ciri khas kota Semakin meningkatnya keberadaan skilled educated labor akibat meningkatnya spesialisasi kerja. Meningkatnya pertumbuhan sektor jasa/perbankan dan manufaktur serta menurunnya sektor produksi primer atau bahkan sekunder. Pergesaran pola hidup dan nilai-nilai adat menjadi semakin kabur atau hilang Semakin berkembangnya budaya cybernetic dan menurunnya ikatan tradisional dalam tatanan masyarakat. dan lain sebagainya serta berbagai dampak ikutannya.

Urbanisasi tidak mengenal batas administrasi, urbanisasi dilakukan karena (kependudukan) pindahnya penduduk dari wilayah rural ke pusat kegiatan (urban). Karena otonomi/desentralisasi daerah memiliki kapasitas untuk melakukan pembangunan fisik dan perekonomian wilayah Kawasan rural semakin ditinggalkan/berubah menjadi urban karena perkembangan penduduk

Siklus Proses Urbanisasi Kesempatan daerah membangun secara masif fisik wilayah, konsekuensinya kebutuhan tenaga pembangunan tinggi. Pembangunan memberi kesempatan penduduk menumpuk di pusat2 aktivitas. Sektor jasa perbankan dan sejenisnya juga mulai masuk dalam sistem desa, sehingga proses urbanisasi menemukan bentuk realnya atau urbanisasi tahap sekunder. Bila urban maju & sistem teknologi berkembang dan komunikasi menjadi sangat mudah, spesialisasi kerja semakin komplit dan kawasan memasuki dunia global.

Pada dunia urban, kembali konsep dasar komunitas menemukan kembali arasnya; terjadi proses masyarakat yang berjuang untuk dapat mempertahankan hidup Sesuai dengan proses evolusi masyarakat, masyarakat urban akan masuk pada siklus baru dan urbanisasi menemukan bentukan yang baru lagi dalam format yang lebih baru lagi. Bentukan urban saat ini akan menjadi rural di masa yang akan datang dan pola kehidupan akan terus berputar dan berevolusi

Sosiologi Dunia Ketiga; J.E. Goldthorpe, Gramedia, 1992 People, Plan and Policies; Herbert J. Gans, Columbia Univ Press, 1993